Friday, January 24, 2020

Cita Rasa Unik serta Sentuhan Modern KOPI Blockchain

Selama ini kopi identik dengan minuman semua kalangan, ia diseruput sebagai minuman hitam penuh dengan semangat. Kedai kopi seakan tak pernah ada habisnya, pelanggan silih berganti datang hanya untuk segelas kopi. Apakah itu sebagai pelepas lelah setelah bekerja, penghilang dahaga hingga sebagai minuman penyambung lidah dalam berbicara.

Alasan itulah yang menjadikan kopi sebagai komoditi unggulan, berbagai petani kopi tak perlu ragu dalam berkebun kopi. Mereka meyakini kopi yang tumbuh dari daratan tinggi tetap disukai penikmat kopi. Setiap biji kopi yang dipetik adalah yang terbaik dari lokasi terbaik untuk pelanggan.

The Bencoolen Coffee, kopi pilihan yang datang dari berbagai wilayah pilihan di Provinsi Bengkulu. Total ada sepuluh lokasi kopi terbaik yang ada di daratan tinggi Bengkulu. Daerah pilihan tersebut datang dari Kabupaten Seluma, Kaur, Rejang Lebong, dan Kepahiang, Terkumpul dari para petani kopi yang siap hasil kopi mereka diolah jadi komoditi unggulan, bersaing hingga pasar internasional.
Indonesia pun terkenal dengan sentra penghasil kopi terbesar di dunia, ada segudang jenis kopi yang menjadi cita rasa pecinta kopi dunia. Varietas unggulan kopi datang dari jenis Robusta, cita rasanya pahit yang khas dengan tingkat keasaman dan kekentalan sedang hingga kuat.

Cita rasa tersebutlah yang coba diangkat pada varietas Robusta pada Kopi Bencoolen. Pertama sekali dikembangkan oleh Cyberindo Persada Nusantara (CPN). Bersaing dengan sejumlah kopi robusta dari daerah lain yang ada di Indonesia dan mendorong ekspor kopi ke mancanegara.

Menggandeng salah satu mitra kerja dan sekaligus membuat MoU yaitu Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK). Membuat bisnis kopi tak hanya sebagai komoditi unggulan tapi juga menerapkan teknologi di dalamnya. Alhasil di tahun 2019 berbuah manis dengan penghargaan AVPA France serta mendirikan konsep digitalisasi dan penerapan Blockchain pada komoditas kopi.
Konsep penerapan Blockchain seakan memberikan transparansi pada proses distribusi kopi dari sejumlah daerah. Melalui sistem yang bermula dari hulu sampai dengan hilir dalam proses pelacakan akan tingkatan efisiensi dan kualitas kopi.

Mengenal Sejarah Panjang Konsep Blockchain
Masih banyak yang bertanya-tanya apa itu Blockchain dan bagaimana penerapannya karena dinilai bisa mengubah dunia. Blockchain memberikan konsep desentralisasi dan transparansi, jauh lebih unggul dibandingkan dengan konsep sentralisasi yang telah lama kita kenal.
Bagi masyarakat awam Blockchain hanya identik dengan Bitcoin saja, nyatanya ada banyak bidang yang menggunakan Blockchain. Tak hanya sebatas mata uang kripto tapi sampai penerapan konsep yang sangat luas, khususnya menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.

Mungkin Satoshi Nakamoto selaku penemu Bitcoin yang pertama sekali memperkenalkan konsep Blockchain. Nyatanya jauh sebelumnya, semua berawal dari penemuan komputer Enigma yang penuh enkripsi oleh Alan Turing pada perang dunia II. Sekaligus mampu mengakhiri perang lebih cepat.

Perkembangan Blockchain berkembang pesat setelah Stuart Haber dan Scott Stornetta menemukan konsep kriptografi yang bisa digunakan sebagai mata uang masa depan. Makin sempurna setelah konsep Merkle Tree (Pohon Merkle) jadi dasar sebuah jaringan blok pada komputer. Berlanjut dengan David Mazieres dan Dannish Shasha mencoba Blockchain pada sistem keuangan.

Hingga akhirnya Satoshi Nakamoto menggebrak dunia dengan kelahiran mata uang kripto pertama di dunia Bitcoin di tahun 2009. Menghadirkan konsep sistem menyimpan dan data transaksi mata uang yang bersifat independen tanpa campur tangan pihak ketiga.

Sudah hampir 11 tahun berlalu setelah gebrakan awal dari Bitcoin, kini Blockchain semakin berkembang dengan sangat pesat. Bukan hanya sebatas mata uang kripto saja, sampai kini sudah diterapkan pada berbagai bidang karena manfaat besar yang didapatkan.
Sebagai gambaran dasar, konsep Blockchain punya sistem pencatatan otomatis dengan menggunakan buku besar (Ledge Book) khusus yang berada pada sistemnya. Konsepnya sangat transparan, dinilai jujur, dan menguntungkan semua pihak. Ada banyak bidang yang mampu menjangkau Blockchain mulai dari pengarsipan data, penerapan teknologi, sistem keuangan hingga bahkan dunia pertanian dan perkebunan.

Petani Indonesia Siap Menerapkan Revolusi Industri 4.0
Indonesia sejak dulu terkenal akan produksi kopi yang mendunia, menurut BPS di tahun 2019 ada sebanyak 1,3 juta hektar kebun kopi yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlahnya terus bertambah karena permintaan kopi yang terus meningkat untuk pasar global.

Salah satu provinsi di Indonesia yang punya perkebunan kopi cukup luas ada di Provinsi Bengkulu. Jumlah tersebar di sejumlah lokasi yang berada di ketinggian 400-800 m dari permukaan air laut. Lokasi terbaik dalam menghasilkan kopi pilihan sekaligus menggarap hutan negara jadi wilayah sentra produksi untuk perekonomian masyarakat.
Tak tertutup kemungkinan bahwa di masa depan pekerjaan petani bukan lagi pekerjaan rendahan, tapi bertransformasi menjadi sebuah pekerja menggiurkan untuk semua kalangan. Kita akan familiar melihat para petani berdasi dan berbaju rapi dalam menjual komoditas unggulannya.

Sebagai informasi, total ada sebanyak 69 ribu hektar lahan perkebunan kopi robusta yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota yang ada di Bengkulu. Selain lahan perkebunan, dikembangkan juga konsep agrowisata dengan menampilkan lanskap perkebunan kopi. Artinya mampu menarik wisata seperti minum kopi langsung dari perkebunannya.

Baiklah, kita kembali ke topik pembahasan. Selama ini bidang pertanian dan perkebunan identik dengan alat produksi sederhana, termasuk kopi. Di era industri 4.0, perkebunan mencoba berbenah menerapkan proses produksi yang bersaing dan bahkan modern. Salah satunya dengan menerapkan konsep pertanian menggunakan alat pertanian berbasis Internet of Things (IoT).
Petani tidak harus lagi turun ke kebun atau bahkan mengontrolnya setiap hari, alat-alat pertanian dan bahkan drone bisa mengontrolnya melalui konsep IoT. Sehingga petani jadi lebih fleksibel waktu dan bahkan melakukan pekerjaan lainnya.

Terakhir dan cukup revolusioner adalah dengan menerapkan Blockchain pada petani, memang bisa? Jelas sangat bisa, sekaligus mengajarkan petani melek teknologi khusus dalam menjaga produk yang mereka miliki tetap pada kualitas terbaik.

Blockchain jadi solusi cerdas dalam mengembangkan komoditas kopi. Penerapan Blockchain punya manfaat besar seperti mengetahui secara pasti akan produksi kopi yang dihasilkan di tiap daerah. Itu karena sudah terkomputasi secara langsung pada jaringan desentralisasi melibatkan para petani.

Adanya penerapan Blockchain seakan mampu mengetahui informasi secara jelas mengenai detail jumlah kopi secara real tanpa harus menerka atau mengira-ngira. Karena semua data umum seperti identitas petani, luas kebun, aktivitas proses pengolahan kopi hingga distribusi tercatat secara transparan.
Tak berhenti di situ saja, konsep ini akan menghindari terjadinya waiting list terhadap proses pemesanan kopi. Dalam hal ini adalah kopi unggulan The Bencoolen Coffee yang diminta oleh pasar bisa disesuaikan dengan permintaan kopi.

Kenal Dekat dengan Kopi Blockchain
Kopi sudah begitu dekat dengan masyarakat dan bahkan jadi sentra unggulan Indonesia. Selama ini proses pengelolaan kopi masih begitu tradisional. Inilah yang seakan tercetus ide dalam mengembangkan The Bencoolen Coffee jadi kopi modern sarat dengan sentuhan teknologi.
Penerapan yang dilakukan adalah dengan memadukan konsep Blockchain dari hulu hingga hilir dalam menjadi kualitas kopi. Menerapkan konsep Supply Chain Management Coffee dari proses pembibitan kopi hingga sampai ke gelas-gelas pelanggan.
Kopi Blockchain jadi teknologi baru khususnya dalam memperkenalkan digitalisasi sebuah komoditas, dalam hal ini yang jadi pilihan adalah Kopi Fine Robusta Bengkulu. Lahirlah sebuah yang namanya Kopi Blockchain sebagai aset kripto yang mampu menggambarkan komoditas kopi yang ada di Bengkulu.

Ada sejumlah keunggulan yang dimiliki mulai dari proses pengelolaan kopi dari awal hingga akhir, kontrol perkebunan, transparansi produksi, memfasilitasi petani serta pembeli, proses pengolahan secara internasional, dan tentunya proses ekspor. Ini membuat para petani juga jadi pengusaha dalam menjajakan produknya.
KOPI merupakan sebuah digitalisasi komoditas kopi yang menggunakan teknologi Blockchain di Waves. Sehingga dengan mudah bisa melakukan proses transaksi di Waves Explorer. Ada dua transaksi dan pembayaran yang bisa digunakan pada KOPI yaitu dengan menggunakan mata uang kripto ERC20 dan Waves pada Decentralized Exchange (DEX).

Termasuk dengan menggunakan mata uang seperti dollar, Euro, dan sebagainya. Serta mata uang kripto lainnya seperti Bitcoin. Proses transaksi juga bisa secara kartu debit, kartu kredit, atau dengan mata uang kripto seperti Bitcoin di Waves DEX. Nantinya setelah dibeli pada Waves DEX, baru dikirimkan ke Waves Exchange untuk bisa membeli KOPI. Mudah bukan? Andai masih bingung, berikut caranya:
Pada layanan KOPI sudah punya tingkat kejujuran tinggi karena menggunakan konsep Blockchain. Mengatur dari proses penanaman bibit hingga sampai ke gelas-gelas pelanggan. Otomatis jauh dari manipulatif karena memanfaatkan jaringan yang peer-to-peer, semua tercatat tanpa bisa diubah pada buku besar (Ledge Book).

KOPI Blockchain dan sejuta manfaat yang dirasakan
Sebagai salah satu produk Blockchain yang menawarkan kemudahan dalam proses membeli komoditi. KOPI Blockchain memberikan sejumlah kemudahan dan manfaat bagi penggunanya. Saya sudah merangkum sejumlah kemudahan yang didapatkan dari proses menggunakan KOPI. Penasaran, berikut ulasannya:

Punya Konsep Modern
Selama ini sistem perdagangan komoditi masih sangat manual dan tradisional. Ini membuat banyak pelanggan dari luar daerah sulit menjangkau sebuah produk. Mulai dari proses pengemasan hingga penjualan sangat bergantung pada petani. Ini coba digerus dengan modernisasi konsep secara Blockchain, petani jadi melek teknologi dan mendorong mereka berinovasi.
Bahkan bisa menekan biaya dari pihak ketiga yang selama ini lebih menguntungkan mereka. Konsep Blockchain sangat membantu para petani bisa mendapatkan bayaran yang lebih layak dan manusiawi dengan teknologi. Serta pada proses ini mutu dari kopi yang dihasilkan tetap terjaga tanpa mengurangi nilai ekonomi sebuah kopi.

Fundamental Kuat dan Sistem yang Fleksibel
Hari Anda ketahui, dalam melihat sebuah kripto baru yang ada di market adalah dengan fundamental yang kuat. Ada begitu banyak koin dan token dengan beragam project di dunia kripto. Kebanyakan mereka menjual janji tanpa barang pasti, alhasil hanya jadi scam yang menjebak pengguna dan investor. Beda dengan KOPI yang melakukan proses untuk 1 KOPI setara dengan 1 kg Fine Robusta Bengkulu.

Selain itu KOPI berjalan dengan penerapan Blockchain, sehingga dapat dengan jelas melacak segala historis dari hulu hingga hilir. Ini yang mampu meyakinkan investor dalam berinvestasi di KOPI. Tak hanya itu saja, KOPI tidak menggunakan sistem STO (Security Token Offering), tujuannya adalah memudahkan kebutuhan pembeli dan investor dari luar negeri.
Para jajaran dari pendiri dan tim pun cukup jelas, punya pengalaman jauh di dunia digital dan kopi. Artinya sudah kenyang dengan pengalaman mengelola sistem. Terdiri dari dua orang yaitu CEO dan CTO serta tiga penasihat yang punya fundamental dalam bisnis kopi Fine Robusta Bengkulu.

Harga Ramah Konsumen,
Kopi berkualitas seperti Fine Kopi Robusta diharga mahal, namun dengan membeli satu token KOPI hanya seharga 2,26 USD setara dengan Rp32.000 (tanggal 23 Desember). Tergolong sangat murah dan terjangkau dibandingkan membeli secara online di marketplace.
Pada sejumlah marketplace hanya tersedia ukuran seperti 150 gr, 250 gram dan 500 gram. Harganya pun melonjak drastis, harga 150 gram saja sudah setara dengan 1 kg dari membeli menggunakan token KOPI. Bahkan ada diskon yang ditawarkan andai menggunakan token KOPI.

Mengapa bisa sangat murah?
Nah.. inilah kelebihan yang ditawarkan dari membeli secara pada KOPI, tanpa perantaraan dan biaya non teknis. Selama ini biaya inilah yang membuat harga kopi mahal tapi tidak terlalu menguntungkan petani. Kini harga yang ditawarkan murah tapi menguntungkan petani dan juga konsumen.
Pada biaya transportasi dan pengantaran Fine Kopi Robusta menggunakan biaya dari para pembeli. Biaya tersebut sudah mengakomodir dari gudang hingga ke tempat pembeli masing-masing. Jadi kita bisa memilih mana layanan ekspedisi yang digunakan.

Cita Rasa Kopi Khas Bengkulu,
Kopi Fine Robusta Khas Bengkulu punya cita rasa khusus buat penikmat kopi. Ada aroma khas yang berbeda dengan kopi lainnya yang ada di Indonesia. Pada Fine Robusta tidak punya asam sehingga nyaman dikonsumsi dan aman buat lambung. Serta tidak punya rasa pahit pada robustanya sehingga tergolong unik.
Proses pembibitan dan penanamannya pun dari perkebunan warga yang beban zat kimia berbahaya seperti pestisida dan pupuk. Alasannya karena menjaga orisinalitas rasa serta pengaruh tanah yang subur dalam menghasilkan bibit kopi berkualitas.

Aplikasi yang Mobile Friendly,
Sebagai sebuah aplikasi yang mendukung para konsumen, dikembangkanlah aplikasi bernama KOPI Blockchain. Aplikasi ini dikembangkan oleh Cyber Technology dalam proses akses berbayar dengan menggunakan KOPI. Saat ini sudah tersedia di Playstore dan pengguna mendapatkan cara dalam membeli token KOPI.
Tampilan dari KOPI Blockchain juga sangat minimalis dan user friendly, sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Ada beberapa info seperti About, Token, Roadmap, dan Team. Syaratnya cukup dengan mengisi profil dan data kartu kredit untuk proses membeli token KOPI.

Nantinya tinggal bisa langsung di-redeem untuk 1 kg Fine Kopi Robusta yang ada di The Bencoolen Coffee. Bahkan ada sejumlah kelebihan lainnya yaitu dengan mengajak rekan Anda, dapat menggunakan kode referral yang bisa ditukarkan dengan token KOPI.
Selain itu pihak KOPI juga bekerja sama dengan sejumlah UMKM penghasil kopi, dengan bekerja sama dengan minimarket dari pihak Dev KOPI. Tujuannya adalah memudahkan para pembeli dan investor dengan mudah melakukan proses redeem KOPI.

Kesimpulan
Kini dari  biji kopi Fine Robusta dari Bengkulu sudah bertransformasi secara modern dan standar tinggi. Semuanya karena penerapan Blockchain berhasil dilakukan dari proses pembibitan hingga proses akhir kopi yang siap diseruput bagi penikmatnya. KOPI Blockchain menghadirkan konsep keadilan dan kesetaraan antara para petani dan pembeli, sekaligus memodernisasi konsep perdagangan yang adil.

Semoga saja postingan ini memberikan pencerahan dan inspirasi mengenai KOPI Blockchain. Have a Nice Day.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?