Senin, 15 Mei 2017

Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Malware?

Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?
Kejahatan cyber saat ini sudah terjadi setiap saat dan jadi masalah serius hingga pemerintah harus turun tangan. Kejahatan tersebut semakin sering terjadi dan target yang dicari kini tak pandang buluh.

Sudah pasti banyak yang merasa was-was andai diretas, dikirim sejumlah malware berbahaya yang mengenskrip semua data yang ada. Pelaku meminta mulai dari tebusan, menghapus atau ancaman menyebarkan data hingga aksi lain rela dilakukan pelakunya.

Jelas cara ini sangat berbahaya apalagi yang setiap harinya bersinggungan dengan internet. Beragam alasan jadi tujuan sejumlah peretas melakukan aksinya. Mulai dari level kecil-kecil misalnya ngehack Facebook mantan, Wi-fi umum hingga meretas situs serta sistem keamanan perusahaan terkemuka.
Cara-cara ini jadi alasan kuat mengapa peretas ingin memperlihatkan eksistensi dirinya melalui aksi cyber crime. Sebenarnya alasan kuat apa saja yang mendorong seseorang atau kelompok melakukan peretasan, berikut ini ulasannya cekidot:

Menguji kemampuan, Setelah berlatihan cukup lama dengan menjadi berbagai trial dan error berkali-kali membuat calon hacker muda gatal mencoba seberapa besar kemampuannya. Untuk itu ia mencoba mengaplikasi kemampuannya dengan mencari target.

Ibarat memancing, semua diawali dengan menangkap ikan yang kecil terlebih dahulu sebelum melangkah ke menangkap ikan yang lebih besar. Caranya dengan mulai meretas situs-situs kecil yang punya keamanan rendah. Selain itu membuat virus-virus sederhana yang bisa menginfeksi perangkat orang lain.

Barulah andai dirasa telah memiliki kemampuan yang mumpuni, saat itulah kemampuan sebenarnya diuji. Para hacker mencari target yang ingin ia coba taklukan sesuai ilmunya, mulai dari meretas situs atau bahkan mengirim malware.

Namun tidak selamanya hacker harus meretas dan mengirim malware, namun ada juga situs yang memberikan reward atas kemampuannya. Cara ini terbukti baik dibandingkan merusak situs umum yang merugikan banyak orang.

Menyampaikan pesan, Sejumlah peretas kini punya tujuan yang tidak selamanya uang sebagai tebusan dari aksi mereka. Salah satunya adalah dengan menyampaikan pesan terhadap apa yang telah berhasil ia retas.

Cara ini bertujuan bahwa aksi mereka membobol situs pertahanan telah berhasil. Sejumlah pesan sering sekali ditinggalkan, mulai dari kemampuan dari kelompok mereka hingga keluhan masyarakat.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?
salah satu aksi peretas pada perusahaan terkemuka

Pesan yang disampaikan sering menjadi bukti kuat bahwa situs dari perusahaan terkait telah menyalahi aturan hingga para peretas merasa terpanggil untuk turun tangan melakukan aksinya sendiri. Para hacker yang punya tujuan mulia mengambil tindakan yang bisa mereka lakukan dengan sejumlah pesan yang tertulis di laman situs tersebut.

Mencari keuntungan, kebanyakan kejahatan cyber yang terjadi saat ini sering dilancarkan dengan merugikan korban. Mulai dari pencurian data berharga, menyebarkan malware hingga pemerasan korban.

Pelaku meminta iming-iming bayaran yang begitu besar terhadap korbannya khususnya dalam kasus enskrip data berharga. Para korban harus menebus untuk bisa mendapatkan kembali data yang telah terenskrip dengan bayaran yang ditentukan.

Para cyber crime yang semakin pintar juga meminta bayaran dengan menggunakan mata uang Bitcoin. Cara ini dilakukan karena pembayaran via Bitcoin karena tidak mampu dilacak terkecuali melalui alamat IP yang digunakan.

Itu karena pembayaran dari Bitcoin yang menggunakan sistem desentralisasi, yaitu tak ada yang mengatur dan mengawasinya sehingga tidak tahu ke mana larinya uang tebusan tersebut berada karena tidak mampu dilacak.

Membuat kehebohan, aksi peretas atau penyebaran malware sering kali membuat kehebohan di dunia internet. Aksinya yang cepat dan tidak diduga dalam meretas situs dan menginfeksikan sejumlah target dalam waktu singkat.

Aksi ini sudah pasti mengundang begitu banyak netizen, apalagi situs besar yang berhasil diretas. Selain sistem yang harus padam, aksi tersebut pasti mengundang atensi besar netizen dan media.

Jelas-jelas jadi kehebohan besar, apalagi situs tersebut punya sistem keamanan yang sangat tinggi dan punya nilai berharga di masyarakat. Secara prestasi, si hacker telah berhasil membuat kehebohan di mana-mana atas kemampuannya.

Sistem operasi dan tingkat keamanan jadi pengaruh
Semakin banyak suatu sistem operasi digunakan makin rentan diretas apalagi dengan jumlahnya yang sangat banyak makin besar. Para peretas menargetkan sejumlah target penyerangan sebagai bukti mereka masih eksis dan melihat kelemahan sistem yang dimiliki.

Apalagi operasional sistem yang paling banyak digunakan sering jadi target utama salah satunya karena banyak pengguna yang bisa dimanfaatkan.

Bagaimana agar situs anda tidak rentan dibobol dan malware?
Banyak cara yang dapat ditempuh untuk bisa terhindar dari sejumlah aksi berbahaya tersebut, berikut ini cara yang dapat anda coba:

Memperbaiki celah (bug), setiap celah keamanan sering kali dimanfaatkan dalam pelaku tak bertanggung jawab. Mulai dari meretas dan bahkan hingga menyusupi dengan sejumlah malware berbahaya.

Cara terbaik ialah dengan memperbaharui patch, dari sistem keamanan di PC atau Laptop kalian, khusus untuk perangkat PC sering sekali sistem operasi melakukan pembaharuan. Ini perlu dilakukan mengingat begitu banyak cara yang bisa disusupi dalam mencuri data seseorang.

Untuk situs ternama, mereka harus memiliki Information Security Management System (ISMS) sesuai dengan standar ISO 27000 dan NIST SP 800.  Perusahaan juga harus membentuk tim khusus dalam menangani masalah keamanan khususnya serangan cyber akhir-akhir ini.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Malware?
Proses dari penanganan dari aksi peretasan
Mulai dari proses perencanaan, pendeteksian, assessment serta pengambilan keputusan, tanggap masalah dan penanganan serangan. Dengan begitu serangan cyber bisa diminimalisir dan tidak merugikan situs dari perusahaan terkait.

Rutin update anti virus, sering kali banyak pengguna yang mengabaikan anti virus untuk pertahanan tambahan dari data mereka. Padahal cara tersebut sangat jitu dalam membantu khusus dari serangan berbagai malware dan virus pengganggu.

Alasan malas melakukan update kadang jadi petaka terutama saat serang malware yang membabi-buta akhir-akhir ini. Setiap update anti virus susah memiliki pengakal tertentu dalam mengantisipasi setiap serang yang dilakukan. Nah... bila jarang update bisa saja virus menyerang perangkat anda dan berisiko data anda terinfeksi oleh virus.
anti virus kenamaan saat ini
Jelas-jelas sangat merugikan andai saja semua data anda hilang atau tidak bisa dibuka lagi karena anda malas update anti virus. Sebaiknya lakukan update secara berkala terutama saat terhubung dengan internet.

Gunakan password yang punya keamanan tinggi, Pemilihan password jadi indikasi seberapa sulit atau mudahnya situs atau akun untuk diretas. Sebaiknya seringlah melakukan gonta-ganti password dengan algoritma sulit untuk memperkuat keamanan.

Begitu banyak kesalahan yang terjadi dalam menggunakan password sehingga sangat mudah dibobol. Mulai dari angka atau huruf urut, tanggal lahir, kombinasi nomor telepon atau kendaraan, para idolanya jadi salah satu password mainstream, sebaiknya segera diganti untuk keamanan tambahan.

Para peretas sering sekali melihat kebiasaan dari pengguna khususnya akun, dengan mudah peretas mendapatkan akses dari seluruh informasi anda. Sebaiknya gunakan password yang dirasa memiliki tingkat algoritma sulit misalnya dengan menggunakan campuran kata serta huruf, melebih 7 karakter, dan memakai karakter khusus.

Waspadai link atau kiriman tidak jelas, sejumlah kiriman yang masuk atau link pengalih sering kali membawa petaka bagi anda yang sering berselancar di dunia maya. Kini begitu banyak para pencari klik dan pengalih halaman situs menggunakan cara tersebut.

Walaupun sering membuat jengkel, acap kali para pengejar klik iklan melakukan hal tersebut dalam mendulang pendapatan fantastis. Secara tak langsung mereka seakan menginstal aplikasi mencurigakan yang mengalihkan ke link mereka. Cara menghilangkannya cukup dengan mengunistall add ons yang mencurikan pada file extension dari search engine baik di PC atau ponsel anda.

Lalu sebaiknya jangan sembarangan membuka email yang mencurigakan, sering kali dari kiriman tidak jelas sudah dikirimkan malware berbahaya yang bisa saja mengenskrip data anda. Sebaiknya bila dirasa aneh, langsung saja hapus.

Membersihkan cache dan cookies, selama proses penjelajahan di dunia maya akan begitu banyak situs dan link yang dikunjungi. Secara tak langsung akan banyak pula kapasitas dari daya tampung gadget yang termakan oleh cache. Baik berbentuk file HTML, CSS style sheets, Javascripts, gambar, dan berbagai konten lainnya.

Lalu ada pula serangkaian teks yang tersimpan selama penjelajahan pada gadget untuk memudahkan pencaharian di lain waktu dan sering disebut sebagai cookies. Semakin banyak situs yang dikunjungi maka semakin banyak daftar yang terdapat dalam gadget anda.
Baca juga: Hati-Hati di Internet, Semua bisa Terlacak
Namun bila anda menjelajahi situs berbahaya maka secara tak langsung mereka akan merekam dan mencatat aktivitas yang sering dilakukan si pengguna. Jelas merugikan karena acap kali sejumlah situs terlarang sangat rentan mengirimkan malware yang membahayakan gadget anda.

Dengan rutin membersihkan cache dan cookies membuat performa gadget anda kembali powerfull akan kinerjanya. Sebaiknya rutin dilakukan apalagi dengan banyaknya malware yang berseliweran termasuk dalam bentuk cache dan cookies sendiri.

Pertumbuhan dari jumlah hacker yang terus meningkat
Isu keamanan cyber jadi isu hangat saat ini, kini begitu banyak negara yang memiliki tentara cyber yang sangat disegani di dunia. Menurut rilisan dari hackerbank, negeri tirai bambu adalah negara dengan para programmer terbaik di dunia.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?

Selain banyaknya sumber daya manusia yang dimiliki, Tiongkok juga mengalami lonjakan dari kemampuan para programmernya. Hasilnya mereka kini berada di posisi pertama dengan programmer terbanyak di dunia, malahan Tiongkok mendapatkan nilai sempurna dari skor indeks yakni 100, itu  jadi alasan mengapa banyaknya serangan cyber crime berasal dari Tiongkok.

Sedangkan USA sebagai kiblat teknologi dunia yaitu Sillicon Valley hanya berada di posisi 28 dunia. Lalu Indonesia berada di peringkat 40 dunia, masih kalah dengan Singapura dan Vietnam yang masing-masing menduduki peringkat 13 dan 23 dunia.

Mengapa Peretas mudah terjadi?
Begitu banyak sistem operasi saat ini yang ada, mulai yang berbasis PC dan juga berbasis mobile. Untuk segmen dari PC, nama besar mulai dari Windows, Mac OS, Linux dan sebagainya jadi pangsa yang banyak digunakan. Khusus bagi Windows sendiri ini merupakan karena memiliki pengguna terbanyak di dunia mencapai 88,57% dari penggunaan OS berbasis PC seluruh dunia.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?
Karena punya pengguna yang relatif besar dibandingkan OS lainnya, jelas menjadi sasaran para penjahat cyber melakukan aksinya. Khusus pengguna Windows jadul yang telah dimatikan (terutama versi Vista ke bawah) sangat rentan mengalami serangan malware apalagi penggunanya masih cukup besar.

Apakah OS lain aman? Itu jawabannya relatif mengingat banyak dari pembuat malware menyerang berbagai jenis OS. Walaupun Mac OS dan Linux cenderung aman.

Untuk OS di perangkat mobile hampir sebahagian besar didominasi oleh Android selaku pengguna terbanyak. Ada sekitar 72,4% pengguna gadget secara mobile menggunakan perangkat Android, itu didukung dengan berbagai perusahaan yang menjadi pemasok OS tersebut.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?

Sedangkan pangsa lainnya seperti iOS, Microsoft, RIM, Symbian dan sebagainya tidak sampai dari 30% pengguna global. Besarnya pangsa Android membuatnya cukup rentan diserang malware berbahaya dari berbagai perangkat seperti yang dilaporkan oleh Statista. Tingkat kerentanan mencapai angka 532 sehingga menempatkan sistem keluaran Google tersebut berada di posisi pertama.
Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Virus?

Kerentanan tersebut sering diartikan sebagai tingkat kesalahan dalam software yang dapat langsung digunakan oleh hacker untuk akses masuk ke dalam sistem operasi. Sedangkan pesaing utama Android yaitu iOS besutan Apple Inc hanya memiliki nilai kerentanan sebesar 161 walaupun di tahun sebelumnya berada di angka 387.

Itulah sejumlah alasan peretas yang dilakukan, mengingat makin tingginya cyber crime saat ini maka semua pihak harus waspada dan tak ada lagi korban yang jatuh mengingat masalah serangan cyber jadi isu serius.

Mulailah dari mewaspadai diri supaya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan khususnya proteksi lebih terhadap data-data berharga agar tidak jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab.

Semoga menginspirasi.
Share:

2 komentar:

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis