Friday, November 3, 2023

Satukan Transaksi Digital ASEAN dengan QRIS Cross-Border

KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 9 - 11 Mei punya artinya besar. Indahnya suasana matahari terbenam di sela-sela gugusan pulau-pulau NTT. Jadi pengalaman tak terlupakan para pemimpin negara ASEAN di atas Kapal Pinisi.

Secara nyata menghasilkan gagasan penting, para pemimpin negara ASEAN sepakat mengembangkan jaringan pembayaran yang dapat terhubung ke seluruh kawasan. Saat ini ASEAN punya peran besar dalam perekonomian dunia. Adanya konektivitas mampu menghubungkan setiap warga negara lebih mudah bertransaksi.

Peluang besar ini jadi awal baru, selama ini ASEAN hanya lebih fokus dalam urusan keamanan dan stabilitas politik. Kini dengan peningkatan ekonomi secara berkelanjutan, peluang berbisnis dari setiap negara terus meningkat.

Selama ini, ASEAN sering tertinggal dengan negara kawasan ekonomi lainnya. Konsep yang telah sama-sama tentunya mewujudkan Regional Payment Conectivity. Hadirnya QR Code Payment antar negara ASEAN. Transaksi keuangan lintas negara tidak perlu lagi mengonversi atau menukarkan mata uang lagi saat berbelanja di negara yang dikunjunginya, cukup dengan memindai kode QR.

Indonesia selaku tahu rumah melihat peluang besar ini dalam mempromosikan alat transaksi yang mendukung negara Kawasan ASEAN. Melalui QRIS Cross-Border, pembayaran lintas negara yang selama ini hanya angan-angan bisa terwujud. Negara ASEAN sudah siap bersaing dengan negara di regional lainnya.

QRIS Cross-Border, Alat Transaksi Penyatu Negara ASEAN

Pertemuan penting kepala negara ASEAN di Labuhan Bajo nyatanya memberikan potensi besar atas alat pembayaran QRIS adalah standar kode QR yang digunakan untuk pembayaran dan transfer dana elektronik. Melalui QRIS Cross-Border jadi alat pembayaran yang mempersatukan ASEAN.

Jauh sebelum pertemuan tersebut, sejak tahun 2021, Bank Indonesia sudah cukup intens melakukan proses komunikasi dan pengembangan khususnya uji coba QRIS Cross-Border di sejumlah negara ASEAN. Tujuan utamanya tentu mampu mewujudkan konektivitas sistem pembayaran ASEAN.

Saat negara lainnya punya proses pembayaran digital yang belum terstandardisasi. Indonesia sudah punya, bisa dibilang KTT ASEAN ke-42 sebagai wujud Indonesia mempromosikan QRIS Cross-Border sebagai alat pemersatuan pembayaran di ASEAN. QRIS Cross-Border adalah inisiatif yang penting untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan perdagangan lintas batas di wilayah ASEAN.

Kini tinggal peran pemerintah di negara-negara ASEAN perlu berkolaborasi dalam mengembangkan standar dan regulasi yang seragam untuk QRIS Cross-Border, serta memfasilitasi implementasinya. Tahapan uji coba awal sudah dilakukan, ada sejumlah negara ekonomi ASEAN yang telah tergabung. Pengujian ini nantinya bisa mampu diterapkan ke seluruh kawasan.

Memang ada banyak kendala yang harus dihadapi, sebagai sistem baru dan ada sebanyak 10 negara ASEAN. Ada sejumlah negara besar kawasan yang menjadi pelopor awal. Kendala terbesar tentu saja transaksi, implementasi QRIS Cross-Border punya beragam tantangan yang harus diselesaikan.

Syarat utama yang harus diselesaikan pertama kali tentu saja harmonisasi standar dan regulasi. Melalui penyetaraan tersebut, membuat pelanggan punya regulasi yang sama di setiap negara ASEAN yang menggunakan QRIS Cross-Border.

Faktor kedua tentu saja bagaimana menjaga sistem keamanan dan privasi data. Peretasan tentu saja bisa terjadi di setiap ruang lingkup negara saat melibatkan pertukaran data sensitif antara berbagai lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran di negara ASEAN. Sistem keamanan dan privasi data yang baik QRIS Cross-Border bisa menangkal kejadian peretasan dan kegagalan transaksi.

Mekanisme keamanan yang ditawarkan oleh QRIS, yakni Enkripsi data pengguna, proteksi terhadap Man-In-The-Middle Attacks. otorisasi multi faktor, pemantauan aktivitas transaksi dan deteksi anomali dan tentu saja proteksi data pribadi yang tersimpan dengan aman di aplikasi.

Terakhir tentu saja, bagaimana cara menyediakan infrastruktur teknologi yang mumpuni. Sistem pembayaran harus mendukung pertukaran data secara cepat dan aman antara negara-negara yang berpartisipasi. Setiap negara harus mampu berkolaborasi menciptakan infrastruktur teknologi agar QRIS Cross-Border bekerja dengan optimal.

Regional Payment Conectivity, Wujud Kebangkitan ASEAN

Negara ASEAN selama ini sering tertinggal dari Kawasan lainnya terutama dalam penetrasi internet dan digital. Sebagai wilayah yang cukup luas, tentunya ada sejumlah aspek yang dikedepankan salah satunya pembayaran antar negara.

Melalui hadirnya Regional Payment Conectivity, ada 3 butir-butir utama yang dicanangkan dari para negara ASEAN. Ini bisa jadi tongkat Sejarah menyatukan negara ASEAN dalam sejumlah aspek. Mulai dari mendukung serta memfasilitasi berbagai perdagangan, investasi, hingga aktivitas ekonomi lintas negara.

Butir selanjutnya dalam mendorong ekonomi dan keuangan Kawasan yang lebih inklusif. Wujud dari memperluas akses ke layanan keuangan di seluruh wilayah ASEAN, termasuk di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Terakhir tentu saja mendukung UMKM terutama eksposur sejumlah UMKM di negara ASEAN bisa bersaing di pasar global. Salah satunya Indonesia, sebagai negara yang berhasil menghidupkan ekonominya dari UMKM. Tentunya akan banyak UMKM dalam negeri yang bisa mendapatkan atensi di Kawasan ASEAN.

Aspek yang didapatkan pada Regional Payment Conectivity sangat nyata. Pertama dimulai dari peningkatan kemudahan berbisnis lintas negara. QRIS Cross-Border akan mempermudah pedagang dan di seluruh wilayah ASEAN. Cukup dengan kode QR yang seragam bahkan dari pelanggan berbagai negara di ASEAN.

Jelas ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi, QRIS Cross-Border dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah ASEAN dan memungkinkan bisnis untuk mencapai pasar yang lebih besar.

Saat ini ada sebanyak 680 juta penduduk ASEAN, angka yang cukup besar hanya dari perdagangan lintas kawasan saja. Hadir pula integrasi regional ASEAN yang akan memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara dan membantu menciptakan pasar yang lebih besar dan lebih bersatu.

Tujuan awal hadirnya QRIS Cross-Border bisa menjadi alat yang mampu menstabilkan nilai tukar mata uang negara-negara ASEAN dengan pendekatan Local Currency Settlement. Hasilnya nantinya, segala transaksi di kawasan sangat sedikit melibatkan Dolar USA dalam proses transaksi.

Faktor lainnya yang jelas terdampak menurunnya biaya transaksi dan pertukaran mata uang asing. Pengguna dapat melakukan pembayaran dan transfer dana tanpa harus melibatkan banyak proses perantara. Tentunya harus adanya pengawasan dan keamanan yang mampu mematuhi standar keamanan tinggi untuk melindungi data pribadi dan transaksi pengguna. Diperlukan kerja sama antarnegara dalam mengatasi potensi risiko keamanan.

Penerapan Regional Payment Conectivity berhasil mengajak sejumlah negara ASEAAN. Indonesia sebagai inisiasi dalam hal ini Bank Indonesia telah menjalin kerja sama Regional Payment Conectivity  dengan  sejumlah bank negara ASEAN. Mulai dari Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT), sudah sepakat bekerja sama dalam mewujudkan pembayaran cepat, murah, transparan, dan inklusif.

QRIS Cross-Border untuk Perkembangan Ekonomi Indonesia

Sebelum digunakan sebagai Regional Payment Conectivity di ASEAN. QRIS sudah berjaya di Indonesia dan menjadi standar pembayaran kode dengan mampu menjangkau di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Menurut data dari Bank Indonesia, penggunanya menyentuh 40 juta pengguna dengan transaksi yang melibatkan 28,38 juta. Menghasilkan hingga total transaksi mencapai 18,33 Triliun.

Adanya QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara mana pun baik bank dan non bank, dapat digunakan di seluruh merchant berupa toko, restoran, tempat wisata, tempat olahraga hingga berdonasi. Meskipun  penyedia QRIS di merchant dan penyedia di aplikasi pengguna berbeda.

QRIS mampu mendongkrak kebiasaan metode pembayaran yang menggunakan dengan cara tunai ataupun dengan non-tunai yang masih menggunakan mesin EDC. Kini bisa hanya satu kode dengan menggunakan QRIS. Harus dipahami bahwa QRIS bukan aplikasi, melainkan fitur kanal pembayaran yang sudah tertanam di aplikasi mobile banking dan payment.

Pengguna cukup dengan terhubung dan masuk ke aplikasi pembayaran yang sudah diunduh di gawai dan klik menu “Scan QRIS". Lalu memasukkan jumlah nominal yang harus dibayarkan, dalam mata uang negara asal. Nantinya pengguna mengonfirmasi tujuan dan nominal otomatis sudah terkonversi sistem. Transaksi selesai dan pembayaran sukses. Mudah bukan?

Selain itu, QRIS Cross Border menunjang pelaku bisnis di Indonesia untuk bisa bertransaksi lebih mudah dengan pelanggan internasional tanpa perlu menghadapi masalah biaya pembayaran lintas batas. Penggunaan sistem transaksi memberi keuntungan bagi UMKM karena biaya Mercant Discount Rate jadi lebih murah dibandingkan jika menggunakan sarana pembayaran internasional.

Bagi pelanggan atau wisatawan asing yang datang ke negara ASEAN akan merasa lebih praktis. Saat membeli produk lokal di destinasi wisata, pelanggan tidak perlu mengeluarkan uang tunai untuk melakukan pembayaran. Transaksi cukup dilakukan lewat scan QR Code sehingga lebih praktis.

Selisih nilai tukar mata uang yang lebih murah dibandingkan ke Money Charger. QRIS Cross Border akan banyak tersedia saat pengguna berbelanja di mal, bertransaksi di hotel maupun membayar pesanan di restoran. Penerapan QRIS Cross Border tentunya kemudahan dan kecepatan transaksi bermodalkan ponsel pintar.

Sifatnya yang universalitas mendorong keseragaman dan harmonisasi di Kawasan ASEAN. Kode QR dapat dihasilkan dalam berbagai format, termasuk format yang diterima secara internasional. Tentunya didukung penuh dengan sistem yang transparan dan keamanan ekstra. Setiap transaksi dicatat dan tersimpan dalam sistem, sehingga memudahkan audit pada riwayat transaksi dari ponsel pribadi.

Dampak Signifikan UMKM dan Pariwisata ASEAN berkat QRIS Cross Border

Hampir sebagian besar negara di ASEAN menggantungkan ekonominya melalui pariwisata dan UMKM. Ada banyak wisatawan yang datang ke setiap negara ASEAN karena potensi wisata sekaligus kesempatan mempromosikan makanan dan kerajinan khas tiap negara.

Hadirnya QRIS Cross Border sangat membantu dalam peningkatan aspek pariwisata dan daya beli wisatawan. Kendala terbesar wisatawan dalam berbelanja tentunya karena harus mengonversikan mata uang asalnya. Hadirnya QRIS Cross Border bisa meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia atau bahkan negara ASEAN lainnya.

Peluang ini menguntungkan banyak pihak khususnya UMKM. Transaksi pada merchant kategori Usaha Mikro transaksi di bawah Rp100 ribu tidak dikenakan biaya (MDR) mulai tanggal 1 September 2023. Kebijakan ini untuk mendukung UMI pada penggunaan QRIS.

Kini banyak pihak diuntungkan dari yang terbesar kawasan regional hingga yang terkecil mercant dan UMKM setempat dalam penerapan QRIS Cross Border. Seakan sesuai dengan tagline-nya: "QRISnya Satu Menangnya Banyak". Participant of BI Digital Content Competition 2023

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer