Monday, January 31, 2022

Target Besar BRI Perencanaan KUR 2022

 

Berita Bisnis – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara konsisten terus menunjukkan bukti nyata guna mendukung momentum Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu upaya yang ditunjukkan BRI melalui pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

Pemerintah melalui Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI sudah menetapkan kuota penyaluran KUR 2022, yang jumlahnya meningkat menjadi sebesar Rp. 372,17 triliun dengan suku bunga tetap sebesar 6%. Dari jumlah tersebut, BRI mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 260 triliun atau hingga mencapai 70% dari total KUR nasional yang dialokasikan ditahun 2022 ini.

 

Lantas, apakah BRI akan mampu mencapai target KUR 2022 hingga akhir tahun mendatang? Simak fakta-fakta menariknya di bawah ini !

1.       BRI Optimistis Bisa Mencapai Target KUR 2022 Hingga Akhir Tahun

Sebagai bank dengan portofolio UMKM terbesar, BRI optimistis akan bisa mencapai target KUR tahun 2022 ini hingga akhir tahun.

 

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa berbagai strategi sudah dirancang guna memenuhi target penyaluran KUR 2022. Pihaknya optimistis, jika kapasitas serta kemampuan BRI bisa mengantarkan perseroan mencapai target penyaluran KUR tersebut.

 

2.       BRI Menjalankan Strategi Dan Menerapkan Digitalisasi

Catur mengungkapkan bahwa BRI selama ini terus menjalankan strategi guna mewujudkan business process yang optimal dan efisien. Keduanya terbukti sudah berhasil mendukung upaya BRI dalam menyalurkan kredit di segmen mikro, termasuk juga KUR.

 

Selain itu, BRI juga menerapkan digitalisasi untuk menyalurkan kredit sehingga lebih tepat sasaran dan efisien. Dengan memanfaatkan keunggulan informasi serta teknologi, BRI yakin mampu menjaga bottom line yang solid dengan return yang optimal.

 

3.       Keberhasilan BRI dalam Menyalurkan KUR Terbukti Dari Realisasi Penyaluran KUR Tahun 2021

Keberhasilan BRI dalam menyalurkan KUR juga sudah terbukti dari realisasi penyaluran KUR di tahun 2021. Hingga akhir Desember 2021 kemarin, BRI sudah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp. 194,9 triliun kepada 6,4 juta debitur.

 

Jumlah tersebut sudah mencapai 99,65% dari kuota KUR yang ditetapkan pihak pemerintah dan dialokasikan kepada BRI tahun 2021, yaitu sebesar Rp. 195,59 triliun.

 

Penyaluran KUR BRI sepanjang tahun 2021 kemarin juga tercatat naik 40,7% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan penyaluran KUR per Desember 2020 lalu yang hanya sebesar Rp. 138,5 triliun saja.

 

Jumlah penyaluran yang besar tersebut menjadi bukti keberhasilan BRI dalam melaksanakan revitalisasi Mantri yang membuat pelayanan lebih efektif. Menurut Catur menambahkan bahwa BRI terus berupaya untuk memperluas cakupan serta potensi di wilayah kerja yang belum tergarap selama ini.

 

1.       Sebaran KUR Juga Terus Meningkat Di Tahun 2019

Dari sisi sebaran KUR juga terus meningkat ditahun 2019, dengan jangkauan sebaran KUR hingga mencapai 5,4 orang dari 100 orang mendapatkan fasilitas KUR dari BRI, dan pada tahun 2021 kemarin meningkat secara signifikan menjadi rata-rata sebanyak 8,7 dari 100 orang mendapatkan fasilitas KUR dari BRI.

 

Sementara dari sisi ekonomi, BRI sudah menyalurkan KUR sektor produksi sebesar 56,16%. Berturut-turut yang paling besar yaitu di sektor perdagangan sebesar Rp. 85,4 triliun, sektor pertanian sebesar Rp. 61,1 triliun, dan sektor industri pengolahan sebesar Rp. 19,5 triliun.

 

Catur menambahkan bahwa alokasi kredit tersebut merupakan hal positif bagi BRI guna mendukung pengembangan ekosistem ultra mikro melalui outlet co-location SENYUM-nya.

 

Nantinya kedepannya, BRI akan terus fokus pada segmen mikro sebagai utama pertumbuhan pinjaman KUR. Dengan menyalurkan KUR ke sektor produktif, diharapkan upaya tersebut bisa memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer