Saturday, October 1, 2016

Ayo Dukung dan Berhenti dari Aksi Pembajakan

Siapa di sini yang ngga pernah pakai hasil bajakan? 
Pasti sontak semuanya menjawab: tidak ada (nihil).

Hampir semua dari kita pernah memakai produk dan karya orang lain versi bajakan. Apalagi kurang ketatnya regulasi dalam perlindungan karya orang lain. Memakai hasil bajakan dan melanggar hak cipta sudah jadi kebiasaan masyarakat, malah ada yang bisa didapatkan dengan cara gratis.

Perkembangan pesat teknologi semakin memudahkan hasil bajakan tersebar dengan cepat terutama melalui dunia virtual. Seperti software, musik, karya tulis di dunia maya (berbagai jenis), film, dan lainnya.

Karya cipta berbentuk hard (perangkat keras) dan karya rupa mengalami hal serupa. Penggandaan dilakukan dengan cara menghasilkan produk menyerupai tapi tiruan. Istilah ini mengacu pada berbagai jenis dari kelas Premium, Grade Ori, Black Market, KW super, KW1, KW2 hingga KW1000. Buset!!!
Akibatnya banyak pihak yang menjadi korban pembajakan terutama mereka yang menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Seperti musisi, penulis, pembuat film dan hingga perusahaan besar menjadi korban. Jerih payah serta riset yang mereka lakukan kemudian dibajak orang tak bertanggung jawab.

Korban harus kehilangan pundi-pundi pemasukan dari karyanya. Misalnya saja musisi, hasil karyanya dengan susah payah dalam mengeluarkan lagu harus dibajak. Walaupun ia masih bisa mendapatkan uang tak seberapa dari royalti, konser, nada dering, dan subscribe di sosial media.

Selanjutnya sutradara yang telah menghabiskan begitu banyak duit untuk menggarap naskah, mencari pemain film, scene hingga editing film. Sehingga kita bisa menonton film garapan mereka dengan manja di bioskop. Namun pembajak dengan teganya menjadikan film mereka dengan mudah bisa diunduh gratis di situs download film bajakannya.

Sebelumnya maraknya situs download film bajakan, dulu 1 keping VCD bajakan tersedia hingga 10 film berbeda. Walaupun memiliki berkualitas gambar rendah, pembeli cukup mengeluarkan duit Goceng untuk mendapatkannya.

Bagaimana rasanya saat film yang kamu digarap dengan sangat sempurna dan menghabiskan dana besar. Namun dibajak dan jual bebas di pinggiran kaki lima. Hati para produser dan pemain film tercabik-cabik melihatnya.

Di sisi lain, walaupun tidak mendapatkan keuntungan maksimal. Film memiliki hak cipta dan saat sudah “turun layar” bioskop kemungkinan diputar stasiun televisi berpeluang besar. Lumayan bisa menutupi versi bajakan yang beredar luas.

Selanjutnya adalah pembuat game terkemuka, melakukan riset, merekrut orang-orang handal di bidang grafis sehingga menghasilkan game mumpuni yang diinginkan oleh para gamer. Tetapi hasilnya ada pihak-pihak yang sengaja membajak. Bermodal dengan internet kencang sudah bisa mengunduh game tersebut versi bajakan.

Walaupun pemilik game mengalami kerugian, tetapi mereka masih punya lahan pendapatan dari hasil unduhan resmi dan iklan dalam promosi game mereka.

Dari semua itu, yang paling menyakitkan adalah menjadi seorang penulis, itu termasuk penulis buku dan buku online (blog). Karya di copy paste, bukunya dibajak dan royalti yang didapatkan kadang sangat kecil. Lebih banyak waktu, keringat, dan tenaga yang tersita tetapi mendapatkan hasil tak seberapa. Pembajakan harus dibabat habis.

Siapa yang paling sering membajak?
Pembajakan terjadi karena adanya peluang di depan mata, sekaligus mengambil keuntungan atas karya orang lain melalui tangan-tangan tak bertanggung jawab. Hampir mirip dengan tindakan plagiat dan pencurian terselubung, pelaku melakukan tindakan untuk mendapatkan profit dalam sekejap.

Mereka tahu risikonya dan dampaknya apalagi dengan lemahnya pengawasan karya intelektual terutama di dalam negeri. Ini jadi kesempatan besar pembajak bermain di situ.

Mengapa banyak orang suka membajak?
Menurut saya alasan yang paling utama orang melakukan aksi pembajakan adalah kurangnya regulasi yang masih kurang ketat. Selain pengaruh harga dan langkanya untuk ditemukan menjadikan salah alasan banyak pihak melakukan pembajakan.
Sebagai contoh, tas harga asli yang mahal membuat banyak yang berpikir dua kali. Daripada beli mahal-mahal lebih baik beli yang bajakan. Selain bentuknya hampir sama, harganya relatif sangat miring dan lumayan buat menaikkan gengsi.

Faktor kelangkaan jadi salah satu bisnis bajakan menjamur terutama di daerah minim distribusi. Misalnya tak ada bioskop untuk menyaksikan film-film terbaru. Cara mengakalinya adalah melalui link download ilegal di internet.  Selanjutnya langkanya karya tulis asli, alhasil caranya adalah membeli buku bajakan. Toh tulisannya sama saja dan harganya sangat miring.

Hipotesa mengatakan bahwa masyarakat kita lebih suka mengunduh dibandingkan meng-upload ke internet berupa hasil karya yang bersifat positif dan orisinal jauh dari plagiat. Apalagi ditambah masyarakat kita memiliki gaya hidup konsumtif.

Sekarang kita balik, budaya upload dan biar orang lain yang tertarik mengunduh dan membeli karya kita. Punya hak cipta dan karya itu bikin bangga buka hanya foto selfie ataupun status tak berguna nan galau.

Solusinya?
Kini pemerintah mulai gencar memerangi aksi pembajakan dengan mengeluarkan undang-undang HAKI (Hak Asasi Kekayaan Intelektual) serta melindungi setiap karya intelektual orang lain.

Pembajakan di negeri ini ibarat kerbau membajak sawah di musim penghujan. Dengan mudahnya ia bisa menolak alat membajak sawah yang ada di punggungnya. Ini semua harus dicegah agar para penghasil karya intelektual tidak dirugikan terus menerus.

Apalagi meniru tak butuh kreativitas khusus karena hanya bermodalkan menyerupai. Sedangkan menghasilkan karya butuh waktu, tenaga, dan pikiran untuk berinovasi.
Karya itu mahal dan dari itulah saya mau memberikan rekomendasi menikmati karya orang lain dengan cara halal tanpa merugikan pemilik karya dan yang pastinya gratis. Terutama sekali karya yang berbentuk soft yang begitu banyak berseliweran di media virtual.

Mengingat siapa yang ngga suka disuguhi sesuatu gratis dan cara mendapatkan mudah. Tapi sekarang hentikan, ada begitu banyak cara yang tak menyalahi aturan dan bisa didapatkan gratis serta menguntungkan sang pemilik karya.

Bagaimana mengurangi pembajakan dan bagaimana caranya? Nah.. di sini saya memberikan cara menikmati karya orang lain tanpa merugikan pemilik karya, apa sajakah itu:

Channel Youtube, istilah slogan: Youtube lebih dari TV? Boom! Membuat anak mudah lebih memilih Youtube dibandingkan televisi yang menurut mereka kualitas tontonan mulai rendah.

Apalagi Youtube tinggal mencari video apa yang diinginkan sesuai kebutuhan termasuk dalam mendapatkan video gratis dan tidak melanggar hak cipta orang lain.
Caranya dengan subscribe salah satu channel favoritmu atau menonton secara langsung. Youtube kini dijadikan oleh begitu banyak pelaku karya sekaligus ladang mencari popularitas.

Keuntungan viewer dan subscribe pulalah yang menguntungkan kedua belah pihak baik viewer dan Youtuber. Semenjak booming-nya Vlog makin banyak video Blogger yang asyik dan layak tonton serta mengurangi aksi membajak.

Bagi para pemula jangan berkecil hati, yang punya bakat pun bisa terkenal melalui Youtube tak hanya musisi kelas wahid. Cukup di upload semau kamu dan yang pasti utamakan konten yang edukatif, kreatif, dan inspiratif.

Channel Soundcloud dan Podcast, hampir sama dengan Youtube namun lebih fokus kepada konten suara. Soundcloud menawarkan hal yang lebih ringan dibandingkan Youtube yang bikin krisis kouta di tanggal muda.

Bermodalkan rekaman suara, cerita hingga kata-kata bijak mirip curhat bisa diupload di Soundcloud. Terutama sekali musisi bisa menjadikan Soundcloud sebagai pelabuhan mengingat kurangnya kemampuan editing video dan tampang kurang mendukung. Soundcloud jadi pilihan bijak, apalagi tak banyak iklan berseliweran di situ.
Selain gratis, juga menambah listener, Retweet dan Love buat karya orang lain. Walaupun tak semua bisa musik yang didengar bisa diunduh, namun tampilan atraktif membuat siapa saja suka berkunjung ke aplikasi garapan Alexander Ljung dan rekannya Eric Wahlforss.

Download e-book gratis, Seorang penulis mempunyai salah satu strategi dalam menarik para pembaca setianya. Bisa berupa tips, tutorial hingga cerita singkat yang belum di peluncuran dalam bentuk buku. Cara ini sangat efektif menarik animo masyarakat selain promosi di sosial media.
Umumnya pembaca setia dengan suka rela bercampur rasa penasaran dan senang hati mau menggelontorkan budget untuk karya penulis favoritnya. Cara memberikan mengunduh e-book gratis adalah strategi pancingan yang baik dibandingkan terlalu memfokuskan profit.

Aplikasi Flickr, bingung mencari gambar yang unik dan bukan menjadi milik orang? Flickr tempatnya. Anak dari perusahaan Yahoo ini menyediakan begitu banyak gambar gratis dan aman tentunya.

Walaupun hampir semua gambar yang beredar di internet sudah bisa menjadi konsumsi khalayak ramai. Untuk meminimalisir gugatan hak milik orang lain, lebih baik salah satunya dari kolom pencarian di Flickr berdasarkan yang kamu mau. Hasilnya sangat memuaskan dan beresolusi tinggi.

Menggunakan Software Open Source, maraknya aplikasi bajakan yang dengan mudah bisa dibajak dan diunduh. Salah satu caranya dengan dengan mengunduh aplikasi Open Source yang banyak di internet.
Selain tidak mengganggu hak cipta orang lain, cara ini juga alternatif terbaik bila tak mampu memakai aplikasi berbayar yang menggerus isi kantong.
Low end tapi original lebih baik dibandingkan high class tapi hasil bajakan

Selain gratis, software Open Source punya kemampuan mumpuni mengalahkan software berbayar. Ini jadi kesempatan besar tak hanya mengandalkan aplikasi berbayar tetapi versi bajakan.

Mencintai Produk Lokal, hal yang mendasari kenapa harga barang melambung karena kelangkaan serta pajak impor yang relatif tinggi. Salah satu caranya adalah menggunakan produk dalam negeri yang lumayan aman buat kantong dan menjunjungi tinggi karya anak negeri.

Karena memakai sesuatu ngga harus berdasarkan merk (brand) tetapi sesuaikan kepada kebutuhan bukan pada keinginan. Banyaknya produk lokal yang mampu bersaing, membuat para pembuat barang bajakan dari kelas premium, Grade Ori hingga KW1000 beralih ke produk khas dalam negeri. Otomatis aksi pembajakan sedikit berkurang.

Pemilik karya bagaimana melindungi hasil karyanya?
Setelah adanya HAKI (Hak Asasi Kekayaan Intelektual) yang berdiri di bawah naungan Departemen Hukum dan HAM bisa meminimalisir proses pembajakan karya. Selain itu ke depan menjadi sebuah bukti bahwa itu karya anda sebenarnya andai terjadi sengketa dan mengarah ke meja hijau.
Begitu banyak yang masuk dalam kategori yang mendapatkan perlindungan dari HAKI antara lain:
Hak cipta, dalam konteks ini meliputi berbagai karya cipta berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan. Seperti karya tulis (buku, tafsir, terjemahan hingga syair). Karya bernilai seni musik, film, lukis, hasil potret (jepretan) hingga software. Dan karya rupa misalnya lukisan dan karya rupa lainnya yang rawan pembajakan.

Hak kekayaan industri, kalian pasti pernah mendengar perusahaan besar ribut gara-gara masalah kecil salah satunya paten. Penemuan yang memudahkan manusia dan jadi solusi ke depan untuk bisa dikembangkan lebih lanjut di masa akan datang menjadikan paten sebuah kekayaan industri yang bernilai.
Untuk menghindari klaim terhadap karya, biasa penemu harus sigap sebelum karyanya dipatenkan oleh orang lain. Selain itu ada pula yang Merk yang punya pengaruh begitu kuat. Manusia langsung mengenalnya dan menganggap sebagai nama sebuah brand terkemuka.
Misalnya:
Anak kosan doyan makan Mie di tanggal tua
Pak haji pergi ke masjid naik Honda
Andi tadi pagi menggosok gigi memakai odol
Pada konteks ini sudah termasuk dalam Majas Metonimia dan sudah menjadi branding di kalangan masyarakat.

Itulah kenapa kekuatan Merk sangat kuat perusahaan besar seperti Microsoft pernah menuntut seorang remaja. Ia bernama Mike Rowe akibat ejaan Microsoft mirip dengan blog remaja tersebut yakni mikerowsoft.com.

Memang Merk itu kekuatan industri yang sangat besar dalam menancapkan kuku dan memudahkan para pelanggan  setia mengingatnya produknya.

Rahasia dagang, pernah ngga kalian mendengar bahwa ada pihak yang mengatas namakan mengetahui resep rahasia dari makan cepat saji hingga minuman berkarbonasi yang mendunia. Mereka menyebarkan ke sekolah-sekolah atau via internet lalu meminta iming-iming duit atas resep rahasia itu.
Saat ditelusuri ternyata itu semua tak benar dan perusahaan sangat menjaga kerahasiaan itu. Misalnya saja Coca Cola yang ditemukan oleh seorang ahli kimiawi bernama John Pemberton tanpa sengaja menghasilkan sebuah minuman soda berkarbonasi bergengsi hingga kini. Resep rahasianya pun dijaga ekstra ketat di salah satu negara bagian Amerika yaitu Georgia. Seperti itu pula resep makanan lainnya.

Itu sedikit mengingatkan saya pada kisah Krabby Patty resep masakan andalan dari Restoran The Krusty Krab. Rentan sekali dicuri oleh saingan mereka yakni Mr. Plankton walaupun selalu gagal. Makanya resep rahasia adalah cita rasa sendiri untuk kelangsungan bisnis.
Baiklah, sepertilah uraian saya. Sudah ada aplikasi yang gratis dan menguntungkan pemilik karya cipta. Sudah saatnya hilangkan kebiasaan membajak atau pelaku menerima link bajakan. Karya itu mahal dan harga yang sesuai adalah bayaran dari jerih payah yang dikeluarkan.

Sekian dari saya, apa sajakah aplikasi yang biasa kalian pakai datang menguntungkan pemilik karya dan pengalaman cerita lainnya. Silakan cerita di kolom komentar.

Semoga memberikan begitu banyak pencerahan dan HAve a Nice Days...
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer