Friday, November 9, 2018

7 Entrepreneur Dunia yang Menerapkan Pentingnya Menulis

Mungkin ada tidak asing dengan kebiasaan yang sering dihabiskan di kala waktu senggang yakni menulis. Pilihan menulis bagi sebagian orang sangatlah sulit, mulai dari tidak adanya waktu sampai dengan bingung ini menulis apa.

Alasan klasik ini sering mendera, sehingga banyak dari orang tidak punya minat untuk menulis. Nyatanya menulis sering dianggap sebagai hobi para jurnalis atau penulis. Namun siapa saja bisa terjun di dunia menulis asalkan ia bisa membagikan ide dan pola pikirnya kepada orang lain.
Kebiasaan menulis ialah kebiasaan dari kalangan orang-orang besar, andai mau tergabung dengan orang-orang besar tersebut maka biasakan diri menulis.
Siapa sih yang tidak menulis, kemampuan dasar manusia selain mendengar, membaca dan selanjutnya menulis. Banyak hal positif yang didapatkan dai kebiasaan menarik tersebut di antaranya bisa tetap awet muda.

Anda yang termasuk punya kebiasaan unik tersebut patut bangga, menulis punya efek awet muda. Benarkah demikian?

Iya... secara tidak langsung menulis mampu menjaga kulit tetap awet tanpa harus perawat lebih yang biayanya mahal. Ada beberapa alasan kuat mengapa setiap tulisan yang anda tulis selain bisa membuat awet muda dan berbagai manfaat lainnya. 
Saya pribadi memperhatikan beberapa penulis kenamaan yang tetap terlihat muda dan ceria, tak ada raut tegang dalam wajah mereka walaupun sering dikejar deadline. Semua itu karena mereka menulis dan memindahkan segala yang ada membebat di dalam kepala ke media tulis.

Bila dahulu menulis harus di kertas buku bernama diary, kini telah ada sosial media yang mengiringi menulis lebih gampang. Berbagai platform juga lahir memudahkan menulis salah satu media tersebut bernama Blog.

Tulisan terdahulu yang bersifat offline dan tertutup, kini bersifat online dan bisa diakses oleh siapa saja. Semua sama saja, asalkan nyaman dan menulis obat mujarab untuk tetap terlihat tetap muda.
Berikut ini adalah alasan kuat mengapa menulis bisa membuat orang tetap muda, berikut ulasannya:

Melepaskan Segala Penat, Rutinitas sehari-hari tak pelak membuat pikiran penuh akan penat rasa, belum lagi saat perjalanan menuju lokasi kita memulai rutinitas. Macet, panas, dan stres sudah pasti tak pernah lepas.

Cara mengurangi penat tersebut banyak dari pribadi tersebut melepas lelah dengan menulis. Sebahagian besar melakukannya di sosial media dalam bentuk uneg-uneg. Misalnya saja terjebak macet, keluhan macet, terjebak hujan atau banjir dan keluhan mengenai hal tersebut.

Keluhan yang bersifat spontan itu secara tak langsung bisa melepaskan sedikit penat dan membunuh rasa bosan. Tapi harus ada batasannya terutama dalam mengontrol diri, jangan sampai kelakuan tersebut menyinggung orang lain.

Melahirkan Ide dan Pola Pikir, Ide bisa lahir kapan saja termasuk hasil brainstroming anda, ini sedikit banyak mampu menggodok tulisan yang ingin ditulis. Tak harus dengan tulisan yang serius, cukup yang ringan-ringan saja. Kebiasaan menulis secara tak langsung memudahkan ide lahir kapan saja, kemudian tinggal dikembangkan jadi tulisan menarik.

Pelampiasan Selain Berbicara, Berbicara punya dua konteks berbeda terutama dalam penyampaian. Sifat dari bicara yang kadang perlu lawan bicara sebagai respons, sedangkan menulis tidak. Itulah mengapa menulis jadi pelampiasan terbaik.

Kelebihan dari menulis adalah kemampuan menganalisa lebih baik dari hasil yang ditulis (swasunting). Sedangkan bicara sedikit banyak mengalami kesalahan ucapan atau perkataan, akibatnya bisa

Menginspirasi Banyak Orang, Tulisan Anda publikasikan secara online tanpa disadari menjadi inspirasi banyak orang. Banyak yang terbantu atau mengucapkan kata-kata terima kasih atas beberapa paragraf hasil buah karya Anda.

Itu jadi sebuah kesenangan tersendiri, apalagi ada aura bahagia tak terhingga asal setiap Anda menulis ibarat memberikan umpan kepada para pembaca yang lapar akan bacaan. Jadi tunggu apalagi, menginspirasi dan memberikan pencerahan secara tidak langsung bisa membuka mata para pembaca terutama dari sudut pandang si penulis tersebut.

Menghasilkan Karya, Siapa yang tak mau punya karya? Apalagi karya yang Anda tulis jadi best seller atau dibaca oleh banyak orang. Selain membuat awet muda, karya tulisan tersebut membuat Anda gembira atas pencapaian dan kerja keras. Bermula dari pengalaman buruk atau analisa sesuatu masalah, lalu Anda menulis dengan runtun dan terarah. Tak disangka hasilnya menjadi karya yang mengagumkan.

Nah… di dunia digital, banyak para entrepeneur sukses saat ini yang tidak pernah mengabaikan arti menulis. Mereka punya perusahaan dan direksi besar, namun tetap menggiatkan hobi tersebut sebagai rutinitas.

Saya mencoba memberi tahu sejumlah entrepeneur sukses yang tepat menulis, berikut ulasannya:

1. Warrent Buffet
Siapa yang tidak kenal dengan Buffet, salah seorang bisnisman paling kaya di dunia yang memiliki sejumlah ritel ternama di dunia seperti Berkshire Hathaway. Jiwa bisnisnya sudah ada semenjak ia masih remaja dan terus ia kembangkan hingga di usia senja. Walaupun begitu Buffet punya kebiasaan menulis tentang pengalaman dan kisah suksesnya. Dalam petikan ucapannya ia berujar:
Komunikasi adalah kemampuan penting yang bisa membantu hidupmu, dan sepertinya sekolah kurang memperhatikan hal ini. Jika kamu tidak bisa berbicara dan menulis dengan baik, itu artinya kamu sedang menyia-nyiakan potensimu.

Maksud dari Buffet cukup besar, kemampuan literasi adalah kunci wajib dalam membangun komunikasi dan relasi. Walaupun terlihat sederhana, namun Buffet berhasil menerapkannya dengan sangat baik hingga akhirnya jadi orang terkaya di dunia.

2. Richard Branson
Siapa yang tidak kenal dengan Richard Branson, ia adalah pendiri Virgin Group dan punya kontrol lebih dari 400 perusahaan di seluruh dunia. Hampir sama dengan Buffet yang memulai dunia bisnis semenjak di usia muda. Branson mengembangkan berbagai bisnisnya ke berbagai bidang termasuk saat ini usaha perjalanan ke luar angkasa. Sama dengan ide yang digarap oleh Elon Musk. 
Ketertarikan ia di berbagai bidang tidak membuat ia melupakan kebiasaan sejak kecilnya yaitu menulis. Setiap kebijakan dan pengalamannya selalu ia tulis di sebuah buku diary hingga kini. Ia menganggap itu sebagai pengalaman dan pembelajaran di masa depan. Termasuk apa yang pernah ia sampaikan:

>Kepemilikan yang paling berarti adalah sebuah buku catatan yang selalu bisa digunakan untuk menulis dan merekam segala jejak.
Itulah manfaat yang sangat besar Branson rasakan di puncak kegemilangan karier yaitu tak pernah lupa menulis. Alasan tidak ada waktu menulis tidak ada di dalam pikiran Branson. Baginya sempatkanlah menulis bukan menulis kala sempat semata.

3. Ludvig Sunstrom
Anak muda bernama Ludvig Sunstrom mampu membuktikan bahwa dunia entrepeneur dan menulis bisa dipadukan dengan baik. Walaupun masih sangat muda namun ia bisa membagikan waktunya sebagai entrepeneur dan penulis. Ludvig menganggap menulis sebagai: 
Saya mengawali hari dengan membaca, menulis, berintrospeksi, dan melakukan meditasi. Hal ini membantu saya untuk tetap fokus dan kreatif sepanjang hari.

Kebiasaannya itu buat Ludvig tampil beda, saat anak muda sebayanya masih sibuk dengan bermain-main. Ia sudah fokus berbisnis dan membangun direksi dengan mitra bisnis. Cara yang diterapkan oleh Ludvig wajib kita contoh.

4. Sam Lustgarten
Bagi yang tidak asing dunia entrepeneur khususnya keuangan pasti tak asing dengan Sam Lustgarten. Ia adalah pakar keuangan dan juga pendiri yayasan bernama Frugalling.org membahas tentang keuangan. Di usia muda ia sudah sangat produktif menghasilkan karya tulis terlepas latar belakangnya sebagai pengusaha. Ia punya kata-kata khusus menulis yaitu: 
Sesibuk apapun, saya menyempatkan diri untuk membaca dan menulis setiap hari. Keduanya adalah cara saya melatih otak dalam mengolah kata-kata baru, struktur kalimat dan gaya bahasa.

Jangan heran setiap tulisannya dimuat di sejumlah majalah bisnis dan ekonomi. Sehingga banyak orang menerapkan tips yang ia bagikan. Semua bidang ilmu tidak menghalangi Anda untuk menulis dan Sam berhasil membuktikannya.

5. Jacob Jolibois
Dunia design dan digital sudah begitu familiar bagi Jacob Jolibois. Ia sudah banyak dipercaya dalam bidang termasuk jadi dipercaya jadi Digital Strategy Director dari perusahaan MESH dan Co-Founder dari Parachute.fm dan host di altBR Podcast. 
Baginya menulis sesuatu yang wajib dilakukan di manapun khususnya dalam menyimpan gagasan dan ide. Ia berpendapat bahwa dengan menulis akan mampu:

Saya terbiasa menyimpan, gagasan, inspirasi, kutipan, artikel, dan informasi menarik lainnya di catatan digital. Dari kebiasaan ini saya bisa menghubungkan gagasan-gagasan di benak saya sendiri dan memunculkan kombinasi ide baru yang menyenangkan.

Lintas bidang yang ia jalani mulai dari desain, fotografi, menulis dan teknologi jadi kekuatan ia menonjol dibandingkan orang lain. Semua itu jadi padu karena ia rajin menulis.

6. Aristotle Onassis
Pada tahun 60-an Aristotle Onassis sangat terkenal sebagai salah satu pebisnis suksesnya khususnya di bidang perkapalan. Bisnisnya jadi sangat menjanjikan apalagi saat itu sudah mulai memasuki era minyak. Harga minyak mulai melambung dan Aristotle memanfaatkan bisnis kapalnya tanker dalam mengangkut milyaran barrel minyak.
Kesuksesannya itu seakan mengubah dunia dalam energi hingga kini. Walaupun dianggap sukses besar ia tidak melupakan kebiasaan kecilnya hingga tutup usia yaitu menulis. Menurutnya menulis adalah sesuatu yang spesial.

Ketika kamu memiliki sebuah ide atau gagasan, maka tulislah. Ketika pertama sekali bertemu dengan seseorang, tulislah semua hal yang kamu ketahui tentangnya. Bila kamu mendengar sesuatu yang menarik, tulislah. Menuliskannya dapat membantumu dalam mengambil langkah selanjutnya. Jika kamu tidak menulisnya, maka kamu akan lupa.

Aristotle menganggap dengan menulis ia bisa mengenal dan mengetahui mitra kerjanya. Sehingga ia bisa menganggap mana yang baik dijadikan mitra kerja sekaligus sebagai alasan pengambilan keputusan akhir.

7. Bill Gates
Terakhir adalah Bill Gates, mungkin ia lebih dikenal sebagai pemilik raksasa teknologi pertama Windows. Suksesnya dalam beberapa dasawarsa seakan membuktikan Bill Gates punya kelebihan dari kompetitornya. Namun ia menyanggah dan mengatakan ia tak jauh berbeda dengan kompetitornya. 
Alasan utama ia terlihat hebat adalah analisanya tentang teknologi di masa depan dan setelah ia pensiun yang sering menjadi pembicara di berbagai seminar. Salah satu kelebihan yang ingin ia tularkan kepada anak muda adalah rajin menulis.

Sesibuk apa pun menulis sebuah kebiasaan bagi saya termasuk menuliskan sesuatu di Blog.

Walaupun Blog baru lahir di akhir 90-an, Bill Gates tetap tertarik belajar tentang dunia Blog walaupun usianya sudah mulai senja. Ia menuliskan sejumlah gagasannya di weblog pribadi miliknya. Dengan begitu semua orang bisa membaca gagasannya.

Itulah sejumlah entrepeneur dunia yang menerapkan kebiasaan menulis dan mereka mampu menuai sukses di bidangnya. Mereka tidak pelit ilmu dan pengalaman, dengan menulis serta berbagi membuat banyak orang yang bisa mengikuti langkah mereka.

Semoga postingan ini memberikan pencerahan untuk kita semua dan silakan komentarnya.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer