Tuesday, June 30, 2020

Melaju Secepat Kilat Bersama Hyperloop

Kemacetan dan waktu terbuang di jalan raya jadi momok menakutkkan banyak orang. Selain menyita waktu, bepergian jadi melelahkan dan tentu saja menguras banyak pikiran.

Apalagi yang berurusan dengan transportasi massal jarak jauh. Rasa membosankan dan melelagkan dimulai dari lokasi menuju stasiun, bandara atau pelabuhan sekalipun sudah dihadang oleh macet dan kesemrawutan.

Itu belum lagi proses mengantre panjang dan check in hingga menunggu keberangkatan. Tua di ruang tunggu lebih tepatnya hingga. Modal transportasi darat pun seakan masih mentok semenjak kereta listrik muncul beberapa dekade silam.
Kini untuk mengandalkan kecepatan otomatis hanyalah maskapai penerbangan, tapi yang membuat lama adalah proses menunggu dan transit. Hingga akhirnya moda transportasi darat baru datang, ia adalah Hyperloop. Menghubungkan setiap kota dalam hitungan menit.

Para penumpang cuku duduk di dalam sebuah kabin kecil dan melesat hingga batas kecepatan suara. Tanpa guncangan dan bergerak tanpa gesekan ibarat berada di dalam ruang waktu. Bermodal motor penggerak listrik dan levitasi magnetik sebagai moda transportasi darat dari masa depan.

Hyperloop dan Kendaraan dari Dunia Fiksi
Mungkin kita tidak menyangka bagaimana sebuah benda bisa bergerak dengan sangat cepat dan tanpa hambatan. Bahkan dengan mudah bisa melampau kecepatan suara, kini wujud itu ada pada Hyperloop.
Semuanya tergambar jelas, bila dulunya hanya dianggap kendaraan dari dunia fiksi dan kini menjadi kenyataan dalam wujud Hyperloop.

Siapa yang memulai ide gila ini pertama kali?
Siapa yang tak kenal dengan si nyentrik Elon Musk. Pada acara sebuah teknologi The Summit tahun 2012, Musk berbicara panjang lebar mengenai sebuah kendaraan kapsul yang sangat futuristik yang mampu meleset melebihi kecepatan suara.

Di dalam sebuah whitepaper Hyperloop digambar berbagai mekanisme kerja hingga visinya. Mulai dari kecepatannya di atas kecepatan supersonik, punya lintasan khusus, ramah lingkungan, dan tentunya lebih menjangkau semua kalangan. 
Alasan utama kereta tidak mampu bergerak cepat adalah hambatan gerak  berupa gaya gesek dan tidak ada ketersediaan ruang hampa. Ini coba dihilangkan dari Hyperloop sehingga mencapai batasan maksimal untuk bisa sampai ke tujuan.

Lalu mengenai kapasitasnya, Hyperloop hanya mampu memuat 16 – 28 penumpang yang berada di sebuah kabin khusus. Proses check in dan tunggu mengandalkan AI sehingga menghemat waktu, serta stasiunnya berada di tengah kota. 
Apalagi transportasi cepat antar kota sangat dibutuhkan buat mobilitas manusia. Hyperloop jadi sebuah jawaban buat mereka yang bisa transit tanpa harus menunggu lama.

Mengembalikan Kedigdayaan Kereta Cepat
Dulu kereta Api terkenal sebagai moda transportasi darat cepat dalam membawa banyak orang. Semenjak mesin uap ditemukan, kereta api berbahan batu bara jadi primadona manusia di abad 18.
Setelahnya kereta api terus berkembang lagi di era Revolusi Industri 2.0 yang mengandalkan mesin listrik. Membuat daya jadi lebih efisien dan tentu saja ramah lingkungan. Kecepatan dan kenyamanan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Saat perkembangan pesawat, fungsi kereta hanya dilakukan untuk perjalanan dekat saja. Pesawat bisa mengantar penumpang ke mana pun tanpa terhalangi oleh samudra dan pegunungan tinggi. Selain itu kereta tidak mengalami perkembangan berarti dalam beberapa dekade kala itu.
Secara kalkulasi, biaya yang dikeluarkan kereta jauh lebih murah dibandingkan pesawat. Namun kini jasa penerbangan yang cepat seakan membuat kereta seperti dianaktirikan. Hingga akhirnya Jepang berhasil menciptakan kereta api listrik tercepat di dunia Shinkansen.

Bentuk daratan Jepang yang memisahkan antara setiap prefektur membuat kereta jadi moda transportasi favorit. Bahkan bisa menekan jumlah kemacetan dan bahkan minim kecelakaan dibandingkan moda transportasi lainnya.
Kini era baru kereta yang lebih cepat akan lahir, ide gila tersebut datang dari Elon Musk yang mengembangkan kereta super cepat. Elon mengklaim kecepatannya mengalahkan kecepatan suara dan kecepatan pesawat komersial umumnya.

Awal mula konsep Hyperloop pernah hadir pada kereta uap di abad 19, pencetusnya ialah Isambar Kingdom Brunel. Ia menciptakan kereta uap dengan mekanisme fluida menyerupai Hyperloop dan jadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan untuk saat ini.

Kereta api uap tersebut membentang dari Exeter hingga Plymouth di Britania Raya tahun 1847 – 1848. Konsepnya adalah memindahkan kereta dengan udara bertekanan tinggi. Udara itu terdistraksi di dalam pipa yang berada di tengah rel setiap 3 mil pada tiap rute. 
Kondisi ini menciptakan semacam ruang hampa pada pipa itu, sehingga mampu menarik kereta tersebut sesuai dengan kecepatannya. Hanya saja, masalah kebocoran dan kualitas dari pipa membuat kereta Isambar gagal. Tapi di era modern konsep ini bisa diwujudkan jadi optimal berkat teknologi.

Dasar inilah yang melahirkan Hyperloop, pipa yang dulunya hanya sebatas piston semata. Kini coba dikembangkan dengan melahirkan kereta di dalam tabung yang bebas hambatan dan gesekan.

Yuk Kenalan dengan Konsep Hyperloop
Nama Hyperloop terdengar cukup asing sebelumnya hingga Elon Musk mengumumkan dalam proposal kereta api cepat bertenaga elektronik. Mendorong penumpang dalam hitungan menit, ibarat lesatan jaringan internet di dalam kabel serat optik.

Memang terdengar aneh, tapi itu seakan menjadi kenyataan karena ada begitu banyak pengembang yang sedang mendalami konsep ini. Sekaligus menjadi bisnis menjanjikan dalam hal transportasi antar kota dengan cepat dan aman.
Desainnya pun sangat futuristik bak sebuah kereta cepat namun dengan ukuran kecil ibarat kapsul. Beda halnya dengan kereta cepat Maglev atau Shinkansen punya daya tampung begitu besar. Hyperloop hadir lebih kecil dengan lesatan jauh lebih cepat tentunya.

Bahkan hampar semua lintasannya berada di dalam tabung yang punya tekanan rendah dan teknologi elektromagnetik di dalamnya. Ini membuat proses gesekan lebih kecil dan minim guncangan untuk penumpang yang ada di dalamnya.

Mungkin saat masih kecil kita sangat menyukai permainan tamiya, bahkan demamnya meracuni semua bocah lelaki kala itu. Hal paling dibutuhkan adalah sirkuit khusus untuk bermain, agar kendara bisa melesat tanpa hambatan.
Sama halnya dengan Hyperloop, ia butuh lintasan khusus dalam melesat cepat ke tujuan. Bahkan kalau bisa menggantung layaknya lintasan kereta Shinkasen atau Maglev.

Ini membuat proses lesatannya lebih cepat tanpa hambatan untuk mencapai kecepatan maksimal melebihi supersonik. Rahasia utama yang dimiliki oleh Hyperloop adalah kompresor khusus layaknya kipas angin raksasa.
Semuanya karena adanya bantalan udara (air bearing) seakan-akan kapsul Hyperloop melayang di dalam lintasan. Efeknya mampu mengurangi gesekan dan guncangan terhadap penumpang. Ini bagus karena Hyperloop menyasar semua kelompok umur tanpa terkecuali.

Hyperloop dianggap cukup fenomenal, bagaimana tidak?
Ia seakan mencoba mematahkan sebuah teori fisika mengenai Hukum Kantrowitz. Mengenai gerakan benda di dalam tabung khususnya dalam kecepatan tinggi. Di dalam tabung terjadi lesatan supersonik yang siap mengantar tiap penumpang ke lokasinya.
Meskipun dianggap teknologi baru dan masih dalam tahap pengembangan mengarah uji coba. Hyperloop dianggap investasi teknologi yang ramah lingkungan khususnya dari tabungnya. Bukan sebatas lintasan tapi juga penghasil energi.

Pada bagian atas tabung Hyperloop sudah dibekali panel surya yang diasumsikan mampu menghasilkan energi panas hingga 57 MW setiap tahunnya. Sekaligus sebagai pasokan energi utama dalam menggerakkan Hyperloop di dalam tabung.
Lokasi dan stasiun Hyperloop yang disebut dengan portal punya lokasi yang tidak memakan banyak tempat. Selain itu berada di tengah kota dan bisa diakses oleh siapa saja. Biaya pembuatan tabung tidak semahal biaya kereta listrik seperti subway, monorail atau MRT.

Selain itu Hyperloop juga unggul dibandingkan dengan moda penerbangan. Aksesnya yang jauh dari kota membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama. Serta proses check in kini lebih fleksibel dengan adanya fitur turn up dan go pada Hyperloop.

Ini dianggap bisa menekan biaya, hanya dibiaya pengembangan pertama yang cukup mahal. Setelahnya cukup murah, bahkan ramah lingkungan dengan menghasilkan energi panel surya pada bagian luar terowongan.
Biaya yang dipatok cukup murah, menurut beberapa sumber yang saya baca. Hyperloop hanya mematok sebesar US$ 1 saja setiap penumpang. Tapi kita bisa merasakan sejumlah teknologi futuristik dan kecepatan tanpa batas dari Hyperloop.

Bersama-sama Mengembangkan Open Source Hyperloop
Musk sadar bahwa proses mengembangkan Hyperloop sangat mahal, mulai dari pengembangan, pengujian hingga ke tahap produksi. Dibutuhkan banyak pihak yang harus terlibat di dalamnya hingga menjadi sebuah kendaraan massal.

Memang pada dasarnya Musk punya perusahaan khususnya yang membawahi Hyperloop yaitu The Boring Company (TBC). Hanya saja proses pengembangannya sedikit terhambat karena saat ini banyak dana riset yang dialihkan buat pengembangan SpaceX dan Tesla.

Alasan itulah yang membuat Musk memberikan segala pengetahuan dan teknologi secara open source Sekaligus semua pihak dalam pengembangan Hyperloop dari semua kalangan bisa terlibat dan bekerja sama di dalamnya.
Sebagai catatan, kini ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari para mahasiswa, startup teknologi hingga perusahaan besar dalam bersama-sama mewujudkan mimpi tersebut. Lagian Musk juga melakukan sayembara khusus terhadap Hyperloop.

Paling getol dan selangkah lebih maju adalah HTT (Hyperloop Transportation Technologies) baru-baru mulai melakukan percobaan besar dalam naungan Virgin Hyperloop One. Anak perusahaan dari Richard Benson.

Mereka bisa dikatakan bergerak cepat, sejak 2014 proyek itu digagas secara rapi. Bahkan Richard Benson sendiri membawahi proses pengembangannya. Diharapkan dalam waktu dekat bisa segera beroperasi di sejumlah negara.
Memang Virgin Hyperloop One punya perbedaan konsep dalam proses geraknya. Ia menggabungkan dua prinsip dalam Hyperloop. Mulai levitasi magnetik seperti pada kabin menyerupai kereta monorel Maglev atau Shinkasen.

Dimulai dari motor listrik yang dipecah jadi dua komponen dasar yaitu rotor yang berputar dan stator yang diam. Peran stator sebagai elektromagnetik yang mampu menarik rotor bergerak ke depan. Apalagi bentuknya linier.
Proses pemindahan kabin menggunakan dua set magnet, satu untuk memindahkan kereta dari lintasan rel dan daya angkat ke atas untuk memindahkan kabin. Mirip dengan adopsi dari prinsip termodinamika dan dinamika fluida.

Lalu prinsip keduanya adalah dengan penggunaan tekanan rendah dan lingkungan tertutup (rel tabung). Alhasil tekanan di dalam tabung seperti 200 ribu di atas permukaan air laut. Sehingga mampu bergerak hingga 1,2 Match. Mengagumkan!!

Pastinya proses gerak tersebut butuh energi listrik yang sangat besar, tapi tenang saja karena energi tersebut bisa didapatkan dari panel surya pada dinding tabung dan kincir angin.

Bukti nyatanya, Virgin Hyperloop One juga sudah dulu mencoba prototype-nya pada lintasan kecil sepanjang 3 km di Nevada. Alhasil Hyperloop mampu mencapai kecepatan maksimal dan tentu saja melewat berbagai tes akselerasi, mekanisme ruang hampa, dan tentu saja keselamatan.
Kemudian faktor bencana alam yang sering terjadi mulai dari banjir, badai, dan gempa bumi tidak berpengaruh dalam jadwal keberangkatan Hyperloop. Inilah yang menjadi kendala buat sejumlah moda transportasi saat ini.

Proses pengendaliannya juga dijanjikan dengan software khusus, memastikan akselerasi dan proses perlambatan secara bertahap. Pastinya minim akan guncangan dan perubahan kecepatan, sehingga para penumpang tetap merasakan kenyamanan.

Produksi Massal Hyperloop
Setelah proyek ini dianggap berhasil diimplementasikan, satu hal yang penting adalah mewujudkan mimpi tersebut. Virgin Hyperloop seakan menjadi negara yang layak untuk mengembangkan bisnisnya. Ada banyak negara antre dalam pengembangan ini. 
Alasan utamanya adalah kemacetan dan perkembangan kota satelit. Kendaraan pribadi dan kereta listrik umumnya kalah cepat dalam menjangkau itu semua. Hyperloop menjadi pembeda sekalian modernisasi kendaraan di masa depan.

Ada banyak negara maju yang antre dan terdepan menggunakan teknologi tersebut. Ada 2.600 lokasi di dunia dan hanya 35 kota yang akan mendapatkan hak istimewa dalam mencicipi Hyperloop.
Ini menunjukkan bahwa Hyperloop cukup digemari khususnya perpindahan antar kota. Selain itu kondisi pandemi saat ini membuat sejumlah moda yang sifatnya massal terganggu. Tapi tidak dalam pengembangan Hyperloop.

Jumlah angkut penumpangnya yang sedikit, lalu setiap penumpang berada di dalam kabin khusus. Memisahkan antara penumpang antara satu sama lain. Ini sesuai dengan protokol kesehatan yang mengharuskan jaga jarak antar penumpang.
Beda halnya dengan kereta listrik umumnya atau mungkin moda pesawat yang punya batas jarak begitu dekat. Bisa jadi moda ini akan jadi tren baru khususnya menekan penyebaran virus dan penyakit pernapasan lainnya di masa akan datang.

Bagaimana tingkat keamanan Hyperloop?
Ini jadi sebuah pertimbangan dari sebuah moda adalah yang paling utama aspek keselamatan penumpang. Ada puluhan penumpang dari setiap kapsul, bila saja ada kesalahan bisa berakibat sangat fatal.

Alasan itulah yang memunculkan pertanyaan, bagaimana bila tabung retak atau pengaruh eksternal dari gempa bumi dan bencana alam lainnya terhadap puluhan manusia yang sedang melaju cepat di dalamnya.
Itu karena tabung dari Hyperloop sebagian besar berada pada tiang khusus yang dirancang dengan seismik tinggi. Tabung bergerak dengan sangat elastis satu sama lain dan minim akan kerusakan saat ada gangguan eksternal.

Termasuk di setiap tiang ada begitu banyak sensor yang mengirimkan pada pusat kendali mengenai masalah yang akan terjadi. Bahkan kini tinggal menunggu izin keselamatan yang segera dalam mewujudkan kereta supersonik tercepat. 
Antisipasinya dengan membangun baja tebal yang tidak gampang pecah dan ditusuk oleh orang tak bertanggung jawab. Ada juga penahan tekanan dan kebocoran udara dengan tetap mempertahankan bentuk tabung tersebut.

Serta ada juga kemampuan dalam memotong rute perjalanan, andai saja terjadi keadaan darurat yang tak diinginkan. Termasuk tersedia pintu darurat yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk proses evakuasi penumpang.

Proses melajunya sangat cepat bahkan akan ada sedikit saat proses awal Hyperloop melesat. Percepatan tarikan awal ada di kisaran 0,5 gravitasi, bila dihitung setara dengan dua kali saat proses landing dan take off pesawat komersial.

Ini menurut saya masih dibatas wajar, selain itu proses percepatan Hyperloop berada di dalam ruang kendali khusus yang diawasi manusia. Dalam hal ini coba ditekan dalam proses awal melesat dan perubahan kecepatan hingga kecepatan maksimal.
Konsep kabin yang tertutup serta berbagai fitur kenyamanan pun hadir di dalam Hyperloop. Ini membuat penumpang tidak merasakan perpindahan. Ruang hampa dan minim gesekan seakan penumpang sedang berada di ruang waktu.

Hyperloop merevolusi cara kita hidup, bekerja, dan bepergian jadi cepat dan menyenangkan. Duduk sekejap dan melesat seperti kilat untuk tiba ke tujuan kita. Selamat datang di masa depan.

Semoga tulisan ini menginspirasi dan menambah ilmu pengetahuan kita semua dan akhir kata Have a Nice Days.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer