Monday, May 13, 2024

Perplexity AI, Wujud AI Setara Profesor

Di tahun  2016, WeChat, sebuah platform media sosial dari China, memungkinkan pengembang untuk membuat Chatbot yang lebih canggih. Mereka ingin menerapkan dalam sejumlah aplikasi. Namun itu baru awal hingga akhirnya akhir 2022 permulaannya tiba. Saat OpenAI merilis ChatGPT.

 

Masa itu, semua lini bisnis teknologi seakan dimabuk dengan Metaverse, namun nyata kini semua beralih ke arah AI Chatbot. Selain lebih fleksibel dan pintar, ponsel dan perangkap lainnya lebih nyaman digunakan. Serta bahasa pemograman berbasis Chatbot yang sangat membantu permasalahan manusia.

 

Ia punya kemampuan dalam memproses dan memahami bahasa dengan sangat baik, serta dapat berkomunikasi dengan cara yang sangat efektif. Kini perkembangannya sangat pesat, kurang dari 2 tahun saja, kemampuan chatbot dalam berkomunikasi dengan cara yang mirip dengan manusia.

Nah.. keberhasilan dari ChatGPT seakan menghasilkan pesaing yang lebih beragam. Chatbot yang hadir punya segudang keunggulan yang tidak dimiliki oleh ChatGPT. Tak jarang ini bisa menjadi antitesis yang mendukung dan menjawab permasalahan pengguna.

 

Ada beragam AI Chatbot yang sudah tersedia dan sangat membantu terutama sekali dalam berbagai bentuk pekerjaan. Paling kentara tentu saja ChatGPT, saya pribadi sudah menggunakannya selama hampir 2 tahun lamanya sejak pertama sekali peluncuran.

 

Namun begitu, berbagai kendala yang terjadi pada ChatGPT seakan memberikan angin surga bahwa ada beragam Chatbot yang tak kalah menarik. Bahkan bisa melampaui sejumlah data pencarian data, tak jarang mampu menghimpun beragam data yang ChatGPT lakukan.

Satu sisi ini menguntungkan karena ada beragam Chatbot yang bisa dipilih oleh pengguna sebagai dasar referensinya. Data pencarian yang dihasilkan juga jadi beragam dan menarik. Bagi saya seorang blogger juga sangat terbantu terutama dalam mencari sejumlah data riset yang bisa jadi acuan dalam tulisan.

 

Gebrakan Beragam ChatBot dan Potensinya

Saat ini di pasaran, sudah ada banyak chatbot selain ChatGPT yang bisa dipilih. Mulai dari Google dengan Bard AI yang kini berganti nama jadi Gemini, Ada Bing Copilot buatan Microsoft, Notion, You dan terbaru ada Perplexity AI.

 

Lalu buat akademisi, sudah ada  Consensus.app, sebuah pencari jurnal AI. Ini menggali jurnal akademis untuk menemukan artikel yang relevan berdasarkan istilah pencarian dan topik Anda. AI memberikan ringkasan satu kalimat tentang makalah dan melakukan hal-hal keren lainnya untuk membantu Anda menemukan informasi ilmiah dengan cepat.

Semuanya punya pengguna tetap dan punya kelebihan masing-masing, apalagi banyak pendanaan yang masuk dalam pengembangannya. Mereka mampu menawarkan pencarian maksimal yang sebelumnya tidak dimiliki oleh ChatGPT.

 

Sebagai contoh, ChatGPT tidak memberikan referensi terkait dengan dari mana data didapatkan. Meskipun hasil pencariannya unik, namun keabsahannya sering diragukan. Inilah yang menjadi kendala terbesar dari sebuah ChatGPT.

 

Hadirnya Chatbot lainnya seakan menjadi antitesis yang bisa digunakan dan unggul di aspek ini. Apakah itu Gemini, Copilot, Notion, You, dan tentu saja Perplexity AI. Namun dari itu semua, yang menarik dalam segmentasi pengguna bagi saya adalah Perplexity AI. Ia seakan memberikan dimensi pengguna berdasar segi ilmuwan, konten kreator hingga kalangan kasual. Menarik buat dibahas.

 

Manfaat Besar saat AI Chatbot Hadir

Kehadirannya ibarat oase di tengah gurun pasir, seakan memberikan dimensi baru dalam berbagai hal. Mulai dari hasil riset yang lebih baik, AI seakan meningkatkan kemampuan dalam mendalam sebuah topik dan permasalahan secara lebih dalam. Bagi blogger, seakan memberikan pengetahuan lebih dan mendetail yang diberikan oleh AI.

Ini mendorong waktu yang dibutuhkan jadi lebih hemat, AI akan mengurus pekerjaan yang sifatnya repetitif (berulang). Ini memungkinkan kita bisa berkonsentrasi pada elemen yang lebih imajinatif. Kita akan mengambil efisiensi di mana pun kita bisa.

 

Selain itu juga AI berguna di berbagai format penulisan, mulai dari blog hingga dokumen bisnis dan bahkan buku. Sehingga mendorong kita dalam merumuskan ide brilian. Tinggal AI yang menjabarkan terutama buat orang yang kesulitan dalam menulis dan mengapresiasikan diri.

 

Yuk Kenalan dengan Perplexity AI

Bagi yang belum tahu Perplexity AI adalah chatbot dan mesin pencari cerdas yang menggunakan AI dan pemrosesan bahasa alami. Kemampuan memberikan respons yang tepat dan lengkap terhadap pertanyaan pengguna. Alat ini mencari di internet menggunakan teknologi canggih untuk menyediakan informasi real-time tentang berbagai topik.

Lalu siapa yang mengembangkan Chatbot AI ini?

Mereka adalah  Aravind Srinivas, Denis Yarats, Johnny Ho, dan Andy Konwinski di OpenAI. Alat ini menggunakan pemrosesan bahasa alami dan pembelajaran mesin untuk menghasilkan konten panjang berkualitas tinggi. Ini telah populer di kalangan pembuat konten dan pemasar karena fitur-fitur canggihnya yang membantu mempermudah pembuatan konten, terutama untuk artikel yang dioptimalkan SEO.

 

Tim di balik Perplexity AI dikenal atas karya mereka pada model bahasa besar, termasuk GPT-3. Mereka mengembangkan Perplexity AI sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi pembuatan konten dengan memberikan jawaban yang akurat dan koheren terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.

Bahkan dalam info terbaru, mereka dapat pendanaan lebih dari $75 juta dollar yang berasal dari NVIDIA dan Jezz Bezos. Artinya kedua raksasa teknologi yaitu pabrikan chipset dan pemilik Amazon percaya bahwa Perplexity AI dianggap LLM program prospek di masa depan.

 

Kembali lagi ke topik, nah pada urusan interfacenya juga ringan dan memberikan beragam navigasi. Seakan memberdayakan pengguna untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien. Pada bagian interface tertulis: Where Knowledge Begins. Serta terdapat juga sejumlah petunjuk yang bisa jadi acuan.

 

Mulai dari fokus yang akan membagi hasil pencarian dengan spesifikasi bidang. Apakah All untuk general, akademi untuk para akademisi, Writing untuk para konten kreator, ada juga Wolfram dan tentu saja berdasarkan referensi dari video Youtube dan juga situs Reddit.

Ia mampu menggunakan teknologi AI untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber di web dan memberikan tanggapan. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut, dan Perplexity akan merespons berdasarkan konteks interaksi sebelumnya.

 

Ada juga fitur Attach yang memungkinkan dari Perplexity AI untuk membaca data dari devicemu. Ini juga membuat kemampuannya sangat hebat dan di GPT masih versi Beta. Selain itu juga,a da fitur Pro yang memungkinkan Perplexity AI untuk bisa melakukan tindakan layaknya manusia. Jawaban yang akan diberikan jadi lebih kompleks dan tentu saja menarik.

 

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan di Perplexity tetapi tidak bisa dilakukan di ChatGPT, Claude 2, dan Bard, antara lain, adalah kemampuan untuk menggunakan LLM pihak ketiga untuk menghasilkan respons data yang lebih cepat dan lengkap. Inilah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, jangan heran data yang dihasilkan lebih beragam.

Pikirkan Perplexity AI Pro sebagai pengumpul dari LLM teratas yang tersedia yang mencakup seperti kemampuan, Sonar Large 32K. GPT-4 Turbo, GPT-4.0, Claude 3 Sonnet, Claude 3 Opus, Mistral Large. Serta Perplexity AI punya model Default  dan Sonar secara bersamaan. Hasilnya terlihat dari hasil pencarian yang jauh lebih lengkap.

 

Kenalan Sama Beragam Fitur dari Perplexity AI

Sebagai sebuah Chatbot baru, nilai jual yang harus diberikan tentu saja fitur dan kenyamanan. Nilai jual inilah yang mampu mengangkat citra Perplexity AI dalam bersaing. Bagi saya pribadi, mereka berhasil dalam pengembangannya. Mulai dari Amati, Tiru, dan Modifikasi yang berdampak pada sejumlah fitur unggulan. Apa sajakah itu?

Pertama ada Content Generation, yaitu membantu dalam membuat konten yang mendalam. Tools ini menyediakan informasi yang relevan, menginspirasi ide konten, dan memberikan rekomendasi praktis. Hadirnya  tools ini memberikan analisis mendalam dan membantu menghasilkan konsep-konsep baru. Sekilas mirip ChatGPT, namun bagi kami hasil pencariannya sedikit lebih mendalam dan akurat.

 

Kedua tentu saja kemampuannya bisa digunakan pada sejumlah aplikasi dan Extension. Ia sudah tersedia secara mobile yang bisa didowload melalui aplikasi iOS dan Playstore. Sehingga tidak harus membuka lagi pada mesin pencari, karena di Chrome telah tersedia versi Extension yang ringan.

Ketiga yaitu kemampuan dalam memecahkan masalah, tools ini mampu melakukan proses riset, penulisan, analisis investasi, dan lainnya. Bahkan dapat memberikan informasi, saran, dan solusi yang sifatnya sulit. Apakah dalam bentuk rumus matematika kompleks, strategis bisnis hingga bagaimana caranya riset dan penelitian mendalam.

 

Yuk Belajar Pakai Perplexity AI Secara Mendalam

Nah.. sebagai sebuah tools aplikasi yang masih sangat, pengguna pasti sedikit kebingungan dalam menggunakannya secara optimal. Alasan itulah yang mendasarkan penulis buat mencoba mengkaji dan mereview secara lengkap bagaimana cara Perplexity AI memproses data, bekerja hingga proses dalam mendapatkan jawaban terbaik atas pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan.

Pertama sekali tentu saja mencari Perplexity di mesin pencari. Nantinya akan diarahkan untuk masuk ke dalam sistemnya. Proses login termasuk sangat mudah dibandingkan dengan ChatGPT karena bisa langsung terhubung ke email tanpa harus notifikasi yang sangat rumit. Nantinya kita akan dihadapkan dengan tampilan berupa halaman interface dari Perplexity AI yang bertuliskan: Where Knowledge Begins.

 

Pada kolom bar nantinya akan tertulis berupa: “Ask Me Anything”. Artinya ia bisa menjawab segala macam pertanyaan tanpa terkecuali. Ini sangat cocok buat sejumlah expert yang masih merasa ChatGPT tak mampu menjawab dengan kompleks atas kegundahan pengguna.

Perplexity AI punya kemampuan dalam mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dari berbagai sumber. Apakah itu datang dari artikel, buku, atau diskusi forum. Anda juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mempelajari lebih lanjut. Karena di bawah pertanyaan yang kita tanyakan, ada pertanyaan serupa atau yang mendekati dengan pertanyaan kita.

 

Ini karena ia cukup cerdas dalam memprediksi pertanyaan pengguna. Sehingga pengguna bisa memilih salah satu opsi pertanyaan yang nantinya sudah ada jawaban dan sumber akurat yang bisa diambil. Di satu sisi, ini membuat pengguna percaya bahwa jawaban yang dihasilkan jauh lebih kredibel. Preplexity AI ibarat mesin review atas jawaban pengguna.

Tak hanya topik khusus, ada topik general yang jadi referensi yang bisa menjadi ide baru. Fitur ini bagi saya menarik karena membantu Anda menemukan subtopik, mengorganisir pikiran Anda, dan menemukan rincian pendukung.

 

Sebagai contoh, buat yang sedang membuat proposal atau ide bisnis. Poin-poin dari pembukaan hingga sampai penutup akan dijabarkan dengan jelas. Artinya kita tahu setiap step yang harus dibuat dan dilalui. Selain itu juga, poin ini membantu mengarah kita tidak keluar dari jalur atas apa yang sedang dikerjakan.

 

Perplexity AI, Sumber sebagai Kekuatan dan Keakuratannya

Selama ini ada banyak Chatbot AI yang menghasilkan data dengan cepat. Namun saat dipelajari dan diuji dengan benar, hasilnya terkesan ngawur. Untuk mengatasi itu semua, Perplexity AI menggunakan sitasi, riset, dan sumber kenamaan atas data yang ia sajikan. Rujukannya juga seakan memberikan dimensi untuk setiap level pengguna.

 

Apakah datang dari kalangan umum, akademisi, blogger dan youtuber, Ini wadah yang tepat karena tentu saja mampu memberikan segmentasi pengguna AI. Ibarat awal mulai sosial media hadir, makin ke sini, sosial media seakan memberikan segmentasi. Inilah yang kini coba ditiru oleh sejumlah AI yang sangat berguna dalam pengaplikasian di kehidupan sehari-hari.

Satu hal yang saya suka dari Perplexity AI, adalah kemampuan adaptasinya. Kita tak harus bertanya panjang karena ia sudah memahami pertanyaan pertama yang telah kita tanyakan. Misalnya saja saya bertanya mengenai Kota Banda Aceh?

 

Saat saya ajukan pertanyaan selanjutnya misalnya hanya mengetikkan: pusat oleh-oleh? Ia sudah tahu arahnya mengenai pertanyaan sebelumnya sehingga tak kesulitan harus mengulangi pertanyaan serupa. Ini cukup bagus karena di dalam Folder Library akan mencakup semua pertanyaan dari A-Z.

Perplexity AI, Cara Baru dalam Belajar dan Memanajemen Data

Perplexity AI adalah alat yang sangat baik karena memiliki algoritma canggih yang dapat menangani jumlah data besar, memahami konteks, memberikan jawaban yang konsisten, dan menggunakan teknik pembelajaran mesin terbaru. Ini menyediakan hasil lengkap dan wawasan terperinci ke dalam teks yang kompleks dan secara konsisten menghasilkan output yang mirip dengan manusia.

 

Seakan ia mampu menghasilkan teks, menulis konten kreatif, dan merangkum teks. Keberagamannya juga tersebar di antara penggunanya. Misalnya, alat ini dapat membantu peneliti dalam penelitian mereka, penulis dalam penulisan mereka, dan musisi dalam komposisi musik mereka.

Gratis digunakan, pastinya Perplexity AI gratis digunakan terutama buat pengguna kasual. Meskipun ada versi berbayar yang dibanderol sebesar $20 per bulan atau $200 per tahun dan mencakup penggunaan copilot tanpa batas, akses ke GPT-4, dukungan khusus, informasi terkini, dan uji coba gratis selama tujuh hari.

 

Tapi bagi saya pribadi, buat pengguna kasual yang tidak terlalu mementingkan atau mengakses setiap saat. Versi gratisan sudah cukup baik dan tentu saja dirasa sangat puas. Selain itu juga, batas akses tersebut tentunya hanya buat yang ingin mencoba semua fitur sekaligus.

 

Fitur Pilot untuk Hasil Lebih Beragam

Pada Perplexity AI ada fitur tambahan berupa Pro yang merujuk pada Copilot. Ini seakan memberikan sebuah perbedaan nyata terutama sejumlah hasil pencarian yang dihasilkan. Itu dimulai dari sumber referensi, tanpa Copilot, Perplexity hanya mempertimbangkan 5 sumber web teratas. Dengan Copilot, itu mempertimbangkan sekitar 25 sumber yang berbeda. Lumayan jauh ya

Selain itu juga tingkat jawaban spesifik berkurang drastis. Ini dikarenakan Copilot mengajukan pertanyaan lanjutan, Anda mendapatkan jawaban yang lebih spesifik, mendalam, dan praktis. Serta menghasilkan kata kunci lebih berbeda.

Bayangkan mencari 5 kata kunci yang berbeda, membaca 5 hingga 10 hasil pencarian teratas untuk setiap kata kunci, merangkum semua yang kita baca, dan memberikan keluaran yang paling spesifik (bersama dengan referensi yang utuh), semua dalam waktu kurang dari 20 detik.

 

Kendala terbesar dari Perplexity AI

Meskipun berkembang sangat pesat dalam beberapa bulan terakhir dengan jumlah pengguna yang menyentuh jutaan. Ada hal yang jadi kendala terutama biaya produksi sangat besar, seperti dari berbagai sumber disebutkan bahwa pihak Perplexity AI membutuhkan biaya sebesar $700.000 per hari untuk memenuhi permintaan ChatGPT. Jelas ini sebuah kesulitan buat perusahaan yang baru berdiri, mereka butuh pendanaan besar yang bisa mendukung bisnis tetap berjalan.

Lalu tantangan lainnya datang dari potensi penyalahgunaan, penyebaran informasi yang salah, dan masalah hak cipta yang terkait dengan praktik web scraping untuk data pelatihan model. Ada banyak pihak yang dirugikan terutama konten kreator yang datanya diambil dan kemudian dimodifikasi oleh AI dengan sedemikian rupa. Masalah ini akan berlanjut saat ada gelombang protes dari konten kreator.

 

Selanjutnya yaitu tingkat akurasi hasil Perplexity terbatas oleh hasil pencarian dan kemampuan AI. Apakah akurat atau masih ngawur sama seperti halnya dengan LLM lainnya saat pertama sekali muncul. Bila tidak akurat, jatuhnya pada urusan berita hoax dan perusahaan harus bertanggung jawab atas banyaknya informasi hoaks yang akan tersebar nantinya.

 

Terakhir tentu saja, bagaimana Perplexity AI bisa memberikan segmentasi ke semua lapisan pengguna masyarakat. Ini akan membuat daya jangkaunya jadi lebih besar. Tak hanya dari kalangan akademisi dan konten kreator juga. Bagaimana pihak kasual hingga bisnisman bisa jadi bagian dalam target market Perplexity AI ke depannya.

 

Target Pasar Perplexity AI

Perplexity AI adalah alat serbaguna untuk pelajar, profesional, dan siapa saja yang mencari informasi terbaru tentang berbagai topik. Pelajar dapat menggunakannya untuk bantuan pekerjaan rumah dan proyek penelitian. Profesional dapat tetap mengikuti tren industri, menemukan ide baru, dan membuat konten.

 

Tool ini juga membantu orang lain belajar tentang subjek baru, tetap terinformasi tentang peristiwa terkini, dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan sehari-hari. Ini adalah sumber daya yang kuat yang menyediakan informasi akurat dan terkini di berbagai bidang.

 

Saya pribadi cukup cocok dengan Tools ini, apalagi terkait dengan sumber informasi yang nantinya jadi pembanding atas segala data dan sumber. Bisa diajak sebagai sumber referensi menulis di website saya dan dunia konten. Dan bisa diajak buat menganalisa dan riset mendalam terutama sekali mengenai dunia akademisi.

 

Kesimpulan Akhir

Bagi pemula seperti saya, fitur-fitur Perplexity, terutama fungsi Copilot, bisa menjadi bantuan berharga dalam merancang promp yang efektif dan memahami kemampuan model tersebut. Namun, pengguna yang mencari model AI dengan fitur yang lebih sedikit, dan yang nyaman dengan pendekatan uji coba dan kesalahan dalam memunculkan pertanyaan, mungkin menemukan ChatGPT atau Gemini sebagai pilihan yang lebih sesuai.

Pengguna juga harus mengingat bahwa kualitas pertanyaan mereka akan memengaruhi kualitas respons yang mereka terima. Dengan mempertimbangkan hal ini, menjadi lebih sulit untuk memutuskan platform AI mana yang secara objektif lebih baik daripada yang lain.

 

Bagi saya pribadi, semuanya punya sisi kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selain itu sudah ada target pasar yang tepat. Toh AI adalah tools, urusan berkreasi dan menuangkan ide secara utuh untuk kemudian diolah jadi sedemikian rupa kembali ke diri kita masing-masing.

 

Semoga tulisan ini menginspirasikan kita semua bahwa internet tidaklah aman sepenuhnya dan kita harus belajar mengamankannya sebaik mungkin. Have a Nice Days.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Part of EcoBlogger Squad

Part of EcoBlogger Squad