Monday, March 27, 2023

Minimalis Karbon, Aksi Kecil pada Alam


Selama ini kita selalu menganggap karbon yang dihasilkan pasti tak jauh-jauh dari kegiatan misalnya naik kendaraan. Toh nyatanya setiap kegiatan yang kita lakukan menghasilkan karbon bahkan tanpa menggunakan berbagai moda kendaraan.

 

Manusia jadi penyumbang karbon bahkan dari setiap hembusan udara yang keluar dari hidung. Itu wajar karena jumlah karbon. Menjadi isu penting dan kita harus mengambil sikap dimulai dari hal paling kecil.

 

Memangnya apa sih?

Siapa sih yang tak menggunakan internet atau yang hobi makan. Siapa sih yang tak doyan, apalagi di Bulan Ramadan seperti saat ini. Caranya adalah membatasi karbon. Caranya mudah yaitu dengan sejumlah cara yang kini coba digalangkan oleh Team up for Impact.

 

Aksi yang seru-seru ini dinilai menarik, mengajak tanpa membuat orang lain risih, namun malah menjadi kredit poin atas pencapaian kecil yang sudah dilakukan. Ibarat game dan tentu saja dengan berbagai warna yang menarik.

Yuk Kenalan dengan Team Up For Impact

Buat yang belum tahu, Team Up For Impact adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk mengembangkan kemitraan antara organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat dan lingkungan.

 

Inisiatif ini diprakarsai oleh Social Enterprise Alliance (SEA), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat yang fokus pada pengembangan usaha sosial.

Team Up For Impact bekerja dengan menghubungkan organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah yang memiliki visi dan misi yang sejalan untuk bekerja sama dalam menciptakan proyek-proyek yang dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat dan lingkungan.

 

Tim ini membantu mengidentifikasi proyek-proyek yang dapat dilakukan secara bersama-sama, memberikan sumber daya dan dukungan dalam pelaksanaan proyek, serta memastikan bahwa proyek-proyek tersebut memberikan dampak positif yang signifikan.

 

Inisiatif Team Up For Impact juga menawarkan berbagai program dan sumber daya untuk membantu organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah dalam mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan. Beberapa program dan sumber daya tersebut antara lain pelatihan, workshop, seminar, dan konsultasi.

 

Dengan bekerja sama melalui inisiatif Team Up For Impact, organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar dan berkelanjutan dalam masyarakat dan lingkungan.

 

Kegiatan Seru Team Up For Impact for Ramadan

Sebelumnya sudah banyak kegiatan seru yang dilakukan oleh Team Up For Impact mulai dari membentuk tim untuk mengidentifikasi proyek-proyek yang dapat dilakukan bersama-sama untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat dan lingkungan.

 

Mengadakan acara networking dan workshop untuk mempertemukan organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya.

Termasuk dengan menyediakan program pelatihan dan konsultasi untuk membantu organisasi nirlaba, bisnis, dan pemerintah dalam mengembangkan proyek dan kemitraan yang berkelanjutan dan sukses.

 

Hingga mengadakan kampanye atau program bersama untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi nyata.

 

Tentu yang terbaru adalah mengadakan acara sosial dan lingkungan yang menginspirasi dan memberdayakan masyarakat untuk membuat perubahan positif dalam hidup mereka dan lingkungan sekitar.

 

Jadi gimana sih bisa gabung dalam aksi yang dilakukan oleh Team up for Impact?

Di Website dari teamupforimpact yang di sana da begitu banyak challenge yang bisa ikuti dalam mengurangi karbon. Efeknya kecil namun berdampak besar, yang rata-rata tak kita sadari.

Mereka menamai dengan Challenge of the Day dengan 6 item challenge yang bisa dicoba. Saya pun memilih 3 challenge yang sesuai dengan minat dan program yang sedang saya jalankan.

 

Pertama ada challenge terkait dengan Digital. Energi, dan tentunya Makanan. Duh jadi lapar. Alasannya karena ketiga saling berkaitan apalagi saat di dunia digital, ada banyak energi yang dibutuhkan dan makin enak bila ada makanan.

Ada 3 sumber karbon yang terbuat cuma-cuma dan saya mencoba mengurangi ketiga faktor tersebut dengan mengikuti challenge yang dilakukan oleh Team up for Impact. Apalagi ada 1400 poin yang bisa dihabiskan dari akumulasi challenge yang dikuti.

 

Penasaran, yuk jadi bagian dari Team up for Impact dan ikuti tantangannya di SINI. Apa saja yang saya dapatkan dari 3 challenge yang berhasil saya coba. Berikut ulasannya:

 

Hapus Sampah Digital di Gadget

Buat yang belum tahu, semua email tersimpan di sebuah server yang mengonsumsi energi dalam jumlah besar karena berjalan 24 jam non stop. Sebuah email memiliki ukuran rata-rata 230 kB (senilai 7,4Wh setahun). Jadi, kalau kamu menghapus 30 email setiap hari, berarti sudah menghemat energi sebesar 222Wh.

 

Hapus sampah digital mengacu pada tindakan membersihkan dan mengurangi penggunaan digital seperti file, aplikasi, email, dan media sosial. Ada beberapa dampak positif dari menghapus sampah digital seperti meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan waktu yang digunakan untuk bekerja.

Lalu mampu meningkatkan keamanan, kita dapat mengurangi risiko hilangnya data atau kebocoran informasi pribadi. Apalagi email yang sudah banyak bikin email penting terskip. Sekaligus buat kapasitas cloud jadi lega.

 

Terakhir dengan menghapus file digital yang tidak diperlukan, kita dapat mengurangi penggunaan ruang penyimpanan, dan dengan demikian mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh server penyimpanan data.

 

Kurangi Waktu Menggunakan Sosial Media

Jika dihitung secara kasar, kalau masing-masing pengguna media sosial di dunia menggunakan 10 media sosial di atas 5 menit per hari, total jejak karbon digital yang dihasilkan adalah setara dengan 80 juta karbon dioksida setiap tahunnya.

 

Bisa mengurangi 50% jam main media sosial setiap hari, berarti sudah berkontribusi mengurangi jejak karbon digital. Serta dapat memiliki dampak positif pada kehidupan.

 

Memangnya apa saja dampaknya, pertama adalah meningkatkan produktivitas. Kita dapat memfokuskan waktu dan energi pada hal-hal yang lebih produktif seperti pekerjaan, belajar, atau hobi.

Selanjutnya dampaknya adalah menjaga keseimbangan mental, Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dapat memicu perasaan cemas, depresi, dan kesepian. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial, kita dapat mengurangi risiko efek negatifnya.

 

Siapa nih yang jarang berhubungan dengan lingkungan sekitar. Mengurangi sosmed bisa meningkatkan hubungan sosial. kita dapat memiliki lebih banyak waktu untuk bertemu teman, keluarga, atau melakukan aktivitas sosial lainnya, yang dapat membantu meningkatkan hubungan sosial kita.

 

Dampak lainnya adalah meningkatkan kualitas tidur. Terlalu banyak terpapar cahaya biru dari layar media sosial dapat mengganggu pola tidur kita. Mengurangi artinya bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Terakhir adalah bisa menghemat waktu dan energi. Mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial dapat membantu menghemat waktu dan energi yang sebelumnya dihabiskan untuk menggulung halaman atau membalas komentar di media sosial.

 

Dapat disimpulkan bahwa dengan mengurangi waktu main media sosial sebesar 50% dapat membawa banyak manfaat positif dalam kehidupan kita, seperti meningkatkan produktivitas, keseimbangan mental, hubungan sosial, kualitas tidur, dan menghemat waktu dan energi.

 

Mengurangi Pemakaian Listrik

Konsumsi listrik Indonesia mencapai 1.109 kilowatt jam (kWh) per kapita dan secara tren sejak 2015 terus meningkat. Mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam dapat memiliki dampak positif pada lingkungan dan keuangan kita, di antaranya:

Menghemat tagihan listrik, mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam, kita dapat menghemat tagihan listrik kita, karena semakin sedikit energi yang digunakan, semakin sedikit pula biaya listrik yang harus dibayar.

 

Mengurangi emisi gas rumah kaca, Penggunaan listrik di banyak negara masih banyak berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan emisi gas rumah kaca. Dengan mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam, kita dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu melindungi lingkungan.

 

Menjaga kualitas udara, Penghasilan listrik dari pembakaran bahan bakar fosil juga dapat menyebabkan polusi udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam, kita dapat membantu menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan.

 Baca juga: Batasi Karbon, Cara jaga Suhu Bumi

Mengurangi konsumsi energi, Mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam juga dapat membantu mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi yang terbatas.

 

Mengajarkan kebiasaan yang baik, Mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam juga dapat membantu mengajarkan kebiasaan yang baik pada diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita, yang dapat membantu mendorong perubahan perilaku positif yang lebih besar.

 

Habiskan Makanan di Piring, Cara Menekan Karbon

Siapa di sini yang masih suka buang-buang makanan. Alasan tak habisin makanan beragam mulai dari udah kenyang atau makanannya kurang. Konsumsi makanan yang terbuang pun meningkat apalagi di Bulan Ramadan.

 

Ada banyak keinginan sebelum berbuka, namun saat berbuka semua makanan dan minuman terbuat percuma, Berujung jadi sampah makanan penimbul karbon.


Sebagai gambaran, sampah makanan setiap tahunnya bisa memberi makan 11% populasi Indonesia dan ⅓ dari total makanan yang diproduksi di dunia terbuang percuma.

 

Yuk mulai mengatur porsi dan selalu habiskan makanan yang ada di piring kita. Saya sudah menerapkan metode ini sejak lama, selain karena proses sebuah makanan layak konsumsi melewati banyak proses. Berikut sejumlah alasannya:

Mengurangi limbah makanan, menghabiskan makanan di piring, kita dapat mengurangi limbah makanan yang dibuang, yang dapat membantu mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

 

Mengurangi penggunaan energi, efek dari menghabiskan makanan di piring, kita dapat membantu mengurangi penggunaan energi yang diperlukan untuk memproduksi makanan. Seperti prosesnya yang butuh banyak air dan dukungan nutrisi lainnya.

 

Menjaga kelestarian alam, Penghasilan makanan membutuhkan sumber daya alam seperti tanah, air, dan udara. Dengan mengurangi pembuangan makanan, kita dapat membantu menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam yang terbatas.

 

Sangat penting bagi kita untuk meminimalkan pembuangan makanan dan menghabiskan makanan yang kita makan. Jadi ingat kata-kata ibu saat masih kecil: habisin nasinya, nanti dia nangis (pertanda orang tua kita sudah peduli makanan yang terbuang bisa jadi karbon).

 

Tidak Menghasilkan Sampah Makanan

Cara agar tak menghasilkan sampah makanan memiliki dampak positif yang besar pada lingkungan dan masyarakat. Sebagai catatan bahwa Sampah makanan yang terbuang di Indonesia pada 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara 115-184 kilogram per kapita per tahun. Caranya seperti:

 

Mengurangi pembuangan sampah, Dengan tidak menghasilkan sampah makanan, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Hal ini dapat membantu mengurangi dampak negatif pembuangan sampah pada lingkungan.

Menghemat sumber daya, Dengan tidak membuang makanan, kita dapat menghemat sumber daya yang digunakan dalam produksi, transportasi, dan pengolahan makanan. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan air, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi dan transportasi.

 

Membantu menjaga keberlanjutan pangan, Dengan tidak membuang makanan, kita dapat membantu menjaga keberlanjutan pangan dan mengurangi ketimpangan pangan. Hal ini dapat membantu meningkatkan ketersediaan makanan untuk orang yang membutuhkan.

 

Menjaga kebersihan dan kesehatan, Dengan tidak membuang makanan, kita dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita. Makanan yang dibuang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan menarik hewan seperti tikus dan lalat.

 

Menghemat biaya, Dengan tidak membuang makanan, kita dapat menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk membeli makanan yang tidak perlu. Hal ini dapat membantu mengurangi pengeluaran bulanan dan meningkatkan efisiensi pengeluaran kita.

 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meminimalkan pembuangan sampah makanan dengan cara mengatur konsumsi makanan yang tepat dan memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

 

Batasi Membeli Makanan dan Minuman dalam Kemasan

Indonesia menghasilkan sampah plastik sebanyak 11.600 ton di tahun 2021. Tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan memiliki dampak positif yang besar pada lingkungan.

 

Mulai dari mampu mengurangi produksi limbah, Dengan tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan, kita dapat mengurangi produksi limbah kemasan yang sulit terurai.

Kemasan plastik, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan dapat mencemari lingkungan jika tidak dibuang dengan benar.

 

Menghemat sumber daya, Dengan tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan, kita dapat menghemat sumber daya yang digunakan dalam produksi, transportasi, dan pengolahan kemasan. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan air, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi dan transportasi.

 Baca juga: Budaya Tumbler, Cara Kurangi Konsumsi Plastik

Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, Bahan kimia berbahaya seperti BPA, ftalat, dan PVC digunakan dalam pembuatan beberapa jenis kemasan makanan dan minuman. Dengan tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan, kita dapat mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya.

 

Menjaga kebersihan dan kesehatan, Dengan tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan, kita dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita. Kemasan yang dibuang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan menarik hewan seperti tikus dan lalat.

 

Mendorong praktik konsumsi yang bertanggung jawab, Dengan tidak membeli makanan atau minuman dalam kemasan, kita dapat mendorong praktik konsumsi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif konsumsi berlebihan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilih makanan atau minuman yang tidak dikemas atau dikemas dengan kemasan yang ramah lingkungan, dan menghindari makanan atau minuman yang dikemas dengan kemasan yang sulit terurai atau mengandung bahan kimia berbahaya.

 

Yuk Bagikan konten tentang lingkungan

Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah, 82% anak muda Indonesia khawatir tentang kerusakan lingkungan.  konten tentang lingkungan memiliki dampak positif yang besar pada lingkungan dan masyarakat. Alasannya sebagai berikut:

 

Meningkatkan kesadaran lingkungan, konten tentang lingkungan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kelestariannya. Hal ini dapat memotivasi masyarakat untuk mengambil tindakan yang lebih baik dalam menjaga lingkungan.

Mengedukasi masyarakat, konten tentang lingkungan dapat menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang masalah lingkungan dan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Konten tersebut dapat membantu masyarakat memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan dan memberikan informasi yang berguna tentang cara hidup yang lebih berkelanjutan.

 

Menginspirasi tindakan nyata, konten tentang lingkungan dapat menginspirasi masyarakat untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, atau memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan.

 Baca juga: Dekarbonisasi, Opsi Keadilan Iklim

Menyebarkan pesan positif, konten tentang lingkungan juga dapat membantu menyebarkan pesan positif tentang lingkungan dan mengubah persepsi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini dapat membantu menciptakan budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan di masyarakat.

 

Membangun komunitas yang lebih baik, konten tentang lingkungan dapat membantu membangun komunitas yang lebih baik dan peduli terhadap lingkungan. Konten tersebut dapat menjadi ajang untuk berbagi informasi, pengalaman, dan tips yang berguna untuk menjaga lingkungan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus berbagi konten tentang lingkungan dan memperkuat kesadaran lingkungan di masyarakat. Memulai hal kecil pada lingkungan berdampak besar dan Team up for impact sudah melakukannya. Ayo jadi bagiannya.

 

Akhir kata, have a nice days dan akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kita semua.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Part of EcoBlogger Squad

Part of EcoBlogger Squad