Saturday, September 7, 2019

Membayangkan Wujud Ibu Kota Baru Indonesia

Selamat datang di ibu kota baru Indonesia, semua sistem terintegrasi dengan teknologi 
dan selamat menikmati para pengunjung

Suara chatbot terdengar dari pengeras suara, menandakan pendatang telah tiba di ibu kota baru. Kini kita sudah melewati gerbang ibu kota baru, destinasi baru masyarakat Indonesia di masa depan. Seakan konsep kota hanya bisa dilihat di luar negeri, kini telah ada di Indonesia dalam wujud ibu kota.

Itulah gambaran liar imajinasi dari masa depan tergambar dari wajar republik ini. Kini perpindahannya tinggal menunggu waktu ke Pulau Kalimantan dan akan segera dieksekusi tahun depan. Segala strategi sedang dimatangkan, khususnya infrastruktur penunjang di sana.

Semua itu jadi opsi karena ibu kota saat ini telah mencapai titik jenuh. Bukan saja sebatas pusat pemerintah tapi pusat bisnis dan bahkan pusat perkumpulan jutaan manusia ada di sana. Kondisi yang tidak lagi kondusif untuk pusat pemerintahan, permasalahan klasik dari bencana alam, bencana sosial, dan gejolak politik tidak pernah habisnya.

Pemerintah akhirnya mengambil jalan tengah dengan memindahkan ibu kota dan menyembuhkan penyakit kronis di Jakarta. Membangun ulang kembali peradaban dan menatanya dengan sebaik mungkin. Studi kelayakan yang telah dilakukan jauh-jauh hari akhirnya memilih dua wilayah sangat ideal sebagai ibu kota baru.

Mulai dari studi bencana, sosial, hingga faktor tanah yang dimiliki oleh negara untuk menekan biaya. Lokasinya berada di daerah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kecamatan Samboja) tepat berada di tengah Indonesia. Akan sama jauhnya setiap daerah di Indonesia untuk menjangkau ibu kota dari ujung barat atau timur negeri. 
Meskipun jauh dari laut, bukan berarti mengurangi nilai negara kita sebagai negara maritim. Kedua daerah tersebut punya akses laut dan sungai sangat memadai dari kota penyangga Balikpapan dan Samarinda. Sekaligus memperkenalkan Indonesia dengan Jakarta sebagai pusat bisnis dengan unsur maritim dan ibu kota baru sebagai pusat pemerintahan dengan unsur hutan sebagai daya tarik di dalamnya.

Keduanya akan punya keunikan tersendiri, bila Jakarta begitu identik dengan tempat perbelanjaan dan nongkrong. Harapan ibu kota baru nantinya akan memiliki wisata hiburan khas cagar alam dari konservasi berbagai hewan endemik yang dilindungi. Sehingga masyarakat ibu kota bisa menghargai alam sekaligus menjaga tetap hutan di Kalimantan tetap asri.

Sebagai negara yang punya iklim tropis, Ibu kota baru harus punya banyak Ruang Terbuka Hijau di setiap sudut kota dan kedua daerah yang dipilih memenuhi kriteria tersebut. Artinya tidak perlu lagi menanam hutan karena sudah ada, tinggal menatanya menjadikan taman kota dan ruang terbuka hijau. Ada banyak pasokan udara segar yang dihirup masyarakat ibu kota. Sesuatu yang sangat sulit didapatkan saat ini.

Pemilihan dua kabupaten yang berada di dalam daerah Kalimant Timur tersebut menjadi alasan. Mulai dari dekatnya dengan kota satelit dalam hal Balikpapan dan Samarinda serta berbagai akses seperti bandara, pelabuhan, jalan tol hingga sport center. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak uang untuk pembangunan lagi karena sudah memiliki berbagai infrastruktur dasar. 
Kalimantan terkenal dengan hutan hujan tropis dan areal yang belum terjamah oleh manusia. Belum lagi dengan aneka satwa yang hidup di dalamnya. Lokasi yang ideal dalam membangun ibu kota baru tanpa mengganggu habitat yang hidup di sana. Misalnya tidak termasuk dalam areal hutan lindung serta berbagai lokasi tinggal hewan endemik. Konsep yang pemerintah janjikan adalah konsep forest city yang berbasis lingkungan.

Pembangunan ibu kota membutuhkan waktu lama, serta memindahkan banyak penduduknya. Ada empat dana yang dibebankan dalam pembangunan, tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah seorang diri. Dananya berasal dari APBN untuk pembangun infrastruktur negara, BUMN dalam pembangunan akses seperti bandara, pelabuhan atau tol.

KPBU khususnya dalam pembangunan berbagai sarana seperti pendidikan, kesehatan, lembaga permasyarakatan, hingga sarana dan prasarana lainnya. Serta pihak swasta dalam pembangunan rumah, perguruan tinggi, sarana kesehatan hingga pusat hiburan serta mall.

Pemerintah menargetkan skema pembangunan menjadi empat tahapan periode pembangunan meliputi:

Tahun 2021 – 2024 (Kawasan inti 2,000 Ha), eksekutif dan yudikatif, legislatif, dan kompleks istana negara. Tahun 2025 – 2029 (Kawasan 40.000 Ha), Kawasan pengembangan properti yang meliputi: perumahan PNS, Polri, fasilitas pendidikan, kesehatan hingga universitas, sains dan teknis, fasilitas olahraga, pusat riset dan pangkalan militer.

Tahun 2030 -2045 (200.000 Ha), perluasan tahap pertama meliputi taman nasional, konservasi orang utan, hingga kawasan tinggal non-PNS. Serta Tahun 2046 – seterusnya (> 200.000Ha), pengembangan provinsi sekitarnya dalam hal ini mulai dari Tenggarong, Balikpapan, dan Samarinda karena lokasinya berdekata dengan ibu kota baru. 

Saat proses pembangunan ibu kota haru memiliki sebuah kawasan terpadu yang memiliki standar kehidupan. Mulai dari transportasi, kesehatan, hingga pendidikan, semua saling berkaitan satu sama lain. Ada sejumlah syarat yang harus dimiliki, berikut ulasannya:

Transportasi publik terpadu, Nantinya urusan mobilitas dengan mudah sehingga kemacetan berkurang. Masyarakat pun akan terbisa naik transportasi umum yang terhubung dengan mudah. Ada banyak stasiun pemberhentian yang bisa diakses. Hal terpenting adalah punya transportasi masal yang terkoneksi pada setiap tempat. Artinya tidak menyulitkan pengguna dalam berpindah moda kendaraan hingga tujuannya.
Related image 
Proses menunggunya juga tidak lama setiap kedatangan moda, transportasi umum seperti bus service, monorail, dan MRT layak ada. Apalagi proses membuat jalurnya tidak sesulit di Jakarta. Tidak perlu proses ganti rugi, tinggal eksekusi karena lahan sudah tersedia.

Manajemen integrasi permukiman urban terpadu, Kota baru punya kompleks pemerintah khusus dan para pekerja tinggal di pinggiran kota.  Akan ada permukiman urban yang berdiri seiring dengan berkembangnya kota. Harus diperhatikan integrasi dari perumahan dan perkantoran. Jaraknya tidak terlalu jauh dalam menjangkaunya, tidak lagi memburu waktu di pagi buta hanya untuk bisa sampai ke kantor.

Kawasan Siap Bangun, Tersedianya lahan yang luas supaya tak ada lagi sengketa tanah atau permainan mafia tanah yang mengganggu. Selain itu kawasan tersebut berada di bawah kendali pemerintah. Otomatis bisa menekan biaya. Pemerintah hanya memikirkan urusan membangun saja bukan melakukan ganti rugi dan lobi para pemilik tanah.

Areal siap bangun tadi punya ukuran tanah yang landau sehingga sangat memudahkan proses. Ada berbagai komponen yang harus dibangun di dalamnya. Salah satunya adalah perumahan layak huni dan dilengkapi berbagai fasilitas mulai dari tempat ibadah, kesehatan, pendidikan hingga sport center.

Komunitas rumahan terpadu, Nantinya di ibu kota baru akan ada kelompok masyarakat produktif yang menghasilkan berbagai produksi rumah tangga. Di kota baru akan ada banyak penduduk baru yang tinggal di sana. Mereka punya beragam keahlian yang bisa dibagikan di sana, melalui sebuah wadah komunitas berbasis rumahan.

Misalnya saja salah satu anggota keluarga ikut suami atau istri ke sana, otomatis ada banyak yang harus dikorban. Salah satunya rezeki yang sudah mapan di ibu kota sebelumnya. Adanya komunitas rumahan terpadu kan mengumpulkan berbagai kreativitas rumah menjadi industri kerajinan dengan pasar menarik.

Desain pengembangan kota terpadu, Di ibu kota baru akan banyak gedung pemerintahan yang tidak menggunakan pencahayaan dengan konsep eco-building. Konsep terus harus diterapkan karena akan banyak konsumsi listrik yang digunakan dengan bertambahnya penduduk yang tinggal di sana.
 Image result for konsep ibukota baru
Bentuk tata kota disusun dengan sangat rapi, termasuk dalam sistem kelistrikan, air, gas, internet sudah tertanam di dalam tanah. Tidak ditemukan lagi tiang-tiang listrik yang mengganggu pemandangan. Ini menggambarkan kota modern yang tertata rapi.

Beda halnya kota yang berkembang sesuai dengan zaman dengan kota dikembangkan sejak awal. Ibu kota baru jelas dikembangkan sejak awal sehingga menjadi ibu kota yang tertata rapi.

Konsep ramah lingkungan, Satu terobosan yang harus ada yaitu penggunaan energi terbarukan. Salah satu potensi yang paling besar dari Kaltim adalah sumber daya air yang berlimpah, energi tersebut bisa menghadirkan PLTA berdaya Megawatt. Bisa disalurkan ke ibu kota baru, tidak harus lagi mengandalkan bahan bakar dari batu bara.

Kemudian Ibu kota baru harus punya berbagai pengisian daya yang bersifat ramah lingkungan, saat ini sudah sangat populer penggunaan kendaraan listrik. Tidak memerlukan lagi bahan bakar fosil yang masih sangat populer kini.
 
Salah satunya adalah kendaraan populer Tesla yang menggebrak dunia dengan mobil listriknya. Kini mereka sedang berinvestasi dalam pembangunan pabrik baterai lithium-ion yang berada di Morowali Industrial Park yang berlokasi di Sulawesi Tengah.
 Baca juga: Gebrakan Mobil Listrik di Dunia Otomotif

Nantinya dari pemerintah mau beralih ke kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Ini akan mendorong masyarakat melakukan hal serupa. Penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan serta menekan penggunaan bahan bakar fosil. Ibu kota baru jadi pionir dalam revolusi besar tersebut, termasuk dalam membangun power station di setiap lingkungan perkantoran dan tempat umum.

Pengolahan limbah terpadu, Kota yang punya masyarakat yang begitu besar pasti akan menghasilkan sampah yang besar juga. Apalagi di ibu kota baru merupakan kawasan hutan, rawa, dan selat yang bisa saja tercemar oleh sampah. Bila tidak ada tindakan tegas, semuanya akan tercemar oleh sampah plastik atau buang limbah perkantoran dan rumah tangga. Kerusakan alam hanya menunggu waktu saja.
 Related image
Inilah masalah utama yang membuat Jakarta selaku ibu kota terdahulu rentan banjir dan pencemaran air sungai. Apakah itu dari pihak pemerintah dan swasta dalam mengelola sampah. Dibutuhkan proses pengolahan limbah dengan manajemen sangat baik, mulai dari proses pengambilan, pengolahan dan bahkan mengubahnya jadi energi yang bermanfaat kembali.

Kita wajib mencontoh proses pengolahan sampah dan limbah dari negara maju, misalnya diolah jadi bahan bakar kendaraan pengangkut sampah, dijadikan energi listrik dan berbagai pengolahan lainnya. Artinya hutan, sungai, dan laut tak tercemar oleh limbah, justru jadi energi alternatif buat ibu kota baru.

Pembangunan sosial budaya Indonesia, meskipun nantinya lebih modern bukan berarti menanggalkan kesan daerah. Indonesia punya beragam budaya yang harus dijaga di dalam masyarakat. Ibu kota jadi representasi masyarakat majemuk dari berbagai suku, agama, dan bahasa. Satu padu dalam wujud ibu kota tanpa ada sekat di dalamnya.
 Related image
Akan ada banyak pusat budaya, museum hingga pagelaran seni yang menampilkan raga budaya khas Indonesia. Pengunjung bisa melihat-lihat sejarah akan budaya bangsa Indonesia yang begitu beragam dari gedung tersebut.

Keamanan dan kenyamanan ruang publik, Ini semua masalah yang terjadi di ibu kota sebelumnya adalah keamanan masyarakatnya tidak terjaga seluruhnya. Di beberapa lokasi rawan tindakan kriminal, tak hanya itu saja kenyamanan pun sedikit kurang khususnya pada wanita dan disabilitas. 
Punya ibu kota baru sudah pasti ramah oleh semua orang tanpa terkecuali, itu didukung dengan berbagai sarana yang dimiliki. Salah satunya keberadaan CCTV di seluruh penjuru kota, tujuannya memantau dan mampu mengetahui aksi kriminal yang terjadi. Penerapan seperti itu sangat layak khususnya keamanan di tempat publik.

Konsep cerdas dan modern, Hanya ada SDM terbaik yang bekerja di kota baru sehingga tidak ada lagi yang nekat ke Ibu kota dengan kemampuan yang pas-pasan. Ini yang menjadi alasan urbanisasi terlalu tinggi di Jakarta. Ibarat sebuah tumbukan gula yang jadi rebutan begitu banyak semut.

Tapi ada sejumlah syarat khususnya SDM terbaik dan teruji yang berada di kota. Bukan berarti tertutup oleh orang yang modal pas-pasan secara SDM. Tapi menghindari kasus sebelumnya berakibat pada ledakan penduduk yang tak terkendali.

Adanya pusat teknologi berbasis pemerintah, Ibu kota baru bukan hanya sebatas para pekerja yang berada di bawah pemerintah saja yang tinggal di sana. Tapi beragam masyarakat yang punya kemampuan mumpuni. Salah satunya adalah pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

Ibu kota bukan sebatas government city saja tapi smart city di dalamnya yang terhubung dengan IoT. Semuanya akan berjalan dengan sangat optimal dengan dukungan perangkat teknologi dan internet ngebut. Apalagi saat ini sedang berkembang teknologi 5G dalam akses kontrol. Akan banyak penerapannya, dari mengontrol lalu lintas, transportasi massal hingga pengaplikasian digital di setiap instansi pemerintah. 
Akan banyak pihak profesional dan pemerintah dalam mewujudkan ini semua, artinya lembaga pemerintah yang dulunya lamban dan gaptek. Mampu bersaing bak perusahaan startup ternama dalam pengaplikasian sistem. Sehingga para ASN dan masyarakat akan fleksibel dari segala urusan mengenai lembaga pemerintah.

Pusat pendidikan dan pengetahuan, saat ini sejumlah kota di Pulau Jawa terkenal dengan berbagai pusat riset pengetahuan dan Pendidikan. Sedangkan di pulau lain di Indonesia sangat tidak menonjol, berdirinya ibu kota di Kalimantan akan memudahkan berbagai daerah yang berada di dekat ibu kota dalam menempuh pendidikan.
 Related image
Akses pendidikan yang sangat minim dan bahkan akan putus sekolah masih sangat tinggi. Adanya kota baru akan berdiri sekolah dan universitas berstandar internasional di sana. Tak perlu lagi merantau jauh ke sana, cukup di Kalimantan saja. Aksesnya lebih dekat buat masyarakat Kalimantan dan Sulawesi.

Juga tersedia berbagai tempat belajar yang sangat baik, seperti perpustakaan, tenaga pengajar terbaik yang datang ke sana hingga berbagai SDM terbaik datang ke sana. Pemerataan pendidikan jadi lebih terasa.

Akses kesehatan terpadu yang terjamin, sebuah kota baru harus tersedia berbagai pusat kesehatan yang menjangkau semua kalangan. Ada banyak manusia yang dipindahkan ke sana, otomatis jumlah orang yang membutuhkan layanan kesehatan akan bertambah.
Rumah sakit, klinik atau puskesmas banyak berdiri di sana, semuanya di desain sesuai dengan jumlah penduduk. Standarnya harus sama baik dengan ibu kota sebelumnya. Bahkan layanan ini akan memudahkan masyarakat asli di daerah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dalam berobat.

Kota pedoman dalam desain ibu kota baru
Ada banyak kota di dunia yang punya desain sangat baik. Saya pun mengambil contoh beberapa kota modern dengan tata kelola yang sangat baik sehingga nyaman dalam menjalankan roda pemerintahannya. Ibu kota tersebut bisa menjadi pertimbangan buat pemerintah dalam proses desain dan bahkan penerapannya kelak. 
Mulai dari tetangga kita Malaysia yang memindahkan ibu kotanya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Sebuah proyek menurut saya dipertimbangkan dengan matang berkonsep Garden City. Putrajaya punya luas 4931 Hektar hanya berjarak 25 Km dari Kuala Lumpur dan hanya 20 Km dari bandara.

Putrajaya didesain konsep dengan kota masa depan yang terintegrasi dalam berbagai fasilitas penunjang. Terntegrasi dari perumahan, sekolah, pusat perbelanjaan, masjid, area parkir yang terkoneksi dengan bus service dalam maupun luar kota. Serta transportasi pilihan dari jalan raya, Monorail, MRT hingga waterway supaya membuat mobilitas dari dan ke ibu kota jadi sangat mudah.

Tak hanya itu saja, ada banyak proporsi lahan yang dijadikan ruang terbuka hijau hingga 39,15%. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah berinteraksi dan membuat tata kota terasa sangat rapi dan modern, sekaligus jadi lokasi wisata buat wisatawan yang datang.

Kemudian ada Canberra selaku ibu kota Australia yang dikonsep dengan sangat rapi dan teratur. Bahkan Canberra didapuk sebagai ibu kota paling nyaman di dunia. Bermula dulunya adalah rumah bagi Suku Aborigin. Hingga akhirnya pada 12 Maret 1913 proyek besar itu dimulai dengan mengusung konsep the Australian Capital Territory (ACT). 

Desain menarik karya Walter Burley Griffin terpilih mengalahkan 129 karya lainnya dalam desain ibu kota. Ia memadukan konsep elok khas kota taman dengan banyak padang rumput. Walaupun sudah berdiri lebih seabad, Canberra menyesuaikan dan memadukan kesan klasik dengan konsep Smart City. Hampir setiap sudut kota sudah terintegrasi dengan teknologi dan penggunaan energi serta pengolahan limbah memanfaatkan energi terbarukan.

Terakhir adalah ibu kota Brazil yaitu Brasilia, pemindahan saat itu terjadi di tahun 21 April 1960. Konsepnya adalah dengan memindahkan ibu kota yang saat itu berada di Rio de Jainero. Kepadatan penduduk serta masalah kesenjangan sosial seakan membuat Rio tidak layak lagi menjadi ibu kota Brazil. Hingga akhirnya dipilihlah kota yang dulunya punya kesan laut ke kota dengan konsep hutan.

Namanya Brasilia, ibu kota yang berada di tengah Hutan Amazon. Pemindahan tersebut berdampak pada pemerataan ekonomi serta punya tata kota yang lebih baik. Memang butuh proses dan biaya besar, apalagi membangun sebuah konsep kota modern di tengah hutan. Alhasil terjadi pemerataan ekonomi Brazil tidak hanya kota-kota yang ada di pinggir pantai. 
Di Indonesia juga ada kota yang berada di tengah hutan yaitu Kota Kuala Kencana yang berada di distrik Mimika, Papua. Lokasinya berada di pedalaman hutan Papua yang terkenal dengan hutan hujan tropis dan lembah curam. Kota yang dibangun oleh perusahaan tambang Freeport tersebut seakan punya daya tarik karena berada di tengah hutan.
Image result for kota kuala kencana
Tapi menerapkan konsep Forest City, sesuatu yang masih baru di Indonesia. Meskipun hanya bisa dinikmati oleh karyawan dan keluarga dari pekerja di sana. Kota Kuala Kencana seakan dibangun dengan konsep yang sangat baik, dari tata kota, pengelolaan energi, limbah hingga sistem keamanan. Meskipun hanya kota kecil yang hanya diakses kalangan tertentu, ini bisa jadi pertimbangan pemerintah dalam meniru konsep kota baru dari Kota Kuala Kencana.

Semua pihak harus bersabar dan menunggu, kini baru tahap penentuan lokasi kota. Tinggal menunggu di mana tepatnya ibu kota baru berdiri. Apakah di Kecamatan Samboja atau di Penajam Paser Utara. Ada sejuta harapan masyarakat Indonesia di dalamnya.

Ibu kota baru jadi representasi sekaligus menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang besar, kaya akan hasil alam. Kini melalui ibu kota baru masyarakat hidup di dekat alam dan hasil berlimpah di dalamnya. Semoga segenap harapan yang terpatri di atas bisa wujud di ibu kota baru kelak.

Semoga tulisan ini mencerahkan dan Have a Nice Days…

Share:

1 comment:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer