Apa yang ada di benak kita saat mendengar
Machine (mesin)?
Semuanya pasti menjawab: benda mati yang hanya
bekerja secara optimal di tangan manusia, bila tidak ia tak akan bisa bekerja.
Manusia punya kontrol penuh terhadap mesin di masa lalu dan ia bekerja secara
tak mandiri. Kemudian manusia punya terobosan besar dalam mengubah mesin bisa
belajar atas apa yang ia ajarkan. Istilah yang kemudian dikenal dengan machine
learning.
Saya menganalogikan mengajarkan mesin layaknya
seekor anak kucing yang baru saja lahir. Ia masih sangat buta akan segala hal,
mulai dari tempat makan, minum hingga lokasi tumpukan pasir untuk pup. Seakan
pikirannya akan memprogram apa yang boleh dan tidak dari si majikan, kini
majikan mempunyai kucing menggemaskan nan pintar.




