Tuesday, March 12, 2019

Gaming Menyenangkan Bersama Zenfone Max M2

Bermain game, mungkin sudah jadi kebiasaan yang sulit dilepaskan sejak kecil. Dan kebiasaan itu seakan sulit dihilangkan bak penghilang stres dan pembunuh rasa bosan. Beruntunglah kalian yang lahir saat ini, akses bermain game pun semakin mudah dan gampang. Era gaming sudah bergeser bak hiburan di kala senggang hingga kompetisi yang hadiahnya besar bukan kepalang.

Seakan saya mengenang masa saat kecil, bermain game sangat sulit dan bahkan mahal. Butuh ke rumah teman buat bisa bermain. Bermain ke rental pun harus menyisihkan sebagian besar uang jajan buat sendiri, andai bermain sendiri. Siap-siap saja kantong bisa jebol dan satu hal lagi, dimarahi emak karena ngabisin uang jajan.

Keleluasaan itu baru saya rasakan saat dewasa, meski begitu semangat ngegame tetap tak sirna. Di era yang kini game pun bak sebuah gaya hidup dari sekian banyak hiburan menjanjikan. Tidak berlebihan memang, karena gaming saat ini sudah semakin beragam sesuai kebutuhan.

Dunia game saat ini sudah jadi industri menggiurkan, setiap tahunnya jumlah pemain game semakin bertambah besar. Alasan itulah mengapa segmen gaming jadi sangat menggiurkan bagi produsen ponsel. Menggaet para pembeli dengan fitur gaming lebih menjanjikan dibandingkan hanya mengedepankan faktor seperti kamera selfie semata.
Image result for gaming mobile market
Jumlah pangsa gaming mobile terus meningkat
Sebagai contoh pengguna game kini mulai lintas gender beda dengan kualitas kamera yang mengandalkan selfie hanya dimintai para wanita buat aktivitas sosial media. Bermain gaming tidak kalah seru dibandingkan hanya bersosial media yang bikin pikiran campur aduk. Segmen gaming sudah lintas gender, jangan heran saat di cafe wanita bukan lagi sibuk selfie atau bersosial media namun tanding bermain game.

Semua itu didukung kuat dari data Studi Pokkt bersama Decision Lab di tanah air. Mereka menyatakan bahwa basis gamer sudah didominasi 51% dari kalangan wanita dan hanya 49% dari lelaki. Mengejutkannya lagi, level game ringan para wanita buka sebatas game level newbie tetapi hingga level berat sekalipun.

Salah satunya teman saya adalah buktinya, namanya Cut Mulya. Seorang gadis yang sedang menempuh program studi kedokteran ini keranjingan bermain game berat hingga level hardcore. Baginya bermain game bak pelepas rasa penat setelah pulang kuliah dan tugas menumpuk.

Meskipun seorang wanita dan sangat feminim, ia tak jarang mengajak sparring online kepada siapa saja termasuk saya buat mendapatkan Winner-Winner Chicken Dinner. Ini membuktikan wanita mulai keluar dari zona nyaman dan menganggap game lebih menjanjikan dibandingkan selfie dan sosial media yang buat hati kadung campur aduk.

Kemampuan bermain game wanita jangan dianggap sebelah mata, gap level bermain mereka bahkan bisa melampaui lelaki andai saja diasah dengan benar. Siap-siap saja kalian para lelaki dipermalukan dengan main game, karena itu sangat menyakitkan dibandingkan ditolak cinta.

Kesejahteraan gamer kini sudah berubah, dulunya gamer identik dengan kaum lelaki kucel, jarang pulang ke rumah dan lupa cara mandi. Bahkan sering dianggap sebagai pengangguran yang terselubung karena tingkah polah yang aneh di masyarakat.

Namun kini game dan para pemainnya dianggap sudah naik kelas, bahkan produsen ponsel berbondong-bondong hanya untuk menyasar para gamer. Pengembang game seakan harus berpikir keras untuk menghasilkan inovasi, semua itu karena bisnis game laris manis bak kacang goreng.

Gamer lebih beragam bukan hanya lelaki tetapi wanita mulai dari melepas rasa bosan hingga kompetisi game dengan hadiah menggiurkan. Bahkan gamer bertransformasi menjadi pekerjaan menjanjikan. Salah satu pekerjaan menghasilkan keuntungan ialah menjadi atlet E-Sport. Pamornya sedang menanjak dan gemari anak milenial.

E-Sport sekarang sudah masuk ke kalangan elit, olahraga yang mulanya sebatas eksibisi menjadi kompetisi dari level warung kopi hingga level mengharumkan negeri. Atlet E-Sport ditempa hingga memiliki skill, taktik, pengambilan keputusan, dan mental dalam bermain game di level tertinggi. Butuh koordinasi tangan dan mata yang cukup cepat serta pengambilan keputusan serba cepat andai ia atau timnya tersingkir.

Pengembang game pun kecipratan rezeki dari bisnis ini, game Clash of Clans adalah game yang berhasil sukses di awal pengembangan media smartphone. Kini menjamur beragam game dengan FPS dan tema permainan yang memacu adrenalin saat memainkannya. Game Mobile Legend, PUBG hingga yang sedang naik daun sekaligus menjangkit para gamer yaitu Free Fire.

Semuanya saling mendukung dimulai dari produsen smartphone, para gamer yang makin menjamur hingga pengembang game yang terus melakukan riset terhadap gamer selanjutnya. Akan ada lonjakan jumlah gamer yang terus bertambah setiap tahunnya, sekaligus lahan basah yang dihasilkan.

Sudah lebih sebulan lamanya saya kepincut mempunyai ponsel yang dikhususkan buat aktivitas game. Akhirnya pilihan itu hadir dari salah satu varian ASUS yang diluncurkan di akhir tahun 2018. Namanya adalah Zenfone Max M2 yang merupakan adik kandung Zenfone Max Pro M2.
Besarnya kebutuhan para gamer seakan jadi lahan basah menggiurkan, para gamer harus jeli melihat produk yang ia inginkan khususnya gamer pemula. Semua itu terjawab dari ASUS ZenFone Max M2 yang layak sebagai Next Generation Gaming. Pangsa gamer pemula adalah angka yang sangat besar, buat mereka yang baru tahu tentang dunia game mobile hingga pilihan harga menarik yang ditawarkan jadi satu dari sekian banyak opsi tersebut.

Sudah sebulan terakhir saya menggunakan Zenfone Max M2 sebagai salah satu ponsel daily driver. Ia saya gunakan sebagai back up andai saja Zenfone 5 kehabisan baterai. Bila Zenfone 5 cocok dengan pangsa elit dan multimedia, Zenfone Max M2 lebih layak dengan pangsa gaming low-end.

Saya pun menjadi Zenfone Max M2 sebagai secondary ponsel yang ditujukan buat aktivitas gaming dan fotografi. Ada dua varian pilihan RAM yang tersedia yaitu 3/4 GB dengan penyimpanan 32/64GB. Untuk yang saya miliki saat ini adalah pilihan RAM 3GB dengan penyimpanan 32GB.

Saya langsung terpesona dengan warna kotanya yang memadukan warna hitam dengan gradasi biru tua. Seakan ada logo kilat yang menyambar pada desain kotaknya. Dalam paket pembelian terdapat sejumlah perlengkapan yang diberikan, mulai dari unitnya, charger 5V = 2A, bumper case, kitab petunjuk pengguna, kartu garansi, dan ejektor pin. 
Pertama sekali menggenggam unitnya, saya merasakan sangat nyaman meskipun terkesan panjang dibandingkan ponsel umumnya. Ukuran Zenfone Max M2 berdimensi 159 x 76 x 7,7 m berfinishing all metal pada bagian back cover. Perpaduan warnanya adalah warna hitam pekat dengan sedikit gradasi biru tua. Ada logo ASUS yang terpampang di bawah fingerprint scanner.

Makin sempurna karena ZenFone Max M2 tidak gampang overheating saat diajak main berjam-jam. Indikatornya karena telah menggunakan bodi berbahan metal yang cepat melepas panas. Jadi tetap dingin meskipun telah lama dipakai bermain game. Saya pun merasakan bahan metal ini tidak gampang kotor dan ada jiplakan tangan yang mengganggu. Untuk membersihkannya cukup dengan menggunakan kain perca atau tisu.
Meskipun berbahan metal dan berukuran 6,26 inchi, bobotnya sangat ringan yang hanya 160 gram. Bentuknya tipis hanya 7,7 mm seakan memberikan dimensi baru bahwa ponsel gaming tak selalu bongsor dan berat. Otomatis pengalamannya enak, apa itu digenggam dengan satu tangan. Tangan saya yang berukuran kecil tetap nyaman saat menggenggamnya termasuk dalam pengoperasian dengan satu tangan.
Peletakan lubang audio jack yang berada di bagian atas ponsel bagi saya sangat nyaman di bandingkan pada posisi bawah ponsel. Ini tidak akan membuat sesak saat dicharger dengan mendengarkan musik dengan audio jack. Serta saat bepergian dan dimasukkan kantong celana, posisi ponsel tegak lurus sehingga menghindari kabel head set cepat rusak. Sekaligus bisa melihat lampu kedip notifikasi.
Nyaman masuk di saku baju atau kantong celana
Ponsel gaming bukan berarti mengurangi estetika layaknya ponsel kekinian, citra yang disertakan adalah ketersediaan notch (poni) pada bagian atas ponsel. Ibarat seorang pria tampan yang terlihat penuh gaya. Notch yang digunakan pun akan otomatis mati dengan menyesuaikan rata kiri dan kanan saat digunakan bermain game. Jadi jelas tidak akan mengganggu dalam sudut bermain.

Saat pertama sekali menyalakan, mata saya langsung terpana dengan tampilan wallpaper dari sesosok karakter Free Fire. Pada ZenFone Max M2, pihak ASUS bekerja sama dengan game FPS kenamaan yang sedang naik daun: Free Fire. Saat pertama sekali ponsel dinyalakan sudah terinstal game Free Fire di dalam jajaran aplikasi ponsel.
Seakan sedang bertempur di arena pertempuran
ZenFone Max M2 menggunakan tampilan yang berbeda dengan produk Asus yang umumnya menggunakan ZenUI. Akan tetapi mengusung Pure Android versi 8,1 Oreo yang terkesan clean dari beragam tampilan pihak ketiga.

ASUS punya alasan menanggal tampilan khas ZenUI khususnya meminimalkan bloatware, efeknya tampilan ponsel terlihat polos dan apa adanya. Efeknya performa jadi lebih ringan dan smooth khususnya buat para gamer yang tidak mau neko-neko urusan interface.
Begitu clean dan smooth
Otomatis tanpa tampilan pihak ketiga akan menghemat daya, karena ASUS menyasar konsep Pure Android diperuntukkan buat gamer. Kabar gembiranya yaitu dalam waktu dekat pun ASUS sudah menyertakan update versi Android Pie pada Zenfone Max M2. Tunggu tanggal mainnya ya!

Pada sistem Log in, Zenfone Max M2 sudah dibekali sistem keamanan beragam. Mulai dari face unlock, fingerprint scanner, dan model pola kata sandi. Pada proses face unlock dan fingerprint scanner berjalan dengan sangat cepat. Jadi ada tiga pilihan yang aman dalam keamanan ponsel Anda, sehingga bisa mengamankan data dari tangan jahil yang tak bertanggung jawab.

ASUS membenamkan teknologi True Pallete sehingga warna yang dihasilkan lebih alami dan ada pula EcoPix yang memastikan layar tetap bisa dilihat saat di bawah cahaya matahari. Tak cukup di situ saja, ASUS sudah memberikan Mode Night Light untuk melindungi mata dari efek cahaya biru berlebihan yang memberikan rona kekuningan pada layar ZenFone Max M2, khususnya saat membaca kala malam hari.

Layar yang luas ini makin sempurna dengan dukungan layar 6,26 inchi dengan resolusi HD+ 1520 x 720. Screen to-body ratio hingga 88% dengan kepadatan pikselnya cukup baik yaitu 402 ppi. bentuk aspek rasio yang dihasilkan adalah 18:9, sehingga nyaman digenggam. Semuanya karena kemampuan FullView Display sanggup menyala terang hingga 450 Nits.

Sebagai contoh saat saya menonton YouTube, aspek ratio ini seakan membuat pengalaman menonton jadi lebih hidup. Serta dukungan Contrast Ratio dengan 1.500:1 memberikan sudut pandang lebih jelas dari sudut mana pun.

Bicara jauh mengenai urusan audio, Zenfone Max M2 dibekali Magnet Speaker pada bagian bawah ponsel yang menggunakan teknologi NXP Smart amp. Lubang speaker ada di bagian bawah dari ponsel, pantulan suaranya aman tanpa terhalangi tangan saat bermain game. Sehingga hasil suara yang dikeluarkan terdengar optimal dan gelegar.

Untuk sebuah ponsel baru, saya selalu tidak pernah luput mengukur kemampuannya. Ada dua acuan aplikasi perhitungan yang saya pakai, yaitu PCMark Work 2.0 dan Benchmark Antutu. Sebuah ponsel yang nyaman bermain game menurut saya adalah yang punya skor PCMark Work di atas 5500. Sedangkan Benchmark Antutu adalah mendekati angka 10000
Pada Zenfone Max M2, hasil yang didapatkan adalah 5785 pada PCMark Work dan 99347 pada Benchmark Antutu. Saya rasa ini cukup baik dalam memainkan game kekinian saat ini, apalagi sudah ditopang dengan Snapdragon 632 yang punya efisiensi daya buat para gamer pemula.

Qualcomm memang terkenal sebagai pembuat chipset terbaik, salah satunya adalah menghadirkan Snapdragon 632 yang menyasar segmen kelas middle dan low end. Kehadiran Snapdragon 632 sebagai renegerasi chipset sebelumnya yaitu 626 dan 625.

Kemampuan yang dimiliki Snapdragon 632 punya kinerja GPU lebih baik 40% serta olah grafis hingga 10% dari generasi sebelumnya. Pada Snapdragon 632 tergolong kelas High-Tier 600 Series yang menekankan efisiensi daya pada performa terbaiknya.
 
Makin lengkap karena sudah ada GPU Adreno 506 yang mampu menunjang grafik terbaik yang bertenaga dan hemat daya. Ada hal lain yang saya suka dari GPU Adreno 506, sudah ada teknologi Universal Bandwidth Compression (UBWC) dalam menghemat Bandwidth.

Saya yang tinggal di daerah dengan sinyal lemah otomatis jumlah bandwidth yang didapatkan terbatas. Adanya fitur UBWC seakan bisa mengoptimalkannya sesuai kebutuhan dan buat hemat kouta. Membantu seakan sobat Missquen dan sekte penyembah kouta seperti saya.

Sebuah ponsel kekinian harusnya sudah teknologi 14nm, syarat ini sangat berguna dalam menghemat daya. Apalagi dengan berukuran 4.000 mAh dan ditambahkan dengan teknologi 14nm, jangan terkejut untuk bisa menghabiskan bermain PUBG dengan setting high dengan kecerahan tinggi, membutuhkan 14 ronde (asumsi sekali tamat 30 menit).

Kemudian clock yang mampu dihasilkan sampai 1,8GHz, berkonfigurasi pada empat core Cortex-A73 sehingga mampu menampilkan performa terbaik. Sedangkan empat core sisanya menggunakan Cortex-A53 efisien daya. Sudah pasti game kekinian seperti PUBG, Fornite, dan Free Fire mampu berjalan lancar dengan performa grafis terbaik. Semua karena dukungan CPU Kyro 250 yang punya kinerja lebih baik hingga 40%.

Urusan perekaman video pada Zenfone Max M2 sudah mendukung perekaman video 4K pada pengaturan 30fps serta pengatur 1080 pada 120fps. Dalam penggunaan sensor pada single kamera 24 MP dan dual-camera sebesar 13 MP. Pastinya sudah terintegrasi dengan AI dalam pengambilan foto dengan hasil smooth.

Snapdragon 632 juga telah mengusung modem X9 LTE yang mampu mendukung teknologi LTE Advanced seperti carrier addregation. Sehingga kemampuannya membawa kapabilitas LTE Cat 12 hingga 300 Mbps (downlink) dan LTE Cat 5 hingga 150 Mbps (uplink). Serta sudah terpasang teknologi DSP Hexagon 546 yang mampu menerima sinyal dari luar dengan sangat baik.

Walaupun bukan ponsel bukan berari ZenFone Max M2 menganaktirikan kemampuan kameranya. Malahan sudah memberikan kamera ganda sesuai keinginan yang didukung dengan kamera ganda 13 MP kamera belakang dan 5 MP untuk kamera depan. Letak posisinya dibuat secara vertikal seperti ponsel kekiniaan saat ini dengan bukaan lensa f2.0.
Kemampuan fungsi dari dual kamera mampu menciptakan efek foto bokeh maksimal. Fitur khas smartphone dalam menghasilkan gambar tidak pernah dilupakan, Phase Detection Auto Focus, dan LED Flash. Berbagai momen berhasil ditangkap dengan sangat detail karena sudah dibekali dengan kemampuan AI kamera yang mampu mendeteksi 13 objek berbeda.

Adanya teknologi Snapdragon Camera agar hasil foto lebih bagus termasuk fitur Mode Auto, HDR Mode, dan Portait Mode (Bokeh) jadi andalan hasilkan jepretan terbaik. Ada juga efek depth of field terlihat begitu artistik dan mengagumkan sehingga mampu menghasilkan gambar terbaik.

Saya pun berhasil mengabadikan banyak gambar yang bisa Zenfone Max M2, sehingga mampu menjawab rasa penasaran pembaca lainnya:
Mode HDR panorama
Efek Bokeh
Kamera Selfie
Mode Low Light
Khususnya untuk ponsel gaming. ZenFone Max M2 menghadirkan 2 Slot untuk SIM Card  berbentuk (Nano Card) yang sudah mendukung 4G LTE dengan kecepatan speed hingga 300Mbps. Cocok buat gaming yang butuh 2 SIM Card yang salah satunya bisa digunakan buat kouta gaming.
Triple slot yang lega
Masalah penyimpanan tambahan pun tergolong besar karena sudah mendukung ruangan MicroSD hingga 2TB. Semuanya sekaligus khususnya dalam menyimpan gaming berukuran besar. Varian yang saya miliki 3GB/32 GB, meskipun begitu karena tersedia MicroSD Card yang mampu menyimpan banyak koleksi game, foto, dan video beresolusi HD.

Tak perlu khawatir karena sudah termasuk bonus storage Google Drive sebesar 100 GB pada paket pembelian. Opsi ini bisa jadi pilihan penyimpanan cloud selain tambahan storage eksternal. Saya pribadi banyak menyimpan berbagai foto yang sudah diambil dari bonus storage Google Drive yang ASUS berikan.

Bagi saya dan kebanyakan pengguna, baterai jadi hal vital yang menunjang segala produktivitas dan aktivitas multimedia. Bonusnya lagi bisa memainkan game dalam jangka waktu lama.

Saat saya menggunakan Zenfone Max M2 dengan intensitas yang tinggi dimulai dari pukul 08:00 WIB hingga waktu istirahat. Malam hari intensitas menggunakan ponsel sedikit meningkat karena lepas dari kesibukan kerja. Kadang masih menyisakan 20% daya. Itu artinya lebih dari 12 jam pengguna maksimal sebuah smartphone.

Biasanya saya bukan mengisi daya pada malam hari tetap setelah bangun subuh. Dalam hitungan 2 jam 13 menit baterai sudah penuh, waktu yang saya rasa ideal karena ukuran baterai yang besar. Sembari bersiap-siap sebelum pergi bekerja pada pukul 08:30, baterai sudah penuh dan siap tempur seharian tanpa bawa charger.

Mengingat kebiasaan buruk saya yang sering meninggalkan charger di rumah. Bila dulunya galau tak karuan dan rela pulang hanya untuk menggambar charger di rumah. Kini tak perlu khawatir karena komponen baterai berukuran jumbo dengan kapasitas 4.000 mAh, kuat diajak memenuhi aktivitas saya.

Ponsel yang mendukung multimedia bukan hanya sebatas gaming saja, tetap aktivitas harian yang sangat sulit dijauhi. Sebagai contoh saya sering memanfaatkan ponsel dalam dua hal, sebagai produktivitas di waktu produktif dan gaming dikala waktu relaksasi.
Bisa YouTube-an sepuasnya
Aspek multimedia yang saya tekankan adalah membuka banyak sosial media dalam satu waktu, belum lagi membuka beragam video di YouTube. Termasuk membuka berbagai file dan slide, otomatis akan ada banyak tab yang terbuka.

Selama sebulan terakhir saya doyan mengunduh semua game terbaru di Zenfone Max M2. Rata-rata game yang berjalan punya grafik tinggi dan kayak taktik sepeti genre game First Person Shooter (FPS), Fighting Games, Real-Time Strategy (RTS), Sport Games, dan Racing.

Game pertama yang saya coba adalah game kekinian yang sedang naik daun dengan genre FPS. Pilihan yang saya mengunduh dan mainkan adalah PUBG dan Free Fire. Pada Free Fire tidak perlu lagi karena sudah terinstal secara langsung di Zenfone Max M2. 

Pada pengujian yang saya lakukan pada game tersebut, PUBG dan Free Fire dapat berjalan di settingan balance dengan frame rate medium. Memang bisa pada settingan high, hanya saja settingan medium menghasilkan FPS lebih bagus dalam bermain ditambah dengan internet yang sedikit lambat, opsi medium jadi pilihan saya.

Game play kedua game tersebut sangat smooth dan sangat nyata, tidak ditemui lag saat bermain. Serta tidak terjadi frame drop khususnya saat aksi tembak-tembakan dan baku hantam. Dengan begitu saya bisa mendapatkan Winner-Winner Chicken Dinner dan Booyah dengan aman.

Bagi saya game fighting adalah game baku hantam paling seru, salah satu game yang menjadi primadona saya yaitu UFC (Ultimate Fighting Championship). Olahraga seni bela diri campuran ini sangat digandrungi saat ini termasuk versi game yang diluncurkan oleh EA Sport.
Setelah saya mengunduhnya, pengujian game saya lakukan. Salah satu petarung UFC yang saya pilih adalah Conor McGregor yang terkenal dengan pukulan KO-nya, Melawan Nate Diaz dengan keahlian Juijutsu khasnya.

Hasilnya saat beberapa kali bermain, saya tidak mengalami kendala dan bisa dimainkan hingga settingan high. Kendalanya hanya satu, saya sering kalah karena minim jam terbang. Bagi saya game ini cukup direkomendasikan untuk bermain di Zenfone Max M2. 

Sebagai penggemar sepak bola, game bola mungkin jadi game yang paling lama saya mainkan sejak era konsol Nintendo dulu. Saat ini game bola sudah banyak dimainkan secara mobile gaming. Saya pun dari dulu adalah fans yang menyukai game keluaran FIFA dibandingkan pesaingnya PES.
Balas dendam atas kekalahan sama Ajax kemarin
Alasannya karena punya gameplay yang lebih hidup ditambah dengan grafis yang bagus. Saya pun kini seakan mengurangi jam bermain game di rental dengan menggunakan konsol dan beralih mengisi waktu luang dengan FIFA versi mobile.

Alhasil tetap menyenangkan dengan settingan medium yang rata kiri dan kanan. Dengan grafis yang tidak ngelag dan patah-patah, seakan saya bisa membalaskan dendam kekalahan Madrid atas Barcelona dan Ajax minggu lalu versi mobile.

Siapa yang tak kenal game Need for Speed?

Game lawas yang sudah ada di ponsel Symbian seakan tetap jadi primadona. Kini lahir dengan versi terbaru dengan berbagai fitur terbaik. Adegan yang paling saya suka pada game ini adalah aksi kejar-kejaran di jalanan kota. Akan ada beberapa penambah kekuatan (NOS) yang buat mobil melaju cepat, serta pilihan mobil yang makin eye-catching.
Game ini sengaja saya unduh di ponsel sebagai pemacu adrenalin dan pembunuh bosan. Saat makan siang pasti bawaan malas gerak, dengan bermain game ini sejenak bisa memacu adrenalin buat bangkit dan semangat kembali.

Hasil pengujian yang saya lakukan pun sangat memuaskan, Game Need for Speed bisa berjalan pada settingan high tanpa ngelag sedikit pun. Saturasi warnanya yang dihasilkan pun cerah termasuk efek getaran saat tabrakan dan ledakan.

Nah…. game terakhir yang ada di ponsel saya adalah game Helix Jump. Game ini mungkin game ringan karena hanya berukuran 44MB,  namun bikin otak panas saat dimainkan. Butuh kesabaran, konsentrasi, dan taktik buat bisa naik level.
Sesuai dengan namanya yang mengusung strategi dan memecahkan masalah dengan cepat. Setiap loncatan harus dipikirkan secara presisi supaya tidak game over. Saya sengaja mengunduh game ini sebagai alternatif dari game lainnya.  Sekaligus pengujian pada game bergenre RTS.

Dari keseluruhan game yang saya mainkan di Zenfone Max M2, tidak masalah sedikit pun. Meskipun tidak secara keseluruhan berhasil dimainkan pada settingan high. Bagi saya itu wajar karena layarnya yang HD+ sehingga menyesuaikan dengan layar. Efek lainnya buat durasi lama bermain jadi lebih lama dan intens. Terpenting saat bermain game bagi saya adalah rasa nyaman dan bebas lag, semua itu tidak saya temukan saat bermain.

Setelah panjang lebar yang menceritakan cerita gaming, review hingga pengalaman gaming. Saya rasa ZenFone Max M2 seakan menjawab segala kebutuhan gamer pemula dalam satu ponsel. Di mulai dari pengalaman gaming, multimedia, baterai, bodi yang tipis, dan kualitas kamera jadi satu padu di ZenFone Max M2. Urusan harga pun ramah di kantong buat para gamer pemula yang siap naik level.

Secara aspek kemampuan baterai dan chipset menyasar para gamer pemula yang baru terjun di dunia FPS. Harga yang ditawarkan ada pada dua varian yaitu RAM 3/4 GB dengan storage 32/64GB, harga yaitu Rp.1.999.000 dan Rp. 2.399.000.

Di tengah gempuran banyak pesaing lainnya, ASUS memberikan sebuah pilihan yang lebih unggul. Kini tinggal para pengguna menentukannya, pengalaman saya gunakan selama sebulan terasa memuaskan dan bisa jadi referensi untuk kalian semua.

Semoga saja postingan ini bermanfaat buat sobat gamer semuanya dan berikut ini spesifikasinya lengkap Zenfone Max M2:
Spesifikasi Ponsel
ZenFone Max M2
Ukuran
Panjang: 76,23 mm,
Tinggi: 158,4 mm,
Lebar: 7,7 mm,
Berat: 160 g
Warna
Midnight Black,
Space Blue, 
Meter Silver
Layar
6,26 inch 
screen-to-body ratio 88%.
Resolusi: HD+  1520x720
CPU dan GPU
Snapdragon 632 (14nm)
Octa-core (4x1,8 GHZ Kryo 
250 Gold & 4x1,8 Kryo 250 Silver
GPU Adreno 506
OS
Android 8.1 Oreo
Memori
3/4 GB RAM + 32/64 GB ROM
Jaringan
SIM I (4G LTE, 3G dan 2G)
SIM II card: 4G LTE dan 3G 
GPS
GPS, GLONASS, BDS
Koneksivitas  
802.11b/g/n, 2.4 GHz,
Bluetooth 4.2,
Micro USB, USB 2.0, 
3,5 mm Headset Jack,
PC Data Synchronization
Sensor
Sensor Gravitasi,
Sensor Cahaya,
Sensor Sentuh,
Giroskop,
Kompas,
Sensor Sidik Jari
Kamera Selfie
8 mega-pixel + 2 mega-pixel
F/2.0 aperture,
LED Flash, HDR
1080@30fps
Kamera Utama
13 mega-pixel + 2 mega-pixel,
F/1,8 aperture,
LED Flash, HDR, Panorama
2160p@30fps, 180@30fps
Audio/Video
Audio File Format: mp3, mp4,
3gp, ogg, aac, flac, midi.
Video File Format: 3gp, mp4
Fitur lainnya
Fingerprint (rear-mounted), 
Accelerometer, Gyro, 
proximity, Kompas
Baterai
4000mAh, 5 V/2 A charger
Isi Kemasan
Unit ponsel  x 1,
Built-in battery x 1,
Buku petunjuk x 1,
Charger x 1,
Kartu garansi x 1
Ejektor pin x 1,
Micro USB cable x 1,
TPU Protective case x 1
TP protective film x 1
Harga
Rp 1.999.000 (3GB/32)
Rp 2.399.000 (4GB/64GB)

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer