Friday, January 18, 2019

Jelajah Wisata di Serambi Mekkah dengan Zenbook UX391UA

Bencana itu sudah berlalu 14 tahun lamanya, rekaman tsunami masih membekas di dalam pikiran. Bencana itu meluluh-lantakan kampung dan kotaku. Semua kenangan, teman hingga arena permainan lenyap sekejap tak tersisa, berubah semuanya menjadi puing-puing dan gelimpangan mayat.

Desember lalu, sudah 14 tahun bencana berlalu dan kini kembali menatap hidup baru. Kota Banda Aceh sudah berubah dari punya denyut ekonomi kembali, sekaligus mempromosikan sebagai kota madani dan pariwisata islami. Pasca Tsunami ada banyak lokasi wisata yang menarik, ada di Banda Aceh, menawarkan nuansa religi dan potensi alam tak biasa.

Sebagai menyambut liburan akhir tahun selama dua minggu liburan. Ada banyak tempat yang saya dikunjungi khususnya di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar. Setelah bekerja begitu berat selama enam bulan terakhir, saya pun butuh istirahat terbaik khususnya dalam memanjakan diri. Pergi liburan tidak harus jauh tetapi bagaimana bisa buat rasa nyaman dan tenang.

Sebagai seorang konten kreator sudah pasti sangat sulit untuk tidak lepas dari gawainya. Liburan pastinya tak ada celah berhenti menghasilkan karya. Badan dalam posisi liburan tapi pikiran harus tak pernah berhenti berkarya.  Segala tempat kunjungan yang saya datangi pasti bisa jadi ide sekaligus pengalaman baru. Ada banyak tempat yang saya pergi dan punya pengalaman berharga yang didapatkan.

Selain itu saat saya liburan sedang berlangsung peringatan 14 tahun tsunami Aceh. Ada banyak tempat dalam mengenang tsunami yang pernah terjadi 14 tahun silam.  Saya selaku pun jadi saksi hidup dari tsunami saat itu. Salah satunya adalah dengan berziarah ke sejumlah makam massal yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Liburan bukan sekedar relaksasi tapi menambah edukasi, Banda Aceh banyak menawarkan berbagai lokasi wisata yang menawan. Liburan rasanya waktu yang tepat belajar banyak dengan pergi ke berbagai lokasi penuh sejarah. Pilihan itulah yang mendasari saya datang ke museum.

Khususnya di Banda Aceh ada banyak museum yang punya ciri khas menarik. Mulai dari museum Aceh dengan berbagai sejarah panjang sejarah Aceh dan Museum Tsunami jadi jejak sejarah tsunami yang pernah menimpa Aceh 2004 silam.

Mengapa kita butuh liburan?
Setelah capek bekerja, liburan jadi opsi mencairkan stres, tidak perlu jauh dan mahal tapi bagaimana liburan itu bermakna. Apalagi di awal tahun ada banyak resolusi besar yang ingin diwujudkan. Sekaligus merayakan pencapaian selama setahun terakhir. Tak salah liburan bisa mendongkrak mood dan kualitas kerja, bekerja dengan tekanan tinggi pasti menimbulkan banyak stres. 
Santai sejenak kala liburan
Liburan mencairkan segala rasa tak mengenakkan dan mengubahnya jadi energi positif. Semangat memulai kembali, sekaligus menyusun resolusi di awal tahun. Sangat tepat resolusi jadi bahan bakar berkreasi tanpa henti.

Selama liburan saya mendatangi sejumlah objek wisata sekaligus merasakan suasana baru liburan menyenangkan. Ada sejumlah lokasi liburan yang saya pilih, dekat, murah, dan kaya pengalaman. Penasaran bukan, berikut ini lokasi kunjungan saya, cekidot:

Salah satu lokasi liburan yang saya pilih bersama puluhan anak yatim di kampung saya untuk berlibur. Acaranya bertepatan dengan tahun baru sekaligus hari libur mereka sekolah. Pasti anak-anak senangnya minta ampun diajak jalan-jalan.

Pilihan itu jatuh pada Taman Rusa yang terletak di Aceh Besar. Menawarkan pemandangan alam khas pedestrian, dengan kolam ikan serta pondok teduh sebagai hiburan. Umumnya mereka adalah anak yatim dan piatu yang telah kehilangan orang tuanya saat tsunami melanda 2004 silam.

Sejumlah bekal dan transportasi sudah dipersiapkan dengan sedemikian rupa, sehingga waktu di sana tidak harus memesan makanan lagi. Ada banyak atraksi dan hiburan yang anak-anak itu coba, mulai dari bermain wahana kendaraan bebek, memancing hingga mandi di kolam renang. 
Berbagi kebahagian dengan wisata khas keluarga
Kemudian ada banyak beragam satwa langka yang ada di sana, meskipun Namanya Taman Rusa, ada banyak hewan langka yang ada di sana. Sekaligus edukasi hewan bagi anak-anak mengenal satwa langka negeri ini. Rasa senang itu terasa terjawab semua dari wajah senang bercampur lelah dari mereka.

Pemandian Ie Suum jadi salah satu pilihan di daerah Aceh, terletak di daerah Aceh Besar dan berjalan 50km dari Kota Banda Aceh. Menawarkan pemandangan alam dan pegunungan menyejukkan mata. Selain objek wisata berswafoto, menawarkan juga pengalaman menarik yang tak terlupakan khususnya berendam di air panas. Termasuk menghangatkan sikapmu yang dingin. #eh. 

Lokasi Ie Suum terkenal dengan potensi geotermal terbaik sebagai energi terbarukan. Saat ini dalam proses riset pengembangan sebagai energi terbarukan. Ada banyak potensi besar dari gunung berapi aktif yang menjadi sumber panas di dalamnya. Mudah-mudahan lokasi objek wisata akan ada banyak pilihan mulai pemandangan alam, lokasi pemandian air panas, dan lokasi PLTU yang bermanfaat buat masyarakat sekitar. 
Wisata alam yang menawarkan konsep geotermal
Setelah puas mandi di air panas, kami pun melewati perkebunan kurma yang Ada di Aceh, meskipun tak sempat singgah ke sana. Pemandangannya bisa terbayar melihat perkebunan kurma bisa hidup di daerah tropis. Seakan sedang berada di daerah timur tengah pemandangan alam perbukitan khas tanah kapur. Dulunya daerah tersebut tidak terlalu subur ditanami beragam hasil pertanian, kini diolah sedemikian dan cocok dalam budi daya tumbuhan kurma. Hasilnya mampu diekspor hingga ke mancanegara.

Pergi ke museum saat libur memang mengasyikkan, sekaligus mengenal banyak sejarah dan pengetahuan. Sering kali pesona museum dikesampingkan dengan pusat perbelanjaan atau hiburan. Nyatanya mengasyikkan dan Banda Aceh punya banyak museum kece yang menawarkan sejarah dan ilmu pengetahuan pada pengunjungnya.

Di mulai dari museum Aceh dengan berbagai sejarah panjang sejarah Aceh dan Museum Tsunami dan Museum PLTD jadi jejak sejarah tsunami yang pernah menimpa Aceh 2004 silam. Saya pun menyempatkan datang ke semua lokasi tersebut.

Di awali dari Museum Aceh yang menawarkan pesona khas rumah Aceh tempo dulu, saya seakan dibawa ke masa lalu. Di depan museum Aceh yang paling menarik perhatian bagi saya adalah lonceng Cakradonya pemberian Laksamana Cheng Ho saat berkunjung ke Aceh pada abad ke-16. 
Menajamkan sejarah masa lalu
Masuk ke dalam, ada beragam ciri khas adat Aceh terdahulu, termasuk beragam pernak-pernak yang terjaga cukup rapi. Setelah puas berjalan-jalan ke sana, saya melanjutkan ke Museum paling modern di Aceh dan bahkan di Indonesia. Museum Tsunami.

Saat masuk ke dalam, ada banyak edukasi yang saya dapatkan, salah satu yang paling menarik perhatian adalah desainnya yang ikonik dan modern. Selain itu saya mencoba menggali lebih banyak isinya, salah satu yang paling menarik perhatian adalah tentang tsunami.
 
Belajar banyak tentang tsunami
Bencana dahsyat ini jadi bencana alam yang akrab di negeri kita, di dalam Museum Tsunami kita bisa banyak tahu mengenai berbagai proses gempa, proses terjadi tsunami hingga mitigasi bencana saat bencana terjadi.

Kemudian ada satu tempat lagi yang saya rasa masih kurang, datang ke Museum PLTD Apung yang ada di Punge Blang Cut. Lokasi saat tsunami yang mendaratkan sebuah kapal seberat 2.600 ton bertenaga diesel ke sana, jaraknya secara tegak lurus dari pantai mencapai 3,5 km dari pantai.

Kini kapal tersebut disulap menjadi sebuah museum di dalamnya dengan berbagai gambaran saat kapal tersebut terseret arus. Kini bagian dalam kapal disulap sedemikian rupa seakan sedang berada dalam sekuel film Captain America saat melawan Red Skull. Ada banyak sejarah kapal serta kronologi secara 3D hingga kapal tersebut terdampar di sini. 
PLTD Apung yang kini jadi daya tarik
Liburan saya pun terasa menyenangkan, merasakan banyak pengalaman terbaru yang jarang didapatkan. Semua itu terasa lengkap lagi ditemani dengan laptop idaman. Liburan identik dengan kata jauh dari rumah, butuh banyak energi yang dipersiapkan selama berlibur. Mempersiapkan diri dan segala perangkat supaya optimal di tempat liburan, termasuk perangkat gawai seperti laptop.

Laptop jadi benda yang paling sulit saya abaikan, ia seperti sahabat sejati dalam bekerja dan berkreasi tanpa henti. Sembari berlibur, membawa laptop jadi kesempatan buat dimanfaatkan kala liburan. Mengisinya dengan berbagai konten terbaru yang siap memberi warna baru. Apalagi idenya masih segar dan bisa langsung dieksekusi melalui laptop.

Urusan laptop yang dipakai selam traveling pastinya tak mau main-main, tugasnya mampu mengakomodir banyak kegiatan selama liburan. Saya pun menilai sebagai orang yang punya mobilitas tinggi dengan sebuah tas pasti butuh laptop yang bertenaga di mana pun. Berikut ini sejumlah kriteria laptop yang harus dimiliki selama menjelajahi alam.

Laptop kekinian pastinya punya bobot yang enteng dibawa ke mana saja. Terlalu berat dan merepotkan membuat banyak yang rela meninggalkan laptopnya saat liburan. Belum lagi selama perjalanan akan banyak gangguan yang akan dirasakan laptop milik saya. Dibandingkan ia harus terluka dengan beragam benda lainnya yang masuk ke dalam tas. Lebih baik saja ia beristirahat sejenak hingga sang pemilik kembali dari liburan.

Pilihan laptop yang ringkas dengan berat di bawah 1,5 kg dan berukuran tipis pastinya sebuah pilihan. Sehingga tidak memakan banyak tempat saat membawanya jalan. Bekerja sambil berlibur tak masalah karena bisa langsung membagikan pengalamannya. Mumpung pikiran masih fresh.

Selain masalah berat, permasalahan lain yang menghinggap adalah daya tahan materialnya. Bisa saja karena benturan, getaran hingga tertimpa barang lainnya. Kejadian seperti ini memang sering dialami buat laptop para traveler, standar sebuah laptop tipis dan ringkas serta punya ketahanan dalam berbagai kondisi.

Salah satu standar yang digunakan adalah military grade yang punya keandalan dan daya tahan. Laptop yang punya standar ini telah melewati berbagai uji tes beragam mulai dari ketinggian, suhu, kelembaban. Jadi tidak perlu takut lagi laptop Anda malah bermasalah saat datang ke lokasi traveling yang punya kondisi seperti itu.

Guncangan saat menuju lokasi destinasi, apalagi saya yang punya profesi sebagai penulis. Menulis di mana pun termasuk di dalam kendaraan. Guncang keras pasti tidak baik buat laptop, pilihan terbaik adalah laptop yang punya penyimpanan berbentuk SSD. Keamanan data terjamin saat ada guncangan terjadi, berbeda dengan laptop yang masih menggunakan HDD.

Bukan hanya mementingkan performa saja, desain yang menjual dan punya nilai ekonomi yang elok di mata. Tergambar dengan jelas dari jauh dan siapa saja yang memandang akan menganggap laptop ini sebagai laptop profesional dan tidak main-main.

Desain juga seakan menggambarkan bagaimana saya sebagai profesional di bidang konten kreator khususnya saat bekerja dan bertemu dengan klien. Pilihan ini jadi alasan saya memilih laptop, ada nilai prestise saat melihatnya di balik laptop yang digunakan. Tiga kata yang digambarkan, profesional, eye-catching, dan kekinian.

Selama di lokasi liburan, sudah pasti segala hal terbatas termasuk meja. Salah satu caranya adalah dengan memangku laptop buat bekerja. Tak jarang panas yang dihasilkan bisa membuat tangan tidak nyaman saat mengetik atau bahkan paha tidak tahan terhadap panas yang dihasilkan. Ini jelas sebuah sesuatu yang mengganggu, batas nyaman adalah suhu tubuh manusia yaitu 36℃.

Buat saya yang seorang lelaki yang masih lajang, pasti sangat memperhatikan demikian untuk memangku laptop dalam jangka waktu lama. Salah satu idaman adalah laptop yang punya buangan dan manajemen panas yang baik, sehingga akan nyaman saja digunakan dalam jangka waktu lama.

Punya keyboard yang empuk jadi sebuah pilihan, saat jemari menyentuh beragam tuts tak akan membuat tangan pegal. Sebuah laptop traveling mewajibkan punya travel keyboard yang mudah dan ia tidak kesulitan lagi mana huruf, space hingga enter saat di dalam kendaraan.

Serta bagi saya keyboard yang punya backlit sebuah keharusan khususnya saat bekerja saat kondisi minim cahaya seperti malam hari. Sembari melihat pemandangan sekitar di balik kaca saat menuju lokasi liburan, tangan yang bisa terus bergerak dengan cepat.

Baterai ibarat nyawa sebuah laptop, makin lama dan irit daya yang digunakan jadi alasan ia bisa bertahan lebih lama dalam berbagai kondisi. Saat ini laptop punya daya tahan melebihi 5 jam dalam penggunaan ringan, ini akan membantu saat jauh dari stop kontak.

Selama liburan, sudah pasti sangat sulit mencari colokan, apalagi saat berada di luar ruangan. Pertimbangan baterai yang punya daya panjang akan sangat bermanfaat, sekaligus bisa bekerja lebih lama.

Proses pengisian pun harus kekinian dengan mengandalkan teknologi fast-charging, sehingga akan memudahkan saat menemukan colokan. Energi yang diisi sebentar saja akan bertahan dalam jangka waktu lama. Slogan yang tepat buat laptop tersebut: isi sebentar, pakai sepuasnya.

Pengalaman selama liburan pasti sangat sulit menemukan meja, menggunakan periferal tambahan mouse sudah pasti sulit. Salah satu andalan terbaik adalah dengan menggunakan touchpad, sebuah kewajiban pun touchpad yang sangat responsif dan multigesture. Ini akan memudahkan proses Swift dan sebagainya.

Ukuran touchpad juga harus besar sehingga memudahkan proses Swift tanpa terhalang. Dukungan secara software yaitu punya sudah ada fitur Windows Precision. Kemudian adanya smart gesture bawaan dari laptop sehingga bisa memudahkan berbagai sentuhan hingga empat jari. Misalnya saja proses zoom in atau zoom out pada gambar, hingga proses scrolling cepat.

Proses log in internet jadi sebuah barang wajib, selama daerah liburan pasti sinyal sering terganggu. Ada saja harus didukung dengan proses penangkapan sinyal terbaik. Memaksimalkannya dengan optimal, saat laptop lainnya hanya dapat satu bar koneksi internet. Laptop yang saya pakai bisa mendapatkan 3 atau 4 bar Wi-Fi internet.

Teknologi yang wajib disematkan pastinya koneksi Wi-Fi 2x2 802.11ac, punya kecepatan 6 kali lebih cepat dibandingkan seri sebelumnya. Ini sangat bermanfaat saat proses upload postingan, mengecek email hingga aktivitas lainnya.  Sudah pasti bukan alasan menangkap sinyal dengan kemampuan yang ia miliki saat ini. Masalah internet putus pun tidak ditemukan kembali.

Laptop yang ringkas pastinya mengusung layar IPS berukuran 13,3 inchi dengan saturasi warna terbaik. Pastinya bezeles seakan layarnya seperti laptop 14 inchi. Saat traveling, kualitas gambar yang dihasilkan jadi sebuah tolak ukur khususnya dalam kondisi outdoor yang banyak pantulan cahaya. Ada sesuatu yang wajib pada layar yaitu teknologi anti-glare sehingga ia tidak akan menimbulkan bayangan saat tidak pada posisi yang tepat.

Layar yang baik pastinya akan menghemat daya, tak perlu brightness paling tinggi karena saturasi warna yang dihasilkan sudah baik untuk mata. Sehingga tidak perlu merasa lelah mata karena layar yang buram, jadi bisa bekerja lebih lama dan intens lagi.

Meskipun saat ini banyak laptop yang menawarkan berbagai layar sentuh, saya masih kurang tertarik. Alasannya sederhana yaitu karena tangan saya yang mudah sekali berkeringat dan kotor. Layar sentuh masih belum terlalu dibutuhkan. Saya rasa bukan sebuah kekurangan tapi menyasar pangsa yang masih klasik dengan mengandalkan touchpad serta keyboard.

Pilihan dalam OS pastinya yang terbaik saat ini, semua itu hadir dari OS Windows versi 10 yang mendukung segala aktivitas saya. Beragam fiturnya sudah sangat familiar dan memudahkan pekerjaan,  sehingga tak kesulitan dalam proses adaptasi lagi.

Alasan selanjutnya sudah menggunakan Windows orisinal sudah pasti tak perlu lagi mengcrack aplikasi yang dibutuhkan atau lisensi office. Semua sudah ditanamkan dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Urusan dapur pacu, pilihan terbaik saat ini adalah jeroan Intel Core i7 generasi 8 yang memudahkan proses multitasking tanpa hambatan. Sudah pasti didukung dengan RAM berukuran besar untuk proses membaca dan menyimpan data lebih optimal. Kapasitas hingga 16GB dirasa sangat baik khususnya dalam menjalankan banyak program berat dan banyak tab tanpa ngelag.

Dukungan terbaik itu hadir dari proses penyimpanan yang paling cepat. Bagi saya, laptop modern harus menggunakan penyimpanan berbasis SSD. Secara kualitas dinilai lebih bertenaga, ringan, dan aman dari benturan mana pun. Ukurannya pun tidak harus mencapai 1TB, cukup saja 512GB karena saat ini ada banyak opsi penyimpanan secara online atau penyimpanan eksternal.

Kualitas suara jadi pengalaman yang menakjubkan, tak harus menggunakan earphone. Selaku penggemar music EDM, kualitas suara di ruangan mampu maksimal. Tak jarang speaker laptop berkualitas menghasilkan detail suara terbaik dan tidak pecah saat volume tinggi.

Salah satunya adalah spesialis audio dari Harman Kardon yang mampu menghasilkan suara baik dan merata di dalam maupun ruangan. Tidak ada suara pecah dan noise yang mengganggu, pastinya saat memutarkan musik BPM (Beat Per Minute) tinggi tidak masalah.

Dari segala kualifikasi yang ingin saya diinginkan buat para traveler dan mereka yang serba eksklusif tergambar dengan jelas oleh ASUS Zenbook S UX391UA. Ini adalah salah satu laptop bisnis yang tepat buat para traveler dan pekerja on time dengan segala deadline. Laptop terbaik dengan desain yang cakep, sangat mengusung rasa premium di dalamnya. Pastinya semua sesuai dengan preferensi mereka yang ingin terlihat praktis dan kekinian.

Mengusung konsep 3 S yakni Slim, Stunning, dan Supreme jelas sekali menggambarkan bahwa ASUS Zenbook UX391UA menyasar para profesional dan yang bepergian jauh. Rasa portabilitas di dalamnya begitu tergambar dari desainnya yang modern, tangguh, dan inovatif.

Salah satu yang memberikan decak kagum datang dari engsel bermotif ErgoLift saat laptop tersebut dibuka. Posisi ini dinilai sangat nyaman dari proses mengetik dalam jangka waktu yang lama, sangat cocok buat para Blogger yang sulit jauh dari tuts keyboard. Memberikan pengalaman baru dari mengetik dari laptop konvensional lainnya, seakan memberikan pengalaman lebih nyaman saat mengetik di atas pangku sekalipun. 
Engsel bermotif ErgoLift mampu meningkatkan proses manajemen panas dari pendingin dan speaker bekerja lebih optimal tanpa terhalangi dengan media buttom. Pada proses bukaan hinge hingga kemiringan 145° dengan angkatan dari bagian bawah hingga 5,5°. Pastinya dengan dimensi bukaan yang lebih luas dan nyaman sesuai dengan keinginan.

Bukan hanya itu saja, ASUS Zenbook UX391UA tergolong ultrabook yang sangat portable dibawa ke mana saja. Beratnya pun tergolong ringan yaitu hanya 1kg dengan dimensi ketebalan hanya 12,9mm. Itu artinya dengan berat dan ketebalan tersebut tidak berpengaruh pada beban dan ruangan di dalam tas. Sudah termasuk chargernya yang sangat enteng dan kecil, sekilas lebih mirip charger ponsel.

Desain dari laptop murni finishing all metal yang sangat solid dan kuat. Itu semua sudah dibekali dengan Military-Grade Durability dengan standar MIL-STD 810G. Ada 15 pengujian yang dilakukan pada ASUS Zenbook UX391UA sehingga mampu memenuhi standar laptop sesuai keinginan ASUS.

Mengedepankan keanggunan dan kecanggihan terpancar dengan sempurna dari ASUS Zenbook UX391UA. Perpaduan warnanya adalah Deep Dive Blue dan Rose Gold di setiap sudutnya. Seakan memancarkan kemewahan dari perpaduan dua warna gelap tadi. Finishing di bagian depan laptop juga dengan motif melingkar dengan 40 Step yang memantul keren waktu terkena cahaya. Memperlihatkan kesan mewah dari sudut pantulan mana pun. 

Berukuran layar 13,3 inchi yang sudah mengusung teknologi NanoEdge sehingga membuat layar menjadi lebih luas dan lapang. Ketebalannya dari NanoEdge Display Bezel hanya 5,9mm dengan rasio screen to body hingga 85%.

Masalah layar jadi pertimbangan terbaik dalam memilih, kualitas warna sangat baik dalam grafis dan detail yang dihasilkan. Warnanya jadi lebih hidup dan nyata karena sudah menggunakan layar UHD yang imersif dengan 4K 3840 x 2160 piksel dengan kepadatan 331 ppi. Seakan teknologi ini mengaburkan antara dunia gambar dunia nyata dengan dunia digital.

Artinya akan menghasilkan kualitas gambar, video dan bahkan teks di office yang sangat baik bahkan pada kondisi banyak cahaya. Kontras sangat kuat dan pastinya sudah ada anti-glare yang menjaga kualitas gambar tetap bagus dari sudut mana pun. Kualitas kontras warna yang dihasilkan pun sangat sempurna yakni 100% sRGB. Menakjubkan!

Pilihan krusial lainnya adalah desain keyboard khususnya saat dipakai dalam jangka waktu yang lama. ASUS Zenbook UX391UA punya rancangan keyboard yang nyaman karena jarak antar tombol yang lebar mengurangi typo. Kedalaman key travel punya optimal yaitu hanya 1,2 mm dengan sesuai pada ukuran jemari pengguna. Sudah ada backlit yang memudahkan saat bekerja di suasana minim cahaya dengan tingkat kecerahan dua tingkat sesuai keinginan.

Bicara urusan dapur pacu, ASUS Zenbook UX391UA sudah dibekali dengan Intel Core i7 generasi 8 yang hemat daya yaitu 8550U. Serta dibekali dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512 SSD tipe PCle yang merupakan varian terbaik dari kelas SSD. Urusan kecepatan, ia mampu menghasilkan kemampuan boost hingga 4.0 GHz.

Laptop kekinian pasti punya daya tahan baterai yang kuat bekerja seharian tanpa perlu diisi. Namun tetap mengedepankan performa terbaik. Tipe baterai dari ASUS Zenbook UX391UA menggunakan 50wh yang diklaim mampu bertahan hingga ±  13,5 pada pemakaian ringan.

Bagi saya yang lebih banyak menggunakannya pada proses menghasilkan konten, jelas waktu itu sangat panjang. Proses pengisiannya sudah mendukung teknologi fast-charging yang mampu mengisi baterai hingga kapasitas 60% hanya dalam waktu 49 menit saja. Ukuran adapternya pun sangat kecil dan ergonomis, mirip charger ponsel sehingga tidak membebani saat dibawa. Uniknya adalah lubang charger berada di ujung bawah layar, terpisah dari bagian bodi laptop.

Urusan manajemen panas, sudah ada kipas kaca kristal berukuran 0,3mm dan pipa tembaga berukuran 0,1mm yang mampu mengeluarkan udara hangat di dalam laptop. Lokasi ventilasi ada di bawah engsel ErgoLite. Penggunaan proses pendinginan pun bisa diatur sedemikian rupa oleh aplikasi Quiet Fan, menyesuaikan tugas kipas pendingin dalam keadaan aktif atau nonaktifkan. Pada proses kinerja maksimal, kipas akan aktif membuang hawa panas supaya bisa melakukan pekerjaan secara optimal.

Ada satu hal yang layak saya bahas yaitu konektivitas yang sudah mengandalkan Thunderbolt 3 USB-C. ASUS Zenbook UX391UA. Proses transfer data di masa depan makin terlihat mudah dengan mengandalkan satu lubang saja yaitu USB Type-C dan Thunderbolt.

Apa saja kelebihan yang ia hasilkan?
Ada dua lubang Thunderbolt 3 yang tersedia yaitu pada sisi kanan laptop dalam menunjang proses transfer data berkecepatan hingga 40Gbps. Thunderbolt 3 sudah pasti punya proses transfer data lebih cepat, mampu mengalahkan sejumlah transfer data seperti Thunderbolt 2 hingga dua kali lipat dan delapan kali dibandingkan USB 3.1. 

Kemampuan Thunderbolt begitu mengagumkan dalam proses perpindahan data berukuran besar. Saya rasa ada banyak file yang sangat lama dalam proses pengiriman. Ini menghambat gerak konten kreator dalam berkarya. Dalam paket pembelian sudah termasuk dengan Dogle ASUS yang menyediakan lubang LAN port, HDMI, dan USB Type-C tambahan.

Kemudian pada proses koneksi juga sangat cepat khususnya di daerah traveling yang minim sinyal dan jauh dari Router penyedia sinyal Wi-Fi. Itu semua karena sudah dibekali dengan ASUS Wi-Fi Master dengan memanfaatkan proses Wi-Fi 802.11ac dual-band hingga 80 bit dengan kecepatan hingga 867Mbps hingga jarak 300m dari lokasi Router.

Gelegar suara dari speaker terasa pas karena sudah memiliki sertifikat dari Harman Kardon. Efek suara yang dihasilkan berkualitas terbaik pada volume maksimum dan minim distorsi. Lokasi speaker berada di bagian bawah laptop, suaranya maksimal karena bentuk engsel yang ErgoLite sehingga suara tidak tertahan dan menghasilkan suara optimal layaknya suara bioskop. 

Semua karena sudah disematkan teknologi Audio ASUS SonicMaster, sangat cocok dengan tipikal saya yang menyukai kualitas multimedia. Gelegar suara musik mampu menghasilkan Bass yang tepat dan nyaman didengarkan siapa saja. Portable tapi punya suara yang begitu menggelegar.

Dari segala kebutuhan itu terjawab semua dari ASUS Zenbook UX391UA, liburan sembari menjelajah alam dan tempat kaya pengetahuan. Seakan saya mendapatkan dua pengalaman berharga selama berlibur dan memanfaatkan sumber daya dengan laptop terbaik milik ASUS.

Ini cerita produktif saya dengan ASUS Zenbook UX391UA dan dari liburan saya belajar banyak hal tentang alam, kebersamaan, dan menyaksikan pengalaman baru. Mengawali awal tahun dengan semangat baru dengan segudang resolusi baru. 


Semoga saja postingan ini menginspirasi…..

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer