Friday, May 16, 2014

10 Alasan Betapa Sulitnya Nulis Skripsi

Setelah sekian lama bergelut dengan mengumpulkan kredit SKS yang sudah menumpuk. Bangun pagi buat mengejar kuliah pagi hingga pulang larut sore. Terus malamnya harus menyiapkan deadline tugas yang menggunung buat menjadi calon sarjana. Butuh berapa semester buat jadi sarjana Paling bangga itu jadi sarjana sambil di belakang nama kita ada singkatan “S” yaitu sarjana, terserah apa itu dari hasil kerja keras belajar atau hanya usaha menitip tugas atau absen.

Tapi jangan senang dulu, karena itu belum akhir dari perkuliahan. Ada palang pintu terakhir yang menghalangi buat sarjana dan banyak sudah jadi korban yaitu “Skripsi” sengaja gue hitam biar keliatan gregetnya pas baca. Banyak sih yang kuliahnya awalnya lancar tapi malah nyangkut lama di skripsi atau yang kuliah lama tapi skripsi cepat. Dan yang paling apes yang sudah kuliahnya lama terus skripsinya lebih lama dan terancam jadi mahasiswa abadi.

Konsep yang mengalir dari skripsi tidak berpengaruh dari IP (indeks kumulatif) hasil belajar selama ini. Ini mata kuliah yang beda dan datangnya belakangan, makanya banyak mahasiswa yang mengeluh dan terjebak lama dalam kubangan skripsi. Bayangkan saja banyak nyangkut di mata kuliah sebelumnya tapi lancar adem pas skripsi-an, walaupun itu tak jadi patokan utama sih.

Kadang di setiap kampus sering dijumpai Mahasiswa tua yang sudah hampir kadaluwarsa di makan jaman. Alasan yang masuk akal sih terkendala skripsi yang tak kelar-kelar. Itu sih alasan yang tak bisa di terima umumnya buat adik kelas yang belum mengalaminya. Nanti kalian akan tiba masanya di mana pas mengerjakan skripsi mandek tanpa sebab.

Apa yang belum dijalani itu kadang dianggap mudah atau sulit, semua itu kembali pada diri sendiri. Menulis skripsi itu tak hanya mengandalkan skill, butuh juga mental sama emosional buat hasilkan seni tulisan yang berkualitas. Banyak yang tak punya jiwa menulis harus dipaksakan buat menyelesaikan skripsi. Terakhir banyak marak ditemukan, adalah hasil skripsinya plagiat dan dari buatan joki skripsi yang minta biaya gede dengan iming-iming kelar menurut yang kamu mau.

Di sini nantinya dirimu akan merasakan perasaan tak enak buat diri sendiri dan orang lain karena rasa bersalah. Lebih baik percaya dari hasil tulisan sendiri, penuh hasil revisi dan pas-pas yang tulis dengan kekuatan sendiri, itu bergairah banget dibandingkan hasil buatan orang lain. Itulah mahakarya yang kamu buat dan bisa dibanggakan dari sekian lama kuliah, bangga kan..!!

Nah sekarang gue mau memberi sedikit alasan kenapa skripsi itu sulit, bagi yang sudah tahu benar-benar kesulitannya tapi buat yang belum mengerjakan atau lagi di tengah jalan nih gue mau kasih tahu, cekidot:

1. Memantik Semangat
Lama terbengkalai di atas meja coret-coretan revisi yang belum diperbaiki yang diberikan dosbing. Dalam masa-masa seperti ini timbul niat mengerjakan tapi tak pernah kesampaian. Waktu berjalan begitu cepat dan selalu saja terucap begini:
Aah ntar aja dikelarin, tunggu inspirasi sama semangat balik lagi.

Problem yang kamu dapat saat beginian paling susah mengumpulkan niat-niat yang hilang. Saat kondisi mental sudah nge-drop susah banget buat bangkit lagi dan apabila bangkit butuh waktu lama banget. Niat buat mengumpulkan semangat itu harus datang dari diri sendiri, dukungan teman, keluarga dan pacar, karena kondisi beginian butuh dukungan yang gede. 
Hal yang lain sama pentingnya yaitu mendapatkan feeling akan ide menggarap skripsi. Bila lagi badmood susah banget ide itu datang dan di sini kamu harus butuh suasana hati sama lingkungan kondusif biar skripsi kembali jalan.

2. Judul Skripsi Malah Nyangkut
Permasalahan anak skripsi yang masih sulit dipecahkan hingga saat ialah nyangkut di judul. Bisa dibayangkan berapa banyak hasil print out yang di tolak. Niat bikin proposal skripsi yang lebih bagus malah kembalian lebih cocoknya buat jadi kertas goreng pisang dan bungkusan kacang. Butuh berapa kali usaha buat nge-golin judul skripsi, saat judulnya cocok buat diri sendiri tapi tak cocok buat dosbing dengan alasan terlalu mudah atau terlalu rumit. 
Ada juga yang judulnya tak cocok buat mahasiswanya tapi cocok banget buat dosbing-nya yang ada si mahasiswa akan merasakan termakan judul manis dosen. Ini ditandai dengan efek gelisah, bingung, dan yang terakhir gugur di medan pertarungan perskripsian.

Pengalaman lain hampir sama kayak di atas cuma yang dihadapkan anak skripsi itu judulnya dari ide orang lain atau dosbing. Mereka yang memberikan judul belum tahu sejauh kesulitan judul yang akan dihadapi, tapi malah anak skripsi yang harus hadapi.

Itu sih ibarat sinetron yang episodenya sudah berseason-season dengan endingnya berlarut-larut. Setiap pemeran utamanya ketabrak-amnesia-mati-hidup lagi sampai kiamat gitu-gitu terus.

3. Cepat Putus-Asa
Baru mencoba berapa kali revisi terus malah menyerah dan malah keberatan bertemu dosen. Ini salah satu contoh mahasiswa yang putus asa, baru kena revisi sama siraman sekali tapi buat kembali lagi butuh waktu lama banget. Bisa berminggu-minggu atau hitungan bulan dan hitungan semester. 
Bisa dibayangkan berapa banyak waktu yang diabaikan buat Back street bikin proposal skripsi ulang, nge-refresh pikiran buat mengembalikan poin-poin judul proposal yang sudah lupa. Tidak bisa dibayangkan putus asa membawamu beban di kemudian hari, lebih baik jalani karena semua tak akan sulit bila mampu dijalankan dengan baik.

Kadang hal yang paling susah mengerjakan skripsi salah satunya mengembalikan segala yang “putus” Yoi.. maksud di sini hubungan cinta, karena cinta yang sudah putus lebih baik di cari lain daripada terjebak memori lama.

4. Korban Revisi dari Dosen Pembimbing
Tak ada yang lebih indah dari menulis skripsi dari hasil tulisan sendiri walaupun dosbing sampai bosan melihat tampangmu saja yang kena revisi. Kadang sih pada saat ini cuma dapat capek dan lelah karena revisi terus-terusan, nanti malah dapat kesan jadi “mahasiswa pengejar skripsi”.  
Gue mengingatkan jangan sampai terjerumus sama joki skripsi. Yang suka memberikan kode buat yang tak mau menulis skripsi. Tak usah hiraukan kode-kode-an joki skripsi yang menawarkan jasa buat skripsi yang biayanya bikin dompetmu jebol dan kamu menyesal di kemudian hari.

Ada juga dosen yang teliti banget terhadap penulisan seperti tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar tapi tak terlalu perhatikan pada tata penulisan. Ada juga kebalikannya hanya melihat tata penulisan tapi bahasa yang baik dan benar tak terlalu diperhatikan. Keduanya serba asyik yang penting revisi itu memperbaiki yang salah dan membuat diri tegar bahwa benar akan tiba waktunya.

5. Nunggu Teman Tamat
Yang ini gue tidak mengerti visi dan misi yang ingin dicapai, maunya cepat tadi malah nyangkut dan nyangkutnya disebabkan oleh pihak ketiga. Gue kasih contoh sederhana misalnya kamu proposal skripsi sudah kelar jauh-jauh hari tapi buat naik seminar harus menunggu teman lain yang judul dan penelitian hampir sama tapi dia malah tak kelar-kelar, cuma buat menulis proposal. Jadi dosen bikin sebuah keputusan aneh bin ajaib yang tidak memperbolehkan kamu naik bila teman-teman lain belum kelar. 
Di sini gue mau kasih tahu bahwa skripsi bisa menjerumuskan diri ke jalan yang panjang, ibarat naik angkutan umum yang masih belum ada orang dan kamu orang pertama yang naik di angkutan tersebut. Apa boleh buat kamu harus menunggu hingga semua penuh baru deh berangkat.

Di posisi ini kamu tak boleh mengeluh karena dirimu hanya sebatas penumpang yang butuh jasa transportasi. Mau pindah ke angkutan lain jadi serba salah yang ada malah lebih lama.

6. Judul Super Inovatif
Saat mencentang mata kuliah skripsi banyak mahasiswa yang memberi judul yang beda dari yang lain. Niat awalnya biar dikatakan keren para teman-teman dan pembuktian bahwa skripsi bukanlah sebuah masalah. 

Seiring berjalannya waktu malah kelabakan buat mencari referensi yang terbatas, pembimbing yang cocok dan akhirnya malah dilangkahi sama yunior buat lulus. Menawarkan judul yang inovatif satu sih bisa menambah referensi judul skripsi yang tak selalu itu-itu saja, tapi sisi lain menambah daftar panjang waktu yang terbuang. 

Harus dicatat erat bahwa duit paling besar yang di dapat dari universitas dan kampus selain bantuan asing atau pemerintah, pendaftaran mahasiswa baru dan mahasiswa akhir yang bayar SPP terus-terus dan kuliahnya tak kelar-kelar. Kasihan bukan duitnya bisa dimanfaatkan buat yang lain apa untuk usaha atau nikah. Malah habis buat kampus.....

7. Memikirkan Sulitnya tanpa dijalani
Kadang tipe mahasiswa yang begini buat menyelesaikan skripsi karena sulit mikir sulitnya kenapa. Sudah setengah jalan malah bingung judul skripsi, tinjauan pustaka sama metode penelitian. Kayaknya apa yang gue buat ada yang salah, gerutu di dalam dirinya. 

Memikirkan sulitnya kenapa ibarat mau menembak gebetan tapi sudah berpikir jauh banget seakan-akan sudah jadian. Semua itu harus dijalani dulu, agar segala kendala bisa dipikirkan selanjutnya. Jangan nantinya malah menjadi beban pikiran yang berlarut-larut.

Problem yang dihadapkan anak skripsi lainnya karena judul skripsi semua berasal dari orang lain terlalu menganggap sulit yang dijalankan hingga kurang cakapnya terhadap mata kuliah yang berkenaan dengan judul skripsi yang diambil. Gue kasih contoh sederhana begini, tak ahli banget hitung-hitungan tapi malah ambil yang berkenaan ke arah begituan. 

Ada malah bingung sih, bukan bingung lagi tapi pusing tujuh keliling. Makanya sesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Ibarat mau menerbang layang-layang tapi benangnya pakai benang jahit. 

8. Program Studi Sulit dan Salah Jurusan
Jurusan tempat kuliah berpengaruh besar buat menyiapkan skripsi walaupun tak mutlak apakah itu lama atau cepat. Ada jurusan yang mewajibkan mahasiswanya tamat berdasarkan prosedur 3,5 - 4 tahun dan ada juga yang tak ada batasan asalnya tak melewati batas akhir sebelum 14 semester.

Satu sisi ini baik yang memprogramkan tamatnya mahasiswa oleh pihak jurusan agar memenuhi target kelulusan. Dan ada juga jurusan yang tak membatasi waktu tamat yang penting tidak melebihi 14 semester, lama bukan...!!!

Terus jurusan sains (IPA) lebih lama lulusnya ketimbang lulusan sosial (IPS), itu sih pertama jumlah kesulitan dan penelitian untuk skripsi di jurusan sains perlu data penunjang bermacam-macam dan waktu penelitian yang relatif lama. Makanya jurusan sains sering dilangkahi dari yang sosial walaupun sifatnya relatif tergantung si mahasiswanya juga.

Yang gue singgung lainnya tentang mahasiswa yang tersesat di jurusan yang tak cocok banget dengan latar belakangnya. Kuliah di jurusan teknik mesin tapi berjiwa tata boga yang ada asal ada baut malah ditumis bukan dirakit.

9. Karena Semuanya Serba Sendiri
Maksud di sini bukan semuanya orang tak membantu dan mengucilkanmu selama menyelesaikan skripsi, tapi semua yang membantu cuma bisa berada di belakang layar buat memberikan dukungan. Di sini jiwa sebagai sarjana di uji karena skripsi itu karya tulis yang butuh kemampuan khusus. Seperti yang sudah gue katakan sebelumnya. Tak cukup pintar saja tapi pintar-pintar menyiasati skripsi biar tidak mandek. 
Pada saat seminar, hasil dan sidang semua harus dijalani sendiri dan semuanya yang membantu hanya memberi dukungan secara tak langsung dari belakang. Di sinilah rasa percaya diri yang butuh banget dibangun.

Skripsi itu mata kuliah yang mewajibkan kamu serba sendiri walaupun sekalian mengambil dengan teman-teman, tapi saat menentukan judul banyak yang beda dengan temanmu walaupun ada yang berhubungan tapi pasti ada yang beda. Makanya gue tekankan di sinilah kemampuan dan kemandirian seorang mahasiswa tahap akhir diuji.

10. Nasib Buruk Melanda
Ada sejumlah mahasiswa yang punya nasib buruk, aura itu mulai terasa sangat kental sejak ia kuliah. Mulai dari sering mengulang mata kuliah, teman tidak mau berteman (bisa saja karena bau ketiak) hingga masa skripsi hampir sewindu. 

Itu pun jadi pilihan yang buatnya penuh dengan dilema, jangan heran ada banyak nasib buruk yang buat ia mengendap pala di kampus. Saat ada proses pemutihan dan cuci gudang, barulah ia selamat sebelum ditendang dari kampus. 
Nah dari segala poin kenapa skripsi sulit disiapkan itu hal yang tak enak lainnya dari pas menulis skripsi ialah mengejar deadline sama terus ditanyakan sama saudara asal ketemu.Bagaimana kuliahnya? Sudah siap terus kerjanya di mana dan jodohnya di mana?
Ini pertanyaan bertingkat yang makin buat dijawab. Cukup dijawab May.. !! Maybe Yes, Maybe No. 
Nah... apa saja kendala lain yang pernah teman-teman rasakan, silakan share di kolom komentar. Salam mahasiswa pejuang skripsi. Semua kalian mampu menghadapi masa paceklik ini dan nikmati skripsi kalian karena itu akan jadi sebuah kenangan indah di masa depan.
Share:

5 comments:

  1. Mahasiswa yang susah skrisi ini sebenernya adalah tergolong dalam orang2 yang tidak mau meninggalkan zona nyaman! males mau pergi pagi nunggu dosen dll.
    Butuh support teman2, pacar, dll.
    Karena sadarnya bakal lamaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ujung-ujungnya ditinggal wisuda, jadi malu deh sama adik kelas

      Delete
    2. Utk apa malu ditinggal wisuda, orang yg wisuda itupun belum tentu bisa dijamin mengerti apa yg mereka pelajari cuman sekedar bagusin ipk walaupun dgn cara tdk jujur dan skripsi selesai meskipun tak paham apa yg ditulis. PERCUMA !

      Delete
  2. Hahaha jgn kerjain skripsi, berat. Biar aku aja

    ReplyDelete
  3. kendala aku mager,,apalagi saat ini lg pandemi...buat ngelangkah kluar aja harus berpikir ulang dan akhirnya mager...padahal dosen uda tanya trs2n sampai mana kita buat skripsi....

    ReplyDelete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer