Tuesday, October 31, 2017

Freelance, Pekerjaan Pilihan Generasi Millenial

Freelance, Pekerjaan Pilihan Generasi Millenial
Pola pikir bekerja sebenarnya sudah dianggap berbeda oleh generasi kini termasuk dalam memilih pekerjaan. Alasannya beragam seperti harus ke kantor pagi-pagi buta sambil melawan macet dan pulang jelang petang hari. Ide ini membuat para generasi millenial memilih pekerjaan yang mengubah tradisi pergi pagi pulang petang.


Salah satunya bekerja secara freelance pilihannya, dengan sistem bekerja secara fleksibel dan remote membuat freelance begitu digemari. Orang tua terdahulu lebih sering mengikuti siklus yang berlaku seperti harus sekolah setingginya, bekerja di instansi atau perusahaan besar dan kemudian menikahi orang yang paling dicintai. Lalu hidup bahagia selamanya ibarat film dongeng.

Kini sistem tersebut mulai luntur dan membuat para millenial mencari pekerjaan yang ia sukai sesuai minatnya. Dibandingkan menghabiskan sepertiga hari hanya di kantoran saja. Apalagi perkembangan freelance era kaitannya dengan teknologi yang sangat pesatnya saat ini.

Akhir-akhir ini banyak berdirinya perusahaan freelance. Perusahaan tersebut punya misi untuk mempertemukan pemberi kerja dan penerima kerja dalam satu wadah online. Bila pemberi kerja memiliki pekerjaan dan uang yang dibayarkan untuk para freelance, beda dengan freelance yang punya kemampuan dan waktu untuk menerima pekerjaan tersebut.

Cukup dengan CV online yang memuat dengan keahlian yang dimiliki, lalu lamarkan ke pekerjaan yang diperlukan pada perusahaan atau pemberi kerja terkait. Nantinya Anda akan diterima dan semua hanya berbekal dengan perangkat gawai dan aplikasi panggilan video Hanya duduk rapi sambil menatap gawai dan rapat bisa dilaksanakan secara jarak jauh.

Mungkin stigma negatif berdatangan khususnya asyik di rumah saja, apalagi pelaku freelance adalah seorang lelaki. Anggap masyarakat bahwa lelaki ialah orang yang mencari nafkah pagi hari dan pulang petang hari untuk membawa pulang hasilnya. Asyik di rumah saja dan menghasilkan duit jelas bertentang dengan kodrat. Masyarakat menganggap negatif, seperti pengangguran atau bila hasilkan duit dianggap ternak tuyul.

Pada sebuah tajuk yang ditulis oleh Brenna Clarine di situs Social Media Week. Ia menuliskan bahwa ada sekitar 53 juta penduduk USA yang banting setir ke menjadi freelance atau sepertiga dari pekerja di sana. Angka itu pasti akan terus bertambah dari waktu ke waktu dan di tahun 2020, Breanne memprediksi ada sekitar separuh warga USA yang jadi Freelance.

Tak cukup dari situ saja, Kate Taylor pada Forbes mengatakan ada sekitar 60% generasi millenial yang mengundurkan dari pekerjaannya saat ini. Mereka memilih jalan freelance dalam bekerja. Jelas perusahaan akan kesulitan mencari pekerja yang masih menuntut bekerja secara jam konvensional.

Mungkin angka tersebut tidak sebesar di tanah air, namun berkat perkembangan teknologi makin banyak anak muda yang mau bekerja freelance. Asalkan halal dan sesuai minat bakat siapa yang tidak tertarik. Cara ini juga mengaktualisasikan diri dan mengasah kemampuan yang sering diabaikan oleh perusahaan konvensional.

Berbagai alasan menyeruak ke permukaan dan menjadi alasan kuat mereka cabut dari pekerjaan saat ini. Alih-alih fokus dengan karier yang gemilang hingga menjadi orang besar di instansi atau perusahaan tersebut. Generasi millenial memandang dari sudut lain, terutama dalam menikmati hidup.

Para tetua mereka tidak seru dalam bekerja, kaku dan kurang bertualang. Lalu menurut Taylor, dari 72 % generasi millenial yang memilih jalur sebagai freelance. Mereka tak senang hanya bekerja dan menyandang status karya di sebuah instansi atau perusahaan. Tapi ingin mendapatkan pekerjaan yang punya dapat besar buat sekitar, itu jadi sebuah kebahagiaan sendiri.

Pengaruh besar dunia kerja freelance
Zaman sudah berubah, itu semakin nyata dengan berdirinya banyak perusahaan Startup. Gabungan dari perusahaan konvensional dan teknologi makin membuat lahirnya para freelance mendapatkan pekerjaan. Berharap bekerja di instansi pemerintahan membuktikan seleksi ketat dan peserta yang membludak, peluang untuk diterima relatif kecil.

Lalu proses diterima perusahaan membutuhkan persyaratan yang nyaris sangat kompleks, mulai dari IPK, usia, berpenampilan menarik, dan pengalaman kerja mumpuni. Jelas membuat syarat itu tak semua bisa dipenuhi.

Lalu datanglah freelance dengan menawarkan konsep yang berbeda. Tanpa harus terpaku pada jenjang usia, pendidikan dan penampilan. Yang dinilai ialah kemampuan mumpuni di bidang yang ia daftarkan. Syarat yang mudah dan paling penting tidak terikat waktu, sesuatu yang sangat didambakan generasi millenial.

Banyak keuntungan yang didapatkan dari bekerja freelance dan tak disangka oleh banyak orang. Berikut ini sejumlah keuntungan dari bekerja yang dianggap seperti pengangguran terselubung, cekidot.

Mengatur jumlah pekerjaan, bekerja secara konvensional pasti sering dihadapkan tumpukan pekerjaan yang belum berhasil dikerjakan. Jelas menguras tenaga dan pikiran apalagi dikejar dengan deadline.

Masalah itu tidak dialami oleh freelance, ia sendiri yang memilih pekerjaan mana yang ingin diambil atau tidak. Bila ia mampu tak salahnya mengambil pekerjaan tambahan, sehingga hasil pekerjaan lebih berkualitas pastinya.

Remote job, seperti yang ada saya katakan di atas, bekerja secara freelance dituntut bisa bekerja di mana pun dan kapan pun. Bermodal peralatan pendukung yang pasti tak boleh ketinggalan, seperti laptop, internet ngebut, dan cemilan.

Anda bisa bekerja di mana saja, tidak harus pagi hari.. bisa itu siang dan bahkan tengah malam. Sesuai target yang telah disepakati sebelumnya. Tanpa harus berpakaian dinas atau bahkan bisa belum mandi. Karena klien butuh hasil kerja bukan penampilan dari pekerjanya.

Bekerja sesuai hobi dan minat, sangat jarang ditemukan pekerjaan yang sesuai dengan hobi saat ini. Pekerjaan saat ini pasti tidak jauh-jauh berkutat dari jurusan kuliah atau pun terpaksa bekerja banting setir dengan jurusan kuat.
Freelance, Pekerjaan Pilihan Generasi Millenial
Tak ada perbedaan antara setiap pekerjaan freelance
Namun menjadi freelance membuat Anda bisa bekerja sesuai dengan hobi dan minat. Siapa yang tak senang model pekerja seperti ini, hobi dibayar? Sungguh menggiurkan. Bagi pemula jelas bayarannya masih kecil, andai proyek kecil berhasil diselesaikan dan makin bertambahnya jam terbang. Anda akan mendapatkan bayaran yang besar.

Punya waktu dengan keluarga, Bekerja freelance membuat Anda dekat dengan keluarga. Tak harus buru-buru ke kantor karena pekerjaan bisa diselesaikan di rumah saja. Bagi yang sudah berkeluarga akan semakin mudah, bisa mengerjakan tugas rumah dan pekerjaan dalam waktu berbarengan.

Terbebas macet perkotaan, Persoalan ini sangat membebat pikiran, terjebak di jalanan saat jam-jam sibuk sangat menguras tenaga. Untuk menyiasati adalah dengan pergi di pagi buta dan pulang jelang larut malam. Jelas sangat melelahkan dan para generasi millenial ingin lepas dari bebas macet.

Bekerja dari rumah jelas membuat jebakan macet berkurang dan membuat pagi lebih ceria. Dan pastinya waktu yang terbuang di jalanan macet berhasil dipangkas dengan melakukan pekerjaan.

Berperan ganda, menjadi freelance membuat Anda punya peran ganda, mulai dari bos yang mengatur segala tawaran pekerjaan dan karyawan yang bekerja menyiapkan pekerjaan. Anda harus pintar-pintar dalam menyiasati setiap tawaran agak tak saling tumpang tindih pekerjaan.

Peran ini tidak Anda dapatkan bila bekerja di kantoran, bila masih baru Anda hanya karyawan biasa saat sudah punya waktu pengabdian dan pengalaman barulah menjadi bos.

Profit masuk ke kantong sendiri, hasil pekerjaan dalam waktu singkat dibayar dan tak harus menunggu awal bulan untuk mencairkannya. Proses yang agak lama ialah proses konversi seperti dari Dollar ke Rupiah dan terkena pemotongan macam-macam.

Kini banyak freelance yang beralih menerima pembayaran menggunakan Bitcoin, selain lebih gampang, cepat, dan tidak terkena pemotongan macam-macam. Pekerjaan yang selesai langsung dibayar sebelum kering pekerjanya kering.

Menghemat perusahaan, keuntungan dari banyaknya freelance tak hanya menguntungkan pekerja saja tapi juga perusahaan. Khusus perusahaan perintis tak lagi kesulitan dalam menekan biaya karyawan. Mulai dari kantor, ruangan, dan bahkan tunjangan sebagainya.

Model sistem bekerja secara freelance membuat perusahaan dapat kapan saja mencari kapan saja. Munculnya situs seperti Freelancer dan Upwork membuat perusahaan tak kesulitan dalam mencari orang yang berkualifikasi dan mau berkontribusi buat perusahaan tersebut.

Kelebihan terakhir yang dirasakan oleh para freelance ialah waktu yang kapan saja, tanpa perlu takut cuti dan kata-kata horor “Besok Senin”

Pekerjaan sebagai seorang freelance membuat Anda tak perlu gelisah bepergian ke mana saja. Salah satu moda transportasi yang dapat dicoba yaitu melalui kereta api. Tokopedia selaku Market Place terbesar di tanah air sudah menyediakan segala kebutuhan Anda termasuk pemesanan tiket kereta api.

Proses mencari tiket kereta api sangat mudah dan Tokopedia bisa Cari Promo Tiket Kereta. Anda dapat memilih perjalanan dari mana saja. Apalagi jelang akhir tahun pasti banyak lokasi dapat dikunjungi. Mulai dari tiket sekali jalan atau pulang pergi, dapat anda pilih di Tokopedia. Tinggal memilih tiket sekali jalan dan tiket pulang pergi, tergantung keinginan Anda. Selain itu ada pilihan Kelas, Kereta, dan Harga, sehingga bisa menyesuaikan dengan budget Anda.
Freelance, Pekerjaan Pilihan Generasi Millenial
Anda tinggal mengisi data diri seperti nomor identitas dan nomor HP, dilanjutkan memilih kursi dan terakhir melakukan pembayaran. Sehingga Anda tak kesulitan harus pergi ke loket mencari tiket kereta api di hari H, semua telah ada di Tokopedia.

Pilihan lain yang dapat Anda rasakan di Tokopedia yaitu fitur mencari tiket event. Akhir tahun banyak berbagai tiket konser yang dapat dipilih. Saya pribadi sangat menggemari konser musik khususnya genre EDM,  Kini Beli Tiket Konser bisa di Tokopedia, nah dengan mudah Anda dapat menemukan tiket konser dalam waktu dekat hanya di Tokopedia.
Freelance, Pekerjaan Pilihan Generasi Millenial
Tak hanya itu saja, banyak tiket event lainnya yang dapat ditemukan di Tokopedia dalam waktu dekat, mulai dari tiket hiburan, olahraga, teater, dan seminar. Semua tersedia dan event apa yang ada gemari, Anda dapat menemukannya. 

Terakhir silakan bersenang-senang karena jadi freelance membuat hidup tidak terikat termasuk jalan-jalan ke mana saja dan Tokopedia memberikan yang terbaik bagi penggunanya.

Well... jadi tunggu apalagi dan rasakan kemudahan yang Tokopedia berikan pada Anda.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer