Friday, May 31, 2024

Seberapa Penting Kehadiran Starlink di Indonesia?

 

Apa yang ada di pikiran kita saat berada di tengah laut sedang memancing ikan? Sudah pasti yang dibayangkan adalah deburan angin laut dan tentu saja tak ada sinyal. Rasanya bawa ponsel adalah hal kemustahilan dan tentu saja hobinya sementara tidak diganggu istri.

 

Memancing di tengah laut memang sangat menantang, menjauhkan manusia dengan segala hingar bingar dunia perkotaan dan jagat maya yang menyita pikiran. Hanya saja liburan di tempat seperti itu menyisakan sesuatu kebosanan dan ketinggalan informasi buat masyarakat perkotaan.

 

Sesuatu yang menyita pikiran tetap saja dibutuhkan khususnya akses internet di era modern. Lokasi di tengah laut atau bahkan di tempat terpencil punya kendala utama yaitu koneksi internet yang buruk. Masyarakat yang sudah lama berdiam diri di kota seakan ingin kembali ke habitatnya.

 

Rasanya internet sudah menjadi kebutuhan yang sulit dipisahkan. Mungkin hiburan memancing seakan lebih bermakna tanpa kehilangan segala informasi up to date yang ada di worldwide sekalipun. Sembari menunggu strike dari gigitan ikan di laut, ada baiknya menonton serial video terbaru. Atau bahkan bisa live status, sesuatu yang jarang bisa dilakukan karena tak terjangkau oleh internet.

 

Internet buat Kebutuhan Masyarakat Modern

Berkat internet seakan mampu menghilangkan jurang pemisah yang begitu jauh dari setiap masyarakat terutama di era digital. Kebutuhan yang rasanya sulit ditawar-tawar lagi, bukan hanya sebatas multimedia namun menjadi hajat hidup masyarakat modern. Itulah gambaran sebegitu mendesaknya kebutuhan internet yang kini dibutuhkan masyarakat global.

 

Di belahan bumi lain, kita bisa tahu informasi kerusuhan massa yang terjadi di Amerika, Para jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah suci hingga pertandingan sepakbola yang sedang berlangsung seru di daratan Eropa. Semuanya berkat sambung internet yang cepat dan merata, membuat segala informasi terbagi secara luas.

 

Hanya butuh layanan khusus yang bisa menjangkau itu semua, sampai akhirnya Starlink hadir sebagai pemberi perbedaan terutama menggunakan internet Low Earth Orbit (LEO). Keunggulan LEO dalam konteks Starlink adalah akses internet yang luas dan inklusif. LEO memungkinkan akses internet yang lebih luas dan inklusif, karena satelit dapat menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh infrastruktur internet BTS.

 

Selain itu, LEO juga memungkinkan kecepatan internet yang lebih tinggi, yaitu hingga 250-300 Mbps, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan yang ditawarkan oleh satelit geostasioner. LEO menggunakan satelit orbit rendah yang mengorbit pada ketinggian rata-rata 550 km, menghasilkan latensi yang jauh lebih rendah dan kecepatan internet yang lebih tinggi dibandingkan dengan satelit geostasioner yang berada di ketinggian 36.000 km. Pastinya aksesnya sangat stabil dan diandalkan kapan saja.

 

Berbicara Keadilan Internet buat Masyarakat Indonesia

Ketimpangan internet di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, infrastruktur internet di Indonesia masih terbatas dan tidak merata di seluruh wilayah. Beberapa daerah masih kesulitan mendapatkan akses internet yang stabil dan cepat, terutama di daerah-daerah terpencil. Kedua, biaya internet di Indonesia masih relatif tinggi, sehingga hanya beberapa orang yang dapat mengakses internet dengan biaya yang terjangkau.


Terakhir ialah kualitas internet di Indonesia masih belum memenuhi standar internasional, sehingga pengguna internet di Indonesia masih mengalami gangguan dan keterlambatan dalam mengakses internet. Keempat, akses internet di Indonesia masih terbatas pada beberapa provider, sehingga pengguna internet di Indonesia masih terbatas dalam pilihan provider yang tersedia.

 

Kini pemerintah Indonesia telah berupaya mengurangi ketimpangan Internet dengan beberapa langkah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan infrastruktur internet di seluruh wilayah dengan mengembangkan jaringan fiber optik dan meningkatkan kecepatan internet di daerah-daerah terpencil.

 

Selain itu, pemerintah juga telah berupaya meningkatkan akses internet mobile dengan mengembangkan layanan 3G dan 4G di seluruh wilayah, sehingga pengguna dapat mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Termasuk di dalamnya bekerja sama dalam mengembangkan layanan internet berbasis satelit seperti Starlink. Agar mampu menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet berbasis BTS.

 

Yuk Kenalan Jauh dengan Starlink

Banyak yang belum mengenal Starlink, wahnya baru terasa saat Elon Musk mendarat ke Indonesia. Disambut hangat oleh Opung Luhut saat pertama sekali mendarat. Ternyata ada hal besar yang ia tawarkan di Indonesia, kan Indonesia sejak dulu dikenal sebagai market yang baik dalam mencari pelanggan.

 

Apalagi pengguna internet terbesar di dunia dan pertumbuhan yang cukup cepat. Kini orang di pelosok bisa punya kualitas internet sama baik dan  bahkan lebih cepat dibandingkan dengan perkotaan berkat adanya Starlink.  Layanan ini resmi diluncurkan di Indonesia pada 19 Mei 2024 lalu, berbarengan dengan event World Water Forum 2024 yang berlangsung di Bali.

 

Kelebihan Starlink adalah akses dari mana saja dan tahan cuaca, pemasangan yang mudah, kuota tanpa batas, dan internet yang stabil. Selain itu, Starlink juga menawarkan kecepatan internet yang tinggi, mencapai hingga 250-300 Mbps, dengan latensi yang relatif rendah dibandingkan dengan satelit umumnya. 

 

Namun, Starlink juga memiliki kekurangan, seperti harga unit dan aksesoris yang cukup mahal, serta gangguan karena penghalang. Meskipun demikian, Starlink diharapkan dapat memberikan solusi bagi daerah-daerah yang masih kesulitan mendapatkan akses internet yang memadai.

 

Dengan demikian, Starlink menawarkan solusi yang revolusioner untuk mengatasi masalah keterhubungan di daerah terpencil. Dengan teknologi canggih dan cakupan global, layanan ini berpotensi mengubah lanskap digital di Indonesia, menjembatani kesenjangan digital, dan membuka peluang baru bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

 

Akses Internet, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Di era modern seperti saat ini, koneksi internet jadi sesuatu yang wajib. Berbagai perangkat elektronik seakan sudah terkoneksi dengan internet. Segala aktivitas seakan melibatkan internet, selain memudahkan juga mampu membuat ekonomi sebuah negara berkembang dengan pesat.

 

Negara maju di dunia sudah pasti punya penetrasi internet yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakatnya. Ada hubungan yang sangat besar antara penetrasi internet dengan kemajuan bangsa, apalagi saat ini dunia sudah memasuki Revolusi Industri 4.0.

 

Sebagai gambaran nyata, saat ini dunia dihuni lebih dari 7,7 miliar penduduk. Jumlah yang besar tersebut nyatanya baru 4,5 miliar saja yang baru terkoneksi dengan internet atau 60% total penduduk dunia. Total ada 40% atau sekitar 2,2 miliar lainnya yang belum mendapatkan akses tersebut.

 

Ada begitu banyak negara yang masih kesulitan internet, terutama negara berkembang dan negara yang masih tertinggal. Paling banyak ada di Asia dan Afrika dan sebagian di benua Amerika latin. Penetrasi internet hanya ada di perkotaan saja, sedangkan di daerah terpencil terasa begitu payah.

 

Lalu di Indonesia, selalu negara berkembang pun belum sepenuhnya mendapatkan akses internet memadai. Total ada 196,7 juta atau sekitar 73,7% penduduk yang sudah mendapatkan. Sedangkan lebih dari 70 juta lainnya belum mendapatkan internet yang layak.

 

Umumnya mereka datang dari kalangan yang hidup di daerah terpencil yang minim akses. Jangankan akses internet, untuk akses jalan dan listrik saja masih sulit. Sehingga ini menjadi tugas kita bersama dalam pemerataan internet di negeri tercinta.

 

Membangun koneksi yang menghubungkan ke seluruh Indonesia tergolong berat. Meskipun Indonesia sudah punya Palapa Ring yang membentang dari barat, tengah, dan timur Indonesia. Hanya saja koneksi tidak cukuplah baik di daerah dengan perkotaan. Ada saja kendala yang menghalangi internet yang ngebut di sejumlah wilayah tersebut.

 

Faktor dari kontur alam yang beragam dan medan menantang yang memisahkan setiap wilayah. Ini membuat BTS dan kabel serat optik tidak mampu optimal. Itu belum lagi di perairan yang sudah pasti jauh dari sinyal berdampak akses di laut sangat sulit.

 

Teknologi yang paling masuk akal dalam menjawab itu semua adalah internet berbasis satelit. Masalah medan yang sulit khususnya lokasi tak terjangkau oleh BTS selaku pemancar dari internet berbasis serat optik. Pada sistem internet satelit, lokasi bukan masalah karena ia terkoneksi langsung dengan satelit yang ada di orbit bumi. Bisa dibilang ini jadi jawaban internet bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.

 

Masalah di sejumlah negara di dunia pun sama, medan yang sulit, kemampuan teknologi sebuah negara yang masih rendah hingga faktor politik membuat internet tidak bisa diakses oleh setiap orang. Adanya internet satelit bisa memutus sekat tersebut, khususnya dalam melihat dunia jadi lebih luas.

 

Itulah yang coba SpaceX hadirkan melalui ide dan misi besar mereka dalam mengembangkan internet satelit untuk semua bangsa tanpa terkecuali. Tentu saja dengan harga terjangkau dan kualitas internet stabil, sesuatu yang diidamkan banyak orang.

 

Melihat Konsep Kerja Starlink

Sebagai salah satu perusahaan pionir dalam mengembangkan proyek satelit konstelasi luar angkasa. SpaceX dianggap punya konsep unik dalam menjalankan Starlink. Mulai dari proses peluncuran, peletakan satelit di orbit rendah bumi, jumlah satelit yang dimiliki hingga proses komunikasi satelit hingga bisa dinikmati masyarakat dunia.

 

Tugas pertama dalam meletakkan Starlink datang dari aksi wahana SpaceX Falcon 9, tugasnya adalah mengantarkan hingga 12 ribu satelit di orbit rendah. Dalam proses sekali pengantar bisa mencapai 60 satelit, berarti total mencatat ratusan penerbangan.

 

Ukuran satelitnya pun relatif kecil, hanya 250 kg dan akan hancur di luar angkasa saat masa pakainya selesai. Sebagai catatan, Starlink menjadi penyedia internet satelit pertama yang memanfaatkan orbit rendah Bumi yang mengorbit antara 540 km hingga 570 km di atas permukaan Bumi.

 

Alasan berada di orbit rendah bumi karena mengirimkan data jauh lebih cepat. Ini karena rendahnya latency hingga hanya 15 milidetik. Bandingkan ini dengan latensi internet satelit standar 594 hingga 624 milidetik. Pada proses pengujian kecepatan internet Starlink telah mencapai 100 Mbps dan angka terus bisa terus meningkat sampai hasil final yaitu hingga 1 Gbps.

 

Proses kerjanya adalah dengan kemampuan latency rendah dari internet satelit. Satelit-satelit ini terkoneksi satu dengan yang lain menggunakan laser untuk pin point data dari 1 belahan bumi ke belahan bumi lainnya. Total hingga 12 ribu unit yang membentuk seperti koordinat dalam mengirimkan sinyal ke bumi.

 

Kemudian pertunjukan di bumi dimulai, sudah ada provider yang menangkap sinyal tersebut. Mirip dengan konsep VSAT yang sebelumnya sudah pernah ada dalam sistem komunikasi. Nanti konsep lebih sederhana dan lebih cepat dalam proses koneksi ke bumi karena VSAT masih mengandalkan frekuensi radio.

 

Kemudian setiap pengguna akan memiliki set top box dalam menangkap koneksi internet. Sudah pasti internet tidak terhalang sedikit pun. Semuanya berada di atas langit sehingga proses latency jadi lebih cepat dibandingkan dengan internet serat optik yang butuh BTS.

 

Seberapa Penting Kehadiran Starlink di Indonesia

Starlink di Indonesia sangat penting karena membawa perubahan signifikan di industri telekomunikasi. Kehadiran Starlink membantu meningkatkan akses internet di daerah-daerah terpencil dan pedesaan yang sebelumnya sulit dijangkau oleh jaringan konvensional. Dengan teknologi satelit Low Earth Orbit (LEO), Starlink dapat menjangkau lokasi yang sulit dijangkau dan memberikan kecepatan internet yang lebih tinggi, yang sangat berguna untuk daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis.

 

Starlink juga membantu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan. Dengan akses internet yang lebih baik, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan yang penting, menghubungi layanan kesehatan jarak jauh, dan mengakses layanan publik secara online, seperti pembayaran pajak, pendaftaran kendaraan, dan layanan administrasi lainnya.

 

Selain itu, Starlink juga membantu meningkatkan potensi ekonomi lokal di daerah-daerah terpencil dengan memberikan akses internet yang lebih baik. Dengan konektivitas internet yang lebih baik, masyarakat di daerah-daerah terpencil dapat lebih mudah mengakses informasi penting, mengikuti perkembangan teknologi, dan meningkatkan kualitas pendidikan mereka.

 

Dalam konteks Indonesia, Starlink sangat penting karena negara ini memiliki tantangan geografis yang serupa dengan Filipina dan Malaysia, di mana Starlink telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan adopsi layanan Starlink, Indonesia dapat mengharapkan dampak positif yang sama, membuka peluang baru bagi masyarakat di daerah-daerah yang selama ini terisolasi dari kemajuan teknologi.

 

Bagaimana Cara Menggunakan Starlink

Penggunaan Starlink dapat dimulai dengan mendaftar terlebih dahulu di situs resmi Starlink dan memilih paket layanan yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah pendaftaran, pengguna harus memasang perangkat Starlink di lokasi yang sesuai, yang terdiri dari antena, router, dan modem. Pemasangan harus dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman untuk memastikan kualitas sinyal yang stabil.

Setelah pemasangan, pengguna harus mengkonfigurasi perangkat Starlink dengan memasukkan informasi akun dan mengatur setting jaringan. Pengguna dapat mengakses dashboard Starlink untuk mengatur setting jaringan dan memantau kualitas sinyal. Setelah konfigurasi selesai, pengguna dapat menggunakan layanan Starlink untuk mengakses internet, berkomunikasi melalui SMS, telepon, dan berbagai aplikasi lainnya. Starlink juga menawarkan fitur Direct-to-Cell yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet langsung ke ponsel mereka.

 

Pemerintah Indonesia juga berupaya mengawasi penggunaan layanan Starlink dengan mengawasi kerja sama Starlink dengan penyelenggara jasa internet di Indonesia dan menegaskan pentingnya adanya Network Operation Center (NOC) di Indonesia untuk memastikan keamanan data pengguna dan persaingan yang sehat antar penyelenggara jasa internet.

 

Dampak Buruk Kehadiran Starlink di Tanah Air

Sebagai layanan yang tidak berasal dari Indonesia, jelas Starlink rentan pada tindakan penyalahgunaan. Ada pihak-pihak tak bertanggung jawab dalam penggunaan internet. Sudah pasti tak ada batasan seperti internet positif ala internet yang kita gunakan. Akses apa saja bisa tembus ke sana karena sistemnya satelit dan tak berhubungan dengan provider dalam negeri.

 

Faktor lainnya tentu saja dampak pada industri telekomunikasi dalam negeri. Sebagai gambaran, saham perusahaan teknologi nasional pada rontok saat Starlink masuk. Selain berdampak pada persaingan usaha, ia juga dapat menurunkan pendapatan operator telekomunikasi lokal dan bahkan menuju kebangkrutan terutama dari perang harga dan kecepatan akses.

 

Lalu juga, kehadiran Starlink dapat berdampak pada kebutuhan infrastruktur internet di Indonesia. Dampak ini dapat berupa tidak perlu lagi membangun menara BTS yang perlu biaya tinggi, namun juga dapat berupa penurunan kualitas jaringan internet jika tidak dikelola dengan baik.

 

Terakhir tentu saja aspek kesehatan, kehadiran Starlink akan berdampak pada kesehatan penggunanya terutama masyarakat pelosok. Pengaruh gelombang elektromagnetik di udara yang dapat berbahaya bagi kesehatan, apalagi dengan latensi yang rendah.

 

Untuk itu, pemerintah harus membuat regulasi khusus dalam mengatur Starlink. Memang penggunanya tak sebanyak pengguna internet di perkotaan tapi bila tak berhasil diatur, masyarakat pelosok yang terdampak besar dari isu penyalahgunaan data hingga kesehatan mereka.

 

Perbandingan Harga Starlink dengan Provide Lokal Pride

Perbandingan harga Starlink dengan layanan internet lokal di Indonesia menunjukkan bahwa Starlink memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan paket internet yang ditawarkan oleh penyedia layanan internet lokal (ISP) di Indonesia. Harga langganan Starlink mulai dari Rp 750.000 per bulan, sedangkan ISP lokal seperti IndiHome dan Biznet menawarkan paket internet dengan harga mulai dari Rp 200.000-an per bulan.

 

Namun, Starlink juga menawarkan kecepatan internet yang lebih tinggi, yaitu hingga 250-300 Mbps, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan yang ditawarkan oleh ISP lokal. Selain itu, Starlink juga menawarkan akses internet yang lebih stabil dan tidak terbatas, yang dapat menjadi alternatif yang lebih menarik untuk beberapa pengguna.

 

Dalam beberapa kasus, pengguna dapat memilih kombinasi paket internet dari ISP lokal yang berbeda untuk mendapatkan kecepatan dan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, yang dapat menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan dengan Starlink.

 

Dalam sintesis, perbandingan harga Starlink dengan layanan internet lokal di Indonesia menunjukkan bahwa Starlink memiliki harga yang lebih tinggi, tetapi juga menawarkan kecepatan dan fitur yang lebih tinggi. Pengguna harus mempertimbangkan kebutuhan mereka dan membandingkan harga serta fitur yang ditawarkan oleh Starlink dengan ISP lokal sebelum membuat keputusan.

 

Target Utama Pengguna Starlink

Pertama tentu saja, mereka yang datang dari pengguna di daerah terpencil. Starlink dapat membantu pengguna di daerah terpencil yang sulit mendapatkan akses internet yang stabil dan cepat. Layanan ini dapat menjangkau daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh infrastruktur internet menggunakan BTS.

 

Selanjutnya datang dari pengguna yang membutuhkan kecepatan tinggi. Bisa dikatakan Starlink menawarkan kecepatan internet yang tinggi, mencapai hingga 250-300 Mbps, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan yang ditawarkan oleh satelit yang kita pakai saat ini. Kecepatan ini sangat berguna bagi pengguna yang membutuhkan akses internet yang cepat untuk berbagai aktivitas online.

 

Selain itu, ini memberikan layanan internet yang stabil, sehingga pengguna dapat menggunakan internet dengan aman dan stabil. Layanan ini sangat berguna bagi pengguna yang membutuhkan akses internet yang stabil untuk berbagai aktivitas online.

 

Terakhir tentu saja pengguna yang ingin menggunakan kouta tanpa batas. Starlink menawarkan kuota tanpa batas, sehingga pengguna dapat menggunakan internet sepuasnya tanpa ada batasan kuota. Hal ini sangat berguna bagi pengguna yang membutuhkan akses internet yang stabil dan cepat untuk berbagai aktivitas online.

 

Kesimpulan Akhir

Dampak dari kehadiran Starlink di Indonesia dapat membantu meningkatkan akses internet di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet ala lokal pride. Namun, kehadiran Starlink juga menimbulkan beberapa kontroversi, seperti mengganggu industri telekomunikasi nasional, mengancam kedaulatan negara, dan berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan.

 

Dampak negatif lainnya adalah potensi penyalahgunaan internet, pengaruh pada industri telekomunikasi, dan gangguan pada infrastruktur internet. Selain itu, biaya langganan Starlink relatif tinggi dibandingkan dengan penyedia layanan internet lokal, sehingga dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

Kini tinggal kita yang memilih, mau pakai provider lokal atau Starlink. Karena semua tujuannya sama, yaitu untuk akses internet yang ngebut. Jangan sampai keluar kata-kata khas: Internet cepat untuk apa! Semoga tulisan ini memberikan inspirasi tentang internet satelit bernama Starlink. Akhir kata, Have a Nice Days...

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Part of EcoBlogger Squad

Part of EcoBlogger Squad