Thursday, October 20, 2022

ASUS ROG Phone 6, Langkah Awal Jadi Gamer Profesional

 

Beberapa hari ini adik saya murung, wajahnya tak terbiasa murung. Selalu ada air muka ceria di wajahnya, beberapa hari seperti tidak hinggap. Saya pun mencoba mencari tahu penyebab utamanya hingga ia bermurung durja.

 

Akhirnya saya tahu, ponsel yang biasa ia gunakan mulai bermasalah. Usia pakai dan intensitas yang tinggi ia gunakan. Seakan tidak maksimal lagi, ponselnya bisa mati tiba-tiba atau kadang restart dengan sendirinya. Ini jelas mengganggu kegiatan dia, ia merasa untuk bermain daily activity saja berat, apalagi buat memainkan game.

 

Itu makin diperparah dengan hujan yang terjadi selama sepekan terakhir. Pulang tak pakai mantel dan ponsel ada di saku celana. Alhasil lebih banyak restart dibandingkan nyala, mengunistall game berat adalah opsi terakhir.


Gaming, Hobinya Sejak Kecil

Kini adik saya (Ryan) sudah berumur 17 tahun, ia berselisih umur 13 tahun dengan saya. Rentang waktu yang jauh selaku anak terakhir dengan saya yang jadi anak kedua. Akibat selisih usia yang sangat jauh ini, ia seakan punya hobi sendiri.

Saya, kakak dan beberapa adik saya sangat gemar belajar. Kami dikekang sangat kuat untuk belajar agar sukses. Alhasil kami semua sekolah dan bekerja di tempat yang diimpikan orang tua. Sedangkan saat adik saya kecil, ia seakan terasing karena jarak usia yang begitu jauh.

 

Ini membuat ia punya dunia sendiri sebagai pelarian dan pengetahuannya. Dunia itu adalah game… Saya ingat kala itu di dekat rumah ada warnet, di sana ia nongkrong dengan teman-temannya untuk bermain game. Game Counter Strike dan DOTA jadi game paling digandrungi saat itu, era akhir keemasan game PC saat itu sebelum mobile gaming menyerang tanpa henti.

 

Ryan namanya, kini ia baru saja menginjak usia 17 tahun dan sejak usianya belum genap 7 tahun. Ia sudah fasih bermain game, saya pun sering kala dengan dia. Meskipun saya merasa diri saya lebih hebat, namun saya yang sudah berusia 30 tahun jelas kalah dibandingkan anak belasan tahun. Game pun identik dengan usia muda, selain karier bisa panjang bila menjadi atlet e-sport. Namun juga punya kemampuan belajar lebih banyak dan manajemen stres lebih sedikit.

 

Semenjak era mobile gaming, ia pun bermain game di ponsel sesekali di laptop atau PC. Namun sepertinya ia sudah lama kepincut di mobile gaming karena praktis. Adik saya yang tergolong Gen Z jelas menganggap game berbasis praktis lebih mudah dimainkan. Beda di era saya yang mengedepankan konsol.

 

Alhasil, setiap pulang sekolah. Ia selalu minta izin buat Mabar (Main Bareng) Bersama teman-teman. Di masa itu pun ia mencoba diri dengan bergabung dengan sejumlah tim gaming. Selama itulah ia melatih kemampuan bermain game.

 

Ponsel yang ia gunakan selama ini adalah produk ASUS yang keluar hampir 5 tahun lalu yaitu ASUS Max M2. Ponsel itu saya berikan dari hadiah kemenangan saya Bersama Gathering ASUS di Aceh saat itu. Saya berikan biar bisa mengakomodir kemampuan dirinya. 

Urusan spek jelas biasa-biasa saja saat itu, apalagi saat ini yang sangat mengedepankan perangkat di atas skill. Dalam sebuah kompetisi yang melibatkan benda, kemampuan skill pengguna hanya berperan 20% optimal. Sisanya 80% ada di perangkat yang digunakan.

 

Kata-kata itu seakan saya dapatkan dari Legenda Formula 1, Nico Rosberg. Saat ini dia sudah pensiun dan menjadi di olahraga Formula 1 dan e-Sport. Secara gamblang itu terbukti, jangan heran kedua skill dan benda harus sama baiknya untuk bisa memenangkan kejuaraan.

 

Meskipun ia sudah mengoptimalkan skill, tapi ia sudah cukup berprestasi buat saya. Meskipun hanya lebih daerah, saya melihat potensi ini karena jadi gamer itu sama sulitnya dengan menjadi atlet. Bukan hanya sebatas waktu senggang atau hobi tapi sudah mencapai level profesi.

 

Menjadi Gamer Harcore itu Ibarat Grassroots

Ada satu yang identik dengan gamer, pasti orang yang kucil kurang tidur, dan kurus akibat kurang makan. Stigma itu masih melekat era karena gamer identik anak malas keluar rumah atau tak punya kawan. Di dalam game lah ia terlihat seperti singa, berbeda jauh di dunia nyata hanya kucing rumah.

Tolong kesampingkan stigma ini karena gamer itu bisa berada di level kompetisi dan pemainnya jadi seorang atlet. Saya pribadi ada penyuka beragam olahraga outdoor, paling kerasan adalah bermain sepakbola. Tapi saya sadar, usia saya sudah melewati usia emas atlet (umumnya belasan) bukan kepala 3 seperti saya.

 

Untuk jadi pemain bola level tarkam atau Fun Football bukan masalah, karena di sini yang dikedepankan adalah kesenangan dan silaturahmi. Beda ceritanya untuk sebuah kompetisi resmi, jelas terasa sangat ngos-ngosan buat lari dan melawan yang mereka bermain di level tertinggi.

 

Itulah analogi yang tepat saya samakan dengan gaming. Ada gamer sebatas casual di kala senggang dan ada yang menjadi pilihan hidup. Serta ia mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, hingga tentu saja sponsor. Semuanya memimpikan seperti itu…

 

Tapi… tapi, itu bisa sampai ke level itu ada istilah pengenalan dan pendidikan usia dini. Jadi gamer profesional di usia tua jelas mustahil. Lebih cocok menurut saya jadi manajer atau bahkan sponsor. Mereka yang bertarung adalah jiwa-jiwa muda.

 

Pendidikan usia dini dikenal dengan istilah Grassroots (akar rumput). Makanya jangan heran segala sesuatu yang berhubungan dengan atlet sering dilahir dan diciptakan. Bukan mencoba untuk jadi karena rasa ingin saja tapi ke tahap profesional. Di tahapan ini ia menjadikan game bukan sebatas hobi tapi profesi. Sesuatu yang sudah masuk ranah profesi jelas tak seenak hobi. Namun mereka tahu konsekuensinya hingga mencapai mimpinya jadi seorang atlet e-sport.

 

Waktu latihan yang sudah terjadwal dengan baik. Bukan sekedar mood-mood saja, pematangan taktik. Kehidupan gamer profesional dipenuhi dengan jadwal latihan yang ketat dan jadwal turnamen yang padat. Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat mengakibatkan permasalahan seperti kelelahan kecuali pemain disiplin dalam menjaga kesehatan.

Latihan yang optimal secara tak langsung ia sudah 20% dari skill maksimal. Sisanya 80% dari perangkat yang digunakan. Jelas dong, atlet tidak menggunakan perangkat sembarangan. Ia sudah dipercayai sama manajer dan sponsor pakai produk terbaik agar bisa optimal.

 

Tinggal melihat hasil akhirnya, atlet profesional kekalahannya ada di bagian fokus dan taktik. Sisanya sudah menjadi intuisi dalam memainkan game tersebut. Tak ada cerita, ini harus buat apa atau tekan tombol apa. Semuanya sudah terukur di pikirannya.

 

Dunia Gaming: Work Hard, Dream Big

Saya pribadi pun tahu kemampuan adik saya, untuk ber \ekspektasi terlalu jauh juga tidak bisa. Ia pun berada di level bermain game sebagai hobi. Ia pun sadar level di atasnya cukup tinggi, namun bila ada turnamen yang dirasa setara. Ia pun ikut serta dalam mengasah skill. Toh level gamer seseorang beda-beda, namun yang harus tetap sama adalah punya perangkat ponsel terbaik.

Di tahapan ini ponsel harus mumpuni, ponsel lamanya yang menurut saya sangat tahan (ASUS Zenfone Max M2) yang dipacu selama hampir 5 tahun saja bisa bertahan di berbagai game harcore yang ia install. Apalagi dengan setingkat ponsel gaming keluaran terbaru dan inovasi baru. Ini menandakan, pembuatnya sangat memikirkan pengguna saat memacu di batas limit.

 

Salah satunya ponsel gaming yang bisa dipacu hingga batas limit adalah ASUS ROG Phone 6. Ponsel terbaru buatan ASUS yang menyasar gamer segala segmen. Ia tahu bahwa, ada banyak Ryan lainnya yang ingin mewujudkan mimpinya jadi atlet e-Sport. ASUS ROG Phone 6 jadi jalannya.

Flagship Gaming, Berikan Pengalaman Nge-Game Jempolan

Menjadi gamer tak hanya sebatas skill dan pengetahuan saja, ada banyak elemen yang dipenuhi itu semua, salah satunya dukungan device terbaik. Ibarat senjata yang mampu membantu prajurit terbaik di medan perang.

 

Device berupa smartphone terbaik akan sangat membantu berbagai aktivitas gaming. Semua pasti sudah tahu bahwa hal yang berkaitan dengan gaming butuh device yang tangguh. Segala sumber daya semua smartphone bisa dikatakan sangat baik bila mampu memainkan game level hardcore.

 

Saya pun mengklasifikasi syarat wajib yang harus dimiliki sebuah ponsel gaming idaman. Bikin pengalaman gaming jadi hidup. Penasaran bukan, berikut ulasannya:

 

1. Bentang Layar Lega

Sebuah ponsel gaming diharuskan punya bentangan layar super lega, minimal berukuran 6,5 inchi. Sudah pasti akan memudahkan untuk proses bermain gaming, Tak berhenti di situ saja, layar yang besar akan memudahkan proses mengonsumsi konten jadi lebih jelas.

 

Bagi saya, ponsel gaming minimal punya layar Full HD karena membuat saturasi warna dari game bisa terlihat dengan jelas. Apakah itu bermain di outdoor maupun indoor. Bahkan bukan itu saja, layar di bawah FHD layarnya jadi buram, meskipun sudah menggunakan tingkat kecerahan tertinggi sekalipun, tetap saja pengalamannya tidak optimal. Salah satunya menggunakan panel AMOLED display, tak hanya mampu melawan terik juga nyaman di mata.

 

Terpenting dari sebuah ponsel adalah perlindungan terbaik, bagian yang rentan retak dan tergores adalah layar. Apalagi ponsel yang berukuran besar dan sering masuk di dalam kantong. Ada begitu banyak gangguan yang bisa merusak layarnya kapan pun itu.

 

Urusan material bodi ponsel harus terbuat dari finishing metal yang cukup baik yaitu melengkung, agak tak licin saat bermain. Pengalaman yang pernah saya rasakan adalah punya ponsel yang punya sudut runcing. Ini jelas membuat jemari gampang pegal saat bermain game dalam tempo lama.

 

Nah... perlindungan terbaik datang dari Corning Gorilla Glass, terbaru adalah versi victus pada bagian layar. Otomatis, ponsel gaming idaman saya aman dari segala ancaman itu. Mau masukkan di dalam kantong bersama kunci, tak masalah!

 

3. RAM Berkapasitas Besar

Inovasi di segmen RAM makin besar khususnya mendukung kini prosesor. Sebagai catatan, rata-rata ponsel gaming kini sudah mengusung RAM hingga 8GB. Tujuannya memberi sensasi gaming yang memuaskan.. RAM-nya kecil, otomatis proses penyimpanan sedikit terhadap menunggu game lain ditutup, buat ponsel gaming ini begitu riskan.

 

Nah... semakin besar RAM akan mempercepat proses penyimpanan di dalamnya sehingga performa jadi lancar jaya. Syarat ponsel gaming bagi saya adalah 8GB dengan LPDDR 5 sudah jadi kewajiban yang harus ia penuhi sebuah ponsel gaming. Apalagi ukuran game dan konsumsi aplikasi terus meningkat dari waktu ke waktu.

 

Saat ini saya rasa menggunakan memori 64 GB saja sudah terlalu kecil, batas minimal buat game akan leluasa menyimpan game adalah 128GB. Bahkan kini ponsel akan semakin lega dengan penyimpanan mulai dari 128 GB hingga 512 GB. 

Alasannya dikarenakan game saat ini bukan lagi berukuran puluhan atau ratusan MB, tapi hingga belasan GB. Sebut saja game berukuran besar seperti PUBG Mobile, Asphalt 9, Call of Duty,  hingga Genshin Impact. Semua game yang saya sebutkan di atas berukuran GB. Jelas ini akan buat kapasitas memori internal jadi sangat sesak.

 

Kapasitasnya memori internal kecil, hanya bisa dimanfaatkan untuk mengunduh beberapa game saja. Itu belum lagi masuk aplikasi non-game seperti sosial media, office, dan aplikasi lainnya yang makin bikin kapasitas mendesak banget.

 

Bagi saya ponsel gaming minimal 128 GB karena sudah memadai menyimpan banyak game, fitur produktif dan tentu saja galeri. Jadi tidak perlu khawatir melibas game mana saja yang diinginkan dan pastinya tidak perlu khawatir harus uninstal game atau harus memindahkan data ke laptop.

 

2. Jeroan Kelas Wahid

Ponsel gaming pastinya punya prosesor terbaik di kelasnya dalam melibas game tanpa ngelag. Untuk SoC (System on Chip) mendukungnya bekerja secara optimal kinerja Prosesor dan GPU. Makin berkualitas sebuah prosesor, akan makin memudahkan proses data game jadi lebih cepat. 

Pilihan saya dalam menggunakan ponsel harusnya menggunakan jeroan buatan  Qualcomm Snapdragon. Sejak dulu Snapdragon tidak pernah main-main dalam membuat SoC untuk kelas gaming. Serta selalu memecahkan rekor Antutu setiap peluncuran SoC terbaru milik mereka. Btw… baru-baru ini, Qualcomm Snapdragon baru saja meluncurkan SoC Qualcomm Snapdragon® 8+ Gen 1 Mobile Platform Kemampuannya tidak main-main, sudah masuk ranah hardcore gaming.

 

Tak hanya masalah CPU dan RAM yang harus mantap betul, yang paling punya pengaruh besar adalah masalah GPU yang harus terbaik.  Hubungan pada kemampuan grafis yang lancar jaya, seakan tidak akan mengalami penurunan FPS, mulus dan tidak patah-patah saat bermain game.

 

Komponen ini punya tugas besar dalam mengolah grafis dan visual di ponsel Anda. Salah satu GPU terbaru Adreno 730  yang membuat semua aktivitas komputasi dan gaming berat bisa dilibas tanpa penurunan FPS. Tentu saja dengan suhu yang tetap terjaga dan hemat daya. Hola gamer!

 

4. Tampilan UI Hybrid UI ala Gaming dan Clean

Ponsel gaming harus tampil beda khususnya UI, bisa menampilkan ala gaming saat kita mau dan juga UI kalem saat di kondisi tertentu. Saya menyebutnya dengan istilah UI Hybrid khususnya pada pengaturan khusus yang tersedia pada pengaturan. Bagi gamer, tampilan UI nan sederhana jadi sebuah pilihan wajib, tidak terlalu eye-catching yang rentang menguras banyak energi pada ponsel.

 

Tampilan UI sederhana akan memudahkan proses pengaksesan game dalam waktu singkat. Tak hanya itu saja, ponsel gaming idaman sudah dibekali dengan Android 12 sebagai sistem operasi terbaru. Jadinya terasa aneh bila CPU dan GPU sudah yang terbaik tapi masih pakai sistem operasi yang lawas.

 

5. Akurasi Layar dan Refresh Rate Terbaik

Akurasi layar ponsel harusnya sudah FULL HD+ dan berpanel AMOLED dengan tingkat kecerahan tinggi. Ini membuat saya bisa mengonsumsi konten tanpa masalah apa pun, karena tingkat saturasi warna yang sangat baik.

 

Layar yang tajam otomatis punya akurasi yang cepat dalam bermain game. Hitungannya di bawah ms/detik sangat berpengaruh, buat gamer ini berpengaruh hidup dan matinya. Keunggulan ini sangat bermanfaat dalam game yang mengandalkan kecepatan.

 

Tak hanya itu saja, hal penting lainnya adalah punya Refresh Rate terbaik di kelasnya. Saat ini ponsel yang beredar di kisaran 90 Hz, dan 120 Hz. Impian saja ada Refresh Rate baru yang lebih tinggi sehingga memudahkan proses scroll untuk kebutuhan sehari-hari hingga bermain game kelas berat. 165 Hz adalah kunci..

 

6. Baterai Kapasitas Jumbo

Bermain game otomatis membuat daya baterai semakin boros, syarat minimal bagi saya untuk ponsel gaming, punya kapasitas di atas 5000 mAh. Semua dirasa penting karena gamer akan kecewa karena harus selalu berdekatan dengan stok kontak. Pengguna bisa leluasa bermain game berjam-jam di mana pun. Otomatis dengan baterai yang besar akan mengakomodir proses gaming lebih optimal.

Paling penting ponsel gaming sudah punya proses pengisian cepat (fast charging). Buat seorang Hardcore Gamer tidak membutuhkan waktu lama menunggu ponselnya agar kembali posisi penuh. Siap kembali beraksi melibas game.

 

7. Memiliki Pegangan di Ponsel

Ini hal kecil tapi berdampak besar buat ngegame, saat tren ponsel makin memperkecil sisi atas dan bawah. Dulunya kita mengenal istilah poni (Notch), kini banyak produsen ponsel yang beralih dengan Punch Hole untuk meletakkan kamera.

 

Otomatis menghilangkan Grip di bagian atas dan bawah, jelas buat ponsel gaming ini sebuah kelemahan. Ini membuat pengalaman bermain game jadi sulit dan gampang tersentuh. Itu belum lagi kualitas suara yang menurun karena harus berpindah di bagian samping atau belakang.

 

Bagi saya pribadi, bagian atas dan bawah ponsel adalah posisi ideal meletakkan speaker, sehingga suara lantang saat bermain game bisa langsung terasa. Jadi membuat pengalaman gaming dengan speaker terasa menggelegar.

 

8. Punya Fitur Khas Gaming

Punya ponsel gaming sudah pasti menawarkan sesuatu yang beda, pengembang mampu menawarkan sesuatu yang menarik dalam optimasi gaming. Mulai dari kemampuan Mode normal untuk penggunaan sehari-hari hingga Mode Performance saat diajak ngegame.

 

Ini jadi nilai jual utama sebuah ponsel gaming, para pengembang ponsel memberikan nuansa gaming bukan hanya tampilannya saja tapi juga software dan shortcut pendukung di dalamnya. Selain itu ada sejumlah shortcut yang tak bisa saat memainkan gaming, ini membuat nilai jualnya di mata gamer.

 

Pangsa mobile gamer sudah cukup besar, terobosan khusus ini mampu menjaring banyak gamer untuk memantapkan pilihannya pada ponsel gaming itu. Saya pun bisa pamer fitur baru nan spesial yang bisa dipamerkan saat duduk di tongkrongan.

 

10. Suaranya Menggelegar tanpa Headphone

Rasanya segala aspek speaker cukup krusial, bila semuanya sudah cukup baik tapi audionya cempreng jelas mengecewakan. Otomatis ponsel gaming Anda lebih banyak harus menggunakan headphone dibandingkan menggunakan speaker.

 

Kualitas speaker terbaik jadi sebuah alasan, termasuk letaknya yang menghadap pengguna. Ini membuat pengguna jadi orang pertama mendengarkan suara lantang saat bermain game. Tak hanya itu saja, speaker yang bagus membuktikan bahwa ponsel gaming Anda jempolan.

 

Jadi tak perlu malu buat memakai speaker paling besar sekalipun, suara tembakan dan ledakan terasa jelas. Seakan-akan sedang menggunakan speaker tambahan, gelegarnya membuat semangat bermain bertambah dan tentunya jadi pembeda dengan ponsel lainnya.

 

10. Kamera Terbaik ala Flagship

Jangan pernah meremehkan ponsel gaming, ia kini bertransformasi hebat di segala lini termasuk di kamera. Setup kamera gaming juga terus bertambah, mengikuti kebutuhan zaman yang makin bagus di dunia fotografi.

Bagi saya ponsel gaming juga harus punya kemampuan fotografi yang cukup apik. Tak selamanya gamer kerjanya bermain game saja. Pastinya mereka bisa mengabadikan momen penting yang siap ia bagikan di sosial media.

 

Bahkan proses perekaman yang baik, apakah itu menggunakan kamera belakang dan depan (selfie). Adanya kamera yang bagus sudah pasti ponsel gaming setara dengan ponsel flagship kekinian yang menjual aspek kamera.

 

Nah.. Itulah sebanyak 10 impian Ryan dari sebuah ponsel gaming, rasanya di era Mobile Elite Gaming kini, persyaratan itu tergolong sulit. Sampai akhirnya saya sadar dengan brand kenamaan yang getol menjaring pangsa gaming level desktop, laptop, dan tentu saja mobile. Nama ponsel yang ditunggu-tunggu oleh Gamer yaitu ASUS ROG PHONE 6.

 

Memanganya apa saja keunggulan dari ASUS ROG Phone 6?

Tentunya dimulai dari dapu pacu yang mengandalkan SoC (System on Chip) Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1 SM8475 (4nm) yang mengusung prosesor octa-core yang terdiri dari single-core ARM Cortex-X2 3.19GHz, triple-core ARM Cortex-A710 2,75GHz, dan quad-core ARM Cortex-A510 1,8GHz dipadukan dengan memori RAM sebesar 8GB atau 12GB LPDDR5. Hasilnya terlihat dengan efisiensi daya CPU juga meningkat 30% dari versi sebelumnya. Tentunya grafis terbarik dari GPU Adreno 730 nan bertenaga.

Skor AnTuTu ASUS ROG Phone 6 ternyata melebihi skor 1.100.00 poin. Bisa dikatakan, belum ada ponsel yang beredar di Indonesia punya skor sebesar itu, sudah pasti sangat over kill untuk segala game level hardcore sekalipun.

 

Ini berkat dari keunggulan Snapdragon 8+ Gen 1 yang diterapkan pada ASUS ROG Phone 6. Selain itu sejumlah dampak signifikan yang dirasakan yaitu:

 

Kualitas Gameplay, Ada beragam fitur-fitur pada Snapdragon Elite Gaming™, Snapdragon 8+ Gen 1 menghadirkan tingkat respons yang sangat cepat, tampilan HDR yang kaya warna dengan kualitas visual tertinggi dan kemampuan kelas dekstop.  Snapdragon 8+ memberikan peningkatan kecepatan hingga 10% dan 30% pengurangan daya untuk memberikan pengalaman gameplay terbaik.

 

Teknologi Perekaman Pro-grade Capture, Snapdragon 8+ Gen 1 menghadirkan teknologi Snapdragon Sight™ terbaru seperti perekaman video HDR 8K untuk meningkatkan videografi smartphone. Kemampuan tersebut mampu menangkap menggunakan format HDR10+ premium yang memuat lebih dari 1 miliar warna.

 

Teknologi AI pada proses pengoperasi, Kemampuan Snapdragon Smart yang ditenagai oleh 7th Gen Qualcomm® AI Engine, menghadirkan kinerja per Watt hingga 20% lebih baik untuk memungkinkan penggunaan AI sangat canggih seperti efek bokeh legendaris Leica Leitz.

 

Akses Koneksi 5G, Pada Snapdragon 8+ Gen 1 sudah mendukung 5G, Wi-Fi, dan Bluetooth terbaik di kelasnya dengan rangkaian lengkap fitur Snapdragon® Connect untuk smartphone. Snapdragon X65 Modem-RF System memberikan kecepatan dan efisiensi yang luar biasa sehingga pengguna dapat berbicara dengan teman dan keluarga selama lebih dari 5,5 jam lebih lama.


Kualitas Layar Imersif buat Kalangan Gamer

ASUS ROG Phone 6 Series memakai layar AMOLED HDR10+ seluas 6,78 inci. Layarnya yang jumbo tersebut tentunya sudah diberikan keamanan ekstra dengan  Corning® Gorilla® Glass Victus™ . Tak hanya kuat tentunya sudah ada teknologi Eye Care Display yang menjaga mata saat bermain di kondisi minim cahaya. Gamer doyan yang beginian.

 

ASUS ROG Phone 6 telah mendukung Refresh Rate 165 Hz. ASUS ROG Phone 6 punya sentuhan sangat responsif dan lebih sensitif saat diajak main game. Kecepatan adalah nyawa berharga dalam bermain game. Adanya ouch-sampling rate hingga 720 Hz dan latensi sentuh 23 ms. Kecepatan ASUS ROG Phone 6 ini Ibarat pesawat tempur, musuh baru niat menembak, kita sudah nembak duluan

 

Layar AMOLED bisa diaktifkan maupun dinonaktifkan atau disesuaikan tampilannya sesuai selera dan style pengguna. Pengguna bisa memilih animasi tertentu untuk menggambarkan skenario tertentu, seperti Mode X, layar aktif, panggilan masuk, dan lainnya. ASUS juga sudah menambahkan 60 animasi baru ke ROG Phone 6 Pro dan kalau belum cukup, kamu bisa mengunduh lebih banyak atau membuat animasi sendiri di editor ROG Vision.

 

GameCool 6 Cooling Mutakhir

ASUS ROG Phone 6 menggunakan sistem pendingin khusus yaitu GameCool 6 yang merupakan perubahan besar dari GameCool generasi sebelumnya. Keunggulan Gamecool 6 ini membekali ROG Phone 6 sistem pendingin CPU 360° dengan Boron Nitride (BN) thermal compund untuk mencegah prosesor mengalami throttling dipadukan dengan vapor chamber berukuran lebih besar dan graphite sheet untuk membuang panas. 

Caranya dengan memanfaatkan metode yang eksklusif ini untuk mengisi celah udara antara dua PCB dengan senyawa termal khusus, kinerja pendinginan pun meningkat hingga 10°C.  Main game hardcore tetap terasa adem di tangan.

Baterai Badak dan Desain Unik

ASUS merancang ROG Phone 6 dengan desain MMT yang unik, karena terdiri dari dua baterai 3000 mAh. Desain ini memberikan beberapa manfaat. Tidak hanya menurunkan suhu saat pengisian daya, desain ini memungkinkan pengisian daya 65W. Dapat mengisi baterai 100% dalam waktu 42 menit (jadi 10 menit lebih cepat dibandingkan dengan ROG Phone versi sebelumnya).

Perbaikan lebih lanjut pada desain termal ini telah memungkinkan pengisian yang lebih cepat dari 0 – 100%.  Tak hanya itu, smartphone gaming terkencang ini juga didukung fitur reverse charging 10W untuk mengisi daya gadget lain dalam kondisi darurat.

 

Lalu ada tiga fitur yang disematkan dalam proses pengisian baterai, seperti Slow Charging, Scheduled Charging, dan Select Charging Limit. Termasuk juga fitur yang berfungsi dalam memanajemen baterai tetap awet yakni PowerMaster.

 

Kontrol Maksimal Bersama AirTrigger 6 dan Ultrasonic Buttons

Gaming tanpa kontrol yang baik hanya menyebabkan frustasi. Itulah sebabnya ROG Phone 6 Series sudah diperkuat teknologi AirTrigger 6 terbaru yang menawarkan sensitivitas yang lebih baik, pemosisian yang lebih baik, dan lebih banyak kontrol gerak.

 

Teknologi ini dilengkapi hingga 18 titik sentuh spesifik yang dipetakan pada layar (AeroActive Cooler 6 terpasang). Sistem AirTrigger 6 bahkan dapat digunakan di luar game untuk mengaktifkan tindakan atau aplikasi yang berguna dengan gerakan meremas sederhana saat dalam mode portrait.

 

Hal baru di AirTrigger adalah fitur Tekan & Kiri yang memungkinkan pengguna untuk memetakan tindakan yang berbeda saat menekan tombol pengaktif ultrasonik dan tindakan yang berbeda saat mengangkat jari dari tombol. Tambahan baru lainnya adalah, sekarang pengguna dapat menggunakan giroskop untuk membidik atau mengontrol sudut pandang. Cukup tekan dan tahan tombol ultrasonik terlebih dahulu, lalu pengguna dapat mengontrol area tampilan dengan menggerakkan ponsel.

 

Selain itu ASUS ROG Phone 6 didukung dua buah 5-magnet 12 x 16 mm Super Linear Speaker yang menghadap ke depan dengan teknologi Dirac dan Snapdragon Sound. Speaker ini mengusung 5 magnet dan masing-masing menggunakan Cirrus Logic CS35L45 mono amplifier. Ponsel ini juga menawarkan output Hi-Res Audio melalui port audio 3,5mm yang diusungnya. Hasil suaranya terdengar jernih dan deep saat digunakan di outdoor.

 

Ponsel Gaming Tetap Mengutamakan Kamera

Gamer ngga butuh kamera bagus? Kata siapa?

Kini Gamer tak hanya ngebut di permainan tapi juga ciamik dalam mengolah gambar. Jepretan gambar yang blur tentu tidak ada di ASUS ROG Phone 6. Hadir dengan Kamera utama berkekuatan 50 MP dengan sensor Sony IMX766 berukuran 1/1.56 inci 1um piksel ditandemkan dengan enam elemen lensa 24mm aperture f/1.9 yang dilengkapi dengan fitur phase-detection autofocus dan LED flash. Kualitas pengambilan gambar di segala kondisi tetap sama baiknya.

Lalu kamera kedua adalah lensa sudut ultra lebar 13MP yang mampu merekam sampai sudut 125 derajat dengan koreksi distorsi secara real time. Sedangkan kamera ketiga adalah lensa makro 5MP. Adapun kamera depan beresolusi 12 MP yang bisa merekam pada kualitas tinggi termasuk live video streaming.

 

Sedangkan kamera kedua ASUS ROG Phone 6 punya resolusi 13 MP dengan sensor OmniVision OV13B 1/3 inci 1.12um piksel dengan lensa 12,5mm aperture f/2.4 yang berfungsi sebagai kamera ultra wide-angle dengan field of view (FoV) 125 derajat. Sudah didukung fitur real-time distortion correction. Sedangkan kamera ketiga 5 MP berfungsi sebagai dedicated macro. Buat video streaming kualitasnya cukup baik tentunya.

Terakhir ada kamera depan, dibekali dengan kamera depan yang mumpuni di kelasnya dengan resolusi 12 MP dengan sensor Sony IMX663 1/2.93 inci 1.22um piksel yang ditandemkan dengan lensa aperture f/2.0 fixed focus guna memaksimalkan foto selfie . Kamera belakangnya mampu merekam video 8K @24fps dan kamera depannya mampu merekam video 1080p.

 

Desain Unik dan Khas ala ROG Phone

Rasanya ROG Phone 6 jadi rule model ponsel gaming yang gagah dan bertenaga. Ada perubahan desain yang cukup signifikan pada sisi belakang dengan lekukan geometris futuristik yang dilengkapi dengan Illuminated RGB logo yang keren. Bila melihat pilihan warna, ROG Phone punya warna khas yaitu warna dominan putih yaitu Storm White dan hitam yaitu Phantom Black. Sementara ROG Phone 6 Pro tersedia dalam warna tunggal Storm White. dengan layar AMOLED ROG Vision di bagian belakang yang memesona.

Bentukan casingnya juga cukup keren yang menyerupai kerangka solid yang tak sepenuhnya menutupi back cover dengan tujuan memanajemen panas. Beda dengan ponsel umumnya yang berupa softcase transparan saat pertama kali membeli. Ini jadi ciri khas serta hard casing ini juga mampu jadi pelindung saat ponsel jatuh karena materinya yang kuat dan padat.

 

ASUS ROG Phone 6 Series memakai layar AMOLED HDR10+ seluas 6,78 inci.  Mendukung kedalaman 1 milyar warna, HDR10+, akurasi warna tinggi dengan Delta E < 1, dan 111,8% DCI-P3 color gamut yang mampu memanjakan mata, serta mendukung fitur Always on Display. Layar Asus ROG Phone 6 ini dilindungi anti gores dari Corning Gorilla Glass Victus yang tangguh melindungi layar dari goresan.

ASUS ROG Phone 6, Paket Lengkap Sebuah Gaming Phone

ASUS sangat paham akan keinginan penggunanya, sebuah ponsel gaming akan makin superior dengan aksesoris premium. Alasan itulah ASUS memberikan aksesori gaming yang dapat dinikmati untuk bermain game dan berikut sejumlah yang bisa didapatkan dari sebuah ASUS ROG Phone 6, cekidot:

 

AeroActive Cooler 6

Kini di dalamnya tidak hanya ada kipas saja, tapi juga ada lapisan konduksi termal, plat tembaga, dan thermoelectric cooler chip. Sistem ini bertindak sebagai penyerap panas (peltier) dari bodi ROG Phone.

Kipas yang ada di aksesoris ini kemudian menarik panas dan membuangnya keluar. Dengan begitu akan membantu menjaga suhu ponsel untuk tetap normal selama memainkan game. Hal menarik lain yang ada di Aero Active Cooler 6 adalah kehadiran sensor kelembaban. Sensor juga ikut membantu suhu stabil, dan menghindari pengembunan akibat perubahan/perbedaan suhu.

 

ROG Kunai 3 Gamepad

ROG Kunai Gamepad 3 hadir dengan desain baru yang lebih kokoh  dan fleksibel. Cocok buat yang ingin merasakan pengalaman bermain game ala konsol.  ROG Kunai 3 Gamepad juga didukung fitur key mapping melalui Game Genie dan telah kompatibel dengan berbagai game. Pastinya orang seperti saya yang gila game konsol sangat tertarik dengan aksesoris yang ASUS tawarkan ini.

TwinView Dock 3

Buat pengalaman game tak biasa, hadir aksesoris yaitu TwinView Dock 3, memberikan pengalaman bermain game dengan dua layar. Pada game tertentu mampu menampilkan statistik lebih jelas, misalnya saja Real Racing 3, akan menampilkan peta dari jalanan dan masih banyak lagi.

Bicara spesifikasinya, pada TwinView Dock 3, sudah dilengkapi dengan kipas dan baterai berkapasitas 5.000mAh. Tentu saja layar Refresh Rate 165 Hz atau sama dengan ROG Phone 6. Untuk mengetahui daftar game yang kompatibel dengan TwinView Dock 3 dapat dilihat melalui aplikasi Armoury Crate di ASUS RIG Phone 3.

 

ROG Clip

Saya di rumah punya kontroler nganggur, salah satunya XBOX One dan DualShock 4, XBOX One. Adanya ponsel ROG Phone 6 di tangan rasanya saya ingin membeli aksesoris berupa ROG Clip. Nah... dengan begitu  kontroller saya tidak lagi menganggur karena bisa terhubung dengan ponsel.

Cara pasangnya cukup mudah, cukup pasangkan ROG Clip di salah satu controller tersebut dan tempatkan ROG Phone 6 di dudukan yang telah disediakan. Bermain di ROG Phone 6 pun kini sama nyamannya dengan bermain di konsol.

 

Lighting Armour Case

Buat suasana Auro RGB di backcover jadi lebih hidup, kini ASUS menyediakan casing yang mereka beri nama Lighting Armour Case. Lighting Armour Case juga kompatibel dengan fitur Aura RGB dan dapat dikustomasi melalui aplikasi Armoury Crate. Sehingga kesan ponsel gaming Anda jadi lebih hidup tentunya. Hmm.. bisa sekalian flexing gaming dengan penuh gaya.

Glass Screen Protector

Agar ROG Phone 6 selalu terlindungi, ASUS juga menyediakan aksesori Glass Screen Protector yang dirancang khusus untuk melindungi layar sehingga terhindar dari goresan. Aksesori Glass Screen Protector juga dilengkapi dengan teknologi anti bakteri sehingga dapat melindungi gamer yang menggunakannya.

Rasanya ini menjadi proteksi lebih tambahan, ditambah dengan layar ASUS ROG Phone 6 sudah dilengkapi dengan Gorilla Glass Victus pada perlindungan layar. Rasanya ponsel Anda akan tetap awet lama dan terasa masih seperti baru.

 

Waist Pack dan Crossbody Pack

Terakhir tentu saja terkait dengan gaya dan mobilitas, gamer sudah pasti ingin bermain game di masa saja ia mau. Untuk itulah ROG Phone 6  hadir dengan aksesori yang akan mempermudah gamer untuk membawa perangkat gaming kesayangannya bepergian.

Waist Pack dan Crossbody Pack adalah aksesori paling tepat untuk pengguna ROG Phone 6 yang suka bepergian dan bermain di luar rumah. Perangkat ini berupa pack yang minimalis tapi mampu menampung semua aksesoris hardware pendukung ROG Phone 6.

 

ROG Phone 6, Daya Tarik Gaming Segala Lini

Sebagai seorang yang tidak terlalu sering game di ponsel, bisa dikatakan ASUS ROG berhasil memikat hati saya dan banyak pengguna lainnya. Apalagi yang selama ini ponsel lebih sering diajak buat produktivitas ringan dan melahap konten.

 

Sesekali digunakan untuk berbagai keperluan salah satunya adalah bermain game. Bila diajak buat kebutuhan sehari-hari yang sering saya gunakan, baterai jumbo berukuran 6000 mAh bisa bertahan sampai dua hari.

 

Punya ponsel baru pastinya sudah mendukung chipset terbaru yang mendukung segala aktivitas. Selain mampu melakukan proses komputasi jauh lebih cepat. ASUS ROG Phone 6 sangat mengerti bahwa pangsa gaming begitu menjanjikan. Alasan itulah mereka menciptakan device terbaik dalam menunjang bermain game level hardcore. Rasanya ASUS ROG Phone 6 termasuk mobile gaming terbaik untuk saat ini.

Berbicara mengenai harga, di Indonesia sendiri ada dua varian yang ditawarkan pada pengguna yaitu Storm White dan Hitam yaitu Phantom Black. Pertama untuk varian 8/256 GB dibanderol dengan Rp10.999.000, lalu 12GB/256GB dibanderol dengan harga Rp13.999.000 dan varian tertinggi 18GB/512GB dibanderol dengan harga Rp16.999.000.


Buat kalian yang mau beli ROG Phone 6 PRO, kalian juga udah mulai bisa pre-order di tanggal 24 Oktober - 10 November 2022. Untuk pemesanan awal ini, kalian akan mendapatkan banyak promo menarik antara lain Free Aero Active Cooler 6 + Devil Case + Exclusive Backpack ROGXONIC Esports selama persediaan masih ada, dengan total keuntungan hingga Rp.2.000.000. Untuk ROG Phone 6 PRO ini bisa kalian dapetin dengan harga Rp 18,999,000 eksklusif hanya di Erafone, Urban Republic, ROG Store, ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, Eraspace dan Tokopedia.  Info selengkapnya kamu bisa cek disini ya : https://rog.asus.com/id/phones/rog-phone-6-model/  

Nah, kalau buat ROG Phone 6 sekarang udah tersedia  di partner-partner penjualan ROG Phone 6 yang bisa kalian dapetin langsung di Erafone,Urban Republic, ROG Store, ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, Eraspace, dan JD.ID langsung dengan harga Rp 10,999,000 untuk variant 8/256GB dan ROG Phone 6 12/256GB dengan harga Rp 13,999,000.  So, tunggu apalagi buruan beli sebelum kehabisan!

 

Kesimpulan Akhir

Perubahan dunia game berkembang pesat, kini dunia mobile gaming mengalami transformasi begitu cepat, termasuk penggunanya yang terus bertambah. Ajang dunia game yang makin kompetitif, sekaligus melahirkan iklim kompetisi dan atlet yang kompeten.

 

Peluang besar inilah yang dilihat oleh ASUS dalam menggaet pangsa gamer dunia. Hadirnya ASUS ROG Phone 6 seakan menjadi salah satu potensi besar dunia mobile gaming. Bahkan bisa dianggap sebagai role model yang diberikan. Mulai dari chipset terkencang, Refresh Rate tertinggi, dukungan fitur khas gaming hingga kualitas speaker jempolan.

 

Bisa disimpulkan, bersama ASUS ROG Phone 6, menciptakan level Elite Gaming Level Hardcore dari sebuah ponsel. Semoga postingan ini memberikan Anda pengalaman gaming dan fitur terkemuka dari sebuah perangkat. Akhir kata, Have a Nice Days.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog ASUS ROG Phone 6 by Travelerien



Spesifikasi ROG Phone 6 
Desain dan pilihan warnPhantom Black dan Storm White (IPX4*)
Berat dan dimensi239 gram
 173 x 77x 10.4 mm
Sistem OperasiAndroid 12
ProsesorQualcomm® Snapdragon® 8+ Gen 1 Mobile Platform
 Qualcomm® Adreno™ 730
MemoriLPDDR5 8GB/LPDDR5 12GB
PenyimpananUFS3.1 256GB
Display6.78″ 20.4:9 (2448 x 1080) 165Hz / 1ms Samsung AMOLED. Corning® Gorilla® Glass Victus. Delta-E < 1
Rear CameraMain Rear Camera: Sony® flagship IMX766 50 MP image sensor - 1/1.56" large sensor size, 1 µm pixel size. F1.9 aperture, 23.8mm equivalent focal length in 35mm film camera
 Second Rear Camera: 13 MP, Ultrawide-angle camera, 12.5mm equivalent focal length in 35mm film camera
 Third Rear Camera: 5 MP, Macro
Front Camera12 MP. 27.5mm equivalent focal length in 35mm film camera
AudioSpeaker:
 Symmetrical dual front-facing speakers with Dirac HD Sound
 5-magnet stereo speaker with Cirrus Logic amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
 Audio Output:
 Hi-Res Audio up to 384 kHz / 32-bit for 3.5mm output
 Qualcomm WCD9385 for Hi-Res output
 AudioWizard with multiple listening profiles
 Microphone:
 Tri-microphones with ASUS Noise Reduction Technology
 3.5mm Headphone Jack
Video Recording8K UHD (7680 x 4320) video at 24 fps for main rear camera
 4K UHD (3840 x 2160) video at 30 / 60 fps for main rear camera, at 30 fps for second rear camera
 1080p FHD video recording at 30 / 60 fps
 720p HD video recording at 30 / 60 fps
 3-axis electronic image stabilization for rear cameras
 HDR10+ video recording (4K UHD video) for main 50MP and ultra-wide 13MP camera
 Time Lapse (4K UHD video)
 Slow Motion video (4K at 120 fps; 1080p at 240 / 120 fps; 720p at 480 fps)
 Take still photo while recording video
Wireless TechnologyIntegrated WiFi 6E* (802.11a/b/g/n/ac/ax, 2×2 MIMO)
 Supports 2.4GHz/ 5GHz/ 6GHz WiFi
 Bluetooth® 5.2 (HFP + A2DP + AVRCP + HID + PAN + OPP), supports Qualcomm® aptX™ Adaptive and aptX™ Lossless
 Wi-Fi Direct
 NFC
 *WiFi 6E availability and features are dependent on regulatory limitations.
NavigasiGNSS support GPS (L1/L5), Glonass (L1), Galileo (E1/E5a), BeiDou(B1i/B1c/B2a), QZSS (L1/L5) and NavIC
SIM CardsDual slots: 5G*+5G or 4G dual-SIM / dual-standby support
 Slot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card
 Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card
 * 5G services are only supported in 5G network-enabled locations in 5G-ready countries.
Jaringan* ASUS phone 5G/4G band compatibility varies by region, please check compatibility with local carriers.
SensorIn-display fingerprint sensor, face recognition, accelerometer, e-compass, gyroscope, proximity sensor, ambient-light sensor, ultrasonic sensors for AirTrigger 6 and grip press
BateriaEquivalent 6000 mAh (typical) high-capacity battery, supports Quick Charge 5.0 and PD Charging
Power AdapterUSB power adapter (65-Watt)
 Output: 3.3-21V 3.25A, supports up to 65W QC5.0 / PD 3.0 / Direct Charge adapter
In the BoxUSB power adapter (65-Watt)
 USB-C to USB-C cable
 Aero Case
 ROG AR Card
 Ejector pin (SIM tray needle)
 Documentation (user guide, warranty card)

 

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer