Saturday, November 30, 2019

Kemilau Atlet Esport Indonesia di Kancah Dunia

Game dulunya hanya dianggap sebagai pelepas penat dalam mencari hiburan dan kekosongan waktu. Pilihan jatuh pada game karena dianggap mudah lagi murah. Apalagi saat mengajak teman sejati, mengadu siapa yang paling tangkas bermain game, rental jadi lokasi sekaligus saksi siapakah yang terbaik.

Itulah gambaran game beberapa tahun lalu dan kini game bertransformasi sangat cepat. dulunya primadona rental begitu kental, namun rental mulai ditinggalkan semenjak internet menjangkau hingga pelosok negeri. Ledakan para pengguna internet berbanding lurus dengan gamer online dari berbagai lintas umur.

Mereka bisa menghemat waktu tanpa harus pergi ke rental, antre bermain atau punya teman yang sepadan untuk adu tangkas. Game online sudah menyediakan itu semua dan dianggap fleksibel dan semakin berkembang menjadi sebuah industri yang sangat menguntungkan.

Ada banyak pihak yang terlihat di dalamnya, bisnis game ibarat lahan basah yang bisa diraut oleh pengembang, programmer, sponsor hingga player. Pastinya para pengembang melihat Indonesia sendiri dianggap sebagai lahan basar bisnis game online. Tercatat di tahun 2018 dari total penduduk yang sudah mengakses internet sebanyak 140 juta dari 256 juta total penduduk Indonesia.
Jumlah pengguna internet Indonesia saat ini
Dari data tersebut terlihat jelas banyak pengguna yang memanfaatkannya untuk bermain game, nilainya sangat besar hingga 42,8 juta pengguna. Pangsa perputaran uang dari game di tanah air menyentuh angka US$ 321 juta dan terus meningkat. Angka yang besar tersebut makin bertambah dengan meningkatnya jumlah gadget.

Artinya akan lahir gamer baru yang siap menjajal kemampuannya dari level mobile game, PC, atau bahkan konsol. Peluang ini dianggap cerah karena dinilai akan muncul atlet berbagai dari Esport yang mampu bersaing di level dunia. Bukan hanya sebatas menghabiskan waktu seharian tanpa tujuan yang jelas.

Yuk Ketahui Revolusi Panjang Game
Game berkembang dengan sangat cepat dari awal mula manusia tinggal di bumi. Manusia kala itu sudah mengenal permainan sebagai bentuk mengasah kemampuan berpikir. Berawal dari permainan batu (stone) sebagai permainan dasar umat manusia. Kemudian mengalami transformasi menjadi bidak catur dengan pola permainan yang relatif rumit. 
Hingga akhirnya revolusi industri datang yang mampu menghadirkan berbagai mesin yang memudahkan umat manusia termasuk mesin sebagai sarana hiburan. Game Pong dengan konsep Arcade adalah game pertama dan mampu menyihir anak muda saat itu dalam bermain game tersebut. Pertarungan Arcade jadi salah satu persaingan sengit hingga jadi sebuah lomba dengan hadiah menggiurkan. Inilah yang menjadi cikal bakal Esport lahir.

Kemudian di tahun 90-an, perusahaan game asal Jepang mulai menjajal bisnis game yang lebih revolusioner. Saat itu Arcade dianggap tidak fleksibel untuk dimainkan karena hanya bisa dimainkan di arena game. Kemudian muncullah game konsol adalah era baru daripada game yang bisa dimainkan tanpa harus berdiri dan bikin betis kram. Konsol game bisa dimainkan di rumah masing-masing dan dengan permainan lebih beragam. 
Tampilan game online pertama yaitu Netrek
Tahap selanjutnya adalah era PC yang mulai terkoneksi internet. Awal mulanya datang dari sebuah game dan dianggap sebagai game real E-Sport yaitu Netrek. Grafis yang lebih baik, punya sejumlah taktik (real time strategy) mumpuni hingga mampu menghubungkan orang dari belahan dunia mana pun (metaservers). 
Sejarah panjang game
Kini permainan game makin beragam dan kompleks cara bermainnya. Mulai dari dengan mobile game atau konsol game. Hingga yang membuat permainan lebih hidup dengan VR Games dan AR Games. Makin banyak pengembang game yang lahir karena gairah dan semangat gamer yang memacu energi dalam berinovasi menghasilkan game baru.

Game membentuk iklim olahraga virtual bernama Esport
Untuk saat ini game dianggap makin maju yang menunjang segala perangkat dan animo besar penggemarnya. Tercetuslah lahirnya Esport yang mulai lahir di akhir tahun 90-an, saat itu hanya sebatas PC saja. Berkembangnya game berbasis mobile dan konsol seakan meramaikan dunia Esport.

Para gamer yang dulunya hanya bisa bangga pencapaian digitalnya pada komunitasnya saja, kini sudah mampu mengharumkan nama hingga level bangsa. Menjadi atlet Esport jadi sebuah capaian besar dan cukup prestise dibandingkan dulunya hanya dianggap sebagai pribadi urakan, malas, dan jarang mandi.
Kompetisi pun lahir dari lintas genre, ada sejumlah genre yang cukup terkenal dan punya hadiah jutaan dolar. Ada nama genrenya seperti RPG (Role Playing Game), strategi, MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), Battle Royale, dan game simulasi.

Satu gebrakan besar dimulai tahun lalu saat ajang pagelaran akbar Asian Games 2018 di Indonesia. Ada sejumlah game ternama yang dipertandingkan seperti PES 2018, Heart Stone, Clash Royale, League Legends, StarCraft, dan AOV (Arena of Valon). Akan ada banyak game lainnya yang dimainkan bahkan untuk mengharumkan nama bangsa. Paling dekat adalah melalui SEA Games di Filipina tahun 2019. 

SEA Games pembuktian awal sebenarnya atlet Esport Indonesia
Selama 12 hari ke depan mulai dari 30 November hingga 11 Desember 2019. Kita selaku bangsa yang tergabung di ASEAN akan menyaksikan sejumlah atlet berlaga di ajang kebanggaannya. Total ada sebanyak 9840 dari 11 negara memperebutkan 530 medali dari 56 cabang olahraga.

Ada satu cabang olahraga yang menarik perhatian yaitu cabang Esport yang memperlombakan 6 jenis. Game. Mulai game PC yaitu DOTA 2, Starcraft II, dan Hearthstone. Game konsol dengan Tekken 7, dan terakhir mobile gaming melalui game AOV (Arena of Valor) serta Mobile Legends: Bang-Bang. 
Indonesia pun tidak main-main dalam hal ini, mereka pun siap menurunkan atlet terbaik dari 6 cabang Esport Atlet yang bertanding pun adalah jawara dari turnamen Esport yang pemerintah buat sebelumnya. Mereka siap bersaing dengan negara lainnya, otomatis mereka sudah kenyang pengalaman di berbagai level dan tekanan saat pertandingan.
Kumandang lagu: Indonesia Raya dan bentangan sang saka merah putih di podium kini harum melalui cabang Esport. Penonton pun bisa menyaksikan aksi heroik mereka bertanding karena Esport termasuk olahraga yang butuh strategi dan fisik optimal. Lalu banyak pertanyaan datang mengenai Esport.

Dari manakah letak olahraga di sebuah game?
Masih banyak anggap skeptis dan suara sumbang bahwa game hanya sebatas menghabiskan waktu. Nyatanya bila dijelaskan secara ilmiah bahwa para gamer profesional tergolong atlet. Saya menganologi para gamer sama halnya atlet balap kendaraan atau pun hewan. Peran mereka sangat sentral meskipun sang atlet “dianggap” hanya naik dan menungganginya.

Para atlet harus menjalani latihan yang super berat seperti ketahanan inti tubuh, keseimbangan, dan koordinasi. Bagaimana tidak, sang atlet harus tetap fit dalam melahap lap dan menjaga keseimbangan (bahkan sampai mengurangi jumlah berkedip) saat membalap. Sang atlet harus mengambil keputusan penting pada kecepatan tinggi. Andai saja telat sedikit saja, nyawa jadi taruhan, sangat wajar bila atlet balap punya bayaran yang tinggi.

Hampir serupa dengan atlet balap karena mereka punya kemampuan khusus. Bukan hanya sebatas anak rental atau bocah noob yang mencari Wi-Fi gratisan semata. Atlet E-Sport sudah punya jam terbang tinggi dan waktu latihan yang panjang. Dibutuhkan sekali skill, taktik, pengambilan keputusan, dan pastinya mental dalam bermain game di level tertinggi. 
Fokus dan latihan keras, kunci sukses jadi atlet Esport
Atlet E-Sport butuh koordinasi tangan dan mata yang cukup cepat serta pengambilan keputusan serba cepat andai ia atau timnya tersingkir dari lomba. Tak lupa juga dibarengi dengan nutrisi dan istirahat yang cukup agar optimal di hari pertandingan.

Ada jalan terjal yang membentang untuk bisa jadi gamer profesional. Mereka pun didanai oleh sponsor yang tidak mau duitnya terbakar percuma. Memang saat ini ada 42 juta yang menyatakan diri gamer di Indonesia. Hanya ada nama yang benar-benar terbaik dan bahkan dinilai bisa bersaing. Sehingga sponsor tak khawatir menggelontorkan dana besar sesuai ekspektasi yang diharapkan.
Syarat wajib untuk jadi atlet Esport profesional
Bila segala persyaratan tersebut berhasil dipenuhi, kamu termasuk dalam atlet Esport terpercaya. Bisa saja menjadi pemain tunggal atau bermain secara kelompok, harus sesuai dengan pilihan game yang dimainkan. Untuk game yang berkelompok harus mengutamakan kolektivitas

Game yang membawa berkah
Main game sering dianggap perbuatan sia-sia, selain menghabiskan waktu dan pemain game sering dianggap orang yang pemalas. Yah… mau bagaimana, para gamer bisa menghabiskan sepanjang harinya dengan bermain game. Anggapan itu melekat orang ditambah para gamer identik dengan lelaki urakan dan masa depan tak jelas.

Tapi stop dulu stigma negatif terhadap game karena kini sudah dainggap pekerjaan yang menghasilkan. Namun kini game dianggap investasi bagi mereka yang berkarier secara serius di sana. Wah… apalagi hadiah yang ditawarkan buat cabang E-Sport tidak main-main, yaitu miliaran rupiah. Siapa sih yang tidak senang dengan hobi dibayar? Dan jadi gamer adalah bukti hobi berbayar dan membawa berkah. Seperti sejumlah atlet Indonesia berikut yang punya bayaran fantastis yaitu:
Para Atlet tak perlu khawatir karena ada begitu banyak turnamen Esport dari level dunia hingga lokal dengan bayarannya pun sangat fantastis. Nah.. bagi gamer pasti tak asing mendengar nama turnamen seperti World Cyber Games (WCG). The International, League of Legends Worlds Championship, dan FiFA eWorld Cup. Menjadikan turnamen tersebut sebagai turnamen Esport paling bergengsi untuk saat ini.

Sebagai perbandingan di tahun 2019 yang diadakan turnamen The International 9 dengan game DOTA 2, yang berlokasi di Shanghai Rekor pemenang pun tidak main-main, total hadiah mencapai angka $40,7 juta (Rp563 miliar). Pemenang bisa membawa pulang uang sebesar $15,6 (Rp215 miliar).

Sedangkan hadiah E-Sport perorangan memang hadiahnya tidak sebesar game tersebut. Namun cukup menggiurkan. Pada sejumlah Turnamen PES atau FIFA League, pemenang dapat membawa pulang hadiah hingga $300 ribu (3,9 miliar).
Perkembangan E-Sport makin berkembang di masa depan, tak tertutup kemungkinan akan lebih banyak perlombaan game. Jangan heran untuk saat ini pamor game bisa setara atlet olahraga terkemuka yang punya banyak penggemar. Selain itu mampu sebagai ajang pengujian bakat dan taktik dari berbagai game. Serta menjaga semangat sportivitas olahraga berbasis E-Sport.

Turnamen lokal, Cara Mencari Bibit Atlet E-sport
Besarnya animo masyarakat terhadap game seakan direspons oleh pihak pemerintah dan swasta melalui turnamen. Acara ini dianggap bisa mencari bibit-bibit muda potensial yang bisa bersaing di level global. Iklim yang besar ini akan mampu menyedot penonton dan sponsor mancanegara melirik Indonesia sebagai turnamen akbar gaming saat ini.

Urusan hadiah pun penyelenggara tak main-main, total hadiah mencapai miliaran Rupiah. Ada reward sepadan dengan kemampuan atlet di bidang Esport yang dulunya dianggap sebelah mata. Pasti para gamer tak asing mendengarkan turnamen lokal buatasan swasta seperti Mobile Legend Profesional League (MPL), SEACA, ESL National Championship, PUBG Mobile Indonesia National Championship, dan Arena of Valor Star League.

Pemerintah tak mau kalah dengan melangsungkan Piala Presiden sebagai ajang Esport pertama. Pemerintah melihat animo yang sangat besar akan pangsa game online, melalui Piala Presiden mampu menyaring bibit unggulan untuk direkrut sebagai atlet profesional. Bahkan bisa menjadi mata pencaharian anak muda milenial di masa depan. 
Ke depan level atlet Esport sama berharganya dengan atlet lainnya. Mereka siap mengharumkan nama bangsa dan membuat sang saka merah putih berkibar di arena Esport. Bisa saja kalian jadi atlet Esport selanjutnya, tinggal bagaimana cara berlatih sebaik mungkin dan turut serta di setiap turnamen tersebut.

Semoga tulisan ini memberikan inspirasi untuk kita semua dan akhir kata Have a Nice day

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Halo Penulis

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Berlangganan via Email