Saturday, September 30, 2023

Zenbook OLED, Idaman dalam Berkreasi Sembari Tuntaskan Studi

Selama sebulan terakhir saya disibukkan dengan Tesis sebagai kredit akhir perkuliahan. Setelah menamatkan S1 (Strata 1) yakni 7 tahun silam, barulah di pertengahan tahun 2021 lalu saya memberanikan diri untuk bisa berkuliah kembali. Niat untuk bisa berkuliah kembali menggugah di dalam jiwa setelah lama terbuncah.

 

Ini kesempatan yang tepat setelah jauh dari dunia kampus. Momen pandemi jadi alasan kuat, selain karena perkuliahan berlangsung secara daring selama 2 semester pertama perkuliahan. Jelas lebih mudah harus ke kampus, dan rata-rata teman kelas adalah pekerja paruh waktu yang  menyempatkan diri kembali bisa merasakan bangku perkuliahan.

 

Waktu pun fleksibel yaitu hanya hari Jumat dan Sabtu. Berjibaku masuk kuliah dan mengerjakan tugas yang tak ada habisnya. Tentunya manajemen waktu adalah cara terbaik dalam menggapai sarjana, dua prioritas dalam waktu bersamaan: bekerja sambil berkuliah.

 

Namun memasuki semester ketiga, kondisi jadi lebih kondusif. Perkuliahan luring berlangsung, saat itulah baru bisa melihat teman-teman yang dulunya hanya bisa berinteraksi secara daring. Satu mata kuliah yang paling berat bobot muatannya diambil. Tak lain yaitu Tesis.

 

Syarat menyelesaikan perkuliahan dan tujuan akhir dari studi. Ini jadi poin terakhir yang harus dipersiapkan selain begitu banyak persyaratan lainnya. Akhirnya saya memilih lokasi yang mungkin semua kenal, pulau di ujung negeri yaitu Pulau Weh. Objek yang diteliti adalah kebiasaan hidup lobster.

Sebagai seorang yang mengambil magister pengelolaan sumber daya pesisir laut. Jelas studi yang diangkat tak jauh-jauh dengan isu kelautan dan perikanan. Subyek ini pastinya mengharuskan terjun ke lapangan. Panas terik dan hujan badai jadi tantangan yang harus dilalui. Namun yang pertama sekali dilakukan adalah survei awal lokasi.

 

Saya pun orang yang suka terjun ke lapang, melakukan banyak riset. Judul yang diangkat pun adalah dengan lobster. Pulau yang saya pilih pun adalah Pulau Weh, pulau terluar dari Aceh. Jelas makin menarik.

 

Jelas perkuliahan magister sangat berbeda dengan sarjana, pertama kali yang saya rasakan adalah pembelajaran dan pemecahan masalah yang lebih mandiri. Proses belajar ini mengharuskan mengeksplorasi kemampuannya dan pengetahuannya selama di bangku perkuliahan.

 

Saya selama ini berdomisili di Banda Aceh dan sedang menempuh studi di salah satu kampus negeri di sana. Untuk bisa ke Pulau Weh, Sabang. Armada yang bisa dilalui ke sana satu-satunya adalah kapal laut. Terpisah sejauh 23 mil dari ibu kota Aceh tersebut.

 

Pulau yang eksotik ini sudah terkenal hingga mancanegara. Bagi yang menyukai berbagai spot air, Pulau Weh adalah destinasi terbaik. Beragam wisata ini menjadikan daya tarik besar, ada banyak orang yang mungkin mabuk laut namun memberanikan diri ke Pulau Weh karena daya tariknya tersebut.

Namun kali ini saya berbeda, saya ke sana dengan satu tujuan yaitu penelitian. Ada banyak potensi besar yang harus digali di sana. Salah satunya pengembangan hasil perikanan khususnya lobster. Potensi yang dihasilkan ini mampu menjadikan Sabang tak hanya dari wisata air saja namun potensi hasil perikanan yang terus digenjot.

 

Saya pun jelas bersemangat, awalnya saya tak memilih Sabang dan Pulau Weh. Alasannya karena terpisah jarak dan sedikit kolega yang tinggal di sana. Namun saya pun mendapatkan kolega selama di Kampus, beliau adalah Pak Ismail. Beliau punya banyak koneksi selama di sana, mengajak jalan-jalan ke seluruh sudut kota, tempat wisata, dan tentu saja lokasi penelitian yang sebelumnya sudah ditandai.

 

Berkenalan dengan Kota Sabang, Tempat Studiku

Keindahan Sabang tergambar sejak kapal pertama kali mendarat di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang. Pulau yang hanya kurang dari 120 km persegi itu punya banyak spot yang ini dilalui.  Setiap pantainya menyimpan nilai eksotik dan hutannya menyimpan hasil alam yang indah. Pulau kecil tapi menyimpan sejuta kenangan yang menarik buat diabadikan.

Pertama sekali pantai yang menarik ada pantai paradiso yang memesona, Anoe Itam yang eksotik dengan nyiur pepohonan kelapa dan peninggalan Jepang. Spot Akuatik makin bertambah bila berjalan ke arah barat Pulau Weh, ada Iboih yang terkenal dengan wisata air. Hingga paling ujung ada Tugu Nol kilometer, titik terakhir negeri ini. Terlihat indah dari kejauhan, bahwa negeri ibu pertiwi sangatlah luas.

 

Bagaimana dengan urusan wisata bahari dan hutannya? Bila urusan tersebut jangan ditanya pasti ada kejutan. Rasanya lebih baik memotret atau membuat Vlog khusus selama di sana. Tapi tahan dulu, saya ke sana adalah buat penelitian, selepas selesai barulah jalan-jalan dimulai.

 

Perjalanan Panjang Bernama Tugas Akhir

Di pertengahan 2022, saya merasakan sedikit kesulitan dalam menentukan judul. Alasan pertama karena sudah lama tak melakukan riset dan alasan kedua adalah mencari pembimbing yang cocok. Faktor lainnya adalah pengalaman baru, nah akhirnya saya ambil faktor pengalaman baru karena dianggap lebih menantang.

 

Belum lagi dengan banyaknya penelitian serupa hingga akhirnya tercetus ide buat meneliti Lobster. Mantap jiwa nih. Mencari lobster bukan hal mudah, pada penelitian yang saya lakukan, saya pun harus mengambil sampel lobster. Jelas bukan hal mudah, lobster bukan hewan yang senang keramaian layaknya lumba-lumba. Ia bersembunyi di dalam terumbu karang, butuh waktu yang sangat lama menemukannya.

Jelas saya menggunakan jasa nelayan setempat yang lebih tahu keberadaan habitatnya. Spesies yang dicari pun tak hanya 1 spesies saja namun ada tiga spesies yang nantinya diuji pola makanan dan tentu saja habitatnya.

 

Analogi sederhana, ada 3 orang berbeda latar belakang, kegemaran hingga pekerjaan. Mereka akan dilihat makan apa saja yang dikonsumsi. Lalu pihak survei berasumsi, inilah lokasi yang tempat mendirikan warteg. Alasannya karena pola makannya sama dan 3 orang ini bisa jadi sampel bahwa kebutuhan lokasi tempat makan dirasa layak dan strategis.

 

Buat teman-teman, saya coba mencerita sedikit tentang penelitian saya. Analisis yang dilakukan tentunya berhubungan dengan lobster. Mungkin bagi sebagian orang, lobster tergolong hewan langka dan mahal. Namun di sejumlah lokasi, ia mudah didapatkan dan harganya relatif terjangkau.

 

Saya butuh lobster khususnya buat mengetahui habitatnya. Nah di sini yang paling diperhatikan adalah kondisi lingkungan dan kebiasaannya makannya. Bila makanan dan lokasinya cocok, ini berpotensi untuk dibudidaya.

lobster yang sedang dibedah untuk diteliti

Bila selama ini banyak nelayan yang harus menangkap. Merelakan separuh malamnya untuk istirahat, namun mereka rela menangkap lobster di kegelapan malam dan dinginnya air laut. Itu belum lagi potensi gede semacam gelombang gede atau bahkan sengatan ubur-ubur.

 

Jumlahnya yang hilang atau terganggu, bisa mengganggu kestabilan lingkungan dan kecaman dari pemerhati lingkungan. Melalui cari budidaya, ini bisa mengurangi aksi pemburuan lobster di pantai dan tentunya bisa jadi pemasokan tambahan.

 

Toh lingkungan sudah ada, kini orang ke Sabang tak hanya berlibur menikmati keindahan pantai. Namun juga makan lobster. Asyik bukan?

 

Mengerjakan Tahapan Lanjutan di Laboratorium

Tahapan di lapangan tersebut sudah kulalui sejak awal tahun, kini adalah menyiapkan dan mengidentifikasi data di laboratorium. Mungkin sedikit terpikirkan bagaimana orang yang telah begitu lama ke kampus, kembali ke laboratorium. Memang di awal sedikit kikuk dan tidak terbiasa, memakai kembali jas putih khas lab.

 

Namun kini sudah menjadi kebiasaan, sembari sembari mengamati proses identifikasi beragam jenis makanan lobster secara mikroskopik. Ternyata sekarang sudah sangat canggih dan terhubung secara langsung dengan laptop.

Selain itu proses input data secara aplikasi sudah banyak berkembang, misalnya saja saya harus melakukan proses verifikasi jenis DNA lobster dengan aplikasi GenBank. Sudah ada aplikasi yang akan melakukan proses running yang sangat akurat.

 

Hanya saja dibutuh sebuah perangkat yang sangat cepat dengan komputasi terbaik. Tentunya di sini harus ada daya dukung sebuah laptop. Sebuah perangkat yang lambat akan menghambat proses running data dan itu belum lagi ditambah dengan kemampuan baterai yang pendek.

 

Aplikasi lainnya yang saya gunakan adalah berupa SPSS. Program yang berguna pada proses analisis data statistika. Data berupa panjang dan berat dari spesies lobster yang selama 6 bulan lamanya kemudian dimasukkan dalam aplikasi tersebut.

 

Menghasilkan beragam data dan puluhan tabel Proses running yang memakan waktu jelas menguras kemampuan laptop bekerja pada kondisi maksimal. Bila gagal harus dilakukan proses penginputan ulang. Ini kadang bikin mumet terutama di waktu-waktu genting. Peran perangkat komputasi yang portabel sangat dibutuhkan

 

Kini saya pun hampir menyelesaikan hasil, tahapan krusial ini jelas butuh perangkat terbaik. Mimpi bisa memiliki perangkat laptop idaman rasanya seperti terbesit di dalam pikiran. Selain memudahkan mengerjakan studi, ini menjadi perangkat terbaik dalam bekerja dan tentu saja berkreasi.

 

Perangkat Terbaik diciptakan Profesional Terbaik

Mimpi di akhir tahun bisa mengenakan pakai toga adalah mimpi terbesar saya. Semua kesuksesan itu nyatanya butuh perjuangan dari semua aspek. Perangkat pendukung di era modern punya peran cukup besar dalam menggapai mimpi.

 

Saya sebuah percaya pepatah: Perangkat terbaik hadir itu pengguna terbaik. Selain karena mereka bisa memaksimalkan dengan cara terbaik, mereka juga memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Bisa dibayangkan orang yang kreatif dan banyak ide tetapi harus menggunakan sebuah perangkat yang lola (loading lama). Malahan idenya malah stuck dan ilfeel, alhasil tidak mau melanjutkan kerja. Itulah mengapa membeli atau punya perangkat yang mahal ibarat barang investasi.

 

Setiap kumpulan ide akan berhasil ditelurkan dan kemudian dipromosikan hingga akhirnya melahirkan karya luar biasa. Urusan pundi-pundi rupiah hanya urusan waktu berdatangan. Jangan heran produsen laptop memberikan fitur terbaik untuk kelas premium laptop.

 

Laptop Idaman, Pendukung Studi dan Kreasi

Sebagai orang yang sangat sulit jauh dari laptop, tentunya saya membutuhkan sebuah laptop yang mumpuni. Untuk saat ini laptop saya bekerja di tiga bidang berbeda, Buat membantu pekerjaan, menyelesaikan tugas akhir, dan tentu saja berkreasi.

 

Tugas utama yang diberikan juga saya sesuaikan dengan alokasi waktu. Sebagai seorang yang banyak berkutat dengan membuat konten. Top aplikasi yang paling banyak saya buka adalah keluarga Office. Word berguna membuat laporan, konten di blog, dan seabrek tugas kerja lainnya.

Berlanjut setelahnya dengan beragam tabel excel dengan berbagai perhitungan matematika dan rumus kolom. Saat bertemu dengan klien, ada banyak Powerpoint dengan beragam slide yang mampu memberi impresi pada klien.

 

Itu baru pekerjaan, kini lanjut ke namanya hobi. Dalam hidup saya membagikan 3 fase waktu. Pertama 8 jam waktu buat bekerja, Kedua 8 jam untuk mengasah kemampuan dan relaksasi diri, dan Ketiga sekaligus terakhir adalah 8 jam waktu istirahat dan beribadah.

 

Kini 3 fase waktu itu coba saya pecah lagi karena harus menyelesaikan tugas akhir. Masing-masing 1 jam dari setiap fase coba saya pangkas. Bila tidak dilakukan seperti itu, tugas akhir akan terbengkalai. Alokasi waktu inilah yang tentunya mendukung sebuah laptop yang bisa digunakan di mana saja tanpa harus menggunakan colokan.

 

Lalu, apakah saya kesulitan dalam memilih laptop idaman?

Saya rasa tidak, karena sudah percaya pada suatu brand yang telah menemani saya selama 10 tahun lamanya. Pilihan laptop idaman jatuh pada ASUS dengan segudang inovasinya.

 

Saya punya standar sebuah laptop idaman. Tak perlu banyak, cukup tiga syarat saja, sedangkan lainnya sebagai penunjang. Pertama adalah ia punya kualitas layar yang baik, Kedua adalah bentuknya yang ringkas, dan terakhir adalah prosesor yang ngebut diajak multitasking.

 

Syarat ini jelas menggambarkan bahwa laptop idaman saya ada sebuah ultrabook. Kualifikasi ini jelas sangat mendukung beragam kegiatan dan mobilitas. Nah.. di sini tergambar bahwasanya: branding seorang pekerja kantoran, content writer, dan tentu saya mahasiswa tahap akhir.

 

Perangkat pendukung lainnya adalah kulitas dari perekaman kamera yang baik  saat digunakan saat kondisi zoom. Adanya fitur AI noise-cancelling yang memungkinkan suara bising bisa diredam saat proses meeting online. Termasuk port USB Type-C Thunderbolt 4 yang memudahkan transfer data cepat.

 

Pilihan laptop idaman ASUS di tahun ini jatuh pada ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304. Ia seakan menjawab segala keinginan saya dari kesan pertama yang diberikan. Segala keinginan dari laptop idaman hanya saya inginkan hanya 3 syarat dan di ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 saya seakan mendapatkan beragam keunggulan yang tersemat padanya.

AAda banyak aspek yang membuat ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 jadi laptop idaman saya terutama keunggulannya dari versi sebelumnya. Saya mencoba menjabarkan dan menggambarkan bagaimana begitu idamannya ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304, cekidot:

 

Desain Ikonik khas Zenbook

ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 punya desain baru khusus seri Zenbook. Selaku pengguna Zenbook, jelas desain sekarang seakan ASUS mencoba membangun personal branding laptop premiumnya dari segala aspek.

 

Bila dulu desain awal adalah bentuk cover tulisan ASUS yang berpindah ke sebelah kiri. Lalu penulisan logo ASUS Zenbook pada bagian frame. Kini ASUS mencoba hal lebih ikonik lagi dari proses perubahan logo khusus Zenbook hingga proses booting awalnya.

 

Di tahapan kini adalah perubahan cover yang lebih energik dan anak muda dengan garis-garis yang ada di penutup layar. Garis-garis yang kelihatannya asimetris itu sebenarnya berasal dari logo A baru ASUS. Bagi saya sendiri, desain ini dianggap kekinian dan tentunya membuatnya bukan sebatas laptop pekerja tapi sebagai barang seni.

Zenbook S 13 OLED UX5304 menggunakan bahan plasma ceramic aluminum yang dihasilkan melalui teknik pemrosesan eksklusif dengan menggunakan air murni dan listrik. Ini memberikan bodi laptop ketahanan terhadap korosi, ketahanan terbaik serta dampak lingkungan yang minim.

 

Sebagai blogger yang konsen di bidang lingkungan, Saya sangat senang dengan komitmen ASUS dalam produknya mengurangi emisi karbon dengan memasukkan bahan daur ulang dan merancang packaging yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, Zenbook S 13 OLED melampaui standar efisiensi energi, ENERGY STAR® sebesar 43% untuk mengurangi konsumsi daya listriknya. Melalui berbagai upaya tersebut, keseluruhan tujuan dari hadirnya laptop ini terhadap inisiasi pelestarian lingkungan adalah untuk tercapainya netralitas karbon.

 

Ultrabook Ramping dan Lengkap segala Konektivitas

 

Bagaimana bayangan saat tahu ada laptop yang lebih tipi dari ponsel?

 

Nah, ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 membuktikannya dengan tebalnya hanya 1 cm saja dan bobotnya hanya 1 kg saja. Jelas ini inovasi baru, karena selama ini banyak laptop yang tipis saja tapi tetap berat atau sebaliknya, ada banyak port yang dipangkas di dalamnya.

Bahan yang digunakan tentunya sangat ringan dan kuat karena menggunakan bahan magnesium-aluminium dan merancangnya supaya bagian itu bisa tetap kokoh tanpa penyangga di baliknya. Tentunya dengan presisi yang tinggi termasuk desain motherboard yang juga dirancang ukurannya.

 

Masalah konektivitas malah lengkap meskipun hanya berukuran 1 cm saja. Sudah tersedia Ada 2 port USB Type-C Thunderbolt 4 yang mendukung pengisian daya dan transfer data cepat hingga 40Gbps. Serta Ada USB 3.2 Gen 2 Type-A, port HDMI 2.1, dan colokan audio 3,5mm. Sesuatu yang langka buat sebuah laptop tipis dan ringkas.

Bicara soal wireless, laptop ini juga mendukung koneksi Wi-Fi 6E. Kalau kamu belum tahu, Wi-Fi 6E merupakan standar baru Wi-Fi masa kini yang punya kecepatan lebih dari generasi sebelumnya. Serta tambahan berupa Bluetooth 5.3. Jadi koneksi untuk berbagai aksesori Buetooth bisa lebih cepat dan stabil, minim delay.

 

Kualitas Layar OLED Zenbook

ASUS seri Zenbook jadi pionir sebuah laptop menggunakan layar OLED. Saat brand lain masih menggunakan IPS. Tentu di produk baru ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 memiliki layar OLED 2,8K dengan tingkat kecerahan 350 nits.

 

Ada sertifikasi VESA DisplayHDR True Black yang memastikan tingkat kontras yang bagus. Ada color gamut 100% DCI-P3 dan PANTONE Validated Display untuk cakupan dan akurasi warna. Kualitas dan kontrasnya tetap bagus meskipun digunakan di ruangan tentunya. Bila menyaksikan konten, jangan tanya bagaimana cerahnya.

Mode HDR bisa diaktifkan untuk meningkatkan kecerahan, menghasilkan pengalaman HDR yang mengesankan. Terdapat empat preset tampilan yang dapat dipilih: Native, sRGB, DCI-P3, dan Display P3. Keempatnya memberikan kualitas tampilan yang hebat, dengan cakupan AdobeRGB sekitar 96%.

 

Dimensi yang digunakan pun sudah khas laptop kekinian dengan rasio 16:9. Laptop yang menggunakan rasio tersebut jelas sangat mengasyikkan buat diajak kerja produktivitas dan browsing, Karena bisa menampilkan dua layar saat mengerjakan tugas office.

 

Terakhir tentunya ada fitur Eye Care yang bisa menyesuaikan kecerahan layar sesuai dengan lokasi kerja. Dan ASUS telah membekali dengan sertifikasi dari TÜV Rheinland untuk low-blue light dan anti-flicker. Jadi, kalau kamu seperti saya yang sering berada di depan laptop, kamu tidak perlu kuatir dengan masalah mata.

 

Daya Tahan diajak Mobilitas Tinggi

Bentuknya yang sudah ringan tentunya punya berbagai proteksi khusus agar tak gampang rusak. ASUS sudah mempertimbangkan ini dan membekalinya dengan US Military Grade (MIL-STD 810H). Ketahanan dari segala tes seperti tes jatuh, tes getaran, hingga tes operasional pada lingkungan ekstrem.

 

Proteksi ini penting, karena ada banyak laptop yang saat mengalami guncangan seperti di atas, komponennya jadi rusak. Ini sangat berguna seperti saya khususnya dalam bepergian jauh. Selama ini saat bepergian, umumnya hanya membuat sebuah ransel dan di dalamnya sudah termasuk laptop. Adanya perlindungan US Military Grade (MIL-STD 810H) membuat laptop aman diajak ke mana saja.

Daya tahan lainnya tentu saja kemampuan baterai yang bisa bertahan cukup lama hingga 14 jam penggunaan. Berkat telah tersematnya baterai 63Wh yang bisa diajak bekerja selama mungkin. Kedua daya tahan di atas mendukung daya tahan benturan dan daya tahan digunakan dalam jangka waktu panjang.

 

Kamera dan Speaker Jempolan

Bagi saya yang melaksanakan perkuliahan atau meeting secara daring sangat terbantu. Selama ini banyak laptop tidak punya kualitas kamera yang mumpuni. Hasilnya saat melakukan meeting, gambar yang dihasilkan jadi buram dan butek.

 

Kini dengan hadirnya ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 ini menjawab perkembangan kamera webcam pasca pandemi yang jauh mumpuni. Kualitasnya sudah Full HD 1080p. Kualitas ini bisa memberikan tampilan yang lebih tajam setara kamera ponsel.

Selain itu, ASUS juga melengkapi kamera di laptop ini dengan fitur infra merah dalam deteksi pengenalan wajah sebagai otentikasi biometrik Windows Hello. Fitur ini yang paling sering saya gunakan karena membuat keamanan laptop meningkat.

 

Selain webcam, fitur lain yang memuaskan dari laptop ini ada di sisi audionya. Sistem audionya sudahmemiliki sistem suara stereo Dolby Atmos® yang tersertifikasi Harman Kardon, dengan dukungan Smart Amplifier yang dapat meningkatkan volume hingga 3,5x lebih kencang daripada amplifier standar.

 

Bersama dua standar itu, ASUS juga melengkapi laptop ini dengan Smart Amp dan Audio Booster, yang bisa meningkatkan kualitas suara lebih jauh lagi. Meskipun kecil, ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 sangat cabe rawit dari kualitas suara yang dihasilkan dan bisa diadu.

 

Jeroan Ngebut dari Generasi Terbaru

Urusan jeroan, Zenbook S 13 OLED UX5304 tak mau main-main. Pada balik bodi tipisnya sudah tertanam Intel Core Generasi ke 13 dengan 12-Core di dalamnya dan sudah memenuhi sertifikasi EVO. Serta sudah ada Intel® Iris® Xe yang mendukung proses grafis. Selain itu, di dalam laptop ini juga ada RAM LPDDR5 16GB dan SSD M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 sebesar 1TB.

Untuk jeroan yang bertenaga seperti ini, jelas sangat mendukung aktivitas saya. Membuka puluhan atau bahkan menjalankan banyak aplikasi dalam waktu bersamaan tidak akan berdampak pana penurunan performa dan peningkatan panas.

 

Satu aspek yang saya rasa penting adalah kualitas dari jeroan yang ngebut adalah tetap adem saat digunakan dan hemat daya. Zenbook S 13 OLED UX5304 bisa bertahan lebih dari 12 jam, artinya sekali pengisian sudah termasuk dalam 8 jam bekerja dan separuh waktu buat hobi.

 

Keyboard Empuk dan Touchpad makin Leluasa

Selain itu tetap mengusung konsep Ergolift menjadi ciri khas lainnya dari produk ASUS. Bertujuan untuk memberikan ruang tambahan yang membuat proses mengetik jadi lebih nyaman dan tentunya memaksimalkan proses pendinginan.

 

Urusan keyboard bisnis buatan ASUS, tentunya hadir dengan keyboard yang empuk, nyaman digunakan dalam waktu lama. Semua fungsi tersedia di dalam keyboard termasuk berbagai fitur menarik. ASUS juga membekali Numberpad 12 buat mengetik angka lebih cepat dan presisi.

Ukuran touchpad pun jadi lebih besar dari versi sebelumnya. Membuat pengalaman menggunakan touchpad jadi lebih hidup dan menarik. Selama ini laptop windows tidak memiliki touchpad yang ikonik, hadirnya touchpad terbaru dari ASUS seakan membuat pengalaman menggunakan touchpad jadi lebih atraktif.

 

Menciptakan Eksosistem Khas Zenbook di Fitur MyASUS

Urusan premium tak melulu urusan hardware semata, namun mengedepankan software pendukung. Laptop modern tentunya punya segudang fitur khusus dalam proses keamanan data dan transfer dalam. Salah satunya adalah fitur MyASUS, fitur killer dalam pemakaian laptop harian.

 

Pertama ada Battery Health Charging, memungkinkan kamu mengatur kapasitas maksimal pengisian baterai. Tersedia pilihan berupa: Full Capacity, 100%, Balanced, sampai 80%, dan Maximum Lifespan, sampai 60%.

Kedua ada TaskFirst, memungkinkan kamu mengatur prioritas pemakaian koneksi internet. Jenis aktivitas apa yang diutamakan dalam akses koneksi internet. Pengguna bisa memilih aktivitas Produktivitas dan Komunikasi, Multimedia Streaming, Game, bahkan layar eksternal.

 

Terakhir ada Link to MyASUS, memungkinkan laptop ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 terhubung dengan perangkat lainnya semisal ponsel. Fitur yang bisa dilakukan melakukan transfer file, berbagi layar, atau melakukan kegiatan komunikasi. Ponsel menggunakan OS Android dan IOS bisa terkoneksi pada fitur ini, cukup dengan menginstal aplikasi Link to MyASUS di Play Store atau dari App Store.

Tentunya itulah segudang keunggulan, termasuk pada Zenbook S 13 OLED UX5304 adalah salah Laptop ASUS hadir dengan dilengkapi Windows 11 Home. Ketika pekerjaan menumpuk, laptop ASUS dengan Windows 11 siap membantu Anda menyelesaikannya. Laptop ASUS dengan Windows 11 yang lebih nyaman di mata, memungkinkan Anda mengekspresikan diri dan cara kerja terbaik Anda. Dan tidak hanya Windows 11 asli, tersedia juga genuine Microsoft Office 2021 untuk menunjang aktivitas Anda sepanjang hari.

 

Kesimpulan Akhir

Setelah kita ngomong panjang lebar, akhirnya sampai pada tujuan akhir yaitu kesimpulan. Buat saya pribadi, ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304. Menyasar begitu banyak para pekerja dan eksekutif dengan mobilitas tinggi. Tentunya tetap trendi dan tentu saja menjadikan mereka ibarat lampu sorot saat laptopnya dibuka dan memulai kerja.

Akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kita semua. Sekaligus menggambarkan kisah penulis dengan studi, pekerjaan, dan berkreasi. Membagi waktu terasa mudah dengan perangkat yang tepat. ASUS Zenbook S 13 OLED UX5304 adalah jawabannya.

 

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua dan akhir kata Have a Nice Days. 

Spesifikasi ASUS Zenbook OLED UX5304

CPU

Intel® Evo™ Platform, Intel® Core™ i7-1355U Processor 1.7 GHz (12MB Cache, up to 5.0 GHz, 10 cores, 12 Threads)

Sistem Operasi

Windows 11 Home

RAM

16GB DDR5

Penyimpanan

1TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 Performance SSD

Layar

13,3-inch ASUS Lumina OLED, 2.8K (2880 x 1800) 16:10, 60Hz, 0.2ms, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, 550nits, VESA CERTIFIED Display HDR True Black 500, Low Blue Light, Anti-Flicker

GPU

Intel® Iris Xe Graphics

Input/Output

1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display + power delivery, 1x HDMI 2.1 TMDS, 1x 3.5mm Combo Audio Jack

Konektivitas

Wi-Fi 6E(802.11ax) (Triple band) 2*2 + Bluetooth® 5.3

Kamera

1080P FHD IR Camera for Windows Hello

Audio

AI noise-canceling technology, Dolby Atmos, Hi-Res certification, Smart Amp Technology

Baterai

63WHrs, 2S2P, 4-cell Li-ion

Dimensi

29.62 x 21.63 x 1.09 ~ 1.18 cm

Berat

1 Kg

Warna

Basalt Grey

Harga

Rp23.999.000

Garansi

2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS VIP Perfect Warranty
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Part of EcoBlogger Squad

Part of EcoBlogger Squad