Sunday, August 18, 2019

Membina Koperasi dan UMKM Bersama ASUS Vivobook Ultra A412DA

 
Tahun 2018 jadi tahun yang penuh cobaan dan tantangan. Bagi anak muda, pulang ke kampung sesuatu yang berat dengan ambisi menggebu untuk bisa hidup di perkotaan. Pergolakan itu mendera hingga akhirnya ego itu seakan harus dilenyapkan saat sang ayah berkata:

Pulanglah kamu Nak dan berikan yang terbaik buat daerah, melupakan sejenak hiruk-pikuk perkotaan.

Setelah melalui keputusan yang masak-masak, akhirnya saya melunak. Membuktikan janji itu dengan mengikuti tes sebagai pendamping kontrak koperasi dan UMKM dan memilih kampung halaman. Hingga akhirnya hari pengumuman tersebut nama saya termasuk jadi pendamping.

Semuanya awalnya berat akan tetapi makin ke sini makin menarik, semuanya coba saya anggap sebagai itikad membina dan memberdayakan koperasi dan UMKM. Saya jadi ingat sebuah kalimat: Andai saja kamu tidak bisa bekerja sesuai passion, passion-lah dalam bekerja supaya tempat kamu bekerja akan mengenangmu.

Kini adalah tahun kedua saya menjalin profesi sebagai pendamping Koperasi dan UMKM kontrak di Aceh Barat. Lokasi yang dahulunya pernah merasakan derasnya guncang gempa dan derasnya tsunami medio 2004, membangun kembali perekonomian yang kala itu porak-poranda.

Ada banyak koperasi atau UMK yang harus gulung tikar memulai kembali dari nol. Menata hidup baru dan membangkitkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat mati suri. Sekaligus kembali ke kampung orang tua setelah hampir satu dekade menuntut ilmu di perkotaan.

Di Aceh Barat ada beragam potensi ekonomi masyarakat di sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan perkebunan. Peran koperasi dan UMKM sangat krusial dalam mendirikan sesuatu sektor tersebut. Mulai dari bidang produsen, konsumen, pemasaran, jasa, simpan pinjam. Semua itu berdiri agar masyarakat bisa terhindar dari jepitan lintah darat yang mengusik.
Sekilas info, saat ini sedikitnya ada 312 koperasi aktif yang tersebar 12 kecamatan di Aceh Barat. Itu belum lagi ada 6.000 UMKM baik sudah terdata atau pun belum. Potensi sumber daya alam membentang di wilayah 2.900 km persegi. Cakupan yang luas untuk bisa mendatangi hingga mendampingi koperasi dan UMKM di sana.
Adanya para pendamping ibarat tangan panjang pemerintah dalam memperhatikan koperasi dan UMKM negeri. Dari para pendamping berjiwa muda dan energik dalam membina koperasi dan UMKM di daerahnya.
Ada banyak persoalan klasik yang mendera koperasi saat ini, sinar redupnya seakan mulai pudar. Satu persatu-satu koperasi tutup. Padahal koperasi punya peran yang sangat sentral dalam ekonomi suatu kelompok masyarakat.

Kini lembaran baru dimulai, koperasi yang sempat mati suri kembali dibangkitkan. Semuanya dimulai dari bawah seperti mengubah sistemnya. AD-ART hingga menghidupkan kembali usaha yang pernah dimiliki koperasi tersebut.
Kemudian pada UMKM, saya harus menemui para UMKM sedang melakukan aktivitas menjahit, menganyam eceng gondok hingga yang sedang memasak keripik atau kacang di bawah suhu tungku hingga membuat keringat bercucuran.

Keluhan mereka yang selama ini hanya menggerutu di dalam hati. Semua kadang tak pernah terdengar atau bahkan sampai ke pemerintah. Setiap tulisan para pendamping dalam laporan bak sebuah penyelamat. Segala keluh-kesah dan harapan mereka terpatri dengan rapi melalui bait demi bait laporan. Berikut peran utama yang diemban oleh pendamping koperasi dan UKM.
Setiap bulannya harus menyiapkan laporan beberapa lembar banyaknya. Semuanya jadi bukti pergi lapangan serta foto kunjungan. Kemudian laporan tersebut dikirimkan sebagai bukti pekerjaan. Setiap lembaran adalah harapan buat para UMKM dan Koperasi.

Di tahun kedua saya ingin tampil beda, bila dulunya lebih banyak berupa bincang-bincang dan penjelasan. Kini saya selalu membuat slide dan video sebagai bahan visual, supaya lebih mudah ditangkap dan dicerna. Cara ini menurut saya akan membuat pengurus koperasi serta UMKM binaan lebih tertarik berkembang ke arah digital.

Saya mencoba memberikan terobosan mengenai tata cara presentasi. Dulunya hanya berbicara panjang lebar dan kini mengarah ke arah presentasi. Inilah yang membuat saya merasa dengan presentasi dan memberikan bahan akan mudah dicerna oleh para anggota koperasi dan UMKM.
Memberikan materi dan pembinaan menggunakan power point
Sejumlah koperasi binaan juga diajarkan mahir menggunakan komputer, khususnya bendahara dalam proses pembukuan keuangan koperasi. Tidak harus lagi menginput data secara manual yang menghabiskan waktu dan bahkan berpotensi datanya keliru.

Bagi UMKM saya juga mengajarkan bagaimana cara mereka berbisnis secara online, proses pemasaran melalui transfer bank hingga bekerja sama dengan jasa pengiriman untuk akses kirim barang ke luar daerah. Kemudahan ini sangat dirasakan betul oleh mereka.
Salah satu UMKM binaan yang sudah berhasil melakukan pemasaran digital
Nah.. salah satu tugas saya sebelum turun ke lokasi adalah membuat renja (rencana kerja). Itu berguna untuk proses kerja yang terarah dalam proses pembinaan. Umumnya ada sejumlah koperasi dan UMKM yang lokasinya jauh. Akan sia-sia saat pergi ke sana tidak mempersiapkan peralatan tempuh.

Setiap tengah pekan hingga akhir pekan saya mendatangi berbagai koperasi dan UMKM yang perlu dibina. Mulai dari koperasi milik pemerintah, swasta hingga masyarakat. Saya pun pernah datang ke UMKM unik yang menjual kerupuk kulit kerbau, kerajinan Eceng Gondok, kopi bubuk, kasab, batu giok serta kerajinan lainnya.
Kerajinan tangan berbahan eceng gondok
Satu hal yang paling sering saya bawa saat bepergian dengan motor adalah ransel. Di dalamnya sudah penuh dengan perlengkapan mulai dari renja (rencana kerja,) tumbler minum, buku catatan hingga yang paling berat adalah Laptop. Perjalanan yang menempuh jalan berliku dan pastinya untuk bisa menemui berbagai Koperasi dan UMKM.

Laptop yang saya gunakan sekarang beratnya mencapai 2 kg, tergolong berat untuk dibawa jauh, kadang ada banyak barang yang saya korbankan seperti tidak membawa tumbler atau jaket supaya beratnya menyusut. Berharap di jalan tidak ada hujan yang turun deras sebelum tiba di rumah.

Saya pun menghitung rata-rata berat tas saya setiap hari mencapai angka 4 kg, sangat melelahkan bisa harus dipakai berjalan jauh. Apalagi saya menggunakan motor untuk datang ke koperasi dan UMKM, otomatis sepanjang jalan tas membebani bahu. Berharap saya punya laptop ringkas dan bertenaga, bisa nyelip di dalam tas tanpa menambah bobot berarti saat dibawa.
Berkunjung ke tempat baru dan asing
Ada banyak kesan yang saya rasakan saat menjadi pendamping, khususnya awal mula kisah UMKM berdiri. Semuanya mulai merangkak dari bawah. Segala cerita dan pengalaman tersebut saya tuliskan, tak jarang pernah saya posting di blog. Berkat pengalaman ini sangat mengetahui persoalan UMKM di daerah saya dari akar rumput. UMKM bak sebuah harapan masyarakat kecil membina kembali ekonominya.
Buah tangan dari UMKM binaan yang punya citra rasa dan keunikan
Tapi ada sesuatu yang saya senangi dari proses pendampingan, rasa kekeluargaan yang tidak putus. Setiap proses pendampingan terhadap UMKM, saya selalu mendapatkan buah tangan dari pemilik usaha. Mereka memberikan secara cuma-cuma atas kepeduliannya, sebelumnya tidak ada atau sangat jarang orang dinas yang rela menghabiskan bensinnya untuk ke pelosok untuk berkunjung.

Setelah lelah sehari berkunjung ke koperasi dan UMKM, saya pun memanfaatkan me time di kala senggang dengan mengasah hobi. Mulai dari blogging hingga remix musik secara otodidak. Mana tahu dari hobi yang diasah terus-menerus akan menghasilkan profit sampingan yang menguntungkan.

Saya selalu memegang teguh konsep 8 jam bekerja, 8 jam berkarya dan 8 jam istirahat dan ibadah. Misalnya saja hobi blogging, dari awal mulanya coba-coba di tahun 2015, kini sudah cukup menggembirakan dan menjadi pemasukan tambahan. Satu hobi lain yang cukup saya geluti adalah meremix musik EDM (Electronic Dance Music) sesuai ritme yang saya sukai.
Melalui aplikasi gratisan seperti FL Studio dalam proses belajar secara otodidak. Saya bisa tahu banyak nada, mencoba kombinasi Bass, snare, kick hingga belajar piano secara virtual kala senggang. Sangat baik dalam membunuh rasa bosan setelah penat proses pendampingan.

Sembari buntu menulis ide di blog atau kehabisan kata-kata dalam membuat laporan pendampingan, sembari mencoba-coba program FL Studio. Aktivitas hobi yang saya lakukan tergolong berat, spek laptop sekarang kurang memadai dalam proses editing besar. Harus banyak besar atau menutup banyak tab supaya kinerjanya maksimal.

Berdasarkan pengalaman ini, saya ingin sekali memiliki laptop ringkas yang fungsinya tidak sebatas presentasi, olah data, dan membuat laporan pendampingan saja. Akan tetapi laptop yang memudahkan proses mobilitas, inilah yang membuat kadang saya sering meninggalkan laptop di kantor atau di rumah.

Dari segala kualifikasi yang ingin saya diinginkan  sebagai seorang pendamping lapangan, ASUS Vivobook Ultra A412DA  memenuhi segala kriteria. Laptop anyar besutan ASUS untuk pengguna yang punya mobilitas tinggi dengan ukuran 14” seakan sedang membawa laptop 13”. Sangat layak menyandang predikat sebagai “The World’s Smallest 14” Colorful Ultrabook”  

Meskipun kecil bukan berarti mengorban portabilitas dan konektivitas tetap tersedia di ASUS Vivobook Ultra A412DA. Sangat sesuai dengan preferensi saya selalu ingin terlihat praktis dan produktif tanpa harus mengurangi jiwa muda. 

Berikut alasannya mengapa ASUS Vivobook Ultra A412DA adalah pilihan tepat mendampingi aktivitas saya sebagai pendamping serta sebagai figure konten kreator, cekidot:

Buat seorang pendamping koperasi dan UMKM seperti saya, pasti ada banyak keperluan komputasi yang dibutuhkan. Laptop yang punya performa cepat dan proses mengolah data dalam banyak tab tanpa lag. Pilihan yang menarik saat ini adalah dari prosesor AMD dari serie Ryzen.
ASUS Vivobook A412 bertenaga AMD Ryzen 3/5 3500U menggunakan arsitektur Quad-core Zen+. Kecepatan turbo boost yang dihasilkan hingga 2,2GHz hingga maksimal di angka 3,8GHZ. Menggunakan GPU teruji dari AMD Radeon Vega 8 versi Ryzen 3 dan Radeon Vega 10 versi Ryzen 5. Serta 512 Shader Core berarsitektur Vega dengan kecepatan 12000MHz memori 64-bit.

Sangat sempurna dan bekerja optimal buat aktivitas kerja multitasking, multimedia, dan bahkan game kasual. Untuk pilihan RAM yang tersedia cukup besar yaitu  4GB dan 8GB DDR4 berkecepatan 2400Mhz. Serta bisa dilakukan upgrade RAM hingga 12GB pada konfigurasi dua channel.

Pada prosesor AMD Ryzen TM Mobile generasi kedua tersebut, menghadirkan kemampuan yang meningkat hingga 48% lebih kencang. Sudah ada dukungan power saving pintar yang dimiliki oleh AMD SenseMI dan diproduksi menggunakan fabrikasi 12 nm FinFET terbaru.
Ada sejumlah kemajuan yang dirasakan khususnya aktivitas sehari-hari yang berkutat dengan produktivitas dan multitasking. Kemampuan seperti web browsing yang naik 14%, proses editing seperti foto meningkat hingga 27% dari sebelumnya.
Pengalaman yang paling terasa adalah lebih responsif dan multitasking dalam menunjang produktivitas harian. Semua karena hadirnya sebuah dukungan grafis AMD APP pada grafis Radeon Vega, khususnya dalam peningkatan performa dalam berbagai aplikasi saat ini.

Meskipun di desain buat aktivitas kantoran saja, tapi hadirnya Radeon Vega 8 membuatnya mampu menjalankan berbagai game E-Sport ringan saat ini. Mungkin dulunya laptop yang menggunakan prosesor AMD dikenal panas. Kini dengan prosesor baru panasnya berhasil diminimalkan tanpa penurunan performa, serta jadi nyaman digunakan di atas pangkuan paha.
AMD juga memberikan kejutan dengan adanya fitur Radeon Software Adrenaline 2019 pada performa gaming optimal. Ada lima cara mengasah adrenalin yang dihadirkan pada AMD Radeon yaitu Game dan VR Streaming, AMD Link, Radeon Advisors, Video Streaming, dan Improved Performance.

Predikat Laptop 14” tertipis dan colorful, ringkasnya bodi seakan semakin terbantu dengan kemampuan insinyur ASUS dalam mengecilkan di setiap sisi bezelnya. Termasuk rebranding tulisannya menjadi ASUS Vivobook pada bezel bagian bawah.

ASUS menamainya NanoEdge display, yang menawarkan bezel ramping hingga 5,7mm. Secara tak langsung membuat ukurannya jadi sangat ringkas. Screen to body ratio laptop hanya 87% sehingga pandangan luas saat menatap laptopnya. Begitu lega rasanya, namun punya bezel tipis bukan berarti mengorbankan web cam, letaknya tetap di bezel atas laptop.
Terlihat lebih jernih berkat layar Full HD  1920 x 1080 piksel, dengan 45% NTSC atau setara dengan 62% sRGB. Sudut layar punya tampilan baik saat dilihat dari arah mana pun tanpa mengurangi kualitas layar berkat Wide-View Technology hingga sudut 178° dan anti glare dalam memantulkan cahaya.

ASUS sedang giat menggunakan model ErgoLift pada desain engsel laptop. Supaya memberi kesan modern sekaligus sirkulasi udara dan posisi mengetik yang nyaman. ErgoLift memberikan kemiringan sudut yang sempurna sehingga hasil mengetik lebih nyaman dan lugas. Sudut yang dihasilkan sebesar 2° seakan terasa sangat sempurna. Serta adanya teknologi ErgoLift memudahkan saya dalam proses mengetik di atas paha sembari mendengarkan curhatan UMKM pelosok dan koperasi binaan dalam waktu lama.
Pastinya di tahun 2019 ASUS menawarkan pilihan yang colorful sebanding dengan performanya. Desain yang menjual dan punya nilai ekonomi yang elok di mata. Ada nilai prestise saat melihatnya di balik laptop yang digunakan.

Itu tercermin dari ASUS A412DA yang kaya warna. Pilihan anak muda milenial seperti saya, meskipun kerja di kantoran yang kesannya lebih pada orang tua. Ada empat pilihan warna mulai dari Transparent Silver menggambarkan kesan canggih, Slate Grey terkesan kalem, Peacock Blue perpaduan warna biru dan ungu memberikan kesan mewah dan ceria. Serta Coral Crush yang menampilkan warna penuh semangat.
Seakan warna membuat jiwa dan semangat anak muda tidak akan pernah luntur. Tiga kata yang digambarkan, profesional, eye-catching, dan kekinian. Bobotnya tergolong ringan, tidak melebihi 1,5 kg, sangat layak dianggap sebagai ultrabook penunjang aktivitas sehari-hari.

Pada kualitas suara, ASUS membenamkan sekaligus mengombinasikan teknologi SonicMaster dan AudioWizard. Hasil kombinasi keduanya terasa spesial dalam menghasilkan output suara jernih dan nendang saat diputar ke volume maksimal. Makin optimal dengan dukungan teknologi IcePower untuk daya ledak stereo yang minim noice.

Sangat membantu saat memutarkan video yang bisa ditonton anggota koperasi atau pelaku UMKM. Sehingga tak perlu lagi speaker tambahan karena suaranya sudah menggelegar dan jelas. Informasi  multimedia yang saya berikan akhirnya bisa diserap baik oleh mereka.

Baterai ibarat nyawa laptop, makin panjang daya pakainya makin optimal bekerja saat jauh dari stop kontak ASUS Vivobook Ultra A412DA menjawabnya, itu semua karena sudah dibekali baterai Polimer-Lithium berkapasitas 2 cells 37 Watt Hours. Daya tahan baterai terjamin karena punya usia pakai 3 kali lebih tahan.
Memiliki power adapter ringkas dan bisa dimasukkan ke saku saat bepergian jauh. Meskipun kecil, proses pengisiannya didukung teknologi fast-charging, cukup 49 menit saja untuk pengisian daya 60%. Energi yang diisi sebentar saja akan bertahan dalam jangka waktu lama. Slogan yang tepat buat laptop tersebut: isi sebentar, pakai sepuasnya.

Bentuk keyboard ASUS Vivobook Ultra A412DA sudah memiliki desain terbaru yang saya nilai unik. Layout keyboardnya lebih padat hanya 1,3 mm sekaligus memberi ruang di kedua sisinya. Sehingga lebih nyaman mengetik cepat minim typo, berbahan empuk yang nyaman buat mengetik dalam durasi lama.
Urusan ketahanan, keyboard ASUS Vivobook Ultra A412DA sudah harus melewati tes uji pengetikan hingga 10 ribu kali. Dijamin keyboard tahan lama dan tidak gampang rusak. Makin spesial karena sudah ada fitur Backlit Keyboard saat mengetik dalam kondisi minim cahaya. Tersedia tiga tingkat cahaya yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Bagaimana kesalnya saat touchpad bergerak tidak beraturan atau butuh sentuhan ekstra agar bisa diarahkan hingga presisi?

Persoalan tersebut tidak ditemukan di ASUS Vivobook Ultra A412DA, dibekali Smart Gesture yang sangat presisi terhadap sentuhan hingga empat jari semacam proses zoom in/zoom out, scrolling dan aktivitas lainnya. Ukuran touchpad lebar dan mendukung mode multigesture, serta letak touchpad pas di tengah dan sejajar dengan space bar.
Di dalam Touchpad pada bagian atas terdapat Fingerprint untuk proses Log in  praktis yang terintegrasi Windows Hello. Sehingga tidak harus proses shut down yang memakan waktu lama. Cukup satu sentuhan, langsung kerja!

Meskipun ASUS Vivobook Ultra A412DA sangat portabel, bukan berarti harus mengorban konektivitas. Semuanya tergolong lengkap pada setiap sisinya, mulai dari USB Type-C, USB 3.1 Gen 1, USB 2.0, HDMI dan microSD. Serta menggunakan Wi-Fi 802.11ac dual-band super cepat hingga 867Mbps.
Kapasitas sangat dibutuhkan khususnya dalam menyimpan file dokumen pekerjaan, film, foto, hingga game. Tak jarak banyak yang harus dihapus atau bahkan dipindahkan ke Hardisk eksternal. Jelas sangat mengganggu karena butuh proses dan waktu lagi mengoneksikan ke laptop. Belum lagi kadang Hardisk eksternal gangguan yang bikin semua data berharga lenyap.

Tidak perlu khawatir karena sudah diberikan ruang penyimpan lega sebesar 1 TB berkecepatan. Kapasitas sebesar itu dinilai cukup buat menyimpan banyak dokumen, foto, film dan game data tanpa harus membeli Hardisk eksternal. Bagi yang ingin proses lebih cepat dapat dilakukan proses upgrade ke SSD M.2 SATA.

Menggunakan Windows asli pastinya jauh lebih aman dari gangguan malware menyebalkan. Pilihan Windows 10 yang mendukung segala aktivitas saya. Beragam fiturnya sangat familiar sekaligus memudahkan pekerjaan sehari-hari,  sehingga tidak perlu proses adaptasi andai menggunakan OS lainnya.
Bagi yang pakai produk ASUS, tak perlu khawatir karena ASUS sudah menjalin kerja sama langsung dengan Windows. Saat pembelian Anda sudah mendapatkan Windows 10 Home 64 bit terbaru. Jadi tak perlu khawatir harus menerima notifikasi Activate Windows yang sudah expired.

Di tahun 2019 seperti saat ini, laptop berukuran ringkas dan ringan jadi idaman semua orang, termasuk saya yang punya mobilitas tinggi. Pastinya beratnya tidak > 1,5kg, sehingga tidak memberatkan bahu saat dipikul di dalam tas. ASUS Vivobook Ultra A412DA sangat layak karena didesain menjadi sangat tipis seakan tidak perlu membawa charger karena baterainya relatif awet.

Proses Log in juga sangat cepat karena terintegrasi Windows Hello melalui Fingerprint yang ada di sebelah kanan atas Touchpad. Setiap saja ingin bekerja membuka laptop tidak perlu di shut down, tinggal buka dan menuliskan laporan kunjungan. Serta saya bisa langsung membuka slide show yang ingin saya sampaikan kepada Koperasi dan UMKM binaan.

Sangat membantu saya adalah sisi konektivitas tanpa batas. Saya kelabakan andai saja lupa membawa dongle buat presentasi di depan para anggota koperasi serta tak kesulitan saat UMKM meminta soft copy slide Power Point. Segala koneksi mulai dari USB Type-C, USB 3.1 Gen 1, USB 2.0, HDMI dan microSD tersedia.

Terakhir adalah performanya yang kencang, setelah sebelumnya pernah menggunakan AMD Ryzen sebelumnya. Kini kehadiran Ryzen generasi kedua menghadirkan performa ngebut namun punya efisiensi daya optimal di suhu optimal. Pekerjaan kreatif saya selain pendamping bisa berjalan dengan sangat baik dan smooth berkat dukungan tersebut. 
Demikian cerita panjang saya mengenai profesi saya serta aktivitas sehari-hari. Laptop jadi sesuatu yang sulit dipisahkan, khususnya dalam menunjang pekerjaan serta mengembangkan passion. Ada banyak aspirasi koperasi dan UMKM yang berhasil saya tulis serta karya blogging lainnya yang menghiasi blog saya.

Itu sebabnya ASUS Vivobook Ultra A412DA jadi sahabat baru yang tepat menunjang pekerjaan dan aksi produktif berkarya. Orang lain akan menilai dedikasi kita saat kita passion dalam melakukan sesuatu hal. Semoga saja postingan ini bermanfaat dan Have a nice days guys.
*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ASUS #ColorWithVivobook*
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Halo Penulis

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Berlangganan via Email