Showing posts with label Aplikasi. Show all posts
Showing posts with label Aplikasi. Show all posts

Saturday, July 4, 2026

Ketika Dompet Tipis Membuat Hidup Lebih Praktis di Era Cashless

Ada satu benda yang hampir selalu saya bawa saat bepergian yakni dompet. Letaknya berada di saku belakang celana. Rasanya lebih maskulin. Tanpa tas, cukup selipkan dompet di saku belakang celana lalu berangkat seharian menjalani hari. Mungkin kebiasaan saya dan jutaan pria lainnya di dunia, bawa dompet seakan tumbuh seiring dengan waktu.

Share:

Monday, May 25, 2026

Delapan Tahun Mendampingi UMKM Bertransformasi

Tahun 2018 adalah langkah baru, waktu itulah pertama kali saya jadi bagian Pendamping UMKM Provinsi Aceh. Lokasi tugas saya berada di Meulaboh, Aceh Barat. Ada banyak perubahan sejak pertama kali saya bertugas di sana, saya menyaksikan banyak perubahan UMKM, mereka beradaptasi dengan tuntunan zaman. Awalnya hanya mengandalkan pelanggan sekitar atau pembayaran tunai, kini mereka melek akan teknologi. Dunia menghubungkan mereka pada ekosistem digital.

Saat proses pendampingan, saya bertemu banyak pelaku UMKM dengan beragam cerita pilu hingga inspiratif. Usahanya ibarat nyawa terakhir mereka buat bertahan, saya pun menilai kelayakan usaha hingga layak didampingi nantinya. Pendampingan ini sifatnya pilihan, ada banyak pelaku usaha yang punya semangat luar biasa, tetapi tidak semuanya mendapatkan pendampingan intensif. Ada kualifikasi yang harus dipenuhi meskipun harus menjelajah jauh ke pelosok negeri. 

Share:

Thursday, February 26, 2026

Jadi Seorang Peneliti Andal, Cukup Modal SciSpace!

Ketika satu platform AI berani bilang bisa menggantikan tumpukan tab yang selama ini menghabiskan malammu.

 

Sebagai peneliti, saya tahu betapa menantangnya membaca satu jurnal penuh istilah teknis, lalu mencoba menuliskannya kembali dengan gaya ilmiah yang tepat. Dulu, itu berarti berjam-jam di depan layar, berpindah dari satu tab ke tab lain. Kita harus pindah dari Google Scholar untuk mencari bahan, Grammarly untuk merapikan, Mendeley untuk menyimpan referensi, dan entah berapa banyak PDF terbuka sekaligus yang akhirnya bikin laptop gampang kepanasan.

Share:

Sunday, October 12, 2025

Ginidok, Ketika Suara Dokter Berevolusi Menjadi Data Cerdas

Pada tahun 1800-an awal, ada seorang dokter muda asal prancis bernama Rene Laennec. Ia punya penemuan besar dalam menganalisis pasien kala itu. Dari alat kayu sederhana itu, dunia kedokteran belajar satu hal yakni inovasi besar sering lahir dari kebutuhan sederhana.

 

Nah dari alat sederhana itu ia mendengarkan detak jantung dan suara paru-paru tanpa harus menyentuh pasien. Alat itu kini dikenal dan jadi ciri khas dokter dengan baju putihnya yakni stetoskop. Rasanya simbol ini terus melekat era dengan dokter hingga kini.

Share:

Sunday, February 23, 2025

DeepSeek: Kejutan Besar China di Dunia AI

Akhir Januari 2025 jadi sesuatu yang mengejutkan di bursa saham Nasdaq. Saham raksasa adikuasa milik US yaitu NVIDIA mendadak anjlok, bahkan angkanya tidak main-main hingga 17%. Nilai ini sangat besar bahkan saat masa pandemi terjadi, kerugian yang ditaksir tak main-main mencapai US$ 600 miliar.

 

Semuanya bertanya-tanya, kenapa NVIDIA yang digdaya seakan terkapar?

Share:

Tuesday, November 19, 2024

Top-Up Game ala BRImo Bikin Gamer Senang

Buat anak muda saat ini, seakan mereka semua terhubung dengan digital. Seakan mereka menganggap dunia digital sebagai sarana hiburan dan tentu saja punya unsur edukatif di dalamnya. Cukup dari masing-masing gawai langsung bisa dapatkan hiburan tersebut.

 

Beragam cara banyak yang bisa dicoba, terutama sekali yang berkaitan dengan pemanfaatan digital. Terus apa saja yang dilakukan? Nah buat anak muda mereka punya sejumlah cara dalam belajar. Misalnya saja dengan penerapan teknologi.

Share:

Friday, November 3, 2023

Satukan Transaksi Digital ASEAN dengan QRIS Cross-Border

KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 9 - 11 Mei punya artinya besar. Indahnya suasana matahari terbenam di sela-sela gugusan pulau-pulau NTT. Jadi pengalaman tak terlupakan para pemimpin negara ASEAN di atas Kapal Pinisi.

Secara nyata menghasilkan gagasan penting, para pemimpin negara ASEAN sepakat mengembangkan jaringan pembayaran yang dapat terhubung ke seluruh kawasan. Saat ini ASEAN punya peran besar dalam perekonomian dunia. Adanya konektivitas mampu menghubungkan setiap warga negara lebih mudah bertransaksi.

Share:

Sunday, May 7, 2023

Amazon Rekognition, Kok Aku Bisa Dikenali Sih?

 

Beberapa hari terakhir saya kehilangan kucing kesayangan saya. Parahnya lagi ada kucing lainnya yang pergi ke rumah dan memakan makanan kucing saya. Akibatnya, beberapa hari sebelum ia hilang, makanannya ada banyak dimakan bukan olehnya.

 

Tindakan ini sih termasuk mengesalkan karena membeli umpan kunci jelas dari jerih payah dan keringat. Hingga akhirnya tercetus di dalam pikiran, untuk mematai-matai dan mengenal wajah hewan dan tindak-tanduknya.

Share:

Friday, April 7, 2023

TikTok Shop, Caranya Menggerus Pasar E-Commerce

Saat pertama kali mendengar Tiktok, apa yang terbayang di benak kali?

Pasti dalam pikiran adalah video joget-joget, konten video cringe, atau bahkan video yang vulgar. hingga akhirnya KOMINFO melakukan tindakan pemblokiran di tahun 2019.

 

Tahan dulu anggapan kalian, karena TikTok sudah berbenah jadi platform yang populer saat ini. Bahkan mengalahkan Instagram secara head to head.

Share:

Tuesday, June 14, 2022

Yuk Kenalan Produk Aset Kripto Ajaib

 

Berbicara tentang digital aset, mungkin sebagian orang hanya mengenal nama-nama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin. Seiring berjalannya waktu, aset kripto hingga kini menjadi market yang sangat besar dan menjanjikan.

 

Dulunya membeli aset kripto masih mengandalkan komputer laboratorium. Lalu saat tren smartphone baru dimulai, saat itulah aset kripto melejit. Saat itu harganya pun belum semahal sekarang dan tak ada yang menyangka berhasil menjadi market yang cukup besar kini. Fenomena aset kripto seakan menunjukkan eksistensinya dalam menggaet banyak segmen terutama anak muda.

Share:

Monday, May 2, 2022

Cloud Video Editing, Cara Mudah Edit Video via Online

Bayangkan edit video dengan cloud edting, modal dengan internet saja sudah bisa menghasilkan hasil rendering yang sangat menakjubkan. Fitur yang ditawarkan pun sangat lengkap, ngapain harus beli laptop atau PC spek dewa?

 

Selama ini prosesnya lama, apalagi untuk proses transfer yang memakan waktu lama. Ini yang membuat para konten kreator berpikir dua kali melakukan hal tersebut. Ada gap yang sangat besar dari hasil editing dan fitur yang digunakan.

Share:

Thursday, November 18, 2021

Smartfren UNLIMITED, Kemudahan Internet Tanpa Batas

Sebagai makhluk sosial, manusia sangat butuh interaksi dan membutuhkan ruang untuk terus bersosialisasi, munculnya era New Habit tentunya mendorong setiap individu untuk kembali beradaptasi dengan berbagai hal baru. Hal ini semakin didorong karena manusia akan terus mencoba berpikir solusi terbaik agar tetap bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya.

 

Memang manusia tak pernah kehilangan ide dalam mengatasi suatu masalah, di tengah terbatasnya pertemuan tatap muka tersebut. Lahirlah ide menyatukan manusia yang ada di rumah masing-masing melalui perangkat teknologi mereka dan internet. 

Share:

Saturday, September 11, 2021

NEO Hosting, Solusi Hosting Powerfull Bebas Lelet buat Website


Di masa pandemi seperti sekarang, meningkatkan produktivitas menjadi hal yang penting untuk mendukung keberhasilan bisnis. Apalagi buat yang baru digeluti dan membutuhkan promosi yang cukup besar, hanya saja terkendala akan pemasaran.

 

Namun di era digital masalah itu bisa dipecahkan dengan hadirkan informasi secara digital termasuk salah satunya melalui website. Tak hanya menyediakan berbagai informasi, website juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kredibilitas bisnis dan jadi platform untuk memperkenalkan portofolio Anda. 

Share:

Thursday, May 7, 2020

Telekonferensi, Konsep Rapat yang Akan Jadi Tren

Selaku makhluk sosial, manusia sangat butuh interaksi. Setiap harinya manusia menganggap interaksi dengan manusia lainnya dalam menjalankan hidup. Model interaksi yang dijalankan pun beragam, mulai dari interaksi sekadar bercakap-cakap hingga perjanjian besar yang melibatkan kepala negara. Semuanya ada porsinya masing-masing, tapi pandemi membuyarkan semuanya.

Ini semua di luar dugaan semua pihak, bisa dikatakan tahun 2020 terjadi anomali tak biasa. Mau tak mau manusia harus beradaptasi dalam aktivitas The New Normal tersebut. Manusia mencoba berpikir solusi terbaik agar tetap bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. Teknologi adalah nyawa terakhir yang membantu manusia dalam solusi komunikasi modern.


Pandemi memberikan sesuatu yang baru dalam berkomunikasi, membuat manusia jadi lebih fleksibel. Salah satunya adanya video call, teknologi yang sudah dikembangkan sebelum PD II pecah. Mengalami pembaruan secara terus-menerus setiap dekadenya hingga era laptop di 2000-an dan ponsel pintar mendominasi di era 2010-an.

Aplikasi seperti Skype, Facetime, Cisco Webex, dan Microsoft Teams lahir terlebih dahulu meramaikan fitur video call conference. Kini Zoom yang paling eksis, berkat kemudahan fitur ditawarkan dan kombinasi pandemi. Zoom seakan merasakan durian runtuh tersebut, harga saham dan pengguna naik drastis. Ini selaras dengan Work From Home semenjak pandemi mendera dan bahkan akan terus berlanjut di masa depan.
Share:

Sunday, April 26, 2020

Zoom, Ketiban Durian Runtuh Kala Pandemi

Nama Zoom seakan meroket dalam beberapa bulan terakhir, penerapan Work Form Home seakan jadi durian runtuh buat aplikasi  berbasis telekonferensi tersebut. Saat ada begitu banyak bisnis perusahaan merugi dan bangkrut, Zoom kecipratan banyak pengguna dan guyuran uang. Zoom mampu menghubungkan beragam manusia di berbagai tempat dari rumah mereka hanya dari aplikasi tersebut.

Larang keluar rumah oleh pemerintah di sejumlah negara membuat manusia mencari cara dalam berkomunikasi dan bahkan beraktivitas. Salah satunya adalah melalui aplikasi telekonferensi. Aplikasi yang sebelumnya cukup akrab tapi hanya dilakukan dalam keadaan mendadak dan terpisah jauh.
Share:

Monday, April 20, 2020

Melacak Persebaran Virus Melalui Mesin Pencari

Pandemi global kini sedang marak dan menjadi isu yang sangat serius. Tahun baru ini punya warna baru dan bahkan sulit dilupakan oleh penduduk bumi. Pandemi COVID-19 sudah menyerang jutaan orang dari berbagai bangsa di dunia, bahkan sudah pada level zona merah.

Seakan menjadi sebuah ketakutan yang berkembang saat ini, ancamannya yang sudah menghantui dunia membuat penduduk bumi gelisah dan panik. Apalagi dengan bertambahnya kasus dan belum ditemukannya vaksin. Kemudian ada banyak berita hoaks dan teori konspirasi cocoklogi yang menakuti banyak orang. Dunia seakan dalam kekacauan besar....
Ada yang mirisnya adalah kesempatan ini menjadi pundi-pundi Adsense dan popularitas semu. Inilah yang terjadi sekarang, menjadi isu hangat terus menjadi headline pemberitaan dunia. Kata kunci pencariannya jadi trending beberapa pekan terakhir di mesin pencari. Bahkan semakin hari pencariannya terus meningkat.
Share:

Thursday, December 26, 2019

"From Facebook" Sebuah Kedigdayaan Facebook di Jagat Maya

Beberapa minggu terakhir mungkin Anda tak asing dalam membuat platform sosial kenamaan WhatsApp dan Instagram. Ada penambahan embel-embel tulisan “From Facebook” sebelum proses log in. Menandakan bahwa Facebook punya andil atas kesuksesan keduanya sekaligus memberi tahu kepada pengguna: ini mahakarya kami.
Share:

Monday, June 10, 2019

Podcast, Syahdunya Nguping Secara Digital

Kini ramai-ramai para konten kreator membuat Podcast, sinar benderangnya jadi lahan basah untuk berkarya. Mendengarkan musik atau debat sudah jadi sesuai yang menjemukan. Podcast hadir buat para pendengar yang merasa radio mulai ketinggalan dan tak menjawab kebutuhan masyarakat modern yang urban.

Podcast seakan jadi cara baru menikmati konten secara audio. Tujuannya banyak seperti halnya radio, tanpa iklan dan bahkan bermodalkan kouta internet atau Wi-Fi.  Kita seakan bisa mendengarkan langsung dari ahlinya sesuai dengan tema yang disuka.
Share:

Sunday, May 26, 2019

Apa Jadinya Bila Internet Indonesia Dibatasi?

Minggu ini jadi minggu yang tak terlupakan oleh semua pihak, mulai dari kerusuhan yang merenggut korban jiwa hingga pembatasan layanan platform sosial media. Platform kenamaan seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Keputusan itu bulat diambil oleh pemerintah di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai motor penggerak utama.

Alasan keputusan tersebut diambil adalah karena menghindari peredaran hoaks baik dalam berupa konten teks, gambar hingga video. Hingga kondisi benar-benar kondusif setelah huru-hara yang terjadi beberapa hari silam. Dampaknya sangat terasa karena ketiga platform tersebut sangat akrab dengan masyarakat Indonesia.
Share:

Friday, March 29, 2019

Memblokir Game, Cara Tak Cerdas Menyelesaikan Masalah

Aksi penembakan keji yang terjadi di Christchurch, New Zealand beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Bukan saja ada banyak korban yang berjatuhan jiwa, tetapi pelaku penembakan ternyata terinspirasi dari game FPS yang ia mainkan di rumahnya. Pikiran radikalnya hingga merela membeli senjata, berlatih menembak dan kemudian melakukan aksi terkutuk tersebut.

Dampaknya, sejumlah game FPS akan jadi korban pemblokiran di sejumlah negara. Negara seperti India, China, Malaysia hingga menyusul Indonesia akan melakukan pemblokiran dan pembatasan jam main bagi penggunanya. Pemblokiran ini beralasan karena banyak adegan kekerasan seperti tembak-tembakan dan pemukulan hingga adegan kekerasan lainnya.
Namanya saja game bergenre FPS, sudah pasti adegan tembak-tembakan.
Di Indonesia melalui fatwa MUI dan pemerintah di bawah Kominfo sedang getol melarang game FPS (PUBG), meskipun kesannya tebang pilih. PUBG jadi korban karena alasannya menginspirasi penembak di New Zealand, meskipun penembak sebenarnya bermain Fortnite, game saingan PUBG.

FPS (First Person Shooter) sendiri game yang paling banyak dikembangkan para developer game sejak dulu. Hanya saja karakter, sudut pandang dan jalan  cerita yang dihadirkan memberikan sensasi lebih hidup. Para gamer FPS sendiri sangat banyak karena dinilai bisa bermain lepas tanpa terikat waktu layaknya genre game seperti sport.

Berbicara game FPS, seakan saya ingat masa kecil saat itu dibelikan sebuah Nintendo sebelum ekspansi PlayStation hadir. Game bernama Duck Hunt tidak menggunakan konsol, akan tetapi menggunakan pistol yang diarahkan ke kawanan bebek di pinggir kolam. Game itu seakan melatih konsentrasi dan fokus hingga akhirnya bisa menembak kawanan bebek. Bila gagal fokus, kita malah menembak Anjing yang sudah berhasil menangkap bebek tersebut.
Share:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer