Friday, May 11, 2018

Eksistensi Manusia dan Gebrakan Besar AI

Waktu berlalu begitu cepat, 21 tahun lalu tepatnya tanggal 11 Mei 1997 jadi hari yang begitu bersejarah. Seorang grand master catur kenamaan dunia asal Rusia, Garry Kasparov harus takluk oleh sebuah komputer bernama Deep Blue.

Semua mata penonton tercengang saat melihat grand master yang tak terkalahkan itu harus takluk oleh komputer keluaran IBM tersebut. Manusia dahulu yang meragukan akan Artificial Intelligence seakan ciut nyali. Persaingan bukan hanya dari manusia, tapi dengan para AI.


Penulis sejak kecil pun sudah merasakan hal demikian, saat pertama sekali mengenal dunia game di tahun yang sama. Penulis yang masih seorang bocah ingusan dihadiahi sebuah video game konsol SEGA. 
Tidak butuh lawan main anak tetangga kompleks yang pada sibuk main layang dan menangkap ikan cupang. Penulis hanya buat lawan sparring melawan program komputer sendiri. Memang saat itu level kemampuan AI dalam sebuah konsep game masih sangat sederhana sebelum era Playstation di mulai pada tahun 1998.

Game Konami yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang yang kini berevolusi jadi PES (Pro Evolution Soccer) dan EA Sport dengan brand FIFA. Bersaing jadi game sepak bola paling berharga di dunia.

Kemampuan dari AI yang paling dominan adalah kemampuan dari waktu ke waktu. Coba saja Anda bermain pada game edisi awal di tahun 90-an dengan yang keluaran terbaru saat ini. Jelas tinggi kesulitannya makin kompleks. Ia bisa mengalahkan siapa saja, termasuk master game itu sekalipun.

Sama halnya dengan pengembangan Deep Blue sebagai lawan tanding dari Garry Kasparov. Si pengembangnya yang merupakan teknisi dari IBM yaitu Feng-Hsiung Hsu. Ia bersama para koleganya mengembangkan Deep Blue sejak tahun 1989. Memang Deep Blue tidak sepintar seorang grand master, namun ia punya kemampuan mumpuni yaitu kemampuan terus belajar.
Kemampuan dasar dari AI memiliki 4 komponen penting yang mampu membuat ia bekerja dengan maksimal. Konsep dasar sebuah AI terdiri atas kemampuan searching, reasoning, planning, dan learning. Alhasil AI mampu membaca 200 juta peluang posisi catur hingga jutaan kemungkinan lainnya. Garry Kasparov harus tertunduk lesu saat kalah telak.

Itu juga yang berlaku di dunia game bola dan semua game lainnya. Saat Anda menggunakan sebuah klub dengan level kesulitan Legendary (level paling tinggi). Anda akan merasakan sensasi luar biasa, segala pergerakan pemain, marking zone hingga bahkan potensi serangan berhasil diredam oleh AI pada game tersebut. Bahkan ia bisa mengalahkan seorang juara dunia game tersebut hanya dengan mengandalkan klub papan bawah.

Saat ini kemampuan AI sudah sangat mandiri dan bahkan hampir mampu mengerjakan pekerjaan manusia jadi begitu mudah. Ia bahkan berhasil menggerus banyak potensi peluang yang manusia kerjakan saat ini. Di masa depan ia bisa mengambilnya dengan mudah, apalagi kemampuan belajarnya yang sangat cepat.

Nasib manusia dari eksistensi AI
Anda mungkin tidak bisa membayangkan sesuatu yang ekstrem seperti pada film Terminator yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger dengan begitu epik. Saat para AI membunuh manusia yang hidup di muka bumi, para manusia harus bertarung hingga darah terakhir karena AI menjadi hilang kontrol.
Walaupun mereka punya keunggulan, namun memang tidak ada yang bisa menyamai kecerdasan dari penciptanya (manusia). Banyak hal-hal sederhana yang tidak bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan. Misalnya saja sebuah robot sangat sulit untuk berjalan atau bahkan membuka pintu. Padahal bagi manusia itu sesuatu yang sangat sederhana.

AI sendiri hanya bisa digunakan pada sebuah program khusus dari penggunanya. Misalnya saja sebuah konsol game. AI akan belajar dari berbagai kemungkinan dari lawannya, sehingga ia sangat sulit dikalahkan. Sedangkan manusia mampu melakukan segala hal dengan mudah karena kontrol otak yang bisa mampu belajar dengan mudah.

Namun tidak tertutup kemungkinan akan muncul AI (bisa berbentuk robot) yang mampu belajar dari setiap pengalaman baru yang ia dapatkan. Kemudian ia mencoba terus-menerus hingga akhirnya ia mahir di bidang tersebut. Sama halnya dengan seorang anak yang belajar pada sebuah hal baru yang ia lihat.

Menakutkan memang, namun manusia tidak mau eksistensinya harus tergerus dari ciptaannya. Misalnya saja setiap AI diberikan peraturan khusus yang mampu melindungi manusia seperti tidak boleh membunuh manusia. Atau bahkan manusia bisa bekerja sama dengan AI untuk menemukan terobosan besar di masa depan.

Seperti menemukan anti vaksin, pengembangan nanoteknologi, atau bahkan penjaga bumi dari kerusakan yang sering menjarah saat ini. Memang kita tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Manusia hanya bisa memprediksi dan bahkan mempersiapkannya sebaik mungkin.

Bagaimana pendapat Anda AI saat ini dan di masa depan, berguna atau bahkan berbahaya buat manusia. Silakan bagikan komentarnya pada kolom komentar di bawah ini.

Semoga menginspirasi kita semua dan silakan komentar Anda.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer