Kamis, 15 November 2018

Evolusi Game dan Sensasi Gaming Max di Zenfone Max Pro M1

Memori masa kecil seakan kembali terngiang di kepala, perkenalan awal pada dunia game dimulai saat saya dihadiahi konsol game terbaru oleh sang paman. Dibandingkan harus main panas di luar rumah, sang paman saya pun membelikan sebuah konsol game paling mutakhir kala itu.

Masa kecil saya lebih banyak dihabiskan tinggal bersama nenek dan paman di kota, jauh dari orang tua yang bekerja di daerah. Menghilangkan rasa bosan dan semangat belajar, sang paman menghadiahi saya konsol karena saya berhasil juara kelas.
Saya seakan jadi bocah pertama yang mempunyai perangkat game konsol. Efeknya, anak-anak di dekat rumah berdatang sambil konsol baru. Jelas sangat senang, waktu itu anak-anak masih bermain permainan tradisional atau pergi main di Gamezone di akhir pekan.

Game tempo dulu masih berupa game Arcade, mungkin kita lebih akrab dengan sebutan game Ding-Dong karena suaranya yang terdengar seperti sebutannya. Game Ding-Dong seakan mudah ditemukan di lokasi Gamezone. Para pemainnya pasti merasa betis kadang kram akibat lama berdiri dan keasyikan main di Gamezone bisa buat  kantong bocor.
Related image
Seakan saya maju satu langkah dalam permainan kala itu dan bisa buat menabung. Main game tidak harus ke Gamezone, cukup dimainkan di rumah sambil rebahan di atas sofa. Saya pun hafal semua game kala itu dan menamatkan misi, kemudian menceritakannya ke teman kelas saat ke sekolah. Teman-teman sangat antusias dengan game konsol yang saat itu masa terbatas. Supaya tidak kesepian bermain sendiri di rumah, saya mengundang teman dekat saya untuk bermain game sebagai lawan tanding.

Waktu berlanjut begitu cepat, era konsol memenuhi rumah dan berbagai rental hadir. Aura bermain di rental jelas beda dibandingkan di rumah, buat bocah seperti saya rela menghabiskan uang jajannya buat bermain game.

Memori saya masih sangat lekat saat bermain konsol di rental, kaset yang macet dilap dengan kain perca atau kadang dengan air liur. Konsol gamenya harus dimiringkan supaya kasetnya bisa terbaca dengan sistem. Begitu bahagia saat kaset berhasil terbaca, koleksi kaset game konsol berupa CD bisa dipilih sesuai selera.

Pergolakan game berlangsung cepat dari era konsol ke arah game online berbasis PC. Pil pahit harus saya terima karena jam bermain game saya berkurang drastis karena harus masuk sekolah asrama. Meskipun begitu, itu tidak menghalangi berhenti main game. Salah satu caranya di akhir pekan atau kadang nekat CLBK (Cabut Lewat Belakang) sekolah hanya buat menghilangkan rasa dahaga puasa bermain.

Risikonya berat mengintai andai tertangkap atau ketahuan sudah dipertimbangkan. Saya pun mulai mengenai game bergenre Person Shooter (FPS) seperti Counter Strike, Point Blank, dan Battlefield. Bukan hanya sebatas Winning Eleven saja, masa itu game FPS sedang naik daun dan memikat hati banyak orang. Kadang rela tidur di warnet buat ngegame sekalian ambil pake midnight dengan harga miring.
Image result for warnet
Dunia warnet yang memangkas waktu tidur
Era itulah saya baru menyadari bahwa Game bisa dimainkan dari jarak jauh dan menghubungkan banyak manusia. Cikal bakal game saat ini, dan jangan heran dalam sebuah game ada banyak pemain yang bermain serupa di belahan dunia lainnya.

Perangkatnya bukan hanya PC atau bahkan konsol game yang ada di rental. Perangkat Game bertransformasi semakin mobile dan mudah dimainkan di mana saja. Spesifikasi perangkap mobile bahkan sudah setara dengan PC dan konsol sekalipun.

Makin lengkap dengan banyaknya pengembang game kebanjiran ide dan inovasi melahirkan game baru dengan beragam genre. Seakan kebutuhan game sudah menjadi gaya hidup pembunuh bosan atau pengalih penatnya hari. Terjebak macet, menunggu teman tiba, hingga waktu senggang kini terobati dengan game mobile.

Stigma buruk gamer itu melekat erat dengan pekerjaan menghabiskan waktu berjam-jam sampai lupa waktu. Keluarga, teman sampai masyarakat melabelinya gamer sebagai orang pemalas. Gambaran gamer diidentikkan dengan lelaki yang urakan (kini banyak gamer wanita lho), masa depan gelap, dan jarang mandi.

Tahan dulu anggapan itu, kini stigma negatif yang melekat dari gamer sedikit hilang. Game bukan sekedar hobi unfaedah dalam mengisi waktu kosong. Namun bertransformasi menjadi pekerjaan menjanjikan. Salah satu pekerjaan menghasilkan keuntungan ialah menjadi atlet E-Sport. Pamornya sedang menanjak dan gemari anak millenial.

Muncul pertanyaan seperti: Di mana letak olahraga pada game?
Peran pemain game tergolong atlet, mereka tak ada bedanya dengan olahraga balap atau pacuan kuda. Posisi kendaraan dan hewan pacuan yang bekerja dan sang atlet “dianggap” hanya naik dan menungganginya.

Nyatanya para atlet harus menjalani latihan yang super berat seperti ketahanan inti tubuh, keseimbangan, dan koordinasi. Bagaimana tidak, sang atlet harus tetap fit dalam melahap lap dan menjaga keseimbangan (bahkan sampai mengurangi jumlah berkedip) saat membalap. Sang atlet harus mengambil keputusan penting pada kecepatan tinggi. Telat sedikit saja, nyawa jadi taruhan Wajar bila atlet balap punya bayaran yang tinggi.
Image result for e-sport 
Hampir serupa dengan atlet balap karena mereka punya kemampuan khusus. Bukan hanya sebatas anak rental. Atlet E-Sport sudah punya jam terbang tinggi dan waktu latihan yang panjang.

Dibutuhkan sekali skill, taktik, pengambilan keputusan, dan pastinya mental dalam bermain game di level tertinggi. Atlet E-Sport butuh koordinasi tangan dan mata yang cukup cepat serta pengambilan keputusan serba cepat andai ia atau timnya tersingkir dari lomba.
Image result for e sport asian games 2018
Game E-Sport yang dipertandingkan di Asian Games 2018
Pada Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Indonesia Agustus lalu, cabor E-Sport masuk dalam perlombaan eksibisi yang dipertandingkan. Genre game Fighting Games, First Person Shooter (FPS), Real-Time Strategy (RTS), Sport Games, dan Racing. Game terkemuka seperti PES 2018, Heart Stone, Clash Royale, League Legends, StarCraft, dan AOV (Arena of Valon) berhadiah medali yang mengharumkan bangsa.

Andai pergi ke rumah gebetan dan calon mertua bertanya: 
Kerjaan kamu apa nak?
Kerjaan saya ngegame all time pak..! 
Dasar pengangguran dan masa depan gelap 
Ini pak medali Asian Games, kebetulan saya atlet E-Sport yang menang kemarin. 
Wah... mantap, kamu boleh jalan sama anak saya. Medalinya biar buat Bapak saja.

Bukti Game sudah bisa menyejahterakan ekonomi dan hobi jadi pekerjaan menjanjikan. Hadiah yang ditawarkan buat cabang E-Sport tidak main-main, menyentuh angka miliaran rupiah. Sebagai perbandingan, di tahun 2017 diadakan event tahunan The International 7 yaitu turnamen DOTA 2. Total hadiah bagi pemenang pun tidak main-main mencapai angka $37,7 juta (Rp492 miliar). Pemenang utama bisa membawa pulang uang sebesar $10,8 (Rp140 miliar).
Image result for e-sport
Lomba E-Sport level individu memang hadiahnya tidak sebesar game yang mengandalkan tim. Pada sejumlah Turnamen PES atau FIFA League, pemenang utama dapat membawa pulang hadiah hingga $200 ribu (2,6 miliar). Wah... masih lumayan menggiurkan.

Tak heran nantinya pamor game bisa setara atlet olahraga terkemuka yang punya banyak penggemar. Bahkan setiap game punya basis fans yang tak kalah besar dan jadi cita-cita setiap anak di masa depan. 
Kamu nak pengen jadi apa waktu besar? 
Saya pengen jadi atlet E-Sport 
Mantul nak, lanjutkan hobimu.

Perkembangan dunia E-Sport makin pesat di masa depan, tak tertutup kemungkinan ada lebih banyak perlombaan game dan hadiah yang terus meningkat. Selain itu mampu sebagai ajang pengujian bakat dan taktik dari berbagai game. Serta menjaga semangat sportivitas olahraga berbasis E-Sport.

Tak ada yang membayangkan bahwa ponsel kini punya sedang fitur yang mencengangkan. Andai saja di tarik 10 tahun ke belakang, ponsel kala itu hanya digunakan pada dua aktivitas menelepon dan membalas SMS.

10 tahun lalu game di ponsel hanyalah game monokrom sudah hadir game seperti Space Impact, Snake, dan Bounce. Makin pesat perkembangannya saat ponsel layar sentuh dan ukuran besar hadir. Memberikan pengalaman game lebih memuaskan didukung spesifikasi gahar. Kemampuan ponsel kini sudah merambah dunia hiburan dan gaming yang hanya bisa dilakukan oleh TV dan PC, bahkan lebih.

Sampai pada masanya era ponsel smartphone memunculkan game dengan grafis dan gameplay menarik. Kelebihannya yang lebih mobile seakan buat gamer bisa bermain game di mana saja dari ponselnya. Langkah besar tersebut seakan diawali oleh perkembangan Angry Bird dan Fruit Ninja hingga kini telah memasuki pangsa game MOBA dan Battle Royal. Di market store aplikasi, ada jutaan game yang bisa dinikmati sesuai selera.
Arah gaming saat ini sudah bergeser arahnya mobile, banyaknya ponsel yang mampu punya performa terbaik. Berbagai game terbaik mampu dimainkan dengan sangat baik dengan ponsel. Salah satu ponsel yang dihadirkan dari produk anyar ASUS: Zenfone Max Pro M1.

Bagi saya, ada beberapa hal wajib yang ada di ponsel gaming pilihan. Saya sudah membaginya dalam 14 kriteria wajib buat gamer. Penasaran, berikut ulasannya:

Trend bermain game mobile sudah dikenal dengan begitu luas. Ponsel kekinian harus memberikan sensasi bermain gaming dalam jangka waktu yang panjang. Saya pun impian dan standar wajib buat ponsel gaming. Permasalahan ponsel mendadak lelet atau mudah restart mendadak jelas tidak masuk kriteria ponsel idaman.

Saya pun mengklasifikasi syarat wajib yang harus dimiliki sebuah ponsel gaming idaman. Bikin pengalaman gaming jadi hidup. Penasaran buakkan, berikut ulasannya:  

Sebuah ponsel gaming diharuskan punya bentangan layar super lega, minimal berukuran 5,2 inchi, batas minimal ponsel gaming. Malahan kini sudah bertebaran ponsel berukuran 6 inchi, layar makin lapang akan buat pengalaman bermain game makin memuaskan.

Material bodi yang menghiasi bagian luar sudah dibalut metal, supaya tidak licin saat bermain. Pengalaman yang pernah saya rasakan adalah punya ponsel yang punya sudut runcing. Ini jelas membuat jemari gampang pegal saat bermain game dalam tempo lama.

Ponsel kekinian didesain dengan lekuknya yang nyaman buat digenggam. Sudah ada Curved Display 2.5D dengan buat setiap bezel keseluruhan ponsel jadi sangat tipis. Bobotnya pun harus padat dan solid saat digenggam, jauh dari kesan ringkih.

Ponsel gaming pastinya punya prosesor terbaik di kelasnya dan melibas segala aplikasi tanpa ngelag. Bahkan bermain game dalam tempo lama. SoC (System on Chip) mendukungnya bekerja secara optimal kinerja Prosesor dan GPU. Makin baik sebuah prosesor, akan makin memudahkan proses data game jadi lebih cepat.

Begitu banyak pilihan prosesor handal saat ini, nama seperti  Qualcomm Snapdragon, Exynos, Kirin, dan MediaTek. Pilihan prosesor yang paling handal dan banyak digunakan saat ini, saya jatuhkan pilihan pada prosesor khas Qualcomm Snapdragon. Kemampuan minimalnya pun harus di level Quad-core, agar proses gaming jadi lancar jaya. 

Inovasi di segmen RAM makin besar khususnya mendukung kini prosesor. Sebagai catatan, rata-rata ponsel kekinian sudah mengusung RAM di atas 3. Tujuannya memberi sensasi gaming yang memuaskan. RAM lokasi menyimpan berbagai game yang ingin saya mainkan secara sementara untuk nantinya bisa diakses dengan cepat oleh prosesor atau GPU. RAM-nya kecil, otomatis proses penyimpanan sedikit terhadap menunggu game lain ditutup.

Nah... semakin besar RAM akan mempercepat proses penyimpanan di dalamnya sehingga performa jadi lancar jaya. Syarat ponsel gaming dengan game berdisplay 3D, RAM sebesar 3GB dengan LPDDR 3 sudah jadi kewajiban yang harus ia penuhi sebuah ponsel gaming. 

Saat ini saya rasa menggunakan memori 32 GB saja sudah terlalu kecil, batas minimal buat game akan leluasa menyimpan game adalah 64GB. Bahkan kini ponsel akan semakin lega dengan penyimpanan mulai dari 128 GB hingga 512 GB.

Alasannya dikarenakan game saat ini bukan lagi berukuran puluhan atau ratusan MB, tapi hingga belasan GB. Sebut saja game berukuran besar seperti PUBG Mobile, Need For Speed, PES 2018, hingga UFC. Semua game yang saya sebutkan di atas berukuran GB. Jelas ini akan buat kapasitas memori internal jadi sangat sesak.

Kapasitasnya memori internal kecil, hanya bisa dimanfaatkan untuk mengunduh beberapa game saja. Itu belum lagi masuk aplikasi non-game seperti sosial media, office, dan aplikasi lainnya yang makin bikin kapasitas mendesak banget.

Bagi saya ponsel gaming harus minimal banget 64 GB dan 128 GB sudah cukup lapang. Jadi tidak perlu khawatir melibas game mana saja yang diinginkan dan pastinya tidak perlu khawatir harus uninstal game atau harus memindahkan data ke laptop. 

Ponsel gaming pastinya harus punya kemampuan yang sangat menawan terhadap berbagai segala jenis kondisi jatuh dan bantingan. Itu sangat dibutuhkan supaya memastikan barang yang digunakan mampu bertahan di segala kondisi tak biasa.

Salah satu yang bikin saya salut adalah kemampuan dewa dari Zenfone Max Pro M1 yang telah melewati berbagai tes ketahanan sebuah ponsel. Di sebuah  Youtube saya menyaksikan bagaimana Zenfone Max Pro M1 bisa bertahan dari pengujian tidak masuk akal, mulai dari dimasukkan dalam air, dibakar, digoreng hingga dilindas mobil.
Daya tahan dari Zenfone yang greget banget
Itu artinya ini masuk kualifikasi saya, walaupun yang diuji sudah sangat ekstrem. Dengan pekerjaan saya lakukan di lapangan dan kecerobohan saya saat menggunakan ponsel (seperti terjatuh dari saku atau dari atas meja). Ia tetap dalam kondisi aman-aman saja. 

Bagi gamer, tampilan UI nan sederhana jadi sebuah pilihan wajib, tidak terlalu eye-catching yang rentang menguras banyak energi pada ponsel. Tampilan UI sederhana akan memudahkan proses pengaksesan game dalam waktu singkat.
Image result for android oreo background limits
Makin lengkap sudah diberikan fitur Background Limit yang meminimalkan aplikasi yang jarang digunakan. Baterai ponsel banyak tersedot habis karena banyaknya Background OS yang menyedot daya baterai si ponsel. Adanya fitur ini akan buat baterai lebih lama tahan khususnya buat gaming. UI sederhana dan Background Limit, bikin baterai berkurang jadi lebih lama. 

Itu sebuah ponsel gaming pengalaman layar yang luas harus didukung dengan resolusi terbaik. Bagi saya, ponsel gaming minimal punya layar Full HD karena membuat saturasi warna dari game bisa terlihat dengan jelas. Malahan lebih tinggi seperti Quad HD akan lebih baik dalam bermain game.

Saya pun sering bermain di luar ruangan yang pastinya banyak terkena kontak langsung dengan cahaya. Otomatis ponsel yang berada di bawah FHD layarnya jadi buram, meskipun sudah menggunakan tingkat brightness tertinggi sekalipun, tetap saja pengalamannya tidak optimal. 

Tak hanya masalah CPU dan RAM yang harus mantap betul, yang paling punya pengaruh besar adalah masalah GPU yang harus terbaik.  Hubungan pada kemampuan grafis yang lancar jaya, seakan tidak akan mengalami penurunan FPS dan terlihat Smooth tanpa patah-patah saat bermain game.

Komponen ini punya tugas besar dalam mengolah grafis dan visual akan konsel yang ditampilkan dari ponsel Anda. Salah satu GPU yang ada di Qualcomm Snapdragon@ adalah Adreno TM 590 yang sudah leluasa saat bermain game bahkan di atas 30 FPS pada kondisi HD. 

Makin besar kapasitas baterai, makin lama daya yang digunakan habis. Apalagi buat digunakan gaming yang butuh daya super boros. Syarat minimal bagi saya untuk ponsel gaming, punya kapasitas di atas 3500 mAh.

Itu penting karena gamer akan kecewa karena harus selalu berdekatan dengan stok kontak. Ia pun mau leluasa bermain game berjam-jam di mana pun. Otomatis dengan baterai yang besar akan mengakomodir proses gaming lebih optimal.

Paling penting ponsel gaming sudah punya proses pengisian cepat (fast charging). Gamer tidak membutuhkan waktu lama menunggu ponselnya agar kembali posisi penuh. Dan kembali beraksi melibas game. 

Tren kini seakan banyak ponsel yang menggunakan poni (Notch), bahkan ada tren ponsel jenggot di bagian bawah layar. Bagi saya ponsel gaming idaman sebaiknya tidak memiliki Notch, karena cukup mengganggu saat bermain.

Fitur Notch memang bisa dihilangkan pada pengaturan dengan meratakan atas sama dengan layar bawah. Hanya saja kesannya kurang sedap buat gaming yang lebih menjual nilai performa bukan estetika. Dengan layar yang luas dan bezel tipis tanpa Notch, seakan layar ponsel makin luas.

Proses masuk ke dalam ponsel kini beragam, mulai dari Face Lock Detected dan Fingerprint. Sudah tidak zaman lagi ponsel harus mengetik password atau model pola yang merepotkan dan terkesan lama.

Sistem keamanan jadi lebih aman dari tangan jahil orang lain yang sudah tahu password dan model pola yang digunakan. Data-data berharga dan bahkan game yang terinstal tidak bisa diutak-atik oleh orang tak bertanggung jawab. Minimal ponsel gaming yang saya punya Fingerprint, dan andai sudah Face Lock Detected itu sudah dari kata lebih.

Ponsel gamer pastinya bekerja sangat maksimal dan mengharuskan dirinya menghasilkan performa tingkat tinggi. Efeknya berupa panas berlebih pada bagian belakang dan layar ponsel. Overheating jadi masalah serius buat gamer yang mengharuskan  mengistirahatkan sejenak ponselnya kembali ke suhu normal.

Beda dengan laptop yang memiliki kipas pendingin tambahan, ponsel tidak punya. Karena itulah ponsel yang saya harapkan tidak gampang overheat saat bermain game dengan frame tinggi. Efek lebih lanjut akan membuat ponsel mengalami penurunan performa dan pengalaman game jadi tidak optimal.

Kemampuan sebuah ponsel kini dapat diukur secara maksimal dari skor dari chipset yang ia hasilkan. Perhitungan ini jadi acuan buat mengukur sebatas mana ponsel bisa melibat game hingga level FHD.

Aplikasi yang sering saya coba Benchmark Antutu dan PCMark Work 2.0 yang punya reputasi bagus dalam pengukuran performa. Bagi saya skor minimal ponsel adalah 100 poin dari pengukuran Benchmark Antutu dan 5.500 poin sesuai pengukuran PCMark Work 2.0.

Memang ada sejumlah pengukuran lainnya yang bisa dicoba, tapi ini Benchmark wajib yang saya percaya dan gunakan. Ini sangat saya rekomendasi buat sobat dalam mengukur sebatas mana ponsel bekerja dan level game apa yang sudah mendukung ponsel Anda.

Pada rentan harga yang ditawarkan, harga ponsel gaming saat ini punya harga lebih terjangkau dibandingkan dengan harga ponsel flagship. Ponsel gaming tidak menjual tampilan luar dan fitur spesial layaknya ponsel flaghsip, namun spesifikasi gahar di medan gaming.

Ponsel gaming harga di harga 2 – 3 jutaan adalah pilihan bijak dan ramah di kantong para gamer. Ia bisa memberikan pengalaman menakjubkan para gamer tanpa takut kantong jebol. Dan jawaban itu berhasil didengar oleh ASUS sebagai vendor ponsel terkemuka di dunia.
Ponsel gaming harga di harga 2 – 3 jutaan adalah pilihan bijak dan ramah di kantong para gamer. Ia bisa memberikan pengalaman menakjubkan para gamer tanpa takut kantong jebol. Dan jawaban itu berhasil didengar oleh ASUS sebagai vendor ponsel terkemuka di dunia.

Mencari ponsel gaming dengan kinerja di atas rata-rata jadi pilihan para gamer. Semua itu terjawab dari ASUS Zenfone Max Pro M1 yang menyematkan tema Limitless Gaming, memberikan semangat game para penggunanya. 
Penggunanya bisa bermain game tanpa batas dengan performa menjanjikan karena ASUS sudah membekali ponselnya dengan Chipset High-Tier terbaru yaitu Snapdragon 636 yang bertenaga. Ukuran layar pun ASUS sangat tahu bahwa gamer butuh layar yang lapang dan resolusi terbaik dalam bermain game. Zenfone Max Pro M1 sudah dibekali dengan layar 5,99 inchi dengan resolusi Full HD+.

Kepadatan pikselnya cukup baik yaitu 402 ppi. bentuk aspek rasio yang dihasilkan adalah 18:9, cukup nyaman di tangan. Tampilannya jadi lebih luas dan tidak masalah bermain di ruangan banyak cahaya. Itu karena kemampuan FullView Displaynya sanggup menyala terang hingga 450 Nits. Dukungan Contrast Ratio dengan 1.500:1 yang memberikan sudut pandang lebih jelas dari sudut mana pun.

ASUS membenamkan teknologi TruePallete sehingga warna yang dihasilkan lebih alami dan ada pula EcoPix yang memastikan layar tetap bisa dilihat saat di bawah cahaya matahari. Tak cukup di situ saja, saya cukup sering bermain game di kondisi remang-remang dan minim cahaya. ASUS sudah memberikan Mode Night Light untuk melindungi mata dari efek cahaya biru berlebihan yang memberikan rona kekuningan pada layar ASUS Zenfone Max Pro M1.

Desain yang diberikan pun masih konservatif yaitu dengan sentuhan Full Bezel, beda dengan ponsel saat ini yang umumnya mengusung Notch.  Ini memberikan layar lebih luas dan setiap lengkungan sudah ada 25D Curved Glass yang memberikan lengkungan di setiap bagian tepi ponsel. Ini jadi sangat nyaman digenggam dengan tangan.

Materialnya terbuat dari susunan aluminium berdimensi 159 x 76 x 8,5 mm dengan bobot mencapai 180 gram. Berukuran bongsor dengan balutan bodi metal nan kokoh, cocok buat tipikal ponsel gaming. Sebagian besar beratnya berasal dari komponen baterai jumbo berukuran 5.000 mAh. Tersedia pula sensor fingerprint yang berada di belakang bodi ponsel yang memudahkan proses masuk jadi lebih cepat dan lebih privasi.

Zenfone Max Pro M1 menggunakan tampilan yang berbeda dengan mengusung Pure Android versi 8,1 Oreo. ASUS punya alasan menanggalkan tampilan khas ZenUI yaitu meminimalkan bloatware dan tampilan ponsel terlihat polos dan apa adanya. Efeknya performa jadi lebih ringan dan smooth khususnya buat para gamer yang tidak mau neko-neko urusan interface.
Zenfone Max sudah dibekali Android 8.1 yang punya kemampuan booting super cepat dan gesit dibandingkan OS generasi lawas. Karena pada versi ini sudah ada Google Play Protect yang mampu meningkatkan keamanan toko aplikasinya di Play Store dari berbagai aplikasi berbahaya dan rentan malware. Kemampuannya mampu memindai 50 miliar beragam aplikasi dalam sehari.

Ada juga fitur Notification Dot, berupa bentuk sederhana yang mampu memudahkan pengguna andai saja ada pesan dan notifikasi yang masuk. Akan ada tanda berupa dot (titik) penanda berwarna kuning yang terletak di pojok kanan aplikasi tanpa harus membuka aplikasi tersebut. Selain itu tidak akan mengganggu dengan notifikasi masuk saat bermain game.

Untuk pilihan jumlah RAM beragam, mulai dari  3, 4, dan 6 GB disusul dengan penyimpanan internal berukuran 32 dan 64 GB. Kemampuan yang diberikan seakan makin leluasa saat bermain game. Makin sempurna karena Zenfone Max Pro M1 tidak gampang overheating saat diajak main berjam-jam. Sudah cocok jadi smartphone idaman dan pengganti konsol gaming dengan performa terbaik.

Dengan segala kualifikasi dan spesifikasi yang Zenfone Max Pro M1 miliki, seakan saya ingin mencoba kemampuannya dengan game pilihan saya. Saya pun sudah membaginya dalam beberapa genre gaming dan pastinya akan memberikan pengalaman lebih di Zenfone Max Pro M1. Berikut ulasannya:

Bermain aksi dan misi menegangkan di PUBG Mobile
Genre game dengan konsep action dan shooting paling digemari oleh gamer saat ini. Di PUBG kita seakan harus memulai misi hingga jadi orang yang paling terakhir bisa bertahan di ganasnya pulau. Memanfaatkan berbagai macam benda yang ditemukan untuk mengalahkan musuh.
 Image result for pubg highest graphics
Pastinya musuhnya bukan AI (kecerdasan buatan) tetapi manusia juga yang bermain di belahan dunia lain. Jelas mereka punya kemampuan setara dengan kita saat bermain. Makin PUBG seakan bikin lupa waktu, apalagi saat menemukan sasaran target yang tepat. Jadi pengen melibas semuanya dan jadi pemenang untuk tantangan tersebut.

Pertarungan penuh teknik ground fighting dan striking di UFC
Pertarungan penuh teknik dan kecepatan seakan diuji pada game UFC. Saya penggemar berat UFC seakan ingin merasakan teknik ground fighting, striking, dan segudang teknik lainnya di dalam game ini.
 Image result for ufc android
Andalan utama saya jelas di UFC jelas Conor McGregor yang terkenal dengan teknik boxing kelas atas. Ia seakan sudah siap menghujam lawan-lawannya ke atas kanvas octagon. Kemampuan grafis yang baik dari Zenfone Max Pro M1 jadi alasan game UFC bisa berjalan sangat lancar.

Taklukan segala misi serba sulit di GTA 5
Game GTA sudah saya kenal lebih dari 16 tahun sejak era konsol, dulu sampai kini tetap memberikan pengalaman menakjubkan. Pada GTA 5 yang ingin saya instal di Zenfone Max Pro M1 dengan segudang misi, gameplay, dan grafis menawan.
 Image result for gta 5 highest graphics
Menyelesaikan misi tepat waktu, melawan gangster, tabrak-tabrakan di jalan raya San Andreas hingga lepas dari kejaran polisi begitu memukau. Kata-kata Mission Completed begitu dinantikan saat misi selesai dilakukan, bukan Mission Failed atau malahan Busted di tangan polisi.

Zenfone Max Pro M1 sangat tepat karena punya layar yang luas dan bisa memainkan hingga ke kualitas HD dan jauh dari kata ngelag.

Menguji batas adrenalin dan respons di Asphalt 9 Legend
Game balap wajib dalam game yang saya instal, pilihan itu jatuh pada Asphalt 9 yang melegenda. Era ponsel symbian jadi awal perkenalan dengan game ini, meskipun grafisnya masih sederhana. Seakan ada sensasi adrenalin yang meledak meletup saat bermain game.


Tabrak-tabrakan dan crash tidak bisa dielakkan. Melibas segala tikungan tajam dan menyalip mobil lawan. Untuk bisa menjadi player pertama yang menyentuh garis akhir. Seakan setelah main game ini, adrenalin yang lesu seakan terdongkrak naik.

Mengasah kemampuan programming dan coding pada game Lightbot
Sebuah game dibuat dari kumpulan banyak coding dan program di dalamnya. Semua itu dibuat runtun mengikuti arah algoritma yang ia jalankan. Keasyikan main game kata kita lupa bahwa ada game sederhana yang mengasah otak sambil melatih kemampuan coding.
               Image result for lightbot highest graphics   
Mana tahu ini jadi jalan kita bisa belajar banyak akan mekanisme game dan mengembangkan game unik dan bisa ada di Play Store kelak. Ukurannya relatif kecil, hanya 17 MB. Game level ringan tapi bikin kita berpikir keras memecahkan masalah. Cocok buat melatih kemampuan berpikir cepat dan praktis.

Itulah sejumlah game yang ingin saya jajal dengan Zenfone Max Pro M1 dan dengan segala kemampuannya tadi pasti akan berjalan lancar dan sangat tepat sebagai ponsel idaman. Saya paling sering bermain game di kala senggang saat istirahat kerja dan malam hari. Seakan membunuh suntuk dan rasa bosan, ada gairah baru yang lahir dari main game walaupun sebentar saja.

Bagi saya Zenfone Max Pro M1 ponsel yang sangat tepat menyasar para gamer seperti saya. Fitur dan teknologi yang dihadirkan seakan begitu kekinian dan jadi daya pikat. Saya pun menilai ada banyak fitur dan teknologi yang dihadirkan, namun saya menyeleksi 3 terbaik sesuai dengan keinginan saya. Apa sajakah itu, berikut 3 pemikat di Zenfone Max Pro M1

Sebagai seorang gamer dan orang yang butuh banyak daya dalam sebuah smartphone, sebuah kewajiban punya ponsel berteknologi Fast Charging. Itu sudah disematkan dengan menawan di dalam Zenfone Max Pro M1. Pada proses pengisian dalam setengah saja sudah bisa mengisi daya dari nol hingga 60%.

Dengan kapasitas 5.000 mAh, Zenfone tergolong ponsel yang punya ponsel baterai jumbo. Itu artinya saat ngecas 30 menit saja, sudah setara mengisi baterai di level 3.000 mAh di dalam ponsel. Sudah sangat cukup buat dihabiskan dalam beraktivitas multimedia seperti menonton video, browsing, dan sosial media.

Bagi Gamer tidak membutuhkan waktu lama menunggu ponselnya agar kembali posisi penuh. Saat ia rehat makan siang sejenak, ia kembali ON ngegame dalam waktu lama.

Makin serba lengkap selain Fast Charging, ada fitur Life Saver dari Android 8.1 Oreo yang akan membuat daya tahan baterai lebih awet lagi. Ditambah dengan kapasitas baterai dari Zenfone Max yang jumbo, segala kebutuhan akan terpenuhi dalam waktu lama.
Related image
Istilah yang dapat saya sematkan buat Zenfone Max Pro M1:
Cas sekejap, pakai sepuasnya sampai kalap

ASUS Zenfone Max Pro M1 seakan memberikan kemampuan maksimal. Ia sudah dibekali dengan System on Chip Qualcomm Snapdragon 636 dengan GPU Adreno 509. Chipset terbaru keluaran Qualcomm tersebut berjalan pada teknologi 14mm berbasis arsitektur Core Kyro 60 performance dan efficiency. Empat core Corex-A73 dengan performa dan empat core sisanya cortex-A53 untuk efficiency dengan clock hingga 1,8GHz.
Kemudian pada CPU Kyro 60 memiliki kinerja yang lebih bertenaga hingga 40% dengan GPU Adreno 509 mampu menyuguhkan performa gaming yang lebih tahan lama. Game kekinian dan kelas seperti Mobile Legend, PUBG, dan Fortnite mampu berjalan lancar dengan performa grafis terbaik. 
Hasil dari pencatatan benchmark Antutu
Berdasarkan hasil benchmark dari aplikasi Antutu, skor yang dihasilkan dari Zenfone Max Pro M1 cukup baik untuk melibas beragam game dan bisa dikatakan ponsel gaming banget. Tercatat skor 115,635 poin dari Antutu.

Walaupun bukan ponsel bukan berarti Zenfone Max Pro M1 menganaktirikan kemampuan kamera. Ponsel gaming, bukan berarti tidak harus punya kemampuan kamera di level biasa-biasa saja. Malahan sudah memberikan kamera ganda sesuai keinginan.
Hadir dengan kamera ganda 13MP kamera belakang dan 5 MP untuk kamera depan. Letak posisinya dibuat secara vertikal dengan bukaan lensa f2.0. Kemampuan fungsi dari dual kamera mampu menciptakan efek foto bokeh maksimal. Fitur khas smartphone dalam menghasilkan gambar tidak pernah dilupakan, Phase Detection Auto Focus, dan LED Flash.

Pada Zenfone Max Pro M1 seakan memberikan nuansa baru pada fitur di dalamnya. Menggantikan PixelMaster Camera dengan Snapdragon Camera agar hasil foto lebih ciamik. Fitur Mode Auto, HDR Mode, dan Portait Mode (Bokeh) jadi andalan hasilkan jepretan terbaik. Ada juga efek depth of field terlihat begitu artistik dan mengagumkan sehingga mampu menghasilkan gambar terbaik.

Segala kelebihan yang ada di dalam Zenfone Max Pro M1 seakan menjawab segala kebutuhan gamer di kala senggang dan sebagai worker di kala jam kerja. Saya pun merasakan bahwa 14 kewajiban yang harus ada di sebuah ponsel gaming berhasil dijawab dengan nyata oleh Zenfone Max Pro M1.
Pengalaman gaming, multimedia, baterai dan kamera jadi satu padu di Zenfone Max Pro M1. Urusan harga pun sangat ramah di kantong. Seakan ia layak jadi MPV ponsel untuk tahun ini, raih pengalaman kalian di Zenfone Max Pro M1 segera. 

Semoga postingan ini bermanfaat dan berikut ini spesifikasi lengkap Zenfone Max Pro M1 tawarkan. And Happy Nice Day.
Model
ZenFone Max Pro M1
Display, Resolusi
Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display
 2.5D curve glass with 450 nits 
CPU
Qualcomm Snapdragon 636 8x (octa-core)
14nanometer  Kryo 260 CPU up to 1.8GHz 
GPU
Qualcomm® Adreno™ 509 GPU 
RAM
LPDDR4 3GB RAM , 32GB ROM
LPDDR4 4GB RAM , 64GB ROM
LPDDR4 6GB RAM , 64GB ROM
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year) 
Rear (main) Camera 
13MP / 16MP with f/2.0 Aperture, Phase Detection Auto Focus, LED flash 
Rear (wide) Camera  
5MP / 8MP 120o wide-angle camera for 200% wider view for bokeh effect
Front Camera
8MP / 16MP, LED flash 
Camera feature 
PixelMaster 4.0 camera mode: Beauty, Auto (with HDR features), Selfie Panorama, GIF Animation 
Wireless
WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct 
Sensor 
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor, Gyroscope 
SIM card and SD slot 
Triple Slots: dual SIM, one MicroSD
card Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA,
GSM Data rate: DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps;
LTE CAT 7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support 
GPS
GPS, AGPS, Glonass, BDS
Sistem Operasi (OS)
Pure Android 8.0 Oreo 
Baterai
5.000mAh capacity with fast charging, ASUS PowerMaster technology, 2x longer battery lifespan, up to 35 days 4G standby, up to 42 hours 3G talk time, up to 20 hours video playback, up to 28 hours Wi-Fi web browsing 
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver 
Ukuran/ Berat
159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Pilihan Warna
Deepsea Black and Meteor Silver 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Kumpulan Tulisan