Rabu, 12 Oktober 2016

Menakar Peluang Bisnis Kedai Kopi di Banda Aceh

menakar peluang kedai kopi di banda aceh

Siapa sih yang tak tahu bahwa Kota Banda Aceh punya sebutan kota seribu kedai kopi. Hampir di setiap sudut kota hingga ke perkampungan warga dihiasi oleh berbagai macam kedai kopi. Ngopi ibarat sebuah ibadah wajib sebelum melakukan segala aktivitas dan menjadi kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh umumnya.
Dari warkop konsep sederhana hingga warkop berkonsep unik dan modern. Dari warkop yang hanya tersedia fasilitas “kursi malas” dan papan catur hingga warkop berkonsep unik dan punya koneksi ngebut. Semua menyesuaikan dengan keinginan pelanggan.

Kota Banda Aceh hampir sebahagian besar pendapatan daerah berasal dari pajak dan jasa. terutama jasa melalui usaha kedai-kedai kopi di setiap sudut kota. Bila ada yang membuka usaha dan letaknya sangat strategis, pasti bisnis yang paling ngehits dan kemungkinan menguntungkan kelak adalah buka kedai kopi.

Persaingan keras dunia kedai kopi ada yang semakin kuat menancapkan kukunya, ada pula yang makin tenggelam sebelum berkembang. Lauching kedai kopi hampir setiap Minggu dan bahkan harinya ada mengingat besarnya pendapatan yang didapatkan dari menjalankan usaha kedai kopi. Kedai kopi yang bertahan juga yang paling bisa melihat apa yang pelanggan inginkan.

Begitu banyak pengusaha yang menganggap usaha kedai kopi itu mudah dan sederhana dibandingkan usaha lainnya. Namun tidak cuma itu saja, persaingan yang ketat membuat pelanggan bisa menginginkan kedai kopi menurut selera mereka masing-masing. Apa itu pelayanan yang memuaskan, cita rasa, panganan ,menu nan lengkap dan kecepatan Wi-Fi yang ngebut.

Tak perlu harus konsep minimalis nan unik yang menjual, karena ujung-ujungnya hanya dijadikan lokasi spot fotogenic instagramer semata. Kemudian pengunjung menghilang. Modal itu saja tak cukup, ada faktor lain yang lebih penting.

Usaha kopi tak hanya berbentuk pertokoan atau cafe khas kedai kopi, pengusaha kopi yang ingin dagangannya bisa ke mana-mana. Salah satunya menggunakan mobil yang bisa operasional lebih murah dibandingkan biaya mempunyai atau menyewakan toko, dan bisa menyedot pengunjung di keramaian orang.
Baca juga: Warkop dan Waktu yang Terbuang 

Saya melansir beberapa alasan kenapa usaha kedai kopi terus-menerus tetap maju walaupun bertambahnya persaingan dengan berdirinya kedai kopi baru. Apa sajakah aspek-aspek yang berpengaruh, cekidot:

Brand, Hampir semua dari kita pasti menyukai sesuatu yang branded. Ada sebuah kebanggaan tersendiri saat duduk dan mencicipi sesuatu yang punya nama besar. Apabila kita berbicara dengan brand pasti akan termasuk merk di dalam.

Apabila ada dua barang (produk) yang sama bagusnya antara yang branded dibandingkan yang belum begitu terkenal khalayak ramai. Pasti pelanggan lebih memilih yang punya brand, tak lain karena kepercayaan pelanggan akan produk yang dihasilkan.

Mendapatkan kepercayaan butuh proses panjang apalagi produk yang dihasilkan punya mutu dan kualitas yang menjamin. Masalah harga tidak akan jadi permasalahan utama pelanggan karena rasa puas menikmati yang branded adalah nilai lebih.

Begitu pulalah kedai kopi yang telah punya brand ternama di Kota Banda Aceh, umumnya mereka adalah pelopor usaha di bidang kedai kopi. Pengalaman bertahun-tahun dari masa ke masa membuat merk (brand) mereka menjadi jaminan usahanya bertahan di tengah kerasnya gempuran banyak kedai kopi baru. Sangat sulit mengalihkan sesuatu yang sudah nyaman, itulah kenapa kesan pertama yang manis jadi kenyamanan selamanya.

Ramai pengunjung, Saya ingat sebuah kata-kata yang pernah terngiang di telinga saya yang berbunyi:
Ramai itu berarti enak dan terpercaya, maka pergilah ke tempat yang ramai akan pengunjungnya.

Sebagai orang awam yang kurang paham akan enak atau tidak kedai kopi, mereka menggunakan indera visual dari jumlah pengunjung yang datang. Mereka yang datang pasti pelanggan setia dan sudah sangat lama duduk di kedai kopi tersebut.

Andai kedai kopi itu sepi pengunjung pada jam-jam istirahat melepas penat setelah dibantai aktivitas sehari-hari. Apalagi letaknya yang sangat strategis, itu layak dipertanyakan usahanya. Terlihat aneh termasuk bagi pengunjung awam, pasti ada hal yang sesuatu hal yang membuat pengunjung tidak duduk di situ.

Lokasi strategis, Memberi peluang yang sangat besar akan usaha maju ke depan. Walaupun harus membeli atau menyewa pertokoan dengan harga yang lumayan mahal. Namun keuntungan yang didapatkan kelak relatif besar, mengingat magnet manusia yang lalu lalang dan singgah ke kedai kopi itu akan besar.

Kesempatan ini tidak bisa disia-siakan apalagi punya tanah dan pertokoan di lokasi seperti itu. Tak perlu uang keluar untuk membeli atau menyewa toko, cukup mengembangkan dan membuat sesuatu unik dibandingkan usaha yang ada di sekitar. Insya Allah, usaha berjalan sukses.

Makanya lokasi jadi target utama bagi para pengembang yang sudah punya nama besar di bidang usaha kedai kopi untuk mengakusisi pertokoan ataupun tanah untuk menambah cabangnya. Masalah harga yang melambung sudah masuk ke dalam perhitungan rinci mereka.

Cita rasa, Lidah memang tak bisa bohong, apalagi lezatnya kopi beserta panganan khas Aceh yang menggugah selera para pengunjung. Kedai kopi yang punya andalan berupa kopi bercita rasa tinggi dengan biji-biji kopi pilihan dari daratan tinggi Gayo dan disaring oleh Barista nan handal.

Menghasilkan kopi yang nikmat untuk oleh para pelanggan, siapa saja yang mencicipi pasti jatuh hati dengan cita rasanya. Faktor cita rasa kopi yang terkenal, menjadi nilai tambah untuk menu lain terasa spesial.

Implikasi peluang itu berjalan berdampingan, menu lainnya menjadi daya tarik. Serta memungkinkan penjual (selain kopi) bisa berupa penjual Mie Aceh, martabak telur, nasi goreng dan sebagainya itu kecipratan rezeki.

Pelanggan setia, Mengapa kedai kopi kampung tetap ramai walau banyak berkembang kedai kopi konsep modern?

Karena mereka punya pelanggan setia yang sudah duduk di situ sejak lama. Saya rasa pelanggan setia menjadi alasan kuat tak perlu sesuatu yang mengikuti zaman. Tak harus di pertokoan mewah berkonsep unik dan berWi-Fi ngebut.

Malahan banyak kedai kampung berbentuk sangat sederhana, sempit, masih berlantaikan semen kasar dan beratap seng tua. Namun pelanggannya sangat setia untuk datang, umumnya masyarakat sekitar. Ini menyimpulkan, modernitas tak mampu menggoyahkan kesetiaan.

Kata-kata favorit di kedai kopi langganan berupa:

Bang... seperti biasa (merujuk pesanan yang diinginkan ngopi pelanggan setiap)

Selain itu faktor dekat rumah jadi alasan tak perlu pergi jauh-jauh. Tak harus menyalakan kendaraan, melawan macet dan bayar parkir. Cukup jalan kaki dan berpakaian biasa sudah bisa merasakan suguhan kedai kampung.

Hiburan papan catur, koran hangat hari itu, dan kursi malas adalah ciri khas kedai kopi kampung yang tak pernah lekang digerus zaman. Alangkah nikmatnya duduk di “kursi malas” sambil membuka lembar demi lembar koran ditemani segelas kopi.

Pelayanan optimal, Menurut saya kedai kopi favorit harus punya pelayanan nomor 1 agar mampu bersaing dengan kedai kopi lain. Setiap pelanggan yang datang pasti ingin segera dilayani atas pesanannya.

Kekecewaan datang saat dahaga dan perut keroncongan ditambah meja yang diduduki masih dipenuhi gelas-gelas sisa pengunjung sebelumnya. Saat pelayan dipanggil ia seperti mengacuhkan pelanggan.

Hmm.. ini sepertinya dia ngga mau duit dari pelanggan dan pelayanannya minus.

Saya rasa banyak sekali yang kecewa dengan pelayanan yang buruk, alhasil pengunjung beralih ke kedai kopi sebelah. Walaupun punya cita rasa nomor satu tetapi pelanggan kedai kopi akan menghilang dengan sendirinya.

Saya pernah menunggu begitu lama duduk dan dahaga serta lapar sudah hilang, tetapi pelayan seperti mengacuhkan. Serta pernah pula memesan minuman tetapi malah tak pernah sampai. Saat saya tanya kembali, pelayan itu berkata:

Oh iya, baru ingat.. maaf tadi lupa (alasan klasik)

Mungkin penampilan saya yang tidak necis seperti terlihat seperti orang berduit sehingga pelayan berdalih dengan kurang melayani secara optimal. Alhasil saya pulang karena kecewa dengan sendirinya dan beralih ke tempat lain.

Menunggu itu adalah sesuatu yang tidak mengenakan, pelayanan kedai kopi yang baik akan mengurangi waktu tunggu pelanggan. Tidak pandangan siapa saja, karena siapa saja yang pergi pasti adalah pelanggan yang perlu dilayani. Nah... itu sebabnya banyak pelanggan yang merasa jengah sehingga kedai kopi itu harus kehilangan pelanggan.

Kecepatan Wi-Fi, Zaman kini Wi-Fi jadi salah satu daya tarik khususnya pelanggan dari kalangan anak muda. Sambil ngopi bisa browsing dan download dengan kecepatan internet yang yahud bikin semakin manja berada di kedai kopi.

Jangan anggap remeh terutama ingin menyasar banyak pelanggan anak muda yang kebanyakan fakir kouta dan mencari kedai kopi untuk mengurangi beban biaya paket. Saya melihat dan mengamati banyak kedai kopi yang tak punya brand kuat, lokasi tidak terlalu strategis dan tak punya pelanggan setia namun sangat ramai.

Setelah ditelusuri ternyata mereka bermodalkan koneksi internet kencang, anak muda akan kembali datang bila koneksi internetnya sangat lancar jaya. Alhasil mereka merekomendasi pada teman-temannya untuk berbondong-bondong duduk di situ. Sampai-sampai lupa pulang rumah akibat sudah keenakan internetan di situ.
Bro.... Warkop Anu koneksinya lancar jaya tanpa ngelag dijamin puas buat browsing apalagi downloading. 
Ayo buruan bergegas ke sana sebelum kehilangan kursi kosong.

Ada jajanan lengkap, Satu pemicu kedai kopi mampu menyedot begitu banyak pengunjung berbagai lapis kalangan masyarakat adalah punya berbagai penganan dan menu makanan yang lengkap lagi menggugah selera. Aneka minuman terutama kopi saja tak cukup walaupun punya citra rasa nomor satu.

Pengunjung yang duduk di kedai kopi ada yang larut dengan obrolannya, kesibukannya, dan kegiatannya pas sangat rentan lapar. Jelang jam-jam makan, panganan dan berbagai menu makanan yang lengkap jadi daya tarik yang menggugah untuk segera dipesan.

Tak perlu harus jauh-jauh ke tempat makan, di kedai kopi sudah begitu lengkap makanan yang diinginkan. Sebagai pelanggan itu sebuah kepuasan dan bagi pemilik usaha kedai kopi itu sebuah nilai plus.

Harga bersahabat, Murah di kantong jadi salah satu pilihan banyak pengunjung datang apalagi untuk kelas mahasiswa yang butuh harga miring. Kedai kopi yang punya semua syarat di atas tetapi harganya lumayan mahal menjadi pertimbangan bagi para pengunjung berkantong cekak.

Ngopi yang sudah membudaya dipastikan intensitasnya relatif banyak, andai saja harganya tak bersahabat dipastikan memberatkan kantong. Sekali-kali sih wajar, tetapi bila keseringan kantong bisa jebol. Mengingat begitu banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Faktor harga juga pertimbangan mengapa kedai kopi itu jadi pilihan banyak pengunjung.

Faktor harga dijamin punya kualitas yang bagus, namun bila ada yang lebih murah tetapi kualitas bersaing. Pasti pengunjung memilih opsi yang kedua. Makanya harga kedai kopi yang sedikit mahal dibandingkan kedai kopi lain sedikit sepi pengunjung kecuali punya faktor brand, pelanggan setia, dan pelayanan yang baik.

Tidak mempermainkan harga, Saya sering mengalami hal demikian mengingat saya seorang kutu loncat antar satu kedai kopi dengan kedai kopi lainnya. Tujuannya untuk mencari suasana baru dan membandingkan plus minus setiap kedai kopi. Ada beberapa kedai kopi yang sering mempermainkan menu harga.

Tidak adanya daftar menu jadi salah satu peluang memainkan harga untuk pelanggan yang baru pertama datang. Apalagi saat perhitungan total keseluruhan yang sering ditambah-tambah seenaknya. Walaupun itu masuk ke ongkos pelayan yang menghitung, tetapi biaya tersebut dinaikkan seribu bahkan sampai tiga ribu rupiah. Pelanggan jera.

Saat ada nonbar Big Match pertandingan sepak bola hal serupa sering terjadi, terjadi kenaikan harga lebih mahal dari biasa. Sedikit wajar menurut walaupun tak baik terhadap kelangsungan usaha kedai kopi. Pemilik usaha bisa kehilangan pengunjung akibat kecewa dengan harga yang berubah-ubah.

Terakhir sebagai penutup, bisnis kedai kopi Kota Banda Aceh salah satu peluang menjanjikan. Harus adanya nilai lebih yang dimiliki agar mampu tetap bertahan, serta tak henti berinovasi untuk memuaskan pelanggan yang datang.

Selamat hari Sanger!!!
Share:

3 komentar:

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis