Monday, April 11, 2022

Bangun UMKM Maju Berbasis Digital Bersama Modalku

 

Ini jadi tahun kelima saya bekerja di bawah instansi yang membawahi UKM. Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi terutama menjadi garda terdepan dalam bertemu dengan UKM. Keluh kesah mereka pun sudah sangat dipahami terutama dalam kondisi getir sekalipun.

 

UMKM sebagai catatan punya peran besar dalam 99,99% dalam peran ekonomi Indonesia. Total ada sebanyak 98,74% untuk level usaha mikro dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 67 juta pekerja. Semenjak berlakunya UU Cipta Kerja, area dari UKM makin luas terutama dinilai dari omzet dan pendapatan tahunannya.

 

UMKM dianggap paling tahan terhadap resesi dan krisis ekonomi Terbukti dalam 2 tahun terakhir, resesi ekonomi melanda global akibat pandemi. UMKM berhasil bertahan karena , umumnya menggunakan modal sendiri dan tidak tergantung dengan modal luar.

 

Walaupun perannya sangat besar tetapi UKM masih menemui berbagai masalah dalam mengembangkan bisnisnya. Masalah-masalah yang umumnya ditemui UKM sehingga sulit berkembang mencakup sejumlah aspek berupa:

 

Masalah Pemasaran Produk, urusan ini menjadi momok menakutkan dalam UKM untuk bisa maju.  Pemilik UKM tidak memiliki tenaga ahli pemasaran yang ahli dari membuat spanduk, banner, tagline di dunia nyata. Lalu ahli pemasaran di sosial media dan SEO di website, paling jauh hanya membuat sekedar pengetahuan yang ia miliki.

 

Alhasil, pemasarannya kurang menggigit sehingga sepi pelanggan, sedangkan di sosial media sangat sedikit engagement dan like yang dihasilkan. Usaha seakan jalan di tempat.  Pemilik UKM harus memperluas jaringannya dengan mengikuti dan aktif di asosiasi pengusaha, serta mempelajari ilmu marketing secara intensif. Itu bagi yang peka akan pemasaran dalam meningkat usaha.

 

Pengetahuan akan strategi bisnis, seorang pengusaha UKM tidak mempunyai keuangan yang cukup untuk mempekerjakan ahli yang tepat terutama dalam pengembangan bisnis. Toh usaha yang ia jalankan saja hanya bisa mempekerjakan dirinya sendiri.

 

Ini membuat strategi bisnis yang diterapkan kurang optimal, tak jarang UKM sering jalan di tempat akan bisnis yang dijalankan jadi mandek. Solusinya adalah dengan aktif berkonsultasi dengan instansi-instansi pemerintah terkait. Ini termasuk lingkup kerja saya terutama dalam merekrut peserta UKM.

 

Permodalan Pengembangan Usaha, Bukan rahasia lagi jika banyak UKM yang mengalami kesulitan permodalan. Memang ada banyak lembaga pemberi modal usaha, hanya saja sering tak menjangkau usaha secara menyeluruh. Permasalahan ini tak jarang membuat hanya sebagai UKM saja yang mendapatkan permodalan usaha, mereka yang tidak harus kesulitan mengumpulkan modal baru.

 

Buat UKM yang tak kebagian, tak perlu khawatir. Masalah permodalan kini lahir sejumlah solusi, bila dulunya hanya dari bantuan pemerintah saja. Kini lahir sejumlah layanan Pinjaman Modal Usaha yang menjangkau lebih banyak UKM. Melalui konsep digital, salah satunya melalui Modalku.

 

Yuk kenalan dengan Aplikasi Modalku

Buat yang belum tahu, ada salah satu platform pendanaan digital bagi UKM berbasis peer-to-peer (P2P) lending. Mempertemukan pelaku UKM yang membutuhkan modal dan layak kredit dengan pemberi pinjaman sekaligus bisa berinvestasi.

 

Apalagi kini, banyak orang yang bingung berinvestasi ke instrumen yang tepat. Tak jarang uangnya terjebak dalam investasi bodong yang merugikan. Kini dengan Modalku. UMKM berpotensi dan pendana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membentuk dunia keuangan yang lebih inklusif.

 

Tentu tak hanya sebatas perantara saja, Modalku juga mengelola dan menyalurkan dana dari pemberi pinjaman yang bertindak sebagai investor kepada para pelaku UKM yang membutuhkan modal usaha.

 

Apa saja keuntungan yang didapatkan dari Modalku?

Modalku punya tagline khusus yaitu: “Bersama Memajukan Ekonomi Indonesia”, Ini sesuai dengan program pemerintah dalam peningkatan ekonomi kembali khususnya setelah pandemi.  Apalagi jadi salah satu platform P2P Lending di Indonesia dalam membantu finansial UKM.

 

Modalku juga sudah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga sistem operasionalnya dalam pengawasan pemerintah. Jelas ini menjamin para pelaku usaha yang menggunakan aplikasi ini dalam pertambahan modal usahanya.

 

Tak hanya itu saja, ada kepercayaan yang diberikan investor sebagai pemberi pinjaman modal usaha dan pelaku UKM sebagai peminjam modal. Nilai pendanaan yang terjangkau dimulai dari deposit minimum Rp 10 juta. Dengan dana segitu, Anda sudah bisa mendanai atau memberi pinjaman minimum Rp 1 juta. Itu artinya sudah bisa membantu 10 UKM bermodalkan Rp. 1 juta dalam bentuk diversifikasi.

 

Para pelaku usaha yang ingin meminjamkan modal di Modalku juga punya sejumlah keunggulan. Mulai dari tanpa agunan  Prosedur pembiayaan yang dilakukan oleh Modalku tergolong sebagai KTA (Kredit Tanpa Agunan), yang tentu tidak bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga perbankan.

 

Tingkat suku bunga terjangkau. Modalku menawarkan tingkat suku bunga yang kompetitif dan terjangkau antara 12 hingga 26% per tahun. Lalu juga proses pencairan cepat yang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari kerja.

 

Selanjutnya mekanisme transaksi aman, karena proses angsuran dicatat dan dibukukan secara transparan sehingga bisa diakses baik oleh peminjam maupun pemilik modal. Didukung dengan website memberikan informasi yang komprehensif. Tampilan pada mobile apps mudah untuk dipahami pada pelaku UKM.

Lalu dalam penyaluran modal usaha melalui Modalku, baik peminjam maupun investor dikenakan biaya administrasi. Besaran biaya administrasi untuk peminjam adalah 3% dari total pinjaman. Pilihan pinjaman tenor pendek beragam (mulai dari satu bulan), serta pinjaman umumnya didanai penuh dalam waktu yang relatif singkat (di bawah satu minggu).

 

Bagaimana bergabung dengan Modalku?

Aplikasi Modalku punya target ke investor dan peminjam, mekanisme yang dibutuhkan investor cukup mudah yaitu berusia di atas 18 tahun dan setiap investor diwajibkan untuk memberikan data diri berupa KTP atau paspor. Dimulai dari proses registrasi data diri ke Akun Modalku. Nantinya akan tersedia kiriman email konfirmasi.

Bila sudah memiliki akun di Modalku, pengguna bisa memilih menjadi investor atau peminjam, bahkan keduanya. Pada investor, Anda bisa segera deposit minimum Rp 10 juta. Namun, Anda tidak bisa langsung melakukan pendanaan, karena harus menunggu konfirmasi dari Modalku setidaknya dalam waktu kurang lebih 5 jam.

 

Sementara syarat untuk pelaku UKM yang ingin mengajukan pinjaman di Modalku, mulai dari WNI, berusia minimum 21 tahun atau maksimum 60 tahun, menyerahkan identitas dan dokumen pribadi. NPWP, laporan keuangan usaha, rekening bank 3 bulan terakhir, dan tentunya identitas  penjamin.

Usaha yang dimiliki pun haruslah sudah berjalan di atas 1 tahun, karena dianggap sudah bisa bertahan dan memang membutuhkan dana dalam pengembangan usaha. Omzet pun harus minimal 20 jutaan. Tentunya terakhir adalah berdomisili di Jabodetabek, mungkin nantinya akan terus berkembang pesat ke sejumlah wilayah di Indonesia.

 

Menarik bukan, apakah itu buat investor dan pelaku UKM yang ingin meningkat modal usaha setelah berhasil pulih dari pandemi. Proses pendaftarannya mudah, aman, penyalurannya yang transparan dan tentu saja bisa jadi pembiayaan langsung baik UKM. Melalui Modalku, memberikanku harapan baru.

 

Semoga postingan ini bermanfaat, akhir kata Have a Nice Days

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer