Sunday, January 28, 2018

Bisakah Cryptocurrency Jadi Mata Uang Dunia?

Mengapa mata uang digital bisa begitu berharga saat ini. Mungkin kita semua pasti bertanya-tanya tentang eksistensi mata uang digital saat ini. Nilainya yang makin hari makin meningkat membuktikan bahwa mata uang kripto akan mengambil pasar mata uang konvensional di masa depan.
Semua itu bermula dari tercipta Block Genesis di Bitcoin, Satoshi Nakamoto yang saat itu telah mempersiapkan sistem Blockchain selama setahun akhirnya meluncurkan Bitcoin pada tanggal 3 Januari 2009. Resesi ekonomi yang telah berlangsung selama dua tahun di dunia barat seakan makin menguatkan akan kegagalan pihak perbankan dalam menanggulangi transparansi masalah keuangan.

Hingga akhirnya di tanggal tersebut ia sepakat, sampai kini jadi diri Satoshi Nakamoto masih sangat rahasia. Ia menganggap bahwa jati dirinya tidaklah penting tetapi sistem Blockchain akan mengatasi permasalahan transparansi dan tidak terikat dengan pihak ketiga seperti perbankan.
Kini setelah 9 tahun berlalu mata uang kripto yang pertama sekali diorbit oleh Satoshi begitu berharga. Nilainya sempat menyentuh angka $20 ribu USD di akhir Desember tahun lalu. Namun sempat terjadi penurunan akibat kebijakan dan pelarangan di sejumlah negara membuat nilai Bitcoin turun hampir separuh saat akhir tahun kemarin.

Di mata uang kripto hal seperti itu bisa saja terjadi, hari ini Anda bisa kaya raya tetapi esok bisa jatuh miskin dalam sekejap. Fluktuasi yang sangat besar jadi alasan semua hal itu bisa terjadi di mata uang kripto. 
Kemudian banyak yang masih penasaran, mengapa mata uang kripto bisa lahir? 
Kelebihan apakah yang ia miliki dibandingkan dengan mata uang konvensional? 
Baiklah... Saya mencoba menganalogi masa kecil kita semua...

Saat kecil saya bersama tetangga saya bermain masak-masak. Saya sebagai lelaki berperan sebagai bapak rumah tangga dan anak perempuan lainnya menjadi ibu rumah tangga yang siap di dapur sambil mengepul asap.

Kami semua sepakat, di dalam permainan itu. Ada yang menjadi Bapak, ibu, dan pedagang. Kemudian ada uang yang disepakati dari Daun Pohon Jambu di depan rumah. Katakan saja setiap bapak diberikan 10 Daun Jambu untuk belanja keperluan yang ia terima dari si ibu. Di pasar seseorang anak yang berpura-pura menjadi pedagang dan mengatakan sejumlah harga sembako ini harga sekian dan sekian. Terjadilah transaksi khas anak-anak.
sejak kecil kita sudah akrab dengan blockchain
Karena permainan masak-masak mampu menarik minat anak-anak di kompleks itu, Pohon Jambu yang daunnya terbatas pun tidak bisa lagi dijadikan mata uang. Nilainya menjadi tinggi karena permintaan terus meningkat karena anak-anak yang bermain jadi sangat ramai. Sebagai alternatif ada daun lain yang dipakai sebagai mata uang pengganti dengan nilai lebih rendah misalnya Daun Mangga. Katakan saja si anak saat beli 1 ikan hanya cukup mengeluarkan 1 lembar Daun Jambu, namun dengan Daun Mangga harus mengeluarkan 2 lembar Daun Mangga.

Baiklah... itulah analogi sederhana. Kelahiran Bitcoin seakan membuat lahirnya mata uang lain yang potensial seperti Ethereum, Litecoin, Ripple hingga STEEM. Apalagi jumlahnya terbatas sama seperti Pohon Jambu tadi dan uang kripto menerapkan hal serupa seperti Bitcoin hanya diproduksi hingga 21 juta saja.

Awal mulanya murah karena jumlah banyak dan mudah didapatkan tinggal dipetik. Namun karena sudah terbatas maka akan ada yang bersedia menunggu daun itu bisa dipetik pada waktunya. Dalam sistem Blockchain itu disebut dengan Minning. Anak-anak yang rela menunggu akan mendapatkan upah atas usahanya tersebut dan mereka disebut sebagai para Minner.
Saya rasa sejak kecil kita sudah mengenal sistem Blockchain sederhana sejak dini, para anak-anak perempuan (karena tulisannya rapi) bersedia mencatat segala aktivitas transaksi Daun Jambu dan Daun Mangga di dalam catatan khusus dan memberikan ke semua anggota. Semua mendapatkan salinan catatan tersebut yang kita sebut dengan Proof of Work. di dalam dunia Blockchain.

Sistem desentralisasi yang menjadi primadona
Bagaimana takutnya perasaan Anda saat mencairkan uang ratusan juta dan kemudian membawa pulang sebuah tas sambil berjalan kaki. Semua orang yang mendekati Anda pasti ingin mengintai tas Anda yang berisikan beberapa gepok uang.

Atau bagaimana pusingnya saat proses transfer seorang ibu di kampung yang ingin mengirimkan uang kepada anaknya di perantauan. Potongan yang besar dan prosesnya begitu lama membuat betis sang ibu bengkak karena mengantre, tapi rela ia lakukan untuk anaknya.

Di sistem desentralisasi semua tidak terjadi, sistemnya yang Peer to Peer tanpa melibatkan pihak ketiga membuatnya praktis hanya bermodal jaringan internet dan tanpa potongan beberapa pun besarnya. Kita hanya membayar biaya proses Minning yang biayanya tak lebih dari separuh gelas kopi walaupun dengan jumlah sangat besar.
Sifatnya utama Blockchain adalah transparansi kepada setiap pengguna bisa melihat sejumlah transaksi yang berhasil divalidasikan di dalam sebuah blok transaksi yang tersimpan secara aman tanpa bisa diubah oleh siapa pun dalam buku besar bernama Ledge Book.

Sistemnya yang tanpa kontrol oleh pihak ketiga seakan membuat setiap pengguna punya peran besar di dalamnya. Seakan ia bisa belajar tentang sistem keuangan dan teknologi, semua itu tidak bisa didapatkan pada sistem sentralisasi. Berharap-harap cemas pada kebijakan yang kadang bisa menguntungkan atau malah merugikan pengguna. Satoshi seakan berhasil meletakkan dasar mata uang kripto yang telah berhasil dikembangkan di beberapa dekade sebelumnya secara demokrasi.

Risiko yang bisa didapatkan dari mata uang kripto
Semua sistem pasti punya risiko masing-masing, karena sifatnya berdasarkan kesepakatan bersama. Bisa saja sebuah mata uang kripto tidak memiliki harga di masa depan. Seperti anak-anak yang tidak ingin menggunakan lagi Daun Jambu ataupun Daun Mangga mereka beralih ke daun lain yang mereka anggap lebih berharga.

Tak hanya itu saja, nilainya sangat fluktuatif dan bisa berubah dalam hitungan menit. Ada bisa saja tidur dalam kebahagiaan tapi harus menangis kencang saat paginya karena nilainya terus drastis. Untuk itulah di dalam mata uang kripto dibutuhkan analisa dan pengetahuan yang kuat karena punya risiko cukup besar.

Jangan sampai saat melihat kenaikan sedikit langsung saja menjualnya dan kemudian harus menyesal di kemudian harinya. Saya ingat kata-kata seorang Bilyuner dunia Warren Buffet:

Orang besar dan sukses adalah yang berpikir apa yang terjadi 10 tahun ke depan bukan yang berpikir 10 menit ke depan.

Pandangan buruk yang sering menerpa mata uang kripto
Saya pribadi cukup sedih dengan berbagai anggapan mata uang kripto rentan dengan kejahatan dan melawan pemerintah. Anggapan buruk itu bermula di situs bawah tanah seperti Deep Web yang setiap transaksinya menggunakan mata uang kripto Bitcoin.

Setiap pengguna dan pemilik situs segala identitasnya tersembunyi, salah satu mata uang yang digunakan adalah Bitcoin. Selain itu berbagai aksi terorisme dan pembunuhan pendanaannya menggunakan mata uang kripto. Namun cap buruk itu semata hanya isu belaka mengingat jauh sebelumnya deep web sudah lebih dahulu menggunakan mata uang tunai sebagai proses transaksi. Bila ditelusuri lebih lanjut alur transaksi bisa dilacak dengan mudah karena sistemnya yang transparan lebih sulit dibandingkan menggunakan uang tunai.
mata uang kripto yang dianggap lekat dengan deep web
Selain itu sejumlah negara melakukan pelarangan penggunaan mata uang kripto yang dinilai dapat menjatuhkan mata uang negara tersebut. Saya rasa itu terlalu berlebihan, malahan mata uang kripto bisa berdampingan dengan mata uang negara tersebut. Sejumlah pelarangan tersebut lebih para nilai politik semata dibandingkan kebijakan moneter.

Saya rasa mata uang kripto masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat, namun ke depan banyak pihak mulai membuka matanya akan pentingnya mata uang kripto. Pemerintah bisa menetapkan kebijakan yang bisa menguntungkan berbagai pihak. Misalnya kebijakan pajak atau mata uang kripto sebagai aset wajib pajak. Pasti negara diuntungkan dan masyarakat tidak perlu waswas dengan aset digital yang ia miliki.

Pastinya kita semua tidak bisa menolak datangnya sebuah teknologi dan Blockchain dengan mata uang kriptonya adalah oase di tengah padang pasir yang mampu memberikan pemerataan ekonomi bagi para penggunanya.

Semoga tulisan ini menginspirasi kita semua tentang dan bila ingin sharing pendapat bisa via kolom komentar.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer