Tuesday, August 13, 2019

Membangun Ulang Produk dengan Teknik Rebranding

Demam rebranding sedang melanda banyak perusahaan startup hingga perusahaan plat kuning. Ibarat sebuah langkah baru yang dilakukan, rebranding ibarat mengganti cangkang. Dahulunya hanya seekor ulat kemudian mempersiapkan diri sebaik mungkin selama menjadi kepompong dan kemudian bertransformasi menjadi seekor kupu-kupu yang cantik jelita.

Rebranding kini seakan jadi cara baru memberikan penyegaran yang luar biasa di dalam tubuh sebuah perusahaan. Cara ini dipilih karena paling mudah dan kemungkinan besar berhasil mengubah stigma dan cap buruk yang ada pada perusahaan sebelumnya.


Rebranding yang sebuah perusahaan lakukan sangat beragam, mulai dari perubahan logo, slogan hingga para direksi yang dianggap bekerja terlalu lamban. Pekerjaan ini jadi salah satu alasan sebuah perusahaan melakukan perubahan besar.

Emosional yang selama ini dibangun dalam produk dan jasa yang ditawarkan membuat sebuah perusahaan bisa dekat dengan pelanggan. Salah satunya pelanggan akan mengenal dari nama brand, logo, konsep dan konsepnya. kekuatannya sangat berpengaruh pada kesuksesan sebuah merek dagang. Jangan heran pemilihan brand yang baik akan membuat sebuah usaha atau perusahaan memperoleh untung di masa depan. Sekaligus membangun identitas yang mampu menarik para konsumen, investor hingga pesaing dalam menciptakan iklan bisnis baru.

Mengapa dan kapan rebranding dilakukan?
Cara ini dianggap dapat mengubah total atau meremajakan brand yang telah ada. Salah satunya mencari profit yang dihasilkan ke depan setelah proses rebranding berlangsung. Umumnya rebranding yang matang akan menghasilkan keuntungan selanjutnya serta dianggap sebagai proses regenerasi sebuah brand. 
Alasan yang menjadi dasar beragam, mulai dari meluncurkan produk baru, mengubah nama dan visi perusahaan. Melakukan peremajaan merek hingga proses akuisisi yang berdampak pada perubahan di tubuh perusahaan.

Cara yang dilakukan beragam termasuk cara yang sangat radikal dalam perubahan yang terjadi pada logo, merek, nama, strategi pemasaran hingga tagline yang digunakan. Bahkan sering mendapatkan penolakan dari pengguna karena terlalu radikal.

Ada sejumlah alasan kuat sebuah perusahaan melakukan rebranding. Bisa saja faktor eksternal dan internal yang sedang dihadapi. Adanya siklus dan kondisi yang dinilai dalam melakukan rebranding jadi sebuah opsi. Berikut ini sejumlah alasan yang sering dilakukan sebuah perusahaan saat rebranding, cekidot:

Terlihat beda dari pesaing, Perubahan logo seakan memberikan warna baru jadi lebih kuat dan kuasa. Ada banyak perusahaan dan instansi mengalami lonjakan kemajuan setelah mengubah brandnya jauh berbeda dengan pesaingnya. Ini jadi sesuatu yang unik dan dianggap sebagai rebranding sempurna.

Saya mengambil contoh seperti salah satu klub sepak bola besar di ranah Italia. Juventus mengubah logonya jadi lebih modern. Bila sebelumnya logonya sangat identik dengan klub Italia lainnya yaitu berbentuk bulat atau lonjong.
 Image result for juventus rebrand
Perubahan ini membuatnya mereka berbeda dengan pesaingnya, serta terlihat minimalis dan kaya makna. Secara tak langsung ini akan membuat daya tarik dan keuntungan besar sebuah klub sepak bola. Alhasil kini Juventus jadi salah satu klub sepak bola yang paling baik dari bisnis dan neraca keuangannya di Italia.

Market yang sudah tua, Saat memasuki era digital, banyak perusahaan yang mencoba rebranding produk mereka agar terlihat kekinian. Setiap zaman pasti ada tren logo yang dihadirkan dan istilah ini sering disebut dengan Corporate Rebranding. Saat ini brand yang minimalis jadi pilihan utama yang dicari setiap perusahaan. Target pasar yang dimiliki memang tidaklah berubah, tetapi perubahan brand dan logo yang kekinian seakan bisa mengubah citra.

Apalagi setiap perusahaan ini menggaet pelanggan dari berbagai usia dan latar belakang. Proses rebranding yang tepat akan berdampak secara baik dengan perusahaan mengikuti zaman. Sebagai contoh adalah perubahan sukses yang dilakukan oleh perusahaan yang sudah punya usia sangat tua adalah Coca Cola. 

Ia pertama sekali didirikan oleh John Pemberton sebagai seorang ahli kimia. Ia mematenkan cola sebagai obat penghilang sakit kepala hingga akhirnya menjadi sebuah perusahaan minuman berkarbonasi paling besar di dunia.
Berdiri sejak tahun 1886 hingga kini, hak milik dari John berpindah tangan setelah dibeli oleh salah seorang bisnisman Asa Griggs Candler dengan taktik pemasaran yang baik. Hingga akhirnya menjadi minuman paling laris sepanjang masa. 

Setiap dekadenya Coca Cola rutin melakukan rebranding, tercatat sudah ada 11 kali perubahan logo. Termasuk saat memperkenalkan produk baru. Hasilnya cukup baik dan disukai oleh pelanggan setianya.
Meluncurkan produk baru, sebuah perusahaan akan melakukan rebranding saat ada produk baru muncul ke permukaan. Selain mempromosikan produk yang ditawarkan tersebut, peluncuran produk akan menaikkan nilai jual perusahaan karena bertambahnya divisi yang mereka miliki dari sebelumnya.

Pastikan logo yang akan didesain dan diperkenalkan nantinya mudah dikenali dan punya ciri khas. Alasannya karena dengan logo yang kuat akan meningkatkan popularitas perusahaan hingga 80%.

Menghilangkan citra negatif, Bila sebelumnya perusahaan punya citra buruk dan mengecewakan pada pelanggan. Rebranding jadi salah satu cara yang dilakukan direksi dalam berbenah, bukan hanya sebatas mengubah logo saja, tapi secara luas dan majemuk. Sehingga pelanggan yakin citra buruk yang sebelumnya melekat akan hilang.
Image result for british petroleum rebranding
Salah satunya adalah British Petroleum yang melakukan rebranding karena citra buruknya pada lingkungan. Tumpahnya minyak di Teluk Meksiko serta kejadian lainnya membuat citra perusahaan minyak yang berlokasi di London ini banjir kecaman. Untuk memperbaiki citranya adalah memperbaiki direksi serta sistem keamanan dalam pengangkutan minyak ke seluruh dunia. Kini mereka menggunakan logo baru yang cerah.

Setelah proses rebranding selesai, saat inilah yang dilakukan meningkatkan kualitas serta konsisten. Ada banyak pelanggan yang berharap pada pengalaman yang konsisten dalam produk. Ini akan menjamin kenyamanan yang diberikan di kemudian hari.

Misi perusahaan yang sudah berubah, sebuah perusahaan awalnya berdiri memang punya tujuan sendiri. Mereka punya target pasar yang awalnya masih sangat kecil dan spesifik. Tetapi seiring dengan pertambahan waktu dan perubahan yang terjadi pada pengguna. Layanan yang diberikan jadi jauh lebih luas dan berkembang pesat.
 Image result for gojek new logo
Proses rebranding dipilih untuk bisa mewakilkan berbagai produk yang mereka punya saat ini. Salah satunya yang paling heboh saat ini adalah perubahan radikal Startup Gojek. Awal mulanya hanya layanan ojek daring dengan pelanggan se-Jabotabek saja. Kini sudah hampir ada di  menjangkau hampir 204 dan 5 negara. Pengguna yang mengunduh aplikasi sudah mencapai angka 155 pengguna dengan pertumbuhan transaksi hingga 1.100 persen.
 Image result for gojek super app
Kini Gojek sudah menjadi Super App yang bukan hanya melayani antar jemput kendaraan saja. Kini sudah ada 22 layanan. 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu mitra merchant, dan 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara.

Mengusung logo Solv dari kata solve berarti memecahkan masalah. Sekaligus melihat peluang masalah menjadi sebuah bisnis menjanjikan. Dari dulunya layanan antar jemput kendaraan saja, menjadi Super App dengan banyak mitra.

Kondisi darurat, ada kondisi pelik yang bisa saja menimpa sebuah perusahaan. Salah satunya adalah kebangkrutan karena lilitan hutang, Perusahaan yang mati dan tidak berfungsi karena perizinan telah mati, karena itulah dengan rebranding nama, logo atau kepemilikan bisa mengurusi pelunasan hutang. Serta menyelamatkan aset perusahaan yang sebelumnya disita oleh penagih.

Proses panjang melakukan rebranding
Pada proses nyatanya, rebranding tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bukan hanya sebatas mengganti logo dan nama saja dengan mencari desainer terbaik. Kemudian lepas tangan dan melihat hasil yang dicapai. Namun harus mengetahui makna dan tujuannya pada pelanggan, investor hingga para pesaing.
 Related image
Andai saja tidak lakukan serius dan asal-asalan akan berdampak buruk. Segalanya harus dipersiapkan dengan sangat matang dan profesional. Salah satunya adalah para konsumen yang sudah terlalu nyaman dengan logo atau nama sebelumnya. Andai saja kurang promosi dan voting menurut pengguna tidak dilakukan. Jelas akan ada penolakan, karena citra produk yang baru mewakili sesuatu tak diketahui.

Kasus yang ini sempat terjadi saat Instagram melakukan rebranding pada logo lamanya. Warna sebelumnya sangat kalem dan dinilai sangat klasik jadi nilai sendiri penggunanya. Kemudian logo berubah dengan sangat drastis khususnya pada warna. Alhasil ada banyak penolakan dari pengguna yang tidak ingin melakukan update tampilan.
 Related image
Walaupun kini Instagram kini menjadi aplikasi foto terbesar di dunia, namun awal mula rebranding cukup pelik dan diragukan oleh penggunanya. Namun karena promosi serta menjelaskan produk dengan detail, logo baru diterima serta saham Instagram merangkak naik hingga saat ini.

Nah… ada sejumlah cara yang ingin kalian lakukan dalam proses rebranding yang mulus dan berdampak baik pada perusahaan atau bisnis kalian. Berikut ini ulasannya:

Melakukan evaluasi dan riset mendalam, sebelum memutuskan sesuatu harus diawali dengan evaluasi mengenai keadaan perusahaan. Biaya yang dilakukan jelas sangat besar karena melibatkan evaluasi dan riset perusahaan. Dalam hal ini proses tersebut masuk ke dalam dana Research and Development perusahaan.
Tim divisi yang dibentuk nantinya akan melakukan proses evaluasi dari logo atau nama yang digunakan kini. Apakah masih layak dipertahankan atau dilakukan perubahan minor atau radikal. Andai sudah diputuskan melakukan rebranding, saat itulah riset terhadap logo dan nama baru diputuskan.
Waktu yang dibutuhkan jelas sangat lama karena harus menyesuaikan dengan makna perusahaan dan target pelanggan. Cakupan proses riset akan meliputi seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan, pendapat pelanggan terhadap bisnis, persepsi brand, sampai pandangan internal karyawan terhadap bisnis di mata kompetitor. Ternyata banyak juga ya!!!

Melakukan rapat pemegang saham, ada banyak pihak yang terlibat dalam sebuah kebijakan besar yang datang khususnya dalam menentukan arah sebuah perusahaan. Saat rapat direksi berlangsung, ada banyak pertanyaan yang mengemuka seperti melihat tren pasar atas branding terbaru hingga identitas yang ada pada brand yang menunjukkan identitas perusahaan.
 Image result for company meeting
Jangan lupa libatkan pula para pemangku jabatan untuk mendapatkan respons dan umpan balik yang mereka berikan. Kemudian selanjutnya adalah divisi khusus yang membahas model bisnis, desain, hingga teknik pemasaran selanjutnya.  Termasuk pendapat para pelanggan yang sudah berperan besar dalam saham perusahaan melalui voting atau jajak pendapat terhadap branding yang dilakukan.

Setelah itu selesai, akan dilanjutkan dengan banyak hal teknis lainnya seperti waktu pelaksanaan, pembiayaan, hasil riset, evaluasi hingga hasil akhir yang nantinya dicapai. Setelah itu semua disetujui, proses rebranding tinggal menunggu waktu saja.

Menyusun daftar rencana eksekusi, saat sudah memasuki tahap ini, itu artinya harus sudah ada proses penyusunan rencana dalam mencapai target. Logo atau nama produk sudah masuk ke dalam kantong dan disetujui. Tinggal bagaimana mekanisme pergantian logo yang meliputi aset perusahaan, logo pada merek hingga sosial media. Artinya mereka harus mempersiapkan perubahan besar tersebut sehingga setelahnya, logo atau merek lama ditarik semuanya.

Proses dokumentasi rebranding, tahapan ini diharapkan jangan sampai terlewatkan begitu saja. Sebagai bentuk dan bukti perusahaan pernah melakukan rebranding, dokumentasi perlu jadi bukti sejarah. Selain itu kisah sukses rebranding dan tahapan yang pernah dilakukan bisa diterapkan kembali di masa depan. Ada banyak perusahaan besar yang menyimpan nama brand atau logo sebelumnya, ibarat timeline serta sejarah panjang perusahaan hingga kini.
 Image result for rebranding documentation
Sosialisasi dan kenalkan pada dunia, setelah proses sosialisasi selesai, kini saatnya memperkenalkan logo baru pada khalayak ramai. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko membingungkan pada pelanggan dalam perubahan tersebut. Tugas utama ini diemban oleh divisi khusus yaitu Public Relation (PR) sebagai pihak yang bertanggung jawab yang ada di perusahaan.

Ada beberapa cara yang dilakukan, seperti proses kampanye internal (Internal PR Campaigns) khususnya pada karyawan, mitra kerja, dan investor. Kemudian kampanye eksternal (External PR Campaigns) yang melibatkan pelanggan. Cara promosinya berbeda-beda, bisa melalui iklan, sosial media hingga gebrakan video singkat mengenai makna baru yang digunakan.
 Related image
Kini tinggal respons pengguna atas perubahan tersebut dan pengalaman yang ia rasakan. Alasannya karena dengan mengubah rebranding mencakup semuanya jadi lebih baik, sehingga profit perusahaan meningkat dari sebelumnya.

Sosial media, cara efektif mempromosikan produk rebranding
Saat ini sosial media jadi media empuk dalam mempromosikan produk terbaru. Kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi layanan digital di sosial media jadi sarana yang tepat mempromosikan brand baru. Selain lebih murah serta efektif, sosial media anggap punya nilai jual lebih masif. Berikut ini enam cara yang efektif:

Memberikan clue atau bocoran pada pelanggan
Strategi ini banyak diterapkan PR sebuah perusahaan dalam menarik para pelanggan atas rebranding yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan menayangkan video pendek, tanggal peluncuran hingga berbagai strategi lainnya. Langkah ini sangat menarik sekaligus membuat rasa penasaran yang besar. Sekaligus masukan yang datang. Dari komentar, respons hingga sikap yang ditunjukkan dapat menggambarkan pikiran pengguna atas rebranding.

Melakukan perubahan profil media sosial
Perusahaan kini berbondong-bondong membuat sosial media agar bisa dekat dengan penggunanya. Ada sejumlah sosial media yang menjadi kunci perusahaan. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube jadi saran yang wajib dimiliki.
Image result for gojek rebranding social media 
Saat proses rebranding berlangsung, ada sejumlah hal yang dilakukan oleh divisi promosi. Mereka mengubah semua latar logo yang sebelumnya mereka gunakan, semuanya dilakukan menyeluruh. Bahkan akunnya akan menghapus semua postingan sebelumnya yang melekat dengan brand lama.

Dalam sekejap brand berubah dan mengejutkan pengguna, biasa kejutan dilakukan dini hari waktu daerah perusahaan tersebut bernaung. Karena saat pengguna datang ke situs sosial medianya. Akan ada perubahan besar yang terjadi.

Sesuaikan tautan sosial media
Setelah rebranding selesai, saatnya perusahaan mengenalkan produk dan identitasnya. Maka dari itu, harus disesuaikan dengan tautan lama pada tautan baru di sosial media. Pekerjaan yang sepele tapi berdampak besar. Karena ada banyak trafik yang harus dialihkan supaya tidak terjadi penurunan trafik serta membuat proses branding semakin optimal.

Memberikan informasi rebranding produk
Informasi ini sangat berharga, apalagi layanan baru yang hadir. Mulai dari cara penggunaan, cara pendaftaran hingga mekanisme lainnya. Identitas baru berarti memberikan pengalaman berharga buat pengguna.

Beriklan untuk rebranding produk
Saat ini ada banyak layanan iklan Adsense yang bisa dimanfaatkan perusahaan. Ia masuk pada dana promosi (bakar duit). Proses pengiklanan bisa melalui Youtube, Facebook, dan Instagram. Sehingga lama-kelamaan pengguna akan tertarik. Selain itu mereka akan antusias terhadap perubahan yang terjadi termasuk membeli produk Anda.

Memberikan giveaway atau potongan harga menarik
Siapa yang tidak tergila-gila dengan diskon, harga yang ditawarkan pada pelanggan akan memicu daya tarik yang besar. Barang yang di giveaway atau diskon tidak seberapa dibandingkan keuntungan animo pengguna sosial media. Jadi strategi ini sangat baik dalam proses rebranding, karena termasuk dalam promosi pasca rebranding. 

Itulah sejumlah cara promosi yang bisa dilakukan di sosial media, proses rebranding memang tidak mudah. Tapi efek lanjutan akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda. Sebagai contoh adalah rebranding yang dilakukan oleh Tiket dot com yang dulunya hanya menggambarkan sebuah layanan menjual tiket transportasi dan perjalanan saja.

Ia mirip dengan pesaing barunya yang melesat jauh, Saat itulah tiket dot com memutar otak dengan melakukan rebranding serta promosi besar di sosial media dan TV. Di mulai saat mereka mengubah logonya di tahun 2017, seakan ada terkandung kesan sederhana, terutama perpaduan warna biru, kuning, dan putih pada logo saat ini.
Sejak itu, pertumbuhan neraca keuangan mereka meningkat tajam hingga 3 kali lipat. Meskipun tergolong radikal, tapi mereka melakukan gencar melakukan promosi. Tujuannya agar masyarakat tahu, termasuk fitur yang lebih kaya serta pengalaman pengguna jadi nomor satu. Peran sosial media buat tiket dot com tetap jaya di tengah gempuran layanan startup transportasi yang semakin ramai dan beragam.

Itulah sejumlah cara melakukan rebranding, proses persiapan hingga promosi. Semuanya dilakukan dengan persiapan matang dan timing yang tepat. Hasilnya bisa kita lihat sebagai konsumen, tinggal bagaimana cara menikmati perubahan tersebut.

Semoga postingan ini bermanfaat dan akhir kata: have a nice day…

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer