Minggu, 16 April 2017

Hati-Hati di Internet, Semua Bisa Terlacak


Siapa di sini yang tiap harinya berhubungan dengan jagat maya? Sontak semuanya menjawab hampir setiap harinya waktu dihabiskan dengan berselancar di dunia maya.

Tanpa disadari manusia modern berinteraksi satu sama lain lebih banyak tanpa tatap muka cukup melalui internet. Berkat adanya jaringan internet super cepat, fasilitas Wi-fi di mana-mana makin memudahkan semua akses.
Share:

Minggu, 09 April 2017

Pustaka Unsyiah, Multifungsi untuk Semua Kalangan Akademisi




Tak terasa sudah 7 tahun yang lalu saya diterima di kampus Jantong Hate rakyat Aceh, Universitas Syiah Kuala, berbagai kenangan saat masa duduk di bangku perkuliahan begitu membekas. Saat ini saya telah berhasil menyelesaikan studi akademik di salah satu kampus di Universitas Syiah Kuala yaitu Fakultas Kelautan dan Perikanan.

Pustaka Unsyiah jadi lokasi yang tidak asing bagi saya semenjak awal perkuliahan dan bahkan setelah tamat sekalipun. Transformasi wajah perpustakaan dari awal mula kuliah hingga saat ini begitu saya rasakan. Dahulu saat mendengar kata perpustakaan, terbesit di dalam pikiran identik ialah rak buku tinggi yang sulit digapai dan tempat perkumpulan kutu buku.
Share:

Selasa, 04 April 2017

Memaklumkan Generasi Millennial

generasi Millennial

Zaman berganti dengan cepat, tak disangka kini zaman Millennial mulai merajai. Anak-anak yang ke mana-mana sulit lepas dari jeratan teknologi. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur sulit lepas dari teknologi. 
Selamat datang, kita semua sekarang berada di zaman millennial itu.

Saya pribadi pun merasa tak heran saat anak-anak kecil duduk dengan gadgetnya. Mereka begitu handal menamatkan game dalam hitungan jam. Saya pribadi di usia tersebut masih buta teknologi, yang tahunya mengambil saringan santan Emak buat berburu Ikan Cupang di rawa.

Saya pun anak yang lahir di zaman 90-an awal waktu di mana teknologi mulai berkembang walaupun tak secepat saat ini. Sering kali tulisan yang menuliskan tulisan tentang nostalgia sejumlah main anak 90-an mulai dari main congklak hingga ular tangga. 
Anak-anak kini mau main Ludo cukup via gadget. Canggih bukan, namanya saja beda zaman ya!
Tapi itu harus dimaklumi karena hidup besar di tengah teknologi dengan mengikuti teknologi berbeda. Di mulai dari generasi yang lahir mengikuti teknologi membuat mereka harus menyesuaikan perkembangan zaman. Siapa yang tidak mengikuti perkembangannya akan tertinggal.

Sedangkan generasi hidup dengan teknologi sesering mungkin memanfaatkan teknologi. Makanya jangan heran saat ngomong dengan generasi Millennial, mereka bisa mendengarkan walaupun lagi chatting dengan gebetannya.

Atau mengirim email kerjaan sambil asyik Youtube-an video favoritnya. Secara tak langsung mereka terlihat berleha-leha dengan tugasnya, nyatanya kerjanya selesai tepat waktu.

Pola pikir yang berbeda dengan mengefisienkan waktu terlihat begitu hebat, Apalagi generasi Millennial ingin memanfaatkan sumber daya teknologi dan kemampuannya dalam menyelesaikan tugasnya.

Berikut ini ada gambarannya:
Gambar via Pinterest
Ada beberapa ciri yang era dengan generasi Millennial yang beranjak dewasa, mereka punya ciri khas. Mungkin saja kalian semua termasuk dalam tipe ini:

Memilih Penggunaan ponsel dibandingkan TV
Ini terlihat begitu jelas saat smartphone sudah menggantikan sejumlah informasi. Smartphone yang terkoneksi dengan internet jadi ladang informasi, anak-anak Millennial lebih senang memilih apa yang ia inginkan bukan menerima apa yang ia inginkan dan tidak diinginkan. Semua itu tidak bisa dihadirkan dari TV lokal yang kini terlihat membosankan.
Baca juga: Acara-Acara TV yang Membosankan
Punya Sederet Sosial Media
Sosial media bukan hanya tempat menunjukkan tingkat keeksisan, namun juga menandakan bahwa anda termasuk generasi Millennial. Bila diubrek-ubrek ponselnya, pasti sejumlah sosial media terinstall di dalamnya (jadi boros baterai dan kouta). Buktinya bisa terlihat bahwa anak muda khususnya generasi sudah mengganti dengan sosial media sebagai informasi utama.

Walaupun dengan semakin banyak sosial media, semakin sedikit waktu produktif yang tersisa. Jangan salah sosial media bisa dimanfaatkan sebagai pundi-pundi pendapatan dan personal branding.
Baca juga: Sosial Mediabukan Sekedar Pamer dan Curhat
Andai suka ngoceh misalnya di Twitter ataupun Facebook,bisa dimanfaatkan sebagai Buzzer. Suka fotografi atau berpose, bisa dijadikan sebagai ladang promosi dan endorse sejumlah produk.

Fleksibel Waktu
Bekerja penuh hingga menyita banyak waktu jadi hal yang sama lumayan membosankan oleh generasi Millennial. Mereka ingin bekerja secara fleksibel dan remote (bekerja di mana saja). Fleksibelitas waktu dianggap bagi generasi Millennial sangat penting, apalagi mereka ingin melakukan banyak hal dalam waktu yang sempit.
 
Tingkah polah generasi Millennial saat bekerja
Rutinitas bukan hal yang diinginkan, namun lebih kepada tantangan yang berbeda setiap waktunya. Walaupun pada pekerjaan yang sama namun ada tantangan berbeda-beda setiap waktu. Cara itu buat generasi Millennial betah akan yang dijalankan dan tak gampang resign.

Mengikuti Passion
Melakukan dan bekerja menurut apa yang disukai jadi prioritas generasi Millennial. Tak mau terikat dan harus terpatron terhadap apa yang dijalani saat ini. Maka tak heran mereka mengikuti passion yang dirasa cocok.

Dipaksakan untuk mengikuti patron yang tidak sesuai dengan keinginan seakan mulai ditolak mentah-mentah oleh generasi Millennial. Mereka ingin mengikuti passion, walaupun berat dan terlebih mainstream dibandingkan generasi sebelumnya. Namun itu memberikan kelegaan dan telah dipikirkan matang-matang.

Jangan remehkan pemikiran mereka, karena generasi Millennial umumnya berpikir terbuka terhadap masa depan mereka sesuai perkembangan zaman.

Lebih Kreatif
Aktif dan kreatif, dua hal yang tepat menggambarkan generasi Millennial saat ini. Walaupun terlihat malas sebenarnya mereka berpikir lebih termasuk melakukan inovasi dan juga ide gila.

Berkat kreativitas yang timbul, apalagi masih jiwa muda. Tak heran generasi Millennial lebih suka terjun ke dunia wiraswasta dibandingkan harus bekerja dengan orang lain. Kreativitas itu lahir karena bentuk pemakluman dan cara pandang yang telah berbeda. Terlepas dari itu semua, generasi Millennial harus bijak memanfaatkan teknologi dan kebutuhan.

Andai tidak segala jalan pikiran dan jalan hidup yang dijalankan malah menjerumuskan ke arah yang salah. Bukan seperti yang penulis jabarkan tadi. Karena teknologi dan generasi Millennial dua hal yang sulit dipisahkan.

Bagaimana menurut anda semua, apakah anda tergolong dalam generasi Millennial saat ini, bila ia silakan pendapatnya di kolom komentar.

Semoga memberikan pencerahan.
Share:

Senin, 27 Maret 2017

UC News, Jadi Jutawan Hanya dari Menulis


Menulis dan kemudian bisa jadi jutawan siapa yang tak mau?
Sebelumnya saya sudah membahas tentang apa itu Plogging dan sangat berkembang untuk saat ini. Saya juga pernah membahas platform lainnya yang hampir serupa yaitu Babe. Kini saya gantian membahas tentang Platform UC Browser yang sedang ngehits.

UC Browser adalah Plogging dari perusahaan terkemuka Alibaba, saat ini mulai mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia. Di bawah komando UC We-media bertugas merangkul sejumlah media masa dan penulis untuk mengisi sejumlah kategori artikel yang siap dibaca jutaan pembaca setiap harinya.
Share:

Rabu, 22 Maret 2017

Janganlah Jadi Pengguna Sosial Media yang Kebablasan

pengguna sosial media kebablasan

Beberapa waktu yang lalu jagat sosial media dihebohkan dengan seseorang lelaki paruh baya harus mengakhiri hidupnya disiarkan langsung via sosial media. Sontak membuat heboh atas perilaku korban. Fitur yang disematkan pada sosial media malah disalahgunakan oleh penggunanya dalam mengakhiri hidup.

Hal yang lebih menyesekkan lagi tak ada yang peduli sebelum korban merenggang nyawa. Ada beberapa kemungkinan, apa karena korban siaran langsung saat orang lain sibuk dengan pekerjaan atau malah pengguna lainnya apatis sama sekali. Padahal rentan waktunya cukup panjang untuk temannya atau kolega bisa membujuk pelaku berubah pikiran tidak melakukan hal serupa. 
Share:

Minggu, 19 Maret 2017

Priceza, Belanja Praktis Tanpa Harus Mikir


Bro... nanti malam ngopi sambilan nongkrong ya? 
Iya.. (jawaban si Bace dengan nada lesu)
Malam pun tiba dan tak berapa lama kemudian si Bace nonggol di kedai kopi dengan wajah penuh lesu dan lemas.
Bro... Malam ini kok elo lesu banget ? 
Capek nih... baru pulang dari Mall bareng gebetan. Masak doi belanjanya cuma beli ikat rambut tetapi kelilingnya seluruh sudut Mall. Bisa-bisa betis gue bengkak kalo keseringan, apalagi gue tipe orang ngga enakan buat nolak. 
Yaelah...  itu gebetan cantik tapi kok bisa gaptek sih. Kini zaman sudah serba canggih dan era Smartphone, belanja ngga harus ke Mall cukup dari toko online. 
Memang elo punya rekomendasi toko online terbaik? 
Iya jelas punyalah, namanya Priceza!!! Selain itu gebetanmu bisa membandingkan harga tanpa harus cek toko sebelah atau bahkan harus keliling Mall. Di jamin betismu ngga bengkak lagi! 
Baiklah, besok gue suruh doi install aplikasi Priceza di ponselnya biar ngga kelihatan gaptek lagi terus doi jadi online shopper sejati.
Saat ini perkembangan e-commerce tumbuh dengan pesatnya, sejumlah para pengembang Startup berbondong-bondong membuat aplikasi yang mampu memudahkan pelanggannya. Startup yang begitu booming saat ini yang memudahkan masyarakat.
Share:

Sabtu, 11 Maret 2017

Plogging, Era Baru yang Sedang Ngehits

plogging

Kini telah muncul era baru untuk bisa mengetahui segala perkembangan informasi dengan mudah. bagi sebahagian kalangan, namanya terdengar masih begitu asing konsep itu bernama Plogging. Hasil dari gabungan kata Platform dan Blogging. 

Secara tak langsung Plogging menawarkan konsep yang lebih sederhana dalam mengaksesnya. Meningkatnya jumlah pembaca yang mengakses internet secara tak langsung menambah berbagai kanal informasi yang ingin dihadirkan.
Share:

Selasa, 07 Maret 2017

Menulis dan Dapat Penghasilan, Coba Nulis di Babe Aja!

nulis di babe
Bro... gue lagi bingung berat nih, ngga ada kerjaan, masak sudah tua masih minta jajan sama orang tua. Tolong cariin kerjaan dong. 
Maunya kerja seperti apaan? 
Sifatnya santai dan ngga harus berpeluh keringat, terpenting menghasilkan. 
Baiklah... ini ada kerjaan yang santai dan ngga harus modal buat panas-panasan, cukup modal mikir, duduk sambil menulis. 
Sebaiknya coba deh nulis di Babe saja, apalagi kamu doyan mengarang dan bayarannya kece. 
Beneran... baiklah, gue ikutan daftar dan besok ajari caranya ya....!

Kebutuhan akan informasi berkembang pesat setiap harinya pengguna khususnya internet membuat lahirnya begitu banyak media informasi. Mulai dari Blog yang telah hampir 2 dekade eksis, sosial media kekinian dan terakhir eranya plogging (gabungan platform dan blogging).

Salah satunya yang menganut Plogging ialah Babe. Selain ringan, hemat paket data dan up to date yang tersedia di Play Store. Saat ini Babe sudah di install lebih dari 4 juta pengguna. Babe menghimpun sejumlah informasi sesuai kategori yang diinginkan para pembacanya.

Kenal dekat dengan Babe?
Babe ialah kepanjangan Baca Berita, platform yang menjadi wadah baru sejumlah bakat-bakat terpendam yang memiliki kemampuan mumpuni khususnya di bidang menulis.


Babe tanpa ragu membayar sejumlah penulis yang mengirimkan tulisannya ke redaksi Babe dengan bayaran menggiurkan. Cara ini relatif cocok sekaligus melatih kemampuan dan mendapatkan bayaran yang lumayan besar selain dari blog.

Apa yang harus dilakukan pertama sekali?
Secara tampilan Babe terlihat sangat atraktif di halaman utama langsung disuguhkan dengan tampilan Logo Babe. Ada pula laman top kontributor, jumlah artikel terbanyak dan penghasilan terbanyak selama Minggu ini.


Pertama sekali adalah dengan anda masuk ke Nulis babe dan kemudian lakukan registrasi melalui sejumlah pilihan, mulai email, Facebook dan Google +. Bila semuanya telah berhasil didaftarkan sesuai kehendak anda, lalu konfirmasi sesuai email yang anda daftarkan tadi.
 
Tampilan masuk Babe
Selanjutnya anda akan masuk ke halaman Dasboard dari Babe sendiri. Pada halaman tersebut ada beberapa laman. Mulai dari laman Panduan Penulis mengenai tata cara dalam menulis di Babe secara jelas dan padat.

Meluncur di bawahnya, laman Artikel yang telah di anda terbitkan selama ini dan prosesnya. Di laman Status terdapat sejumlah konfirmasi tulisan mulai dari yang sudah terbit, ditolak dan dalam proses menunggu persetujuan.
 
Tampilan dari Dasboard Babe

Selanjutnya ada laman Pengguna mulai dari data pribadi secara lengkap yang wajib anda isi secara lengkap dan sejumlah link sosial media yang anda punya.

Terakhir ada laman Pembayaran, pada laman ini terdapat informasi nomor rekening Bank anda. Pihak Babe telah bekerja sama dengan sejumlah bank dalam negeri, sedikit ada 11 bank. Selanjutnya artikel yang diterima dan riwayat pembayaran atas artikel yang lolos seleksi Tim Babe.
Setiap tulisan yang lewat akan menerima bayaran Rp.50.000,- dan pihak Babe akan membayarkan ketika Saldo anda telah mencapai Rp. 200.000,- (4 artikel yang terbit). Perhitungan dimulai dari tanggal 25 setiap bulannya. Misalnya sebagai contoh yaitu bulan 25 Februari – 25 Maret.

Baiklah... kini saatnya memulai petualangan anda dengan menulis tulisan pertama di Babe.

Pertama sekali pilih Tulis Artikel yang ada di pojok atas. Kemudian pilihlah salah satu Kategori Tulisan yang ada sesuai dengan kemampuan anda. Ada 10 kategori berbeda yang bisa dipilih sesuai minat, yaitu:
  • Unik
  • Kuliner
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Muda
  • Beauty
  • Islam
  • Humor
  • Hiburan
  • Sex 
Harus diingat bahwa tulisan minimal harus 150 kata, memilih kategori sesuai tulisan, menyisipkan sejumlah gambar di dalamnya (minimal 2 gambar) untuk memperkuat tulisan anda dan jangan lupa masukkan Banner berukuran 700 x 350 piksel.
Sejumlah peraturan dan tata cara untuk para penulis Babe

Selain itu ada sejumlah peraturan ketat yang diterapkan kepada para penulis, salah satunya dengan tidak adanya kata kalimat terlarang seperti yang tercantum di panduan penulis.
Tampilan dalam penulisan artikel
Bila telah selesai semua, pilih Simpan dan lihat Preview-nya untuk memastikan ada kekurangan yang perlu ditambah. Andai dirasa sudah layak kirim, silakan pilih Kirim Artikel. 
Tampilan dari preview via mobile

Artikel tersebut akan dinilai oleh tim Babe 1-4 Minggu lamanya, dan akan dikonfirmasi melalui email pemberitahuan. Tim Babe juga akan memberikan alasan mengapa tulisan anda Ditolak. Tapi jangan patah arang, tulisan yang ditolak bisa diperbaiki dan dikirimkan kembali. Semakin menarik dan unik makin memperbesar peluang tulisan kalian terbit.
Sejumlah artikel yang telah terbit dan menunggu persetujuan redaksi babe
Terakhir.. ada cara lain yang bisa menambah pundi-pundi pemasukan di Kode Referral. Anda akan mendapatkan pemasukan sebesar Rp. 20.000 dari setiap orang yang berhasil diajak dan ia berhasil menerbitkan tulisan.
Tampilan dari referral Babe
 Caranya ada dua yang bisa ditempuh, bisa dengan membagikan link melalui sosial media dan email.
Membagikan link via sosial media dan email
Selanjutnya ada cara yang lebih kreatif, yaitu dengan memasangkan Banner Babe di Blog anda.
 
Pemasangan Banner pada blog pribadi
Andai saja ada 20 orang yang berhasil terjaring dan mereka menuliskan masing-masing 5 tulisan selama sebulan. Berarti anda bisa mendapatkan uang 2 juta hanya dari ongkang-ongkang kaki karena mengajak mereka jadi anak Babe. Menarik bukan...!!  

Well.. jadi tunggu apalagi. Ayo segera jadi penulis handal di Babe dan dapatkan segala keuntungan dari menulis.
Share:

Selasa, 28 Februari 2017

Fitur Sejumlah Sosmed Hampir Sama, Terus Bedanya Apa?

sosial media hampir serupa

Siapa di sini yang tak punya sosial media?

Pasti semua punya dan bahkan install semuanya. Well... alasan sebahagian besar orang membuat akun sosial media punya beragam, mulai dari personal branding, membentuk komunitas, mendapatkan informasi, berbisnis sampai pada perkembangan trend.

Saat ini saya pribadi pun memperhatikan perkembangan sosial media yang begitu eksis saat ini. Apalagi saya selaku anak muda masa kini yang ngga ada kerjaan ikutan menyempatkan waktu untuk menginstal hampir semua sosial media. Alhasil yang saya dapatkan ialah kouta dan baterai HP cepat habis.

Persaingan yang begitu keras dari setiap aplikasi sosial media membuat siapa yang tidak mampu berkreasi dan berinovasi lebih berarti ia siap-siap mengali kubur sendiri. Namun yang tak mengenakkan adalah inovasi yang nyaris sama satu sama lain atau malah menjiplak kesuksesan perusahaan lain.

Coba perhatikan, sekarang sudah hampir semua sosial media ternama menggunakan Story, apakah itu Messenger, Instagram, dan terbaru adalah Whatsapp. Ternyata ide itu sudah terlebih dahulu dicetus oleh pesaing mereka serta perusahaan baru Snapchat. Otomatis Messenger, Instagram dan Whatapp adalah perusahaan menang banyak karena mereka punya popularitas pengguna relatif besar.

Kira-kira seperti perbandingannya pengguna Story ketiga sosial media tersebut:
 
Gimana, ada yang pernah mengalami seperti ini?
Sedikit cerita tentang berdirinya perusahaan Snapchat. Awal mulanya berasal dari pemikiran tiga orang anak muda salah satunya Evan Spiegel dan dua orang temannya di Stanford University yaitu Bobby Murphy dan Reggie Brown.


Nama terakhir akhir harus kaki karena ketidakcocokan dengan kedua rekannya saat perusahaan mereka awal mula berkembang pesawat. Awal mulanya pemilihan namanya ialah Picaboo dan kemudian mereka berdua sepakat dengan menggantinya menjadi Snapchat.

Walaupun di awal berdirinya sedikit kesulitan mencari pendanaan, akhir Snapchat berjaya dan jadi aplikasi yang begitu digandrungi oleh para remaja. Kini Snapchat sedang mempersiapkan diri untuk IPO di lantai bursa saham dengan target 3 Miliar USD. Menggiurkan bukan.

Facebook selaku perusahaan raksasa IT besutan Mark Zuckerberg ini melakukan akusisi ke sejumlah perusahaan besar. Sejak awal mulanya berdiri Februari 2004, ada sebanyak 65 perusahaan yang telah berhasil diakusisi dan beberapanya ialah perusahaan ternama.
Sejumlah belanjaan Pesbuk

Siapa yang tak tahu dengan Whatsapp, Instagram dan Oculus VR. Untuk ketiga perusahaan tersebut pihak Facebook harus merogoh kocek sebanyak 22 Miliar dollar.

Secara tak langsung akusisi ini memperkuat lini suatu perusahaan dan kadang juga menyamakan ide. Alhasil kini banyak kesamaan konsep yang ditawarkan dan memperlihatkan sosial media tak punya keunikannya lagi.

Akhir-akhir ini media sosial yang pernah diakusisi oleh Facebook tersebut yaitu Instagram yang berpatok pada layanan photo sharing dan Whatsapp yang berpatok sebagai instant messagging seakan begitu mirip dengan layanan mirip Snapchat yaitu fitur “Story”

Penjiplakan itu membuat sosial media kini tak punya lain perbedaan satu sama lain. Bila dahulu mereka yang suka menulis singkat 140 karakter di Twitter, berbagi foto bisa memilih Instagram, chatting ria ada Whatsapp atau Line, serta yang suka menebar berita hoax dan main game bisa kembali ke Facebook.

Kini perbedaan setiap sosial media tak mencolok lagi. Berbagai alasan mengemuka, mulai dari banyak perusahaan berada di divisi yang sama karena telah diakusisi dan miskin ide. Itu jelas seakan membuat pengguna kecewa karena aplikasi yang ia install tak punya keunikan tersendiri.

Memang setiap sosial media punya segmennya masing-masing, bila semuanya sama untuk apa harus install semuanya?

Anak muda dalam negeri sering menginstal sejumlah aplikasi yang tidak digunakan, selain untuk terlihat eksis dan kekinian. Kebiasaan anak muda kini sangat ingin dirinya bisa membagi sejumlah aktivitas yang terlihat bahagia beragam untuk dilihat pengikutnya, umumnya yang paling eksis menggunakan fitur itu ialah kaum wanita.

Sebagai contoh ini kira-kira gambaran, berikut ini sejumlah data Instagram Story kaum hawa:
Kira-kira isinya begini?

Dapat dilihat bahwa tak hanya di Instagram, di Whatsaap dan juga Snapchat selaku pencetus melakukan hal serupa. Akhirnya saat kita membuka sosial media A, kemudian B yang ada potongan Story yang sama. Ibaratnya hanya memperbanyak dagangan di lapak yang berbeda.

Setiap pengguna sosial media punya penggunanya sesuai segmen yang ia inginkan. Misalnya saja Whatsapp yang terkenal dengan instant Messenging harus punya Story, akibatnya banyak pengguna tak terima inovasi tersebut. Ada baiknya dilakukan penyegaran atau mungkin menambahkan fitur unik yang tidak dimiliki oleh sosial media A namun dimiliki B sebagai ciri khas yang melekat.

Bila perusahaan tersebut mau memikirkan hal tersebut yang pasti sosial media yang dulu punya keunikan tersendiri dan konsep sederhana. Di jamin sosial media bisa kembali mengasyikkan seperti dahulu dan yang pasti tak boros kouta.

Semoga memberikan pencerahan dan salam super!
Share:

Sapa Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Trending Topic

Subscribe Via Email