Wednesday, July 31, 2019

Gelontoran Dana Investasi Startup di Indonesia

Kemunculan trend startup di tanah air seakan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat besar. Salah satunya adalah dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Ini terbukti dengan tingginya investasi di Indonesia yang masuk ke tanah air, Indonesia berada di peringkat keempat dengan skor mencapai 84,4. Hanya kalah dari tiga negara lainnya yaitu Malaysia, Polandia, dan Filipina.

Derasnya kemajuan teknologi digital seakan mendorong berbagai startup baru bermunculan dari berbagai daerah. Salah satunya data dari Indonesia Digitial Creative Industry Society di tahun 2018, ada 992 startup. Jumlahnya tersebar di sejumlah daerah dengan yang paling banyak konsentrasinya di daerah Jabodetabek hingga 552.

Pastinya di tahun ini ada banyak startup baru dengan ide menarik yang hadir dan meramaikan persaingan. Itu juga didukung dengan begitu banyak startup lokal yang berkembang. Suntikan dana asing yang besar membuat sejumlah perkembangan dari ekonomi digital dipegang oleh empat pelaku penunjang. Mulai dari Financial Technology (Fintech), E-Commerce, On Demand Services, dan Internet of Things (IoT). 
Iklim startup yang baik dan bantuan dari pemerintah seakan menggenjot banyak aspek di dalamnya. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah UMKM. Kemunculan dari startup seakan mendorong UMKM di dalamnya dalam satu lingkaran besar. Misalnya saja sejumlah e-commerce dan transportasi online besar tanah air seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka kini melewati level Unicorn.

Itu didukung dengan pangsa e-commerce terbesar di Asia Tenggara, jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 250 Juta jadi acuan peluang akan menjanjikan tersebut. Volume masyarakat yang besar jadi peluang yang menjanjikan pangsa e-commerce.

Keberhasilan ini seakan mendorong banyak investasi yang datang khususnya dari luar negeri terhadap investasi di bidang startup. Bisa dibayangkan andai saja kita berinvestasi 5% saja saat berupa startup kecil level crockroach (level pertama) dan kini perusahaan tersebut sudah menjadi Decacorn. Jelas sangat besar profit keuntungan yang didapatkan.

Kesuksesan sejumlah perusahaan besar startup tanah air tidak luput dari gelontoran dana melimpah sebagai modal ventura. Adanya konsep bisnis yang menarik, unik, dan punya peluang besar di masa depan. Seakan membuat para investor tergiur dalam berinvestasi di startup tanah air tersebut.
Image result for decacorn 
Iklim startup Indonesia sangat kondusif, ada banyak anak muda yang melihat peluang besar tersebut. Tak ada yang menyangka akan lahir “Next Decacorn” baru dari duit Investing Indonesia. Urusan pertumbuhan akan bisnis digital ada banyak aspek yang berpengaruh di dalamnya di antaranya:

Orientasi pasar berbasis mobile, Saat ini hampir 70% dari pangsa akses internet yang ada di Indonesia berasal dari gawai ponsel dibandingkan laptop atau PC. Penetrasi yang sangat besar tersebut mendorong berbagai aspek khususnya transaksi digital jadi lebih mudah dengan gawai ponsel, Mendorong aplikasi startup yang user friendly via mobile akan punya pengguna banyak dan setia. Ditambah dengan segudang fitur yang menjawab kebutuhan pengguna.

Konsumen muda dan melek akan teknologi, Tak bisa dipungkiri pengguna internet di Indonesia datang dari generasi muda. Apalagi saat ini ada sekitar sepertiga jumlah penduduk Indonesia yang berusia 16 – 35 tahun. Demografi ini membuat konsumen yang besar dalam setiap transaksi online yang ada. Mereka lebih mengandalkan teknologi dan sadar bahwa teknologi lebih memudahkan urusan.

Peningkatan jumlah UMKM di ranah digital, para UMKM melihat pasar internet sangat seksi dan penuh kejutan. Tidak perlu mendirikan toko fisik, cukup dengan memamerkan produk yang mereka punya dari setiap layanan online. Para konsumen pun seakan terlayani dengan baik dari UMKM yang dulunya harus diakses secara offline, kini sudah bisa ditemukan secara online. Hasil yang didapatkan lebih menjanjikan dengan waktu kerja lebih fleksibel.

Pertumbuhan Investasi yang pesat, Saat ini investasi tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah paling besar yang diserap datang dari perusahaan berbasis e-commerce. Semua itu tidak berbagai pihak terlibat di dalamnya, mulai dari aspek pelaku usaha, founder, investor, dan pemerintah. 
Terakhir adalah melalui dukungan pemerintah yaitu dengan mempermudah regulasi investasi Indonesia dan menunjang ekonomi digital. Salah satu yang sedang dibuat dengan sangat baik adalah pembangunan Palapa Ring Indonesia dalam membangun kabel optik dan kabel bawah laut di seluruh negeri mempercepat akses internet.
Alasan itulah pemerintah mempersiapkan program Making Indonesia 4.0 dalam lima sentra industri potensial dalam negeri yang berkelanjutan. Ada sejumlah prioritas yang diterapkan di antaranya dengan memperbaiki alur barang dan material dengan meningkatkan produksi lokal dan menekan angka impor.

Penerapan ini akan berdampak pada sejumlah sentra industri kecil termasuk salah UMKM yang menerapkan konsep digital berbasis e-commerce. Semua pihak yang ada dalamnya akan tumbuh, termasuk startup yang menghimpun sejumlah UMKM dalam negeri.

Bukan pemandangan asing lahirnya startup tanah air, dari level pemula Crockroach hingga level besar seperti startup Decacorn. Akan banyak investor yang tertarik dengan startup buatan anak negeri dalam proses pendanaan dan pengembangan risetnya. Dukungan investasi tersebut akan membantu memperkuat ekonomi Indonesia, sejalan dengan ide pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Digital di Asia Tenggara di tahun 2020.

Semoga postingan ini memberikan pencerahan dan Have a Nice Day Guys!

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Halo Penulis

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Berlangganan via Email