Kamis, 10 Agustus 2017

Seberapa Berhargakah Ide?

Perkembangan ide saat ini begitu cepat itu dibarengi dengan teknologi yang makin memudahkan hajat hidup masyarakat banyak. Perkembangan zaman yang pesat sudah pasti melahirkan inovasi tanpa henti.

Bukan hal yang mengherankan saat perusahaan berbondong-bondong melahirkan produk terbaiknya. Mulai dari yang tahunan hingga setiap Minggunya, itu artinya ide yang menjadi inovasi lahir setiap saat.

Di tahap ini ide sangat bernilai harganya dan jangan pernah Anda sia-siakan ide. Bisa saja apa khayalan yang Anda pikirkan, kemudian berhasil diaplikasikan jadi teknologi atau inovasi yang luar biasa.

Kita sedikit mundur ke belakang, bila dahulu sebuah ide yang dikembangkan menjadi penemuan butuh waktu lama, selain karena mewujudkannya masih sulit, ilmu yang didapatkan juga masih sedikit.

Butuh bertahun-tahun karena menetapkan dasar ilmu sehingga mampu dikembangkan sebelumnya. Perkembangan yang lambat itu dianggap wajar karena butuh waktu untuk mengeksekusi ide karena belum sesuai dengan zaman.

Mungkin Wright bersaudara punya mimpi kecil saat melihat manusia bisa terbang, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Orang lain menganggap penemuan yang mereka lakukan saat itu tidak berguna. Berawal dari ide sederhana, melawan mental block, dan berhasil menjadi penemuan yang diingat oleh umat manusia.

Tak sampai di situ, adanya berbagai penyempurnaan yang dilakukan oleh penerus berikutnya. Kemudian lahirlah berbagai macam varian angkutan terbang yang memudahkan hajat hidup manusia. Mungkin ide itu lahir dari pikiran liar yang berhasil dieksekusi.

Kita semua pasti sudah tahu bahwa proses pengembangan ide ada beberapa cara, mulai dari penciptaan ide. Hasil buah kreatif dan inovasi dalam sekejap menghasilkan ide yang disesuaikan.

Zaman kini ide dengan mudah bisa saja datang bagi yang menyadari, bagi Anda yang menyukai menulis dapat membaca sejumlah referensi baik di pustaka atau internet. Semua akses bisa dapatkan. lalu di bidang teknologi juga pun seperti itu, generasi saat ini hanya menyempurnakan apa yang telah ditemukan sebelumnya.

Ada juga kalangan tertentu yang ditugaskan memperjualbelikan ide bagi mereka yang membutuhkan ide. Dengan harga yang masuk akal, ide tersebut dijual kepada konsumen yang tertarik. Modal dari mengkhayal, lalu ide yang lahir di jual ke konsumen. Peluang kerja yang menarik!

Pasti anda sering kali ide liar berkeliaran di kepala, namun hanya sebagian kecil yang berhasil dieksekusi. Ada alasan tertentu mengapa banyak ide tersebut tidak berhasil terealisasi. Tak perlu khawatir, ada beberapa tahap agar ide tersebut dapat berkembang hingga tahap akhir, apa sajakah itu.

Penyaringan ide, Sering kali ide yang pertama kali muncul karena pikiran tidak masuk akal kita, lalu saat implementasi banyak hal yang harus dilakukan. Apakah itu masuk akal atau tidak, Anda dapat memilah-milah mana segera dieksekusi, ditunggu hingga waktu yang tepat, dan yang tidak terpakai.

Jangan sampai ide anda dicuri atau didahului orang lain, apalagi pencurian ide jadi hal yang umum terjadi akibat telat mengeksekusinya. Pesaing langsung dengan cepat merealisasikan ide tersebut sedangkan Anda terlalu lama mengendapkannya.

Pengembangan ide, Semua pasti punya ide kapan saja, ibarat setiap detiknya mampu mengalir memenuhi pikiran kita. Tak sedikit yang mendapatkan ide dari bunga-bunga tidur semalam, jangan heran saking banyak ide yang lahir membuat waktu tidur kita terpotong habis.
Pasti kalian pernah terbangun di tengah malam dengan ide brilian yang harus segera dieksekusi segera. Membayangi pikiran dan bila ditunda esoknya langsung kehilangan ide tersebut.

Saya mencontohkan hal tersebut sering dirasakan oleh mereka yang bergerak di bidang kreatif. Setiap saat inovasi dan ide segar harus ada, bila tidak mereka akan kalah dengan pesaingnya.

Eksekusi ide, tahap ini ialah proses akhir sebuah ide itu telah layak untuk dihasilkan. Proses ini bisa dilakukan seorang diri seperti yang dilakukan oleh seorang penulis ataukah produser musik. Ada juga yang membutuhkan tim kreatif, mereka bekerja sama mencapai hasil akhir.

Berkat kerja keras mereka kita bisa merasakan manfaatnya, di saat manusia lain hanya tahap ide di kepala. Para pengeksekusi ide berhasil mewujudkan apa yang masyarakat butuhkan. Ide itu ibarat di waktu yang tidak terduga, kadang penuh mengalir di dalam pikir namun gersang di waktu lain.

Saat ada ide, mengeksekusi ialah pilihan terbaik, bisa saja ide tersebut hasil pembaharuan yang lama menjadi hal baru. Atau sesuatu yang baru dan belum dipikirkan sebelumnya, namun hal itu sulit di zaman saat ini. Terpenting ialah hasil akhir dari ide tersebut dan harus diingat, jauhi plagiat ide orang lain.

Hasil, inilah tahap yang paling diinginkan setelah proses begitu keras sebelumnya. Pasti Anda sangat bangga terhadap ide yang berhasil terealisasi. Di tahap ini Anda telah mencapai tahap penemuan dan inovasi. Tinggal apakah mau terus dikembangkan oleh Anda sendiri atau orang lain yang bergelut di bidang tersebut.

Sebuah kebanggaan besar karena buah pikir anda menjadi karya dan inovasi, jadi anda sudah sampai ke tahap manakah?

Bagaimana proses menangkap ide?
Kini semua ide mampu diimplementasikan dengan mudah karena keberadaan teknologi yang menunjang. Kerja keras nenek moyang kita terdahulu dalam menemukan berbagai teknologi memudahkan generasi berikutnya.

Saya memberikan contoh sederhana seperti penulis, media yang ada saat ini membuat ia bisa dengan mudah menyalurkan ide di otaknya. Keberadaan berbagai jenis gawai memudahkan ide tersalurkan.

Misalnya mau tidur ada inspirasi yang terlintas, tanpa pikir panjang langsung cukup membuka smartphone. Ada aplikasi note atau sejenisnya yang mampu menuliskan ide bahkan via suara sekalipun, Anda pasti tidak kesulitan.

Mundur ke belakang saat teknologi belum ada, saat ide menulis lahir di tengah malam. Saya merujuk pada Ibnu Al-Jauzi pengarang sejumlah kitab mulai dari Fiqih, tafsir, hingga seorang sejarawan ternama yang butuh perjuangan begitu keras hanya untuk menulis.

Dalam semalam ia bisa bangun 13 kali hanya untuk menulis dan harus menghidupkan lampu penerangan yang cukup sulit. Tidak seperti sekarang, cukup menghidupkan lampu dan menulis ide di gadget. Jadi teknologi memudahkan kita dalam menyampaikan ide, sebuah kemunduran saat teknologi yang ada tidak dimanfaatkan sedemikian rupa.

Dukungan itu tidak berhenti di situ saja, ide kadang bisa diapresiasikan dengan adanya sejumlah sosial media. Bagi yang suka menulis dapat menyalurkan melalui platform seperti Blog, Facebook, Twitter, dan sebagainya.

Suka mengabadikan setiap momen melalui foto dapat dengan menggunakan platform seperti Instagram, Flicker dan sejenisnya. Suka mengabadikan video, dapat menggunakan Youtube. Terakhir yang suka mengapresiasikan dalam bentuk suara dapat menggunakan Soundcloud. Tinggal sentuhan akhir dari pemilik akun menyampaikan idenya dengan cara elegan agar terlihat luar biasa.

Ada waktunya ide tidak bisa dieksekusi secara langsung, cukup banyak yang bisa dipakai atau malah dibuang. Berbagai pertimbangan jadi alasan, bisa saja terlalu muluk-muluk, tidak jelas hingga tidak masuk akal.

Namun apabila itu tepat dan menarik, sebaiknya segera eksekusi. Anda pasti pernah mendengar apa yang telah berhasil orang lakukan telah Anda pikirkan terlebih dahulu. Karena hanya mentok sebagai ide di secarik konsep atau masih di dalam kepala. Maka ide tersebut langsung dieksekusi oleh orang lain.

Ada beberapa cara yang mudah menangkap ide yang dapat Anda coba praktekkan, berikut ulasannya.

Saat melakukan aktivitas, Sering kali dari rutinitas yang dilakukan sehari-hari mampu menelurkan ide. Bisa saat di jalan menuju tempat kerja, saat terjebak macet atau sedang bengong di meja kerja. Saat itu datang, manfaatkan ide yang ada untuk dikembangkan yang dicatat terlebih dahulu. Apalagi bengong mampu mengaktifkan ide-ide kreatif saat bosan melanda.

Membaca buku, Sangat tepat bila buku dianggap gudang informasi, tak hanya olahraga untuk tubuh saja. Pikiran juga nutrisi yang sama baiknya untuk menunjang segala pengetahuan melalui buku. Berbagai informasi yang didapatkan, secara tidak langsung mampu melahirkan ide tak terduga.

Misalnya saja Anda menyukai dunia tulis-menulis, berkat bacaan yang berkaitan dengan bidang tersebut seperti sastra. Secara tak langsung akan lahir inspirasi dalam melahirkan ide dan selanjutnya karya hasil membaca tadi. Jangan sia-siakan kesempatan menambah ilmu melalui membaca.

Mendengarkan musik, Menenangkan pikiran sudah pasti cara jitu melahirkan ide, salah satu cara yang dapat dicoba yaitu dengan mendengar musik kesukaan. Metode ini seakan merefleksikan ide-ide dari nada-nada dari musik tersebut.

Lupakan sejenak rasa penat yang membebat di pikiran, pasti dijamin Anda mampu melahirkan ide yang menarik setelahnya. Karena otak membutuhkan hal lain agar dirinya rileks sejenak dan kembali melahirkan ide-ide liar dan brilian berikutnya.

Melihat kondisi sekitar, Kondisi yang ada di sekitar sering kali menghadirkan ide tak terduga. Setiap orang punya cara sendiri melihat permasalahan yang ada di sekitar. Seperti seorang technopreneur melihat peluang besar saat kemacetan dari sudut pandang keilmuannya.

Ia punya obsesi melahirkan transportasi berbasis online untuk memudahkan mobilitas di masyarakat. Lain halnya dengan penulis atau musisi, saat melihat kemacetan ia akan menghadirkan ide dari kemacetan tersebut. Itulah mengapa kondisi jadi ladang ide yang sangat luas.

Liburan, melepaskan penat akibat dibebat pekerjaan mampu menghasilkan ide yang brilian. Salah satunya adalah liburan dan sistem jam kerja 8 jam yang sempat dicetus oleh perusahaan Ford di awal abad 20.

Jam kerja yang terlalu lama mampu menghadirkan stres yang sangat besar khususnya bagi para pekerja. Jangan heran produktivitas dan ide kreatif mereka mentok. Adanya liburan mampu mengisi tenaga yang telah terkuras habis, jadi manfaatkan liburan Anda sebaik mungkin.

Istirahat, Hampir sama dengan konsep liburan, hanya saja istirahat ialah konsep mini dari liburan. Lelah pekerjaan seakan membuat ide sulit lahir, baik lelah badan dan pikiran. Beristirahat sejenak dan melupakan pekerjaan yang sedang dijalani akan mampu membuat produktif.

Bila dipaksakan terus menerus, tubuh akan mencapai titik jenuh akibat kelelahan. Apalagi di zaman saat ini bekerja fleksibel dan tidak terikat oleh konsep bekerja 8 jam sehari lebih efektif dalam menghasilkan ide yang diinginkan. Terpenting di saat istirahat manfaatkan untuk istirahat, bukan mengingat atau membawa pekerjaan dalam waktu istirahat.

Mencatat, Ide itu lahir dari pikiran dan datangnya tidak menentu, hal yang paling penting ialah mencatat setiap detail ide yang tertangkap. Semua indera yang dimiliki dapat digunakan untuk menangkap ide.

Selanjutnya tinggal merancang konsep dalam mengembangkan ide tersebut. Apa saja yang harus dipersiapkan seperti tahap yang saya jelaskan di tahap pengembangan ide.

Berdiskusi, Bertukar pikiran dengan teman-teman atau orang telah lebih dahulu berkecimpung di bidang tersebut. Dengan begitu kita mampu menyerap kemampuan dan memantapkan ide yang sedang dipikirkan.
Seberapa Berhargakah Ide?
Apalagi kiat-kiat dan strategi yang digunakan nantinya sangat berguna untuk mematangkan ide. Apakah Anda ingin bekerja sendiri atau secara tim untuk mewujudkan ide tersebut. Saya pribadi menyarankan bekerja secara tim karena akan terlihat jenis prosesnya.

Bekerja secara sendirian akan memperlambat proses ide anda dan bahkan bisa saja tujuan anda berhasil disalip oleh mereka yang bekerja secara tim. Dan sebagai penutup, bila Anda mempunyai ide yang brilian, sebaiknya kembangkan jangan sampai orang lain yang mengeksekusi.

Bagaimana pendapat Anda tentang ide, silakan pendapat dan sarannya di kolom komentar berikut. Semoga menginspirasi.
Share:

4 komentar:

  1. keren gan.,artikelnya inspiratif banget buat ngesalurin ide yg ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas kunjungannya, ayo keluarkan ide segar dan bisa dibagikan dalam bentuk tulisan salah satunya.

      Hapus
  2. Bermanfaat banget ini artikelnya.
    Kalo aku pas lagi keidean sesuatu, biasanya langsung tulis di note.
    pas lagi nyantai liat notenya, mulai deh idenya dikembangin^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih kunjungannya, jangan sampai idenya disia-siakan. Mana tau akan jadi mahakarya besar di maaa depan.

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis