Saturday, June 13, 2020

Playstation 5, Nyawa Terakhir Penyelamat Bisnis Sony

Hadir terakhir seakan bukan berarti tak sukses, Playstation berhasil membuktikannya sebagai raja konsol. Sekaligus mendepak Nintendo dan Sega yang terlebih dulu eksis terlebih dulu. Perjuangan itu berawal dari strategi bisnis dan tentu saja inovasi. Kini sisa kesuksesan tersebut coba dipertahankan saat era konsol bukan primadona seperti dulu.

Kala itu pengalaman yang dirasakan gamer tidak begitu impresif oleh Sega dan Nintendo, PlayStation melihat ini sebagai peluang menjadi raja konsol. Apalagi dunia game berkembang begitu cepat di era 90-an, saat demam game konsol sedang tinggi-tingginya. Kelebihannya yang ditawarkan adalah bisa bermain di rumah tanpa harus ke tempat bermain seperti Game Arcade.

Sony dengan senjata andalannya Playstation mampu meracuni semua gamer kala itu. Racun mematikan itu benaran datang saat Playstation generasi pertama diluncurkan, tanggal 3 Desember 1994 dipilih. Peluncuran perdana dan memberikan segudang fitur dibandingkan pesaingnya mulai dari CD-ROM yang kala itu game masih kaset bisa. Kemudian Memori Card dalam menyimpan data permainan dan tentu saja Gameshark buat yang suka cheating. Ini bagian yang saya suka!!!

Sony memberikan sesuatu yang spesial dari semua konsol Playstation milik mereka. Gamepad buatan Sony begitu nyaman, mengalahkan para pesaingnya yang terlebih dahulu kenyang asam garam. Gamepad milik Sony tersebut mereka namai dengan DualShock yang menjadi cikal-bakal Gamepad modern yang dimainkan gamer hingga saat ini.

Gamepad Sony dianggap sebagai jurus maut, saat itu gamepad para pesaing tidak terlalu impresif. Sony menjawab keraguan tersebut, mulai dari gamepad, spesifikasi, dan tentu saja inovasi. Siapa yang tidak jatuh cinta coba, semua berkat gocekan awal Sony pada gamer. Saat itulah nama Sony diperhitungkan hingga kini dan bahkan setiap peluncurannya selalu menarik simpatik para gamer.

Revolusi Konsol dan Arah Game Modern
Berbicara mengenai Playstation pertama, model ini dianggap cukup sukses di pangsa konsol. Sony bahkan memberikan perubahan gaya bermain ini kian mengembangkan berbagai jenis game seperti first person shooter (FPS), Real-Time Strategy (RTS), Sport Games, dan Racing. Membuat cikal bakal gaming lebih beragam dan membuat gamer bisa memilih genre yang ia gemari.
Bahkan gamepad Sony mendukung itu semua, segala tombol mendukung berbagai multigesture yang tidak mampu dilakukan oleh pesaingnya kala itu. Kualitas game pun menjadi lebih baik tentu, kualitas grafis menjadi tajam yaitu 640 x 480 piksel. Artinya berbagai game 3D mampu dimainkan pada Playstation generasi pertama.

Siapa yang tak mengakui bahwa gamepad buatan Sony begitu sempurna, bahkan sudah melintasi zaman. Jalan panjangnya dimulai saat Playstation datang dengan gamepad yang mereka sebut Dualshock, hadir pertama kali pada 3 Desember 1994. Punya spesifikasi cukup gahar dan banyak inovasi yang ditawarkan.
Lima tahun berselang, edisi kedua pun lahir yang lebih dikenal dengan Playstation 2. Meluncur pertama kali perdana di Jepang pada 4 Maret 2000. Konsol Duashock jadi bentuk pembaruan yang digunakan Sony dengan mengandalkan analog. Bentuk dari konsol lebih ramping dan ada banyak perubahan yang dilakukan. Misalnya saja mematenkan konsep DVD dan opsi hardisk. Lalu peningkatan kapasitas Memori Card dan punya resolusi lebih baik dari sebelumnya.

Bisa dibilang konsol Dualshock dari Playstation generasi kedua adalah bentuk asli yang dipertahankan bertahun-tahun. Memang ada upgrade pada versi selanjutnya tapi kesan klasik dan nyaman tersebut tetap dipertahankan oleh Sony hingga Playstation generasi kelima.

Tahun 2006 kejutan kembali diberikan Sony dengan hadirnya Playstation 3, tentunya dengan segudang fitur di dalamnya. Spesifikasi cukup gahar dan bersaing seperti dengan mengubah DVD menjadi Blue Ray Disc serta dukungan Hardisk berkapasitas besar.

Urusan gamepad pun yang cukup menarik, Playstation pun berhasil mengganti konsep kabel pada dualshock dengan controller wireless. Cukup revolusioner karena kabel membatasi gerak dalam bermain dan bebas konslet. Proses switch pun lebih mudah karena sudah tersedia tombol pada bagian tengah dualshock.yang ada logo Playstation di tengahnya.
Lalu dualshock punya media khusus yang bisa digunakan untuk mengisi daya pada gamepad. Ada sejumlah lampu indikator dalam bermain dan pastinya nyaman karena analognya pergerakannya lebih responsif dibandingkan dengan versi sebelumnya. Termasuk analognya yang lebih responsif dibandingkan versi sebelumnya.

Selanjutnya 6 tahun kemudian Playstation 4 dirilis di Amerika pada 15 November 2013. Ada banyak perubahan besar yang diberikan oleh Sony, seperti dapur pacu yang lebih ngebut dibandingkan versi sebelumnya. Generasi keempat memang lebih bertenaga dan punya kemampuan lebih hidup,

Kelebihan yang ada pada versi sebelumnya tetap ditonjolkan seperti fitur dualshock wireless. Penambahan besar yang dirasakan membuat kesan lebih modern seperti tambahan touchpad untuk mengarahkan kursor sekaligus input mouse. Serta adanya light bar yang membuatnya sangat menarik kala bermain dalam kondisi gelap. Lalu pada DualSchock ada penghubung mic atau earphone di bagian bawah, membantu efek getaran saat bermain game tertentu, seakan lebih hidup.

Terbaru adalah di tahun 2020, generasi kelima akan meluncur yang dinamakan dengan Playstation 5. Meluncur di akhir tahun tersebut dan sebelumnya sudah diperkenalkan pada akhir tahun lalu. Punya dapur pacu yang menunjang dalam memainkan game era saat ini Termasuk adanya teknologi Haptic Technology dan Adaptive Trigger dalam memainkan game lawas dari generasi sebelumnya.
Perubahannya cukup ekstrem dari mulai spesifikasi yang diusung nantinya hingga tampilan dualshock. Kesan klasik yang sudah dipertahankan sejak generasi pertama seakan berubah cukup drastis. Bahkan menyerupai pesaingnya yaitu Nintendo dan Xbox. Terlihat jelas pada setiap sudutnya lebih bulat pada tepinya lebih ramping dengan ukuran lebih besar.

Komponen lain yang mengalami perubahan warna seperti Light Bar yang tadinya diposisikan di bagian depan DualShock 4 berganti posisi ke sela-sela Touchpad. Serta tombol Share diganti dengan nama tombol Create.  Perpaduan warna memadukan dua warna seperti warna hitam dan putih dengan akses biru pada sela-sela Dualsence, Sedangkan bentuk konsol menurut para netizen menyerupai router Wi-Fi, ada-ada saja bukan!.

Prospek Konsol di Masa Depan
Game konsol punya nasib bisa tergusur oleh game PC dan Game mobile, salah satu alasannya adalah fleksibilitas dan portabilitas. Sebagai contoh Game PC kini seakan mengalami perkembangan yang cukup pesat, mulai dari grafis hingga performanya. Ini membuat Game PC dianggap lebih enak dimainkan buat gamer saat ini meskipun kenyamanan gamepad konsol belum ada tandingannya.

Gebrakan dari segmen mobile gaming dianggap cukup taring dalam menyamai konsol. Sudah lahir ponsel gaming dengan performa luar biasa dari berbagai pabrikan Ada beragam perangkat pendukung bermain menggunakan ponsel dari joystick, docking, dan perangkat lainnya. Sudah pasti banyak gamer punya mobilitas tinggi yang memilih mobile gaming dibandingkan konsol.
Sony sadar, ada banyak penggemarnya yang beralih pada mobile gaming dengan alasan portabilitas. Inisiasi dilakukan dengan melahirkan PS Portable dan kemudian disusul dengan PS Vita. Hanya saja reaksi pasar kurang memuaskan hingga akhirnya di awal 2010-an Sony menghentikan produksinya. PS portable kalah dengan mobile gaming yang bisa digunakan

Padahal setelahnya, mobile game dari perusahaan teknologi bermunculan dan menjadi segmen paling menggiurkan untuk siapa saja yang terjun ke sana. Sony dianggap kurang mampu dan fokus pada pengembangan konsol gaming yang butuh riset lama. Beda halnya ponsel gaming yang membutuhkan divisi khusus lainnya dan butuh inovasi serta produk baru setiap tahunnya.

Tak putus di sana saja, kini dunia gaming akan menghadirkan cara bermain model baru yakni Cloud Gaming. Selama ini game identik dengan menggunakan perangkat fisik, tapi semua berubah di masa depan yang semuanya serba digital. Itu ibarat transformasi mendengarkan musik mendengarkan perangkat ke arah platform streaming.
Game streaming dianggap cukup menarik, tak lain karena telah hadirnya 5G dalam proses bermainnya. Fungsi internet yang makin kencang dan minim akan latency membuat semuanya jadi lebih mudah. Bahkan segala perangkat tidak lagi mengandalkan spek kencang atau harus menginstal aplikasi untuk masuk ke dalamnya serta kemudian baru bisa bermain.

Semuanya akan tersimpan di dalam cloud, cara bermainnya harus streaming bahkan kualitasnya sudah mampu menggerakkan game berkualitas 4K. Selama ini ketiga segmen dari game konsol, PC, dan mobile gaming begitu merajai. Tapi hadirnya cloud gaming jadi ancaman karena tanpa membeli CD ataupun menginstal software game sudah bisa dijalankan.
Kejutan itu hadir dari keberanian Google yang menghadirkan Google Stadia dan GeForce merilis GeForce Now. Kombinasi yang tepat untuk terjun ke dunia game streaming, bermodal hanya dengan menghubungkan perangkat yang ia miliki dengan internet sudah bisa bermain game apa pun itu. Tak masalah apa perangkat yang dimainkan, apakah bermodal game konsol, PC, mobile gaming, dan bahkan Smart TV sekalipun.

Playstation sadar ancaman baru ini dan bisa membuat konsol yang terhubung langsung dengan cloud gaming, bila tidak akan kehilangan pengguna yang beralih ke sana. Nama yang sudah menjadi cloud gaming tak hanya Google Stadia, ada juga Playstation Now, Shadow, Project xCloud, dan Vortex.

Gamepad Sony yang Tak Lagi Revolusioner
Sony resmi mengumumkan wujud baru Controller PlayStation 5 yang mereka beri nama DualSense. Berbeda dengan DualShock 4 pada PS4, Sony mengusung desain baru yang terkesan lebih modern pada DualSense. Warna yang ditonjolkan pun adalah putih, bila sebelumnya berwarna hitam semenjak Playstation generasi kedua hingga keempat. Artinya seakan kembali nostalgia dalam balutan gamepad generasi pertama tapi dengan sentuhan futuristik.

Sekilas memang menyerupai Xbox series besutan dari Microsoft dan bisa dianggap sebuah pukulan telak buat Sony, selama ini Sony dianggap trendsetter dalam dunia konsol. Bagaimana tidak, sebuah konsol revolusioner seakan kesulitan menentukan tampilan gamepad yang tak pernah berubah lebih dari dua dekade.
Terlihat jelas  perubahan radikal, Dualshock yang sebelumnya jadi nama gamepad kini berubah menjadi DualSense. Fitur tambahan seperti Haptic Feedback yang membuat pengalaman bermain jadi lebih hidup khususnya getaran saat melalui sesuatu medan atau benturan. Termasuk Adaptive Trigger yang merasakan sensasi buat pemainnya. DualSense memberikan warna baru bermain, gamepad yang dianggap lebih modern dan futuristik oleh Sony.

Bagi para gamer yang sudah lama bermain Playstation sejak generasi pertama dengan mengobati rasa penasaran dengan teknologi backwards compatibility. Kemampuan yang bisa memainkan game lawas dari generasi sebelumnya, pastinya dengan grafis terbaik tapi dengan kesan lawas. Sekaligus membuat para penggemarnya merasakan nostalgia pada game favoritnya. Playstation seakan mengembalikan memori waktu kecil dari penggemarnya.
Terakhir adalah kemampuan cross-gen dalam bermain game dengan pemain dari generasi Playstation berbeda. Caranya bermain secara online, melalui Playstation Network, memang tak semua lintas Playstation bisa melakukan hal tersebut. Hanya generasi ketiga dan keempat saja, tapi ini cukup menarik karena ada banyak generasi sebelumnya yang kesulitan dalam adaptasi untuk upgrade  dalam bermain. Playstation Network cukup membantu dan pasti sangat seru.

Artinya tidak ada lagi alasan, sekaligus cara ini menurut saya membuat ikatan kuat antar lini. Bisa saja tidak perlu upgrade pada generasi selanjutnya. Atau membeli Playstation edisi terbaru untuk bisa merasakan semua game lawas terdahulu. Semua kembali pada pengguna masing-masing.

PS5 menawarkan backwards compatibility sehingga dapat memainkan gim dari konsol PlayStation generasi sebelumnya, serta Cross-Gen yang memungkinkan pengguna PS5 bermain bersama pengguna konsol PlayStation generasi sebelumnya di PlayStation Network.

Playstation, Nyawa Terakhir yang Siap Mengembalikan kedigdayaan Sony
Sony bukanlah perusahaan kemarin sore asal negeri matahari terbit. Ada beragam bisnis unit dari elektronik, kendaraan listrik, hiburan, dan finansial. Di bisnis elektronik, Sony punya sembilan divisi di dalamnya. Sejumlah divisi yang terus merugi, mengharuskan Sony harus melepasnya seperti yang terjadi pada VAIO. Divisi yang masih bersinar adalah Sony Interactive Entertainment, sekaligus membawahi produk andalan: Playstation.

Sejak pertama kali diluncurkan lebih dari seperempat abad silam, Playstation selalu jadi primadona sekaligus menaikkan derajat Sony di mata dunia kembali. Nyawa terakhir tersebutlah yang terus menjadi awal baru dalam resolusi Sony saat ini. Mereka pun siap kembali bangkit seperti dulu, memperbaiki kesalahan dengan inovasi dan menarik kembali minat bermain konsol.
Alasan pertama karena nostalgia penggemar, jumlahnya pun banyak dan tersebar di seluruh dunia. Harus diakui bahwa Playstation punya fans yang sangat banyak dari lintas generasi. Mungkin saja dari para Boomer hingga Generasi Alfa. Kekuatan fans dianggap membuat mereka bisa terus bertahan hingga saat ini. Mungkin game PC dan mobile gaming jadi ancaman saat ini sedangkan cloud gaming ancaman di masa depan.

Playstation tahu bahwa mereka tetap dinanti dan ditunggu-tunggu oleh fansnya. Masalah usia pengguna mungkin hanya angka karena game konsol buatan Playstation menghilangkan itu semua. Mungkin pernah Anda lihat orang tua yang masih bermain Playstation di rental. Sebaliknya tidak ada bahkan jarang orang berumur bermain game PC apalagi game mobile. Segmennya hanya menyasar generasi muda yang baru saja mengenal dunia gaming.

Lalu ada juga faktor ketahanan yang dimiliki oleh produk buatan mereka. Kesalahan produksi dan kerusakan sangat minim, ini membuat reputasi bagus terus dipertahankan. Toh... pengguna ingin membeli sekali dan memakainya seumur hidup, inilah dianggap membuat Sony tetap menjadi primadona. Memang sinar terangnya tak segemerlap dulu, namun kenangan dan pengalaman yang diberikan pada pelanggan sulit dilupakan.

Apa yang didapatkan dari Sebuah Playstation 5
Kedua kombinasi ini dianggap cukup, apalagi kini Playstation mencoba kembali formula 25 tahun lalu saat pertama kali muncul di hadapan publik yaitu inovasi. Kehadiran Playstation 5 dianggap cukup revolusioner khususnya pada perangkat konsolnya.

Perpaduan warna putih dan hitam dengan aksen warna biru di beberapa bagian memberikan kesan futuristik. Memang konsol tergolong game paling lama yang telah ada, tapi pilihan warna dan desain memberinya kesan modern tak kalah dengan PC dan gaming mobile. Line-up hardware yang disediakan pun lebih beragam dibandingkan generasi sebelumnya.
Pertama kali adalah Dualsense Wireless Controller dengan daya jangkau lebih jauh dan kemampuan baterai lebih panjang. Ini membuat pengguna bisa menggunakan lebih lama tanpa terhubung dengan perangkat konsol. Proses pengisian daya pun tidak mengandalkan kabel lagi tetapi dengan charging station dengan proses pengisian Wireless Fast Charging.

Tak ketinggalan sudah tersedia sebuah Headset yang bisa digunakan bermain layaknya gaming PC. Sony menyebutnya dengan sebutan Pulse 3D Wireless Headset. Belum diketahui bagaimana kualitas suaranya, apakah bisa menyaingi Headset PC gaming karena secara penuh sudah mengandalkan wireless.

Sony juga menghadirkan fitur HD Camera yang dibekali dengan dual lensa beresolusi hingga 1080p. Sudah pasti dengan kualitas sebagus itu akan mendukung proses streamer game yang aktif dalam membagikan gameplay. Apakah menggunakan platform Youtube atau Twitch. Artinya konsol Sony ingin memberikan shock therapy buat PC gaming.

Terakhir yang terkesan biasa saja tapi memberikan kejutan adalah Media Remote. Fungsi bisa sebagai pengganti gamepad dalam lingkup lebih luas. Sebagai kejutan adalah kemampuan Playstation 5 bisa menavigasi film dan layanan streaming. Di dalamnya juga telah disematkan mikrofon yang bisa menerima proses perintah suara dalam pengoperasiannya.

Playstation 5 pun sudah pasti butuh Smart TV yang mendukung proses berjalan dengan baik dan tentu saja layanan ngebut agar semuanya optimal. Playstation 5 seakan sudah berada di era cloud gaming dan Sony sedang mempersiapkannya untuk masa depan. Model gaming yang akan jadi referensi gamer nanti, tak sabar menunggu itu semua.

Dari segala semua hal tersebut, masalah terbesar adalah harga. Ini yang membuat gamer berkantong cekak harus memikirkan dan kadang harus mengurungkan niat membeli Playstation 5. Menurut beberapa situs harganya masih simpang-siur karena baru resmi dijual akhir tahun 2020.

Saya mencoba menerka-nerka harganya tak jauh berbeda dengan Playstation 4 yang dibanderol $400. Otomatis harga penerusnya jauh lebih mahal karena beragam perangkat canggih tambahan dan faktor inflasi. Prediksi sejumlah pihak mengatakan hingga $600, tapi bisa saja di bawah prediksi tersebut.
Menurut saya itu cukup wajar karena biaya produksi dan riset semakin mahal, lagian ada begitu banyak yang rela menghabiskan uangnya lebih banyak buat gonta-ganti ponsel gaming atau menambah kualitas PC Gaming. Bisa dikatakan Playstation 5 jadi investasi jangka panjang, apalagi Sony punya kebiasaan mengeluarkan produk 6-7 tahun. Makin lengkap dengan kualitas produk buatan Sony yang terkenal awet sejak dulu.

Lagian Playstation bisa jadi investasi buat anak Anda atau sang suami buat betah #dirumahaja, selama masa pandemi mereda. Saat ini ada banyak pria dewasa hingga anak-anak acuh dan kelayapan keluar rumah hingga lupa waktu. Playstation tahu dengan produk barunya bisa membuat hati seorang ibu dan istri tenang. Syukurlah mereka #dirumahaja...

Bagaimana, sudah siap membeli konsol Playstation terbaru? Semoga tulisan ini menginspirasi dan Have a Nice Days.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?