Saturday, May 27, 2017

Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Begitu Menjanjikan

Bitcoin jadi salah satu mata uang digital yang sedang ngehits akhir-akhir ini. Nilai tukar uang digital yaitu Bitcoin terhadap dolar makin lama terus mengalami lonjakan yang cukup besar. Seakan Bitcon banyak yang melirik dan menjadikan alat tukar nan menjanjikan untuk proses transaksi.

Semenjak maraknya serangan Malware Ransomware oleh peretas yang meminta tebusan menggunakan Bitcoin. Sistem Bitcoin berbentuk transaksi virtual menggunakan teknologi Cryptocurrency sehingga mampu menjaga keamanan sehingga tidak mampu dipalsukan serta diretas.

Nilai tukarnya ditentukan oleh kekuatan permintaan dari para pengguna mata uang digital layaknya mata uang yang berlaku saat ini. Permintaan yang tinggi akhir-akhir ini membuat nilai Bitcoin melonjak tinggi.

Sejarah Bitcoin (BTC)
Awal mulanya Bitcoin hadir pada tanggal 3 Januari 2009, pengembangnya sendiri adalah salah seorang ahli jaringan Satoshi Nakamoto. Namun ada beberapa sumber yang mengatakan sang penemu adalah nama fiktif yang dibuat oleh pakar IT dan geek setelah riset panjangnya selama 2 tahun.
Buah pikir dari sejumlah ahli tersebut berhasil mengembangkan sistem uang virtual model baru yang tidak punya ikatan dengan siapa pun. Sehingga lahir sebuah persepsi baru dalam transaksi online termasuk tujuannya dalam mencari keuntungan dan kepercayaan pengguna di dalamnya.

Mengapa Bitcoin bisa lahir?
Sifatnya yang tidak bisa diatur oleh siapa pun baik pemerintah ataupun bank sentral menegaskan Bitcoin lebih stabil dan cukup bermodal gadget dan koneksi internet. Bitcoin ada karena keresahan masyarakat terhadap mata uang konvensional yang mengalami gejolak saat resesi ekonomi dunia tak menentu.
Sejumlah pakar dan geek dunia IT menganggap pemerintah lalai yang berakibat dengan gejolak ekonomi. Konsep Bitcoin juga diyakini akan terus naik mengingat pesatnya dunia digital dan permintaan yang terus meningkat.

Apalagi sistem finansial yang dipenuhi orang-orang yang mencari keuntungan pribadi dan menguntungkan pihak pemangku jabatan dan konglomerat semata. Bitcoin jadi alternatif bagi mereka yang tidak mempercayai pemerintah, bank pusat, dan institusi pihak ketiga untuk menjaga nilai mata uang.

Bentuk dari Bitcoin berbeda dengan mata uang konvensional umumnya, hanya berbentuk file biasa. Namun file tersebut merupakan enskripsi dari kode-kode unik yang menjadikannya berbeda satu sama lain.

File yang berada di gadget anda mampu disimpan ke dalam flash disc atau software seperti Bitcoin Wallet. Selain itu anda yang masih merasa was-was, bisa menyimpannya secara penyimpanan Cloud pada sejumlah jasa Bitcoin di internet dengan biaya bervariasi.

Apa kelebihan Bitcoin?
Begitu digandrunginya mata uang virtual khususnya Bitcoin dikarenakan sejumlah kelebihan yang dimiliki dibandingkan dengan mata uang konvensional lainnya. Apa sajakah kelebihan, berikut ulasannya:

Sistem peer to peer, sistem pada Bitcoin menggunakan cara peer to peer tanpa harus melalui pusat data server. Jelas caranya ini mampu menekan biaya yang harus mengalami pemotongan sana-sini dan itu tidak ditemukan pada sistem Bitcoin.

Server Bitcoin juga bersifat desentralisasi yang terbagi di berbagai server, yang bertugas menjalankannya adalah pengguna yang terhubung ke dalam jaringan. Keberadaan Bitcoin seakan mengalahkan sejumlah mata uang virtual terkemuka lainnya seperti Ripple, Etherum, dan Litecoin.
Transfer mudah, sifatnya yang bersifat virtual jelas sangat memudahkan dalam pengiriman ke mana saja dan kapan saja. Berbeda dengan pengiriman uang konvensional atau uang yang sulit dan memakan waktu lama.

Pengiriman malah bisa terkirim dalam hitungan detik bermodalkan gadget yang terhubung dengan internet. Tanpa batasan transfer yang diinginkan dan akun dari rekening Bitcoin tidak dapat dibekukan oleh siapa pun.

Minim biaya, sering kali pemotongan dan konversi membuat jumlah orang anda terpotong dalam jumlah besar. Dengan menggunakan Bitcoin saat kecil pemotongan karena hampir seluruhnya gratis. Namun untuk mempercepat transaksi, umumnya dompet Bitcoin hanya melakukan pemotongan di rentan Rp 500 – 3.000 tak peduli berapa besaran transfer.

Tidak ada kontrol, sistem keuangan sering kali diatur di bawah lembaga khusus atau perbankan. Namun tidak dengan Bitcoin yang tidak berada pengawas mana pun, sifatnya yang sendiri dan berada di bawah database Blockchain.

Sistem ini sangat terbuka dengan siapa pun, sehingga sangat mustahil bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain. Semuanya tercatat secara langsung dan bersifat sangat transparan sehingga semua pengguna.
Mata uang virtual yang menggunakan teknologi Cryptocurrency
Oleh karena itu sangat sulit untuk bisa mengubah dan memalsukan data transaksi Bitcoin. Pelaku harus meretas jutaan server dalam satu waktu, sudah jelas cara itu hampir mustahil. Semua pengguna mempunyai hak kontrol terhadap transaksi Bitcoin secara menyeluruh yang tidak dimiliki oleh sistem perbankan dan lembaga mana pun.

Memudahkan pembayaran, pesatnya perkembangan ekonomi digital mulai dari Fintech, e-commerce, on demand service, dan Internet of Things (IOT) Semua itu memudahkan terhubung mudah terhubung antara penjual dan pembeli dengan cepat.
Akibatnya penggunaan mata uang virtual salah satunya Bitcoin melonjak drastis. Selain mudah, cepat dan tanpa potongan, Bitcoin bisa ditukarkan dengan mata uang konvensional negara bersangkutan.
Kenal dengan Bitcoin
Bagi para freelancer dan online shopper sangat mudah karena tidak apa pemotongan harga dan atas barang dan jasa yang diberikan atau diterima. Malahan para pelaku ekonomi digital lebih tertarik dibayar menggunakan Bitcoin.

Apa kelemahan dari Bitcoin?
Namun ada juga sejumlah kelemahan yang dimiliki oleh Bitcoin yang mungkin anda pertimbangkan, apa sajakah itu berikut ulasannya:

Menguntungkan pengguna awal, orang yang pertama sekali turut serta memiliki Bitcoin sejak pertama kali muncul di tahun 2009 adalah mereka yang beruntung apalagi dengan harganya saat ini. Permintaan Bitcoin yang meningkat dalam mengalahkan harga emas jelas sebuah keuntungan bagi mereka yang menyimpannya.

Sedangkan pengguna awal yang baru saja bergabung jelas kesulitan untuk mendapatkan pundi-pundi Bitcoin. Andai membelinya, harganya yang mahal dan bisa saja sewaktu-waktu turun mendadak. Jadi Bitcoin sangat menguntungkan pengguna awal karena saat itu belum terlalu berharga. Sedangkan kini begitu berharga dan menjadi primadona alat tukar.

Transaksi bersifat transparan, semua transaksi yang pernah berlangsung sekaligus saldo seseorang dapat diakses oleh siapa saja. Namun kita tidak bisa mengetahui pemilik suatu alamat Bitcoin tersebut kecuali pemiliknya sendiri yang memberitahukan.

Ada opsi yang dapat dipilih apakah nama dari pemilik akun Bitcoin mau dimunculkan atau tidak. Walaupun pengguna merahasiakan identitasnya, tetap saja transaksi dapat tercatat dan dipantau oleh publik.

Transaksi tak bisa dibatalkan, Andai saja anda melakukan transaksi Bitcoin maka transaksi tersebut tidak bisa dibatalkan alias irreversible, karena telah dianggap telah setuju transaksi itu terjadi.
kenal dengan bitcoin
Kecuali anda sendiri yang meminta kesediaan sang penerima mengembalikan Bitcoin tersebut. Jelas sangat berbahaya andai saja gadget anda jatuh ke orang tidak bertanggung jawab dengan leluasa menggunakan akun Bitcoin anda.

Gadget rusak atau file terhapus, bahaya yang mengintai lainnya adalah andai gadget yang digunakan mengalami kerusakan. Sifat Bitcoin layaknya tambang emas yang bisa didapatkan melalui gadget manner jelas sebuah kerugian andai mengalami kerusakan.

Selain itu akun yang terhapus baik sengaja atau tak sengaja, sejumlah pundi-pundi Bitcoin yang ada di Bitcoin Wallet akan hilang dan akan masuk kembali ke Bitcoin Manner. Cara mengakalinya dengan anda harus sering melakukan backup secara ke beberapa device atau gadget lainnya agar Bitcoin Wallet anda aman.

Menimbulkan perdebatan, mata uang virtual masih sering menimbulkan pro dan kontra di mana saja. Sejumlah negara malah dengan tegas melarang pembayaran dengan Bitcoin karena bisa mengganggu kestabilan mata uang konvensional.

Di Indonesia sendiri juga demikian, pembayaran Bitcoin belum terlalu terkenal dan masih banyak yang tidak menerimanya dengan alasan nilainya tidak stabil.

Harganya fluktuatif, walaupun saat ini Bitcoin mengalami kenaikan yang sangat signifikan, namun dalam rentang beberapa jam terjadi penurunan ekstra. Jelas saja yang ingin menjual atau berbelanja dengan Bitcoin harus menambah biaya pembayaran.

Apalagi banyak saat ini pengguna Bitcoin yang hanya menjadikannya sebagai trader semata bukan user. Apalagi banyak yang ingin menyimpan lama namun takut harga turun dan saat dijual ke dealer malah ditawar dengan harga rendah.

Jumlahnya terbatas, Hanya ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia sehingga sangat tidak mungkin ada inflasi. Ibarat tambang emas, Bitcoin mengalami pengurangan sebanyak 25 BTC setiap menitnya. Bila diakumulasikan, Bitcoin akan habis pada tahun 2.140 atau sekitar 123 tahun lagi.
Jumlahnya yang terbatas jelas sekali menyerupai sistem ekonomi kapitalis berdasarkan deflasi dengan makin terbatas jumlahnya maka harganya semakin naik. Inilah yang mengurangi tindakan dari perbankan dalam mencetak mata uang dalam jumlah besar dan berdampak pada inflasi harga. Sedangkan pada Bitcoin hal tersebut tidak akan terjadi.

Bisa saja tak berharga, Bitcoin lahir karena adanya kemauan dan kepercayaan dari para penggunanya. Hal ini memungkinkan suatu saat Bitcoin benar-benar tidak berharga lain karena tak ingin digunakan lagi atau muncul mata uang digital bentuk baru.

Cara mendapatkan Bitcoin
Banyak yang masih bertanya-tanya bagaimana cara menjalankan dan mendapatkan pundi-pundi Bitcoin caranya bisa dengan Bitcoin manner dan juga Bitcoin Faucet. Layaknya tambang emas yang didatangi oleh sekian banyak penambang koin via virtual.
Cara menambang bitcoin menggunakan komputer canggih
Setiap para penambang ialah mereka yang mendedikasikan sumber daya dari gadget mereka untuk memecahkan persoalan matematis yang sulit. Pada saat proses penambangan Bitcoin dilakukan melalui perangkat yang dirancang khusus dan bersifat kolektif yang disebut Node.

Hasilnya, sistem Bitcoin akan membalas kerja keras penambang dengan guyuran sejumlah Bitcoin. Setidaknya setiap 10 menit ada 1 blok Bitcoin (25 Bitcoin) yang lepas. Nilai tersebut makin turun seiring dengan waktu hingga mencapai total 21 juta Bitcoin di tahun 2.140 kelak.
Sedangkan Bitcoin Faucet adalah web atau situs yang memberikan Bitcoin kepada pengguna secara cuma-cuma. Cukup dengan memasukkan Address Bitcoin dan mengetik captcha, lalu anda akan dikirimkan Bitcoin ke Wallet. Mendapatkan Bitcoin gratis bisa didapatkan secara periodik tergantung waktunya.

Cara memiliki akun Bitcoin
Sangat mudah, cukup dengan mendaftar pada beberapa penyedia salah satunya adalah indodax di situ anda anda diminta verifikasi akun Bitcoin mulai dari seluruh data diri. Layaknya seperti mendaftarkan email, lalu andai akan mengisi sejumlah form dan konfirmasi telah memiliki akun Bitcoin.

Untuk lebih aman dapat dengan menyimpan ke sejumlah gadget berbeda untuk mengantisipasi dari aksi peretas atau gadget anda rusak. Setiap Bitcoin yang berhasil didapatkan akan disimpan dalam Bitcoin Wallet, dompet (Wallet) tersebut harus terinstall terlebih dahulu oleh kedua pihak pada gadget.

Andai Wallet tersebut terinstall anda akan memiliki Bitcoin Address. Sedangkan untuk proses transfer sangat yaitu dengan membuka aplikasi Wallet dan memasukkan Bitcoin Address yang dituju.

Mengapa harga Bitcoin bisa melonjak?
Dibandingkan dengan mata uang virtual lainnya, Bitcoin mengalami lonjakan sangat drastis apalagi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Bahkan di tahun 2009 saat awal kemunculannya harganya hanya US $ 0,3 saja.

Kini harga Bitcoin menyentuh angka US $ 2.522,4 atau setara Rp.34 juta, ini membuat Bitcoin termasuk investasi menjanjikan di masa depan. Bahkan yang doyan mengumpulkan sejak dulu telah menjadi jutawan.

Namun karena makin lama makin sedikit jumlah Bitcoin yang diterbitkan, saat ini Bitcoin yang beredar adalah 16,3 juta BTC. Jelas itu makin membuat harga Bitcoin melonjak naik. Selain itu karena pemberitaan media global dan pelaku online jenuh dengan pembayaran konvensional.
Jumlah Bitcoin yang telah diterbitkan saat ini
Apa saja yang bisa dibeli dengan Bitcoin?
Kini Bitcoin tidak hanya menerima pembayaran via online dan fisik juga, walaupun ada beberapa negara yang masih cukup sangsi dengan transaksi menggunakan Bitcoin. Walaupun begitu Bitcoin telah menjadi pembayaran di sejumlah negara, hanya menunggu waktu saja.

Seberapa amankah Bitcoin?
Banyak orang yang masih meragukan dari sistem Bitcoin bersifat open source, apalagi dengan maraknya peretas saat ini dan mencuri atau menerbitkan Bitcoin untuk dirinya sendiri. Namun kenyataannya sistem sangat sulit ditembus, sistem yang berjalan secara peer to peer. Segala bentuk transaksi tersimpan dan tercatat pada peer di seluruh jaringan.
Sistem peer to peer antar pengguna
Ini jelas sangat aman karena yang mengontrol adalah semua pengguna jaringan Bitcoin. Bila ada yang ingin membobol harus membobol seluruh jaringan dalam satu waktu, jelas itu mustahil. Sudah pasti sistem Bitcoin aman, berbeda dengan Internet Banking yang sewaktu-waktu bisa dibobol oleh hacker dan mencuri uang anda melalui password. Cukup dengan menginfeksi gadget korban saja.

Seberapa menguntungkan Bitcoin?
Bitcoin itu sifatnya fluktuatif layaknya membeli saham, tidak ada yang tahu kapan nilainya bisa meroket naik atau turun drastis. Namun mengingat besarnya antusias masyarakat dan publikasi besar dari media.

Apalagi setelah kasus pengiriman Malware Ransomware oleh para peretas. Mereka meminta tebusan menggunakan bayaran Bitcoin kepada korban, alhasil popularitas Bitcoin menanjak dengan sejumlah pemberitaan. 
Baca juga: Mengapa Hacker Meretas dan Mengirim Malware?

Hal lain yang memperkuat mengapa Bitcoin menguntungkan adalah jumlahnya yang terbatas hanya 21 juta Bitcoin yang beredar. Saat ini telah 16,3 juta Bitcoin yang telah berhasil ditambang. 
Harga Bitcoin yang mulai mengalahkan emas
Jelas makin sedikit jumlah Bitcon yang berada yaitu hanya 25 BTC/block setiap menitnya. Nilai kapitalisasi Bitcoin juga melonjak tinggi padahal baru saja dilepas di pasaran di tahun 2009.

Siapakah yang menerbitkan Bitcoin?
Bitcoin sengaja diciptakan dengan proses menyerupai  tambang emas. Setiap penambang harus menggunakan komputer canggih untuk bisa menguraikan matematika kompleks, menemukan Block baru dari Bitcoin. Reward sebagai apresiasi yang didapatkan oleh pengguna adalah hadiah berupa sejumlah Bitcoin.

Awal mulanya hadiah dari setiap 1 Block adalah 50 BTC, namun kini hanya 25 BTC/Block. Angka tersebut makin turun seiring dengan bertambahnya sirkulasi Bitcoin hingga maksimal Bitcoin habis yaitu 21 juta di tahun 2140 atau sekitar 123 tahun mendatang. Dengan jumlah seperti itu tidak akan terjadi inflasi mengingat jumlahnya yang dibatasi.

Penyebaran Bitcoin telah mengglobal ke seluruh penjuru dunia, walaupun ada beberapa negara dengan tegas menolak pengguna Bitcoin sebagai alat transaksi. Dengan adanya Bitcoin makin dekatnya sistem pembayaran elektronik dan investasi menjanjikan di masa depan. 
Bagaimana, anda tertarik mencoba?

Bila anda yang ingin berbagi pengalaman dan ingin bertanya lebih dapat tinggalkan di kolom komentar. Semoga memberikan pencerahan.
Share:

4 comments:

  1. Wah sangat bagus artikelnya cara nyairin saldo bitcoin bisa pake WU kagak gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa gan, WU juga bisa selain alternatif menggunakan paypal, netspend, dan moneygram. Via bank lokal juga bisa, nantinya akan masuk pemberitahuan dari bitcoin. Prosesnya paling lama 1x24 jam.

      Delete
  2. Pembahasannya luar biasa., Iqbal emang jago yang beginian.,! Salut buat hacker baik.,, hahaha. Btw apa kemungkinan Bitcoin ini bisa jadi mata uang dunia nantinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi, apalagi bitcoin dan sejumlah mata uang virtual lain di dunia lahir karena kegundahan mereka pada uang konvensional. Dasar itulah yang seakan membuat bitcoin harganya makin meroket dari waktu ke waktu.

      Delete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer