Monday, June 4, 2018

5 Perusahaan Indonesia yang Terapkan Blockchain

Kehadiran Blockchain awalnya dianggap aneh dan tabu, namun secara perlahan-lahan sistem kini mulai diminati berbagai bidang. Semenjak awal meledaknya pemberitaan tentang Bitcoin, konsep Blockchain menggema ke mana-mana. Seakan jadi awal baru dari konsep Blockchain cukup menarik diterapkan ke berbagai bidang, bukan hanya sistem keuangan.

Inisiasi ini melahirkan sejumlah perusahaan dan instansi yang ingin mengusung konsep Blockchain. Selain karena transparan dan Peer to Peer, sangat cocok dengan perkembangan teknologi saat ini.

Bukan hanya di luar negeri, namun di tanah air mulai menjamur perusahaan yang menggunakan konsep Blockchain. Selain mengikuti tren, perkembangan teknologi jadi alasan sejumlah perusahaan menerapkan konsep Blockchain.


Berikut ini sejumlah perusahaan tanah air yang sudah mulai mengusung konsep Blockchain sebagai landasan dasar perusahannya, penasaran yuk cekidot:

1. Indodax (Bitcoin Indonesia)
Indodax merupakan perusahaan tertua tanah air yang menggunakan konsep Blockchain. Startup ini awal mulanya dirintis semenjak Mei 2013 mengingat mulai besarnya minat akan digital aset pengguna tanah air. Pada bulan Maret lalu melakukan perubahan nama dari Bitcoin Indonesia menjadi Indodax (Indonesia Digital Asset Exchange).
Kini jumlah pengguna dari tanah air sangat besar, hampir mencapai 1,2 juta pengguna dan hampir ¾ adalah pengguna aktif layanan Indodax setiap harinya. Tugas Indodax selaku Marketplace (penyedia dan penghubung) dalam transaksi digital aset yang ingin dibeli ataupun dijual.

Indodax sudah melayani sebanyak 19 digital aset, termasuk di dalamnya berupa Bitcoin, Ethereum, Ripple, Dash, dan Litecoin. Termasuk mata uang kripto baru bernama TEN (Tokenomy) yang sedang dalam proses ICO hingga diluncurkan tahun depan.
Saat ini CEO dari Indodax dijabat oleh Oscar Darmawan dalam beberapa kesempatan di media mengatakan bahwa di masa depan aset digital akan menjadi mata uang tanpa kewarganegaraan. Hal itu terasa benar, ia mengungkapkan setiap harinya ada lebih dari 100 miliar transaksi yang diproses oleh pihak Indodax.

Startup Indodax melihat peluang besar aset digital dan juga tak jarang mengedukasi masyarakat melalui berbagai seminar tentang konsep Blockchain dan cryptocurrency di berbagai kota besar di tanah air. Jelas strategi ini sangat baik buat pengguna baru yang ingin bergabung ke dalam Indodax.

2. Pundi X
Perusahaan Startup selanjutnya adalah Pundi X, mereka menggunakan Blockchain dalam proses transaksi keuangan yang cepat dan murah. Salah satunya ialah dengan adanya mesin kasir (Point of Sales) yang mereka beri nama X POS. Mirip dengan kartu uang elektronik bernama Pundi X Pass. Selain itu mereka jumlah menyediakan aplikasi berupa wallet digital pundi.
Ekspansi Pundi X bukan hanya menyasar pasar tanah air saja, namun sejumlah negara seperti Tiongkok dan Malaysia. Selain itu saya melihat Pundi X sangat profesional dan sudah sangat siap di dunia Fintech saat ini sembari memantapkan konsep Blockchain yang perusahaannya terapkan.

3. Indonesia Blockchain Network (IBN)
Di tanah air sendiri, kini sudah berdiri badan advokat yang mengakomodasi dan memfasilitasi pertumbuhan dari Ledge Book Digital dan teknologi di bidang Cryptocurrency. Namanya adalah Indonesia Blockchain Network, dan yayasan akta dari IBN keluar tanggal 4 April 2018 kemarin.
Walaupun usia IBN masih seumur jagung, namun mereka punya ide besar yaitu membantu mengadopsikan konsep Blockchain secara global. Nanti bisa diimplementasikan ke semua bidang seperti merevolusi data, nilai, aset, kontrak tanpa melibatkan pihak ketiga.
IBN sendiri memiliki sembilan co-Founder dari berbagai latar belakang yang membuat mereka saling berkolaborasi satu sama lain di bidang Blockchain. Semuanya datang dari anak muda yang punya niat besar mengimplementasikan konsep Blockchain. Jelas ide gagasan dan tindakannya sangat dibutuhkan.
IBN juga sering melakukan sejumlah Workshop, Meetup, dan presentasi tentang dunia Blockchain. Jelas saja tujuan IBN ingin bukan sebagai advokasi tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang teknologi Blockchain. Patut ditunggu sepak terjang dari perusahaan baru tersebut.

4. Blockchain Zoo
Perusahaan asal tanah air ini  berdiri semenjak Juli 2017 oleh delapan Co-Founder ahli di bidang Blockchain dengan pengalaman bertahun-tahun. Blockchain Zoo memperkenalkan konsep teknologi Blockchain dan proses ICO (Initial Coin Offering) kepada masyarakat dan mitra kerja. Besarnya peluang di bidang Blockchain seakan jadi lahan bisnis menjanjikan di masa depan yang dilihat oleh Blockchain Zoo.
Blockchain Zoo menghadirkan layanan untuk konsultasi dalam proses pengembangan blockchain pada kliennya. Tak hanya itu saja, mereka juga rutin melakukan sejumlah pelatihan untuk para pengembang yang tertarik mengetahui lebih dalam tentang konsep Blockchain.

Blocktech Indonesia
Perusahaan ini memanfaatkan konsep Blockchain dalam pengembangan keahlian dan jaringan yang luas di berbagai bidang.  Tak hanya itu saja, Blocktech juga melakukan pendanaan dan sebagai mitra kerja yang baik di dalam dan luar negeri.
Sejumlah klien mereka tidak main-main seperti saja Hash Poin yang bergerak di bidang operator minning mata uang kripto, Blockchain Space yang bergerak ke bisnis Co-Working Space yang akan ada di sejumlah negara di Asia Tenggara, Standard Alfa di bidang penjualan butik online menggunakan konsep ICO hingga yang paling kece adalah pengembangan Eximchain.

Sekilas tentang Eximchain adalah project yang dikerjakan oleh mahasiswa dari MIT (Massachuetts Institute of Technology) dalam pembuatan Suplly Chain di bidang pendidikan. Blocktech turut serta membantu dan mendanai project tersebut hingga tuntas.
Jelas saja sepak terjang perusahaan tanah air yang terjun di dunia Blockchain patut diberikan acungan jempol. Selain memberikan dimensi baru serta mampu mengembangkan perusahaan serupa di masa depan.

Semoga saja postingan ini bisa memberikan inspirasi untuk Anda semua, silakan komentarnya. Have a Nice Day.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer