Selasa, 15 Agustus 2017

Makna Kemerdekaan bagi Anak Muda Kekinian

Warna merah dan putih di setiap sudut jalan dan itu pertanda Hari Kemerdekaan RI sudah dekat. Pengumuman dari setiap rumah diwajibkan memasang bendera di depan rumah dari desa masing-masing makin mempertegas itu semua. Bila ngeyel, siap-siap saja disemprot habis polisi yang rutin berkeliling.

Di zaman saat ini akses terasa begitu mudah, Anda dapat bisa tahu segala aktivitas secara langsung dengan cepat. Bisa secara streaming atau livetweet, dalam sekejap, semua berita yang diinginkan hadir dalam genggaman termasuk berita tentang kemerdekaan.
Share:

Kamis, 10 Agustus 2017

Seberapa Berhargakah Ide?

Seberapa Berhargakah Ide?
Perkembangan ide saat ini begitu cepat itu dibarengi dengan teknologi yang makin memudahkan hajat hidup masyarakat banyak. Perkembangan zaman yang pesat sudah pasti melahirkan inovasi tanpa henti.

Bukan hal yang mengherankan saat perusahaan berbondong-bondong melahirkan produk terbaiknya. Mulai dari yang tahunan hingga setiap Minggunya, itu artinya ide yang menjadi inovasi lahir setiap saat.
Share:

Senin, 31 Juli 2017

Ayo Lengkapi Profil Kerja Melalui Linkedin

Siapa yang belum punya akun Linkedin? silakan ngacung!
Bila Anda belum punya akun Linkedin pasti sebuah kerugian besar, terutama yang mau atau sedang terjun di dunia kerja. Sulitnya mencari pekerjaan saat ini tidak lepas dari kurangnya koneksi terhadap dunia kerja khususnya berbasis online.

Jawaban itu hadir dari konsep yang ditawarkan oleh Linkedin. Apalagi hampir sebahagian besar penggunanya datang dari kalangan profesional. Linkedin sangat layak mempresentasikan diri Anda kepada para klien dan perusahaan sesuai tujuan Anda.
Share:

Jumat, 28 Juli 2017

Pengangguran Menumpuk, Siapa Salah?

Pengangguran jadi momok yang menakutkan, tak usah jauh-jauh karena banyak kerabat kita yang masih menganggur karena belum memiliki pekerjaan tetap. Padahal mereka umumnya berpendidikan tinggi, semua berbanding terbaik dengan jumlah melek pendidikan makin meningkat dan tetap saja angka pengangguran tetap saja tidak turun.

Malah pendidikan tidak menjamin untuk tidak menganggur. Jumlahnya yang makin meningkat dari tahun ke tahun seakan jadi masalah bagi pemerintah. Ibarat bom waktu yang bisa kapan saja meledak andai pemerintah tidak mampu menangani dan para pengangguran mencari solusi atas masalahnya.
Share:

Senin, 17 Juli 2017

Pentingnya Menjaga Keamanan Privasi

Hampir setiap harinya kita berselancar di dunia maya, mulai dari membuka aplikasi Instant Messaging, mengecheck email pemberitahuan, situs berbagi video hingga mencari informasi di berbagai kanal kanal berita. Akses internet yang begitu mudah membuat hampir sebahagian besar generasi millenial menghabiskan waktunya menatap gadget masing-masing.
Share:

Rabu, 05 Juli 2017

Pendapatan Tak Terduga Datangnya dari Rumah

bekerja dari rumah
Kamu sih kerjaannya apa sih?Mengapa asyik ngadem di kamar saja tanpa ke mana-mana, ibarat keong!
Kata-kata yang sering kali teman-teman saya ucapkan saat mencoba membujuk saya keluar dari kamar sembari mengajak ngopi agar tetap waras. Sambil bercakap-cakap ringan dan penuh tawa. Sudah pasti banyak teman dan tetangga bingung dengan apa yang saya lakukan dari rumah. 
Share:

Jumat, 30 Juni 2017

Quora, Aplikasi Penjawab Segala Rasa Penasaran

Malu bertanya sesat di jalan, sudah berani bertanya tapi tak ada yang bisa jawab?

Permasalahan pelik ini sering terjadi saat ini, manusia sering kali haus akan jawaban apalagi pertanyaan yang sering kali terngiang di kepalanya. Opsi yang paling banyak ditawarkan ialah bertanya saja sama Mbah Google atau tanya sama teman yang pintar. 
Share:

Rabu, 21 Juni 2017

Mengapa Sedikit Anak Muda yang Kreatif?

Mengapa Sedikit Anak Muda yang Kreatif?
Seberapa sulitkah menjadi orang kreatif?

Jawabannya tergantung mau apa tidak, menjadi kreatif bukan sesuatu yang sulit dan mustahil. Asalkan mau dan giat dikembangkan kreativitas akan menunjukkan hasil yang signifikan.
Timbul sebuah pertanyaan yang menyeruak ke permukaan, mengapa sedikit anak muda kreatif saat ini?
Sedikit bercerita, saat kita masih di usia anak-anak pasti akrab dengan hobi tertentu. Dengan hobi tertentu membuat kita kreatif, misalnya saja suka mewarnai dan secara tak langsung sang anak akan memadukan setiap warna untuk hasil akhir yang menakjubkan.

Namun pada usia tertentu banyak dari anak muda yang kreativitasnya menghilang atau pudar, alasan mendasar karena tidak pernah lagi berkecimpung di bidang tersebut. Malah sebagian hobi yang digeluti saat masih kecil atau muda tidak menjamin lebih. Kreativitas dianggap buang-buang waktu saja.

Kreatif sangat identik dengan menghasilkan ide sendiri, walaupun kurang menarik namun ia mampu memiliki daya cipta bagi yang giat memperjuangkan. Proses berlanjut hingga menghasilkan karya orisinal bisa disebut dengan kreativitas. Di negeri kita sendiri, kreativitas masih dianggap sebelah mata, karena nilai akademisi salah satu patokan ia berhasil ke depan.

Bukan sesuatu yang mengejutkan bahwa banyak orang pintar, bisa secara akademisi dan prestasi. Namun sering kali mereka yang sekolah tinggi-tinggi hanya mengandalkan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah atau perguruan tinggi. Padahal hidup tak harus mengandalkan kepintaran semata, harus ada bumbu-bumbu kreatif di dalamnya.

Stigma masyarakat masih menganggap yang punya prestasi cemerlang adalah orang hebat, makanya begitu banyak orang yang menginginkan anaknya untuk hebat di urusan akademisi dan kemudian diterima bekerja instansi pemerintah atau perusahaan ternama.

Usia muda yang lekat dengan kreativitas
Ide kreatif yang banyak lahir saat usia produktif (muda) seakan banyak yang meredup. Bisa karena tidak ada kejelasan dan wadah menampung ide tersebut, bisa juga karena ide kreatif sering tidak menjanjikan masa depan yang jelas.

Begitu banyak anak muda yang mencapai masa mudanya dengan hal-hal kreatif. Saat tanggung jawab belum begitu banyak dan masih bergantung dengan orang tua. Namun semua itu seakan hilang begitu saja saat beranjak dewasa.

Makanya jangan heran kreativitas atau skill yang dimiliki saat kecil tak pernah dikembangkan lagi. Akibatnya saat masuk ke dunia kerja akan hilang begitu banyak orang yang harus merelakan kreativitas dan hobi masa kecilnya untuk pekerjaan yang tidak ia sukai.

Sebagai contoh kita diajarkan dengan pikiran kotak dan seluruhnya kotak, padahal penerima kerja mencari yang berpikiran bulat. Akibatnya semua pelamar tidak diterima karena spesifikasi yang semuanya sama.

Cara untuk kreatif salah satunya mengasah kemampuan yang telah ada dan jangan ragu dengan yang telah dipelajari sebelumnya. Mengembangkan minat yang disukai dan secara tak langsung minat dan bakat yang telah ada tersebut mampu membuat anda memiliki pribadi yang kreatif.

Bagaimana proses menjadi kreatif?
Menjadi pribadi yang kreatif tidak hanya bermodal bakat, banyak yang hanya mengandalkan bakat saat kecil akan tergerus perlahan demi perlahan bakatnya. Paling dibutuhkan untuk melahirkan pribadi kreatif datangnya dari dalam diri, cara paling sederhana dengan membiasakan.

Sebagai contoh sederhana yaitu penulis dari hasil menghasilkan karya, ada proses gabungan menulis dan membaca dan mengaktualisasikan setiap imajinasinya. Apalagi ide kreatif sangat erat dengan plagisasi apalagi pencurian ide sering terjadi. Untuk menghindari diri dari plagisasi ada beberapa proses kreatif tahap menjadi kreatif dan inovatif sepenuhnya.

Bagi para pemula, terinspirasi dari orang lain ialah sebuah kewajaran. Misalnya saja ingin jadi seorang penulis besar, metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) bisa dicoba untuk awal mulanya. Setelah mendapatkan gaya bahasa sendiri kita dapat dengan sendirinya mandiri serta kreatif dan harus diingat semua butuh proses.

Saat ini sangat sulit menemukan hal yang baru, namun memadukan sesuatu yang lama dengan yang ngehits kini. Sesuatu yang telah ditemukan tempo dahulu mampu disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Misalnya saja kendaraan dengan aplikasi berbasis online sehingga bisa melahirkan ide Startup ojek online. Ingin menjual sesuatu tapi tidak memiliki toko, dengan internet mampu diakali dengan menghasilkan toko online. 

Kreatif dan inovatif sepaket, hasil dari ide kreatif mampu mengusung visi yang inovatif. Nantinya proses pembiasaan diri untuk kreatif barulah menghasilkan hal-hal inovatif.

Ada beberapa cara yang bisa membuat anda kreatif dan mungkin cara ini bisa dicoba, apa sajakah itu, berikut ulasannya:

Menulis setiap planning, Ide itu ibarat unta hewan tunggang yang sedang di parkir, andai dalam sekejap ditinggalkan tanpa ditambatkan. Akan banyak gagasan dan opini yang lahir bisa dituangkan. Tak harus dituangkan di sosial media namun cukup sebagai catatan kecil sebagai pengingat sebelum implementasi dan dipertimbangkan nantinya.

Secara tak langsung otak yang sudah penuh dengan ide akan kembali segar. Akan lahir ide-ide kreatif lainnya. Selain itu membuat planning membuat anda teratur dalam mengeksekusi pekerjaan yang tertunda. Dengan jadwal yang telah ditentukan jauh-jauh hari, maka otak akan terrencana untuk melibas tugas sebelum waktunya lewat.

Rasa ingin tahu, menjadi kreatif membuat secara tak langsung diri ingin tahu lebih yang sedang dipelajari. Tak hanya itu saja, sejumlah ilmu baru bisa saja datang, karena untuk menunjang bidang kreatif yang sedang dipelajari.

Secara tak langsung menjadi kreatif mampu mengasah berbagai kemampuan lainnya. Makanya jangan heran mereka yang menyukai sesuatu yang mewujudkan ide kreatif dan inovatif  sangat harus rasa ingin tahu.

Keluar dari zona nyaman, hampir semua orang kreatif berhasil mengembangkan idenya setelah keluar dari zona nyamannya. Sering kali zona nyaman membuat kita tidak terlalu berani menantang diri sendiri melebihi kapasitasnya, akibatnya hanya terkungkung seperti itu dalam waktu lama.

Tak usah takut keluar dari zona nyaman, karena dengan begitu anda akan belajar banyak dan survive. Segala masalah juga mampu terpecahkan, jadi tunggu apalagi.

Mengubah orientasi, mengubah pola pikir ialah landasan dasar buat jadi orang kreatif. Sering kali dari kita menganggap kerja di kantoran adalah salah satu opsi pekerjaan. Orientasi itu seakan membuat buntu pikiran sejumlah anak muda terutama lulusan sarjana yang bingung mengadukan nasibnya ke mana.

Salah satunya ialah berpikir kreatif atau membuka peluang yang menjanjikan, begitu banyak peluang kerja atau bahkan mengembangkan kreativitas tanpa harus duduk manis di kantor dengan pakaian rapi.

Mempelajari ilmu baru, hampir sama dengan mendapatkan dengan rasa ingin tahu yang besar. Segala telah dijalani bukan berarti menutup pintu untuk ilmu yang lain, tapi disadari dari belajar ilmu baru mampu melawan rasa jenuh dan juga ilmu baru jadi salah satu jembatan penghubung antara yang sedang digeluti dengan yang sedang dipelajari.

Tidak berhenti belajar, sering kali saat berada di atas kita berhenti belajar. Bisa karena telah menganggap diri telah mumpuni di bidang, namun nyatanya banyak hal lain yang luput atau tidak sempat dipelajari.

Proses kreatif pasti tak mengenal kata berhenti di tengah jalan, ia harus memadukan dengan inovasi dan terobosan baru. Andai tidak, karyanya akan disaingi atau bahkan ditinggal oleh pelanggan.

Belajar dari kegagalan, sering kali kegagalan jadi alasan untuk berhenti melangkah. Ada rasa menyesal dan malu atas setiap kegagalan yang menimpa. Padahal orang kreatif seakan mendapatkan ilham saat gagal, mereka akan mencoba cara lain agar bisa berhasil.

Nah... jangan patah arang hanya karena gagal, ibarat proses menghabiskan kouta gagal dan mencapai proses berhasil. Lebih baik gagal setelah mencoba dibandingkan penasaran seumur hidup karena takut mencoba.

Menyisihkan waktu Me time, ini sangat penting apalagi me time dianggap waktu paling tepat mengevaluasi diri sendiri. Ibarat mengisi kembali daya energi yang terkuras habis, salah satu cara me time ialah dengan berlibur atau melepaskan penat yang membebat di kepala.

Seakan dengan me time anda akan kembali ke performa optimal dan ide-ide segar akan kembali lahir. Ibarat istilah kerja keras dan liburan serta me time sampai lemas.

Berbeda untuk yang terbaik, sering kali orang yang berbeda dengan lingkungannya, tujuannya untuk mengalihkan perhatian orang lain. Namun berbeda di ini yaitu memberikan sesuatu warna baru, salah satunya berbalut kreativitas dan inovasi di dalamnya.

Punya target yang jelas, pekerjaan di bidang kreatif punya target yang jelas apa yang dilakukan hari ini, esok dan seterusnya. Semua pekerjaan memang erat dengan target, namun mereka yang terjun langsung di bidang kreatif akan harus siap melawan arus perubahan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Membiasakan diri, permasalahan utama mengapa sulit sekali berpikir kreatif ialah sedikit atau kurangnya kemampuan berpikir kreatif. Apalagi kreatif itu butuh proses, salah satunya melalui pembiasaan dan pengulangan setiap harinya.

Perbedaan yang paling mendasar dari orang yang kreatif dan tak kreatif hanya didasari satu hal yaitu kebiasaan melatih otak dan jiwa raganya melakukan hal kreatif. Secara tak langsung akan muncul ide kreatif yang datang.

Sebagai contoh ialah membiasakan menulis kreatif, dengan latihan dan pembiasaan menulis setiap harinya maka dengan mudah ide datang. Selain itu tulisan yang ditulis makin kreatif dari waktu ke waktu.

Membiasakan bangun pagi, waktu pagi ialah waktu yang paling tepat memulai berpikir kreatif. Suasana yang masih segar dan pikiran yang masih sangat jernih mampu menjamin ide mengalir lancar.

Namun itu harus didukung dengan tidur di awal waktu, bukan saat larut malam. Sering kali generasi millenial saat ini tidur larut malam karena bergumul di waktu yang relatif lama dengan gadgetnya. Alhasil waktu tidur terganggu dan insomnia datang, akibatnya bangun pun kesiangan.

Selain tidak semangat lagi, bangun kesiangan mampu memangkas waktu pagi anda. Makanya jangan heran bahwa mereka yang bangun kesiangan kehilangan banyak ide kreatif dan hal baik yang bisa dilakukan.

Jadi sebaiknya kebiasaan buruk itu telah bisa anda hilangkan perlahan-lahan, salah satu caranya ialah menjauhkan gadget di waktu tidur. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas dan keesokan harinya bangun dengan badan serta pikiran segar.

Itulah sejumlah cara itu menjadi pribadi yang kreatif dan dari saat ini bisa dibiasakan. Jangan khawatir sebelum anda mencoba. Bagaimana, tertarik untuk dicoba?
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis