Tuesday, December 14, 2021

Mempersiapkan Masa Depan Bersama Rumah Impian

Salah satu impian yang ingin diwujudkan buat saya adalah bisa punya rumah impian. Seberapa jauh pun melangkah, Rumah dianggap sebagai tempat kembali dan tempat paling nyaman dibandingkan kondisi di luar yang penuh hiruk-pikuk.

Sebagai orang yang introvert yang butuh energi besar saat berada sendiri, rumah jadi sumber inspirasi berpikir. Mengisi begitu banyak daya di badan dan pikiran, hingga saat bertemu dengan banyak orang lainnya menjadi lebih enerjik.

Lahir di generasi milenial, secara tak langsung membuat tantangan hidup cukup besar salah satunya punya rumah impian. Bila di generasi sebelumnya sesuatu yang mudah karena ketersediaan tanah dan pembangunan rumah masih terjadi.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial atau yang berusia 20-38 tahun memiliki standar rumah idaman sendiri. Mereka tidak lagi mementingkan rumah besar atau megah. Tapi saat ini generasi milenial lebih memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhannya.

Terlebih mereka juga sedang berada di usia produktif yang lebih mementingkan rumah fungsional daripada kemewahan semata. Faktor lahan juga jadi faktor utama, sehingga membuat rumah lebih mengedepankan konsep minimalis.

Toh belum lagi orang dulu rela tinggal di rumah orang tua dalam waktu lama. Namun milenial kini merasa punya rumah jadi hal wajib. Mau tak mau, kebutuhan rumah jadi kebutuhan yang bisa dimiliki saat berumah tangga.

Bisa saja membuat rumah atau membeli rumah impian dari pengembang. Keduanya ada plus minus, apalagi rumah yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal maupun investasi ini harus tetap nyaman dan juga aman. Untuk membeli rumah dibutuhkan uang yang tidak sedikit sehingga diharapkan rumah yang dibeli tersebut sesuai dengan ekspektasi.

Mengapa milenial butuh sangat rumah?
Rumah bisa dikatakan sebagai salah satu daerah teritorial buat suatu keluarga, segala kebijakan diambil oleh pemilik rumah tanpa campur tangan orang lain. Nah alasan itulah dalam sebuah rumah tidak boleh ada banyak kepala keluarga.

Hidup milenial yang tidak ingin terikat membuat mereka bercita-cita punya rumah impian. Salah satunya dengan membeli rumah, mengapa harus dengan membeli rumah dibandingkan membuat rumah? Alasan utama karena dalam membuat rumah butuh pertimbangan dan pengetahuan. Mulai dari mencari lahan, menghitung material, mencari pekerja hingga pekerjaan lainnya.

Milenial menilai ini merepotkan dan opsi membeli rumah pertama jadi lebih masuk akal. Hal pertama sekali yang harus diperhatikan adalah mengumpulkan informasi sebanyaknya mungkin. Mulai dari bagaimana caranya mencari rumah yang benar, step by step yang dilakukan seperti apa, lokasi, tipe rumah dan sebagainya. Ini bisa menjadi gambaran besar rumah impian yang ingin dibeli kelak.

Rumah yang dipilih juga harus memperhitungkan aspek risiko yang ditimbulkan terutama bencana alam rutin. Misalnya saja jauh dari lokasi banjir dan daerah tanah bergerak. Ini bisa membuat pemilik rumah kerepotan setiap tahunnya untuk perbaikan rumah. 

Faktor selanjutnya adalah berbagai lokasi pendukung misalnya saja akses ke beberapa fasilitas seperti tempat ibadah, mini market, tempat makan, sekolah, rumah sakit dan sebagainya. Lalu juga perumahan yang dilengkapi dengan taman hijau multifungsi yang bisa digunakan untuk aktivitas olahraga ataupun aktivitas outdoor lainnya

Terakhir adalah pastikan kondisi keuangan Anda aman.  Persiapkan dana yang akan Anda keluarkan untuk membeli rumah, hal itu karena hunian untuk seluruh anggota ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.Saat memutuskan untuk mencari atau membeli rumah, pastikan semua kebutuhan pokok di rumah Anda sudah terpenuhi. 

Jangan sampai keinginan mencari dan membeli rumah membebani kondisi finansial Anda. Ibaratnya menggunakan uang dingin karena rumah memanglah investasi yang rentan liabilitas terutama bila ada kerusakan minor dan mayor.

Mewujudkan rumah impian jadi kenyataan
Rasanya kini mencari rumah impian itu sulit-sulit gampang, keputusan kita yang ambil terutama kriteria apa saja yang diinginkan. Menurut milenial seperti saya, kriteria rumah impian jelas berbeda dengan generasi sebelumnya.

Rumah tak harus besar dan paling menonjol dibandingkan rumah tetangga lainnya. Namun bisa mendukung segala kebutuhan dan keinginan termasuk seni di dalamnya. Saya pun mencoba menjabarkan sejumlah rumah impian saja seperti milenial lainnya.

Rumah berkonsep minimalis, kini era dari rumah besar dan luas seperti istana sudah tidak lagi menjadi idaman. Mereka lebih memilih rumah mungil dengan desain minimalis untuk dijadikan hunian bersama keluarga. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh jumlah anak yang tidak sebanyak generasi terdahulu.

Sehingga rumah luas sudah tidak pas lagi dengan kebutuhan saat ini. Alasannya karena perawatan rumah yang mahal dan biaya tanah luas makin sulit didapatkan. Apalagi rumah besar membutuhkan banyak asisten rumah tangga yang harus dibayar. Buat milenial ini memberatkan dan rumah minimalis pilihannya.

Akses menjangkau segala kebutuhan, mencari rumah di dekat kota dan tempat kerja adalah idaman. Sudah pasti lokasi ini mendukung segala aktivitas. Prinsipnya adalah waktu adalah uang, jadi jika aksesnya baik, maka waktu yang ditempuh akan lebih efisien. Siapa sih yang mau menghabiskan waktu di jalan raya begitu lama karena mencari rumah harga miring tapi di pelosok.

Lokasi rumah juga dekat dengan fasilitas umum seperti stasiun, rumah sakit, swalayan, dan jalan tol akan membuat hidup jadi lebih mudah. Apalagi baru pindah dan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, akses yang mudah bikin kepala tak pusing bertanya dan membuka peta.

Dukungan akses internet, tak bisa dipungkiri bahwa saat ini generasi milenial sudah tidak bisa dipisahkan dengan koneksi internet. Apalagi saat masa PPKM yang mengharuskan bekerja di rumah, lokasi yang terpencil otomatis menghambat internet dan pekerjaan sulit dikerjakan Maka dari itu, rumah yang memiliki akses internet yang baik juga merupakan salah satu ciri rumah idaman mereka.

Harus rumah baru dan belum dihuni, bagi saya pribadi lebih menyukai rumah baru dibanding rumah yang sudah pernah dihuni orang lain. Oleh sebab itu, pasar rumah baru atau perumahan yang masih dalam tahap pengembangan oleh developer sangat diburu.

Memang, membeli rumah baru cenderung lebih aman dan nyaman. Anda tak perlu khawatir harus melakukan renovasi besar-besaran setelah membeli rumah karena kondisinya masih baru. Serta perumahan yang dihuni penghuni baru datang dari keluarga yang baru membangun keluarga kecil pula. Jadi lebih menyatu karena punya problem yang identik.

Berkonsep Go Green dan Open Floor, kondisi bumi kini yang mulai panas membuat milenial peduli akan lingkungan. Terutama di lingkungan barunya. Ini memengaruhi sikap mereka saat mencari rumah yang tepat. Mencari rumah berdesain go green, 

Sebab biasanya, perumahan yang ditawarkan telah dilengkapi dengan teknologi hemat energi. Bahkan meski harga rumah yang ditawarkan sedikit lebih tinggi, rumah ramah lingkungan akan tampak lebih menarik ketimbang rumah biasa.

Konsep ini identik dengan open floor yang punya banyak area pencahayaan yang menghemat listrik dan tahu letak dari arah angin, hingga terlihat modern. Jadi membuat penghuninya teduh berada di dalamnya.

Itulah sejumlah rumah impian yang dinginkan, andai saja ada perumahan yang menyediakan itu semua pastinya sangat menarik. Milenial pasti rela membayar lebih akan rumah impian khususnya di kota impiannya, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Salah satunya dari yang ditawarkan Kenari Kebonkopi Alamasri yang berlokasi dekat dengan Kota Bandung. Menawarkan nuansa hijau dengan banyak pohon-pohon yang membuat udara segar dan tata letak yang rapi, bersih dan asri tidak lupa menyediakan beragam fasilitas pendukung. 

Menariknya Kenari Kebonkopi Alamasri
Kini telah hadir Kenari Kebonkopi Alamasri mempersembahkan hunian privat dan asri di tengah kota. Memberikan sesuatu yang baru buat penghuninya, terutama lingkungannya yang sangat harmoni. Lanskap lingkungan perumahan dengan gaya arsitektur bangunan yang minimalis dan terlihat rapi.

Satu hal yang dikedepankan buat milenial adalah rumah idaman yang minim perbaikan. Ini membuat para milenial tidak harus mengeluarkan uang tambahan karena punya ketahanan rumah yang tinggi di jangka waktu yang cukup lama.

Konsep lainnya adalah eco green yang punya nuansa yang hijau nan asri. Ada banyak tumbuhan hijau dan taman yang menyegarkan mata. Ini membuat segala hobi outdoor bisa dioptimalkan seperti aneka taman multi fungsi, children playground dan jogging track.

Terakhir tentu saja yang ditawarkan dari Kenari Kebonkopi Alamasri adalah rumah yang telah dilengkapi area belajar dan bekerja dari rumah serta jaringan fiber optik. Produktivitas kerja dan meeting tetap stabil selama working from home, jadi tidak pernah terkendala.

Tentu saja keamanan lingkungan yang menjamin keamanan lingkungan berupa perlindungan one gate system, pengamanan 24 jam dengan CCTV dan access card system bagi pengguna. Itu berkat manajemen yang profesional dalam mengelola Kenari Kebonkopi Alamasri hingga hunian resmi serah terima.

Menjadi bagian dalam Kenari Kebonkopi Alamasri
Buat yang belum tahu tentang Kenari Kebonkopi Alamasri. Lokasinya beralamat di Jl. Rancabentang No. 99-83, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasinya hanya 7 menit dari Gerbang Tol Baros Cimahi dan 15 menit dari Gerbang Tol Pasirkoja. Bandara Internasional Husein Sastranegara hanya 20 menit.

Ada beragam sarana transportasi adalah Stasiun Cimindi. Pemberhentian kereta api ini bisa ditempuh dalam waktu singkat hanya 5 menit saja via Jalan Raya Cibeureum. Selain itu juga dekat ke pusat transportasi umum seperti Stasiun Cimindi yang berjarak 2 km, lalu hanya berjarak  7 km dari Bandara Husein Sastranegara dan Terminal Leuwi.

Akses mudah ini membuat Anda bisa menjelajah Kota Bandung dengan mudah dari lokasi perumahan Kenari Kebonkopi Alamasri. Seperti segala sesuatu yang milenial inginkan dan itu berhasil dihadirkan. 

Itulah kelebihan yang diberikan dari Kenari Kebonkopi Alamasri, menjawab keinginan dari para milenial seperti saya dan Anda dalam mencari rumah impiannya. Akhir kata, have a nice days.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer