Saturday, April 16, 2016

Apa Benar Energi Negatif Menular?

 Energi negatif
Tiap harinya pasti dari kita mendengarkan, melihat dan juga membaca energi negatif datang. Sejak dari bangun tidur hingga kembali tidur, mau ke kampus, ke tempat kerja energi negatif pasti selalu ada. Misalnya mau keluar tapi saat melihat suasana malah mendung disusul gerimis, langsung deh keluar kata-kata bernada negatif:
Malas ah, hujan bikin motor yang baru di cuci kotor lagi. Heran ya kenapa saat cuci kendaraan selalu hujan turun. Pasti ada konspirasi. 
Aduh dosen atau atasan kejam banget, memang orang besar ngga bisa merasakan jadi mahasiswa kecil dan susah. 
Lagu sedih, film haru, sinetron pemeran utamanya tersiksa selalu, status di sosmed penuh emosional, kata-kata kebencian, propaganda, dendam dan fitnah cepat banget buat orang lain terpengaruh.
Pertama sekali kita dengarkan joke-joke lucu berupa kata, gambar, dan gif secara spontan kita tertawa lepas tanpa refleks. Di ulangi kedua kali pun kita tertawa lepas walaupun ngga sekeras yang pertama, namun saat diulangi atau melihat kembali yang ketiga malah berceloteh seperti ini:
Emang ngga ada bahan lucu lain yang berkualitas? 
*sambil pasang muka masam*

Sekarang gantian coba kamu katakan hal yang sifatnya menyedihkan misalnya: diputus cinta, ditikung teman, dan ditinggal nikah. Saat pertama kamu bilang, si korban mukanya sendu, kedua kali kamu ulangi makin tambah sendu dan saat kamu siap-siap ditangkap dan dilempar ke dalam kandang buaya yang sudah seminggu puasa makan. Sebegitu sedihnya manusia semakin luka lama dibuka kembali semakin menderita pula.

Siapa sih yang paling banyak menyebarkan energi negatif?
Dulu sih sering banget kita dengar ibu-ibu yang doyan gosip terutama mengenai masalah yang ada di kompleks. Sambung menyambung pembicaraan dari IRT satu ke IRT bermula dari beli sayur dan sembako bareng, acara PKK, acara sunatan dan aqiqah anak hingga arisan. 

Namun gosip dan energi negatif yang mereka sampaikan hanya hal-hal kecil yang ada di kompleks mereka, ngga sampai dimuat di halaman depan surat kabar, media online atau jadi pembicaraan di televisi. Yah sekedar buah bibir semata.

Berbeda dengan kaum bapak-bapak kini yang menurut penulis lebih berbahaya dan sifatnya global dalam melemparkan saat menjatuhkan lawannya seperti melalui surat kabar, media online hingga televisi. Semua jadi tau dan ikutan heboh, saling hujat siapa benar dan salah yang lain nonton sambil menepuk-nepuk untuk memanaskan

Jadi siapa sih yang menyebarkan energi negatif lebih besar, kaum lelaki atau perempuan?
Semenjak media sosial berkembang pesat, energi negatif bisa di share oleh siapa saja dan kapan saja. Kaum wanita lebih sering menyebarkan umumnya masalah pribadi sebagai bentuk keluhan-keluhan yang ia alami saat itu, misalnya:
Aduh capeknya hari ini.Aduh panas banget, kayaknya neraka lagi bocor.
Ya tuhan... cobaan apa yang hamba alami ini? 
Pacar aku ngga pernah ngertiin aku dan selalu ngilang saat dibutuhin. 
Berat badan bertambah 0,001 gr, aku keliatan gendutan!! 
Ini atasan marah-marah melulu, mungkin lagi dihukum sama bininya.
Keluhan yang dialami wanita sifatnya wajar selain wanita punya kouta bicara yang lebih banyak daripada cowok dalam frekuensi ngedumel walaupun hanya hal kecil. Namun konteksnya dalam lingkup kehidupannya walaupun artis sekalipun hanya saja sedikit tambahan bumbu media biar mampu menarik masyarakat untuk menyaksikannya.
Kaum lelaki dalam menyampaikan energi negatif beragam dari masalah pribadi, pandangan politik, suku, hingga meluas sampai ke masalah agama. Media jadi alat yang ampuh banget selain alat komunikasi yang tepat serta bisa dibaca oleh berbagai kalangan masyarakat. 

Isu negatif yang disebarkan yang ngga benar sangat mempengaruhi masyarakat yang baca buka sebagai bahan gosip semata seperti kaum perempuan tapi energi negatif yang kaum perempuan banyak tapi hanya berupa gosip beda dengan kaum pria energi negatif yang mereka sampai sangat berpengaruh di masyarakat baik pendukung atau penentang. Ngeri ya?

Kenapa kita (manusia) lebih suka merespon energi negatif?
Seorang Comic (pelawak) handal melemparkan joke-joke yang membuat para penonton yang menyaksikan tertawa terpingkal-pingkal. Ngga lama kemudian si Comic kembali mengulang joke yang sama saat penampilan lain di waktu yang berbeda, para penonton tertawa kencang (terutama) yang sebelumnya tidak menyaksikan si Comic beraksi sedangkan lain lain tertawa biasa. 

Namun di penampilan yang ketiga si Comic kembali membawakan materi lama tadi dengan penonton yang sama, hasilnya si Comic penonton diam dan sebagian berteriak: memang ngga ada materi lain, turun!!! Turunkan harga sembako #NggaNyambung 
Baca juga: Memantaskan (Diri)
Di tempat yang lain seorang penyanyi yang membawakan lagu mellow buat penonton yang menyaksikan menitikkan air mata campur aduk antara senang atau sedih akibat lirik lagunya tentang kepedihan akan cinta yang tak berbalas.  Bahagia karena lagunya menarik tapi sedih karena liriknya yang menusuk. Setiap kamu mendengarkan lagunya langsung deh berlinang air mata, padahal lagu yang kamu dengar sudah sangat lawas. 

Kenapa kepedihan semakin diulangi semakin pedih ibarat melumuri luka dengan asam. kegembiraan bila diingat kembali malah kamu merasa pedih karena itu sudah berlalu dan ingin kegembiraan itu bisa datang lagi. 

Itulah kenapa lagu yang temanya “Happy and Fun” sifatnya hanya booming sebentar karena alunan musiknya yang sangat cocok dinikmati tapi bila ada lagu baru yang lebih bagus dirilis maka lagu yang sebelumnya langsung deh turun tangga.
Saat kamu merasakan kegembiraan/kesenangan kamu akan ingat masa-masa tidak menyenangkan tapi saat kamu merasakan kesedihan akan membiaskan masa-masa terindah yang pernah dilalui
Banyak lagu, sinetron, dan film yang berlatar belakang memberikan energi negatif kepada penonton setia seperti rasa kehilangan, kesedihan, dan kesengsaraan. Sudah tau bikin dada nyesek tapi malah lagu, sinetron dan film selalu jadi tontonan menarik dan laku keras di pasaran.
Hmmm... memang yang menguras hati dan perasaan juga bisa menguras isi kantong
Menurut para peneliti, otak manusia sangat cepat merespons berbagai macam isu-isu buruk dan negatif yang bersifat membahayakan terutama kini banyak beredar di masyarakat. Hal yang berbeda malah terjadi saat merespons isu-isu baik dan positif, malah respon otak yang diberikan tidak sebesar yang diterima saat menerima isu negatif. 

Otak menganggap segala bentuk isu negatif sebagai ancaman yang membahayakan walaupun itu hanya berita hoax, gosip murahan hingga keluhan orang yang ingin cepat tenar.

Kebiasaan kita yang ngga hilang adalah menghujat segala berita hoax, gosip murahan hingga keluhan orang dari sosial media (marah-marah sosmed) yang kemudian menyebarkan  berupa bentuk bully-an terutama di kalangan netizen. 

Orang-orang yang marah-marah tadi malah kena hujat balik. Niat pertama untuk nyari perhatian, pemberitaan heboh hingga hal kontroversial langsung deh jadi santapan bully terutama kalangan netizen. Itulah kenapa hal negatif respon manusia tanggap banget dari hal lain.

Cara menangkal energi negatif gimana sih?
Energi negatif seperti kebencian, keluhan, berita hoax hingga lagu dan tontonan yang menghadirkan begitu banyak kekerasan sudah saatnya ditangkal. Bila belum mampu minimal bisa sedikit dikurangi kadarnya biar hati pilu dan pipi meleleh serta dada penuh sesak dan nyesek.

Energi negatif di sosial media cukup kamu hide, remove, unfollow atau unshare serta block orang yang ngasih sesuatu yang bikin dada kamu panas dan ngga nyaman. Toh kamu yang punya sosial media dan kamu yang merasakan segala jadi semua berada di tangan kamu, well.. sosial media itu ibarat channel di TV atau di Youtube.
Tinggal milih mana yang menurut kamu sesuatu dengan minat kamu dan jangan sampai kamu terjajah dengan area sosial mediamu yang penuh energi negatif. Banyak berita, teman hingga channel yang inspiratif, inovatif, dan edukatif yang bisa kamu ikuti. Selain menambah wawasan juga buat kamu semakin memupuk rasa positif.
Share:

6 comments:

  1. Berarti saya sudah di track yg benar..kalau ada yg bikin kesel.. Ngga usah ikutin, hide hingga UN following..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm... jadi anda udah di jalan yang bener, kalo salah jalan resikonya dua: 1) kalo ngga nyasar 2) malah ngarah ke rumah mantan #Dheg

      Delete
  2. Itu sifat dasar manusia jaman sekarang aja gan. Padahal kalo manusia dapat berfikir dan percaya bahwa. Tuhan tidak mungkin melakukan hal buruk. Kita akan terus berfikir positif walau ketidak enakan yg ada.

    SAlam kenal ye gann

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pikiran negatif sih banyaknya datang dari sekitar mas, terus terakumulasi ke dalam pikiran kita dan membuat diri kita yang awalnya positif malah negatif. makanya salah satunya kita bendung aura negatif yang datang kepada kita.
      Salam kenal balik gan.

      Delete
  3. Bener banget tuh gan. Saya pernah marah ke adik saya, adik saya balik marah abis itu kucing juga kena lempar dia. ya, kita yang marah, kucingnya ikut ketiban sial. emang energi negatif selalu memberi pengaruh buruk pada semua hal.

    ReplyDelete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer