Sunday, March 10, 2024

Benarkan CyberTruck Tergolong Mobil Gagal?

Peluncuran CyberTruck di akhir tahun 2019 seakan mengejutkan publik. Tentunya dengan gimmick khas Elon Musk yang kala itu datang dengan sebuah wahana baru menyerupai truk berbentuk aneh namun revolusioner. Ia muncul dengan mengendarai Truk lancip yang nantinya menjadi kendaraan yang akan diproduksi.

 

Secara tak langsung penampilan truk tersebut menjadi decak kagum para penonton. Itulah kendaraan yang nantinya menjadi sebuah truk berbahan bakar listrik yang siap mengguncang dunia. Namanya: CyberTruck, sedikit nyentrik ya?. Ada kesan berupa nama khas digital dipadukan pada sebuah nama truk futuristik miliknya.

 

Ada atraksi awal yang dianggap konyol, pertama kali saat lemparkan peluru baja ke arah kaca. Kemudian kaca tersebut malah pecah, sontak para penonton merasakan tertawa. Meskipun kejadian ini adalah kejutan yang tidak diinginkan, namun menjadi bagian dari narasi peluncuran yang memicu banyak perbincangan. Bahkan jadi trending topik dan inilah awal mula gimmicknya dimulai.

Ada yang lebih aneh saat ia mengarahkan palu besar ke bodi Cybertruck. Aslinya si truk nyentrik tersebut tidak apa-apa. Ini menunjukkan kekuatan dan ketangguhan material yang digunakan dan Elon Musk dengan bangganya mengatakan bahwa bodi kendaraan buatannya berasal dari stainless steel yang dikenal keras dan tahan banting.

 

Impresi Pertama saat Cybertruck Diperkenalkan

Bagi orang awam, bentuknya nyentrik dan kinclong tentunya. Ada sedikit penampilan futuristik dan unik, dengan sudut-sudut tajam dan bodi berlapis baja stainless steel yang tampak tangguh. Penampilannya yang tidak seperti truk konvensional menarik perhatian banyak orang.

 

Truk ini dikenal karena desainnya yang futuristik dan berbeda dari truk-truk konvensional. Didesain untuk menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan efisiensi energi, CyberTruck memiliki bodi yang terbuat dari bahan yang sangat kuat, yaitu stainless steel berlapis baja.  

Elon Musk juga berkata bahwa truk buatan tesla ini punya performa dan daya angkut yang sangat kuat. Mampu bersaing dengan truk-truk konvensional dalam hal daya tarik dan daya angkut, namun dengan keunggulan teknologi listrik.

 

Semua gimmick ini, baik yang direncanakan maupun yang tidak, memberikan sorotan dan perhatian yang besar pada peluncuran CyberTruck, yang membantu dalam mempromosikan dan menghasilkan minat publik terhadap produk tersebut.

 

Nah.. itu juga sudah termasuk dengan fitur-fitur canggih, seperti autopilot, dan memiliki performa yang cukup impresif dengan akselerasi yang cepat dan jangkauan yang besar. Peluncuran komersial CyberTruck dijadwalkan pada beberapa tahun ke depan setelah pengumuman.

 

FOMO Besar dari Kehadiran CyberTruck

Selama medio 2018 sampai dengan 2022, Elon Musk sangat terkenal dengan ide gilanya. Mulai dari keberhasilan di bidang antariksa, sosial media hingga tentu saja di bidang otomotif. Secara tak langsung Tesla keciprat begitu banyak uang segar terutama menjadi ikon mobil listrik.

 

Itu terbukti dengan saham Tesla Motors melejit dalam waktu sangat cepat dan bahkan membuat semua lini bisnisnya jadi buruan pada pengguna termasuk yang FOMO. Salah satunya dalam inovasinya dalam menghadirkan truk nyentrik bernama CyberTruck.

 

Ada banyak penggemarnya yang melakukan booking sejak jauh-jauh hari. Sesuatu yang tidak ditemukan saat ada perusahaan mobil lainnya lakukan. Seakan-akan ini layaknya lauching smartphone atau brand teknologi yang menarik atensi dunia.

 

Hanya saja kini, CyberTruck menyusahkan para pembelinya karena ada banyak pemesanan yang belum tersedia dan bahkan sudah hampir 5 tahun sejak pertama sekali diperkenalkan. Harganya juga meroket dan lebih mahal dibandingkan dengan pertama sekali diluncurkan.

 

Mereka yang berhasil mendapatkan baru para influencer saja sedangkan para pembeli biasa masih harus menunggu lama. Masalah ketersediaan dan keterlambatan salah satu alasan berupa proses pembuatan mobil dengan material stainless steel. Kan sudah dibilang, banyak pabrikan besar yang menghindari material ini selain mahal juga sulit dibentuk.

Bayangkan bila jumlah pemesanannya hingga 1 juta unit, sudah pasti mereka yang FOMO harus gigit jari hanya buat menunggu mobil impiannya yang nyatanya tak sesuai ekspektasi. Bahkan bisa dibilang mereka membeli karena FOMO bukan karena mengerti teknologi.

 

Alasan Mengapa Tesla Menciptakan CyberTruck

Sebagai jenis model kendaraan baru, membuat truk jelas berbeda dengan membuat mobil city car yang sudah Tesla lakukan selama lebih sedekade lamanya. Jelas ini lompatan besar bahwa Tesla bisa membuat berbagai jenis moda kendaraan dari mini truk hingga truk berukuran besar. Bahkan bisa dibilang dengan mengandalkan energi listrik.

Bahkan ini dianggap inovasi di industri mobil, Tesla terus mencari cara untuk memperluas portofolio produknya. Pengembangan CyberTruck adalah bagian dari upaya mereka untuk mengeksplorasi pasar truk, yang memiliki permintaan yang cukup besar di beberapa negara.

 

Itu belum lagi permintaan pasar terutama di pasar Amerika. Truk adalah segmen pasar yang besar di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya Apalagi USA terkenal dengan jalan yang luas dan truk menjadi moda transportasi idaman masyarakat di sana. Dengan memperkenalkan truk listrik, Tesla dapat memperluas pangsa pasar mereka dan menarik pelanggan yang mungkin tertarik pada kinerja dan teknologi canggih yang ditawarkan oleh kendaraan listrik.

 

Tesla juga berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mempercepat adopsi kendaraan listrik. Dengan mengembangkan truk listrik seperti CyberTruck, Tesla berusaha untuk memperluas pilihan kendaraan listrik yang tersedia untuk konsumen, sehingga mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermesin bakar fosil.

Secara keseluruhan, penciptaan CyberTruck oleh Tesla merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperluas portofolio produk mereka, memenuhi permintaan pasar, dan memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin dalam industri mobil listrik.

 

Kendala dalam Proses Produksi Cybertruck

Proses pembuatan Tesla CyberTruck mungkin dihadapkan pada sejumlah masalah dan tantangan. Tentunya hal inilah yang membuat tahap produknya cukup lama. Bahkan bisa dibilang sudah hampir 5 tahun setelah awal diperkenalkan. Sejumlah kendala tentunya ada beberapa hal, dimulai dari proses awal teknologi produksi.

 

Menggunakan bahan berupa stainless steel berlapis baja, mungkin memerlukan teknologi produksi yang canggih dan mahal. Tesla perlu mengembangkan proses produksi yang efisien untuk memproduksi truk ini secara massal. Hanya saja, memerlukan pengembangan proses produksi yang canggih dan mahal. Pengadaan bahan-bahan tersebut juga dapat menjadi kendala terkait ketersediaan dan biaya.

Urusan desain juga, meskipun terlihat sebagai truk paling futuristik, namun butuh proses dalam pembentukan logam stainless steel yang mahal karena desainnya yang nyentrik tersebut. Beda dibandingkan dengan truk pada umumnya.

 

Pada desain CyberTruck dengan sudut-sudut yang tajam, profil kotak, dan permukaan yang rata mungkin tidak secara langsung mengikuti prinsip-prinsip aerodinamika tradisional.  Tujuannya bagi mereka urusan aerodinamika yang bertujuan mengurangi hambatan udara saat dipacu maksimal.

Hanya saja, ini ibarat dua sisi mata uang. Pada satu sisi mampu menjadikan proses produksi jadi lebih gampang terutama bentuknya tidak rumit dan sangat aerodinamika. Hanya saja, material yang digunakan adalah stainless steel. Jelas membentuk stainless steel sangatlah sulit dan lama. Inilah kendala terbesar apalagi ia punya kekuatan setara dengan baja.

 

Lalu urusan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan Tesla pada umumnya. Ukuran baterai yang digunakan juga jauh lebih besar. Sebuah truk listrik memerlukan baterai yang besar dan kuat untuk memberikan daya yang cukup untuk menopang beban truk dan memberikan jangkauan yang layak.

Pengembangan baterai yang cocok dengan kebutuhan CyberTruck dapat menjadi tantangan dalam hal teknologi dan biaya. Sebagai truk listrik, CyberTruck memerlukan teknologi baterai yang kuat dan efisien. Pengembangan dan produksi baterai yang mampu memberikan jangkauan yang memadai dan daya yang cukup untuk truk mungkin merupakan tantangan tersendiri.

 

Tesla juga harus berpikir bila CyberTruck jadi, harus ada regulasi khusus yang harus dipersiapkan terutama masalah keamanan terutama uji tabrak. Tujuannya untuk memastikan bahwa kendaraan dapat melindungi pengemudi dan penumpangnya dengan baik dalam berbagai skenario kecelakaan. Ini termasuk uji tabrak samping, uji tabrak frontal, uji tabrak belakang, dan uji tabrak rollover.

Selain itu, simulasi kecelakaan menggunakan perangkat lunak juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi area yang mungkin memerlukan perbaikan atau perubahan dalam desain kendaraan. Uji tabrak yang dilakukan oleh lembaga independen seperti National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat dan Euro NCAP di Eropa.

 

Karena Cybertruck masih dalam tahap pengembangan, Tesla kemungkinan akan melakukan uji tabrak yang ketat dan menyeluruh sebelum meluncurkan kendaraan tersebut ke pasar. Informasi lebih lanjut tentang uji tabrak CyberTruck dan hasilnya mungkin akan tersedia saat kendaraan itu mendekati tanggal rilis komersialnya.

 

Terakhir tentu saja urusan fasilitas pengisian daya. Penggunaan truk listrik, seperti CyberTruck, memerlukan infrastruktur pengisian yang memadai untuk mendukung penggunaannya. Pembangunan infrastruktur pengisian yang luas dan efisien mungkin merupakan kendala yang perlu diatasi.

 

Meskipun ada sejumlah masalah yang mungkin dihadapi dalam pembuatan CyberTruck, Tesla telah terbukti mampu mengatasi tantangan teknis dalam pengembangan mobil listrik sebelumnya. Dengan sumber daya yang memadai dan komitmen untuk inovasi, Tesla mungkin dapat mengatasi masalah tersebut dan meluncurkan CyberTruck secara sukses.

 

Keunggulan CyberTruck dengan Pesaingnya

Tesla Cybertruck memiliki beberapa keunggulan yang membedakannya dari pesaingnya di pasar truk listrik dan konvensional. Itu dimulai dari desain futuristiknya. CyberTruck memiliki desain yang sangat futuristik dan tidak konvensional, yang membuatnya menonjol di pasar truk. Dibandingkan dengan truk-truk konvensional, desainnya yang unik dan menonjol memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mencari sesuatu yang berbeda.

Itu belum termasuk dari konstruksi utama truk yang menggunakan bodi berbahan stainless steel. Material ini memberikan keunggulan dalam hal daya tahan dan keamanan, serta memberikan CyberTruck tampilan yang unik. Meskipun stainless steel memiliki beberapa keuntungan dalam pembuatan mobil, seperti kekuatan, ketahanan terhadap korosi, dan tampilan yang menarik.

 

Hanya saja, keunggulan ini membuat CyberTruck punya berat yang tidak masuk akal. Umumnya truk punya berat diangka antara 1,7 sampai dengan 2 ton. Namun Cybertruck punya berat hingga 3,3 ton. Jelas ini berpengaruh pada kemampuan baterai yang akan terkuras habis karena bobotnya yang overweight. Alasan inilah yang membuat stainless steel jarang digunakan pada industri otomotif.

 

Namun jangan salah, meskipun berat, CyberTruck menawarkan performa yang mengesankan dengan akselerasi yang cepat dan jangkauan yang besar, tergantung pada model dan opsi baterai yang dipilih. Ini memberikan pengalaman mengemudi yang nyaman dan kuat bagi pengguna truk listrik.

 

Termasuk pula dengan teknologi mandiri yang jarang ditemukan pada truk konvensional umumnya. Mulai dari teknologi autopilot dan kemampuan swakemudi yang semakin berkembang. Fitur-fitur ini memberikan pengalaman mengemudi yang lebih aman dan nyaman.

 

Urusan kapasitas juga menjadi keunggulan terutama sekali kapasitas angkut yang besar dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pada ruang kargo yang luas dan fitur-fitur tambahan seperti rak dan kunci elektronik, CyberTruck dirancang untuk menangani berbagai tugas dan kebutuhan.

Meskipun pesaingnya juga memiliki truk listrik dengan fitur-fitur unik dan kinerja yang baik, kombinasi dari desain futuristik, teknologi canggih, dan performa yang mengesankan membuat CyberTruck menonjol di pasar truk listrik. Namun, persaingan di pasar truk listrik terus berkembang, dan inovasi terus muncul dari berbagai produsen, sehingga keunggulan CyberTruck tetap harus dipertahankan dan dikembangkan.

 

Kriminalitas, Potensi Penyalahgunaan CyberTruck

Seperti teknologi lainnya, CyberTruck juga memiliki potensi untuk disalahgunakan terutama sekali negara yang punya tingkat kriminalitas kotanya relatif besar. Di Amerika yang diperbolehkan menggunakan senjata, CyberTruck tentunya akan digunakan sebagai kendaraan jalan raya.

Sebagai gambaran, bobotnya yang menyentuh angka 3,3 Ton jelas sangat berat dibandingkan truk pada umumnya. Ini masih berat kotor dan punya daya angkut badak tentunya. Bila digunakan di jalan raya, tentunya malah menyerupai tank.

 

Penggunaan yang tidak benar atau tidak aman dari fitur-fitur otonom atau kekuatan yang luar biasa dari CyberTruck dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Misalnya, penggunaan akselerasi yang ekstrem atau percobaan untuk mengaktifkan fitur otonom di jalan-jalan yang tidak cocok dapat menyebabkan kecelakaan.

 

Tak berhenti di situ saja, Penggunaan CyberTruck atau kendaraan listrik lainnya untuk kegiatan yang merusak lingkungan, seperti off-roading ilegal atau membuang limbah secara tidak bertanggung jawab, dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan alam dan ekosistem.

 

Paling berbahaya tentu saja digunakan sebagai kendaraan dalam aksi kriminal. Tentunya di Amerika, CyberTruck, seperti kendaraan lainnya, dapat digunakan untuk melakukan kejahatan seperti pencurian atau kejahatan lainnya. Kekuatan dan ketahanan fisiknya mungkin menjadi daya tarik bagi mereka yang mencari kendaraan yang kuat untuk tujuan kejahatan.

 

Bodinya yang kuat, akselerasinya yang bagus hingga bagian bodi yang tahan dari peluru secara tak langsung akan membuat kendaraan ini jadi tank buat penjahat perkotaan dan bahkan di gurun. Bila CyberTruck dijual secara bebas ke luar negeri, sudah pasti negara yang identik dengan kartel di Amerika Selatan atau Teroris di Timur Tengah dan Afrika akan membeli kendaraan ini.

Ini mengingatkan penulis tentang bagaimana lakunya Toyota Hilux yang menjadi kendaraan mobilitas yang dilakukan oleh teroris dan kartel di seluruh dunia. CyberTruck punya peluang ini dan pastinya Tesla harus mencari cara dan regulasi. Jangan sampai kendaraan yang sudah bagus-bagusnya ini akan menjadi wahana idaman yang salah penggunanya.

 

Para Pesaing Nyata dari Cybertruck

Tesla Cybertruck memiliki beberapa pesaing di pasar truk, baik itu truk listrik maupun truk konvensional. Bahkan mereka sudah punya nama besar, bukan hanya sekedar gimmick dan tentunya sudah teruji. Pesaing ini jelas punya keunggulan dan tentunya harganya murah. Jadi siapa sajakah itu, berikut pesaingnya:

 

Rivian R1T, truk listrik lain yang diharapkan menjadi pesaing utama CyberTruck. Rivian R1T menawarkan desain yang menarik, kinerja yang kuat, dan kemampuan off-road yang handal.

 

Ford F-150 Lightning: truk listrik yang diproduksi oleh Ford Motor Company. Sebagai versi listrik dari truk paling populer di Amerika Serikat, F-150 Lightning menawarkan kinerja yang tangguh dan daya angkut yang besar.

 

Chevrolet Silverado EV: Chevrolet sedang mengembangkan versi listrik dari truk pickup Silverado. Mendapat dukungan dari General Motors, Silverado EV diharapkan menjadi pesaing serius di pasar truk listrik. Siap-siap saja produk GM ini jadi favorit para penggemar truk di Amerika.

GMC Hummer EV: truk listrik mewah yang menawarkan kinerja luar biasa dan fitur-fitur canggih. Hummer EV hadir dengan beberapa varian, termasuk truk pickup dan SUV.

 

Ram 1500 Electric: Pada divisi dari Stellantis, sedang mengembangkan versi listrik dari truk pickup Ram 1500. Ram 1500 Electric diharapkan menjadi salah satu pesaing utama di pasar truk listrik.

 

Setiap pesaing memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda, dan persaingan di pasar truk terus berkembang seiring dengan peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan listrik. Tesla Cybertruck bersaing dengan pesaing-pesaing tersebut dengan berbagai fitur dan inovasi yang ditawarkan, serta dengan citra merek Tesla yang kuat di pasar mobil listrik.

 

Kesimpulan Akhir

Tesla dan Elon Musk sejak dulu punya segudang ide gila dimulai dari bidang sistem keuangan, teknologi kendaraan, wahana antariksa hingga ke sistem kecerdasan buatan. Namun pada sistem kendaraan, ada banyak ide yang ia lakukan salah arah meskipun di satu sisi sangat baik.

 

Kehadiran Tesla secara tak langsung membuat industri mobil listrik berkembang pesat setelah sebelumnya mati suri puluhan tahun. Namun di sisi lain, inovasinya pada sejumlah produk kadang menghasilkan gimmick yang tak perlu.

 

CyberTruck adalah salah satu bukti nyata, sudah hampir 5 tahun namun masih sedikit produksinya terkendala material, sertifikat uji tabrak hingga masalah implementasi daya tahan baterai. Pelanggan jelas kecewa, ibarat cepat sekali berkembang namun layu di tengah jalan.

 

Inovasi yang awalnya ciamik namun nyatanya dalam sebuah bisnis, mempertimbangkan banyak hal dari apa yang sudah orang lakukan sebelumnya sangat penting. Di industri mobil jelas lebih kejam karena ada banyak perusahaan yang sudah lama besar mendadak bangkrut hanya karena kegagalan produk dan sistem kerja mereka.

 

Toh bagaimana menurut Anda, bila punya uang jadi tim beli CyberTruck atau uangnya buat all in Bitcoin? Semoga tulisan ini menginspirasi kita semua. Akhir kata, Have a nice days

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer