Saturday, December 5, 2020

Indahnya Potensi Air dari Pancuran Curug di Sumedang

 

Bentang alam nusantara digambarkan bak surga dunia membentang luas hingga mata memandang. Guratan geografis nan indah menghiasi kontur dari bumi Sumedang. Kota yang selama ini dikenal khalayak luar hanyalah salah kota kuliner terkemuka. Sebutan kota tahu melekat sejak dulu berkat gurihnya kuliner yang dihasilkan.

 

Tak berhenti di situ saja, ada segudang potensi alam yang hadir di dalamnya. Bisa dikatakan Sumedang sebagai kota dengan beragam air terjun yang bisa ditemukan dari pegunungan di sekitarnya. Nyatanya tersimpan begitu indah berbagai pesona alam dan potensi tak terduga dari alamnya.

Potensi ini seakan coba diangkat melalui pesona alam yang dimiliki. Kontur alam dan geografis yang kayak akan bukit, nyata menyimpan pasokan air yang besar. Air itu bukan hanya mengalir dari sungai dan tertampung di danau.

 

Namun air itu muncul dari tebing-tebing kuno yang dulunya terbentuk dari proses vulkanik. Alam menyulamnya sedemikian hingga akhirnya manusia menyebutnya dengan air terjun. Bagi masyarakat Sumedang, air terjun mereka sebut dengan Curug yang berasal dari Bahasa Sunda.

 

Saat mendengar nama curug, pastinya para wisatawan seakan tergambar indah di dalam pikirannya berupa: Desir air yang jatuh dari ketinggian, pemandangan alam yang ciamik, dan satwa liar yang mudah ditemukan. Itu semua seakan ada di Sumedang, bukan hanya satu atau dua curug tapi ada puluhan curug yang memesona. 

Menemukan curug ibarat menemukan harta karun yang tersimpan di dalam hutan atau pegunungan. Bahkan bisa dibilang wisata air di Sumedang ibarat moodbuster akan penatnya aktivitas. Pengunjung yang datang dan menjelajah bukan hanya dari wisatawan lokal bahkan mancanegara tertarik dengan curug di Sumedang.

 

Sebagai orang yang selama ini suka bertualang dengan alam, pastinya menemukan wisata alam baru pastinya ibarat menambah referensi jalan-jalan. Segudang pengalaman menjadi modal berharga bahwa alam semesta ini kaya dan Indonesia seakan memiliki segalanya.

 

Bumi Sumedang bisa dikatakan lokasi yang beruntung karena kaya potensi alam. Pada setiap pinggir kota bisa ditemui berbagai wisata air termasuk di dalamnya curug. Letaknya yang dekat, aksesnya mudah, dan tentu saja tiket masuk yang terjangkau seakan menjadi destinasi wajib di akhir pekan.

 

Alasan itulah yang membuat saya penasaran menemukan setiap curug tersebut dan siap menuliskan pada para pembaca bahwa Sumedang surganya curug dan bisa dibilang menawarkan berbagai tipe yang sulit ditemukan di daerah lain. Berikut ini 10 curug dengan pemandangan menarik dan kaya akan historis yang dimilikinya:

 

1. Curug Cipongkor

Curug ini berada di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, sebuah curug bertipe tunggal atau yang punya satu air terjun. Letaknya pun tersembunyi oleh berbagai tebing cadas yang tinggi, lokasinya juga berpapasan dengan hutan Gunung Tugu yang membuat pengunjung bisa melihat begitu banyak ragam primata dan tentu saja persawahan berundak.

 

Pergi ke sana, para pengunjung pastinya akan menguji fisik dan mental untuk tiba ke lokasi. Panorama alam khas sumedang tergambar jelas setiap langkah berjalan. Perjalanan diawali dengan menyisir persawahan warga, kemudian bukit-bukit kecil satu persatu harus dilewati. Hingga akhirnya memasuki kawasan hutan Gunung Tugu.

 

Ada beragam keanekaragaman tumbuhan yang ditemui selama perjalanan hingga akhirnya suara desir air yang jauh dari sebuah tebing terlihat jelas. Itulah Curug Cipongkor yang fenomenal, letaknya tersembunyi dengan akses yang masih sulit. Akan tetapi panorama curug setinggi kira-kira 30 meter seakan menjadi pelepas segala rasa capek dan penasaran.

 

Punya akses yang sulit dan penuh tantangan, buat pengunjung yang suka akan pengalaman bertualang ala alam bebas. Alam yang masih asri dan medan yang berat rasanya dibutuhkan persiapan matang untuk ke sana. Untuk anak muda yang ingin pengalaman tak terlupakan dan menyukai wisata alam, Curug Cipongkor adalah pilihan.

 

Namun dari itu semua, pengunjung sadar bahwa Curug Cipongkor bisa menjadi objek wisata pilihan buat yang ingin bertualang di alam bebas di tanah Sumedang. Selama pergi ke sana pengunjung harus menyiapkan fisik ekstra dan bekal karena belum adanya tempat makan dikarenakan akses yang sulit.

 

Terpenting selama ke sana terbalas dengan panorama yang memikat dan tentu saja tetap jaga lingkungan. Keindahan alam milik semuanya dan kita berperan menjaganya. Curug Cipongkor berlokasi di Desa Ciherang, Sumedang Selatan, Jawa Barat. Buka setiap hari dan untuk tiket masuk gratis.

 

2. Curug Cigorobog

Curug dengan tiga tingkat ini akan memanjakan matamu dengan keindahannya. Tingkatan air terjun disebut undakan dan setiap undakan seakan menjadi penghambat desiran air. Curug Cigorog tergolong curug yang tinggi. Punya ketinggian hingga 40 meter, di setiap tingkatan undakan bisa digunakan sebagai saran bermain air dan berendam.

 

Pengalaman menarik Curug Cigorobog pastinya desiran airnya yang tidak deras dibandingkan curug lainnya yang ada di Sumedang. Lalu airnya yang jernih karena berasal dari dinding tebing.  Alam sekitarnya masih asri dan masih terdapat monyet-monyet liar di pepohonannya.

 

Jika kamu ingin berenang, kamu dapat menceburkan diri di tingkat pertamanya yang paling dekat dengan pintu masuk. Lokasi ini cocok buat anak-anak dan keluarga, bila ingin pengalaman lebih. Menaiki tingkatan undakan jadi pilihan, sembari melihat indahnya hutan di sekitar Curug Cigorobog. Kicauan burung terdengar jelas dan bersahut-sahutan satu sama lain seakan saling menyanyi melihat indahnya ciptaan Tuhan akan Curug Cigorobog.

 

Namun konon pemandangan terindah akan kamu dapatkan di tingkat kedua, yang harus kamu capai dengan sedikit mendaki. Dijamin setibanya di sini, lelahmu akan hilang dan digantikan dengan kekaguman. Tingkat ketiga paling sulit diakses dan berbahaya karena tidak diberi pengaman sehingga kamu harus ekstra hati-hati saat ke sana.

Berlokasi Curug Cigorobog berada di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Objek wisata ini buka setiap hari dengan tiket terjangkau yaitu hanya Rp 3.000 dan sangat cocok menjadi lokasi wisata alam. Sekaligus melepas penatnya bekerja selama sepekan penuh dengan meluruskan pikiran di Curug Cigorobog.

 

3. Curug Cinulang

Curug Cinulang merupakan air terjun tipe kembar yang beda dari curug lainnya di Sumedang akan tetapi dua curug yang saling berdampingan. Meski berdampingan, curug yang memiliki tinggi sekitar 50 meter ini memiliki debit air yang berbeda. Satu air terjun memiliki debit air tinggi dan aliran yang deras. Sedangkan air terjun di sebelahnya memiliki debit air yang lebih kecil.

 

Berada di daerah pedesaan yang masih begitu asri, menjadikan air terjun Curug Cinulang begitu sejuk. Udara masih terasa sangat segar, ditambah lagi rimbunnya pepohonan di kawasan wisata. Pengunjung akan disuguhi pemandangan hijau pepohonan berumur lawas yang masih tumbuh kokoh. Membuat suasana semakin asri dan menyenangkan dan bisa menjadi lokasi berteduh.

 

Curug Cinulang memiliki dinding yang dilalui air terjun berupa batuan alam berwarna hitam dan dihiasi oleh lagi tanaman rambat dan semak-semak kecil di antara dinding batuan. Seakan memberikan kesan eksotik di sekitar curug. Dari bawah curug seakan percikan air yang turun yang terkena sinar matahari menjadi pelangi indah.

 

Berlanjut pada bagian bawah air terjun terdapat kolam yang airnya berasal dari Curug Cinulang. Airnya begitu jernih dan segar. Dasar dari kolam tersebut berupa batuan alam dengan bentuk beraneka ragam. Tidak hanya bermain, pengunjung juga diperbolehkan untuk berenang di kolam ini. Atau hanya sekedar berfoto di batuan kolam dengan latar belakang air terjun.

 

Air terjun yang jatuh ini mengalir melalui celah batuan menuju ke sungai di bawahnya. Beberapa pengunjung menikmati bermain di tepian sungai sambil menceburkan kakinya ke sungai. Di dalam sungai, masih terdapat beberapa batuan dengan bermacam ukuran. Bahkan, ada juga batu yang berukuran besar.

 

Di hadapan Curug Cinulang, terdapat jembatan yang terbuat dari bambu. Jembatan ini menjadi jalan menuju ke area air terjun. Di sini juga, pengunjung dapat berhenti sejenak untuk berfoto di jembatan. Dari jembatan ini, pengunjung akan mendapatkan pemandangan curug dengan jelas.

 

Lokasinya ada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, sekaligus menjadi wilayah perbatasan alami antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Untuk menikmati objek wisata ini, pengunjung dikenakan tiket masuk yaitu Rp10.000. Lokasi wisata buka setiap hari jadi pengunjung bisa datang kapan saja buat menikmati indahnya Curug Cinulang.

 

4. Curug Ciputrawangi

Curug ini memang berada di kaki gunung Tampomas yang merupakan kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas. Pohon besar di sekeliling Curug merupakan pertanda bahwa alam dan lingkungan sekitar Curug Ciputrawangi ini sangat terjaga kelestariannya. Setiap mata memandang jauh, berjejer pepohonan nan rindang sebelum nantinya tiba ke lokasi utama Anda.

 

Untuk sampai ke sana, pengunjung harus melewati jalan setapak berbatu yang menawarkan pemandangan hutan dan batu cadas. Hingga akhirnya desir air pun terdengar makin jelas. Itulah lokasi Curug Ciputrawangi.

 

Daya tarik dari obyek wisata Curug Ciputrawangi di Sumedang karena pesona keindahannya tidak ada duanya, sulit menemukan di tempat lain. Belum lagi ada begitu banyak hewan liar yang bisa ditemui di sekitar mulai dari aneka burung hingga mamalia seperti lutung bergelantungan di dahan pohon. Semuanya sudah langka dan di Curug Ciputrawangi jadi lokasi mereka berkumpul menyambut wisata dengan ramah.

 

Objek Wisata Curug Ciputrawangi terletak di Narimbang, Conggeang, Kabupaten Sumedang. Pada Curug Ciputrawangi punya historikal panjang penyebutannya yaitu Conggeang. Versi pertama punya kaitan dengan Cut Nyak Dien yang diasingkan ke Sumedang. Conggeang berasal dari kata Congdang atau kependekan dari rencong Sumedang.

 

Kemudian menurut versi kedua menyatakan Conggeang berasal dari kata congdang, kependekan dari ’congo’ atau ujung yang runcing dan ’dangiang’ atau kewibawaan. Pastinya daerah Conggeang sejak dulu terkenal dengan daerah kaya historis, budaya hingga cagar alam yang terjaga rapi. Termasuk masyarakat yang ramah menyambut wisatawan dari mana pun Anda berasal.

 

5. Curug Sabuk

Curug Sabuk merupakan tipe air terjun yang unik hingg tantangan untuk bisa sampai ke sana. Alasan utama dinamakan demikian karena dikatakan memiliki bentuk menyerupai sabuk atau ikat pinggang. Sementara, pendapat yang lain menuturkan bahwa nama Curug Sabuk diambil dari jalan menuju air terjun yang panjang dan melingkar seperti ikat pinggang.

 

Tidak seperti air terjun pada umumnya, Curug Sabuk punya beberapa buah air terjun, setidaknya empat buah, dengan ketinggian dan aliran air yang berbeda-beda. Curahan tertinggi dikatakan mencapai sekitar 60 meter. Selain itu, ada dua curahan air yang berdekatan, atau berdampingan, yang seolah-olah membentuk air terjun kembar.

 

Sebagai tempat wisata, Curug Sabuk memang bisa dikatakan masih sepi atau jarang dikunjungi. Akses yang harus melewati jalanan berliku, serta sedikitnya informasi, menjadi beberapa faktor yang membuat air terjun ini masih belum begitu banyak dijamah. Namun, untuk keelokan dan keindahan, air terjun ini boleh diadu dengan objek wisata sejenis.

 

Setelah melewati perjalanan yang panjang, berliku, dan melelahkan, perjuangan wisatawan akan terbayar lunas dengan pesona yang ditawarkan Curug Sabuk. Pemandangan air terjun ini masih sangat alami dan asri, dengan air yang mengalir dengan bersih, jernih, dingin, sekaligus menyegarkan.

 

Selain guyuran air yang deras, di sekitar kawasan ini, pelancong juga dapat menemukan dinding-dinding alam yang tinggi, yang dipenuhi dengan pohon-pohon dan tumbuhan hijau. Banyak dari pelancong yang memanfaatkan lokasi Curug Sabuk sebagai tempat berkemah.

 

Curug Sabuk berada di dalam kawasan hutan Gunung Kareumbi dan Taman Buru Gunung Masigit. Secara geografis, air terjun ini berlokasi di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Sumedang Selatan.

 

6. Curug Buhud

Jika Kanada memiliki Air Terjun Niagara yang lebar, maka Sumedang pun memiliki Curug Buud yang memiliki keunikan yaitu bentuknya yang melebar dan luas. Karena kesamaannya yang memiliki ukuran yang lebar dan luas, maka banyak yang menyebut air terjun ini sebagai “ Mini Niagara from Sumedang”.

 

Curug Buud ini memiliki singkatan Badan Usaha Unit Desa. Alasannya karena lokasi air terjun ini berada tepat di belakang sebuah kantor usaha unit desa tepatnya di Desa Sukatani. Secara bentuk dan kontur, Curug Buhud ini tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 6 meter. Namun, air terjun ini memiliki panjang yang cukup lebar, yaitu panjang sekitar 35 meter.

 

Ukurannya yang lebar dari Curug Buhud otomatis debit air yang dihasilkan sangat besar terutama saat musim penghujan tiba. Warnanya memang sedikit kecokelatan dan kurang baik untuk berendam dan mandi. Namun begitu, aliran dari curug tersebut menjadi suplai air buat pertanian masyarakat sekitar.

 

Meskipun ukurannya tergolong kecil, namun inilah yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Alasannya karena bisa memudahkan para wisata untuk naik dan turun dalam swafoto berlatar Curug Buhud dan bebatuan dan tebing di belakangnya.

 

Curug Buhud berlokasi di Desa Sukatani, Kecamatan Tanjung Medar, Sumedang. Tiket masuk di lokasi wisata Curug Buhud Sumedang sebesar 2.000/orang. Biaya lainnya yang harus dikeluarkan adalah biaya parkir sebesar 2.000/motor dan 5.000/mobil.

7. Curug Ciwalur

Curug Ciwalur merupakan destinasi wisata alam bebas yang merupakan salah satu curug terbaik yang ada di Sumedang. Suasana air terjun dari ketinggian hampir 70 meter dengan ketinggian 75 derajat membuat kami berdecak kagum.

 

Pemandangan yang ditawarkan dari bawah curug atau yang ingin menguji stamina bisa naik ke atas puncak curug dari tebing-tebing curam nan licin. Buat yang ingin merasakan sensasi petualangan alam yang belum terekspos khalayak ramai, Curug Ciwalur adalah pilihan.

 

semua perjuangan itu terbayar lunas dengan hamparan keindahan curug yang memiliki tinggi hampir 70 meteran dengan tingkat kemiringan 75 derajat yang pastinya sangat menguji nyali. Konon katanya, proses pembentukan curug ini identik dengan aktivitas vulkanik di masa lampau. Proses pembentukan itu menghasilkan dinding tebing yang curam dan tinggi. Lambat laun proses tersebut menghasilkan sebuah curug yang fenomenal.

 

Saat berada di atas curug, Anda seakan bisa melihat luasnya hutan hujan yang masih asri. Berlokasi di Desa Jatinunggal, Sumedang bagian tenggara. Lokasi yang masih terjaga seakan pengunjung bisa melihat sejumlah satwa langka berkeliaran dengan besar.

 

Untuk bisa ke sana, pengunjung harus menyiapkan fisik dan tenaga, medan yang berat dan menantang jadi faktor yang harus diperhatikan. Urusan akses masuk gratis dan buka setiap hari buat pengunjung. Saat ke sana pastinya tetap jaga lingkungan.

 

8. Curug Cihonje

Di Sumedang ada begitu banyak sungai yang sumber airnya datang dari curug, salah satunya Sungai Cihonje. Aliran airnya ternyata salah satunya datang sebuah curug yang dikenal masyarakat dengan Curug Cihonje.

 

Punya kontur curug bertingkat yang menarik dari bebatuan di sepanjang curug dan memiliki tinggi hingga 30 meter. Debit air yang dihasilkan cukup deras dan kebanyakan dari air tersebut mengalir ke Sungai Cihonje.

 

Selama ini masyarakat Sumedang akrab dengan wisata air dan Sungai Cihonje terkenal dengan olahraga menantangnya yaitu river tubing dan berenang di sekitar bebatuan sungai. Artinya pengunjung bisa memilih saran hiburannya dari menikmati indahnya curug atau menguji adrenalin dari river tubing.

 

Sepanjang perjalanan yang masih asri dengan pedesaan dan topografi perbukitan yang memanjakan mata. Pengalaman tak terlupakan adalah saat melihat beragam primata seperti lutung yang bergelantung di dahan pepohonan.

 

Curug Cihonje menjadi buruan para pehobi foto untuk memotret nuansa alam. Memiliki ketinggian curug sekitar kurang lebih 20 meter itu merupakan hulu dari Sungai Cihonje. Airnya sangat jernih dan cocok untuk berendam. Di bawah curug terdapat bebatuan yang menambah indahnya ciptaan yang mahakuasa.

 

Curug Cihonje berada di daerah Pegunungan Margawati, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu kini mulai jadi spot kunjungan wisata alam. Anda bisa berkunjung ke sana setiap hari dan tentunya dengan harga tiket masuk yang terjangkau.

 

9. Curug Gorobog

Pada Curug Gorobog punya keunikan yaitu air terjunnya yang terdiri dari tiga tingkatan menawan. Desiran air terjun yang turun dari bebatuan terasa ibarat simfoni. Air yang jernih dan tak deras menjadikan Curug Gorobog dijadikan objek swafoto idaman.

 

Setiap pepohonan di sana ditata menjadi lokasi yang ikonik berswafoto. Seakan tepat mengarah dengan latar belakang Curug Gorobog. Dinding di air terjun juga punya sangat terjaga, tumbuh berbagai tumbuhan yang menutupi semua dinding tebing. Belum lagi pepohonan yang tertata rapi, lokasi Curug Gorobog ditata sedemikian rupa untuk pengunjung yang menyukai wisata air.

 

Menurut harfiah akan penamaan curug tersebut berasal dari penemunya yaitu Aki Gorobog. Dalam Bahasa Sunda nama tersebut punya arti yaitu kaget. Rasanya sesuai dengan suara dari hentakan air yang jauh dari ketinggian dari Curug Gorobog yang begitu deras dan membuat orang di bawahnya bisa kaget dengan suara yang dihasilkan.

 

Curug Gorobog  berlokasi di daerah Citengah yang mempunyai banyak objek wisata bahkan sebelum sampai di lokasi. Bisa dibilang Curug Gorobog adalah Final Destination para pelancong yang ingin suasana hening dan menyejukkan dari sebuah wisata air.

 

Urusan akses ke Curug Gorobog juga mudah dengan jalan yang baik meskipun berkelok hingga sampai ke lokasi tujuan dan cukup jauh dari Kota Sumedang. Semuanya seakan terbayar lunas saat tiba ke sana, urusan tiket masuk pun terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk dan parkir kendaraan yaitu Rp5.000, sangat rekomendasi untuk pergi bersama teman ataupun keluarga.

 

10. Curug Jatma

Bagi sebagian orang Curug Jatma masih sangat asing di telinga sebagian orang. Tapi pecinta alam, Curug Jatma memberikan sebuah pengalaman berarti akan indahnya potensi wisata air di Sumedang. Menjangkau lokasinya pun sulit apalagi berada di perbatasan Desa Cilengkrang dan Sukajadi, menjadi rasa penasaran bisa sampai ke sana.

 

Lokasi Curug Jatma yang berada di antara dua lembah bukit Chandra, perbatasan Desa Cilengkrang dan Sukajadi. Untuk bisa sampai ke lokasi Curug Jatma, dapat dilalui dengan jalan setapak yang biasa digunakan para petani untuk berladang dan bersawah di lokasi tersebut.

 

Belum lagi kontur jalan yang menanjak dan kadang ada banyak turunan. Pengunjung mengharuskan berhati-hati saat melintas terutama saat musim penghujan tiba. Selama perjalanan pun disuguhi dengan beragam sisa batuan besar. Konon katanya batuan tersebut berasar dari letusan Gunung Galunggung meletus tahun 1982 silam.

 

Kemudian saat ke sana, ada sebuah gua kecil yang bermaterial batu cadas, tentunya ia terbentuk dari letusan yang sama. Seakan setiap kaki melangkah, mata disuguhi panorama yang menakjubkan. Apalagi Curug Jatma termasuk salah satu dalam curug kembar yang ada di Sumedang.

 

Setiba di sana, rasanya semua lelah perjalanan terbayar lunas. Panorama yang didapatkan atas perjalanan tidak sia-sia. Punya tinggi curug hingga 60 meter dan dikelilingi hutan lebat dari berbagai satwa langka. Curug ini sangat cocok sebagai destinasi tersembunyi yang menarik mata.

 

Seakan menjadi lokasi hening untuk jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota Sumedang. Bahkan debit air yang dihasilkan pun sangat deras nan jernih. Seakan pertama kali tiba ke sana adalah mandi dan berendam. Dari bawah curug dan tumpahan rintik airnya, tersingkat Pelangi yang terpancar dari pertemuan air dan sinar matahari.

 

Potensi curug ini sangat menggoda apalagi seakan kita berada di alam bebas yang jauh dari manusia. Untuk pergi ke sana pun bisa dilakukan kapan saja dan akses masuknya gratis buat pengunjung. Tentunya karena jaraknya jauh, pengunjung harus membawa bekal pribadi dan tentu saja tetap menjaga lingkungan sekitar.

Mimpi Menjelajah Sumedang dan Segudang Wisata Airnya

Rasanya sumedang jadi destinasi yang wajib dijelajahi, beragam potensi alam menjadi kontur geografi di sana begitu indah. Melimpahnya sumber air bersih dan pegunungan yang masih terjaga, menjadi setiap lokasi wisata di sana ibarat mengabdikan diri dengan alam.

Berharap mimpi ini bisa terwujud bahkan wisatawan yang ingin pergi ke Sumedang. Negeri yang dikelilingi perbukitan tersebut menyimpan sejuta cerita tak terlupakan. Kisah-kisah sejarah, budaya, kekayaan hingga kuliner yang menggugah selera. Menjadikan Sumedang jadi wisata destinasi buat siapa saja yang ingin datang ke sana. Yuk jalan-jalan ke Sumedang dan membuktikan bahwa Indonesia kaya akan pesona alam.



Share:

1 comment:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer