Wednesday, January 11, 2017

Membangun Masa Depan, Mulailah Berinvestasi Sejak Dini

Membangun Masa Depan, Ayo Mulai Saat Ini Berinvestasi
Bro... kita jalan-jalan yok mumpung lagi liburan. 
Hmm... ngga bisa, gue mau uangnya dipake buat nabung. 
Yaelah... Itu duit hasil kerja ngapain harus di tabung melulu. Sesekali jalan-jalan dan party, mumpung masih muda dan kuat. Kasihan banget kalau hasil kerja keras selalu di tabung. Masalah masa depan, bisa dipikir belakangan. 
Bray... gue nabung duit buat masa depan, lagian dari kerja keras selama ini menabung manfaatnya banyak. Buktinya asal tanggal tua kalian pasti pinjam duit ke gue. 
Ya sudahlah... kami mau liburan jalan-jalan dulu. Itu celengan ayamnya dijaga, nanti diambil orang.

Pada cerita di atas saya pribadi sedikit menyinggung minim sekali investasi masa depan. Zaman sekarang cukup banyak yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa melihat masa depan. Tanpa disadari masa depan datang begitu cepat. Jika masa depan dipersiapkan dengan bijak, bukan menyesal di kemudian hari.

Dahulu masih minta duit sama orang tua, kini harus mengais rezeki sendiri. Di saat sudah memiliki pendapatan harus pintar-pintar mengatur keuangan, apalagi kebutuhan hari semakin bertambah. Jika tidak, akan besar pasak dari pada tiang.

Mundur sedikit ke belakang, saat masih kecil pasti kita semua punya celengan ayam. Uang sisa jajan yang dikasih oleh orang tua sedikit banyak dimasukkan ke dalam celengan. Harapannya apa? Saat celengan penuh dan dipecahkan, keinginan mau beli ini dan itu bisa terwujud. Siapa yang tak senang bisa membeli barang idaman dari hasil tabungan sendiri. 

Walaupun nilainya kecil, namun sedikit-sedikit, lama-kelamaan banyak duit. Di usia kita yang rata-rata sudah aqil baliqh, ada berbagai investasi menjanjikan di masa depan dan dapat dicoba sesuai minat. Apa sajakah itu, berikut ini berbagai investasi tersebut, cekidot guys:

Emas, investasi yang paling banyak dan terdepan sejak zaman dahulu. Harganya yang cenderung stabil dan selalu naik setiap tahunnya menjadikan investasi emas bak primadona. Berbagai tempat pegadaian barang terutama emas jadi sasaran investor.

Berikut saya perlihatkan harga fluktuasi tabel emas dari periode bulanan hingga tahunan:




Nah... di situ terlihat jelas harga emas selalu naik, walaupun pada waktu tertentu harganya turun namun tipis. Kenaikannya menjadikan emas yang diinvestasikan tahun ini, dalam beberapa tahun ke depan merangkak naik. Emas pun tak berubah harganya, perhitungannya sudah menjadi standar permintaan emas dunia.

Ayo berinvestasi emas, apalagi yang mau mempersunting gadis idamannya. Mahar emas jadi salah satu syarat utama yang diminta. Andai sudah punya simpanan emas, dijamin satu langkah lebih cepat meminang pujaan hati dan meluluhkan hati mertua. 
Saya lamar anak bapak dan ibu emas sejumlah 1000 gr, tunai *langsung calon mertua klepek-klepek*

Tanah, hampir sama dengan investasi emas. Aset berupa tanah pun peluang mengalami kenaikan harganya, apalagi dahulunya tanah yang dibeli berada di pinggiran dan terpelosok.

Berkat pembukaan lahan yang meningkat dan sering berjalannya waktu, seperti akses jalan, pembangunan akses vital, perumahan dan sebagainya. Bila dahulunya tak ada harga, malahan dianggap lokasi strategis buang jin. Kini malah jadi rebutan para peminat terutama pengembang.
Baca juga: Dahulukan apa, kebutuhan atau keinginan?
Investasi tanah namun punya risiko juga walaupun, misalnya ada faktor berupa bencana yang menurunkan nilai jualnya. Misalnya saja di daerah saya di Aceh, daerah bekas tsunami yang terdahulu punya nilai tinggi mengalami penurun.

Tapi tak usah takut serta khawatir berinvestasi tanah. Asal jeli melihat potensi dan peluang lahan, aset tanah cocok untuk mempersiapkan masa depan. Tak ada yang tahu, mana tanah yang kamu beli sekarang bisa jadi The Next Bundaran HI masa depan.

Properti, di perkotaan bisnis di bidang ini berkembang sangat pesat. Kebutuhan akan hunian yang layak menjadikan investasi properti sangat menjanjikan. Itu berbanding lurus dengan tingginya harga. Investasi ini termasuk tipe investasi jangka panjang.


Properti terdiri dari rumah, apartemen, ruko, kos-kosan dan sebagainya. Nah investasi seperti ini tak harus kita pribadi yang kembangkan tetapi bisa meminta bantuan pihak pengembang sesuai keinginan. Nilainya properti sudah pasti naik sesuai kebutuhan dan itu bisa dalam bentuk menyewakan atau menjual. Menggiurkan bukan!!

Buka usaha, Saat ini peluang berbisnis sangat menjanjikan. Semangat berwirausaha lahir terutama saat melihat peluang usaha. Membuka usaha jadi investasi menggiurkan apalagi punya konsep yang jelas, menawarkan sesuatu yang dibutuhkan, dan letaknya strategis.

Membuka usaha termasuk investasi yang kompleks berbeda dengan emas dan aset tanah. Ia tergolong investasi jangka pendek dan panjang. Asalkan tekun dan konsisten dengan usaha tersebut, keuntungan yang didapatkan terus mengalir. Bagaimana, sudah temukan ide usaha anda?

Koleksi antik, investasi ini banyak dilakukan oleh kalangan orang “berada” dan para kolektor. Mengoleksi barang antik yang familiar antaranya lukisan, mobil, dan sejumlah barang purbakala. Harga dari kolektor mengalami kenaikan signifikan andai dijual atau dilelang ke pasar.

Malahan saya pribadi pernah membaca bahwa, Bill Gate pernah membeli karya antik maestro lukis terdahulu Leonardo da Vinci berupa buku bernama Codex Leicester dengan harga sensasional. 
Koleksi Bill Gate aneh-aneh semua!

Itu belum termasuk berbagai lukisan antik pelukis ternama yang ditebus dengan harga geleng-geleng kepala. Makanya, ngga salah mengapa karya antik akan punya nilai jual.

Pendidikan, investasi pendidikan masih saja disepelekan apalagi investasi ini butuh waktu lama dan apakah nantinya berhasil. Itulah mengapa ia tergolong dalam investasi jangka panjang. Keberhasilannya tergantung keseriusan individu yang menjalankan.

Semakin tinggi pendidikan, maka semakin tinggi pula pendapatan yang dihasilkan kelak. Pekerja kasar akan berbeda beban kerjanya dengan seorang ahli di bidang tersebut. Selain itu investasi pendidikan punya peluang modal kembali sebesar lebih 20% di masa depan, apalagi di negara berkembang sepeti Indonesia yang butuh sekali tenaga ahli.
Pendidikan berhubungan erat ekonomi bangsa, semakin bagusnya SDM suatu bangsa juga meningkatkan ekonomi negara tersebut. Itulah mengapa investasi pendidikan jadi primadona saat orang tua rela menyekolahkan anaknya jauh-jauh, tujuannya sederhana yaitu memperbaiki nasib.

Derajat orang berpendidikan juga lebih tinggi, jadi jangan anggap remeh investasi yang bukan berwujud benda tersebut. Karena investasi pendidikan andai sukses, segala investasi lain mampu terpenuhi.

Mata uang asing (forex), setiap koruptor yang tertangkap tangan KPK, sering sekali aset yang disita mencakup di dalamnya ialah mata uang asing. Mengapa sih para tikus rakyat rela menukarkan Rupiah dengan mata asing?

Dikarenakan nilainya selalu melonjak naik, selain itu cara lain menyimpan aset di luar negeri biar lebih gampang sewaktu kabur ke sana. Investasi ini sering digunakan oleh kaum berada dan lebih mudah saat menukarkannya nanti.

Ada yang tertarik? 
Silakan, asalkan jangan membelinya pakai uang rakyat.

Karya, jangan pernah anggap remeh mahakarya yang dihasilkan, apalagi ditujukan sebagai barang investasi. Sejumlah karya kadang yang dihasilkan ke depannya punya nilai jual yang tinggi. Misalnya karya tulisan, karya lukisan hingga penemuan yang memiliki paten.

Saya pernah membaca, bahwa berkat penemuan nenek moyangnya dahulunya. Mereka para keturunan tak perlu lagi kerja dan hidup enak. Generasinya hidup dari paten penemuan moyang mereka yang berinvestasi dari hal tersebut.
Semisal Henry Ford penemu Mobil Ford, Alexander Graham Bell penemu telepon, dan Armand Peugeut penemu mobil Peugeut. Generasi mereka hanya hidup dari paten penemuan dan berkecukupan. Selain itu, karya dan penemu tersebut mampu memudahkan hajat hidup umat manusia.

Saham, Bisa dibilang saham menjadi investasi yang menjanjikan karena pertumbuhannya yang terus naik dari tahun ke tahun. Selain itu Anda juga bisa menjadi pemilik saham salah satu perusahaan besar yang selama ini untuk bekerja di sana sulit namun kini dengan adanya saham, Anda bisa memiliki perusahaan tersebut.
Belum lagi setiap tahunnya perusahaan akan membagikan deviden kepada para investor dan jumlahnya akan meningkat bila kinerja perusahaan membaik. Dibandingkan menyimpan uang di dalam celengan atau bank yang kapan saja bisa tergerus oleh inflasi. Saham jadi cara meningkatkan aset sesuai dengan berapa lama berinvestasi di dalamnya.

Oligasi Pemerintah, ini yang sedang tren dan bisa dibilang cara terbaik berinvestasi bersama pemerintah. Ibaratnya pemerintah mengeluarkan surat hutang dengan tempo waktu tertentu, kita selaku masyarakat bisa membelinya sesuai kemampuan. 
Paling hebatnya adalah minim risiko karena dalam sebuah negara pemerintah punya kuasa tertinggi dalam hal ini. Berbagai cara pastinya pemerintah bisa melunasinya sehingga masyarakat bisa nyaman dalam berinvestasi. 
Obligasi pemerintah menawarkan sejumlah mekanisme imbal hasil secara berkala, lalu bisa dijual kapan saja sebelum jatuh tempo terutama saat nilainya merangkak naik. Obligasi pemerintah sebagai surat utang yang dikeluarkan langsung oleh negara, merupakan salah satu investasi yang bisa kamu pilih sebagai investasi ke depan. Mengingat pemerintah lagi gencarkan membangun infrastruktur penunjang yang berguna kelak untuk bangsa. Jadi gimana, pengen mencoba Obligasi Pemerintah?

Sebaliknya, ada pula investasi bersifatnya rentan dan berisiko. Apalagi kini sangat marak serta jadi gaya hidup masyarakat. Apa sajakah itu:

Investasi Aset mati, maksudnya di sini adalah barang yang mengalami penurunan nilai jual dari masa ke masa. Misalnya saja adalah membeli mobil atau sejumlah perangkat  gadget kebanyakan hanya untuk menunjang gaya hidup bukan kebutuhan.

Semakin hari nilainya semakin turun, sebagai contoh mobil yang dibeli dengan harga 500 juta. Di tahun berikutnya harganya semakin turun drastis, kecuali mobil tersebut mampu menghasilkan pundi-pundi pemasukan tambahan, seperti direntalkan atau dijadikan taxi.
Harganya makin lama, makin turun
Aset seperti mobil mampu investasi barang antik andai mampu dirawat dalam jangka waktu lama. Harganya sudah pasti naik bukan malah turun dan jadi buruan kolektor. Jadi milih yang mana, mau dipakai butuh kebutuhan saja, direntalkan atau ditunggu hingga jadi barang antik?

Selanjutnya gadget pasti sering nih, gonta-ganti merk HP setiap tahun. Alasannya biar ngga ketinggalan dan mau yang terdepan punya gadget tersebut. Sebenarnya semua sah-sah saja, asalkan punya nilai investasi dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Suka fotografi, sinematografi, online shoper, sampai sosial media freaky. Gadget mumpuni pasti memudahkan segala aktivitas tersebut dan menghasilkan pendapatan. Harus ditahan durasi gonta-gantinya biasa karena mengikuti tren, kini saat benar-benar rusak.

Terakhir adalah investasi yang sering dilupakan namun paling berharga, banyak manusia berbondong-bondong menginvestasikan untuk aset tapi melupakan pada investasi model ini. Apa sajakah itu:

Asuransi, Saat ini masa banyak masyarakat saat musibah datang, katakanlah saja biaya berobat. Alhasil harus menjual barang-barang dan aset yang dimiliki. Hasil tabungan bekerja sekian tahun lenyap dari sekali sakit, apalagi masih banyak yang mengacuhkan asuransi.
Mengapa sih hasil kerja harus ditabung buat asuransi? Enakan dibeli keperluan yang pasti. *Anggapan umum masyarakat*
Asuransi itu beragam seperti asuransi kesehatan dan jiwa, umumnya masih sangat diacuhkan dengan alasan ngga ada untungnya serta kapan terjadi pastinya. Namanya hidup tak ada yang tahu pastinya, ada baiknya dipersiapkan sebaik-baiknya.

Ayo persiapkan dari sekarang

Salah satunya adalah asuransi pemerintah semacam BPJS, bukan BPJS (Budget Pas-Pas Jiwa Sosialita). Lumayan membantu masyarakat berobat dan ngga harus jual aset berharga mereka saat sakit dan jaminan untuk yang ditinggalkan.

Kesehatan, Setelah menginvestasikan semua hal di atas, kadang kita lupa menjaga tubuh tetap sehat. Semua akan terkuras kalau saja penyakit ganas datang menghampiri. Pola hidup sehat itu murah dan harus budayakan, jangan sampai tekor di kemudian hari karena hidup yang salah.
Nilai sehat itu mahal dan terpenting lebih baik mencegah dari pada mengobati
Cara hidup sehat itu mudah dan murah, serta budayakan hidup sehat seperti sempatkan tubuh berolahraga, makan-makanan sehat, dan jangan lupa bahagia. Bila pola seperti ini rutin sejak usia muda, dijamin di masa tua sejumlah penyakit enggan hinggap.
Karena di dalam tubuh yang sehat terhadap jiwa yang kuat
Beramal, investasi ini banyak dilakukan oleh untuk berbagi penghasilannya kepada sesama. Apalagi sejumlah “Horang Kayah” menyisihkan penghasilan mereka untuk badan amal atau tergabung ke dalam gerakan filantropi.

Seperti halnya di Amerika, surganya para perusahaan besar dunia. Pajak pendapatan yang begitu tinggi terutama bagi kalangan konglomerat membuat mereka berpikir:

Dibandingkan duitnya dikasih ke negara untuk urusan ngga jelas, lebih enak beramal dan mendonasikan kepada yang membutuhkan. Ada rasa senang dan bahagia lebih apalagi bisa berbagi dengan sesama. Lagian harta benda ngga dibawa mati, cuma amalan saja yang ikutan nanti.

Begitulah sejumlah yang bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa depan, jangan sampai malah menyesal di kemudian hari.

So... investasi apa yang sudah anda siapkan dan membuat hidup anda semua jadi lebih berharga? Bila ada, dapat share pengalaman menariknya di kolom komentar.

Semoga memberikan edukasi dan Have a Nice Day
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer