Tuesday, February 28, 2023

Smart Citizen 4.0 dalam Membangun Masyarakat Modern

Smart citizen atau warga pintar mengacu pada konsep kota pintar yang bertujuan untuk menciptakan kota yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Konsep smart city ini berawal dari adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat dan mendorong terciptanya kota yang lebih cerdas dalam mengelola sumber daya dan mengatasi permasalahan kota.

 

Pada awalnya, penerapan konsep smart city ini lebih berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan kota seperti kemacetan, polusi, dan kejahatan. Namun, seiring perkembangan teknologi dan semakin terbukanya akses informasi.

 

Nah.. konsep smart city juga semakin berkembang dan melibatkan partisipasi aktif warga dalam mengelola kota. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah smart citizen, yaitu warga yang aktif dalam menggunakan teknologi dan data untuk memperbaiki kualitas hidup di kota.

 

Smart Citizen 4.0 mengacu pada konsep kota cerdas yang memanfaatkan teknologi dan inovasi terbaru, seperti Internet of Things, Big Data, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur kota, dan meningkatkan efisiensi layanan publik. 

Pada konteks ini, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengumpulkan data, memberikan umpan balik, dan berinteraksi dengan sistem kota cerdas.Artinya dukungan masyarakat jadi salah satu acuan lahirnya kota pintar. Tak hanya mengandalkan teknologi saja namun masyarakat yang peduli dan melek teknologi.

 

Apa perbedaan mendasar antara smart citizen sama dengan smart city?

Smart Citizen dan Smart City adalah dua konsep yang berbeda, meskipun keduanya berhubungan dengan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup di kota.

 

Smart Citizen mengacu pada individu yang menggunakan teknologi untuk mengukur dan memahami lingkungan mereka dan juga berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kota mereka. Dalam konsep Smart Citizen, warga menjadi sumber daya yang berharga dalam membuat kota lebih baik dengan memberikan data dan umpan balik mengenai keadaan lingkungan mereka dan menuntut partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan.

Sementara Smart City mengacu pada kota yang menggunakan teknologi dan data untuk mengoptimalkan sistem dan layanan perkotaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi penduduk kota, serta mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Smart City fokus pada inovasi teknologi untuk meningkatkan sistem transportasi, penerangan, manajemen limbah, manajemen energi, dan sektor lainnya dalam kota.

 

Dalam ringkasan, Smart Citizen lebih mengacu pada partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan perkotaan dan pengukuran lingkungan mereka, sementara Smart City lebih mengacu pada penggunaan teknologi untuk meningkatkan sistem perkotaan.

 

Cara Kerja Smart Citizen 4.0

Smart Citizen 4.0 adalah konsep yang mengintegrasikan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Konsep ini memanfaatkan berbagai jenis sensor yang terpasang di seluruh kota, sehingga dapat memantau dan mengumpulkan data mengenai berbagai aspek, seperti kualitas udara, tingkat kebisingan, lalu lintas, dan sebagainya. 

Data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut kemudian diolah oleh sistem cerdas untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, pemerintah, dan berbagai instansi terkait dalam mengambil keputusan yang lebih baik.

 

Misalnya, data tentang kualitas udara dapat digunakan untuk menentukan kebijakan pengendalian polusi, atau data tentang lalu lintas dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi jaringan transportasi.

 

Selain itu, konsep Smart Citizen 4.0 juga memungkinkan adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengumpulkan data dan memberikan masukan, melalui berbagai aplikasi dan platform digital yang tersedia.

 

Hal ini memungkinkan masyarakat untuk lebih terlibat dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka, serta memberikan dukungan bagi pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

 

Penyedia Layanan Smart Citizen 4.0

Smart Citizen 4.0 adalah sebuah konsep yang melibatkan berbagai pihak dalam penyediaan layanan untuk membangun kota cerdas. Oleh karena itu, penyedia layanan pada Smart Citizen 4.0 dapat meliputi berbagai bidang seperti teknologi informasi, transportasi, lingkungan, energi, dan lain-lain.

 Baca Juga: Wujud Penerapan Society 4.0

Beberapa perusahaan teknologi besar seperti IBM, Cisco, dan Microsoft telah mengembangkan solusi untuk membangun kota cerdas dan terlibat dalam proyek Smart Citizen di berbagai kota di dunia. Selain itu, juga terdapat berbagai perusahaan kecil dan startup yang menyediakan solusi cerdas dan inovatif untuk mendukung kota cerdas.

 

Kendala Terbesar Smart Citizen 4.0

Sebagaimana teknologi dan inovasi lainnya, Smart Citizen 4.0 juga memiliki kendala dan tantangan dalam implementasinya. Beberapa kendala terbesar dalam penerapan Smart Citizen 4.0 antara lain:

 

Keterbatasan infrastruktur jadi masalah dalam proses penerapan Smart Citizen 4.0 membutuhkan infrastruktur teknologi yang canggih dan luas seperti jaringan internet yang cepat dan stabil, sensor yang terpasang di berbagai tempat, dan lain sebagainya. Keterbatasan infrastruktur di beberapa daerah atau negara bisa menjadi kendala utama dalam menerapkan Smart Citizen 4.0.

Ketersediaan data adalah kendala selanjutnya dari Smart Citizen 4.0 mengumpulkan dan memproses data dalam jumlah besar. Namun, data yang dihasilkan tidak selalu mudah diperoleh atau tersedia untuk umum. Selain itu, masalah privasi dan keamanan data juga perlu diperhatikan.

 

Keterbatasan sumber daya manusia jadi aspek dalam membangun Smart Citizen 4.0 memerlukan sumber daya manusia yang terampil dan terlatih dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tersebut bisa menjadi kendala dalam penerapan Smart Citizen 4.0 di beberapa daerah atau negara.

 

Ketersediaan anggaran jadi alasan dalam penerapan Smart Citizen 4.0 membutuhkan investasi yang besar dalam hal anggaran. Kendala anggaran bisa menjadi hambatan bagi beberapa daerah atau negara dalam menerapkan teknologi ini.

 

Terakhir adalah tingkat kesadaran masyarakat, Smart Citizen 4.0 membutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam hal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Ketersediaan teknologi saja tidak cukup, kesadaran masyarakat akan manfaat dari teknologi tersebut juga perlu ditingkatkan.

 

Awal Penerapan Smart Citizen 4.0

Smart Citizen 4.0 merupakan konsep pengembangan kota cerdas yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan efisiensi kinerja pemerintah. Penerapan awal Smart Citizen 4.0 dapat berupa pengumpulan data secara real-time melalui sensor yang dipasang di berbagai titik kota seperti kualitas udara, suhu, kebisingan, serta tingkat kepadatan lalu lintas.

Data-data tersebut kemudian dapat diolah dan dianalisis untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi kepentingan kota, misalnya untuk meningkatkan kualitas udara atau mengoptimalkan tata ruang kota. Selain itu, penerapan awal Smart Citizen 4.0 juga dapat melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengambilan keputusan terkait perkembangan kota, seperti melalui forum diskusi atau pemilihan umum daring.

 

Kota yang Menerapkan Smart Citizen

Smart Citizen 4.0 adalah sebuah konsep yang belum secara luas diterapkan di seluruh kota di dunia. Konsep ini memang sudah diadopsi oleh beberapa kota, namun belum banyak yang mengadopsi secara menyeluruh.

Beberapa contoh kota yang sudah mengadopsi konsep Smart Citizen 4.0 di antaranya adalah Barcelona di Spanyol, Amsterdam di Belanda, serta Singapura. Di Indonesia sendiri, saat ini masih dalam tahap pengembangan dan implementasi konsep ini.

 

Kota yang paling pertama dalam penerapan Smart citizen pertama kali diterapkan di Barcelona. Penerapan ini alasannya karena sebelum Barcelona terkenal dengan kota yang rawan kriminalitas. Masyarakatnya bersatu padu dalam penerapan kota pintar dan menjadi cerminan masyarakat dunia.

 

Teknologi 5G dan Penerapan Smart Citizen

5G dapat memfasilitasi dan mendukung pengembangan aplikasi Smart City karena memiliki beberapa fitur unggulan, seperti kecepatan internet yang lebih tinggi, kapasitas jaringan yang lebih besar, latency yang rendah, dan konektivitas yang lebih baik.

Hal ini dapat membantu sistem Smart City seperti transportasi cerdas, sistem pengelolaan limbah dan energi, serta sistem keamanan dan pemantauan lingkungan yang semuanya membutuhkan akses internet yang cepat dan stabil.

 Baca juga: Seberapa Pentingnya Teknologi 5G

Hadirnya teknologi 5G, data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor dalam sistem Smart City juga dapat segera diproses dan dianalisis untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan real-time bagi para pengambil keputusan.

 

IKN dan Smart Citizen

Indonesia sedang membangun kota baru di Pulau Kalimantan yang diberi nama dengan IKN. Kota ini tentunya punya konsep yang sangat menarik dibandingkan kota lainnya yang ada di Indonesia dengan konsep go green dan smart city.

 

Masyrakat yang tinggal nantinya sejak awal dibentuk sehingga secara daya dukung, mampu melahirkan kota pintar dan smart citizen di dalamnya. Pemindahan ibukota negara punya dampak besar dalam selektivitas penduduknya. Artinya ini gebrakan yang bisa lahir di Indonesia.

 Baca juga: Membayangkan Wujud IKN

Saat ini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) menggunakan teknologi Smart Citizen 4.0 secara spesifik. Namun, beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan teknologi Smart City yang memiliki kesamaan konsep dengan Smart Citizen 4.0, seperti Jakarta Smart City dan Bandung Smart City.

 

Faktor Keberhasilan Smart Citizen

Keberhasilan penerapan Smart Citizen 4.0 bergantung pada kedua faktor yaitu dukungan masyarakat dan teknologi. Dukungan masyarakat sangat penting karena smart city berfokus pada kepentingan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Tanpa dukungan masyarakat, penerapan smart city akan sulit terwujud. Namun, teknologi juga sangat penting karena teknologi informasi dan komunikasi yang canggih adalah fondasi dari penerapan smart city. Oleh karena itu, penerapan Smart Citizen 4.0 memerlukan sinergi antara masyarakat dan teknologi agar dapat berhasil dan memberikan manfaat yang optimal.

 

Kesimpulan Akhir

Penerapan Citizen 4.0 adalah gebrakan dalam masyarakat dna teknologi di dalamnya. Ini secara tak langsung menjadi alasan dalam menyelaraskan teknologi secara menyeluruh. Apakah itu Big Data, IoT hingga 5G. Solusi yang hadir di masyarakat bisa diatasi dan tentunya jadi nilai lebih dibandingkan dengan kota lainnya yang belum menerapkan konsep serupa.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer