Friday, May 17, 2019

Ayo Ketahui Istilah Penting di Jagat Kripto Part 4

Dunia digital aset berkembang sangat selama setahun terakhir, walaupun di akhir tahun ini sejumlah aset mengalami penurun yang cukup drastis. Tetap saja animo masyarakat dan mengubah stigma oleh masyarakat membuat digital aset jadi salah satu investasi menarik di masa depan. Berkat informasi dan edukasi yang diberikan, banyak pengguna baru yang tertarik berinvestasi di digital aset.

Dunia digital aset memang cenderung fluktuatif khususnya harga dan banyak regulasi sejumlah negara yang masih berpikir ulang tentang digital aset. Namun begitu, prospek yang menjanjikan di masa depan akan jadi peluang besar. Apalagi banyak perusahaan besar yang tertarik dengan sistem Blockchain dan bahkan mulai menerapkan mata uang digital sebagai alternatif pembayaran.

Nah.. itulah yang menjadi alasan saya untuk berbagai istilah-istilah asing yang ada di dunia digital aset. Ada 10 isilah penting dan nantinya akan yang begitu akrab di dan akan sering didengar nanti, berikut ini ulasannya:


1.       White Paper
Sebuah dokumen yang menjabarkan tentang protokol suatu aset digital, segala macam kode, fungsi, dan semua hal mengenai detail digital aset terkait secara rinci. White Paper ibarat buku pedoman sebelum kita menggunakan sebuah produk. Ada banyak petunjuk dan cara kerja yang bisa kita jalankan.
Image result for white paper blockchain
Bagi sebuah digital aset yang baru saja diluncurkan atau lebih dikenal Initial Coin Offering (ICO). White Paper jadi syarat wajib untuk meyakinkan pengguna dan investor dalam terjun di dalamnya. Ada semua penjelasan setiap koin baru yang dilepas sekaligus petunjuk yang bisa dipahami oleh pengguna.

Ada banyak bagian penting yang tercantum dengan jelas pada sebuah White Paper dari setiap pengembang. Setelah setiap koin tersebut dilepas, ia akan bersifat Open Source. Ada sejumlah poin yang harus ada seperti: Perkenalan, disclaimer, daftar isi, deskripsi market (masalah yang ingin dipecahkan), deskripsi proyek yang dijalankan, token (token yang akan didistribusikan), bagaimana dana dikumpulkan, para tim dalam proyek hingga rencana jangka panjang.

Setelah itu semua, ada satu hal penting yang jadi dasar penyelesaian yang ada pada White Paper yaitu: Masalah yang akan diselesaikan, cara bisnis tersebut dalam menyelesaikan masalah hingga perkembangan ke depan bisnis tersebut. Semuanya terangkum jelas di dalam White Paper yang bisa diunduh oleh siapa saja.

Ada kalanya setiap koin baru harus memiliki White Paper yang menarik khususnya dalam proses penyajian. Serta singkat dan tidak bertele-tele, karena cara ini mampu memikat investor atau pengguna baru masuk ke dalam komunitas (ekosistem) yang kita buat.

White Paper juga harus mencantumkan Roadmap yang jelas sehingga bisa siapa saja tahu proses peluncuran, jumlah token, koin hingga rencana jangka panjang. Dari segala persiapan yang ada di atas, nantinya koin baru akan dipertimbangkan oleh siapa saja sehingga layak masuk dalam jajaran koin potensial di digital aset. Kini tinggal saatnya kalian memborongnya.

2.       Bag Holder
Saat mendengar Bad Holder, para Trader sering menggunakan istilah ini untuk menyimpan aset digitalnya dan berharap harganya akan terus naik. Pada saat pasar lesu dan mengalami penurunan dengan banyaknya yang menjual asetnya, para Bag Holder atau yang akrab dengan kata-kata HODL akan menahan asetnya. Beda dengan para pengguna kripto lainnya yang melakukan SODL (Sell for Dear Life).
Related image
Mereka punya harapan besar atas yang mereka tahan yaitu nilainya akan merangkak naik di kemudian hari. Rasa sabar menahan asetnya ini layak diacungi jempol karena bisa saja saat pasar panik sangat jarang yang menahan asetnya. Rasa sabar tak ayal sering membuat para Bag Holder akan menuai sukses di kemudian hari.

Ada banyak para Trader Bag Holder yang tersenyum lebar, itu mulai terbukti saat ini karena harga digital aset keseluruhan mengalami kenaikan signifikan khususnya digital aset ternama bahkan melonjak sangat tinggi. Jadi.. kalian siap tidak jadi Bag Holder yang siap menuai sukses karena membeli saat harga terendah dan menjual saat harga tertinggi.

3.       Fork
Istilah yang mengacu pada suatu aset digital yang seakan membentuk cabang baru dari kode yang sudah ada. Fork akan terjadi saat para tim pengembang sepakat bersama dalam membentuk aplikasi baru atau perubahan sistem programming yang ada di suatu digital aset.
Image result for crypto fork
Beberapa waktu yang lalu, sejumlah digital aset sempat mengubah Fork-nya atas kesepakatan bersama. Biasanya sistem akan terganggu sejenak, layaknya maintaince pada jaringan web. Memang setiap perubahan Fork harus ada kesepakatan panjang dan rumit di dalamnya. Tak jarang Fork berumur pendek dan mengalami perubahan Fork. Faktornya beragam seperti adanya peretasan, Bug hingga gangguan pada sistem Blockchain.

Saat ini ada dua jenis Fork yang sering digunakan dan punya peran masing-masing. Pertama adalah Hard Fork yang mampu memberikan perubahan yang berpengaruh pada perangkat lunak yang tervalidasi yang mampu menghasilkan proses validasi dalam proses melihat blok.
Image result for crypto fork
Sudah pasti Hard Fork yang dihasilkan akan menghasilkan peraturan baru yang terkoneksi dengan semua Node. Akan tetapi semua Node (komputer tersebut akan menyesuaikan dengan aturan baru yang sesuai dengan perangkat lunak.

Pada Hard Fork harus ada harmonisasi antara setiap perangkat lunak, tujuannya agar tidak terjadi perselisihan atau perpecahan. Bukan hanya itu saja, Hard Fork yang mengalami gangguan akan sangat rentan termasuk dalam kode tersebut.

Kemudian ada Soft Fork, punya sifat yang sangat berbanding terbalik dengan konsep Hard Fork. Setiap perubahan dari setiap blok baru yang tervalidasi oleh setiap perangkat lunak lama. Nah.. di sini perubahan perangkat lunak tidak berubah seluruhnya. Artinya bisa menyesuaikan dengan perangkat Node pada jaringan Blockchain tersebut.

4.       Smart Contract
Sebuah dokumen yang mengikat perjanjian antara dua belah pihak atau bahkan beberapa pihak dengan menggunakan perjanjian kontrak digital berbasis Blockchain. Beda dengan kontrak yang kita lihat saat ini yang umumnya berupa secarik kertas dengan materai dan dibubuhi tanda tangan dua belah pihak.
Related image
Pada Smart Contract menggunakan beragam kode yang tersusun dengan sangat rapi di jaringan Blockchain. Teknik ini pertama sekali diperkenalkan oleh Nick Szabo salah seorang profesor kriptografi. Szabo melahirkan sebuah konsep desentralisasi yang begitu fleksibel bagi pengguna, salah satunya pengguna Smart Contract. Sifatnya yang desentralisasi tanpa terikat dengan pihak mana pun dan segala transaksi akan tercatat dengan jelas di catatan digital.

Beda dengan kontrak bisa yang berada di atas hitam dan putih, sehingga bisa saja diubah oleh salah seorang pihak yang membuat kesempatan. Selain itu perjanjian hanya pihak-pihak yang terlibat saja mengetahui setiap kontrak tersebut sehingga rawan pelanggan. Di Smart Contract segala perjanjian yang sudah dibuat tidak dapat diubah oleh siapa pun karena sudah disimpan di jaringan sebagai catatan digital.

Seperti saat ini, peran dari Smart Contract sangatlah besar. Apalagi dengan berkembang konsep Blockchain. Rasa kepercayaan adalah harga yang sangat mahal dalam sebuah sistem. Salah satunya sifat manusia yang sering sekali menyalahgunakan sebuah perjanjian sebuah perjanjian bersama. Apalagi hal yang bersangkutan dengan transaksi mata uang dengan orang lain.
Misalnya saja pada konsep online shop atau e-commerce, pembeli mentransfer uangnya untuk membeli barang dagangan si penjual. Tidak adanya aksi (Hit & Run) dalam transaksi, apakah itu dari pembeli ataupun penjual. Semua itu berdasarkan rasa percaya pada sistem tersebut. Sehingga segala aktivitas dan transaksi berhasil dicatat dan tidak ada penyalahgunaan perjanjian bersama.

Ia punya segudang keunggulan yang sangat cocok dalam proses automasi ke arah dunia digital. Seperti konsepnya yang mandiri, rasa kepercayaan diri, kemampuan back up data hingga pastinya penyimpanan data berbasis database.

5.       Top Gainer
Aset digital yang mengalami koreksi atau kenaikan harga paling tinggi dalam kurun waktu tertentu. Kenaikan ini membuat para pemilik digital aset untung besar dan membuat permintaan pasar relatif sangat tinggi.
Image result for top gainer crypto
Pada masa Top Gainer, ada banyak pelanggan yang membeli digital aset. Sehingga berpengaruh harga dalam rentan waktu dekat. Gejolak ini membuat permintaan meningkat dan bahkan harga akan naik dengan sangat cepat hingga On The Moon. Keuntungan terbesar datang buat mereka yang membeli digital aset saat nilai terendah.

6.       Top Decrease
Aset digital yang mengalami koreksi atau penurunan harga paling tinggi dalam kurun waktu tertentu. Ada banyak faktor dan salah satunya adalah peristiwa Dump yang berakibat penurunan permintaan dan terjadi penjualan besar-besaran.

Lesunya pasar digital aset berpengaruh besar pada animo masyarakat, pada masa penurunan ini ada banyak pihak yang menjualnya dengan alasan mengurangi efek kerugian lebih besar. Sehingga terjadi kepanikan besar khususnya kerugian buat yang membeli saat harga tinggi namun malah mengalami Top Decrease.

Ini sangat wajar terjadi di jagat digital aset, sebaiknya tidak panik atas kelesuan pasar. Malahan jadi kesempatan besar memborong sejumlah digital aset potensial yang sedang mengalami penurunan.

7.       Market Capitalization
Peran pasar digital aset sangatlah besar, salah satunya adalah Market Capitalization yang bertujuan memberikan informasi mengenai segala macam nilai aset digital berdasarkan harga pasar dan jumlah aset yang saat ini beredar. Ada banyak keterangan yang tertera di dalamnya sehingga para pelanggan bisa tahun perubahan harga dari harian, setiap jam hingga dalam rentang waktu tertentu.
Image result for coinmarketcap
Adanya kurva yang dapat diamati para pengguna sebelum memutuskan membeli dan menjual digital aset yang ia punya. Salah satunya yang paling populer adalah coinmarketcap, ada banyak harga digital aset yang dibisa dilihat setiap saat dan perubahannya setiap menitnya.

Saat ini ada lebih dari 2.000 digital aset yang terdata secara jelas di dalam coinmarketcap. Pengguna bisa mengetahui rekam jejak setiap digital aset hingga jumlah koin yang diperdagangkan hingga jumlah totalnya di Market Capitalization.

8.       Agreement Ledger
Buku besar pencatatan transaksi yang mengikat lebih dari satu pihak dalam sebuah perjanjian dan tercatat dalam jaringan Blockchain. Konsepnya menggunakan dasar dari Smart Contract tanpa adanya kertas, karena semuanya tercatat secara langsung di dalam sistem Blockchain dalam bentuk kode algoritma unik.

Sifatnya tanpa paksaan pada dua belah pihak yang terlibat dalam perjanjian. Perjanjiannya akan terikat dalam Blockchain tanpa ada pihak yang bisa mengubahnya. Sesuai dengan Ledger pada sistem Blockchain, tidak ada pihak yang mengambil kontrol dan struktur pengambil keputusan dalam jaringan. Semuanya berdasarkan konsensus yang ditetapkan.

9.       Testnet
Sebuah jaringan alternatif yang digunakan oleh para developer ketika melakukan trial dalam suatu platform yang ada pada Blockchain. Nantinya akan menghasilkan koin atau token yang tidak memiliki nilai dari proses pengujian.
Related image
Khususnya sebagai percobaan tanpa harus menggunakan hasil jaringan utama yang khawatir dapat mengganggu atau memutus rantai token utama pada aplikasi terkait. Sebagai contoh yang pernah menguji Testnet adalah Ethereum, ia menguji sistem jaringan sekundernya.

Saat itu masih sangat minim kemampuan para pengembang di Blockchain, cara ini bertujuan mengajarkan para pemula serta pengembang dalam membuat token baru. Alhasil Ethereum kala itu berhasil menerbitkan token ERC20 yang bersifat gratis pada pengguna.

10.   Konsensus
Adalah ketika mayoritas partisipan jaringan menyetujui validitas suatu transaksi. Adanya konsensus merupakan salah satu keunggulan dari sistem yang ada pada jaringan Blockchain dan tidak dimiliki pada konsep serupa. Khususnya dalam proses verifikasi data yang cepat dan tidak ada pihak yang dicurangi di dalamnya. Para partisipan yang berada di jaringan Blockchain mencapai kata sepakat atau sebuah validitas transaksi sehingga dicapai sebuah kesepakatan atau perjanjian akhir.
Saat ini ada lima konsensus yang digunakan mulai yang paling populer adalah Proof of Work (PoW), Proof of Stake, Proof of Space, dan terakhir adalah Proof of Authority. Setiap digital aset menerapkan konsensus masing-masing dalam implementasi yang terapkan seperti keamanan, kegunaan hingga proses pengukuran.

Itulah sejumlah istilah penting yang menjadi tolak ukur di dunia digital aset. Ia akan tumbuh berkembang terus dan akan banyak pesaing besar yang akan meramaikan dunia digital aset. Akan ada banyak istilah di dunia digital aset yang memberikan edukasi kita semua. Semoga postingan ini memberikan pencerahan.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Halo Penulis

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Berlangganan via Email