Selasa, 26 Juli 2016

Kondangan dan Sejuta Gengsi


Musim nikah pasca lebaran menjamur di mana-mana, itu dibuktikan oleh banyaknya daftar antre menikah terutama di Bulan Syawal. Salah satu tajuk di media Aceh mengungkapkan pelaksanaan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman sampai akhir tahun sudah terisi penuh. Bagi yang mau menikah dalam waktu dekat di situ harus gigit jari atau harus booking jauh-jauh hari. Ingin ngga ada antre menikah, lebih baik langsungkan saja di  KUA emang nikah sama janda terus gratis.

Meningkatnya rasio jumlah pernikahan berbanding lurus dengan setiap akhir pekan dilangsungkannya acara kondangan (walimah). Selain identik dengan tanggal libur bagi pegawai kantoran, para tamu undangan dari luar kota maupun dalam kota yang bekerja ngga terganggu dalam menghadiri undangan. Kesan lebih khidmat, terlibat di banyak acara, dan dapat menghabiskan hidangan tanpa takut telat masuk kantor.

Hari kondangan jadi waktu yang tepat memanjakan diri dengan makan enak. Apalagi menu rumah ngga begitu menggugah selera, khususnya kamu yang ngga dapat undangan dapat undangan pergi kondangan. Setiap para undangan punya makna tersendiri yang beda satu sama lain saat pergi kondangan. Dari pergi ke acara nikahan mantan, teman, keluarga, tetangga hingga menjadi  “tamu gelap”

Di kondangan sering dijumpai “tamu gelap” pergi tanpa diundang. Kenal siapa yang melangsungkan pernikahan, saat melihat daftar papan bunga yang berderet di luar tempat pesta. Apalagi acara yang dilangsungkan begitu meriah, sulit mendeteksi “tamu gelap” melancarkan aksinya. Saat ada kondangan dengan berjejer papan bunga, akses jalan menuju lokasi kondangan yang sedikit macet serta banyak kendaraan parkir, terbesit dalam hati tamu gelap. Pasti ini kondangan, lumayan buat mengajal perut ujar si “tamu gelap”.

Bermodal kostum rapi dan bersih khusus dipersiapkan untuk kondangan. Langsung deh segera menyelinap ke tempat kondangan sambil ngasih amplop isi Zonk (read: kosong) atau isinya duit goceng. Makannya ngga tanggung-tanggung, cukup buat persediaan makan enak tiap akhir pekan. * Wah fenomena parah*

Kini pesta pernikahan banyak yang dilangsungkan di gedung, Apalagi gengsi tinggi layaknya syarat pengadaan nominal mahar, ingin konsep pernikahan yang WAH, dan memudahkan tamu undangan. Pada sisi lain, pelaksanaan pesta di rumah lebih irit biaya akan tetapi banyak pihak yang direpotkan kecuali pesan katering. Tak lupa pula harus menutup atau mengganggu ruas jalan. Andai rumah pelaksana kondangan agak susah dijangkau, risiko lainnya banyak undangan yang kesasar.. acara selesai tamunya baru tiba. #Nasib

Sebenarnya nikah itu murah, yang mahal gengsi. Apalagi gengsi setinggi awan kiton

Tempat yang paling afdal saat kondangan yakni lokasi menuju Prasmana terdekat. Saat pergi kondangan sebaiknya ngga datang di akhir waktu, karena kamu hanya mendapatkan nasi serta kuahnya. Masakan utama sudah masuk ke perut undangan yang datang duluan, nyesek bukan!. Sudah datang jauh-jauh malah dapat nasi serta kuah sisa daging, serpihan kerupuk, dan lengkuas yang pura-pura nyamar jadi daging.

Walaupun pihak yang melangsungkan pernikahan ngga bisa disalahkan, karena datang telat selalu merugikan. Nah.. ada baiknya saat kondangan kebiasaan ngaret (telat) bisa dihilangkan. Datang sendiri atau sama teman ngga masalah yang penting bisa makan, mumpung ada kondangan. Foto bareng dengan pasangan yang melangsungkan pernikahan urusan belakangan yang penting pastikan perut terisi kenyang dahulu apabila datang telat.

Begitu sering ditemui saat acara, para undangan yang mengambil makanan atas dasar nafsu. Makanan menggunung tapi tak berapa lama kemudian hanya dimakan separuh saja. Hmmm... sungguh mubazir, saat undangan lain tak kebagian. Pasti pihak kebersihan acara pernikahan sedikit berkerut hati dan bermuka masam melihat perilaku ini. Di saat banyak manusia lain di luar sana yang tidak bisa makan enak, namun di kondangan ada yang tega makan tapi dibuang-buang percuma. Ada baiknya berpikir sebelum mengambil. Cukup ngga berarti banyak namun seperlunya.

Paling sedih saat ngambil makan di prasmana adalah, ternyata ada yang ngambil lebih banyak dan mau ngambil lagi malah ngga enak 
                                                                                                                  
Perempuan telah ranum usianya saat mendengar pernikahan bergejolak jiwanya apalagi yang menikah adalah teman dekatnya. Batin serasa gundah gulana tapi bahagia bila temannya merajut mimpi dalam tali suci pernikahan. Nah.. makna kondangan juga berbeda nyata antara cewek dan cowok baik dari segala segi. Oleh karena itu, penulis yang  telah melakukan riset mendalam hal-hal yang terjadi di tempat kondangan apakah itu, cekidot:

Cowok makan porsi “kuli” siasat perang ini dilancarkan dengan pengkaburan menu, lauk-pauk dikubur di bawah tumpukan nasi, agar tak terlihat begitu mencolok kebanyakan ngambil menu. Sedangkan kaum wanita terlihat agak malu-malu ngambil banyak bila dilihat Kaum Adam, tapi bila sudah sepi malah ngga kalah banyak dan terus-menerus nambah makan.

Persoalan pelik yang sering terjadi saat kondangan saat sudah capek dandan malah ada baju yang motif dan corak warna hampir sama. Itu adalah petaka besar bagi wanita dan kaum lelaki ngga terlalu mempermasalahkan baju yang sama, toh baju yang pakai sedang naik daun. Bagi kaum cowok diciptakan sederhana dalam berpakaian santai tapi ngena. Setelan baju batik atau baju kemeja panjang atau pendek dipadukan celana kain atau celana Jeans serta sepatu.

Persoalan begituan sulit diterapkan pada kebiasaan wanita, pandangan kondangan bagi wanita sedikit berbeda. Mereka menganggap kondangan adalah tempatnya terlihat berbeda, cantik, dan dipandang oleh banyak orang. Banyak agenda yang ingin kaum wanita tak mau lewatkan seperti perginya rame-rame dengan para sahabat, foto-foto dengan pasangan pengantin. Sebelum pergi kondangan dengan teman-teman, mereka sudah janjian terlebih dahulu biar ngga ada yang pakai baju sama atau janjian pake baju yang sama serempak.

Kini konsep kondangan banyak yang menyediakan lokasi Photoboth Weeding terutama sangat bermanfaat sebagai lokasi Photogenic tamu undangan. Sekalian bisa pamer baju baru kondangan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan diupload di sosmed. Ingat jangan potong antre-an, semua kebagian foto-foto kok.

Hal unik lain yakni setelah acara kondangan, bagi wanita yang belum menikah yang terngiang di kepala mereka masing-masing terbayang akan konsep pernikahan kelak. Setiba di rumah terbayang mau konsep begini atau begitu.

Ahh... lucunya konsepnya!!!Wah... kesan konsep nikahan minggu kemarin Gothic RomanticAaakk!!... konsep nikahan yang tadi sederhana namun keliatan mewah

Setiap kondangan sering menghadirkan lantunan instrumen musik biar suasana lebih hidup. Lagu-lagu pilihan berupa rekaman atau ada penyanyi bayar kondangan. Permasalahannya adalah  sesi sumbangan lagu dari tamu undangan. Selalu saja ada orang tua nekat dan lagu yang ia bawakan lawas banget, mungkin nge-Hits saat Firaun masih ABG. Dan itu keliatan aneh banget, kadang saya berpikir di masa tua kelak bila diminta kesediaan menyanyikan sebuah tembang dan nekat naik ke atas panggung, saat saya menyanyikan tembang itu terliat lawas dan anak muda di masa depan menertawainya. Bukan karena tembangnya tapi karena orang yang nyanyinya bikin hidangan jadi ngga enak dan para undangan telinganya kesakitan.

Di saat kondangan tak ada lagi istilah lagi mentingin hati, apakah karena ditinggal nikah, belum sempat memiliki tapi sudah kehilangan hingga nyesek pujaan hati diambil yang lebih cepat bergerilya.
Saat kondangan adalah pentingin perut, ngapain pentingin hati. Noh.. perut yang keroncongan itu yang dipentingin lebih dahulu

Bagi yang melangsungkan pernikahan, hari pesta pernikahan adalah hari yang melelahkan apalagi tamu undangannya banyak dan dari sekian banyak mungkin hanya sebagian yang dikenal. Yang lain datang tak diundang sekalian buat makan gratis. Kebayang ngga seharian berdiri, menyalami tamu tak diundang undang dan senyum saat diminta foto bareng. Tetapi ngga apa-apa asal dengan pasangan rasa capek sirna.

Makna kondangan bagi hati-hati yang patah, terluka, dan tertinggal. Dengan sedikit mata sembab dan jiwa yang merasa tertinggal. Kaum yang paling banyak ditinggal “nikah” adalah Kaum Adam serta paling teguh akibat banyak ditinggalkan. Karena mengikhlaskan lebih baik dan urusan hati harus dilupakan sejenak, pikiran urusan perut dan jarak yang di tempuh ke tempat acara. Hari kondangan bukan semata hari kebahagiaan kedua mempelai tapi kebahagiaan semua tamu pula undangan tanpa terkecuali.

Apa saja pengalaman absurb kalian saat kondangan, mari share di kolom komentar, Ciao!!!
Share:

2 komentar:

  1. Bagus ya tulisannya ada semacam hidangan pengantar, hidangan utama dan penutup. Penyajiannya buagus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sarannya mas, :D Yang paling bahaya di waktu kondangan adalah tamu gelap dan tamu yang datang telat #Tips

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis