Tuesday, April 14, 2020

Gamepad PlayStation, Nikmat Mana yang Ingin Didustakan?

Sudah seperempat abad Playstation melintasi masa, kala itu game konsol begitu terbatas dan hanya miliki kalangan atas. Mencicipi game konsol hanya bisa dirasakan oleh anak-anak dari kalangan berkantong tebal. Anak-anak kalangan ekonomi bawah mungkin hanya bisa menonton atau membayangkannya.

Seperti game bola, pikiran mereka berangan-angan. Bermodalkan kertas lipat sebagai pemain dan gawang. Kapur pun diasah sedemikian rupa menyerupai bola buatan. Cara itulah yang bisa dilakukan kala itu sembari membayangkan itu serupa dengan bayangan gaming konsol kala itu.

Kala itu nama Nintendo mungkin begitu mengakrabi anak-anak 90-an saat era konsol begitu menarik. Saat itu game hanya terbagi tiga segmen yakni game Arcade (ding-dong), game PC, dan paling mentereng game berbasis konsol. Game mobile belum ada dan mendukung karena masih bersifat offline yang bisa dimainkan dari rumah masing-masing terkecuali Arcade.
Hingga akhirnya Playstation muncul menyasar segmen konsol di awal 90-an. Kala itu pengalaman yang dirasakan pun tidak begitu impresif dari kompetitor kala itu yaitu Nintendo dan juga Sega seakan membuat PlayStation cepat naik daun. Sony dengan senjata andalannya Playstation mampu meracuni semua gamer kala itu. Penjualannya mereka di seluruh dunia...

Sebelumnya Sony berpikir dan sadar selaku yang membesut Playstation tahu kedigdayaan Nintendo sulit terbendung apalagi pemain baru seperti mereka. Butuh inovasi dan kreasi baru agar menggebrak dunia game yang seakan jalan di tempat dan hanya dinikmati mereka yang berduit.

Hingga akhirnya Playstation generasi pertama konsol milik mereka diluncurkan. Tanggal 3 Desember 1994 jadi hari peluncuran perdana dan memberikan segudang fitur dibandingkan pesaingnya. Salah satunya menggunakan CD-ROM yang kala itu game masih kaset bisa. Ada juga Memori Card dalam menyimpan data permainan dan tentu saja Gameshark buat yang suka cheating.
Sony memberikan sesuatu yang spesial dari semua konsol Playstation milik mereka. Gamepad buatan Sony begitu nyaman, mengalahkan para pesaingnya yang terlebih dahulu kenyang asam garam. Gamepad milik Sony tersebut mereka namai dengan DualShock yang menjadi cikal-bakal Gamepad modern yang dimainkan gamer hingga saat ini.

Masa Kecil Begitu Bahagia Berkat Playstation
Pagi itu setelah makan siang para bocah bergegas pamit oleh orang tuanya. Mengayuh sepeda hingga persimpangan, sadar bahwa rental PS anak penuh sesak. Anak-anak yang tidak kebagian bermain harus menunggu lama untuk bisa dapat giliran. Seakan ada banyak menit yang mereka tunggu, tapi mereka tidak ingin mengeluh karena hari ini adalah hari libur. Bermain PS adalah pelepasan bahagia ditunggu hingga akhir pekan tiba.

Memang itu cukup ironi saat jumlah lapangan bermain makin terbatas, pilihan rental PS begitu menggoda. Apakah hanya sekadar menonton lawan bermain atau mengajak tanding. Seakan satu TV dipenuhi oleh banyak bocah, melihat kebolehan temannya dalam bermain. Game yang paling dinanti tentu saja Winning Eleven. Siapa yang kalah harus keluar dan digantikan oleh anak lainnya. Bocah yang tak terkalahkan seakan bisa bermain sampai puas dan jempol tangannya lecet.
Rental PS jadi sebuah tujuan akhir yang penuh rasa penasaran. Ia seakan melengkapi di siang hari kartun Tsubasa dan bermain bola di senja hari. Bagi para bocah bermain PS jadi bukti nyali seberapa jago mereka di atas sebuah konsol. Pertarungan jadi diri memalukan karena ditonton teman-temannya. Segala cara rela dilakukan untuk bias menang.

Di rental paling banyak bermain game bola, memang saat ini yang paling identik dengan bermain PS adalah mereka yang suka bermain game bola. Memberikan kenangan manis buat para bocah, anak kuliah hingga pria dewasa yang digoda bermain untuk ikut bermain. Eksistensi game konsol seakan tak mati dan memberikan pengalaman sendiri dalam bermain.

Mungkin saat itu para ibu-ibu cukup mencari anak lelakinya di dua tempat anak lelakinya berkumpul. Apakah di lapangan bola atau rental PS di dekat rumah. Supaya cepat pulang, segera mandi dan berangkat salat magrib.

Bagi yang telah mendekati kepala tiga, kebiasaan main PS memang tidak bisa ditolak. Apalagi ajakan berduel ibarat mempertahankan jati diri. Sembari duduk di rental atau berteriak sambil mengumpat di depan layar saat tidak gol atau bahkan mengejek teman saat ia kalah dan banyak alasan. Berbeda dengan mobile gaming yang kadang dimainkan di tempat umum, kata-kata umpatan terdengar oleh khalayak ramai.

Inilah kenangan yang diberikan oleh Playstation, mereka sadar tak sedigdaya dulu. Sony pun kini bukanlah perusahaan teknologi besar seperti dulu. Playstation mungkin salah satu sisi nyawa yang tersedia kala bisnis mereka banyak tergerus. Mempertahankan Playstation itu artinya mempertahankan nama Sony tetap ada dunia gaming.

Revolusi Gamepad dan Cikal Bakal Gamepad Modern
Berbicara mengenai Playstation pertama, model ini dianggap cukup sukses di pangsa konsol kala itu. Mulai dari menawarkan banyak sesuatu yang baru dan bahkan menggerus bisnis game model lama. Seakan konsol hampir meraut 70% pangsa gaming kala itu, game arcade seakan harus mengibarkan bendera putih bawa era mereka sudah mulai pudar. Hanya tinggal game PC pesaing utama konsol.

Mereka bukanlah yang paling dulu hadir, jauh sebelumnya Nintendo dan Sega begitu terkenal serta punya ciri khas dari gamepad mereka. Awalnya gamepad berupa tongkat alias joystick yang berfungsi sebagai arah pergerakan, ditambah satu tombol aksi. Pengalamannya jauh dari kata menyenangkan dan pastinya tombolnya tidaklah empuk.
Semuanya dimulai sejak tahun 1962, perusahaan ternama Nintendo Entertainment System (NES) mengeluarkan gamepad pertama berbentuk kotak berisi tombol A dan B. Proses pembaruannya terus dilakukan hingga pada era 1980-an. Saat itulah lahirlah konsol pertama yang diberi nama Nintendo 1985, game paling terkemuka yang mungkin diingat semua orang yaitu Super Mario Bross.

Nintendo mencoba menyempurnakan gamenya dan tentu saja gamepad lebih modern dan enak digenggam. Hingga akhirnya lahirlah sebuah konsep D-pad yang berbentuk menyerupai kacamata. Bentuknya ringkas dan cukup nyaman dibandingkan bentuk kotak persegi seperti model pertama. Mereka memberi namanya dengan Super NES dan diluncurkan pada tahun 1991.
Nah... pada gamepad model ini memungkinkan pergerakan ke arah atas, bawah, kanan, dan kiri, untuk menggantikan joystick yang tidak ergonomis. Sejak itu gamepad selalu dibagi menjadi dua bagian. Pada bagian kiri gamepad untuk pergerakan player, sedangkan pada bagian kanan gamepad dalam menunjang berbagai aksi jadi lebih hidup.
Nintendo kemudian sedikit mengubah desain dengan menambahkan shoulder sebagai tempat beristirahat jemari supaya tak pegal. Sekaligus menggenggam bagi telunjuk dan jemari lainnya, Nintendo juga menciptakan tombol X dan Y di bagian action yang berada di sebelah kanan. Tombol-tombol ini makin menambah reaksi dalam bermain.

Kemudian SEGA Genesis selanjutnya mengubah bentuk kotak yang identik dengan NES, menjadi bentuk agak menyerupai bumerang membuat genggaman pemakainya lebih nyaman. Ada tambahan tombol aksi di kanan menjadi tiga dan kemudian enam (A, B, C) dan (X, Y, Z) memungkinkan gamer mengeluarkan banyak aksi. 
Namun bentuk gamepad revolusioner barulah lahir saat Playstation terjun ke dunia konsol. Melahirkan gamepad khas mereka dengan bentuk yang memanjakan genggaman tangan. Sangat nyaman itu semua kalangan gamer dan semua berkat ide divisi pengembangan Playstation yaitu Teiyu Goto.

Sudah ada hampir tiga dekade lamanya sejak kemunculan di pertengahan 60-an konsol game tak punya gamepad ideal. Hingga tercetus ide dari Sony dengan Proses riset dalam membuat gamepad terbaik tidak hanya praktis tapi mendukung semua genre game.
Sony bahkan memberikan perubahan gaya bermain ini kian mengembangkan berbagai jenis game seperti first person shooter (FPS) sebagai pengembangan dari genre action. Ada pula pengembangan dari game dengan genre Fighting Games, (FPS), Real-Time Strategy (RTS), Sport Games, dan Racing. Membuat cikal bakal gaming lebih beragam.

Gamepad Sony, Cita Rasanya Begitu Menggoda
Membuat sebuah gamepad yang nyaman dan cocok buat gamer sudah pasti butuh riset matang. Apalagi sebuah perusahaan yang belum punya pengalaman di dunia tersebut. Awal mula gamepad legendaris khas Sony adalah ide yang tak disengaja.

Bahkan sempat ditolak oleh direksi karena bentuknya yang begitu aneh. Namun karena diyakini oleh salah seorang teknisnya yaitu Teiyu Goto. Desain yang ia ajukan sempat mengalami penolakan keras dari direksi. Tapi ia meyakinkan karena desain gamepad modern yang diinginkan gamer adalah sesuatu ringkas dan nyaman.
Bila gamepad pesaingnya kala itu Nintendo lebih cenderung datar sehingga Teiyu menilai kondisi tersebut tidak nyaman untuk dimainkan dalam jangka waktu lama. Makin nyaman sebuah gamepad yang diberi nama Dualshock tersebut makin laris di pasaran gaming. Inilah yang membuat Playstation sukses selain harganya yang terjangkau.

Bukan hanya ukurannya saja tapi juga bentuknya lebih tipis supaya lebih mudah digenggam. Game konsol sudah pasti dimainkan banyak kalangan tanpa terkecuali. Itulah yang dipikirkan oleh Sony dalam mendesain gamepad Playstation milik mereka.

Teiyu pun menilai desain gamepad sedemikian rupa agar bisa nyaman dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa bertangan besar. Hingga akhirnya gamepad pertama lahir dengan sejumlah total seperti penambahan tombol di atas (shoulder) seperti L1, L2, R1, dan R2, membuat gamer semakin memiliki banyak pilihan aksi.

Mungkin di seri pertama kali meluncur, konsol Playstation begitu polos, tak ada analog seperti generasi selanjutnya. Pada Playstation generasi selanjutnya penambahan analog memberikan bukti nyata konsol biasa dimainkan oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Jempol sebelah kiri pun tidak lagi bengkak karena sudah ada analog. Fungsinya tetap sama dan pergerakannya lebih dinamis dibandingkan tombol transisi. Analog fungsinya sama seperti awal mula mouse pada PC yang sangat membantu pergerakan lebih baik. Revolusi ini mengubah pergerakan game jadi lebih ciamik dimainkan dalam waktu lama.

Primadona dari Playstation mungkin bagi saya adalah game bola buatan mereka. Persaingan Konami dan EA Sport sejak dulu menghasilkan game terbaik buatan mereka. Pengalaman dari Playstation edisi pertama seakan membuat pergerakan lebih dinamis lagi. Analog jadi kunci menciptakan pergerakan pemain andal dalam melewati lawan.

Dualshock Playstation, Gamepad Terbaik Hingga Kini
Siapa yang tak mengakui bahwa gamepad buatan Sony begitu sempurna, bahkan sudah melintasi zaman. Mulai dari zaman Nintendo dan Sega serta kini menahan lagu Xbox besutan Microsoft. Kini mereka sedang mempersiapkan Dualshock baru yang akan diluncurkan pada tahun 2020.

Awal mula Dualshock hadir pertama kali diluncurkan di Jepang pada 3 Desember 1994. Punya spesifikasi cukup gahar kala itu. Mulai dari penyimpanan menggunakan CD-ROM, punya Memori Card penyimpanan, dan bahkan sudah mendukung game 3D. Artinya Sony mampu memberikan semuanya dari kenyamanan gamepad hingga inovasinya.
Sesuatu yang tak dimiliki oleh Nintendo dan Sega kala itu. Alhasil lahirlah game terkenal  dan melegenda di Playstation 1 seperti Winning Eleven, Harvest Moon, Resident Evil, Tekken, Final Fantasy, dan tentu saja SmackDown.

Kemudian 5 tahun berselang, edisi kedua pun lahir yang lebih dikenal dengan Playstation 2. Meluncur pertama kali perdana di Jepang pada 4 Maret 2000 dan telah diperkenalkan pada publik setahun berselang. Dualshock yang Playstation jadi sebuah andalan sekaligus spesifikasinya, Sony sukses besar karenanya.
Konsol Duashock jadi bentuk pembaruan yang digunakan Sony dengan mengandalkan analog. Tidak pada edisi pertama yang tidak memiliki analog dan pada versi lanjutan baru tersedia. Bentuk dari konsol lebih ramping dan ada banyak perubahan yang dilakukan. Misalnya saja mematenkan konsep DVD dan opsi hardisk. Lalu peningkatan kapasitas Memori Card dan punya resolusi lebih baik dari sebelumnya.

Bisa dibilang konsol Dualshock dari Playstation generasi kedua adalah bentuk asli yang dipertahankan bertahun-tahun. Memang ada upgrade pada versi selanjutnya tapi kesan klasik dan nyaman tersebut tetap dipertahankan oleh Sony hingga Playstation generasi kelima.

Tahun 2006 kejutan kembali diberikan Sony dengan hadirnya Playstation generasi ketiga (Playstatin 3). Sony pun sering melakukan proses upgrade setiap 5-6 tahun akan produknya. Game pun mulai beragam dan dinamis, kelahiran generasi ketiga seakan membuat Playstation sadar bisnis mereka terus berkembang.
Tepatnya pada 11 November 2006, Playstation 3 meluncur pertama kali. Punya spesifikasi yang cukup gahar dan bersaing hingga kini. Ada sejumlah perubahan besar yang dilakukan dengan mengubah DVD menjadi Blue Ray Disc serta dukungan Hardisk berkapasitas besar.

Urusan gamepad pun yang cukup menarik, Playstation pun berhasil mengganti konsep kabel pada dualshock dengan stick controller berbasis wireless. Ini bagi saya cukup revolusioner karena kabel membatasi gerak dalam bermain dan juga rentan konslet. Proses switch pun lebih mudah karena sudah tersedia tombol pada bagian tengah dualshock.yang ada logo Playstation di tengahnya.

Lalu dualshock punya media khusus yang bisa digunakan untuk mengisi daya pada gamepad. Ada sejumlah lampu indikator dalam bermain dan pastinya nyaman karena analognya pergerakannya lebih responsif dibandingkan dengan versi sebelumnya. Termasuk analognya yang lebih responsif dibandingkan versi sebelumnya.

Selanjutnya 6 tahun kemudian Playstation 4 pertama kali dirilis di Amerika pada 15 November 2013. Ada banyak perubahan besar yang diberikan oleh Sony, seperti dapur pacu yang lebih ngebut dibandingkan versi sebelumnya. Generasi keempat memang lebih bertenaga dan punya kemampuan lebih hidup,
Kelebihan yang ada pada versi sebelumnya tetap ditonjolkan seperti fitur wireless pada dualshock. Ada penambahan besar yang dirasakan membuat kesan lebih modern seperti tambahan touchpad untuk mengarahkan kursor sekaligus input mouse. Serta adanya light bar yang membuatnya sangat menarik kala bermain dalam kondisi gelap.

Kontrol sentuh memang bukan hal baru di dunia game, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka diimplementasikan sebagai sarana kontrol sekunder. Lalu pada DualSchock Playstation generasi 4 tersebut adanya memasukkan penghubung mic atau earphone di bagian bawahnya. Cukup membantu khususnya ada efek getaran saat bermain game tertentu, seakan lebih hidup.

Terbaru adalah di tahun 2020, generasi kelima akan meluncur yang dinamakan dengan Playstation 5. Meluncur di akhir tahun tersebut dan sebelumnya sudah diperkenalkan pada akhir tahun lalu. Punya dapur pacu yang menunjang dalam memainkan game era saat ini Termasuk adanya teknologi Haptic Technology dan Adaptive Trigger dalam memainkan game lawas dari generasi sebelumnya.
Perubahannya cukup ekstrem dari mulai spesifikasi yang diusung nantinya hingga tampilan dualshock. Kesan klasik yang sudah dipertahankan sejak generasi pertama seakan berubah cukup drastis. Bahkan menyerupai pesaingnya yaitu Nintendo dan Xbox. Bila dulunya kedua pesaing seakan mencari gamepad yang layak buat gamer hingga berhasil menciptakan gamepad milik mereka.

Kini terlihat menyerupai gamepad besutan Microsoft yaitu Xbox dan Nintendo. Terlihat jelas pada setiap sudutnya lebih bulat pada tepinya. Terlihat ramping dengan ukuran lebih besar. Komponen mengalami perubahan warna seperti Light Bar yang tadinya diposisikan di bagian depan DualShock 4 berganti posisi ke sela-sela Touchpad. Serta tombol Share diganti dengan nama tombol Create.
Perpaduan warna juga kentara dengan memadukan dua warna seperti warna hitam dan putih dengan akses biru pada sela-sela Dualsence, Cukup apik dan layak ditunggu bagaimana wujud aslinya, tinggal menunggu bentuk device yang masih mungkin mengalami perubahan.

Game konsol yang tergusur PC dan Mobile Gaming
Menjadi orang yang merasakan 5 generasi Playstation seakan paham akan yang Sony lakukan, mereka seakan menjawab rasa dahaga para gamer konsol. Game yang mungkin saja tak tergantikan meskipun oleh PC, itu semua karena kekuatan konsolnya.

Game PC kini seakan mengalami perkembangan yang cukup pesat, bahkan mampu mengalahkan konsol yang sudah melegenda. Tapi kenangan akan game konsol seakan tak pernah pudar karena ia punya segmen spesial buat gamer hingga 5 generasi untuk saat ini.
Ada banyak alasannya mengapa game yang bisa dimainkan di konsol dibandingkan PC kala itu. Keahlian lainnya tak dimiliki PC adalah urusan kenyamanan gamepad dibandingkan mouse dan keyboard andalan PC. Selain itu fungsi gamepad membuat semua tangan bekerja dengan sempurna bahkan untuk mereka yang kidal.

Kini gebrakan dari mobile gaming dianggap cukup punya cara menyamai konsol, misalnya adanya ponsel series gaming dengan performa luar biasa. Bahkan ada perangkat yang memudahkan bermain berbagai game dengan nada tambahan seperti joystick, docking, dan perangkat lainnya. Sudah pasti banyak gamer punya mobilitas tinggi yang memilih mobile gaming dibandingkan konsol gaming.
Market Konsol yang mulai tergerus oleh PC dan Mobile gaming
Perusahaan konsol seperti Sony sadar era bermain di rumah saja tak cukup, ada banyak penggemarnya yang beralih pada mobile gaming. Mereka pernah meluncurkan hal serupa seperti PS Portable dan kemudian disusul dengan PS Vita. Hanya saja kurang sukses seperti versi konsol hingga akhirnya di awal 2010-an Sony menghentikan produksinya.

Padahal setelahnya, mobile game dari perusahaan teknologi bermunculan dan menjadi segmen paling menggiurkan untuk siapa saja yang terjun ke sana. Sony dianggap salah arah setelah Playstation versi portable mereka kurang menggigit dan bahkan ponsel buatan mereka kini meredup jauh. Bahkan hanya dipasarkan pada negara tertentu saja yang dianggap menguntungkan.
Kini Sony kalah dari pabrikan negara tetangga dan Amerika. Kini mereka pada Playstation yang dianggap masih sangat menguntungkan. Mereka sadar meraut keuntungan pada lini tertentu lebih baik dibandingkan harus menghidupkan banyak lini tapi harus merugi.

Revolusioner yang Kini Mengekor Pesaingnya
Sony resmi mengumumkan wujud baru Controller PlayStation 5, yang diberi nama DualSense. Berbeda dengan DualShock 4 pada PS4, Sony mengusung desain baru yang terkesan lebih modern pada DualSense. Tapi terlihat sekilas menyerupai Xbox series besutan dari Microsoft dan bisa dianggap sebuah pukulan telak buat Sony.

Bagaimana tidak, sebuah konsol revolusioner seakan kesulitan menentukan tampilan gamepad yang tak pernah berubah lebih dari dua dekade. Saat melakukan perubahan, gamepad Sony terlihat lebih mirip dengan pesaingnya. Beda dengan dunia, segala yang Sony lakukan pada Playstation jadi sebuah trendsetter.
Terlihat jelas  perubahan radikal tersebut, saya sebagai fans Playstation sendiri cuku kecewa dengan hal tersebut. Dualshock yang sebelumnya jadi nama gamepad kini berubah menjadi DualSense yang berarti ada sejumlah fitur tambahan seperti Haptic Feedback. Membuat pengalaman lebih hidup khususnya getaran saat melalui sesuatu medan atau benturan. Termasuk juga Adaptive Trigger yang merasakan sensasi buat pemainnya.

Bagi saya dan cukup mengobati rasa penasaran sekaligus kekecewaan adalah kemampuan backwards compatibility. Sony dan Playstation sadar mereka punya banyak penggemar setia lintas generasi. Tetap bermain konsol hingga kini dan menganggap mobile dan PC gaming tak sepenuhnya menggantikan konsol.
Salah satunya yang menyukai memainkan game lawas dari generasi sebelumnya. Playstation 5 mampu dengan fitur tersebut. Pastinya dengan grafis terbaik tapi dengan kesan lawas, sekaligus membuat para penggemarnya merasakan nostalgia pada game favoritnya. Playstation seakan mengembalikan memori waktu kecil dari penggemarnya.

Terakhir adalah kemampuan cross-gen dalam bermain game dengan pemain dari generasi Playstation berbeda. Caranya bermain secara online, melalui Playstation Network, memang tak semua lintas Playstation bisa melakukan hal tersebut. Hanya generasi ketiga dan keempat saja, tapi ini cukup menarik karena ada banyak generasi sebelumnya yang kesulitan dalam adaptasi untuk upgrade  dalam bermain. Playstation Network cukup membantu dan pasti sangat seru.
Artinya tidak ada lagi alasan, sekaligus cara ini menurut saya membuat ikatan kuat antar lini. Bisa saja tidak perlu upgrade pada generasi selanjutnya. Atau membeli Playstation edisi terbaru untuk bisa merasakan semua game lawas terdahulu. Semua kembali pada pengguna masing-masing.

PS5 menawarkan backwards compatibility sehingga dapat memainkan gim dari konsol PlayStation generasi sebelumnya, serta Cross-Gen yang memungkinkan pengguna PS5 bermain bersama pengguna konsol PlayStation generasi sebelumnya di PlayStation Network.

Playstation, Nyawa Terakhir yang Siap Mengembalikan kedigdayaan Sony
Sony bukanlah perusahaan kemarin sore asal Jepang, sudah berdiri setelah perang dunia II selesai berkecamuk. Berawal dari sebuah toko elektronik dengan delapan karyawan kala itu, berubah menjadi perusahaan besar dengan beragam bisnis unit dari elektronik, kendaraan listrik, hiburan, dan finansial.

Di bisnis elektronik, Sony punya sembilan divisi yang terbagi di dalamnya. Ada sejumlah divisi yang terus merugi, mengharuskan Sony harus memangkas biaya produksi dan pemasarannya. Bahkan ada juga yang dilepas seperti yang terjadi pada VAIO. Kini bukan lagi berada di bawah Sony. Lalu ada divisi yang terus bersinar yaitu di bawah divisi Sony Interactive Entertainment. Membawahi produk andalan mereka yaitu Playstation.
Sejak pertama kali diluncurkan lebih dari seperempat abad silam, Playstation selalu jadi primadona sekaligus menaikkan derajat Sony di mata dunia kembali. Nyawa terakhir tersebutlah yang terus menjadi awal baru dalam resolusi Sony saat ini. Mereka pun siap kembali bangkit seperti dulu, memperbaiki kesalahan dengan inovasi.

Alasan pertama karena nostalgia penggemar, jumlahnya pun banyak dan tersebar di seluruh dunia. Bagaimana mungkin penggemar Playstation bisa dengan mudah beralih pada konsol lainnya atau bahkan penggemar kamera buatan mereka. Lalu ada juga faktor ketahanan yang dimiliki oleh produk buatan mereka. Kesalahan produksi dan kerusakan sangat minim, ini membuat reputasi bagus terus dipertahankan.

Toh... pengguna ingin membeli sekali dan memakainya seumur hidup, inilah dianggap membuat Sony tetap menjadi primadona. Memang sinar terangnya tak segemerlap dulu, namun kenangan dan pengalaman yang diberikan pada pelanggan sulit dilupakan.
Playstation bagi saya bukan saja menjadi nyawa terakhir buat Sony, namun juga inovasi baru dalam semua lini produk dan divisi yang dihasilkan. Kebangkitan dimulai dari Playstation, sama halnya yang terjadi seperempat abad silam. Semua layak ditunggu...

Bagaimana, sudah siap membeli konsol Playstation terbaru? Semoga tulisan ini menginspirasi dan Have a Nice Days.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer