Friday, March 27, 2020

Mencetak Programmer Andal Bersama Program ISA HACKTIV8

Demam akan Revolusi Industri 4.0 sudah merasuki berbagai lini digital saat tanpa terkecuali. Dalam waktu yang begitu singkat saja terjadi disrupsi besar berimbas pada masyarakat dan model bisnis lamanya yang bahkan sudah sangat mapan. Ada banyak pesaing tak terlihat yang merevolusi perubahan itu semua.

Memang ada banyak yang bertahan pada sistem lama, harus tergerus dengan perubahan zaman yang fleksibel. Di era Revin 4.0 setiap perubahan dan gebrakan ini dinilai bisa mengubah siapa saja. Kini bagaimana cara menghadapinya karena perubahan zaman yang dinamis.

Perusahaan yang cepat bergerak dan lihai menangkap peluang, akan mampu bertahan dalam disrupsi tersebut. Nama dan modal besar sebuah perusahaan tidak lagi menjadi kunci kesuksesan. Namun, kelincahan dalam menangkap pasar yang akan membuat sebuah perusahaan bisa bersaing dan menjadi lebih besar dan maju.
Bisnis yang bergerak di bidang digital kebagian kue yang begitu besar. Daya Tarik terbesar datang dari data yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan rintisan. Membangun kerajaan bisnis yang bisa saja sekejap menjadi raksasa di bidangnya. Indonesia jadi negara yang kebanjiran startup, saat ini ada lebih dari 2000 startup buatan anak negeri sekaligus peringkat 5 dunia. Bahkan sudah ada 1 Decacorn dan 4 Unicorn yang menghadirkan layanan produk bersaing dan jempolan. 

Demi menghadirkan layanan produk terbaik, sebuah startup tentu membutuhkan programmer dengan kualitas jempolan. Kabar buruknya Indonesia krisis SDM andal berbasis programmer/developer. Hanya saja sedikit yang mau berkecimpung di dunia tersebut. Perusahaan harus memutar otak dengan mencari programmer/developer dari luar negeri. Malahan ada banyak startup yang saling sikut-sikutan untuk bisa mendapatkan programmer tersebut.
Itu diperkuat dengan utarakan oleh CEO Apple, Tim Cook. "Coding lebih penting di era digital dibandingkan Bahasa Inggris sebagai second language". Alasannya karena banyak programmer atau web developer maka sebuah negara bisa lebih maju. Ini sangat mendukung negara berkembang melahirkan programmer andal, akan ada banyak startup baru bermunculan sekaligus mengubah sebuah negara.

Menyikapi Sedikitnya Tenaga Programmer Anak Negeri
Saat mendengar kata-kata “Coding”, langsung saja terbesit di dalam pikiran anak-anak akan bahasa pemograman yang memusingkan kepala. Acapkali ketakutan inilah yang membuat banyak anak bangsa menolak jadi programming. Nyatanya lowongan pekerjaan sangat membutuhkan kemampuan programming tanpa harus kuliah dengan jurusan terkait. 

Hanya saja jumlahnya sangat terbatas, anak muda masih merasa pekerjaan paling nyaman adalah jadi PNS. Padahal untuk bisa sampai ke tahap tersebut butuh pertaruhan yang begitu besar, mengalahkan ribuan pesaing hanya untuk sebuah kursi. Sedikit yang menyadari dunia digital memberikan kejutan besar di masa depan, sedikit yang berani mencoba dan keluar dari zona nyaman tersebut.
Itu terjadi juga pada lulusan IT, ilmu yang ditempuh selama duduk di bangku perkuliahan seakan bukanlah passion-nya. Cuma ada 30% lulusan IT yang memutuskan menjadi programmer dari 4.800 sarjana setiap tahunnya. Mereka yang berkecimpung di sana pun tidak semuanya berkualitas dan semua dengan industri inginkan. Tak berkutat dengan skill yang didapatkan di kampus saja, problematika inilah yang melanda lulusan IT dalam negeri. 

Alhasil perusahaan lebih memilih lulusan luar negeri atau bahkan tenaga asing sebagai programmer jempolan milik mereka. SDM yang terbatas ini terlihat dengan begitu banyak pekerjaan IT khusus programmer berasal dari India, sedangkan tenaga lokal hanya mengisi tenaga marketing atau administrasi saja. Padahal permasalahan yang dimiliki startup tanah air yang paling paham masalahnya adalah anak negeri, mereka paham layanan dan produk yang diinginkan masyarakat.

Padahal profit yang didapatkan dari programmer cukup besar, untung freegraduates saja bisa dibayar hingga delapan digit. Berbeda dengan lulusan lainnya yang masih dibayar dengan nominal di bawah itu. Bahkan Glassdoor mencatat pekerjaan saat ini, delapan dari 25 pekerjaan kekinian yang dicari perusahaan adalah berbasis industri teknologi. 

Kemunculan startup yang mulai mengglobal seakan menggambarkan potensi digital Indonesia begitu. Sudah ada lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia yang terkoneksi internet. Menjadikan lahan basah potensi yang bisa digarap oleh siapa saja di dunia digital. Startup satu persatu bermunculan dan bahkan sudah menjadi layanan wajib pada ponsel kita. 
Mereka membutuhkan para developer dan programmer andal yang siap mengisi posisi penting. Tak perlu harus mengikuti ujian sulit dan untung-untungan layaknya menjadi CPNS. Perusahaan membutuhkan mereka yang benar-benar ahli dan siap bekerja di iklim digital. Bila siap, Anda menjadi barisan terdepan yang diprioritaskan. Toh tidak ada yang tahu, startup tempat Anda bekerja bisa jadi Decacorn?

Menciptakan Iklim Digital berawal dari Dunia Pendidikan 
Startup sangat identik dengan era Revin 4.0, sudah pasti kita harus mempersiapkan bangsa dan masyarakat di dalamnya siap menghadapi itu semua. Itu dimulai dari memperkuat SDM yang ada, urusan pekerja usia produktif Indonesia juaranya. Tentu saja bonus demografi yang ada di negeri kita, jumlah yang besar ini harus dimanfaatkan dengan hal positif dalam menyambut masa depan. 

Ada banyak pekerjaan di masa depan yang terintegrasi dengan teknologi, karena itulah harus ada keterampilan dan kemampuan di bidang teknologi. Semua dimulai dari bangku sekolah serta ketersediaan internet buat semau kalangan. Ini akan mendorong masyarakat tidak awam lagi dengan pekerjaan aneh di masa depan. Sehingga tidak shock batin saat disrupsi terjadi. 

Selanjutnya dan cukup krusial adalah mengubah sistem pendidikan ke arah modern, artinya ada hubungan dunia sekolah dengan dunia industri. Pemilihan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud RI dinilai tepat dengan zaman. Asam garamnya di dunia digital dan startup sangat membantu menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri. 

Semua itu melalui program link and match mulai dari kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) hingga proses adaptasi dengan dunia kerja. Guru selaku pemegang kuasa penuh di dalam kelas sekolah diberikan pelatihan dan sarana dalam mendukung prosesnya ke arah teknologi. Jadi para guru sangat melek di bidang teknologi dan bisa melihat potensi anak didiknya di masa depan sesuai bidang industri yang ia gemari.
Artinya setiap lulusan sudah punya pegangan dasar yang berguna dengan kebutuhan industri. Mereka tidak harus beradaptasi menyelaraskan ilmu yang didapatkan sesuai kebutuhan pasar. Efek jangka panjangnya, Indonesia akan melahirkan para programmer dan developer andal. Sesuatu yang begitu langka di tengah ledakan startup anak negeri. 

Tak hanya dunia kerja saja, di dunia pendidikan tidak diajarkan berbagai kreativitas dan pengembangan ide di masa depan. Ada banyak yang dahulunya tidak ada namun kini ada, misalnya saja konten kreator. Ini mengharuskan banyak kreator terlambat mengembangkan bakatnya, sesuatu yang tidak begitu istimewa.

Menghilangkan Kesenjangan Programmer di Iklim Digital Tanah Air
Menciptakan programmer andal membutuhkan waktu yang panjang, tapi pemerintah sadar dengan itu semua dengan membuat cetak biru Indonesia di Revin 4.0. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menciptakan kurikulum yang sesuai dengan industri masa depan. 

Cetak biru itu telah lahir melalui program Making Indonesia yang sesuai dengan era Revin 4.0 dalam pengembangan industri modern yang ramah lingkungan. Lalu pemerintah juga membangun infrastruktur berbasis digital seperti cloud, data center, security management, dan broadband dalam menunjang dunia digital. Sebelumnya sudah ada konsep Palapa Ring dalam membangun kabel serat optik dan kabel bawah laut di seluruh negeri mempercepat akses internet.
Artinya kita semua sudah punya modal dan tinggal mengembangkan sekaliguskan melahirkan bibit-bibit programmer dan developer lahir. Salah satu pekerjaan yang tak tergerus oleh teknologi tentu saja pekerjaan dengan kreativitas dan keunikan. Programmer dan developer tergolong dalam kriteria itu, kemampuan memecahkan masalah dan memberi ide segar sangat dibutuhkan di industri digital. Sekaligus menghapus kesenjangan yang terjadi antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja di bidang.

Dave McClure dari 500 startup mengatakan bahwa "Ada ketiga karakter yang membuat sebuah startup digital bisa kuat. Mereka membentuk The Startup Triangle Team dalam membentuk fondasi awal sebuah perusahaan yaitu Programmer, Hustler, dan Hipster"

Mengapa bisa sukses? Sebuah startup tidak bisa saja bermodalkan ide dan modal saja, butuh kolaborasi tim yang sesuai sehingga mudah dalam proses eksekusinya. Di sinilah peran dari The Startup Triangle Team tadi dalam mengisi ketiganya. Salah satu peran yang cukup krusial ada pada programmer dalam keterampilan coding-nya, baik untuk teknologi yang diinginkan pelanggan dan pengembangan bisnis perusahaan. 
Pertama sekali yang dilakukan adalah dengan mengubah pola pikir jadi programmer tidaklah sulit. Cara ini membuat minat belajar jadi mudah, sesuatu yang diawali dengan pola pikir positif akan berdampak baik. Minat calon programmer dalam menempuh pendidikan akan meningkat, karena sudah punya lahan basah untuk digarap setelah lulus.

Kedua yaitu faktor pengajar yang kompeten dan inspiratif, artinya sudah teruji di dunia industri. Mereka mengajar dan berbagi pengalaman mengenai karier di dunia industri digital. Itu didukung dari cara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah dalam menggenjot pengajar yang tersertifikasi. 

Ketiga sekaligus yang terakhir adalah dengan pelatihan-pelatihan programming siap kerja dari berbagai kursus dan bootcamp. Media belajar yang paling getol melakukan hal tersebut adalah HACKTIV8, menciptakan calon programming andal dalam waktu singkat. Sekaligus menghilangkan kesenjangan dan meningkatkan jumlah programming jebolan anak negeri di startup digital.

Mengembangkan Kemampuan Programming melalui HACKTIV8
Sadar akan kebutuhan industri digital membuat HACKTIV8 mendirikan pendidikan informasi serta teknologi. Visi dan misi dari HACKTIV8 adalah menawarkan sesuatu yang dibutuhkan untuk saat ini. Proses pelatihan yang dilakukan adalah dengan pembelajaran intensif. Mewujudkan mimpi para anak muda yang selama ini tertunda di bidang programming. 

Konsep dari penerapan kurikulum HACKTIV8 adalah melahirkan keahlian yang sesuai dengan dunia kerja. Kegundahan yang sudah lama dirasakan oleh startup lokal sembari mencicipi bibit-bibit programmer mengisi kursi kosong di perusahaan mereka. 
HACKTIV8 pun dipandu secara langsung oleh para programmer teruji yang paham sejumlah bahasa pemograman terkemuka seperti Jawa, Phyton, PHP, C, C++, Javascript, Ruby, hingga SQL. Bahkan bisa dipahami oleh siswa baru yang bukan berasal dari dunia IT, jadi Anda tak perlu minder karena semua punya peluang yang sama menjadi programmer. 

Waktu yang diberikan pun tidak main-main, yaitu mencapai 10-12 jam dengan proses belajar intensif dilakukan selama 5 sampai 6 hari selama seminggu. Waktu yang dibutuhkan para peserta didik pun dinilai singkat tapi punya proses yang efektif di dunia kerja, HACKTIV8 memberikan proses pelatihan dari 12 sampai 18 minggu dengan total 900 jam belajar untuk melatih peserta menjadi mahir. 

Satu Konsep yang membuat peserta didik cepat berkembang yaitu penerapan Bootcamp. Berbeda dengan kampus, konsep Bootcamp HACKTIV8 memberikan sejumlah pembelajaran sesuai bidang tertentu khususnya yang sedang sangat dibutuhkan di dunia teknologi kini. Setiap bootcamp memiliki kelas tersendiri yang bisa dipilih secara langsung misalnya framework atau back-end developer.

Waktunya pun relatif singkat dengan hitungan minggu berbeda dengan kampus yang hitungannya semester. Prosesnya panjang dan mahasiswa diajarkan berbagai dunia programming tingkat dasar dan beragam tool, sehingga jarang yang benar-benar paham pada satu tool saja. Beda dengan Bootcamp hanyalah hitungan minggu dan setiap lulusan diharapkan bisa langsung diserap dunia industri teknologi.

HACKTIV8 Pencipta Lowongan Kerja Era Digital
Salah satu lembaga kerja yaitu McKinsey merilis data mengenai perkembangan talenta digital lokal. Dalam survei yang dilakukan tersebut, 15 dari 20 petinggi perusahaan teknologi yang berinvestasi di Indonesia seakan kesulitan mencari talenta lokal yang cocok dengan perusahaan mereka. Bukan hanya itu saja, mempertahankan lebih sulit lagi. Menurut survei, 10 dari 20 petinggi perusahaan teknologi merasakan masalah tersebut. 

Kegundahan itu seakan dibaca oleh kedua founder HACKTIV8 yaitu Roland Ishak dan Riza Fahmi, hingga lahirlah HACKTIV8 di tahun 2016. Dunia digital khususnya startup hadir begitu banyak di Indonesia. Hanya saja para engineering dan developer sangat terbatas yang berasal dari tenaga lokal. Alhasil banyak perusahaan yang mencari cara pintas membajak engineering atau developer andal dengan cara tak sehat. 
Apalagi di tahun 2020 ini, Indonesia diprediksi sebagai pusat ekonomi digital dengan berbagai startup dan marketplace bernilai jutaan dolar. Para investor dari perusahaan luar negeri melirik Indonesia karena jumlah pasar yang cukup besar. HACKTIV8 melakukan gebrakan besar tersebut dengan bootcamp dalam pengembangan peserta didik.

Bagi Roland dan Riza melihat ini sebuah peluang yang sangat baik, khususnya dalam pembelajaran dan pengembangan program bagi peserta didik. Meskipun mereka bukan berlatar belakang IT, tapi dengan tekad dan kemauan, HACKTIV8 mampu mengubah mereka jadi engineering dan developer andal yang dibutuhkan perusahaan dan industri.

HACKTIV8 Mengerti Masalah Industri dan Masalah Kantong
HACKTIV8 punya tugas mulia dalam visi dan misi meningkatkan taraf hidup serta karier banyak orang di bidang teknologi melalui program intensif. Mungkin dahulunya gaji puluhan juta atau pekerjaan programming hanya ada di Silicon Valey. Kini anak-anak muda sudah merintis karier dan mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Pekerjaan yang sulit kini bisa diraih hanya dalam hitungan minggu proses belajar menggunakan Bootcamp. 
Sebuah program yang belum begitu familiar tapi berdampak besar bernama Income Share Agreement (ISA). Suatu program yang cukup diminati oleh peserta didik namun terhalang biaya. HACKTIV8 pun berkomitmen menyediakan pendidikan yang dapat diakses oleh semua orang dari latar belakang IT maupun tidak. 

Anda dapat mengikuti program Full Stack JavaScript di HACKTIV8 tanpa perlu membayar biaya apa pun sebelumnya. Mekanismenya melalui perjanjian bagi hasil dari penghasilan yang didapatkan setelah lulus dan bekerja. Besaran pun disesuaikan dengan pendapatan alumnus bekerja.

Tapi tenang dan tak perlu khawatir, karena ada banyak mitra yang bekerja sama dengan HACKTIV8. Menurut survei yang HACKTIV8 lakukan didapatkan bahwa rata-rata alumni bootcamp memperoleh gaji cukup besar dan layak. Bahkan para alumni tidak perlu berlama-lama menganggur, karena perusahaan dan pekerjaan yang ia inginkan segera didapatkan. 
Segala kemudahan inilah yang membuat HACKTIV8 unggulan dibandingkan tempat belajar online lainnya. proses belajar hingga peserta paham, ruangan nyaman serasa rumah sendiri, jaminan kerja jelas, banyak mitra partner, dan tentunya ada cicilan pembayaran yang bisa dibayarkan setelah lulus. HACKTIV8 menjawab itu semua buat pekerjaan idaman era kini.

Para peserta yang tadinya tidak punya kemampuan atau bahkan tidak punya dasar mengenai pemrograman, kini mereka cukup andal dan jadi rebutan oleh startup dan perusahaan teknologi di tanah air. HACKTIV8 seakan menjawab keraguan tersebut dengan standar kelulusan internasional yaitu Counsel on Integrity in Results Reporting (CIRR). Ini dilakukan bahwa peserta didikan yang dihasilkan mampu bersaing bahkan secara global. Program ISA dari HACKTIV8 kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan yang dirasakan oleh peserta didik seperti: 
  • Fokus belajar, bukan pada biaya, dengan program ISA para murid dapat fokus terhadap proses pembelajaran selama mengikuti pendidikan di HACKTIV8. Pembayaran hanya akan dimulai setelah murid telah mulai bekerja.
  • Penempatan kerja, setelah kamu lulus dari HACKTIV8, kami akan membantumu mendapatkan pekerjaan yang menghubungkan lebih dari 250 hiring partners.
  • Batas maksimal pembayaran, total maksimal pembayaran yang kamu bagikan dengan HACKTIV8 adalah tidak lebih dari 1.5x dari harga program.
  • Punya sistem fleksibel, Nominal yang dibagikan akan menyesuaikan besar gaji kamu. Kami tidak akan melakukan penarikan biaya apabila kamu sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.
Mekanisme buat Bergabung Bersama ISA
Konsep ISA sudah mulai diberlakukan di HACKTIV8. Konsep ini berbentuk kontrak bagi hasil antara murid dan pihak HACKTIV8 yang memungkinkan para murid untuk menunda pembayaran biaya sekolah di awal, dengan ketentuan dibayar selanjutnya dengan membagi gaji bulanan yang diterima setelah bekerja.

Besaran pembagian gaji bulanan ini akan disesuaikan dengan pendapatan yang didapatkan. Siswa yang terdaftar di ISA mulai membayar setelah pendapatan mereka melebihi jumlah tertentu, sedangkan mereka yang bisa mendapatkan pendapatan lebih tinggi tidak akan membayar lebih dari batasan tertentu.
Konsep ISA ini institusi atau sekolah bertanggung jawab pada keberhasilan murid pasalnya setelah murid berhasil sekolah baru menerima pembayarannya. “Jika lulusan kami mendapat gaji yang kompetitif, kami akan mendapat pengembalian investasi yang bagus"

Bagi Anda yang tertarik, menjadi bagian dari Income Share Agreement menjadi pilihan tepat dalam meniti karier di dunia programming tanpa modal. Syaratnya pun mudah yaitu harus warga Indonesia asli dan peserta didik harus telah berusia 18 tahun, sedangkan usia atas tidak ada batasan. Alasannya karena pihak HACKTIV8 tak mau membatasi usia sebagai alasan berhenti belajar.

Punya pendidikan paling minimum yaitu tamatan SMA atau sederajat, karena usia tersebut dianggap sebagai usia matang belajar pemogramman dan bisa langsung diterima di perusahaan yang ia inginkan. Serta usia tersebut peserta didik sudah memiliki kartu Identitas (KTP), rekening bank mandiri, dan tentu saja tidak punya rekam kejahatan finansial. 

Serta syarat terakhir yang harus dipenuhi adalah sudah lulus tes dari Income Share Agreement yang dilaksanakan oleh HACKTIV8 dengan begitu bisa langsung bergabung dalam kelas belajar dari pengajar terbaik. Peserta juga harus berdomisili di wilayah NKRI karena proses mengajarnya berlangsung secara tatap muka agar mudah dilakukan proses transfer ilmu. 

Nah... lalu ada juga bertanya-tanya, bagaimana proses tes dan apa saja yang harus dipelajari selama tes? 
Tenang saja, karena proses tes masuk yang diuji mirip dengan tes saat masuk kuliah dahulu. Soal yang diuji pastinya akan mengarah dan mengasah programming Anda. Misalnya saja tes logika, Bahasa Inggris, dan tentu saja Interview. Jadi peserta akan jago secara lisan dan tulisan, sehingga apakah layak diterima di program ISA dari HACKTIV8.
 
Setelah lulus pun ada tahapan lagi yang harus dihadapi, peserta harus mengikuti kurikulum dan proses belajar yang cukup berat. Memang melelahkan dan makan waktu yang lama, tapi itu semua terbayar dengan pekerjaan yang diidam-idamkan selama ini. Sekaligus Anda bisa bekerja sambil menabung untuk mencicil biaya selama di HACKTIV8. 

Setiap peserta didik pun harus serius belajar apalagi yang mendapatkan program ISA, karena HACKTIV8 memang memberlakukan sistem Drop Out (DO). Tapi jangan gelisah karena, untuk sampai ke tahap DO ini, murid memiliki 2 kali kesempatan mengulang yaitu 1 kali di Fase 0 dan 1 kali di Fase Immersive (Fase 1-3). 

Pengulangan pihak HACKTIV8 lakukan untuk mampu meningkatkan kemampuan belajar mereka karena materi yang diberikan merupakan materi yang sama. Apabila setelah mengulang 2 kali masih juga gagal, barulah dengan berat hati HACKTIV8 baru akan melakukan sistem DO. Berikut sejumlah rinciannya:
  • Apabila siswa tidak lulus di Fase 0/Persiapan, bisa mengulang kembali fase tersebut dengan membayar biaya pengulangan sebesar 5 juta rupiah atau tidak lanjut lagi (Drop Out) dan membayarkan biaya sebesar 15 juta Rupiah. 
  • Apabila siswa tidak lulus di Fase 1, pendapatan siswa tersebut akan dipotong sebesar 15% per bulannya. Akan tetapi, siswa tidak akan membayarkan lebih dari 30 juta Rupiah.
  • Apabila siswa tidak lulus di Fase 2, pendapatan siswa tersebut akan dipotong sebesar 15% per bulannya. Akan tetapi, siswa tidak akan membayarkan lebih dari 45 juta Rupiah. 
  • Apabila siswa tidak lulus di Fase 3, pendapatan siswa tersebut akan dipotong sebesar 15% per bulannya. Akan tetapi, siswa tidak akan membayarkan lebih dari 60 juta Rupiah. 
Syarat wajib yang harus dipenuhi dari HACKTIV8
Bagi para calon peserta didik yang ingin menjadi bagian dari HACKTIV8 khususnya program Income Share Agreement. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuh oleh peserta setelah lulusan dan mendapatkan pekerjaan yang diimpikan oleh calon programmer. 

Selain pada program HACKTIV8 juga menawarkan untuk beberapa kursus. Dalam hal ini peserta didik mulai membayar pengembalian setelah punya pendapatan tetap dari bekerja di perusahaan impiannya yaitu mencapai 10 jutaan. Pembayaran adalah sebesar 15% dari pendapatan yang didapatkan selama 36 bulan gaji, dengan total maksimal yaitu 60 jutaan.

Para lulusan tak perlu khawatir akan adanya denda atau bunga, andai saja terpaksa berhenti bekerja. Lalu  program ISA dari HACKTIV8 akan terhenti secara otomatis setelah 5 tahun terlepas dari proses pembayaran. HACKTIV8 juga menyesuaikan dengan tingkat kesuksesan karier dan income dari peserta didik. Makin gede dan sukses, makin cepat melunaskannya. Asyik kan?

Gimana sih cara kalkulasinya, berikut dapat dilihat kalkulasi ISA dan kalkulasi jumlah pinjamannya:
Segala kemudahan inilah yang membuat HACKTIV8 unggulan dibandingkan tempat belajar online lainnya. proses belajar hingga peserta paham, ruangan nyaman serasa rumah sendiri, jaminan kerja jelas, banyak mitra partner, dan tentunya ada cicilan pembayaran yang bisa dibayarkan setelah lulus. HACKTIV8 menjawab itu semua buat pekerjaan idaman era kini.
Mimpi melahirkan ribuan programmer setiap tahunnya kini jadi persoalan mudah, HACKTIV8 tahu yang dibutuhkan dunia digital dan mimpi anak-anak Indonesia. Ibarat jembatan yang mengasah bakat terpendam anak negeri supaya bisa bekerja sesuai passion-nya. Yuk daftarkan diri Anda di HACKTIV8 dan bergabung jadi bagian Income Share Agreement dalam mewujudkan cita-cita menjadi programmer.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba HACKTIV8 dengan tema “Peran Program ISA HACKTIV8 Dalam Membangun Karir Seorang Programmer di Indonesia” Semoga postingan ini memberikan inspirasi dan Have a Nice Days.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?