Minggu, 29 Juli 2018

Ketahui 10 Istilah Penting di Jagat Digital Aset (Part 1)


Mulai berkembangnya berbagai digital aset oleh masyarakat membuat digital aset jadi salah satu investasi menarik di masa depan. Berkat informasi dan edukasi yang diberikan, banyak pengguna baru yang tertarik berinvestasi di digital aset.

Ada yang belajar dari ahlinya dan ada juga yang belajar secara otodidak dari berbagai sumber yang ia baca. Dunia digital aset memang cenderung fluktuatif khususnya harga dan banyak regulasi sejumlah negara yang masih berpikir ulang tentang digital aset.


Namun begitu, prospek yang menjanjikan di masa depan akan jadi peluang besar. Nah.. itulah yang menjadi alasan saya untuk berbagai istilah-istilah asing yang ada di dunia digital aset. Ada 10 isilah yang begitu akrab di dan akan sering didengar nanti, berikut ini ulasannya:

1. Bearish
Kata ini diambil dari makna hewan mamalia raksasa beruang (merujuk kata Bear). Pada pasar kripto sering disebutkan dengan istilah market Bearish. Saat itu sejumlah instrumen kripto yang diperdagangkan mengalami penurunan signifikan. 

Terjadi aksi panik penggunanya yang berakibat menjual asetnya secara besar-besaran. Hal paling mudah melihat fenomena Bearish adalah warna merah dan penurunan tajam pada grafik. Warna merah identik dengan grafik penurunan sebuah instrumen.

2. Bullish
Kebalikan dari Bearish adalah istilah Bullish, diambil dari kata Bull (merujuk pada Banteng). Bila pada Bearish mengalami penurunan aset yang diperdagangkan, sedangkan Bullish kebalikannya. Sejumlah aset akan melesat naik secara stabil, itu ditandai dengan grafik berwarna hijau. 

Para digital aset saat melihat fenomena ini pasti hatinya berbunga-bunga karena aset yang ia investasinya mendapatkan keuntungan. Fenomena Bullish terbesar terjadi di Bulan Desember tahun kemarin saat semua digital aset memecahkan rekor dan sulit diulangi kembali.

3. Sideway
Beda dengan kejadian yang terjadi sebelumnya, ada fenomena yang tidak bisa dikatakan mengenakkan atau menyedihkan. Fenomena ini disebut Sideway, saat itu kondisi pasar relatif datar tanpa kenaikan atau penurunan berarti. Bila harganya tinggi jelas menguntungkan sedangkan bila berada di bawah, jelas membuat para pemilik digital aset bimbang.


Pada fenomena ini, pasar sedang menimbang dan mencari harga selanjutnya yang ideal sedangkan bila berlangsung cukup lama itu artinya ada keraguan pasar. Sebaiknya adalah menunggu kebijakan selanjutnya, jangan gegabah menjual aset yang Anda miliki.

4. Panic Sell
Kondisi yang paling menakutkan adalah saat semua digital aset turun pada harga yang sangat drastis dalam waktu singkat. Bagi pengguna baru, mereka melakukan aksi Panic Sell yang berakibat efek domino berupa penurunan seluruh digital aset secara bersamaan.


Penyebabnya beragam dan tidak bisa diprediksi, jelas harga pasar akan terpengaruh dengan kuat. apalagi banyak yang tidak ingin rugi besar dan berakibat Panic Sell. Namun banyak yang menyesal di kemudian hari saat digital aset naik kembali dengan harga lebih fantastis.

Saya ingat dengan ucapan Warrent Buffet:
Orang yang sukses berpikir akan 10 tahun ke depan bukan yang berpikir 10 menit ke depan. Secara tak tersirat punya makna bahwa kita harus mempertimbangkan secara matang dan perhitungan tentang apa yang kita pilih. Jangan karena kepanikan pasar berakibat menyesal di kemudian hari.

5. HODL
Istilah terakhir ini pasti sangat dikenal oleh para digital aset, saat kondisi apa pun harus tetap HODL. Merujuk pada maksud tidak menjual atau bahkan tergiur dengan harga pasar, apakah sedang naik atau turun. Terus mempertahankan hingga harganya waras. 

Memang banyak yang tergiur saat naik, ada juga panik takut jatuh miskin saat Panic Sell. Kalangan tertentu tetap berpedoman dengan mempertahankannya. Istilah ini pertama sekali populer sekitar 5 tahun yang lalu saat kejatuhan harga digital aset Bitcoin. Salah seorang anggota Bitcointalk dengan nama akun GameKyuubi. Ia menuliskan: I am Holding.

Kata-kata itu terus populer hingga saat ini khususnya para pengguna digital aset. Dengan melakukan HODL, mampu membuat harga pasar tetap stabil dari kejatuhan pastinya.

6. Dumping
Saat pasar digital aset sedang mengalami guncangan penurunan aset, istilah dumping sangat akrab bagi para pengguna. Dumping ialah sebuah keadaan saat harga pasar turun drastis karena ada pihak yang menjual aset digital dalam jumlah besar-besaran saat harga rendah.


Penyebab utama karena kepanikan pasar aset digital global khususnya para trader pemula. Ini sering terjadi apalagi di tahun ini. Sudah terjadi dua peristiwa dumping digital aset sehingga harganya turun drastis.

Tak jarang banyak yang menyesal khususnya para pemula, mereka tidak menyangka harga saat melepas digital asetnya akan naik drastis di masa depan. Untuk itulah sebaiknya pikiran investasi jangka panjang dalam dunia digital aset.

7. Volatility
Pada hampir semua digital aset punya fluktuasi harga yang sangat besar di pasar. Kondisi ini terjadi dalam satu tahun terakhir. Harganya merangkak jauh dan bahkan sangat menguntungkan para trader. 

Faktor volatility ini sering dimanfaatkan trader senior dalam mencari keuntungan. Mereka membeli saat harga murah dan menjual saat harga tinggi. Memang tidak semua pihak bisa membaca perubahan harga tersebut.

Namun para trader andal bisa membaca perubahan pasar sedang tinggi dan lesu untuk proses menjual dan membeli digital aset. Jelas keuntungannya sangat besar khususnya jeli membaca pasar.

8. Arbitrase
Kata-kata ini mungkin sering Anda dengan khususnya pada sengketa peradilan. Namun nyata kata-kata arbitrase juga sering digunakan dalam bidang ekonomi. Merujuk pada pembelian dan penjualan secara simultan atas barang yang sama di dalam dua pasar berbeda dengan tujuan mencari laba dari selisih harga.

Di dunia digital aset sering terjadi selisih harga tipis setiap digital aset. Untuk bisa mendapatkan untung (laba). Para pembeli yang jeli akan melakukan perbandingan harga setiap digital aset mana yang dijual paling murah dan membelinya. Kemudian menjualnya dengan selisih harga tipis tersebut.

Sebagai contoh sederhana Indodax menjual Bitcoin dengan harga $6.505 sedangkan di Coinbase atau binance menjualnya dengan harga lebih murah yaitu $6.500. Selisih harga ini bisa menghasilkan keuntungan dari hasil penjualan kembali. Mereka yang sering melakukan cara tersebut adalah para arbitrageurs.

9. Order Book
Kata-kata ini sering diucapkan pada daftar harga jual dan harga beli yang tersedia saat ini. Apakah harga saat ini sedang turun atau malah sedang naik. Itulah alasan mengapa Order Book punya dua bagian seperti market jual dan market beli.

Pada market jual berisi tentang daftar harga aset yang dijual lengkap dengan jumlah aset digital antrean serta harga yang diminta. Kemudian pada market beli berisi daftar permintaan pembelian aset digital lengkap pada sebuah marketplace dengan jumlah antrean serta harga yang ditawarkan.

10. Zero Confirmation Transactions
Isilah ini sering merujuk pada keadaan mercant memberikan barang atau jasanya terlebih dahulu sebelum proses transaksi terkonfirmasi. Pada kasus ini sering berisiko karena rentan pada Double Spending (transaksi tertunda) sehingga transaksi memiliki potensi gagal terkonfirmasi.

Dalam mengatasi masalah tersebut, sejumlah exchanger memiliki peraturan yang ketat. Umumnya ada 1-6 konfirmasi yang harus diselesaikan pada setiap transaksi dan deposit pada akun exchange tersebut.

Tak mengherankan sering terjadi keterlambatan transaksi dan waktu tunggu untuk proses transaksi. Banyak digital aset dan penyedianya mengalami hal tersebut dan pastinya Anda harus menyelesai konfirmasi yang dianjurkan agar proses transaksi cepat diproses.

Itulah sejumlah istilah penting yang ada di dunia digital aset dan pastinya akan akrab dengan Anda. Semoga menambah informasi dan silakan komentarnya.

Have a Nice Day

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email