Monday, November 1, 2021

Kelas Pintar, Aplikasi Pintar Solusi Belajar Siswa

 

Di dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan besar dan cepat, Kini muncul cara belajar bernama Progressive Education. Role model baru yang berfokus pada anak (Student-Centered), seakan menciptakan anak yang bisa menjadi knowledge designer, knowledge producer selain menjadi knowledge consumer dalam dunia belajarnya”

 

Itulah petikan dari buku Progressive Education Fallacy in Development Country karya Gerard Guthrie yang mengacu pada sejumlah negara dalam proses pendidikannya. Di sana seakan memberikan gambar bahwa pendidikan di Indonesia masih sangat bergantung pada guru sedangkan banyak guru yang SDM masih kurang baik.

 

Dampaknya para siswa kesulitan menemukan media yang membuat ia bisa mandiri dan berkembang dalam membentuk pola pikir baru. Anak jelas dituntut aktif dan untuk aktif dibutuhkan SDM guru, kurikulum dan terobosan agar semuanya bisa tergapai.

 

Memang secara tak langsung Gap pendidikan sebuah negara sangat erat dengan ekonomi sebuah negara. Kita tak bisa kesampingkan hal tersebut. Selaku negara berkembang, Indonesia tertinggal jauh dari negara maju dalam proses pengaplikasian pendidikan. Alhasil bisa dilihat kemampuan semua lini pendidikan keteteran dalam menerima perubahan zaman.

 

Namun di dunia modern, gap pendidikan bisa dipangkas dengan cepat salah satunya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah. Butuh sejumlah shortcut yang bisa memangkas itu semua salah satunya dengan penerapan internet yang mengakses pendidikan hingga pelosok. Cepat atau lambat, proses tersebut bisa menentukan arah pendidikan di masa depan.

 

Model Belajar yang Kuno dan Rendahnya Literasi Siswa Indonesia

Baru-baru ini, lembaga pendidikan yang mengukur skor pendidikan tiap negara yaitu PISA (Programme for International Student Assessment) di bawah OECD. Mereka melakukan proses perhitungan skor dari tiga item pada anak di bawah 15 tahun di sebuah negara yaitu kemampuan membaca, Matematika, dan Sains. Alhasil Indonesia hanya berada di peringkat 62 dari 70 negara yang disurvei oleh PISA. 

Sesuatu yang tergolong buruk dan mengecewakan, ada sesuatu yang salah dari pendidikan Indonesia. Siswa lebih banyak diajarkan menghafal sebuah pelajaran dibandingkan dengan memahami setiap pelajaran. Alhasil menjadikan mereka terlalu textbook dan tentu saja sulit out of the box saat diberikan soal lainnya dengan sedikit modifikasi.

 

Butuh perubahan besar di dunia pendidikan sehingga mampu mewujudkan proses belajar yang menarik dan tentunya membuat siswa menyukai belajar. Hingga akhirnya kini model belajar baru kini muncul, yang tentunya banyak kolaborasi dari siswa, orang tua, dan guru. Ketiga komponen yang membuat si anak bisa menangkap pengetahuan baru dengan mudah.

 

Proses Metode Belajar dalam Membentuk Siswa Cerdas dan Cekatan

Mulai dari Gaya Belajar Audio dengan cara mendengarkan. Ia akan mengingat hal-hal yang didengarnya, bukan yang dilihat atau dirasakan. Misalnya, anak lebih memahami instruksi yang didikte secara verbal, bukan dalam bentuk tulisan.

 

Lalu ada gaya belajar visual, cara belajar ini diberikan kepada mereka dalam penggambaran grafis dari simbol-simbol yang bermakna dijelaskan sebagai anak dengan gaya belajar visual. Nah… terkait alat peraga yang memudahkan siswa mudah menangkap berupa seperti gambar, diagram, tabel, film, dan infografik. Di era saat ini, visual punya pengaruh besar untuk diingat lebih lama dibandingkan dengan audio saja. 

Kemudian ada gaya belajar kinestetik, cara belajar ini mengedepankan peran aktif siswa dalam mencoba terutama yang berhubungan dengan fisik.  Dalam proses pembelajaran kinestetik cenderung melibatkan semua indra mereka secara setara dalam proses pembelajaran.

 

Metode kinestetik berarti anak harus bergerak atau melakukan sesuatu ketika belajar. Anak dengan gaya belajar ini paling cepat menyerap materi sambil dipraktekkan, misalnya beraktivitas di laboratorium, bermain drama, atau sekadar bermain game sambil belajar.

 

Terakhir adalah gaya belajar kombinasi, menggabungkan semua metode sebelumnya dari audio, visual, kinestetik menjadi satu cara belajar yang singkat namun mudah diingat. Namun kembali lagi, ini disesuaikan dengan peserta didik sehingga materinya bisa diserap dengan cepat.

 

Kelas Pintar Menghubungkan Siswa, Guru dan Orang Tua

Dalam proses tumbuh kembang dan rasa ingin tahu sang anak, dibutuhkan kolaborasi ketiga pihak dalam proses. Semua itu bisa terhubung secara keseluruhan dengan menggunakan internet, sesuai dengan konsep baru belajar yang kini dikenal dengan Edukasi 4.0. 

Akan hadir sebuah platform yang punya kemampuan merekam proses belajar siswa untuk digunakan sebagai bahan analisa bagi guru, orang tua, dan sekolah dalam memahami karakter, potensi dan kesulitan siswa dalam belajar

 

Memangnya apa sih Edukasi 4.0 dan bagaimana bisa semuanya bisa saling berkolaborasi dan bersinergis?

Singkatnya seperti ini, Mudahnya mendapatkan akses informasi dari para siswa seakan membuat mereka bisa jauh lebih tahu dari guru dan orang tuanya. Tak ada lagi konsep guru berceramah panjang lebar atau mencatat apa yang ada di papan tulis. Peran di era Edukasi 4.0 saat ini lebih pada proses mentoring berkelanjutan.

 

Misalnya saat pengaplikasian dengan perangkat IT yang ada di sekolah. Sebelumnya perangkat IT hanya sebagai pelengkap saja dalam proses belajar hingga akhirnya pandemi seakan membuat perangkat IT digunakan maksimal dalam proses belajar.

 

Kemudian lagi kemampuan memecahkan masalah jadi lebih berbeda, karena teamwork jadi sesuatu yang menonjol dalam Edukasi 4.0. Terakhir proses penilaiannya bukan lagi menitikberatkan pada nilai tapi proses berjuang di dalamnya.

 

Model kelasnya berbasis Digital Classroom juga menggunakan konsep IoT, platform ini akan melakukan proses kegiatan akademik jarak-jauh. Memungkinkan para siswa belajar melalui Video, PPT, bahkan tes online.. Tentunya Platform atau website tersebut bisa diakses dengan mudah oleh siswa bermodalkan internet saja.

 

Konsep ini telah ada dan diadopsikan dengan melalui berbagai website belajar. Semulanya hanya sebatas konsep hingga kini menjadi realisasi dengan hadirnya aplikasi belajar yang menjangkau siswa. Salah satunya adalah dengan adanya Kelas Pintar. Aplikasi belajar yang menerapkan Edukasi 4.0 yang sangat berguna kala pandemi seperti saat ini.

 

Fitur yang Kelas Pintar Tawarkan

Kelas Pintar adalah sebuah solusi Bimbingan Belajar Online dengan metode pintar, personal, dan terintegrasi yang didesain untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran guna mendapatkan nilai akademis yang lebih baik. 

Di dalam fitur Sekolah, terdapat enam menu turunan yang bisa dimaksimalkan oleh guru, siswa, sekolah dan orang tua dalam proses belajar mengajar. Total ada sebanyak enam fitur yang berguna yang bisa dimanfaatkan siswa dalam belajar. Memangnya apa saja sih, berikut ulasannya:

 

Kelas, menu ini digunakan seperti layaknya proses belajar mengajar secara luring di dalam kelas. Proses pembelajaran bisa dilakukan dengan tatap muka virtual secara real time. Kelas Pintar juga menyediakan opsi bagi guru untuk merekam materi pembelajaran yang selanjutnya bisa digunakan sebagai referensi bagi para murid untuk pendalaman materi.

 

Ada sejumlah pilihan yang bisa membuat siswa betah terutama interaksi bisa dilakukan secara langsung. Misalnya tanya jawab, penjelasan materi pelajaran dengan virtual whiteboard atau berbagi layar (share screen) pada siswanya.

 

PR (Pekerjaan Rumah), sudah pasti terkait dengan tugas yang diberikan. Nantinya guru maupun siswa dapat langsung mengirim, mengunduh dan mengunggah file tugas dalam bentuk pdf, png, jpeg dan doc. Selanjutnya guru memberikan penilaian dan memberikan penjelasan dari setiap jawaban PR yang diberikan.

 

Project, konsep ini sesuai dengan kurikulum 2013 berupa pembelajaran siswa berbasis proyek. Caranya dengan guru dan siswa dapat mengirim, mengunduh maupun mengunggah file PBL (pdf, png, jpeg, doc). Guru pun dapat memantau status, memberikan penilaian maupun menjelaskan setiap jawaban PBL siswa terkait proyek yang diberikan.

 

Ujian, pada fitur ini guru akan memberikan ujian online menggunakan kumpulan soal yang ada di bank soal pada aplikasi Kelas Pintar yang telah terstandarisasi sesuai kurikulum nasional. Lalu secara administratif, guru juga akan dimudahkan dengan fasilitas laporan hasil ujian yang bisa diperoleh secara real time. Serta proses pengolahan hasil ujian sangat cepat, bisa diketahui berapa nilai yang siswa dapatkan pada pelajaran tersebut.

 

Tugas, Pada fitur ini hampir sama dengan PR, Guru dapat memberikan tugas atau assessment secara online dengan soal yang dibuat sendiri. Adapun jenis soal yang dibuat bisa berupa Essay maupun pilihan ganda. Selain itu, Guru pun dapat menentukan sendiri bobot nilai dari setiap soal yang dibuat dan diberikan pada siswa.

 

Monitoring, Nah pada Menu monitoring bisa diaktifkan oleh guru pada saat melakukan Ujian Online. Guru bisa melihat aktivitas belajar siswa di rumah secara online, aktivitas komputer siswa, bahkan dapat langsung memberikan instruksi, peringatan dan pengumuman. Pengawasan ini pun tercatat dan guru akan mendapatkan aktivitas (Log) dari penggunaan menit ke menit serta dapat melihat hasil laporan rekaman pengawasan siswa.

 

Bagaimana, lengkap bukan berbagai fitur yang ditawarkan pada Kelas Pintar pada siswa. Layaknya konsep sekolah luring. Tentunya semua itu dibarengi dengan pendekatan yang memudahkan siswa. Kelas Pintar menggunakan metode pembelajaran Learn, Practice, dan Test. Ini digabungkan dengan metode penyampaian materi melalui metode ajar berupa visual, audio, maupun kinestetik, Inilah yang coba dibangun oleh Kelas Pintar sesuai dengan keinginan anak.

 

Lalu setelah mendapatkan materi pelajaran, murid dapat melakukan penguatan konsep melalui soal latihan yang perlu dibuat bervariasi dengan berbagai metode, mulai dari tanya jawab, HOTS (High Order Thinking Skills), VBQ (Value Based Question), Get set do, playhub dan Worksheet. Serta juga ada evaluasi proses pembelajaran melalui soal tes yang bervariasi, dengan jenis tes pilihan ganda, tes adaptif serta tes esai untuk memastikan pemahaman materi yang diterima oleh peserta didik.

 

Kelebihan Kelas Pintar Berikan pada Siswa

Bisa dibilang selama PPKM di sejumlah wilayah Indonesia membuat banyak para siswa yang harus #dirumahsaja sudah pasti mereka tidak bisa bertemu teman dan guru mereka. Banyak dari para siswa yang mandek akibat terlalu lama rehat.

 

Kelas Pintar bisa dibilang hadir di waktu yang tepat sehingga aplikasi ini sangat sesuai dipraktekkan langsung, tentunya dengan fitur beragam namun dengan tampilan atraktif dan mudah dimengerti. Kini Belajar di mana saja dan kapan saja, karena hanya butuh akses internet.

Ada tiga kelebihan yang ditawarkan oleh Kelas Pintar dalam proses belajar, mulai dari hadirnya Fitur Tanya, Soal, dan Guru. Setiap fitur ini berguna sekali dalam menjawab soal dan berinteraksi dengan pendidik dalam proses belajar.

 

Nah.. pertama ada Fitur Tanya yang dapat dimanfaatkan murid jika menemui kesulitan dalam mengerjakan soal latihan. Ini menarik ya, alih-alih hanya mengerjakan soal, anak tetap bisa mendapatkan pembahasan dari guru untuk soal yang tidak terjawab.

 

Pilihan dari Fitur Tanya pun ada tiga yaitu: Langsung Tanya, Nantinya dengan cara mengirimkan foto dan kirimkan soal yang ingin kamu tanyakan. Ada Langsung Dijawab, nantinya soalnya langsung dijawab oleh mentor berpengalaman sesuai mata pelajaran dan terakhir yaitu Langsung Pintar, berupa siswa akan menerima jawaban yang mudah dimengerti dan bikin kamu langsung pintar.

Urusan tentornya pun bukan kaleng-kaleng, alias sudah punya jam terbang dalam menjawab soal siswa. Sebab mereka sudah punya guru bersertifikat yang merupakan jebolan universitas ternama dan bisa fast response dalam menjawab soal yang diajukan.

 

Kedua adalah produk berupa Soal, produk ini menitikberatkan pada kemampuan menjawab soal dari para siswa. Latihan soal bervariasi sesuai dengan kebutuhan, punya akses ke puluhan ribu soal LOTS, MOTS, dan HOTS untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi ulangan harian, ujian semester, dan ujian nasional. Termasuk juga tersedia Quiz dan kisi-kisi soal yang menjadi acuan dalam menjawab soal.

 

Tak hanya menjawab soal saja, ada juga menu Report terutama dalam mengetahui perkembangan siswa dalam menjawab soal. Ini memungkinkan bisa tahu perkembangan siswa sejauh mana ia paham terkait mata pelajaran tersebut.

 

Terakhir adalah produk Guru, seperti yang telah saya sebutkan di atas. Guru dari Kelas Pintar sudah pasti Smart dan tentunya muda. Ini karena proses belajar secara Edukasi 4.0 mengedepankan digitalisasi agar siswa gampang paham.

 

Hasilnya siswa bisa belajar langsung materi dengan cara yang mudah. Mungkin sebelumnya sulit dipahami selama di sekolah. Konsep dua arah juga diterapkan pada Kelas Pintar yaitu dengan interaksi antar Siswa dan Guru, salah satunya dengan bertanya kepada Guru Ahli selama kelas berlangsung, melalui teks, foto dan panggilan. Sesuatu yang jarang di dunia sekolah seperti saat ini.

 

Dari itu semua tentunya akan sia-sia bila materi yang digunakan hanya mengandalkan text atau angka yang terlalu banyak pada slide. Namun mengedepankan perpaduan visual, audio, dan tentu saja kinestetik. Ini semua dilakukan karena Kelas Pintar punya jawab yang umumnya berlangsung sore dan malam hari. Perpaduan materi visual yang baik akan membuat siswa tidak bosan akan proses belajar mengajar.

 

Terkait dengan paket berlangganan, pengguna bisa mencobanya terlebih dahulu selama 7 hari dengan gratis. Sehingga bisa mencoba segala fitur yang ditawarkan serta tersedia produk yang menjamin kembali uang yang telah dibayarkan dengan syarat tertentu.

 

Paket yang ditawarkan mulai dari level SD, SMP, SMA dengan berbagai Produk Kelas Pintar memiliki empat pilihan layanan yaitu Kelas Pintar Regular, SOAL, GURU  dan TANYA yang dapat diakses dengan cara berlangganan.

Ini seakan setiap level siswa bisa mendapatkan pemahaman materi yang bermutu saat ia naik kelas dan naik ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Pengetahuan yang ia dapatkan dari Produk Kelas Pintar jadi modal sang siswa dalam menghadapi masa depan.

 

Jadi makin bersemangat buat siswa kembali belajar serius dan mengasah kemampuannya. Hadirnya aplikasi belajar seperti Kelas Pintar seakan menjadi opsi terbaik dalam memaksimalkan waktu untuk bisa lebih banyak tahu. Akhir kata, Have a Nice Days.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer