Friday, April 7, 2023

TikTok Shop, Caranya Menggerus Pasar E-Commerce

Saat pertama kali mendengar Tiktok, apa yang terbayang di benak kali?

Pasti dalam pikiran adalah video joget-joget, konten video cringe, atau bahkan video yang vulgar. hingga akhirnya KOMINFO melakukan tindakan pemblokiran di tahun 2019.

 

Tahan dulu anggapan kalian, karena TikTok sudah berbenah jadi platform yang populer saat ini. Bahkan mengalahkan Instagram secara head to head.

 

Bahkan di jelang dekat lebaran ini, kebanyakan generasi muda lebih memilih berbelanja secara daring. Dibandingkan harus ke mall atau pasar di hari yang terik. Tinggal lihat, klik dan langsung beli. TikTok Shop seakan menawarkan fitur ini.

 

Gencarnya tindakan yang ia lakukan secara tak langsung membuat citra TikTok kini menjadi aplikasi yang diperhitungkan dalam peningkatan jumlah pengguna dan fitur yang ia sematkan. Bahkan mengalahkan tuan rumah dunia barat.


Selama ini, sosial media identik dengan produk barat. Namun TikTok membawa hegemoni Asia khususnya semangat China. Penggunanya pun sudah menyentuh angka di atas 1,2 miliar di tahun 2022 lalu. Jumlah ini akan terus bertambah karena ia baru mulai merambah pasar.

 

Saat pertama kali mendengar tentang TikTok, sebagian besar orang mungkin membayangkan platform sosial media lain seperti Instagram atau Snapchat, yang fokus pada gambar atau video pendek.

 

Namun, TikTok memiliki keunikan tersendiri dengan menggabungkan elemen-elemen dari platform-platform tersebut dengan konsep musik dan tarian, serta algoritme cerdas yang menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna.

 

Oleh karena itu, TikTok menjadi sangat populer di kalangan anak muda dan remaja, dan menjadi salah satu aplikasi sosial media paling populer di seluruh dunia. Bisa kalian check, rata-rata anak muda sudah terinstal aplikasi TikTok di ponselnya.

 

Candunya Aplikasi Tiktok di Mata Pengguna

Ketika pengguna merasa terlibat dan terhibur, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi tersebut dan itulah yang terjadi di TikTok

 

TikTok bisa sangat candu dan bahkan ada yang menghabiskan banyak waktu produktifnya di TikTok.  Jelas ini dampak buruk dan candunya TikTok mengalahkan candunya sosial media lainnya.

 

Memangnya mengapa TikTok sukses membuat penggunanya candu?

TikTok menawarkan banyak video pendek dengan beragam konten yang menghibur dan menginspirasi, seperti tarian, lip sync, sketsa komedi, dan konten edukasi yang menarik. Hal ini membuat pengguna merasa tertarik dan terhibur saat menonton video di aplikasi tersebut.

 

Selain itu, TikTok menggunakan algoritma canggih yang dapat memprediksi preferensi pengguna dan menyarankan video yang sesuai dengan minat mereka. Dengan demikian, pengguna merasa bahwa mereka selalu memiliki konten yang relevan dan menarik di aplikasi tersebut.

TikTok juga menawarkan fitur interaktif seperti "duet" dan "stitch" yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam video yang sudah ada atau menggabungkan video mereka sendiri dengan video orang lain.

 

Hal ini memungkinkan pengguna merasa bahwa mereka terlibat dalam komunitas yang aktif dan terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Artinya apa yang kita sukai, pasti ada komunitasnya dan TikTok mewadahinya.

 

Selain itu, TikTok juga menawarkan berbagai fitur kreatif seperti filter dan efek yang memungkinkan pengguna untuk membuat video yang lebih menarik dan lucu. Semua faktor ini membuat TikTok menjadi sangat candu bagi banyak orang.

 

Mengubah Candu jadi Ide Kreatif

Nyata segala yang candu itu tidak baik, namun bisa baiknya dilihat dalam improvisasi diri dan tentunya potensi bisnis. Waktu yang berharga yang telah dihasilkan harus diganti dengan nominal yang setara.

 

Nah.. di sinilah letak ide kreatif dan inovatif. Jangan sampai terjebak pada pusaran candu yang menghabiskan banyak waktu dan usiamu. Salah satunya dengan menawarkan konten yang menarik. Bahkan lahirnya TikTok Shop secara tak langsung mendorong niat bisnis yang besar bagi pedagang.

 

Social Commerce, Mula Sosial Media jadi Alat Jualan

Siapa yang kini setiap hari ditawari beragam iklan? Saat era televisi masih berjaya, kita pasti merasa suguhan iklan di TV terlalu banyak dan tak sesuai dengan yang kita inginkan. Kini di era sosial media, gangguan iklan makin menjadi-jadi khususnya jualan produk.

 

Bukan lagi perusahaan besar, bisa saja penjualnya adalah teman kita sendiri. Sangat mengganggu tentunya, meskipun bagi sebagian orang iklan dianggap merepresentasi keinginannya. Apalagi kalo produknya unik.

 

Konsep ini dikenal dengan social commerce, menggabungkan antara media sosial dan e-commerce. Bertujuan untuk memudahkan transaksi jual-beli dengan memanfaatkan fitur-fitur sosial media, seperti sharing, tagging, dan recommendation.

 Baca Juga: Ekonomi Digital RI siap Guncang Dunia

Social commerce memungkinkan pengguna media sosial untuk melakukan transaksi tanpa harus meninggalkan aplikasi atau platform sosial media yang sedang digunakan. Artinya, sambal buka sosmed, bisa belanja gitu.

 

Contoh social commerce ialah Instagram Shop, Facebook Marketplace, dan Pinterest Shop. Penjual dapat mempromosikan produk atau jasa mereka melalui postingan di media sosial, dan calon pembeli dapat melakukan transaksi dengan mudah melalui link di postingan tersebut.

 

Lahirnya Konsep Live Commerce

Kini social commerce dianggap sudah lumrah dan lahir konsep baru berjualan online. Kita selama ini hanya bisa melihat gambar, testimonia tahu video saja. Sedangkan di Live Commerce bisa dengan mudah melihat produk dijajakan.

 

Analoginya seperti melihat pedagang kaki lima dalam menjajakan produknya. Pengunjung bisa melihat produknya, kualitasnya dan bahkan bertanya langsung karena pasti akan dibalas. 

Live commerce adalah bentuk perdagangan elektronik yang melibatkan live streaming produk atau jasa di media sosial atau platform perdagangan elektronik. Penonton dapat membeli produk atau jasa secara langsung selama siaran berlangsung.

 

Live commerce memungkinkan pelanggan untuk melihat produk dalam aksi dan berinteraksi langsung dengan penjual atau pembawa acara, sehingga meningkatkan kepercayaan dan rasa percaya diri dalam membeli. Live commerce juga memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan menyenangkan.

 

Serta adanya pandemi COVID-19 telah memicu pertumbuhan e-commerce dengan fitur live shopping menjangkau pelanggan baru. Untuk apa keluar rumah yang saat itu perlu banyak sekali proses test positive COVID. Cukup di e-commerce saja.

 

Menggabungkan Live Commerce dalam Live Streaming Shopping

Hadirnya platform yang mendorong Live Commerce secara tak langsung membuat Live streaming shopping jadi primadona.

 

Memangnya apa itu Live Streaming Shopping?

Ini nih bentuk perdagangan di mana penjual menjual produk melalui siaran langsung video atau audio di platform online, sementara pembeli dapat membeli produk tersebut dalam waktu nyata melalui platform yang sama.

 

Penjual dapat menunjukkan produk, memberikan deskripsi, dan memberikan penawaran khusus atau diskon kepada penonton siaran langsung. Pembeli dapat membeli produk melalui tombol pembelian di aplikasi atau platform yang sedang digunakan untuk menonton siaran langsung.

Tujuan dari live streaming shopping adalah untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan memungkinkan penonton untuk membeli produk langsung dari siaran langsung tanpa meninggalkan aplikasi atau platform tersebut.

 

Selain itu ada juga istilah livestreaming selling, berupa metode penjualan produk atau jasa yang dilakukan secara langsung melalui video livestreaming yang disiarkan melalui platform online.

 

Dalam livestreaming selling, seorang penjual akan menampilkan produk atau jasa yang ingin dijual secara langsung melalui video dan memberikan informasi dan deskripsi produk yang terperinci kepada para penonton atau calon pembeli.

 

Para penonton dapat mengajukan pertanyaan tentang produk atau jasa yang ditampilkan dalam video dan melakukan pembelian secara langsung melalui platform yang disediakan oleh penyelenggara layanan livestreaming selling.

 

Livestreaming selling banyak digunakan oleh toko online dan penjual online di berbagai negara, terutama di Asia, karena dianggap lebih interaktif dan personal dalam menjual produk. Dan TikTop Shop adalah aplikasi terdepan dalam hal ini.

Apa itu TikTok Shop?

TikTok Shop adalah fitur baru dari aplikasi media sosial TikTok yang memungkinkan untuk membeli produk langsung dari aplikasi TikTok. Pengguna dapat menemukan produk-produk dari merek-merek terkenal, menjelajahi kategori produk yang berbeda, dan membeli produk secara langsung.

 

Fitur ini memungkinkan para merek untuk memasarkan produk mereka dengan lebih mudah di TikTok, dan memberikan pengguna akses ke produk-produk yang mungkin menarik bagi mereka. TikTok Shop masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia di seluruh negara.

 

Konsep Awal dari Live Shopping

Live shopping berupa pengalaman e-commerce interaktif di mana pembeli dapat menonton siaran langsung dari toko online dan membeli produk secara langsung saat menonton.

 

Biasanya, live shopping diadakan oleh influencer atau pemilik toko online, yang menunjukkan produk atau membahas topik terkait dengan merek mereka sambil menjawab pertanyaan dan memberikan detail produk.

Pembeli dapat mengeklik tautan dan membeli produk secara langsung selama siaran langsung. Live shopping telah menjadi tren yang semakin populer, terutama di Asia, di mana platform seperti Taobao Live, LazLive, dan Shopee Live menarik jutaan penonton.

 

Mengapa live shopping begitu populer saat ini?

Live shopping sangat populer saat ini karena menawarkan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan personal. Artinya penjualnya langsung terjun dalam melakukan live dan tentunya pelanggan setia pasti rela menghabiskan waktu atas produk yang ia inginkan.

 

Dalam live shopping, penjual dapat menampilkan produk secara langsung di depan penonton dan menjelaskan secara rinci tentang produk tersebut, memperlihatkan fitur-fitur produk, dan memberikan saran tentang cara penggunaannya.


Hal ini memungkinkan pembeli untuk memiliki pengalaman yang lebih dekat dengan produk dan membuat keputusan pembelian yang lebih informasi.

 

Selain itu, live shopping juga menawarkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung dan mendapatkan jawaban secara langsung dari penjual. Hal ini memungkinkan pembeli untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci tentang produk dan membantu dalam pengambilan keputusan pembelian.

 

Live shopping juga menawarkan kesempatan bagi penjual untuk membangun hubungan dengan pelanggan mereka. Dalam live shopping, penjual dapat berinteraksi langsung dengan penonton dan menciptakan suasana yang ramah dan santai.

 

Hal ini memungkinkan pembeli untuk merasa lebih dekat dengan penjual dan membuat mereka lebih mungkin untuk membeli produk dari penjual tersebut di masa depan.

 

Terakhir, live shopping juga memungkinkan penjual untuk menjangkau audiens yang lebih besar. Dalam live shopping, penjual dapat menjangkau penonton dari seluruh dunia dan memperluas pasar mereka dengan cara yang lebih efektif.

 

Hal ini membuat live shopping menjadi pilihan yang menarik bagi banyak penjual yang ingin meningkatkan penjualan mereka dan memperluas bisnis mereka.

 

Mengapa Tiktok Terjun ke Dunia E-Commerce?

TikTok terjun ke dunia e-commerce melalui fitur TikTok Shop dan Live Commerce karena melihat potensi besar dalam penggunaan aplikasi ini oleh para pengguna yang aktif dan loyal.

 

TikTok memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia dan mayoritas dari mereka adalah generasi muda yang cenderung terbiasa dengan pembelian online dan pengalaman sosial.

Dengan adanya fitur-fitur e-commerce, TikTok dapat menyediakan pengalaman belanja yang lebih personal dan interaktif kepada pengguna, serta memberikan kesempatan kepada merek dan pelaku usaha kecil untuk mempromosikan produk mereka kepada target audiens yang tepat dan lebih luas.

 

Selain itu, TikTok juga dapat memanfaatkan data pengguna dan perilaku belanja mereka untuk mengembangkan fitur-fitur e-commerce yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

 

Murahnya Produk di TikTok Shop

Sebagai aplikasi baru, jelas saja TikTok Shop harus mencari penjual dan pelanggan baru. Alasan inilah yang  mungkin beberapa penjual di TikTok Shop menawarkan harga yang sangat murah untuk menarik perhatian konsumen dan membangun basis pengguna yang kuat.

Namun, tidak dapat dipastikan apakah harga yang sangat murah ini akan berlangsung lama atau hanya sementara sebagai strategi pemasaran awal. Selain itu, harga yang terlalu murah juga dapat mengindikasikan kemungkinan penjualan barang palsu atau penipuan.

 

Sehingga perlu dilakukan pengecekan dan penelitian terlebih dahulu sebelum membeli barang di platform ini. Salah satunya adalah dengan hadirkan konsep Tiktok Shop Seller University.

 

Memangnya program apa itu?

Berupa program pelatihan online yang disediakan oleh TikTok untuk membantu para penjual dan bisnis yang ingin berjualan di platform TikTok Shop.

 

Program ini memberikan pelatihan dan panduan tentang cara menjual produk secara efektif di TikTok Shop, termasuk strategi pemasaran, penggunaan fitur-fitur TikTok Shop, dan pengelolaan pesanan dan inventaris.

Tujuan program ini adalah untuk membantu penjual dan bisnis meningkatkan penjualan mereka dan memaksimalkan potensi keuntungan dari TikTok Shop.

 

Program ini juga membantu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh penjual di platform TikTok Shop.

 

Keunggulan TikTok Shop di Mata Pengguna dan Pesaing

TikTok Shop memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pesaingnya dan ini jadi nilai kunci yang membuat mereka kuat. Saya pribadi sudah merangkum sejumlah keunggulan ini dalam beberapa poin di antaranya:

 

Terintegrasi dengan aplikasi, Konsep yang terintegrasi dengan TikTok Shop dapat dengan mudah membeli produk yang mereka lihat di dalam aplikasi. Hal ini membuat proses pembelian menjadi lebih mudah dan cepat.

 

Fokus pada produk-produk unik, TikTok Shop cenderung fokus pada produk-produk yang unik dan tidak umum, sehingga pengguna dapat menemukan barang yang tidak biasa atau sulit ditemukan di tempat lain.

Harga terjangkau, TikTok Shop menawarkan produk-produk dengan harga yang terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan toko online lainnya.

 

Dukungan untuk penjual, TikTok Shop memberikan dukungan untuk penjual dalam bentuk panduan, tutorial, dan acara pelatihan, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi penjualan mereka di platform TikTok.

 

Target pasar yang luas, TikTok Shop dapat menjangkau pasar yang luas karena TikTok telah memiliki jutaan pengguna di seluruh dunia. Hal ini membuka peluang besar bagi penjual untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

 

Sisi Lemah TikTok Shop

Meskipun TikTok Shop memiliki banyak keuntungan dan keunggulan, namun ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain:

 

Keterbatasan produk, TikTok Shop saat ini masih memiliki keterbatasan dalam produk yang tersedia, terutama dalam hal kategori produk yang bisa dijual. Hal ini dapat membatasi pilihan bagi konsumen yang ingin mencari produk yang lebih spesifik.

 

Kurangnya keamanan, karena relatif baru TikTok Shop, belum memiliki reputasi dan sistem keamanan yang matang. Hal ini dapat memunculkan kekhawatiran bagi konsumen terkait keamanan data pribadi dan keamanan transaksi.

 

Persaingan yang ketat, TikTok Shop masih harus bersaing dengan platform e-commerce yang sudah mapan dan memiliki pengguna yang banyak seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan bahkan Amazon. Persaingan ini dapat membuat TikTok Shop kesulitan untuk mendapatkan pangsa pasar yang signifikan.

 Baca juga: Mengapa Produk Amazon Kurang Famous di Indonesia

Ketergantungan pada influencer, TikTok Shop sangat bergantung pada para influencer untuk mempromosikan dan menjual produk. Ini menurut saya adalah sisi lemah, membuat para influencer menjadi sangat berkuasa dalam platform.

 

Bisakah Sosial Media Menggantikan Peran E-Commerce?

Sosial media dapat menjadi saluran yang efektif untuk memasarkan produk dan menarik pembeli potensial, tetapi sulit untuk menggantikan peran e-commerce yang sebenarnya.

 

Meskipun beberapa platform media sosial, seperti Instagram dan Facebook, telah menambahkan fitur toko online dan checkout yang memungkinkan pembelian langsung dari platform tersebut, namun fitur-fitur tersebut masih terbatas dan belum sepenuhnya menggantikan situs e-commerce yang didedikasikan untuk belanja online.

E-commerce menyediakan fitur yang lebih lengkap, seperti pengelolaan stok, manajemen pesanan dan pengiriman, pengembalian barang, dan layanan pelanggan. Selain itu, situs e-commerce cenderung lebih terpercaya karena mereka didedikasikan untuk perdagangan online dan biasanya memiliki sistem keamanan yang lebih kuat.

 

Kalian bila beli alat elektronik, pilih beli di kelontong atau toko elektronik?

Jawabannya pasti toko elektronik, sebab paling lengkap tentunya ada banyak produk yang ditawarkan. Sehingga fokusnya lebih jelas dalam pelayanan pelanggan.

 

Meskipun demikian, sosial media dapat menjadi saluran penting untuk memasarkan produk dan meningkatkan penjualan. Oleh karena itu, kombinasi antara media sosial dan situs e-commerce dapat menjadi strategi yang efektif untuk bisnis online.

 

Kesimpulan Akhir

Secara teori, sosial media memiliki potensi untuk menggantikan peran e-commerce, terutama dengan adanya fitur marketplace dan platform belanja yang semakin terintegrasi.

 

Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keamanan dan privasi pengguna, keandalan transaksi, dan pengiriman barang yang tepat waktu.


Selain itu, e-commerce tetap memiliki keunggulan dalam hal kemudahan pencarian produk dan perbandingan harga, serta pengalaman belanja yang lebih terstruktur dan terjamin.

 

Oleh karena itu, meskipun sosial media dapat menjadi tambahan dalam pengalaman belanja online, e-commerce akan tetap memiliki peran yang penting dalam industri perdagangan online.

 

Akhir kata, have a nice days dan akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kita semua. Gimana sudah check out hari ini?


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer