Sunday, June 19, 2016

Dilema Saat (Bukber)

 Dilema (bukber)
Trafik aktivitas di grup chat meningkat jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba, hampir semua anggota chat banyak membahas wacana yang sama:
Bukber yokk!!Kapan nih rencananya?
Sebenarnya sih Apa itu bukber?
Bukber adalah sebutan buka bareng, ada juga yang menyebutkan dengan sebutan lain yaitu bubar. Istilah yang telah ada sejak zaman Mesir kuno lama dan dianggap wajib dilaksanakan saat Bulan Ramadhan telah tiba, tergantung janjinya kapan dan di mana. Setelah lama tak menyapa, lama tak saling ejek dan lama tak saling pamer. Itulah kenapa bukber jadi ajang yang sangat pas momentnya buat semua kegiatan itu terlaksana.
Bukber = Reunian, bukan semata-mata ajang pamer pada teman lama
Sebenarnya bukber kewajiban atau cuma ajang pamer?
Bukber kini lebih banyak yang ingin menampilkan kesuksesannya biar para temannya iri hati dan dengki semangat sehingga terpacu bisa meraih sukses sama seperti dirinya. Di awali dengan memamerkan hal baru yang temannya belum pernah liat, misalnya tunggangan baru, gadget baru, kostum baru, karier yang melejit hingga cita-cita yang kesampaian. Jelas-jelas ada yang langsung ngalah dan ada yang balas pamer-pamer, niat bukber tapi sudah seperti showroom. Semoga bukber kalian ngga ada yang beginian ya!
Di grup chat banyak yang merencanakan bukber jauh-jauh hari, akan tapi hanya sebatas wacana belaka. Bila terwujud sangat layak diapresiasikan
Tujuan bukber jadi ajang mempererat silaturahmi yang sedikit merenggang bukan pamer-pameran. Walaupun sering chatting di dunia maya rasanya beda banget saat berinteraksi langsung di dunia nyata. Lebih akrab dan lebih banyak yang dibahas tanpa ada kesan yang ditutupi, maka sejenak jangan sibuk menunduk sambil plototin gadget sendiri.
Ingatlah!!! jangan sampai keseruan bukber hilang karena sibuk menunduk sambil plototin gadgetnya masing-masing, karena bukber itu moment langka nan kaya makna.
Di awal puasa, berbuka lebih diutamakan sekali berbuka dengan di rumah (read: keluarga). Jelang pertengahan Bulan Ramadhan saatnya undangan dan ajakan berbuka membanjiri grup chat dan sms konfirmasi untuk turut serta. Apakah undangan yang cuma datang, makan, dan pulang. Apakah undangan berbuka yang paling penting kedatangan serta donasinya dan apakah undangan masalah kehadiran belakangan tapi dana nomor satu. *Jadi Pusing*

Sebenarnya bukber mampu bikin kantong cekak padahal makan di rumah dan masjid bisa makan malah gratis. Bukber ada banyak ragamnya, dari alumni sekolahan (SD, SMP, SMA, kampus, hingga TK). Lingkup lain yang lebih majemuk misalnya organisasi, komunitas, kantoran, dan teman se-genk. Bila dirunut kembali, ngga cukup sebulan buat ikutan bukber. Apakah karena banyaknya reunian, benturan jadwal hingga masalah pelik lain seperti ngga ada duit (read: bokek).
Yang ngajak bukber banyak tapi isi di dalam dompet juga ngga banyak
Kebanyakan undangan berbuka peserta yang ikut harus membayar uang berbuka tergantung biaya yang ditentukan panitia dan kita cuma datang, ngoceh-ngoceh dan pulang. Bukber seperti organisasi dan kantoran berupa undangan khusus biasa menggratiskan para undangannya tapi selain dari itu jelas-jelas bayarlah.

Bahkan kamu yang terlihat sudah tajir padahal hanya pencitraan media sosial saja, langsung deh diminta kesediaan sebagai donatur. Kan jadi ngga enak bila nolak sekalian buat mempertahankan ideologi gengsi tinggi. Ujung-ujungnya malah tekor, aduh sial padahal uang gaji bulan ini ujar dalam hati.

Saat puasa datang, hal yang paling utama adalah hari pertama buka puasa harus dilakukan oleh rumah sisanya di luar. Selain salah satu bentuk seremonial, berbuka di rumah dikarenakan banyak dari tempat makan yang tutup. Solusi terbaik adalah makan di rumah tanpa sungkan-sungkan makan sepuasnya. Masakan ibu kita selalu dirindukan dan yang pasti gratis.

Di kegiatan bukber selalu ada teman yang dijadikan sebagai panitia acara. Nah dalam bukber dengan teman biasa terbagi dalam berbagai orang. Tipe pertama biasa sibuk banget saat sebelum bukber terlaksana, diawali menentukan hari, tempat bukber, konfirmasi teman-teman sampai yang rela datang paling cepat dan pulang paling akhir. Apakah karena dia punya jiwa kepemimpinan mengatur para koleganya, karena dia tanpa sungkan-sungkan minta duit anggota bukber supaya dikumpulkan secepatnya atau karena dia bego (read: gampang dibodoh-bodohin) hingga rela jadi panitia.

Tipe kedua tipe teman IYA-IN aja, apapun itu yang penting aku ikut dan di manapun tempatnya dan apapun makanannya yang penting ikut. Dan tipe yang beginian gampang banget diminta kesediaan waktu dan yang paling penting dananya jangan lupa. Hehe.

Tipe terakhir dan cukup nyeselin yakni yang paling susah dihubungi dan ngga ada kabar. Saat hari H malah ikutan. Duh nyusahin, dan sengaja lagi datang telat biar lengkap ngga bayar, sungguh tindakan yang merugikan banyak pihak.

Kembali lagi ke makna bukber, sebelum pelaksanaan bukber pasti ada siklus pra bukber. Apa sajakah siklus pra bukber, kira-kira seperti ini:
Siklus Pra bukber : Menggodok wacana bukber > Semua sepakat > ada titik temu > Eksekusi hari Bukber
Siklus pra bukber pertama adalah menggodok wacana kapan bukber, ini adalah tahapan yang paling sulit dan menantang. Bukber itu yang paling sulit itu menentukan banyak pikiran serta aspirasi anggota dan waktu dari semua anggota yang ikutan bukber. Jangan sampai tanggalnya klop, Ramadhan telah usai. Yang terpenting sih komunikasi.

Kesepakatan final bukber didapatkan setelah semua anggota tidak ada lagi yang beralasan karena terbentur jadwal lain, sibuk, melahirkan, hingga bokek. Dengan ada titik temu langsung dieksekusi di hari H, siapa saja yang bersedia membantu. Ada baiknya saling membantu menyukseskan bukber, misalnya kaum wanita yang kerja dan kamu lelaki yang ongkang-ongkang kaki. *Dikeplak*

Nah setelah tahap tadi berhasil, maka tibalah acara yang ditunggu-tunggu yakni bukber. Menurut riset yang gue lakukan bersama tim handal dari anak-anak TK Perwanida (gilee riset segala) ternyata bukber punya siklus serta tahapan yang harus ditaati dan seiring perkembangan zaman bisa berubah. Apa sajakah itu?
Siklus bukber: Datang > Ngoceh-ngoceh > Berbuka > Foto-foto > Pulang
Siklus dari bukber pertama adalah datang, banyak dari peserta bukber yang sengaja datang ngaret. Bisa karena mau ngabuburit dulu, takuut terjebak macet, hingga ngga mau terlibat bantu-bantu panitia. Siklus selanjutnya adalah ngoceh (read: basa-basi), karena sudah lama ngga ketemuan maka basa-basi adalah cara yang paling optimal dengan teman lama sambil menunggu waktu berbuka. Topiknya beragam bisa tentang kesuksesan kini, kekonyolan dulu hingga curcol sekalipun secara face to face rasanya lega banget semua bisa tercurahkan.

Kegiatan utama adalah bukber, setelah ngumpulin dana tapi ngga makan itu terasa hambar banget. Walaupun ada yang kurang di sana-sini, tapi kebersamaan membuat kekurangan itu tidak terlihat. Berdesak-desakan, pengapnya ruangan, hambar dan asinnya makanan tak jadi massalah. Esensi nikmatnya kebersamaan memudarkan keraguan itu.

Setelah bukber selesai selalu ada sesi foto-foto tanpa terkecuali. Sesi ini kewajiban sebagai bentuk lain dari basa-basi. Bagi kaum wanita, hadiah dari bukber adalah foto-foto sebanyak-banyaknya hingga memori penuh. Kesempatan langka dan kapan lagi biar bisa di-share sebanyak-banyaknya dalam tempo waktu yang ngga ditentukan.

Terakhir adalah yang paling ngga enak adalah pulang, beres-beres selesai saatnya pulang. Namun semakin seru bukber maka semakin lama pulang karena rindu yang bersua membuat waktu ngumpul beginian jadi moment langka. Asalkan jangan terganggu oleh pamer dan gadget masing-masing. Di jamin rela lama-lamain pulang. 

Capek ngobrol dan senda gurau bikin bukber terasa menyenangkan. Ada nilai-nilai reunian yang wajib dipertahankan dan terus dilestarikan dari masa ke masa. Akan begitu indah bila setiap Ramadhan selalu ada reunian sambil memperkuat ukhwah persaudaraan yang sedikit renggang tergerus waktu. Terpenting salat yang ketinggalan karena bukber sering membuat banyak kewajiban utama terabaikan.

Ini pengalaman bukber penulis, gimana pengalaman bukber kalian?
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer