Sunday, February 17, 2019

Pandangan Tanpa Batas di Varian Baru Zenbook

Tahun baru jadi resolusi baru dalam mencari gadget barunya. Ada banyak target baru yang diburu jelas ada segudang resolusi baru yang akan diangkat. Salah satunya adalah punya laptop baru yang powerful dan berukuran sangat ringkas. Nilai jual inilah yang salah satu tolak ukur yang dimiliki oleh ultrabook dibandingkan seri laptop kelas lainnya. Performa, ukuran, dan desain jadi nilai jual yang ia ditonjolkan.

Pilihan ukurannya yang dihadirkan pun dengan segudang fitur kekinian, ukuran makin tipis, ringkas, dan bahkan punya rentang layar makin luas. Mirip dengan ponsel yang makin bezeles, laptop seperti itu. Seakan memberikan pengalaman yang menakjubkan saat melihat layar yang kecil tapi punya screen to body ratio sangat kecil.

Pabrikan teknologi ASUS punya segudang inovasi dalam mewujudkan beragam teknologi yang memudahkan manusia. Semuanya berawal di tahun 1989, awal ASUS berkecimpung di dunia teknologi, melahirkan beragam inovasi dalam beragam perangkat teknologi. Hingga pada tahun 2012 jadi awal mula kelahiran lini Zenbook. Kebutuhan akan komputasi semakin beragam, dibutuhkan notebook yang punya tenga luar biasa tapi punya bobot yang ringkas.

Saat itulah ASUS dengan inovasinya menghadirkan Zenbook UX21/31 sebagai versi pertama. Sangat ringan dan portable saat itu. Menjawab bahwa laptop tipis punya tenaga yang tak kalah dan bahkan menjadi segmen profesional. Waktu riset yang lama dan melibatkan banyak insinyur teknologi hebat di dalamnya, semuanya untuk pengalaman pengguna.

Ultabook dimensi baru laptop
Dulunya laptop digambarkan dengan bobot yang sangat berat tapi tak punya kemampuan segahar PC. Makin lama pekerjaan yang dikerjakan makin kompleks dan rumit, saat itulah butuh laptop yang ringkas saat dibawa ke mana pun. Dengan begitu akan sangat mudah dalam membawanya.
Image result for asus 2009 vs 2019
Inovasi ASUS yang sangat cepat dan atraktif
Seri ultrabook jadi pilihan yang menawan yang ditawarkan pada pelanggan, dengan desain yang punya estetika di dalamnya. Desain tidak hanya fungsi dekoratif, desain sebagai sebuah simbol glamor dan keseimbangan. Sesuai dengan makna nama ZEN sebagai cikal-bakal Zenbook. Seakan menggambarkan ketenangan seperti air dan keseimbangan di dalamnya.

Kehadiran Zenbook lahir untuk kalangan profesional yang mementingkan desain premium tanpa mengurangi sisi portabilitas. ASUS menginginkan segala kemudahan bisa dihadirkan bagi mereka yang membutuhkan sebuah laptop yang sangat ideal untuk memenuhi berbagai pekerjaan yang dijalankan pengguna. Sudah pasti tanpa harus mengurangi sisi fleksibelitas dan estetika.

Di Indonesia, ASUS berhasil mengambil pangsa konsumer laptop di tanah air hingga angka 41,8%. Meningkat dari angka 41,2 persen pada kurun waktu yang sama setahun sebelumnya. Termasuk di segmen notebook ultrathin, ASUS juga terus mengalami peningkatan market share di pasaran Indonesia, menjadi 23,0%. Sebagai gambaran, di tahun 2017, pangsa pasar ASUS di segmen laptop ultrathin hanya 5,4% saja. Catatan tersebut menunjukkan bahwa laptop seri ASUS ZenBook dan versi lainnya semakin meraih perhatian pengguna di seluruh Indonesia.

ASUS dan gebrakan besar di kelas ultrathin
Sejak pertama sekali memperkenalkan produknya di tahun 2012, ASUS memperkenalkan seri ZEN untuk kelas para elit dan eksekutif dalam melakukan pekerjaannya. Semuanya serba ekslusif dimulai dari desain, ketebalan, dan tenaga yang menunjang aktivitas secara seimbang.

Tahun 2019 jadi era baru ultrabook yang ditonjolkan oleh ASUS, bukan hanya bobot dan ketebalan laptop yang menarik perhatian. Tetapi Screen to body sangat tipis dan sRGB denga akurasi hingga 100%. Bukan hanya 1 varian saja, tapi 3 varian dari ukuran 13 inchi, 14, dan 15 inchi. Ada banyak yang tergambar jelas dari peluncuran tiga varian Zenbook. Seakan menyasar para konten kreator dan eksekutif yang penuh jiwa kreatif, seakan inovasi begitu memuncah di dalam pikirannya.

Untuk era saat ini peran laptop sangatlah sentral, bukan hanya sebagai sarana menuangkan ide-ide kreatif. Perannya sudah bergesar ke arah gaya hidup dan personal branding yang penggunanya bangun. Performa gahar saja tidak cukup, tetapi desain dan teknologi kekinian jadi sudah barang wajib.

Alasan itulah yang menjadikan ASUS melihat peluang ini sebagai salah satu menarik perhatian. Di awal tahun 2019 mereka menghadirkan ultrabook kelas Zenbook yang terkenal dengan ekslusivitasnya. Lahir dengan akses khas yang melingkar sehingga mampu memantulkan cahaya secara spiral. Untuk pilihan warna yang hadir ada tiga warna Royal Blue, Icicle Silver, dan Burgundy Red yang melambangkan rasa elegan, modern dan penuh gengsi. Semua makin sempurna dengan panel trim berwarna Rose Gold dan perak di keyboard.  
Warnanya mampu memukau siapa saja
Semuanya seakan tertampung dengan manis dalam balutan Zenbook yang sangat tipis tetapi juga ringkas. Salah satu teknologi yang paling keren dan ekslusif adalah memangkas bezelnya jadi sangat tipis. Pihak ASUS menyebutkan dengan NanoEdge Display yang membuat empat sisi bezelnya menjadi sangat tipis.

Ucapan itu pun diperkuat dalam presentasi yang disampaikan oleh Jonas Chen selaku Country Product Manager ASUS.”Membuat screen to body ratio terbaik tidak mudah, tetapi memiliki kinerja yang hebat di dalam bodi kecil jauh lebih sulit”


Terbukti dengan ukuran dari motherboard dari ASUS Zenbook 13 hanya seukuran tiga kartu kredit master card, akan tetapi punya performa terbaik di kelasnya. Di tambah lagi ASUS Zenbook sudah dibekali dengan generasi terbaru dari intel generasi 8th Whisky Lake yang punya kecepatan lebih dari 2x dibandingkan versi sebelumnya.

Artinya saat membuka Zenbook, hamparan layar luas dengan resolusi tinggi nan jernih menampilkan visual terbaik. Warna yang dihasilkan tetap terng dari sudut mana pun karena sudah dibekali dengan layar IPS beresolusi Full HD 1920 x1080 dengan 100% sRGB dan teknologi 178° wide-view technology. Serta sudah dilengkapi dengan teknologi ASUS Splendid dan ASUS Tru2Live Video sehingga membuat kenyamanan mata dalam melahap konten.

Masalah produktivitas sangat ditekankan khususnya kenyamanan yang dihadirkan pada keyboard dan touchpad. Pada ketiga varian sudah dilengkapi dengan keyboard backlit yang memberikan pengalaman atraktif dalam mengetik. Serta punya key travel sangat baik dan nyaman karena hanya 1,4 mm, memudahkan proses mengetik cepat. Cekungannya adalah 0,15 mm yang membuat pengguna akan nyaman mengetik dan minim typo. Serta jarak antara setiap tuts keyboard sangat pas yaitu 19,05 mm, sangat pas untuk jemari pengguna.


ASUS menggabungkan kombinasi touchpad klasik dengan numpad digital yang mereka beri nama dengan Numberpad. Desain ini terlihat sangat kekinian karena sudah ada tombol khusus yang ada di sebelah kanan atas touchpad. Saat pengguna menekannya, akan muncul numpad digital yang menampilkan kombinasi angka yang dapat digunakan dalam proses perhitungan. Saat tidak digunakan, cukup dengan menekan kembali pada bagian kanan atas touchpad. Susunannya ada 5 layar konstruksi yang ada pada numberpad dalam mendukung gesture jadi lebih mudah dan efisien.


Ada satu teknologi terbaru yang dihadirkan pada ASUS khususnya pengalaman mengetik yang menawan. Teknologi ErgoLift yang akan mengangkat bagian hinge laptop saat dibuka, menghasilkan sudut yang sempurna sebesar 3°. Ada lekungan indah yang dihasilkan saat dibuka, memberikan kemudahan saat mengetik dan buangan panas yang dihasilkan. Sudut bukaan yang dihasilkan mencapai 145°, jauh lebih luas dibandingkan dengan laptop umumnya. 

Mekanisme ini mampu menciptakan ruangan ventilasi tambahan yang ada di bawah casis laptop untuk tetap dingin meskipun bekerja ekstra. Gelegar suara yang dihasilkan tidak memendam di bawah laptop karena engsel ErgoLift akan memanfaatkannya sehingga suara dengan minim pantulan. Otomatis suara yang dihasilkan jadi lebih baik dan jernih.

Meskipun sangat tipis, ASUS tetap menyertakan kipas di dalamnya dengan ketebalan hanya 4 mm. Serta ada 75 bilah kipas yang mampu melakukan buangan panas 15% lebih optimal dibandingkan dengan notebook umumnya. Suara yang dihasilkan punya tidak berisik dan stabil saat aktif maupun tidak. Saat kipas bekerja dengan kondisi normal, suara yang dihasilkan mencapai angka 21 db. Sedangkan dalam kondisi high performance, suara yang dihasilkan hanya 35db.


Urusan koneksi internet jadi pertimbangan dalam sebuah laptop, pada seri Zenbook sudah menawarkan koneksi tanpa henti. Khususnya para profesional yang sangat ,mengandalkan koneksi internet tanpa batas. Salah satunya adalah fitur Gigabit-Class Wi-Fi yang digabungkan dengan teknologi ASUS Wi-Fi Master sehingga dapat menikmati kecepatan melebihi 12 kali dibandingan dengan Wi-Fi 802.11 n 2x2 dual-band kecepatan hingga 1734 Mbps. Jaraknya mampu mencapai 300 meter dari lokasi router, termasuk menikmati streaming video Youtube Full HD.

Ada juga teknologi Bluetooth 5.0 yang mampu memberikan manfaat berlebih dari koneksi peripheral berdaya rendah terkini dengan beragam aksesoris di dalamnya. Bahkan saat menggunakan perangkat USB 3.1 masih yang menyebabkan interferensi nirkabel. Anda masih dapat melakukan streaming dengan lancar lebih dari 225 meter dari router.

Ada fitur baru yang dihadirkan seperti memberikan kontrol penuh dalam proses Login. Sudah terintegrasikan dengan fitur Windows Hello dan Cortana, sehingga proses menghidupkan laptop hanya dengan menggunakan Face Login dan perintah suara. Kemampuannya mampu melihat di dalam ruangan gelap dan minim cahaya, itu berkat adanya kamera 3D infra merah yang ada di bagian bezel atas laptop. Memiliki proses sangat cepat karena dibekali 4 elemen lensa dengan sensor canggih yang tajam dan cepat menangkap kontur wajah pengguna meskipun menggunakan kacamata atau topi.


Berbeda dengan laptop lainnya yang punya bezel tipis, akan kemudian tetapi memindahkan posisi kamera ke bagian bawah layar atau keyboard. Hasilnya jelas tidak menarik dan sering mengganggu. Jawabannya ada pada seri Zenbook UX333/UX433/UX533 tetap hadir dengan posisi kamera di atas di dalam tipisnya bezel bagian atas supaya hasil web kamera jadi lebih maksimal. Khususnya para profesional yang sering menggunakan web kamera seperti video chat online, live streaming, web conference hingga online cource.

Zenbook memang dikenal sebagai laptop kalangan atas yang punya kemampuan multimedia terbaik. Pada varian Zenbook UX333/UX433/UX533 sudah disematkan audio terbaik buatan Harman Kardon. Terkenal sebagai kemampuan spesialis audio yang punya kemampuan suara yang merata baik di dalam dan luar ruangan. Tanpa ada cela dan noise di dalamnya, karena pengalaman panjang yang Harman Kardon berikan pada di dunia kualitas audio.

Efek suara yang dihasilkan mampu menghasilkan kualitas terbaik pada volume maksimum dengan minim distorsi. Speaker yang berada bagian bawah laptop terbantu jadi sangat optimal dengan konsep engsel ErgoLift yang mampu mengangkat bodi laptop. Suara yang dihasilkan lebih optimal, terasa sedang merasakan sensasi gelegar suara di bioskop. 

Standar wajib lainnya yang ditetapkan oleh ASUS adalah daya tahan dan keandalan dalam beragam medan. Laptop sudah melewati berbagai pengujian seperti tes ketinggian, tes guncangan, tes kelembaban, tes suhu, dan pastinya tes jatuh. Sangatlah layak ASUS Zenbook mengantongi sertifikat Military Grade MIL-STD 810G sebagai laptop ultra super tangguh dan portable buat para profesional on-the-go.

Siapa pun yang memiliki varian Zenbook 13 UX333, Zenbook 14 UX433, dan Zenbook 15 UX533. Ia sudah tahan beragam keadaan yang tak terduga. Meskipun sudah murni all finishing metal yang sangat kuat dan solid, bobotnya sangat ringkas. Pada varian Zenbook 13 UX333 dan Zenbook 14 UX433 hanya memiliki bobot 1,19 kg, sedangkan versi Zenbook 15 UX533 dengan bobot 1,67 kg.

Tepat pada tanggal 17 Januari 2019 jadi hari bersejarah karena ASUS memperkenalkan seri Zenbook terbaru. Sejak pertama sekali diluncurkan pada tahun 2012, Zenbook selaku ultrabook kelas atas selalu memikat hati siapa saja. Pada awal tahun 2019, ASUS meluncurkan adalah ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan ZenBook 15 UX533.

Ketiganya merupakan ultrabook premium yang menggunakan desain frameless NanoEdge Display yang menghadirkan bezel ultra-tipis. Bezel tersebut membuat tiga ultrabook ini dapat menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dengan screen-to-body ratio ramping. Teknologi NanoEdge Display juga membuat tiga seri laptop ini memiliki bodi yang lebih ringkas, bahkan paling ringkas di antara laptop sekelasnya. 


Dengan layar yang sangat tipis, pihak ASUS membuat inovasi dengan memindahkan tulisan logo ASUS Zenbook ke bagian bawah dekat keyboard. Perpaduan warna perpaduan warna emas dengan bermotif seakan memberikan kesan elegan pada laptop.

“Lini ZenBook terbaru kali ini bukan hanya sekadar canggih, tetapi juga sangat elegan berkat bezel-nya yang sangat tipis. Dengan screen-to-body-ratio mencapai 92%, laptop ini mampu menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dan belum pernah ada sebelumnya. Ia merupakan standar baru untuk perangkat ultraportable.” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia.
Image result for zenbook 13 14 15
Ketiga seri Zenbook yang diluncurkan
Ada sejumlah spesifikasi menawan yang dihadirkan dari ketiga varian baru di kelas ultrabook seri Zenbook Classic. Memberikan pengalaman screen-to-body ratio ramping dan performa terbaik. Penasaran bukan, berikut ini ulasannya:

ASUS Zenbook 13 UX333
Seri ASUS Zenbook 13 UX333 merupakan ultrabook keluaran ASUS yang paling ringkas dan compact. Ukurannya lebih kecil dari kertas A4, lebih kecil 14% dibandingkan dengan versi sebelumnya Zenbook (UX331). Secara keseluruhan dari dimensi laptop adalah 302 x 189 x 16,9 mm dengan berat hanya 1,19 kg. 
Pada ASUS Zenbook 13 miliki dimensi layarnya adalah 13,3 inchi beresolusi Full HD 1920x1080 dengan rasio 16:9. Sudah memiliki teknologi NanoEdge Display yang membuat empat sisi bezelnya menjadi sangat tipis hanya berkisar 2,8 mm di bagian samping, 5,9 mm di bagian atas dan hanya 3,3 mm pada bagian bawah bezel. Screen to body yang sangat tipis mencapai 95% dari ukuran laptop dan otomatis ASUS membuat inovasi dengan memindahkan tulisan logo ASUS Zenbook ke bagian bawah dekat keyboard.

Meskipun sangat kecil dibandingkan dengan kertas A4, tenaga yang dihasilkan sangatlah kuat. Di dalamnya sudah tertanam intel generasi 8th  versi Whiskey Like yang sangat bertenaga dan hemat daya dalam beragam aktivitas multimedia. Kemampuannya 2 kali lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Sudah ada Discrete Graphics GPU NVIDIA GeForce MX150 yang hemat daya dan stabil khususnya dalam pekerjaan multitasking dan menonton video streaming 4K. Semakin lengkap dengan dukungan dari Integrated Intel UHD Graphics 620.
Related image
Pilihannya ada pada Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz) untuk versi Zenbook 13 UX333FA dan Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz) untuk versi zenbook 13 UX333FN. Pastinya sudah dibekali dengan Windows 10 Original mendukung memori hingga 8GB  serta penyimpanan SSD 256 PCIe versi Zenbook 13 UX333FA dan memori hingga 16GB serta SSD 512 PCIe versi Zenbook 13 UX333FN.

Meskipun sangat tipis, daya baterai yang digunakan sangat irit daya, pihak ASUS mengklaim bahwa Zenbook 13 mampu bertahan hingga 14 jam pengguna pada intensitas tinggi. Itu semua karena adanya baterai li-polimery 3-cell dengan kapasitas 50wh yang tertanam di dalamnya. Tak perlu khawatir jauh dari sumber daya listrik, angka sebesar itu mampu bertahan bekerja sehari tanpa henti.

Pada versi Zenbook 13 dan 14 memiliki teknologi baru yang ASUS sebut dengan NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. NumberPad berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data atau perhitungan lewat aplikasi kalkulator.

Terakhir adalah sisi konektivitas, kecil dan ringkas bukan berarti mengorbankan banyak port. Pada ASUS Zenbook 13 ada sejumlah konektivitas, dimulai dari sisi kanan ada Audio jack, USB 2.0, dan MicroSD dan di sisi kiri ada DC-in, HDMI, USB 3.1 type A dan USB-C 3.1 Generasi 2. Sangat tepat dengan para profesional yang punya mobilitas sangat tinggi.

Zenbook 14 UX433
Kemudian ada Seri ASUS Zenbook 14 UX433 merupakan ultrabook 14 inchi keluaran ASUS yang paling ringkas dan compact. Ukurannya lebih kecil dari kertas A4, lebih kecil 13% dibandingkan dengan versi sebelumnya Zenbook (UX430). Dimensi Zenbook 14 adalah 319 x 199 x 15,9 mm dengan bobot hanya 1,19 kg. 

ASUS Zenbook 14 punya ukuran layar 14 inchi beresolusi Full HD 1920x1080 dengan rasio 16:9. Pastinya sudah memiliki teknologi NanoEdge Display yang membuat empat sisi bezelnya menjadi sangat tipis hanya berkisar 2,9 mm di bagian samping, 6,1 mm di bagian atas dan hanya 3,3 mm pada bagian bawah bezel. Screen to body yang sangat tipis mencapai 92% dari ukuran laptop dan otomatis ASUS membuat inovasi dengan memindahkan tulisan logo ASUS Zenbook ke bagian bawah dekat keyboard.

Meskipun sangat kecil ringkas dan tipis,  tenaga yang dihasilkan sangatlah kuat dalam berbagai proses komputasi. Semua karena sudah tertanam intel generasi 8th versi Whiskey Like yang sangat bertenaga dan hemat daya dalam beragam aktivitas multimedia. Kemampuannya 2 kali lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Sudah ada Discrete Graphics GPU NVIDIA GeForce MX150 yang hemat daya dan stabil khususnya dalam pekerjaan multitasking dan menonton video streaming 4K. Semakin lengkap dengan dukungan dari Integrated Intel UHD Graphics 620.

Pilihannya ada pada Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz) untuk versi Zenbook 14 UX433FA dan Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz) untuk versi zenbook 14 UX433FN. Pastinya sudah dibekali dengan Windows 10 Original mendukung memori hingga 8GB  serta penyimpanan SSD 256 PCIe versi Zenbook 14 UX333FA dan memori hingga 16GB serta SSD 512 PCIe versi Zenbook 14 UX433FN.

Meskipun sangat tipis, daya baterai yang digunakan sangat irit daya, pihak ASUS mengklaim bahwa Zenbook 14 mampu bertahan hingga 13 jam pengguna pada intensitas tinggi. Itu semua sudah tertanam baterai li-polimery 3-cell berkapasitas 50wh, sehingga tak perlu khawatir jauh dari sumber daya listrik. Waktu selama itu mampu mendukung segala pekerjaan selama seharian.

Serupa dengan Zenbook 13, pada versi Zenbook 14 memiliki teknologi NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. NumberPad berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data serta perhitungan lewat aplikasi kalkulator.

Terakhir adalah sisi konektivitas, kecil dan ringkas bukan berarti mengorbankan banyak port. Pada ASUS Zenbook 14 ada sejumlah konektivitas, dimulai dari sisi kanan ada Audio jack, USB 2.0, dan MicroSD dan di sisi kiri ada DC-in, HDMI, USB 3.1 type A dan USB-C 3.1 Generasi 2.

Zenbook 15 UX533
Ukuran seri layar paling besar yang diluncurkan dari ASUS adalah seri Zenbook 15 UX533, punya ukuran paling ringkas dan compact untuk kelas ultrabook 15 inchi. Ukurannya lebih kecil dari kertas A4, lebih kecil 12% dibandingkan dengan versi sebelumnya Zenbook (UX530). Tingkat ketipisannya ada di bawah angka 20 mm, pada versi ASUS Zenbook 15 punya dimensi 354 x 220 x 17,9 mm dengan berat hanya 1,69 kg. 

ASUS Zenbook 15 punya bentangan layar 15,6 inchi dengan beresolusi Full HD 1920x1080 pada rasio 16:9. Pastinya sudah memiliki teknologi NanoEdge Display yang membuat empat sisi bezelnya menjadi sangat tipis hanya berkisar 3 mm di bagian samping, 6,4 mm di bagian atas dan hanya 4,5 mm pada bagian bawah bezel. Screen to body yang sangat tipis mencapai 92% dari ukuran laptop dan ASUS membuat inovasi dengan memindahkan tulisan logo ASUS Zenbook ke bagian bawah dekat keyboard.

Meskipun tergolong sangat ringkas, tenaga yang dihasilkan sangatlah kuat dalam berbagai proses komputasi bahkan gaming. Semua karena sudah tertanam intel generasi 8th versi Whiskey Like yang sangat bertenaga dan hemat daya dalam beragam aktivitas multimedia. Kemampuannya 2,4 kali lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Pilihannya hanya ada pada versi Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz) serta adanya Discrete Graphics GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q dan Integrated Intel UHD Graphics 620.
 Image result for nvidia geforce gtx 1050 max-q logo
Pemilihan ini karena daya yang lebih besar dan kemampuan gaming yang dimiliki meskipun berlabel ultrabook. Menggunakan GPU powerful tersebut, ZenBook UX533 dapat diandalkan untuk menjalankan berbagai aplikasi yang membutuhkan performa grafis ekstra seperti video editor. Selain itu, GTX 1050 Max-Q juga membuat ZenBook UX533 bisa menjalankan berbagai game.

Meskipun sangat tipis, daya baterai yang digunakan sangat irit daya, pihak ASUS mengklaim bahwa Zenbook 15 mampu bertahan hingga 17 jam pengguna pada intensitas tinggi. Itu semua sudah tertanam baterai li-polimery 4-cell berkapasitas 73wh, sehingga tak perlu khawatir jauh dari sumber daya listrik. Waktu selama itu mampu mendukung segala pekerjaan berat dan multitasking selama seharian.

Berbeda dengan versi Zenbook 13 dan Zenbook 14 yang memiliki teknologi NumberPad. Pada Zenbook 15 tidak masih mengandalkan numpad versi fisik karena punya ruang yang sangat luas di bagian kanan keyboard. Sudah pastinya segala lini ASUS dibekali dengan Windows 10 Original dan pada seri Zenbook 15 mendukung memori hingga 16GB serta SSD 512 PCIe.

Terakhir adalah sisi konektivitas, kecil dan ringkas bukan berarti mengorbankan banyak port. Pada ASUS Zenbook 15 ada sejumlah konektivitas, dimulai dari sisi kanan DC-in, HDMI, USB 3.1 Type-A, USB-C 3.1 Generasi 2 dan SD card. Pada sisi sebelah kanan ada Audio Jack, USB 3.1 Type-A dan ventilasi buangan panas.

Pancaran yang ditawarkan dalam versi Zenbook memang selalu menggoda. Seakan bukan hanya meningkatkan nilai kreativitas tapi nilai gengsi di setiap kata Zen. Beragam gebrakan yang ASUS berikan pada seri Zenbook membuktikan setiap produk yang lahir selalu punya nilai estetika di dalamnya.

Inovasi yang dihadirkan ASUS pada ketiga variannya seakan layak dinobatkan sebagai The World’s Smallest 13, 14, and 15 Inchi laptop. Sekaligus memberikan nilai impresif bagi siapa saja yang melihatnya, bak sebuah maha karya yang ASUS berikan pada seri Zenbook. Kini saatnya Anda memilikinya dan menjadi maha karya dalam berkarya dan penuh gaya. Semoga tulisan ini menginspirasi Anda semua dan Have a Nice Day.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Halo Penulis

My photo

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email