Monday, April 2, 2018

Menakar Sosok Rahasia Penemu Bitcoin

Sudah lebih dari 9 tahun semenjak pertama kali sosok yang menamai dirinya Satoshi Nakamoto menekan tuts di keyboard komputernya di tanggal 03 Januari 2009. Saat itulah genesis block yang ada di Bitcoin aktif dan dengan nilai hash yang tercatat :
000000000019d6689085ae165831e934ff763ae46a2a6c172b3f1b60a8ce26f`

Tak hanya itu saja, ia seakan menulis kalimat yang terdengar cukup satir yang menyentil perbankan yang dianggap gagal total saat itu, khususnya resesi ekonomi dan bailout yang harus ditanggung oleh nasabah: 
The Time 03/Januari/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks.

Semenjak gebrakan besar itu, sistem Blockchain seakan begitu akrab oleh pengguna internet. Awal mulanya harga Bitcoin tidak terlalu berharga dan hanya dikenal oleh sedikit orang. Namun sistem baru yang diperkenalkan tersebut mampu menarik banyak orang dan punya kelebihan dibandingkan sistem perbankan saat ini.
Sampai pada akhirnya nilai Bitcoin meroket semenjak tahun 2014, jumlah produksi yang makin menurun ditambah dengan permintaan semakin banyak membuat harga Bitcoin merangkak naik. Namun banyak pihak yang masih bertanya siapa sosok rahasia tersebut. Ia menggunakan nama Anonim yaitu Satoshi Nakamoto. Siapakah dia?

Menebak siapa sosok rahasia bernama Satoshi Nakamoto?
Masih banyak orang penasaran siapa sosok misterius dibalik nama Satoshi Nakamoto pencetus Genesis Block pada Bitcoin. Ada banyak peran pentingnya yang ia lakukan, mulai dari orang pertama yang mengembangkan software dari Bitcoin Core, peramu konsep-konsep kriptografi untuk bisa diterapkan dalam proses pembayaran.

Berikut ini sejumlah nama hingga kelompok yang memungkinkan adalah sosok rahasia dibalik nama Satoshi Nakamoto, cekidot:

Gavin Andresen dan Jon Matonis
Gavin sendiri punya peran besar dalam perkembangan mata uang kripto, ia ditugaskan langsung oleh Satoshi dalam mengembangkan software utama dari Bitcoin. Ia diminta langsung oleh Satoshi untuk pengembangan dari implementasi dari referensi perangkat lunak yang ada di Bitcoin.
Kemudian Gavin mengajak teman dekat dan partnernya yaitu Jon Matonis. Peran besar Jon Matonis yang merupakan ahli e-money mampu memperluas promosi dari Bitcoin. Dan di tahun 2012, mereka berdua sepakat untuk mendirikan Bitcoin Foundation dalam pemeliharaan dari sistem Bitcoin.

Saat ini Gavin tidak lagi aktif dalam pengembangan sistem Bitcoin namun sudah fokus dalam pengembangan Foundation. Sedangkan Jon lebih memilih sebagai Kontributor dan Editor di majalah kripto ternama yaitu Coindesk.
Peran mereka sebagai tangan kanan Satoshi jelas membuat mereka kenal sosok rahasia tersebut. Walaupun percakapan hanya via di dunia maya, namun itu membuktikan mereka berdua cukup dengan Satoshi dan tahu sosok sebenarnya.

Craig Stephen Wright
Seorang ahli komputer sains dan pebisnis asal Australia ini punya erat kaitannya dengan kemunculan bitcoin di awal tahun 2009. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Craig adalah kelompok yang tergabung di dalam pengembangan sistem Blockchain pada Bitcoin. Selain itu ia juga salah seorang tokoh yang menandatangani pesan kunci.
Kemampuannya di bidang komputasi dan pebisnis handal membuat ia punya akses yang cukup kuat di dalam dunia Blockchain. Tak hanya itu saja, ia juga CEO dari sebuah perusahaan teknologi yang bernama Hotwire Preemptive Intelligence Group yang sedang merencanakan meluncurkan bank kripto pertama di dunia bernama Denariuz Bank.

Dugaan itu semakin lengkap hingga akhirnya para polisi federal Australia menggeledah isi rumahnya karena bisa saja melakukan penyelewengan pajak melalui aset digital. Hasilnya nihil dan Craig tidak bisa dibuktikan sebagai orang atau kelompok yang pertama sekali meluncurkan Bitcoin.

Kelompok rahasia Cyperpunk
Perannya dalam perkembangan komunitas cyberpunk khususnya di tahun 90-an, seakan punya peran besar dalam kemunculan Bitcoin. Pengasuhnya adalah Hal Finney dan koleganya Jim Bell yang kemudian merumuskan 2 komponen utama dalam pasar digital. Salah satunya pesan terenskripsi yang mampu dikirim di internet serta mata uang yang bersifat anonim.

Kelompok Cyberpunk seakan menetapkan dasar-dasar dari sistem mata uang kripto seperti saat ini. Salah satunya adalah Blind Signature yang kemudian diterapkan sehingga pihak perbankan tidak dapat mengindentifikasikan siapa pihak yang akan membayar.

Tak hanya itu saja, Hal Finney juga pertama sekali menciptakan sistem Proof of Work yang kemudian sangat dikenal dalam sistem Bitcoin. Peran besarnya di Cyberpunk seakan membuat ia orang dibalik sosok Satoshi atau bahkan yang memperkenalkan Satoshi tentang sistem Blockchain yang sebenarnya sebelum diaplikasikan.

Nick Szabo
Ia adalah salah seorang ahli komputer, sarjana hukum, dan pakar kriptografi asal Amerika. Lulusan terbaik dari Washington of University ini punya berbagai jurnal yang mengungkapkan tentang kriptografi sampai dengan ide penciptaan mata uang digital saat tahun 90-an. Salah satu jurnalnya adalah mengenai Smart Contact yaitu mengenai proses perdagangan dan transaksi digital dengan orang lain.
Akhir tahun 90-an ia kemudian mengatakan akan muncul emas digital yang nilainya cukup berharga dan memudahkan proses transaksi antar manusia tanpa jarak serta minim biaya. Konsep ini sangat mirip dengan Bitcoin. Tak hanya itu saja, untuk mendapatkan emas digital itu butuh pemecahan teka-teki rumit hingga bisa mendapatkan emas yang terbatas itu.
konsep vending machine pada smart contract
Sifatnya yang desentralisasi tanpa terikat dengan pihak bank dan setiap transaksi akan tercatat dengan jelas di catatan digital. Seakan menjelaskan konsep dasar yang ditanamkan oleh Szabo adalah bukti ia tahu banyak tentang Bitcoin yang kemudian berhasil diterbitkan 10 tahun ke depan.

Berbagai dugaan merujuk pada hipotesisnya dan juga idenya membuat ia salah satu orang yang punya peran besar dalam pengembangan mata uang kripto atau bahkan dialah orang dibalik kedok tersebut. Namun Szabo membantahnya dan ia tidak terlibat sedikit pun dalam pengembangan tersebut. Bagaimana pendapat Anda?

Dorian Nakamoto
Seorang pria tua berwajah lusuh dan sudah mulai termakan umur sering dianggap oleh sosok Satoshi Nakamoto. Apalagi nama belakang dari Dorian yang punya akhiran Nakamoto, ia juga sering digambarkan sebagai sosok rahasia tersebut.
Begitu banyak gambar yang beredar di Internet adalah gambarnya karena hampir semua pegiat kriptografi bukan berasal dari Jepang. Sialnya lagi itu adalah laporan palsu yang disebarkan oleh media hingga semua orang datang ke rumahnya hanya ingin meyakinkan publik bahwa ialah Satoshi sebenarnya. Dorian sendiri tidak punya kemampuan sedikit pun tentang dunia Blockchain.

Kini di usia senjanya yaitu 67 tahun, ia sangat sering menerima kedatangan media dan membuat ia sering datang sebagai seorang Satoshi palsu di setiap forum besar Bitcoin. Saya rasa cara ini cukup menghilangkan dahaga media untuk memberitahukan sosok Satoshi pada masyarakat awam.

Satoshi yang tetap menjadi sosok rahasia...
Baginya sosoknya tidak terlalu penting namun perkembangan Bitcoin dan Blockchain saat ini lebih penting lagi. Ia mampu mematahkan dominasi bank yang sudah cukup lama membodohi masyarakat. Sistem desentralisasi yang sangat demokrasi dan menguntung semua pihak seakan menggulingkan sistem sentralisasi yang dipegang oleh orang penting semata.

Lebih dari 9 tahun dan kini mata uang kripto sudah mulai dikenal oleh banyak lapisan masyarakat. Bila dahulunya sistem Blockchain yang berupa sistem keuangan dan mata uang kripto. Jasa besar Satoshi dan semua pihak yang masih misterius tersebut membuktikan arah perubahan dan transparansi lebih penting dari siapa ia sebenarnya. Silakan komentarnya dan semoga menginspirasi.

Share:

1 comment:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer