Sunday, March 24, 2019

Jadi Produser Musik Jempolan dengan ASUS Vivobook Pro F570

Saya punya mimpi besar menjadi produser musik EDM. Akan tetapi  jalan ke sana begitu sulit dan terjal, semua harus dilakukan secara otodidak. Mencari guru jangan harap karena Musik Pop dan Musik Rock masih jadi musik sejuta umat. Orang-orang mendengarkan musik EDM langsung saja banyak yang mengeritkan dahi.

Itu musik genre apa? Genre yang hanya buat hore-hore dan loncat-loncat tidak jelas itu. Sanggah teman saat saya menjelaskan genre EDM..

Namun kini genre EDM mulai dikenal lebih luas, banyak DJ Produser yang berhasil menelurkan karyanya dari PC atau laptop miliknya dan diajak label rekaman. Mereka umumnya datang anak rumahan yang sering ditolak gabung band atau tidak punya bakat menyanyi karena bersuara cempreng. Tapi ia punya mimpi besar di berkarya dunia musik.

Anak-anak yang ditolak atau introvert itu tidak menyerah, musik bisa dibuat dengan apa saja. Bisa dengan peralatan dapur yang menghasilkan simfoni bunyi nan indah. Di era digital pun musik dibuat dengan sangat praktis tanpa harus punya studio atau bahkan mengajak teman ke studio buat manggung. Bagi mereka yang introvert dan sedikit teman itu sebuah beban. Lahirnya aplikasi digital yang bisa belajar musik dari rumah sangat membantu.

Impian itu akhirnya datang dari musik di balik komputer, bisa dibuat aplikasi dan bahkan tanpa studio. Begitu praktis hanya butuh kemampuan memainkan nada. Perkenalan itu buat saya tahu aplikasi seperti FL Studio, aplikasi gratisan yang bisa belajar musik EDM. Mengetahui banyak nada, mencoba kombinasi Bass, snare, kick hingga belajar piano secara virtual. Setiap malam selalu dilarutkan dalam FL Studio. 
Aplikasi musik yang membantu meraih cita-cita jadi musisi
Belajar otodidak jadi kunci, apalagi dari keluarga yang bukan di dunia musik. Untuk sekolah dan mempelajari secara lebih jauh harus ke sekolah ke Pulau Jawa atau ke luar negeri. Tapi itu tidak mengurungkan niat dalam belajar dan mencoba. Mimpi menjadi produser musik bisa terwujud suatu hari nanti.

Rasa ingin tahu tersebut akhir terjawab dari salah satu channel YouTube yang menayangkan khusus dalam membuat musik EDM. Channel itu yaitu Future Music Magazine, ada banyak DJ produser ternama dunia yang diundang dan mengulas proses membuat musiknya.

Studio milik para DJ produser begitu sederhana, tak terlihat banyak perangkat musik konvensional umumnya. Sebuahnya serba digital yang berpedoman pada aplikasi dan dikombinasikan dengan Digital Audio Workstation (DAW). Kreativitas, inovasi, dan insting jadi andalan untuk membuat musik. Paling penting dan setia adalah perangkat PC kala di rumah dan laptop mumpuni yang selama menemani.

Ada banyak tracklist, konsep musik yang belum jadi hingga mini project yang siap diluncurkan pada fans. Semuanya berawal dari sebuah laptop dan kreativitas, karena alat lainnya sudah bisa digantikan sepenuhnya dengan aplikasi digital.

Motivasi saya belajar pun lahir dari salah satu tamu yang diundang di channel Future Music Magazine yaitu Tim Bergling (Avicii), salah seorang DJ Produser asal Swedia. Ia menjelaskan dengan detail pada proses pembuatan salah satu single berjudul Dancing in My Head. Saya pun mengetahui banyak proses pembuatan di belakang layar dari sebuah single EDM. 
Video yang mengajarkan saya membuat musik via software
Bagi orang awam, musik EDM identik sekali dengan push dan play yang ada di perangkap Midi controler, CDJ, dan Turntable. Lalu tinggal play dan push musik yang sudah ada di display. Pura-pura berdansa bersama para penonton, terlihat begitu gampang.

Nyatanya tidak, malah lebih sukar dari yang dibayangkan. DJ Produser harus merekam, mengedit, memproduksi file lagu, musik dan sejumlah efek suara di studio menjadi satu musik kompleks dan enak didengar. Proses ini memakan waktu yang lama dan pasti ia tak mau fansnya kecewa dari setiap penampilannya.

Apalagi sejumlah fans punya sejumlah tuntunan besar agar selalu ada penyegaran lagu setiap penampilan. Pasti sang DJ harus berpikir keras menciptakan tracklist yang disukai penonton. Itulah mengapa, kemampuan wajib seorang DJ adalah tahu musik yang populer dan bisa dikolaborasikan dengan lagi saat tampil.

Proses membuat music di mulai dari proses mengatur tinggi rendahnya nada, mengatur melodi yang ada pada pattern, Kemudian saat itu butuh proses panjang lagi dengan menyesuaikan kick, bass, dan efek suara. Hasilnya nantinya bisa digabungkan dengan sejumlah instrumen pendukung seperti synthesizer, midi keyboard, turntable, mixer, dan bass.

Bukan hanya harus jeli, membuat musik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya pun mengawalinya dengan remix lagu-lagu musik terkenal. Hasilnya pun sangat menyenangkan. Belajar otodidak pasti beda rasanya, ada banyak rasa ingin tahu yang melonjak di dalam kepala. Mencoba segala variasi hingga akhirnya mendapatkan nada yang tepat. 
No Problem dinyamukin saat ngedit musik
Bagi saya, kemampuan menulis terlatih karena sering menyusun runtun nada secara aplikasi digital. Seakan cukup banyak melatih menulis kalimat yang runtun dan cepat dalam waktu singkat. Menulis ibarat menyusun tracklist beragam lagu hingga akhirnya jadi sebuah kesatuan yang enak sekali di dengar.

Jadi produser musik EDM memang diharuskan punya laptop yang gahar, aplikasi dan software yang diinstal tidak akan tahan pada laptop dengan spek standar saat proses menjalankannya. Laptop tersebut akan ngos-ngosan dan bekerja tidak optimal. Sesuatu yang sangat dihindarkan buat pemiliknya, laptop pun jadi investasi dalam berkarya.

Laptop bagus, hasil kerja jadi lebih bagus dan pundi-pundi penghasilan yang didapatkan pun jadi tambah naik. Nah… alasan itulah membuat saya ada 10 syarat sebuah laptop yang baik buat konten kreator termasuk seorang musisi dalam membuat pekerjaannya jadi lebih mudah. Berikut ini penjabarannya, cekidot:

Laptop bagi konten kreator seperti produser musik bak pengganti PC kala di rumah. Mereka butuh layar berukuran besar jadi lebih mudah mengeksplorasikan pandangan menjadi lebih detail. Seperti saat proses mengedit lagu di software, akan mudah mengetahui kolom yang mana diisi oleh nada, tidak harus meraba-raba lagi karena layar terlalu kecil.

Layar 15,6 inchi dirasa sangat pas dan bisa dipandang dari jarak jauh sehingga mata tidak gampang lelah. Itu sudah mendukung Full HD 1080p dengan anti glare, supaya tak terpengaruh dengan cahaya di luar yang mengganggu pemandangan termasuk dari sudut mana pun. Sehingga nyaman di dalam maupun luar ruangan.

Laptop yang ditujukan oleh para konten kreator, urusan bobot harus sangat ringan. Tujuannya adalah memudahkan proses mobilitas ke mana pun. Bukan hanya beratnya ringan, bentuknya harus ringkas mampu mengakomodir segala kebutuhan dan konektivitas tanpa harus menghilangkan port USB, Audio Jack, MicroSD, HDMI hingga  LAN port.

Bobotnya pun harus di bawah 2 kg, karena itu batas nyaman sebuah laptop portable. Wajar punya berat seperti itu karena ukurannya yang besar serta compact. Sehingga ada banyak barang lain yang muat di dalam tas dan tidak membuat bahu pegal dalam jangka waktu lama.

Bak mesin yang mampu memacu kendaraan melaju dengan cepat, prosesor jadi otak dari segala tindakan si laptop. Saya pun urusan ini tidak main-main karena prosesor yang lambat akan menghambat laju kerja. Dibutuhkan sekali prosesor terbaru yang mendukung aktivitas dalam menggarap konten. Menjalankan software seperti FL Studio sangat dibutuhkan prosesor bertenaga. Jangan sampai ada file yang macet atau corrupt saat proses editing berlangsung.

Salah satu pilihan yang menarik saat ini adalah dengan adanya prosesor baru buatan AMD. Kelas Ryzen kini menjadi menawarkan sesuatu yang baru, sangat membantu para konten kreator. Ada tiga kelas Ryzen dari Ryzen 3, 5, dan 7. Buat konten kreator minimal menunjang aktivitasnya dengan Ryzen 5 dan lebih optimal dengan kelas tertinggi yaitu Ryzen 7.

Baterai ibarat nyawa sebuah laptop, makin lama ia bisa bertahan jauh dari colokan adapter dan daya listrik di stok kontak, maka makin efisien si laptop bekerja. Laptop yang ditujukan buat konten kreator, sudah pasti akan ada banyak waktu yang dihabiskan menatapnya. Rata-rata bisa bertahan di atas ± 4 jam untuk penggunaan ringan dan sedang.

Waktu tersebut sudah cukup memenuhi segala kebutuhan tersebut dengan optimal. Kemudian kemampuan pengisian daya cepat (fast charging) sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Pepatah laptop konten kreator: Isi daya sebentar dan gunakan sepuasnya.

Bagi saya laptop saat ini mengandalkan bentuk yang polos seperti biasa dan logo pabrikannya. Memang itu terlihat sederhana buat siapa saja, hanya saja tidak memberikan ketegasan bagi yang memilikinya. Buat konten kreator harus ada sesuatu yang unik dan mencolok. Misalnya ada strip berwarna di setiap sudutnya dan punya desain keyboard yang berbeda.

Ada kesan gahar dan memberikan citra sendiri, sehingga tidak bosan saat dilihat sendiri atau orang lain. Selain itu memberikan nilai premium bahwa laptop yang digunakan saat di hang out di cafe.

proses pembuatan konten dan proses komputasi harian membutuh RAM besar. Selain prosesor yang terbaik di kelas, harus ada RAM memadai. Minimal sekali adalah RAM 4GB dengan GDDR5 yang bisa diugrade. Ini akan meningkat performa tambahan. Harus adanya kartu grafis diskrit NVIDIA yang terbaik, minimal untuk konten kreator sudah mendukung hingga GeForce GTX 1050 untuk hasil grafis jernih tanpa ada lag.

Kapasitas pun jadi pertimbangan memilih laptop, ukuran yang besar dan cepat jadi perhitungan. Salah satunya dengan menggunakan HDD, sedangkan SSD punya ukuran lebih kecil namun proses transfer lebih cepat. Saya punya banyak data yang harus disimpan dan dalam menyimpan lebih menyukai disimpan di internal HDD laptop dibandingkan di HDD eksternal. Wajar buat untuk saat ini ukurannya adalah 1TB. Serta ada ruang kosong yang tersedia untuk slot SSD dalam proses booting terasa lebih cepat.

Sudah selayaknya laptop idaman punya keamanan lebih buat penggunanya, khususnya dalam mendukung proses log in lebih praktis. Selain itu menghindari tindakan yang tidak bertanggung jawab dari orang usil. Bisa saja data dicuri saat ditinggal sebentar di cafe atau teman jahil yang mengubah pekerjaan kita. Hanya dengan sekali sentuhan, langsung terhubung masuk dan terhubung dengan Windows Hello. Jadi tidak perlu lagi proses yang lama dan ribet dengan mengetik kata sandi.

Bagi seorang produser musik, ia sangat butuh kemampuan stereo yang menggelegar yang digunakan saat mendengarkan kualitas musik karyanya. Apakah itu kualitas suara secara outdoor atau indoor yang terdengar nyaring dan menggelegar. Mendengarkan dengan bantuan speaker tambahan atau via headphone jelas berbeda. Karena itulah punya speaker yang baik jadi alasan memilihi laptop idaman.

Sebuah laptop pasti benda mahal yang bisa saja dibeli sekali dalam jangka waktu lama. Tugasnya buat mempermudah pekerjaan dan sebagai media investasi. Pengguna pasti akan berpikir dua kali membeli barang mahal yang gampang rusak dan punya banyak kendala.

Salah satunya adalah dengan mudahnya proses garansi di berbagai kota, misalnya saja di Kota saya yang jauh dari kota besar. Adanya klaim garansi akan mempermudah proses andai saja unitnya mengalami kendala. Kemudian durasinya pun harus panjang dan lebih dari satu tahun, karena umumnya laptop banyak mengalami kendala di tahun kedua penggunaan.

Urusan pemasok prosesor saat dua raksasa AMD dan NVIDIA jadi yang terdepan sekaligus pesaing abadi. Inovasi dan terobosan yang diberikan tujuannya buat menarik hati pelanggan atas produk yang dihasilkan. Bisa diibaratkan keduanya seperti api dan air…. 

ASUS sebagai penengah mencoba sesuatu yang unik. Melalui konsep Sharing Economic yang menguntungkan semua pihak. Semua terjawab dengan hadirnya produk anyar ASUS Vivobook Pro F570 hasil gabungan AMD dan NVIDIA di dalam jeroannya. 
Prinsip ekonomi yang menguntungkan semua pihak
Bila dulunya pengguna sering berseteru siapa yang paling hebat atau PC atau laptop yang mereka gunakan. Kini mereka bersatu padu hingga mampu melahirkan sebuah laptop khas konten kreator yang menunjang segala aktivitas. AMD dan NVIDIA nyata bisa bersatu dengan menghasilkan produk yang baik sesuai dengan kebutuhan pasar. 
Tidak zaman lagi saling berkompetisi, akan tetapi sekarang zamannya kolaborasi dalam menghasilkan sesuatu terbaik.

Seakan kemudian saya terbayang atas tokoh super hero milik Marvel IronMan dengan teknologi mutakhirnya. Buatan orang kaya bernama Tony Stark dengan kekayaan berlimpah hingga punya baju zirah berteknologi super. Serta Hulk, manusia super yang punya kekuatan tak terkalahkan saat ia marah. Tak ada yang mampu menghentikan sifat bar-barnya saat ia marah. Menakutkan dan kejam, itulah gambaran yang tepat.

IronMan identik dengan warna merah seperti (AMD) dan Hulk yang berbadan hijau ibarat (NVIDIA). Saling sikut menyikut karena perbedaan pendapat dan masalah kecil. Saat para jagoan Avenger ingin bertarung dari makhluk Ultron jahat yang akan menghancurkan bumi. 

Pada secuel Film Avenger: Age of Ultron. Pertempuran ini akhirnya tidak ada akhirnya dan berujung pada kekacauan. Hingga pada akhirnya bersatu di bawah komando Captain America dalam upaya mengalahkan Ultron dalam menjaga perdamaian di muka bumi.

ASUS memberikan terobosan warna pada produk anyarnya di kelas Vivobook. Pemilihan warna Lightening Blue dipadukan dengan Reaper Black terkait dengan warna langit yang mampu mendorong penggunanya jadi kreatif. Sangat cocok buat konten kreator yang sangat butuh ide dalam menghasilkan karyanya. Dipadukan dengan kombinasi warna Reaper Black yang ada kesan modern dan saat digunakan.
 Image result for asus vivobook pro f570
Menurut ilmu psikologi menggambarkan warna yang tenang dan damai. ASUS tahu bahwa segmen laptop terbarunya menyasar para kreatif konten yang akan menghabiskan banyak waktunya buat bekerja. Pengaruh warna akan buat semangat, seakan menghilangkan rasa bosan. Warna seakan memberikan sebuah sikap dan emosi manusia dalam mempertimbangkan sebuah produk.

Sebuah warna punya kekuatan yang mampu merepresentasikan sebuah produk, jangan heran banyak perusahaan yang rela menggelontorkan banyak uang dan melakukan banyak riset buat menentukan warna dan logo yang tepat. Bahkan Warna punya pengaruh yang besar pada sebuah produk, banyak pengguna yang memilih produk hanya karena warna dibandingkan fitur di dalamnya. 
Secara psikologi, pengaruh warna yang dilihat akan dikirim melalui indra penglihatan manusia yang kemudian akan dikirim ke bagian otak yang bernama Hipotalamus. Lalu akan mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari pada sistem endokrin untuk diteruskan ke kelenjar tiroid. Lalu pada kelenjar tiroid kemudian menghasilkan hormon yang berpengaruh pada suasana hati, pikiran, hingga perilaku manusia. Jadi jangan heran karena sebuah warna, banyak keputusan membeli sebuah produk datang.

Seakan saya ingat kata-kata dari seorang personal branding kenamaan asal UK yaitu Neil Patel. Dalam tulisannya ia mengutarakan bahwa warna berpengaruh besar pada perasaan pengguna. Ada 85% alasan seseorang membeli sebuah produk dan betah pada produk yang ia gunakan dalam jangka waktu lama karena  selara warna. Cara yang dipilih ASUS ini tergolong anti mainstream, dengan chassis laptop khas gaming. Namun sentuhan akhirnya terlihat seperti laptop profesional yang menyasar para konten kreator muda.

ASUS Vivobook Pro F570 yang hadir di Indonesia sebagai notebook ultra-thin ngebut dalam menunjang berbagai aktivitas dan produktivitas. Mulai dari aktivitas bisnis, kreasi konten termasuk editing musik dengan software hingga gaming casual yang mampu membunuh rasa bosan.

Produk terbaru ASUS di kelas Vivobook ini punya jeroan unik Chip CPU bertenaga AMD Ryzen Mobile Ryzen 5 dan Ryzen 7 kombinasi dengan Chip GPU NVIDIA GeForce GTX 1050. Tujuannya adalah untuk performa terbaik dengan daya yang efisien dan memberikan warna baru pada prosesor.

Sekilas tampilan laptop tegas ada akses warna Hadir dengan Finishing Reaper Black, ada aksen Lightening Blue pada setiap bagian tepinya seakan seperti serie game. ASUS Vivobook Pro F570 punya bobotnya yang tergolong ringan yaitu 1,96 kg dengan dimensi yang tergolong tipis yaitu 21,9 mm.
Related image
Tampilannya ringkas dan tegas
AMD kini hadir dengan varian baru yang keren yaitu kelas Ryzen yang bertenaga hingga 200% dibandingkan dengan versi sebelumnya. Itu berkat adanya fabrikasi 14nm FinFET dan Teknologi AMD SenseMI yang pintar menghemat daya sesuai kebutuhan pengguna.

Sudah dilengkapi dengan kartu grafis diskrit khas NVIDIA GeForce GTX 1050 4GB GDDR5 dan teknologi GPU Switching yang pintar mengatur arah grafis IGP dan kartu grafis diskrit sesuai dengan penggunanya inginkan. Apakah di dalam ruangan atau di luar ruangan saat menjalankan pada performa optimal.

Bukan itu saja, ada sejumlah kelebihan yang ditonjolkan dari ASUS Vivobook Pro F570 mampu menarik para konten kreator di antaranya:

Buat seorang konten kreator pastinya ada banyak keperluan yang dibutuhkan, paling penting ada performa yang cepat. Proses mengolah data dalam banyak tab tanpa lag. Ini jadi alasan sebuah laptop yang mampu menunjang segala kebutuhan tersebut dengan optimal.

Hadirnya ASUS Vivobook Pro F570 yang sudah dilengkapi dengan AMD Ryzen 5 Mobile dan Ryzen 7 Mobile seakan makin memudahkan pekerjaan yang sifatnya menengah hingga berat. Melibas pekerjaan multi tasking yang punya banyak tab. Adanya grafis NVIDIA GeForce GTX 1050 khas gaming seakan menampilkan visual tanpa cela dan menghasilkan gambar yang begitu hidup.
Related image
Performa mengagumkan dari AMD Ryzen
Hadir dengan menggabungkan 4 core AMD yang sudah membuktikan sebagai raja pada kinerja grafis dari Radeon RX Graphics yang hemat daya. Aktivitas mulai dari yang bersifat multi tasking yang banyak memakan daya, aktivitas mengedit video hingga streaming film 4K.

Kemudian saya sangat membutuhkan penyimpanan yang lega tapi punya proses booting yang cepat. Kombinasi yang diberikan ASUS sangat menarik yaitu HDD dan SDD bertugas saling melengkapi. Adanya SSD M.2 SATA3 berkapasitas 256GB dan HDD berkapasitas 1TB 5400rpm pada versi Ryzen 7. Sedangkan pada versi di bawahnya hanya tersedia slot SSD M2 yang bisa ditambahkan sendiri.

Dari dulu saya selalu menggunakan Laptop dan PC yang berukuran di atas 14 inchi, ukuran Vivobook Pro F570 adalah 15,6 inchi. Ukuran yang besar akan memudahkan proses mengedit jadi lebih lancar dan gampang. Makin mantap dengan kualitas yang sudah Full HD dengan rasio 16:9 dengan resolusi 1920 x 1080 piksel.

Kemudian sudah ada kemampuan Wide-View Technology yang mampu menghasilkan gambar sangat baik hingga sudut 178°. Dengan begitu cahaya yang didapatkan nyaman di mata, ditambah lagi dengan layar 200 Nits dan anti glare saat digunakan di luar ruangan.

Banyak cahaya yang masuk tidak terpengaruh karena sudah ada anti glare tadi. Saat gelap pastinya akan banyak cahaya yang berbahaya buat mata, Apalagi saya sangat sering bekerja pada malam hari yang gelap di kamar. Salah fitur yang ada di Vivobook Pro F570 adalah ASUS Eye Care Technology yang mampu mereduksikan paparan cahaya biru yang berbahaya buat manta hingga 33%. 


Saya pribadi sangat sering mencari suasana baru dalam bekerja, di rumah atau di kantor sangat suntuk dengan kesunyiannya. Kedai kopi jadi sebuah pilihan, suasananya yang riuh rendah tersebut seakan memberikan suasana baru. Sekaligus mencicipi segelas kopi yang enak rasanya. Suasana kedai kopi di Aceh bak Coworking Space dengan segudang pengalaman di dalamnya.

Bagi saya, colokan sangat penting karena akan membantu daya pada laptop. Meskipun hemat baterai, ada teknologi Fast Charging yang membantu proses pengisi baterai dalam waktu cepat. Hanya dibutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi daya dari 0% hingga 60% dengan daya tahan 3 kali lebih lama.

Waktu tersebut sangat singkat ditambah lagi dengan jangka waktu penggunaan yang relatif panjang. Dukungan ini seakan tidak perlu khawatir andai saja jauh dari colokan. Pepatah yang tepat, isi daya sekejap, gunakan sepuasnya.

Satu lagi yang saya rasa keren, yaitu dukungan USB 3.1 yang mampu mengisi daya yang sangat cepat pada perangkat lainnya. Saya pun sering lupa membawa kepala charger yang tinggal di rumah, hanya membawa USB C dari smartphone. Adanya proses pengisian yang cepat tersebut sangat membantu saja dalam proses mengisi daya gadget yang habis. Tak jauh beda cepatnya dibandingkan dengan menggunakan kepala charger buatan ponsel tersebut.

Ada konektivitas yang ultra cepat adalah nilai tambah, serta adanya Wi-Fi 802.11ac dual-band dengan kecepatan 6 kali lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya yaitu 802.11n khususnya dalam proses streaming video dan aktivitas internet. Kemudian konektivitas pendukung seperti USB C 3.1 dan USB Type A sekaligus dan sudah mendukung Bluetooth 4.2. 
Konektivitas serba lengkap buat konten kreator
Urusan keyboard pun sangat nyaman dan solid karena punya kedalaman travel distance hanya 1,4 mm. Pengalaman mengetik jadi lebih hidup dan enteng, tidak masalah harus bekerja dalam tempo lama serta minum typo. Bahkan saat ruangan gelap tanpa cahaya saat mengetik terbantu dengan fitur Backlit Keyboard yang Full Size dengan numpad.

Saat mengetik dalam jangka waktu lama, kita tidak akan terganggu dengan buangan panas dari laptop. Semua itu terasa minim karena di sudah ada teknologi pendingin ASUS IceCool di bawah Palmrest. Tangan pun tidak merasakan suhu panas saat mengetik dan bermain game dalam jangka waktu panjang karena tetap menjaga suhu di bawah 36°. 
Teknologi lainnya adalah proses log in cepat dengan fingerprint yang ada di atas kanan touchpad. Sudah terintegrasi dengan Windows Hello hanya dari satu sentuhan saja, cepat dan praktis.

Ada sejumlah fitur yang mendukung semua itu, dimulai dari fitur ASUS Splendid Software Tuning yang mampu memberikan warna yang kontras dan konsisten setiap detailnya. Saya rasa sangat terbantu dengan teknologi ini dalam mengedit musik dan video. Ada empat mode pilihan yang mampu memberikan warna baru dalam proses tersebut. Pilihan itu yaitu Normal, Vivid, Eye Care, dan Mode Manual yang bisa diakses dengan satu sentuhan klik.

Tak berhenti di situ saja, ada fitur yang mendukung aktivitas melahap konten seperti video dan film. Fitur itu adalah ASUS Tru2Life Video yang mampu meningkatkan tampilan warna. Ada algoritma cerdas pada software ini yang mampu mengoptimalkan kontras setiap frame video yang ditampilkan. Tanpa ada noice sehingga terkesan seakan sangat realistis.

Kualitas kontrasnya pun mampu naik karena sudah ada teknologi yang mampu menaikkan kontras hingga 150%. Area gelap pada video yang ditonton berhasil disamarkan dengan optimal. Bukan hanya urusan gambar, urusan suara tetap prioritas.

Akan sia-sia andai laptop tersebut tidak punya audio yang begitu nendang. ASUS sudah membekalinya dengan teknologi SonicMaster dalam audionya. Teknologi ini sudah lama dikembangkan oleh divisi ASUS Golden Ear Team yang mampu menghadirkan kualitas suara yang sangat baik.

Kemampuannya mampu memberikan jangkauan frekuensi yang luas, dentuman Bass lebih terasa jelas. Semua itu karena kombinasi hardware dan software yang saling berkoordinasi dengan baik. Apakah nantinya digunakan buat menonton film, mendengarkan musik, dan bermain game. Semua terasa detail tanpa noise yang mengganggu.

Segala penjabaran di atas menggambarkan bahwa laptop ASUS Vivobook Pro F570 menyasar para konten kreator dengan segudang fitur premium di dalamnya. Bentang layar yang lebar memberikan proses kerja jadi lebih mudah. Semua itu ditopang dengan gabungan prosesor AMD Ryzen Mobile dan grafis diskrit GeForce GTX 1050 dengan RAM 4GB.

Bobotnya pun ringan sehingga memudah proses mobilitas, dan adanya perpaduan warna yang menarik antara Finishing Reaper Black berakses Lightening Blue di setiap sudutnya. Buat para konten kreator jadi laptop yang sangat tepat menunjang semuanya. Bekerja optimal dan bermain game casual di kala senggang.
Semoga saja postingan ini bermanfaat dan saatnya kita kembangkan bakat kita. Karena tidak ada yang tahu mana peluang atau bakat tertentu membuat kita jadi orang besar di masa depan. Have a nice days guys dan berikut spesifikasi dari ASUS Vivobook Pro F570.
Share:

1 comment:

  1. Wow, ternyata Iqbal punya cita-cita jadi produser musik EDM ya, luar biasa. Sekarang zaman super canggih, semua bisa dibantu dengan teknologi dan kayaknya ASUS menjadi perangkat penunjangnya. Semoga mimpinya kesempaian ya Iqbal. Selalu asyik membaca ulasannya yang super detail.

    ReplyDelete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer